Distribusi Binomial &
Normal
Dari mana muncul
𝟐𝝅 ?
Agung Anggoro
Variabel
Acak
Diskrit
𝑎 𝑏 𝑐
Kontinu
___________
𝑎 𝑏
Fungsi
Peluang
Fungsi
Densitas
Distribusi
Distribusi
Bernoulli Binomial
𝑛 percobaan
Normal Normal
Baku
𝑧 =
𝑥 − 𝜇
𝜎
▪ 𝑝 𝑥 ≥ 0
▪ σ 𝑥 𝑝 𝑥 = 1
▪ 𝑓 𝑥 ≥ 0
▪ ‫׬‬−∞
∞
𝑓(𝑥) 𝑑𝑥 = 1
▪ 𝑃 𝑎 ≤ 𝑋 ≤ 𝑏 = ‫׬‬𝑎
𝑏
𝑓(𝑥) 𝑑𝑥
Nilai Ekspektasi 𝑬 𝑿
Misalnya 𝑋 adalah peubah acak. Dapat didefinisikan sebuah besaran 𝐸 𝑋 , yaitu:
Diskrit Kontinu
𝐸 𝑋 = ෍
𝑥
𝑥 ⋅ 𝑝 𝑥
dengan 𝑝 𝑥 adalah fungsi peluang dari 𝑋.
𝐸 𝑋 = න
−∞
∞
𝑥 ⋅ 𝑓(𝑥) 𝑑𝑥
dengan 𝑓 𝑥 adalah fungsi densitas dari 𝑋.
Nilai Variansi 𝑽𝒂𝒓 𝑿
Misalnya 𝑋 adalah peubah acak. Dapat didefinisikan sebuah besaran 𝑉𝑎𝑟 𝑋 , yaitu:
𝑉𝑎𝑟 𝑋 = 𝐸 𝑋 − 𝐸 𝑋
2
Distribusi Bernoulli
▪ Misalnya sebuah percobaan acak dimana ruang sampelnya adalah 𝑆.
Fungsi peluang
▪ Untuk setiap 𝑎 ∈ 𝑆 hanya berlaku salah satu dari 𝑋 𝑎 = 0 atau 𝑋 𝑎 = 1, dengan 𝑋 adalah variabel
acak.
▪ Percobaan acak dilakukan hanya satu kali.
𝑝 𝑥 = 𝑡 𝑥 1 − 𝑡 1−𝑥 dengan
𝑡 = 𝑃 𝑋 = 1
𝑥 = 0, 1
Ekspektasi
𝜇 = 𝑡
Variansi
𝜎2
= 𝑡(1 − 𝑡)
Distribusi Binomial
▪ Sebuah percobaan acak diulang secara bebas sebanyak 𝒏 kali.
Fungsi peluang
▪ Terdapat dua kemungkinan hasil pada setiap percobaannya yaitu A dan B, dimana peluang
terjadinya A adalah 𝑡.
▪ Definisikan 𝑋 = banyaknya percobaan dengan hasil A.
𝑃 𝑋 = 𝑥 = 𝑝 𝑥 =
𝑛
𝑥
𝑡 𝑥 1 − 𝑡 1−𝑥
dengan
𝑥 = 0, 1, 2, … , 𝑛
Ekspektasi
𝜇 = 𝑛𝑡
Variansi
𝜎2
= 𝑛𝑡(1 − 𝑡)
Distribusi Binomial (untuk 𝒏 yang sangat banyak)
Sumber: dummies.com
Distribusi Binomial (untuk 𝒏 yang sangat banyak)
Sumber: proc-x.com
Distribusi Binomial (untuk 𝒏 yang sangat banyak)
Sumber: stackoverflow.com
𝑋
𝜇 + 𝜎𝜇 − 𝜎 𝜇
Karakteristik Model untuk
Peubah Acak Kontinu
▪ Simetris di 𝑥 = 𝜇.
