SlideShare a Scribd company logo
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DANTEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
2024
Rekomendasi Buku Sastra
Rekomendasi Buku Sastra
Panduan Penggunaan
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra ini dimaksudkan untuk
membantu guru dalam memanfaatkan Daftar Rekomendasi Buku Sastra dalam
pembelajaran di kelas. Panduan ini dilengkapi dengan disclaimer/penafian di
setiap rekomendasi buku untuk menjadi pertimbangan bagi para guru dalam
memilih buku sastra agar sesuai dengan kebutuhan murid dan sekolah.
Pemanfaatan buku sastra dalam implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan
untuk meningkatkan minat baca, menumbuhkan empati, dan mengasah
kreativitas, serta nalar kritis murid di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan
menengah.
Panduan
Penggunaan
Rekomendasi
Buku
Sastra
Rekomendasi
Rekomendasi
Buku Sastra
Buku Sastra
Panduan Penggunaan
Pusat Perbukuan
Jalan R.S Fatmawati Gedung D Kompleks Kemendikbudristek
Cipete, Jakarta 12410
0811-8880-5220
(021) 3806229
pusbuk.kemdikbud.go.id
buku.kemdikbud.go.id
Tidak untuk diperjualbelikan dan dicetak dengan APBN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DANTEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
2024
Rekomendasi
Rekomendasi
Buku Sastra
Buku Sastra
Panduan Penggunaan
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
Penulis		 : Tim Penyusun Pusat Perbukuan
Desainer		 : Kiata Alma Setra
Editor		 : Tim Penyusun Pusat Perbukuan
Dikeluarkan pada tahun 2024 oleh
Pusat Perbukuan
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kompleks Kemendikbud, Jalan RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan
https://buku.kemdikbud.go.id
Panduan ini dimaksudkan untuk membantu guru dalam memanfaatkan Daftar Rekomendasi Buku
Sastra dalam pembelajaran di kelas. Panduan ini dilengkapi dengan disclaimer/penafian di setiap
rekomendasi buku untuk menjadi pertimbangan bagi para guru dalam memilih buku sastra agar
sesuai dengan kebutuhan murid dan sekolah. Pemanfaatan buku sastra dalam implementasi
Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan minat baca, menumbuhkan empati, dan
mengasah kreativitas, serta nalar kritis murid di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Pelindung		
: Nadiem Anwar Makarim
Pengarah		
: Anindito Aditomo
Penanggung jawab		: Supriyatno
Penyusun		
: Tim Kurator Buku Sastra
1. Abidah El-Khalieqy
2. Dewi Kharisma Michellia
3. Eka Kurniawan
4. Felix K. Nesi
5. Oka Rusmini
6. M. Aan Mansyur
7. Mahfud Ikhwan
8. Martin Suryajaya
9. Okky Puspa Madasari
10. Ramayda Akmal
11. Reda Gaudiamo
12. Saras Dewi
13. Triyanto Triwikromo
14. Zen Hae
15. Agustinus Prih Adiartanto
16. Iin Indriyati
17. Sekar Ayu Adhaningrum
Kontributor Guru		
: Tim Reviewer Buku Sastra
1. Melia Rudonaviola
2. Yayuk Hartini
3. Triska Fauziah Resmiat
4. Restu Nur Wahyudin
5. Agus Riswandi
6. Isyani
7. I Gede Aries Pidrawan
8. Ida Ayu Wayan Sugiantari
9. Yessy Meirliane
10. Wahyu Ratnawati
11. Hendrik Hermawan
12. Maulana Yusuf
13. Fenti Sanubari
14. Haris Fadhillah
15. Miftah Dea Fachrudin
16. Rizal Listyo Mahardhika
17. Misnawati
18. Natria Ratnaningtyas
19. Ilmiati Ikhtiari Susamsa
20. Lilis Trisnawati
21. Emat Sulaemat
22. Rahmad Dwisantosa
23. Karyono
24. Sinta Prama Dewi
25. Robi Yandi
26. Gabriella Aldegonda Kristianti Sorongan
27. Fitriani Nasir
28. Dikdik Rohimat
29. Andi Prayudi Permana
30. Nurul Jubaedah
31. Saeful Insani
32. Langlang Medal Fajar Al Afghandi
33. Priscila Felicia Elu
34. Rr. Putri Danirmala Narpaduhita
35. Mohamad Anwar Kurnaedi Saputra
36. Pitrus Puspito
37. Sekar Ayu Adhaningrum
38. Iin Indriyati
39. Agustinus Prih Adiartanto
Isi buku ini menggunakan huruf Mulish 10/16 pt, Vernon Adams.
xii, 772 hlm.: 17,6 x 25 cm.
iii
Salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka adalah menumbuhkan literasi
membaca murid. Pada tingkat yang paling dasar, membaca berarti menyuarakan
lekuk huruf dan rangkaian kata dengan lancar. Sebagian dari kita mengenal
kemampuan dasar ini dengan istilah melek huruf. Seseorang yang melek huruf
sudah bisa mengikuti instruksi tertulis, mengenali petunjuk arah di jalan, dan
mengisi formulir sederhana. Jika melek huruf menjadi ukuran, maka pendidikan
kita boleh dikatakan berhasil. Namun tentu kita tidak boleh berhenti pada
kemampuan dasar ini.
Pada tingkat selanjutnya, membaca berarti menyarikan makna dari teks.
Seseorang yang bisa membaca pada tingkat ini mampu mengenali pesan
kunci sebuah teks dan meringkaskan pesan tersebut dengan tepat. Di tingkat
ini, membaca sudah menjadi menjadi tindakan penafsiran yang sedikit banyak
melibatkan interaksi antara pengetahuan yang sudah dimiliki sang pembaca
dengan informasi baru yang disajikan oleh teks. Kemampuan membaca pada
tingkat ini adalah syarat dari pembelajaran akademik yang kerap bergantung
pada teks sebagai sumber belajar utama.
Pada tingkat yang lebih tinggi lagi, membaca melibatkan dialog kritis dan
reflektif antara pembaca dan teks yang dibaca. Di tingkat ini, sang pembaca
menempatkan tafsir yang diajukan oleh penulis sebagai satu versi dari sekian
banyak alternatif yang mungkin diajukan tentang tema bahasan. Membaca pada
tingkat ini bisa menjadi pengalaman transformatif. Yang diperoleh pembaca
bukan hanya pengetahuan, tetapi juga penghayatan akan beragam perspektif,
pengalaman emosional, dan nilai-nilai (values) yang baru. Dengan kata lain,
membaca pada tingkat ini dapat mengasah empati dan menjadi bagian dari
pendidikan karakter.
Aspirasi kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
adalah agar semua murid dapat menjadi pembaca yang kritis dan reflektif.
Dalam mencapai tujuan ini, karya sastra adalah media pembelajaran yang
sangat potensial. Karya sastra mengundang pembaca untuk menghayati dunia
batin tokoh-tokoh yang merasakan dan memahami sesuatu dengan caranya
masing-masing. Karya-karya sastra terbaik juga mengupas isu-isu kompleks dan
menyajikan perdebatan moral yang mendorong pembaca keluar dari pemikiran
HOME
Kata Pengantar
iv
hitam-putih dan memikirkan ulang opini serta prasangka-prasangka yang
mungkin tak disadari sebelumnya.
Agar murid mendapat pengalaman transformatif dari karya sastra, tentu
tidak cukup meminta mereka sekadar membaca karya tersebut. Murid perlu
berdiskusi dan berdebat tentang beragam tafsir terhadap sebuah karya. Mereka
perlu dipandu mengubah tafsir yang mereka pilih ke wahana yang berbeda: dari
prosa ke puisi atau sebaliknya; dari teks menjadi gambar, drama, atau film; dan
dari fiksi menjadi kritik sastra atau karya ilmiah. Model pembelajaran seperti
ini terbuka lebar di Kurikulum Merdeka. Meski demikian, model pembelajaran
berbasis sastra adalah hal baru yang belum banyak diterapkan di Indonesia.
Program Sastra Masuk Kurikulum dirancang untuk membantu guru
memanfaatkan karya sastra dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Seperti
tersaji dalam panduan yang sedang anda baca ini, program Sastra Masuk
Kurikulum menyediakan daftar buku yang direkomendasikan beserta ringkasan,
penaifan (disclaimer), dan pemetaan ke capaian pembelajaran mata pelajaran
dan elemen Profil Pelajar Pancasila yang relevan. Akan terlihat bahwa ada banyak
karya sastra Indonesia, dari yang klasik sampai kontemporer, yang bisa menjadi
bagian dari pembelajaran berbagai mata pelajaran dan projek penguatan Profil
Pelajar Pancasila.
Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi pada para penulis, kritikus,
dan guru yang menjadi kurator buku, serta guru-guru lain yang telah berbagi
praktik pembelajaran berbasis sastra dan mengembangkan modul-modul ajar
program Sastra Masuk Sekolah. Terima kasih untuk Perpustakaan Nasional yang
turut mendukung penyediaan buku-buku yang direkomendasikan. Saya juga
menyampaikan selamat kepada tim Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum,
dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek yang telah mengawal program
Sastra Masuk Kurikulum ini dengan baik.
Akhir kata, saya mengajak para guru untuk membaca panduan ini dan
memanfaatkan berbagai perangkat Sastra Masuk Kurikulum yang telah
disediakan. Harapan saya, suatu saat nanti penggunaan karya sastra menjadi
bagian “normal” dari pembelajaran di sekolah seluruh Indonesia-sehingga
melahirkan generasi baru pembaca sastra yang kritis dan reflektif.