▪ Titik infleksi di 𝑥 = 𝜇 ∓ 𝜎
Bentuk Model adalah
𝑓 𝑥 = 𝑘𝑒−𝑝 𝑥−𝜇 2
Karakteristik Model untuk
Peubah Acak Kontinu
Bentuk Model adalah
𝑓 𝑥 = 𝑘𝑒−𝑝 𝑥−𝜇 2
𝑓′′
(𝑥) = −2𝑝𝑘𝑒− 𝑥−𝜇 2 𝑝
1 − 𝑥 − 𝜇 2𝑝 1 + 𝑥 − 𝜇 2𝑝
Kurva mengalami infleksi di 𝑥 = 𝜇 ∓ 𝜎, maka 𝑓′′
𝜇 − 𝜎 = 0 dan 𝑓′′
𝜇 + 𝜎 = 0
𝑓′′ 𝜇 − 𝜎 = 0 1 − 𝜇 − 𝜎 − 𝜇 2𝑝 = 0
1 + 𝜇 − 𝜎 − 𝜇 2𝑝 = 0
atau
2𝑝 = −
1
𝜎
𝑝 =
1
2𝜎2
(tidak memenuhi)
Karakteristik Model untuk
Peubah Acak Kontinu
Sampai disini, kita memeroleh:
𝑓(𝑥) = 𝑘𝑒
−
1
2𝜎2 𝑥−𝜇 2
Syarat 𝒇(𝒙) sebagai Fungsi
Densitas
න
−∞
∞
𝑓(𝑥) 𝑑𝑥 = න
−∞
∞
𝑘𝑒
−
1
2𝜎2 𝑥−𝜇 2
𝑑𝑥 = 1
Dengan demikian:
▪ Luasan di bawah kurva harus tetap, sehingga ketika 𝜎 berubah-rubah (kurva melebar-menyempit)
harus diimbangi dengan perubahan ketinggian kurva yang bergantung pada 𝜎.
▪ Harus dicari nilai 𝑘 sedemikian sehingga 𝑓(𝑥) merupakan fungsi densitas yang valid.
Syarat 𝒇(𝒙) sebagai Fungsi
Densitas
𝑓 𝑥 =
𝑐
𝜎
𝑒
−
1
2𝜎2 𝑥−𝜇 2
Sampai sini kita menggunakan 𝑘 = 𝑐/𝜎 :
Bentuk ini ternyata bisa memudahkan kita melakukan integrasi
nantinya.
𝜇 + 𝜎𝜇 − 𝜎
𝜇
𝑋
𝟎
𝟏−𝟏
𝑥1 = 𝜇 + 𝒛 𝟏 𝜎
𝑥2 = 𝜇 + 𝒛 𝟐 𝜎
𝒛 𝟏
𝒛 𝟐
න
𝑥1
𝑥2
𝑐
𝜎
𝑒
−
1
2𝜎2 𝑥−𝜇 2
𝑑𝑥
Kita akan menghitung
Luasan yang Sama
Dengan memisalkan 𝑧 =
𝑥−𝜇
𝜎
diperoleh 𝜎𝑑𝑧 = 𝑑𝑥, sehingga:
න
𝑥1
𝑥2
𝑐
𝜎
𝑒
−
1
2𝜎2 𝑥−𝜇 2
𝑑𝑥 = න
𝑧1
𝑧2
𝑐
𝜎
𝑒−
1
2
𝑧2
𝜎𝑑𝑧 = න
𝑧1
𝑧2
𝑐𝑒−
1
2
𝑧2
𝑑𝑧
Untuk selanjutnya kita bisa menggunakan fungsi 𝑓 𝑥 = 𝑐𝑒−
1
2
𝑥2
න
𝑥1
𝑥2
𝑐
𝜎
𝑒
−
1
2𝜎2 𝑥−𝜇 2
𝑑𝑥
Mencari konstanta
Kita akan menghitung න
−∞
∞
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥
Misal න
−∞
∞
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥 = 𝐼, maka lim
𝑏→∞
න
−𝑏
𝑏
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥 = 𝐼
Mencari konstanta
Kita bisa menentukan volume di bawah permukaan 𝑧 = 𝑒−
1
2
𝑥2+𝑦2
dan di atas
persegi dengan titik-titik sudut (±𝑏, ±𝑏) dan (±𝑏, ∓𝑏)
𝑉𝑏 = න
−𝑏
𝑏
න
−𝑏
𝑏
𝑒−
1
2
𝑥2+𝑦2
𝑑𝑦𝑑𝑥
= න
−𝑏
𝑏
න
−𝑏
𝑏
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑒−
1
2
𝑦2
𝑑𝑦𝑑𝑥
= න
−𝑏
𝑏
𝑒−
1
2 𝑥2
න
−𝑏
𝑏
𝑒−
1
2 𝑦2
𝑑𝑦 𝑑𝑥
= න
−𝑏
𝑏
𝑒−
1
2 𝑦2
𝑑𝑦 න
−𝑏
𝑏
𝑒−
1
2 𝑥2
𝑑𝑥 lim
𝑏→∞
𝑉𝑏 = 𝐼2
Sehingga
Sumber: Purcell, dkk.