Kepala Badan Standar, Kurikulum,
dan Asesmen Pendidikan
Anindito Aditomo
v
Program “Sastra Masuk Kurikulum” adalah turunan dari Episode Merdeka
Belajar ke-15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar. Program
ini berangkat dari salah satu tujuan Kurikulum Merdeka berdasarkan Peraturan
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024
yaitu untuk menguatkan kompetensi dan budaya literasi membaca. Tujuan
tersebut juga selaras dengan tujuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017
tentang Sistem Perbukuan yaitu memperkuat rasa cinta tanah air, membangun
jati diri dan karakter bangsa, serta menumbuhkembangkan budaya literasi
seluruh warga negara Indonesia. Manifestasi dari kedua tujuan tersebut salah
satunya dengan memanfaatkan buku sastra dalam implementasi Kurikulum
Merdeka untuk meningkatkan minat baca, menumbuhkan empati, dan mengasah
kreativitas, serta nalar kritis murid.
Program ini diinisiasi oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen
Pendidikan sejak tahun 2023 dengan mengumpulkan beberapa sastrawan,
akademisi, dan guru yang memiliki perhatian khusus terhadap pemanfaatan
sastra dalam pembelajaran di sekolah. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan, Anindito Aditomo berpendapat bahwa sastra mendorong
pembaca membayangkan realitas alternatif dan cara pikir serta perasaan para
tokohnya sehingga sastra merupakan media belajar yang sangat berharga. Oleh
karena itu, pembahasan ini ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim untuk
melakukan kurasi terhadap buku-buku sastra karya para sastrawan Indonesia
di sepanjang zaman yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran
Kurikulum Merdeka di sekolah.
Proses kuratorial yang dilakukan dalam kurun waktu Juli 2023 sampai dengan
Desember 2023 dimulai dengan penentuan dan penyusunan kriteria kurasi.
Kriteria utama disusun berdasarkan Dimensi, Elemen, dan Subelemen pada Profil
HOME
Tentang Program
“Sastra Masuk Kurikulum”
vi
Pelajar Pancasila yang tertuang dalam Keputusan Kepala BSKAP No.009/H/
KR/2022. Kemudian ditambahkan pula kriteria sastrawi dengan menimbang
beberapa variabel yaitu, 1) karya sastra dalam daftar tersebut merepresentasikan
keberagaman gender serta daerah/geografis para sastrawan maupun topik
yang dibahas; 2) keberagaman zaman dengan menyertakan karya-karya dari
periode awal hingga para penulis dari generasi terkini; 3) merepresentasikan
keberagaman tema; 4) merepresentasikan kelompok minoritas; serta 5)
merepresentasikan keragaman bentuk sastra dalam artian karya sastra
yang dipilih tidak terbatas pada prosa/puisi tetapi juga bentuk-bentuk lainnya
yakni komik, cerita bergambar, naskah drama, skenario film, hingga esai-esai
kebudayaan. Untuk memastikan standar mutu karya-karya tersebut, tim kurator
juga menimbang berdasarkan penghargaan yang telah diperoleh, apakah karya
tersebut telah diterjemahkan ke bahasa asing, dialihwahanakan, hingga dibahas
dalam resensi-resensi di media yang memiliki kredibilitas ataupun menjadi subjek
kajian akademis berupa skripsi, tesis, atau disertasi. Proses kurasi dilanjutkan
dengan proses reviu dan penyusunan panduan penggunaan buku sastra oleh
para guru dalam kurun waktu Februari-April 2024. Kedua proses tersebut
menghasilkan Daftar Rekomendasi Buku Sastra dan Panduan Penggunaan
Buku Sastra untuk mendukung terlaksananya Program Sastra Masuk Kurikulum
hingga ke ruang-ruang kelas.
Program Sastra Masuk Kurikulum dirancang tidak hanya untuk murid
melainkan juga untuk para guru dalam rangka peningkatan literasi membaca,
khususnya membaca, menikmati, dan memahami karya sastra. Pemanfaatan
sastra dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka juga diharapkan dapat
membawa pengalaman bersastra bagi para guru dan murid di dalam ruang
kelas yaitu dengan menikmati membaca dan mendiskusikan secara aman
dan nyaman tema-tema yang tertulis dalam setiap karya sastra Indonesia.
Pada akhirnya, pemanfaatan sastra dalam pembelajaran diharapkan dapat
mendukung pendidikan karakter pada Profil Pelajar Pancasila
dalam Kurikulum Merdeka, yaitu dengan menumbuhkan
rasa toleransi dan gotong royong, mengasah kreativitas dan
penalaran kritis, serta mempromosikan nilai-nilai keimanan dan
bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, kebhinekaan
global, dan kemandirian.
vii
Program ini dimaksudkan sebagai
ruang belajar yang luas bagi
guru untuk mengeksplorasi
diri seluas-luasnya, khususnya
dalam pengalaman bersastra.
Guru dan murid diharapkan dapat
menikmati bersama membaca karya-
karya sastra Indonesia, mendiskusikannya
secara aman dan nyaman di ruang kelas,
sehingga dapat memaknai perjalanan bersastra
ini sebagai pengalaman yang mengesankan.
Program Sastra Masuk Kurikulum ini
dirancang sebagai ruang untuk mengeksplorasi
pengalaman membaca dan keterampilan
membaca murid. Oleh karena itu, guru dapat
menggunakan daftar buku yang direkomendasikan
ini sebagai “menu” yang dapat dipilih. Ada beberapa
faktor yang dapat dipertimbangkan dalam memilih buku,
misalnya kebutuhan kelas, kemampuan murid, topik yang sedang
hangat dibicarakan, minat murid, dan yang juga penting adalah
sejauh mana kesiapan guru untuk dapat membawakan buku
pilihan.
Bagaimana
dapat melakukan
program ini?
HOME
Cara Penggunaan
Rekomendasi Buku Sastra
viii
Bagaimana
buku-buku ini
dapat dibaca
di kelas?
Saat membawakan
buku-buku ini di
kelas, guru sangat
disarankan untuk
mendampingi murid
selama membaca.
Jadikan program ini
sebagai kesempatan
untuk merasakan bersama
pengalaman bersastra. Bukan murid saja
yang diharapkan bisa mengenal karya-karya
sastra Indonesia yang luar biasa, guru juga
memiliki ruang bersastra yang sama.
Bagaimana menyiapkan diri
untuk dapat membawa pengalaman
bersastra di sekolah?
Guru harus membaca sampai selesai
buku yang akan digunakan sebelum
membawakannya di kelas.
1.
Guru perlu punya rencana terkait cara membawakan buku ini di
kelas (membaca seluruh disclaimer/penafian yang dicantumkan
dalam Panduan Penggunaan Buku Sastra ini).
3.
Guru perlu mempertimbangkan kesiapan dirinya, muridnya,
orang tua murid, dan sekolahnya terhadap suatu buku.
2.
ix
HOME
Daftar Isi
Kata Pengantar iii
Tentang Program
“Sastra Masuk Kurikulum”
v
Cara Penggunaan
Rekomendasi Buku Sastra
vii
Daftar Isi ix
Rekomendasi Buku Sastra
Jenjang SD/MI
1
1. Komponis Kecil................................. 2
2. Garuda Gagasneswara............... 5
3. Pak Supi, Kakek Pengungsi......... 8
4. Pupus Putus Sekolah: Anak
Berharga............................................ 14
5. Si Cemong Coak.............................. 18
6. Pilus Rumput Laut untuk Rasi.... 22
7. Anak-Anak Malam......................... 26
8. Si Dul Anak Jakarta........................ 30
9. Si Jamin dan Si Johan.................... 36
10. Seri Na Willa: Na Willa................. 42
11. Menjebak Hantu Kuburan
Pasirnaga........................................... 46
12. Pan Balangtamak........................... 48
13. Kisah Seruas Bambu..................... 54
14. Adi Teruna......................................... 57
15. Uy Kay Ho Murid Baru................... 61
16. Si Buncir............................................. 64
17. Dodi Si Pincang............................... 68
18. Penyamun Dalam Rimba............. 72
19. Terlontar Ke Masa Silam.............. 78
20. Dunia Si Gambir.............................. 83
21. Seribu Kucing untuk Kakek.......... 86
22. Bebek dari Kakek............................ 88
23. Pelangi Aneka Bacaan 2.............. 91
24. Si Bungsu Katak
(The Youngest Frog)....................... 94
25. Mahabharata.................................... 97
26. Kumpulan Cerita Ragam
Indonesia: Anak-Anak Teluk Bone
& 12 Cerita Mengenalkan
Keragaman Indonesia................... 101
27. Rangkaian Andara Nusantara... 103
28. Lengkung Burung Kasuari........... 105
29. Pahlawan Minahasa...................... 111
30. Si Umbut Muda................................ 115
31. Seri Mata: Mata dan Rahasia
Pulau Gapi......................................... 117
32. Putu Nange: Ceritera dari
So’a Flores......................................... 121
33. Majalah Bobo:
Edisi Koleksi 50 Tahun................... 124
34. Rindu Dendam................................. 126
35. Nyanyi Sunyi..................................... 128
36. Suara................................................... 131
37. Seri Lupus Kecil #1: Lupus Kecil. 135
38. Gadis Kecil Penjaga Bintang....... 138
39. Bersama-sama
di Hari Raya Imlek........................... 141
40. Impian Hanoman Cilik................... 143
41. Seri Petualangan Misteri: ........... 146
Bisikan Wayang Suket.................. 146
42. Karena Anggrek Ibu....................... 151
43. Kopral Jono........................................ 153
x
Rekomendasi Buku Sastra
Jenjang SMP/Mts
155
1. Bumi..................................................... 156
2. Dari Hari Ke Hari............................. 159
3. Dongeng Dari Kap Na’m To Fena 162
4. Janger Merah.................................... 165
5. Mataraisa........................................... 170
6. Ketika Mas Gagah Pergi............... 174
7. Laskar Pelangi.................................. 177
8. Madre.................................................. 180
9. Melodia............................................... 185
10. Negeri 5 Menara.............................. 188
11. Paradoks Amir Hamzah............... 192
12. Resep Membuat Jagat Raya....... 196
13. Rokat Tase’........................................ 199
14. Sampah Bulan Desember............ 204
15. Sang Guru.......................................... 220
16. Semua Ikan di Langit..................... 227
17. Tak Ada Bintang di Dadanya..... 232
18. Tjokroaminoto:
Guru Bangsa Pendiri Bangsa..... 236
19. Ayahmu Bulan, Engkau Matahari 239
20. Pada Taman Bahagia.................... 243
21. Aku: Berdasarkan Perjalanan
Hidup dan Karya Chairil Anwar. 246
22. Legenda Perompak Naga:
Cakrawala dan Nubuat Terakhir 249
23. Nai Kai................................................. 252
24. 99 Cahaya di Langit Eropa.......... 255
25. Hujan Kepagian............................... 259
26. Student Hidjo.................................... 264
27. Mengapa Luka Tidak
Memaafkan Pisau........................... 268
28. Gema Tanah Air............................... 270
29. Balada Orang-Orang Tercinta... 276
Rekomendasi Buku Sastra
Jenjang SMA/SMK/MA/MAK
279
1. Surapati.............................................. 280
2. Kekasih Teluk.................................... 284
3. Lauk Daun......................................... 290
4. Nyanyian Akar Rumput................ 294
5. Puya ke Puya.................................... 297
6. Robohnya Surau Kami.................. 301
7. Orang-Orang Bloomington......... 306
8. Adam Ma’rifat.................................. 311
9. Semua untuk Hindia...................... 314
10. Dilarang Mencintai
Bunga-Bunga................................... 319
11. Kuda Terbang Maria Pinto........... 322
12. Lemah Tanjung................................ 327
13. Saksi Mata......................................... 333
14. Sentimentalisme Calon Mayat... 341
15. Antologi Cerpen Indonesia Jilid 1:
Masa Pra Kemerdekaan
Sampai 1965.................................... 345
16. Antologi Cerpen Indonesia Jilid 2:
Masa Orde Baru dan
Sesudahnya, 1965-2000.............. 349
17. Rumah Kawin................................... 353
18. Tuhan Kita Begitu Dekat.............. 357
19. Di Atas Umbria................................ 362
xi
20. Arsitektur Hujan.............................. 366
21. Ular dan Kabut................................. 370
22. Keterampilan Membaca Laut..... 373
23. Perempuan yang Dihapus
Namanya........................................... 377
24. Pendidikan Jasmani
dan Kesunyian.................................. 380
25. Aku Ini Binatang Jalang................ 383
26. Golf untuk Rakyat........................... 388
27. Bertemu Belalang........................... 392
28. Di Ujung Bahasa............................. 395
29. Negeri Daging.................................. 401
30. Celana Pacar Kecilku di Bawah 407
31. Kibaran Sarung................................ 407
32. Terdepan, Terluar, Tertinggal:
Antologi Puisi Obskur Indonesia
1945-2045......................................... 410
33. Jantung Lebah Ratu....................... 416
34. Hujan Bulan Juni.............................. 420
35. Saut Kecil Bicara Dengan Tuhan 425
36. Bunga di Atas Batu........................ 428
37. Dan Kematian Makin Akrab........ 432
38. O, Amuk Kapak................................ 436
39. Malu Aku Jadi Orang Indonesia. 442
40. Percakapan Paling Panjang
Perihal Pulang Pergi Bumi........... 447
41. Madura, Akulah Darahmu........... 451
42. Atheis.................................................. 455
43. Ronggeng Dukuh Paruk................ 459
44. Lebih Senyam dari Bisikan.......... 464
45. Namaku Tewerawut...................... 467
46. Lampuki.............................................. 471
47. Belenggu............................................ 475
48. Canting............................................... 481
49. Murjangkung: Cinta yang
Dungu dan Hantu-hantu.............. 485
50. Cintaku di Kampus Biru................ 492
51. Saman................................................. 496
52. Perempuan Pala.............................. 504
53. Dimsum Terakhir............................. 509
54. Perempuan yang Menangis
Kepada Bulan Hitam..................... 516
55. Gita Cinta dari SMA....................... 520
56. Cantik itu Luka................................. 524
57. Orang-orang dari Oetimu............ 531
58. Balada Si Roy #1: Joe Avonturir. 536
59. Seri Lupus: Tangkaplah Daku
Kau Kujitak........................................ 540
60. Malam Seribu Jahanam................ 542
61. Merahnya Merah............................. 546
62. Upacara.............................................. 553
63. Amba................................................... 558
64. Laut Bercerita................................... 562
65. Kambing dan Hujan....................... 568
66. Karmila................................................ 571
67. Raumanen......................................... 582
68. Arini Masih Ada Kereta
yang Akan Lewat............................ 585
69. Sanu Infinita Kembar..................... 590
70. Pada Sebuah Kapal....................... 596
71. Cala Ibi................................................ 602
72. Tarian Bumi....................................... 605
73. Bumi Manusia................................... 613
74. Stasiun................................................ 617
75. Ladang Perimnus............................ 623
76. Jatisaba.............................................. 628
77. Gadis Kretek...................................... 643
78. Kerudung Merah Kirmizi............... 646
79. Hikayat Kadiroen............................. 659
80. Anak Bajang Menggiring Angin. 662
81. Layar Terkembang.......................... 666
82. Surga Sungsang.............................. 670
xii
83. Para Priyai......................................... 675
84. Burung-burung Manyar................ 679
85. Raden Mandasia............................. 686
86. Surat Panjang Tentang Jarak Kita
Yang Jutaan Tahun Cahaya......... 690
87. Kapai Kapai....................................... 695
88. Kawan Tidur..................................... 699
89. Trilogi Opera Kecoa: Bom Waktu,
Opera Julini........................................ 702
90. Nagabonar Jadi 2............................ 705
91. Calonarang: Kisah Perempuan
Korban Patriarki.............................. 709
92. Bukuku Kakiku.................................. 715
93. Indonesia Bagian Penting
. dari Desa Saya................................. 717
94. Yang Terlupakan dan Dilupakan. 721
95. Titik Nol............................................... 724
96. Sapardi Djoko Damono:
Karya dan Dunianya...................... 732
97. Y.B. Mangunwijaya:
Karya dan Dunianya...................... 736
98. Kuntowijoyo:
Karya dan Dunianya...................... 741
99. Budi Darma:
Karya dan Dunianya...................... 744
100. Ahmad Tohari:
Karya dan Dunianya...................... 747
101. Rendra: Karya Dan Dunianya..... 753
102. Umar Kayam:
Karya dan Dunianya...................... 757
103. Taufiq Ismail:
Karya dan Dunianya...................... 759
104. AA Navis:
Karya dan Dunianya...................... 762
105. Rekayasa Buah................................ 766
r
ie
Ada rekomendasi
buku apa saja sih?
Yuk, kita lihat!
Rekomendasi Buku Sastra
Jenjang SD/MI
2 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Komponis Kecil
Penulis:
Soesilo Toer
Penerbit:
Pataba Press
Tahun Terbit:
1952 (cetakan terakhir 2015)
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Soesilo Toer (lahir 17 Februari 1937) merupakan adik
dari sastrawan Indonesia Pramoedya Ananta Toer. Selain dikenal sebagai lulusan
doktor universitas di Uni Soviet, dia juga mengurusi Perpustakaan Pataba, di
rumah masa kecil Pramoedya. Pada usia tuanya, dia masih aktif mengurusi dunia
perbukuan. Sehari-hari hidup dari menjual buku, menulis, penyunting, memulung,
memelihara ayam dan kambing meskipun ia punya gelar doktoral dan mengelola
perpustakaan yang terkenal sampai ke luar negeri.
Buku ini bermula dari kumpulan cerita pendek yang pertama kali terbit secara
utuh pada tahun 1963. Pada tahun 2011, kumpulan cerita pendek tersebut
kembali diterbitkan ulang oleh Pataba Press.
Ringkasan Isi: Hengki, seorang anak dari keluarga miskin yang ditinggal ayahnya
berjuang membela kemerdekaan Indonesia. Untuk mencukupi kebutuhan
hidupnya, Henki membantu ibunya berjualan kue. Jalan hidup kemudian
mempertemukan Henki dengan Meneer Kleber yang kemudian mengajarinya
bermain biola. Biola tersebut dipakai untuk mengamen untuk membantu ibunya
untuk makan sehari-hari dengan dua adiknya. Kehidupan yang tidak mudah
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 3
dijalani oleh Hengki, dia mengamen dari satu tempat ke tempat lainnya, meskipun
pernah mencoba untuk menjual biolanya, sampai akhirnya dipakai mengamen
sambil mencari ayahnya yang belum pulang semenjak ikut bergerilya di medan
perang. Pada buku ini, Hengki tidak pernah tahu bahwa ayahnya telah tiada,
rahasia ini disimpan oleh guru baru Hengki yang pernah bertemu ayahnya di
suatu daerah saat ikut berperang.