Mencari konstanta
Disisi lain, dengan memanfaatkan koordinat polar, kita dapat menentukan volume di bawah
permukaan 𝑧 = 𝑒−
1
2
𝑥2+𝑦2
dan di atas lingkaran berjari-jari 𝑎 melalui
𝑉𝑎 = න
0
2𝜋
න
0
𝑎
𝑒−
1
2
𝑟2
𝑟𝑑𝑟𝑑𝜃
= 2𝜋 1 −
1
𝑒
1
2 𝑎2
2𝜋 = 𝐼2
⇔ 𝐼 = 2𝜋
SehinggaDalam ketakhinggaan, lim
𝑎→∞
𝑉𝑎 = lim
𝑏→∞
𝑉𝑏 = 𝐼2.
Mencari konstanta
Sampai disini kita peroleh:
න
−∞
∞
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥 = 𝐼 = 2𝜋
Sebelumnya kita sedang mencari 𝑐 dimana
න
−∞
∞
𝑐𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥 = 𝑐 න
−∞
∞
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥 = 1
dan akhirnya 𝑐 =
1
2𝜋
Distribusi Normal Umum dan
Normal Baku
Distribusi Normal
(Umum)
Distribusi Baku
Fungsi densitas
𝑬(𝑿)
𝑽𝒂𝒓(𝑿)
𝑓 𝑥 =
1
𝜎 2𝜋
𝑒
−
1
2𝜎2(𝑥−𝜇)2
𝑓 𝑥 =
1
2𝜋
𝑒−
1
2
𝑥2
𝜇
𝜎2
0
1
𝑧 =
𝑥 − 𝜇
𝜎
(dibuat tabel)(tidak mungkin dibuat tabel berbeda
untuk setiap nilai 𝝁 dan 𝝈)
0 1
𝑋
Mengintegralkan Secara Numerik
න
0
1
1
2𝜋
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥
𝑃 0 ≤ 𝑍 ≤ 1 = න
0
1
1
2𝜋
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥 dicari menggunakan metoda trapesium.
Mengintegralkan Secara Numerik
න
0
1
1
2𝜋
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥 dicari menggunakan metoda trapesium.
න
0
1
1
2𝜋
𝑒−
1
2
𝑥2
𝑑𝑥 =
1
2𝑛 2𝜋
exp −
02
2
+ 2 exp −
1
𝑛
2
2
+ ⋯ + exp −
𝑛 − 1
𝑛
2
2
+ exp −
12
2
0 11
𝑛
Mengintegralkan Secara Numerik
𝒏 Estimasi untuk 𝑷(𝟎 ≤ 𝒁 ≤ 𝟏)
10 0,341143037
50 0,341336680
100 0,341342730
150 0,341343850
190 0,341344188
200 0,341344242
1100 0,341344729
0 1
𝑋
0,341344746068543 (by Excell)
Aproksimasi Normal untuk
Binomial
Sumber: Rinaldi Munir (Slide kuliah).
▪ Distribusi dapat digunakan untuk
menghampiri distribusi binomial untuk
𝑛 yang cukup besar.
▪ Jika 𝑋~ 𝑥; 𝑛, 𝑝 dan 𝑍 = lim
𝑋−𝑛𝑝
𝑛𝑝 1−𝑝
,
maka 𝑍~𝑁(𝑧; 0,1).
Contoh Soal
Peluang seorang penderita sembuh dari suatu
penyakit adalah 0,45. Bila ada 100 orang yang terkena
penyakit tersebut, tentukan peluang dari:
a) 30 orang sembuh.
b) kurang dari 30 orang yang sembuh.

Sisi Lain Distribusi Binomial dan Normal

  • 1.
    Distribusi Binomial & Normal Darimana muncul 𝟐𝝅 ? Agung Anggoro
  • 2.
    Variabel Acak Diskrit 𝑎 𝑏 𝑐 Kontinu ___________ 𝑎𝑏 Fungsi Peluang Fungsi Densitas Distribusi Distribusi Bernoulli Binomial 𝑛 percobaan Normal Normal Baku 𝑧 = 𝑥 − 𝜇 𝜎 ▪ 𝑝 𝑥 ≥ 0 ▪ σ 𝑥 𝑝 𝑥 = 1 ▪ 𝑓 𝑥 ≥ 0 ▪ ‫׬‬−∞ ∞ 𝑓(𝑥) 𝑑𝑥 = 1 ▪ 𝑃 𝑎 ≤ 𝑋 ≤ 𝑏 = ‫׬‬𝑎 𝑏 𝑓(𝑥) 𝑑𝑥
  • 3.
    Nilai Ekspektasi 𝑬𝑿 Misalnya 𝑋 adalah peubah acak. Dapat didefinisikan sebuah besaran 𝐸 𝑋 , yaitu: Diskrit Kontinu 𝐸 𝑋 = ෍ 𝑥 𝑥 ⋅ 𝑝 𝑥 dengan 𝑝 𝑥 adalah fungsi peluang dari 𝑋. 𝐸 𝑋 = න −∞ ∞ 𝑥 ⋅ 𝑓(𝑥) 𝑑𝑥 dengan 𝑓 𝑥 adalah fungsi densitas dari 𝑋.
  • 4.
    Nilai Variansi 𝑽𝒂𝒓𝑿 Misalnya 𝑋 adalah peubah acak. Dapat didefinisikan sebuah besaran 𝑉𝑎𝑟 𝑋 , yaitu: 𝑉𝑎𝑟 𝑋 = 𝐸 𝑋 − 𝐸 𝑋 2
  • 5.
    Distribusi Bernoulli ▪ Misalnyasebuah percobaan acak dimana ruang sampelnya adalah 𝑆. Fungsi peluang ▪ Untuk setiap 𝑎 ∈ 𝑆 hanya berlaku salah satu dari 𝑋 𝑎 = 0 atau 𝑋 𝑎 = 1, dengan 𝑋 adalah variabel acak. ▪ Percobaan acak dilakukan hanya satu kali. 𝑝 𝑥 = 𝑡 𝑥 1 − 𝑡 1−𝑥 dengan 𝑡 = 𝑃 𝑋 = 1 𝑥 = 0, 1 Ekspektasi 𝜇 = 𝑡 Variansi 𝜎2 = 𝑡(1 − 𝑡)
  • 6.
    Distribusi Binomial ▪ Sebuahpercobaan acak diulang secara bebas sebanyak 𝒏 kali. Fungsi peluang ▪ Terdapat dua kemungkinan hasil pada setiap percobaannya yaitu A dan B, dimana peluang terjadinya A adalah 𝑡. ▪ Definisikan 𝑋 = banyaknya percobaan dengan hasil A. 𝑃 𝑋 = 𝑥 = 𝑝 𝑥 = 𝑛 𝑥 𝑡 𝑥 1 − 𝑡 1−𝑥 dengan 𝑥 = 0, 1, 2, … , 𝑛 Ekspektasi 𝜇 = 𝑛𝑡 Variansi 𝜎2 = 𝑛𝑡(1 − 𝑡)
  • 7.
    Distribusi Binomial (untuk𝒏 yang sangat banyak) Sumber: dummies.com
  • 8.
    Distribusi Binomial (untuk𝒏 yang sangat banyak) Sumber: proc-x.com
  • 9.
    Distribusi Binomial (untuk𝒏 yang sangat banyak) Sumber: stackoverflow.com
  • 10.
    𝑋 𝜇 + 𝜎𝜇− 𝜎 𝜇 Karakteristik Model untuk Peubah Acak Kontinu ▪ Simetris di 𝑥 = 𝜇. ▪ Titik infleksi di 𝑥 = 𝜇 ∓ 𝜎 Bentuk Model adalah 𝑓 𝑥 = 𝑘𝑒−𝑝 𝑥−𝜇 2
  • 11.