Tema Buku: Keluarga, Petualangan
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
Tidak terdapat disclaimer/penafian yang perlu pendampingan khusus
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
Tidak terdapat disclaimer/penafian yang perlu pendampingan khusus.
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Buku ini terdiri dari beberapa sub judul secara runtut perjalanan seorang anak
berproses dan bagaimana dijuluki sebagai komponis kecil
Secara umum, buku Komponis kecil ini sangat menginspirasi bagi pembaca,
bagaimana seorang anak kecil bisa berjuang dan beradpatasi di lingkungannya,
meski keadaannya tidak semenyenangkan pikirannya. Kondisi yang prihatin dan
di tengah keluarga yang penuh dengan keterbatasaan akan membawa pembaca
menjadi pribadi yang bersyukur.
2. Panduan Pengunaan Secara Khusus
Tidak terdapat istilah yang memerlukan pendampingan secara khusus dari guru.
4 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Buku ini dapat dibaca oleh murid jenjang sekolah dasar. Tidak hanya mata
pelajaran Bahasa Indonesia saja, buku ini dapat digunakan untuk mata pelajaran
IPAS
Bahasa Indonesia (Fase B)
Mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang
dipirsa mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar (Fase B).
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial - IPAS (Fase B)
perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya (Fase
B) karena berkaitan dengan penggunaan uang yang didapatkan dari hasil
mengamen dan hasil bekerja ditempat orang tua angkatnya saat itu, di mana
uangnya dipakai kebutuhan sehari-hari, semantara dia harus mengesampingkan
keinginannya membeli sesuatu untuk dirinya.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 5
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Garuda Gagasneswara
Penulis:
Ari Nilandary
Penerbit:
Alif Republika
Tahun Terbit:
2020
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: AryNilandari,lahirdiCirebon19September1968.Ibutiga
putra ini adalah penulis, penerjemah, dan editor. Jumlah buku anak yang pernah
ia tulis sudah sekitar 35 judul, di antaranya “Pertunjukan Besar Barongan Kecil”,
“Rotan Pun Jadi”, “Dari Batu ke Batu”, “Ketika DamDam Kehilangan Wajahnya”,
“Aku Ingin Pulang”, “365 Kisah Mencerdaskan untuk Ananda”, dan “Nathan Sang
Penjelajah Mimpi”. Ary juga menulis novel dewasa berjudul “Pangeran Bumi
Kesatria Bulan”, sejumlah cerpen remaja dan dewasa untuk majalah, serta 100
karya terjemahan dan suntingan. Di dalam blognya, arynilandari.wordpress.com,
Ary menuturkan pengalamannya sebagai penggiat bacaan anak serta berbagi
pengetahuan tentang penulisan buku anak.
Ringkasan Isi: Buku Garuda Gaganeswara Teka-teki Jalan Lurus Melingkar
merupakan sebuah novel yang dituliskan dalam bait-bait atau dalam bentuk
Verse Novel. buku ini menceritakan tentang ganes yang harus memecahkan
Teka-teki jalan lurus melingkar untuk menyelamatkan Ayah yang terperangkap
di Kerajaan Cakrawala yang tak kasat mata.
Tema Buku: Fantasi Anak
6 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) kekerasan verbal
2) kekerasan fisik
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
1) Hal 79 “ Gaga anak Pak Randika memukuli Kusagra anak Pak
Randika memukuli Kusagra anak Pak Kepala Dusun sampai
Mukanya merah lebam.
2) Hal 184 “kenapa kamu malah tidak naik kelas ?“
3) Hal 184 Jatayu memukul bahuku
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Secara umum buku ini layak untuk dibaca oleh peseta didik SD/MI kelas IV,V, dan
VI. Guru perlu membaca terlebih dahulu buku. Garuda Gaganeswara Teka-Teki
Jalan lurus melingkar karena buku cerita ini merupakan cerita anak yang disajikan
berbeda yaitu dengan format verse novel yang terdiri dari bait-bait seperti puisi.
Selain itu perlu adanya pembahasan dari guru kepada murid karena ada istilah-
istilah yang tidak familiar seperti “menyeringai”
2. Panduan Pengunaan Secara Khusus
Kekerasan Verbal dan kekerasan fisik
Guru perlu memberikan pendampingan ketika murid SD/MI membaca karena
terdapat kata-kata yang mengandung unsur kekeran fisik seperti Gaga anak
Pak Randika memukuli Kusagra anak Pak Randika memukuli Kusagra anak Pak
Kepala Dusun sampai Mukanya merah lebam” , “Jatayu memukul bahuku” dan
kekerasan verbal seperti “kenapa kamu malah tidak naik kelas?”. Dalam hal
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 7
ini guru perlu memberikan pendampingan atau diskusi terkait kalimat-kalimat
tersebut muncul dalam sebuah cerita, sehingga sebelum murid membaca guru
harus membaca terlebih dahulu
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia (Fase C)
Murid mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari,
teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik (Fase B).
Murid mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi,
serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari
teks dan/atau audiovisual (Fase C).
8 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Pak Supi, Kakek Pengungsi
Penulis:
S. Rukiah Kertapati
Penerbit:
Ultimus
Tahun Terbit:
1961, 2018
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Pak Supi, Kakek Pengungsi ditulis oleh S. Rukiah Kertapati
merupakan penulis wanita yang banyak memperhatikan soal kecil di sekelilingnya
yang sering dilupakan orang, padahal soal ini tak kurang pentingnya dengan
soal yang besar. Dalam masyarakat Purwakarta yang sempit diselimuti suasana
feodal dan pensiunan, ia mencoba melepaskan diri untuk cita-citanya. Dalam
sajak dan karangannya dapat kita lihat peperangan jiwa yang hendak maju
melawan pikiran- pikiran kolot yang masih ada. Penulis kelahiran Purwakarta,
25 April 1927 pernah mengajar di Sekolah Gadis Purwakarta (1949), mengisi
majalah Gelombang Zaman dan Godam Djelata (1946), dan menjadi pembantu
tetap majalah Pudjangga Baru, Mimbar Indonesia, dan Indonesia (1948).
Kemudian pada tahun 1949 turut mendirikan majalah Irama di Purwakarta dan
duduk sebagai pimpinan redaksi, tahun 1950 pindah ke Jakarta menjadi sekretaris
Pudjangga Baru, dan tahun 1951 pindah ke Bandung menjadi pemimpin majalah
anak-anak Tjenderawasih. Pada tahun 1953, sajak-sajak yang dihimpunnya
dalam buku Tandus, mendapat hadiah Seni Sastra untuk tahun 1952 dari BMKN.
Karya-karyanya antara lain, Kejatuhan dan Hati, Istri Prajurit, dan Tandus, cukup
menempatkannya pengarang wanita yang mengandung harapan.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 9
Ringkasan Isi: Kisah Pak Supi: Kakek Pengungsi berisi cerita mengharukan
tentang hubungan Pak Supi dan bocah-bocah pemberani yang diam-diam
mengamatinya. Pak Supi mungkin sosok kakek gelandangan yang sehari- hari
kita jumpai di jalanan depan rumah. Tetangga-tetangga kita mengucilkannya.
Mereka hanya punya cerita buruk tentang kakek gelandangan itu. Kebetulan,
kita adalah bocah-bocah penasaran yang ingin tahu lebih dari itu. Karena itu,
kita diam- diam menguntitnya, dan tiba-tiba saja, masuk ke dalam kehidupan si
kakek. Kita menemukan kakek gelandangan itu gemar berbicara dengan boneka
kayu dari dalam peti. Melihat itu, kita merasa separuh terharu dan separuh takut.
Tapi janganlah dulu takut, kakek itu berhati baik.
Tema Buku: Petualangan
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) Terdapat istilah-istilah sadisme
2) Menyinggung ras atau antargolongan tertentu
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
1) Hal 36 Karena saya terus membungkam, maka pada siatu hari
saya dipukul dan dibantingkan ke tembok beton, hingga saya jatuh
berlumuran darah. Ketika saya hendak merangkak bangun kembali,
serentak mulut saya ditendang dengan sepatu yang berpaku-paku
itu, kemudian diinjak-injak hingga gigiku copot semua dan mulutku
berkisar ke sebelah kiri
2) Hal ix Ia datang dari desa tetangga lantaran rumahnya dihancurkan
oleh beberapa pihak yang mengaku anti-Soeharto.
10 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Secara umum buku ini sangat cocok untuk digunakan dan dibaca oleh semua
murid di lingkup sekolah dasar. Buku ini sangat ringan namun mengandung
banyak nilai-nilai positif yang dapat dipelajari oleh anak usia SD/MI baik lingkup
kelas rendah maupun kelas tinggi. Guru tetap perlu mempersiapkan glosarium
untuk memberikan penjelasan terhadap istilah/kata yang tidak dipahami oleh
murid.