    Karakteristik Model untuk PeubahAcak Kontinu Bentuk Model adalah 𝑓 𝑥 = 𝑘𝑒−𝑝 𝑥−𝜇 2 𝑓′′ (𝑥) = −2𝑝𝑘𝑒− 𝑥−𝜇 2 𝑝 1 − 𝑥 − 𝜇 2𝑝 1 + 𝑥 − 𝜇 2𝑝 Kurva mengalami infleksi di 𝑥 = 𝜇 ∓ 𝜎, maka 𝑓′′ 𝜇 − 𝜎 = 0 dan 𝑓′′ 𝜇 + 𝜎 = 0 𝑓′′ 𝜇 − 𝜎 = 0 1 − 𝜇 − 𝜎 − 𝜇 2𝑝 = 0 1 + 𝜇 − 𝜎 − 𝜇 2𝑝 = 0 atau 2𝑝 = − 1 𝜎 𝑝 = 1 2𝜎2 (tidak memenuhi)
  • 12.
    Karakteristik Model untuk PeubahAcak Kontinu Sampai disini, kita memeroleh: 𝑓(𝑥) = 𝑘𝑒 − 1 2𝜎2 𝑥−𝜇 2
  • 13.
    Syarat 𝒇(𝒙) sebagaiFungsi Densitas න −∞ ∞ 𝑓(𝑥) 𝑑𝑥 = න −∞ ∞ 𝑘𝑒 − 1 2𝜎2 𝑥−𝜇 2 𝑑𝑥 = 1 Dengan demikian: ▪ Luasan di bawah kurva harus tetap, sehingga ketika 𝜎 berubah-rubah (kurva melebar-menyempit) harus diimbangi dengan perubahan ketinggian kurva yang bergantung pada 𝜎. ▪ Harus dicari nilai 𝑘 sedemikian sehingga 𝑓(𝑥) merupakan fungsi densitas yang valid.
  • 14.
    Syarat 𝒇(𝒙) sebagaiFungsi Densitas 𝑓 𝑥 = 𝑐 𝜎 𝑒 − 1 2𝜎2 𝑥−𝜇 2 Sampai sini kita menggunakan 𝑘 = 𝑐/𝜎 : Bentuk ini ternyata bisa memudahkan kita melakukan integrasi nantinya.
  • 15.
    𝜇 + 𝜎𝜇− 𝜎 𝜇 𝑋 𝟎 𝟏−𝟏 𝑥1 = 𝜇 + 𝒛 𝟏 𝜎 𝑥2 = 𝜇 + 𝒛 𝟐 𝜎 𝒛 𝟏 𝒛 𝟐 න 𝑥1 𝑥2 𝑐 𝜎 𝑒 − 1 2𝜎2 𝑥−𝜇 2 𝑑𝑥
  • 16.
    Kita akan menghitung Luasanyang Sama Dengan memisalkan 𝑧 = 𝑥−𝜇 𝜎 diperoleh 𝜎𝑑𝑧 = 𝑑𝑥, sehingga: න 𝑥1 𝑥2 𝑐 𝜎 𝑒 − 1 2𝜎2 𝑥−𝜇 2 𝑑𝑥 = න 𝑧1 𝑧2 𝑐 𝜎 𝑒− 1 2 𝑧2 𝜎𝑑𝑧 = න 𝑧1 𝑧2 𝑐𝑒− 1 2 𝑧2 𝑑𝑧 Untuk selanjutnya kita bisa menggunakan fungsi 𝑓 𝑥 = 𝑐𝑒− 1 2 𝑥2 න 𝑥1 𝑥2 𝑐 𝜎 𝑒 − 1 2𝜎2 𝑥−𝜇 2 𝑑𝑥
  • 17.
    Mencari konstanta Kita akanmenghitung න −∞ ∞ 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 Misal න −∞ ∞ 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 = 𝐼, maka lim 𝑏→∞ න −𝑏 𝑏 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 = 𝐼
  • 18.