2. Panduan Pengunaan Secara Khusus
Terdapat istilah-istilah sadisme
Guru perlu melakukan asistensi ketika anak menemukan kata-kata sadisme dan
memberikan penjelasan kekejaman jaman dahulu sebelum Indonesia merdeka,
dan memberikan pemahaman kepada murid agar hal tersebut tidak untuk ditiru
serta tidak dibenarkan sama sekali
Menyinggung ras atau antargolongan tertentu
Guru perlu memberikan penjelasan kepada murid pada Istilah anti-Soeharto
Hal positif sebagai bahan diskusi
Guru bersama murid dapat mendiskusikan makna istilah/kata yang ditemukan di
dalam buku ini contohnya:
Hal 15 para-para (anyaman bambu dan sebagainya tempat menaruh perkakas
dapur)
Hal 16 pencolong uang (pencuri)
Hal 18 tersirap darah (berdebar0debar)
Hal 19 sekolah rakyat (Sekolah Rakyat adalah sebuah perjuangan yang dirintis
oleh para pejuang-pejuang bangsa Indonesia di masa penjajahan.
Sekolah Rakyat bertujuan untuk mencerdaskan semua rakyat Indonesia
selama masa penjajahan)
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 11
Hal 22 ucapannya yang masih pelat (cadel/belum jelas)
Hal 25 ambang pintu (Ambang pintu adalah elemen yang terpasang di bagian
bawah antara dua tiang pintu. Bagian ini juga sering disebut dengan
bendul pintu)
Hal 26 tilam-tilam (kasur)
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Novel anak ini sangat sesuai dengan jenjang Sekolah Dasar khususnya kelas III
- VI, dan bisa digunakan untuk Mata Pelajaran selain Bahasa Indonesia Juga
untuk Pendidikan Pancasila dan IPAS.
Pendidikan Pancasila (Fase B dan C)
Elemen Pancasila (Fase B)
Murid mampu memahami dan menjelaskan makna sila-sila Pancasila serta
menceritakan contoh penerapan sila Pancasila dalam kehidupan seharihari
sesuai dengan perkembangan dan konteks murid. Murid mampu menerapkan
nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah,dan masyarakat.
Elemen Bhinneka Tunggal Ika (Fase B)
Murid mampu menjelaskan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai
budaya, minat, dan perilakunya. Murid mampu mengenali dan menyebutkan
identitas diri (fisik dan non-fisik) orang di lingkungan sekitarnya. Murid mampu
menghargai perbedaan karakteristik baik fisik (contoh: warna kulit, jenis rambut,
dll) maupun non fisik (contoh : miskin, kaya, dll) orang di lingkungan sekitar. Murid
mampu menghargai kebinekaan suku bangsa, sosial budaya, dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika.
Elemen Pancasila (Fase C)
Murid mampu memahami dan menyajikan hubungan antarsila dalam Pancasila
sebagaisuatukesatuanyangutuh.Muridmampumengidentifikasidanmenyajikan
makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.
Murid mampu menerapkan nilainilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah,
dan masyarakat.
12 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial - IPAS (Fase B)
Elemen Pemahaman IPAS (sains dan sosial) Fase B
Murid mengidentifikasi proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk
energi dalam kehidupan sehari-hari. Murid mengidentifikasi sumber dan bentuk
energi serta menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan
sehari-hari (contoh: energi kalor, listrik, bunyi, cahaya). Murid memanfaatkan
gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, mendemonstrasikan berbagai
jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak dan bentuk benda. Murid
mendeskripsikan terjadinya siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga
ketersediaan air.
Bahasa Indonesia (Fase B dan C)
Elemen Membaca dan Memirsa (Fase B)
Murid mampu menjelaskan hal-hal yang dihadapi tokoh cerita pada teks narasi.
Murid mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan
yang dipirsa sesuai dengan topik.
Elemen Berbicara dan Mempresentasi (Fase B)
Mempresentasikan: Murid mampu menceritakan kembali suatu informasi yang
dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beraneka ragam.
Elemen Menulis (Fase B)
Murid mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan
teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang rinci dan
akurat dengan topik yang beragam. Murid terampil menulis tegak bersambung
Elemen Membaca dan Memirsa (Fase C)
Murid mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf
dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang
memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi
objek, fenomena, dan karakter. Murid mampu mengidentifikasi ide pokok dari
teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks
sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.
Elemen Berbicara dan Mempresentasikan (Fase C)
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 13
Murid mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur
dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Menggunakan kosakata
baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan; pilihan kata yang
tepat sesuai dengan norma budaya; menyampaikan informasi dengan fasih dan
santun.
Elemen Menulis (Fase C)
Murid mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis
teks sesuai dengan konteks dan norma budaya; menggunakan kosakata baru
yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan.
14 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Pupus Putus Sekolah: Anak Berharga
Penulis:
Kurnia Harta Winata
Penerbit:
Kanisisus
Tahun Terbit:
2022
Bentuk Sastra: Komik
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Kurnia Harta Winata merupakan komikus asli
Yogyakarta. Kurnia sangat suka mennggambar dan bercerita. Dia memutuskan
untuk membuat komik dan mendirikan studio komik bernama “Sanggar Kubus”.
Untuk menjaga semangatnya membuat komik, dia banyak berteman dengan
sesama komikus lainnya. Di sela-sela usahanya hidup secara santai, ia kini
memilih jalur mandiri dalam menggarap dan menerbitkan komik-komiknya.
Ringkasan Isi: Pupus Putus Sekolah menceritakan seorang anak SD yang tinggal
berdua saja bersama sang nenek. Pupus sudah tidak memiliki ibu dan ayahnya
yang entah ke mana. Ia hidup berkekurangan dan bertahan hidup berkat hasil
dagangan neneknya yang menjual kebutuhan dapur . Walaupun hidup serba
kekurangan, Pupus adalah anak yang ceria dan sangat aktif. Hingga suatu saat,
neneknya pun meninggal dunia yang memaksa dia untuk putus sekolah dengan
tinggal bersama pamannya. Pamannya bekerja sebagai petugas kebersihan di
sebuah universitas. Lalu saat Pupus sedang ikutan “bekerja” dengan pamannya,
datang seorang profesor yang menawarkan dengan tangan terbuka mau
merawat Pupus sekaligus memberinya pendidikan tanpa harus bersekolah
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 15
dengan metode belajar bernama “cantrik”. Di sana Pupus bebas untuk belajar
hal yang ia mau, karena ruang kelasnya seluas dunia dan setinggi langit. Itulah
analogi yang disampaikan oleh sang profesor.
Tema Buku: Buku ini menceritakan ketegaran Pupus menjalani beragam cobaan
di hidupnya, Juga kasih sayang Profesor yang membuatnya mersa berharga.
Buku ini juga banyak memuat pandangan dan kritik terhadap dunia pendidikan
saat ini.
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) Kalimat kurang sopan,
2) Trigger warning
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
1) Kalimat kurang sopan: pada halaman 5 Pupus melontarkan kalimat
“Pendidik macam apa Bu Guru ini?” pada Ibu Guru.
2) Trigger warming: pada halaman 17-18 ada dialog: Aku perlu
ketemu nenekmu; Nenek di dalam, sedang mandi; Pus ada bendera
putih di warungmu; Ya Bu Guru, tadi pagi , nenek mati, jenazahnya
sedang mandi.
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Buku komik Pupus Putus Sekolah Anak Berharga tepat untuk anak usia sekolah
dasar karena cerita yang diangkat dekat dengan kehidupan anak-anak.
Sesungguhnya alur cerita komik ini sangat sederhana menceritakan kisah
seorang anak yatim piatu yang cerdas dan tegar, namun guru perlu melakukan
pendampingan karena dalam buku ini banyak memuat sarkasme terhadap
fenomena dunia pendidikan yang tidak sesuai dengan sudut pandang penulis.
Buku ini juga memuat gagasan sekolah yang merdeka, yakni cantrik yang berarti
berguru pada orang yang berilmu. Konsepnya adalah: Gurunya siapa saja, karena
16 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
semua orang adalah guru. Sekolah di mana saja, karena semua tempat adalah
sekolah. Kamu bebas belajar yang kamu suka, kapan saja, dan di mana saja.
Sekolahmu tak berdinding dan tak berpagar, karena batasnya alam raya. Hal ini
selaras banget dengan pemikiran dari Ki Hadjar Dewantara yakni “Setiap orang
menjadi guru. Setiap rumah menjadi sekolah.” Ki Hadjar Dewantara dengan
Perguruan Taman Murid menggunakan kata “taman” untuk menggambarkan
proses penyelenggaraan pendidikan. Taman berarti tempat bermain atau belajar,
dan “murid” adalah murid.
Agar tidak menimbulkan miskonsepsi pada anak sekolah dasar, guru dapat
menjelaskan bahwa kondisi Pupus lah yang menyebabkan ia harus menjalani
model pendidikan cantrik, sementara anak-anak lainnya berhak belajar di sekolah
reguler. Anak bisa diajak mencari informasi lebih banyak lagi tentang cantrik dan
relevansinya dengan perkembangan pendidikan saat ini.
Guru bisa mengajak anak-anak berdiskusi tentang kelebihan dan kekurangan
sistem pembelajaran yang dialami Pupus.
Kegiatan selanjutnya yang bisa dilakukan guru dan murid adalah melakukan
refleksi tentang proses pembelajaran yang mereka lalui di sekolah berupa hal-hal
yang kurang disukai murid dan harapan mereka kepada sekolah dan bapak ibu
gurunya.
2. Panduan Pengunaan Secara Khusus
Terdapat kalimat yang kurang sopan
Pada bagian ini guru dapat mengajak murid berdiskusi tentang sikap Pupus pada
Ibu Guru Ningsih. Guru dapat mengajukan kalimat pemantik:
Bagaimana pendapat kalian tentang sikap Pupus ke Bu Ningsih?
Selanjutnya guru dan murid dapat membahas nilai-nilai kesopanan.
Terdapat trigger warning
Dialog saat menceritakan kematian nenek bisa menimbulkan rasa tidak
nyaman bagi murid yang memiliki pengalaman serupa. Guru dapat memberikan
kesempatan kepada murid untuk menyampaikan ketidaknyamanan yang
dirasakannya.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 17
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Pendidikan Pancasila (Fase C)
Buku ini bisa digunakan sebagai buku pendamping untuk mata pelajaran
Pancasila SD/MI Fase C kelas 5-6 pada CP mengidentifikasi bentuk-bentuk
norma.
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial - IPAS (Fase C)
Pada bagian akhir buku ini diceritakan pekerjaan pengerajin tanah liat, sehingga
buku ini juga bisa digunakan sebagai buku pendamping mata pelajaran IPAS SD
Fase C kelas 5-6 pada CP murid mengenal berbagai macam kegiatan ekonomi
masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.
18 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Si Cemong Coak
Penulis:
Iwok Abqary
Penerbit:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Tahun Terbit: 2022
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Iwok Abqary, seorang penulis yang lahir di Madiun,
dikenal dengan karya-karyanya yang menarik perhatian pembaca, terutama
cerita anak dan remaja. Meskipun pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai
pegawai di sebuah perusahaan telekomunikasi, ia tidak pernah melupakan
kegiatan menulis. Ia merasa bahwa menulis adalah sebuah kegiatan istimewa
yang memungkinkannya untuk mengekspresikan diri dan berbagi cerita dengan
pembaca. Meskipun awalnya ditentang oleh ayahnya, Iwok memiliki dukungan
besar dari ibunya dan akhirnya berhasil meraih kesuksesan sebagai penulis.
Salah satu pengalaman menariknya adalah saat ia ditugaskan untuk menulis
novel adaptasi dari film “King”, di mana ia berhasil mengatasi berbagai kendala
dan meraih kesuksesan dalam waktu singkat.
Ringkasan Isi: Si Cemong Coak merupakan sain fiksi karya Iwok Abqary & Ikku
Nala yang menarik untuk diperkenalkan kepada anak. Buku ini diterbitkan pada
tahun 2022 dan berisi edukasi positif untuk mengurangi populasi kucing dengan
cara sterilisasi yang biasa dilakukan oleh komunitas pecinta kucing. Buku ini juga
dapat menumbuhkan kesadaran dalam memperlakukan binatang yang biasa
dilakukan oleh orang-orang di sekitar.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 19
Cerita berkisah tentang perjalanan Si Cemong sebagai kucing liar untuk
mencari makanan dan bertahan hidup. Si Cemong juga melihat perlakuan
manusia terhadap kucing-kucing liar di sekitarnya. Populasi kucing liar yang
begitu banyak, menyebabkan mereka kekurangan makanan dan bersifat liar
serta mencuri makanan. Dalam buku ini, kita mendapatkan pelajaran bagaimana
cara baik untuk memperlakukan kucing liar, serta memberikan perspektif berbeda
terhadapnya.
Tema Buku: Petualangan, pecinta hewan, kedokteran hewan, kepedulian
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) Terdapat istilah-istilah kekerasan verbal
2) Terdapat perilaku kekerasan perilaku terhadap hewan
3) Terdapat istilah kedokteran hewan
4) Terdapat istilah biologi
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
Istilah kekerasan verbal
1) Hal 6, 11, 13 Kata “Preman”
2) Hal 15 Kata “Garong”
Perilaku kekerasan perilaku terhadap hewan
Hal ... Saat pemilik rumah mengambil sapu lidi dan menyiram kucing
Istilah kedokteran hewan
Glosarium, Kata Sterilisasi, TNR (Trap, Neuter, Release), agresif, jinak
Istilah Biologi
Glosarium kawin, testis, ovarium, populasi, habitat
20 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Buku ini cocok digunakan untuk murid SD/MI pada fase C karena menggunakan
istilah-istilah perkembangbiakan yang terkait dengan mata pelajaran IPAS. Selain
itu, buku ini juga dapat digunakan untuk memberikan pemahaman kepada murid
terkait pola kebiasaan hewan, khususnya kucing, dalam bertahan hidup. Buku
ini juga dapat digunakan untuk menumbuhkan rasa peduli dan kasih sayang
terhadap sesama makhluk Tuhan, serta bagaimana perlakuan yang seharusnya
diberikan oleh manusia.
2. Panduan Penggunaan Secara Khusus
Terdapat istilah-istilah kekerasan verbal
Guru perlu melakukan asistensi ketika anak menemukan kata-kata kekerasan
dan memberikan analogi yang tepat saat memberikan penjelasan terkait istilah-
istilah “preman” “pincang” dan “garong” agar dapat dipahami secara konteks
oleh murid.
Terdapat istilah kedokteran hewan dan Biologi
Akan jauh lebih baik apabila mengartikan istilah kekerasan dan istilah biologis
atau kedokteran hewan ini dalam kegiatan Read Aloud agar murid bisa lebih
memahami secara utuh.
Terdapat istilah-istilah kekerasan perilaku terhadap hewan
Untuk topik-topik yang terkait dengan kekerasan perilaku terhadap hewan, guru
dapat mengaitkan dengan perlakuan yang sebaiknya diberikan pada hewan
liar. Guru juga perlu menjelaskan bahwa penangkapan pada kucing liar yang di
lakukan pada TNR berbeda dengan perlakukan kekerasan pada hewan.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 21
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Buku “Si Cemong Coak” karya Iwok Abqary memiliki beberapa keterkaitan
dengan mata pelajaran selain Bahasa Indonesia yang sesuai untuk anak SD/MI,
termasuk:
Ilmu Pengeahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase C
Buku ini cocok digunakan untuk murid SD/MI pada fase C karena menggunakan
istilah-istilah perkembangbiakan yang terkait dengan mata pelajaran IPAS.
Adapun tujuan yang dapat diambil untuk pembelajaran adalah:
“Murid menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar komponen
biotik-abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkungan
sekitarnya.” untuk fase C
Pendidikan Pancasila Fase C
Buku ini juga dapat digunakan untuk Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila pada
fase C, pada elemen Pancasila dengan Tujuan Pembelajaran berikut.
“Murid mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah,
dan masyarakat.”
22 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Pilus Rumput Laut untuk Rasi
Penulis:
Nabila Adani dan Salma Intifada
Penerbit:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Tahun Terbit: 2022
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Buku ini dikarang oleh Nabila Adani dan Salma
Intifada seorang penulis sastra anak yang digunakan untuk buku nonteks untuk
pendidikan khusus.
NabilaAdani;BerdomisilidiJakarta,seorangpenulisyanggemarmengilustrasikan
berbagai budaya di seluruh dunia. Beliau belajar Desain Produk Industri di Institut
Teknologi Bandung dan meraih gelar sarjana pada tahun 2013, namun kemudian
menemukan jalannya ke dunia ilustrasi. Nabila sempat bekerja sebagai desainer
produk di Jepang dan Indonesia sebelum pindah ke Amerika Serikat bersama
keluarganya. Salah satu pekerjaannya kini adalah membuat ilustrasi dan bercerita
untuk anak-anak di seluruh dunia. Buku karangan Nabila lainnya diantaranya
berjudul ; Jadi Apa, Ya?, Negeri Temaram, Badu Yang Adil dan banyak lainnya.
Salma Intifada; Adalah seorang penulis dari Yogyakarta. Tulisan yang dibuatnya
lebih banyak menceritakan tentang anak-anak dan dunia sekitarnya. Salma
aktif pada komunitas Litara yang menggemakan literasi ke seluruh Indonesia.
Beberapa karya Salma lainnya diantaranya Mi Lethek Istimewa, Jangan Dekat-
Dekat, Kue Lapis Harimau dan lainnya.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 23
Ringkasan Isi: Pilus Rumput Laut untuk Rasi adalah sebuah cerita ringan khas
anak-anak yang sarat akan nilai dan kebajikan. Buku karya Nabila Adani dan
Salma Intifada ini menceritakan tentang seorang anak bernama Berli yang gigih
memperjuangkan kelestarian alam khususnya kelestarian rumput laut di sekitar
rumahnya yang merupakan salah satu bahan pokok untuk membuat makanan
yang akan dijual di toko oleh-oleh orangtuanya. Terdapat beberapa konflik antara
Rasi dan Berli dalam menyatukan pemahaman tentang bagaimana menjaga
lingkungan dengan baik, namun persahabatan menyatukan mereka kembali.
Berli bersama Rasi temannya, giat mengkampanyekan kesadaran untuk
menjaga lingkungan lewat akun sosial media yang dibuatnya sendiri yang
akhirnya berbuah manis. Kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga laut
Belitung semakin hari semakin tinggi dan mereka juga semakin kompak.
Tema Buku: Perlindungan terhadap lingkungan alam sekitar.
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
Tidak terdapat disclaimer/penafian yang perlu pendampingan khusus.
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
Tidak terdapat disclaimer/penafian yang perlu pendampingan khusus.
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Secara umum buku ini sangat cocok untuk digunakan dan dibaca oleh semua
murid di lingkup sekolah dasar. Buku ini sangat ringan namun mengandung
banyak nilai-nilai positif yang dapat dipelajari oleh anak usia SD/MI baik lingkup
kelas rendah maupun kelas tinggi. Buku ini juga mengandung nilai pendidikan
karakter yang sangat bagus, memberikan pemahaman kepada murid tentang
sains dan perlindungan pada alam.