    Mencari konstanta Kita bisamenentukan volume di bawah permukaan 𝑧 = 𝑒− 1 2 𝑥2+𝑦2 dan di atas persegi dengan titik-titik sudut (±𝑏, ±𝑏) dan (±𝑏, ∓𝑏) 𝑉𝑏 = න −𝑏 𝑏 න −𝑏 𝑏 𝑒− 1 2 𝑥2+𝑦2 𝑑𝑦𝑑𝑥 = න −𝑏 𝑏 න −𝑏 𝑏 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑒− 1 2 𝑦2 𝑑𝑦𝑑𝑥 = න −𝑏 𝑏 𝑒− 1 2 𝑥2 න −𝑏 𝑏 𝑒− 1 2 𝑦2 𝑑𝑦 𝑑𝑥 = න −𝑏 𝑏 𝑒− 1 2 𝑦2 𝑑𝑦 න −𝑏 𝑏 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 lim 𝑏→∞ 𝑉𝑏 = 𝐼2 Sehingga Sumber: Purcell, dkk.
  • 19.
    Mencari konstanta Disisi lain,dengan memanfaatkan koordinat polar, kita dapat menentukan volume di bawah permukaan 𝑧 = 𝑒− 1 2 𝑥2+𝑦2 dan di atas lingkaran berjari-jari 𝑎 melalui 𝑉𝑎 = න 0 2𝜋 න 0 𝑎 𝑒− 1 2 𝑟2 𝑟𝑑𝑟𝑑𝜃 = 2𝜋 1 − 1 𝑒 1 2 𝑎2 2𝜋 = 𝐼2 ⇔ 𝐼 = 2𝜋 SehinggaDalam ketakhinggaan, lim 𝑎→∞ 𝑉𝑎 = lim 𝑏→∞ 𝑉𝑏 = 𝐼2.
  • 20.
    Mencari konstanta Sampai disinikita peroleh: න −∞ ∞ 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 = 𝐼 = 2𝜋 Sebelumnya kita sedang mencari 𝑐 dimana න −∞ ∞ 𝑐𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 = 𝑐 න −∞ ∞ 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 = 1 dan akhirnya 𝑐 = 1 2𝜋
  • 21.
    Distribusi Normal Umumdan Normal Baku Distribusi Normal (Umum) Distribusi Baku Fungsi densitas 𝑬(𝑿) 𝑽𝒂𝒓(𝑿) 𝑓 𝑥 = 1 𝜎 2𝜋 𝑒 − 1 2𝜎2(𝑥−𝜇)2 𝑓 𝑥 = 1 2𝜋 𝑒− 1 2 𝑥2 𝜇 𝜎2 0 1 𝑧 = 𝑥 − 𝜇 𝜎 (dibuat tabel)(tidak mungkin dibuat tabel berbeda untuk setiap nilai 𝝁 dan 𝝈)
  • 22.
    0 1 𝑋 Mengintegralkan SecaraNumerik න 0 1 1 2𝜋 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 𝑃 0 ≤ 𝑍 ≤ 1 = න 0 1 1 2𝜋 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 dicari menggunakan metoda trapesium.
  • 23.
    Mengintegralkan Secara Numerik න 0 1 1 2𝜋 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥dicari menggunakan metoda trapesium. න 0 1 1 2𝜋 𝑒− 1 2 𝑥2 𝑑𝑥 = 1 2𝑛 2𝜋 exp − 02 2 + 2 exp − 1 𝑛 2 2 + ⋯ + exp − 𝑛 − 1 𝑛 2 2 + exp − 12 2 0 11 𝑛
  • 24.
    Mengintegralkan Secara Numerik 𝒏Estimasi untuk 𝑷(𝟎 ≤ 𝒁 ≤ 𝟏) 10 0,341143037 50 0,341336680 100 0,341342730 150 0,341343850 190 0,341344188 200 0,341344242 1100 0,341344729 0 1 𝑋 0,341344746068543 (by Excell)
  • 25.
    Aproksimasi Normal untuk Binomial Sumber:Rinaldi Munir (Slide kuliah). ▪ Distribusi dapat digunakan untuk menghampiri distribusi binomial untuk 𝑛 yang cukup besar. ▪ Jika 𝑋~ 𝑥; 𝑛, 𝑝 dan 𝑍 = lim 𝑋−𝑛𝑝 𝑛𝑝 1−𝑝 , maka 𝑍~𝑁(𝑧; 0,1).
  • 26.
    Contoh Soal Peluang seorangpenderita sembuh dari suatu penyakit adalah 0,45. Bila ada 100 orang yang terkena penyakit tersebut, tentukan peluang dari: a) 30 orang sembuh. b) kurang dari 30 orang yang sembuh.