24 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
2. Panduan Penggunaan Secara Khusus
Tidak terdapat penafian yang patut menjadi catatan karena dari segi gambar,
pemilihan diksi, dan lain-lain tidak mengandung unsur LGBTQ, kekerasan seksual,
pornografi dan lain-lain.
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Buku Pilus Rumput Laut untuk Rasi adalah buku yang sangat menarik dan sangat
tepat untuk digunakan sebagai salah satu bahan pengajaran sastra dan secara
tematik juga relevan dengan beberapa mapel lainnya. Penggunaan judul buku ini
dapat digunakan pada beberapa mata pelajaran lain diantaranya :
Bahasa Indonesia (Fase A dan B)
Bahasa Indonesia Fase A: “Murid memiliki kemampuan berbahasa untuk
berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan
orang dewasa di sekitar tentang diri dan lingkungannya”.
Bahasa Indonesia Fase B: “Murid memiliki kemampuan berbahasa untuk
berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan
orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya”.
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial - IPAS (Fase A dan B)
“Di akhir fase A, murid diharapkan belajar untuk melakukan proses inkuiri, yaitu:
mengamati dan mengajukan pertanyaan terkait apa yang ada pada dirinya
maupun kondisi/fenomena/peristiwa sederhana yang terjadi di lingkungan sekitar
rumah dan sekolah. Selanjutnya murid mengusulkan ide/menalar, melakukan
Investigasi/ penyelidikan/ percobaan, mengomunikasikan, menyimpulkan,
merefleksikan, dan mengaplikasikan pengalaman belajar dari proses inkuiri yang
sudah dilakukannya”.
“PadaFaseBmuridmengidentifikasiketerkaitanantarapengetahuanpengetahuan
yang baru saja diperoleh serta mencari tahu bagaimana konsep- konsep Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial berkaitan satu sama lain yang ada di lingkungan
sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan murid terhadap materi yang
sedang dipelajari ditunjukkan dengan menyelesaikan tantangan yang dihadapi
dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 25
Pendidikan Pancasila (Fase C)
Pendidikan Pancasila Fase C: “Memahami dan menyajikan hubungan antarsila
dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; mengidentifikasi dan
menyajikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa
dan bernegara; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah,
dan masyarakat; menganalisis dan menyajikan hasil analisis bentuk-bentuk
sederhana norma, aturan, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai
anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat; menganalisis
secara sederhana dan menyajikan hasil analisis pelaksanaan norma, aturan, hak,
dan kewajiban sebagai anggota keluarga, dan warga sekolah; melaksanakan
kewajiban dan hak sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari
masyarakat; dan mempraktikkan membuat kesepakatan dan aturan bersama
serta menaatinya dalam kehidupan sehari-hari di keluarga dan di sekolah.
26 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Anak-Anak Malam
Penulis:
Soekanto SA
Penerbit:
Pustaka Jaya
Tahun Terbit:
1976
Bentuk Sastra: Cerpen
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Soekanto S. A. adalah seorang penulis cerita anak
Indonesia legendaris. Ia memulai karir kepenulisannya sebagai penulis cerpen.
Pada tahun 1951, cerpen pertamanya yang berjudul Kenangan Hitam dimuat
dalam majalah Mimbar Indonesia. Cerpen-cerpennya banyak dimuat di berbagai
majalah, seperti majalah Kisah, sebuah majalah bulanan cerpen sastra Indonesia,
majalah Siasat/Gelanggang, serta mingguan Nasional. Kumpulan cerpen
pertamanya diterbitkan pada tahun 1958 oleh Balai Pustaka dengan judul Bulan
Merah. Salah satu cerpen dalam kumpulan tersebut, Gali dan Kemudian Timbun,
masuk dalam antologi cerpen susunan Satyagraha Hoerip dan diterbitkan oleh
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud. Kumpulan
cerpen kedua Soekanto S.A diterbitkan oleh PT Gaya Favorit Press, berjudul
Buku Harian Anakku (1981). Pada tahun 1956, Sudjati SA menerbitkan majalah
anak-anak Si Kuncung yang dinilai sebagai terobosan saat itu, karena kurangnya
bacaan anak dan membanjirnya komik luar negeri. Sejak saat itu, Soekanto S. A.
bergeser ke penulisan cerita anak.
Ringkasan Isi: “Anak-Anak Malam” merupakan kumpulan cerpen yang bercerita
tentang keseharian anak-anak yang tinggal di sebuah desa. Sebagian besar
cerita dalam kumpulan ini adalah tentang peristiwa sehari-hari, mulai dari
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 27
yang menyenangkan sampai yang membuat sedih. Cerita-ceritanya ringan,
tapi memiliki makna yang mendalam, yang dapat membuat pembaca berefleksi
tentang diri sendiri.
Tema buku: keluarga; hubungan dengan orang lain; peristiwa sehari-hari;
perjuangan hidup; saling menghargai dan mengasihi sesama
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) kekerasan verbal dan fisik;
2) seksualitas;
3) perilaku yang bertentangan dengan norma sosial;
4) perilaku melanggar hukum
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
1) Halaman 18, 20, 28: tokoh yang tidak memiliki ayah
2) Halaman 37: mengejek tokoh Ruli, yang merupakan anak seorang
koruptor
3) Halaman 45: tindakan pencurian setandan pisang
4) Halaman 48: tokoh Karya yang kepalanya terluka, karena dipukul
bibinya
5) Halaman 54: pemberian hukuman fisik oleh guru. Hukuman tersebut
diberikan di depan kelas
6) Halaman 54: ucapan “... wanita yang lebih lemah daripoadamu.”
7) Halaman 56: tokoh Slamet yang menerima perlakukan kasar dari
Pak Kusno
8) Halaman 58: tokoh Slamet, yang baru berusia 13 tahun, merokok. Ia
kemudian disarankan untuk berjualan rokok oleh Mang Hujim.
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Buku ini merupakan buku lawas, terutama pada gaya bahasa dan ejaan kata-
katanya. Bisa jadi ini membingungkan bagi murid/anak-anak zaman sekarang.
28 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
Jika diperlukan, guru dapat meluangkan waktu khusus untuk membahas hal
tersebut, sebagai pengenalan konteks sebelum mulai membaca buku ini.
2. Panduan Penggunaan Secara Khusus
Kondisi keluarga yang dapat memicu isu kesehatan mental
Ada beberapa tokoh atau peristiwa yang diceritakan tidak lagi memiliki ayah,
dengan sebab yang berbeda-beda. Jika ada murid yang memiliki pengalaman
serupa, bagian ini bisa jadi terasa kurang nyaman untuk dibaca. Jika dirasa perlu,
guru dapat meluangkan waktu sejenak untuk mendiskusikan perasaan sedih/
marah/kecewa atau lainnya terkait kehilangan ini.
Kekerasan verbal dan fisik
Pada bab “Jejak Ayah”, ada tokoh Rudi yang merupakan anak seorang koruptor.
Di sekolah, ia diejek oleh teman-temannya. Tindakan korupsi memang bukan
tindakan yang dapat dibenarkan, namun tindakan mengejek anak pelaku korupsi
juga sebaiknya tidak dilakukan. Mengingat tindakan seperti ini dapat mengarah ke
perilaku perundungan, ada baiknya guru dapat membahas hal ini bersama murid.
Bab “Karya” menceritakan tentang tokoh Godo yang mengalami kekerasan
fisikolehbibinya.Godotinggalbersamabibinyakarenatekanankeadaan(ayahnya
sudah meninggal dan ibunya tinggal di Ciamis). Kekerasan fisik yang dialami Godo
diceritakan dengan cukup jelas (“kepalanya dibalut”, “darah mengucur”, serta
penjelasan aneka tugas rumah tangga yang harus dikerjakan Godo). Bagian ini
mungkin terasa kurang nyaman dibaca, bisa jadi karena kekerasan fisiknya, atau
jika ada murid yang punya pengalaman serupa- terpaksa tidak tinggal bersama
orang tuanya-.
Penggambaran kekerasan fisik juga terdapat dalam Bab “Berani Hidup”.
Tokoh Slamet dicaci maki dan ditampar oleh majikannya.
Bab “Feri Tersedan Menangis” menceritakan tentang hukuman fisik yang
diterima seorang murid oleh gurunya. Hukuman itu diberikan di depan kelas.
Peristiwa ini dapat menjadi ruang refleksi bagi guru, tentang cara mereka
memberikan konsekuensi terhadap murid. Murid juga dapat diajak berdiskusi soal ini.
Diskusi mengenai kekerasan fisik dapat dilakukan dengan pertanyaan
pemantik, seperti menanyakan pendapat murid terlebih dahulu; Menurut murid,
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 29
apa kira-kira penyebab munculnya tindakan tersebut?; Bagaimana konteks dalam
cerita?; Apa perasaan tokoh?; Bagaimana saran dari murid mengenai perilaku
yang sebaiknya dilakukan oleh tokoh?; dsb.
Kekerasan verbal yang menyinggung golongan tertentu
Ada kalimat “Jelas, kesalahanmu ialah karena kau tidak menghormati wanita yang
lebih lemah daripadamu.” Kalimat ini terasa menempatkan posisi wanita lebih
rendah daripada pria. Bagian ini penting untuk didiskusikan, agar pandangan
konvensional seperti ‘wanita lebih lemah daripada pria’, ‘wanita tidak bisa
melakukan hal sebanyak pria’, dsb, tidak lagi diteruskan. Guru perlu membuka
ruang diskusi tentang kesetaraan. Perlu juga dibahas sedikit penyebab mengapa
anggapan “wanita lebih lemah daripada pria” bisa muncul. Saat membahas ini,
guru juga diharapkan memiliki pemikiran terbuka dan membahas ini dengan
sikap yang tegas, yang menunjukkan bahwa kesetaraan ini penting.
Perilaku yang bertentangan dengan norma hukum/norma sosial
Dalam bab “Setandan Pisang”, ada tindakan pencurian setandan pisang yang
dilakukan oleh sebuah keluarga miskin. Bagian ini dapat menjadi ruang diskusi
yang menarik, sebab berhubungan dengan dilema moral.
Pada bab “Berani Hidup”, diceritakan bahwa tokoh Slamet, yang masih
berusia 13 tahun, merokok. Ia juga berjualan rokok sebagai usahanya untuk
mencari uang. Peristiwa ini juga berkaitan dengan dilema moral, yang justru
menarik dan penting untuk didiskusikan bersama murid.
Berkaitan dengan konteks dilema moral seperti ini, guru perlu menjadi
fasilitator diskusi yang seimbang dan terbuka, berikan ruang bagi murid
terlebih dahulu untuk mencerna dan memaknai peristiwa yang terjadi, sampai
mengemukakan pendapat/tanggapan atau interpretasi mereka.
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Tema besar buku ini berhubungan dengan perilaku atau peristiwa sehari-hari,
sehingga sebenarnya dapat dikaitkan dengan mata pelajaran apapun.
Beberapa topik yang berkaitan dengan perilaku terhadap orang lain dapat
dibahas dalam mapel Pendidikan Pancasila atau dihubungkan dengan Profil
Pelajar Pancasila.
30 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Si Dul Anak Jakarta
Penulis:
Aman Datuk Madjoindo
Penerbit:
Balai Pustaka
Tahun Terbit:
1932 (Cetakan Terakhir 2006)
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Aman Datuk Madjoindo lahir di Supayang, Solok,
Sumatera Barat pada 1896. Aman tamat dari Inlandsche School (Sekolah
Bumiputera) pada usia 12 tahun. Semasa sekolah, Aman sudah menunjukkan
gelagat kutu buku dan sangat menyukai membaca sastra melayu klasik. Aman
bercita-cita menjadi seorang pengarang. Selain itu, ia juga ingin menjadi redaktur
dan penerjemah. Aman bekerja di Balai Pustaka bersama Nur Sutan Iskandar
yang menjadi Meleische Redactuur ‘Redaksi bahasa Melayu’. Selain bersama
Nur Sutan Iskandar, Aman juga berkenalan dengan staf redaksi yang lain, yaitu
Tulis Sutan Sati, Sutan Muhammad Zein, dan Sutan Pamuntjak yang menurut
pengakuannya banyak mempunyai andil dalam perjalanan kariernya.
Aman mempunyai keinginan untuk mengarang cerita tentang anak-anak
Betawi asli yang tidak mau hersekolah dan hanya mengaji sehingga ketinggalan
dari teman-temannya yang datang dari luar Betawi. Keinginan itu diwujudkan
dalam karyanya yang berjudul Si Dul Anak Betawi. Cerita itu dibuatnya dengan
menggunakan dialek Betawi (Jakarta). Karya Aman itu sangat terkenal walaupun
ditulisnya hanya dalam waktu dua sampai tiga bulan saja. Dalam pendahuluan
buku itu disebutkan alasan pengarang menggunakan dialek Jakarta. Alasannya
adalah agar orang di luar Jakarta dapat mengetahui bagaimana dialek Jakarta itu.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 31
Ringkasan Isi: Si Doel Anak Djakarta merupakan novel itu ditulis oleh Aman
Datuk Madjoindo dan diterbitkan pertama kali tahun 1932 oleh Balai Pustaka.
Sejak awal tahun 1980-an, novel itu menjadi bacaan populer bagi murid-murid
sekolah pada masa itu.
Novel Si Doel Anak Djakarta ini menceritakan Abdul Hamid atau si Dul
dengan kenakalan-kenakalan sebagai seorang anak dengan latar belakang
budaya Betawi, anak tunggal dari ibunya yang bernama Amne dan ayahnya
yang bekerja sebagai sopir kendaraan umum jurusan Bogor-Jakarta.
Setiap siang dan sore si Dul belajar mengaji bersama teman-temannya
di rumah kakeknya, Engkong Salim, orang yang terkenal keras terhadap anak
didiknya. Kedua orang tua si Dul termasuk orang yang taat beribadah dan suka
berbuat baik kepada orang lain. Kehidupan keluarga orang tua si Dul sangat
harmonis, walaupun mereka miskin.
Ayah si Dul meninggal dunia karena mobil yang sedang dikendarainya
menabrak pohon asam. Karena itu, cita-cita si Dul yang ingin bersekolah
tidak tercapai. Ibu si Dul ingin bekerja di toko obat, tetapi kakek si Dul tidak
mengizinkannya. Lebih baik putrinya bekerja menjadi tukang cuci pakaian
daripada bekerja di toko obat.
Ibu si Dul kemudian menikah dengan Baduali seorang duda beranak satu,
yang bekerja di sebuah bengkel mobil. Ia seorang pendatang, bukan orang
Jakarta asli. Atas jasa ayah tirinya itu, si Dul masuk sekolah. Namun, kakek si Dul
tidak setuju jika ia masuk ke sekolah umum karena sekolah umum hanya akan
memikirkan masalah dunia, tidak akan memikirkan nasib akhiratnya. Namun, si
Dul tetap melanjutkan sekolah walaupun kakeknya tidak menyetujuinya.
Tema Buku: budaya betawi; konflik dalam keluarga; persahabatan; kegiatan
sehari-hari.
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) kekerasan verbal, dan fisik,
2) beberapa norma sosial yang perlu pembahasan lebih lanjut
32 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
Kekerasan Verbal
1) Hal. 5 “Jangan mau, As! Lihat mukenye kayak anak kucing kurus”
2) Hal. 5 dan 6 “O, jagoan Bidara Cine, makan tai Cine”
3) Hal. 5 “Ape lu kate? Nanti gur gampar mulut lu!”
4) Hal. 8 “Rujak bau tai anjing siape mau!”
5) Hal. 8 “Babi, anjing, anak haram jadah! Gue hajar mulut lu!”
6) Hal. 9 “Biar tukang gantung, gue kagak takut. Sekali gue beri tentu
die nangis!”
7) Hal. 19 “Ai, gile die kali!”
8) Hal. 35 “Kambing haram jadah”
9) Hal. 36 “Mampus lu! Napas lu udah Senen Kemis!”
10)Hal. 42 “Ai, ni lagi, tukang maling, tukang nyolong! Anak haram
jadah! Awas lu..!”
11)Hal. 43 “Kenape lu bodoh!”
12)Hal. 43 “Emang dasar lu penipu!”
13)Hal. 43 “Lu si bodoh jadi orang!”
14)Hal. 43 “Nah, ini yang bodoh buat lu!”
15)Hal. 75 “Ai, udah gile, lu!”
16)Hal. 75 “Pantesan lu kaye orang gile”
17)Hal. 86 “...tentu aje nyak lu yang kagak taru diri itu. Niru-niru
Belande...”
Kekerasan Fisik
1) Hal 5 Sapii mengayunkan tangannya ke belakang, seperti orang
hendak menampar.
2) Hal. 16 sudah direka-reka bagaimana nanti meninju dan menepak
perut Sapii. Dilanjutkan di paragraf 2 menjelaskan dialog Dul
memeragakan adegan tersebut.
3) Hal. 29 Menceritakan tentang asal usul “Si Mata Satu” yang
berkelahi hingga kehilangan satu matanya.
4) Hal. 43 adegan Dul bertengkar dengan Amje
5) Hal. 63 Dul bertengkar dengan Sapii
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 33
Menyinggung Suku Tertentu
1) Hal. 5 dan 6 “O, jagoan Bidara Cine, makan tai Cine”
2) Hal. 58 “Anak Cine bengal-bengal. Nanti aye dipukulinnye di pasar.”
3) Hal. 86 “...tentu aje nyak lu yang kagak taru diri itu. Niru-niru
Belande...”
Norma-Norma Sosial yang Perlu Pembahasan Lebih Lanjut
1) Hal. 18 diceritakan si Dul mengadu hewan (semut hitam dan semut
merah)
2) Bab 4 menceritakan adegan mencuri
3) Hal. 55 Orang kafir yang akan masuk neraka
4) Hal. 57 “Kalo perempuan baik-baik, kagak boleh kerja gituan!”
Trigger Warning
1) Hal. 50 diceritakan Bapak Dul meninggal karena kecelakaan.
2) Hal. 51 Bapak Dul luka parah, dari mulut dan hidungnya keluar
darah, keneknya patah kaki dan lehernya luka besar oleh pecahan
kaca.
3) Hal. 87 diceritakn bahwa Ibu Dul menikah lagi, namun tidak disetuji
orang tuanya”
4) Halaman 58: tokoh Slamet, yang baru berusia 13 tahun, merokok. Ia
kemudian disarankan untuk berjualan rokok oleh Mang Hujim.
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Latar budaya cerita Si Dul anak Jakarta ini adalah budaya Betawi. Banyak
dialek-dialek yang perlu dicari tahu maknanya jika digunakan oleh sekolah yang
mayoritas muridnya berlatar belakang bukan dari suku betawi.
Latar budaya betawi di buku ini juga dapat menjadi sarana belajar yang baik
untuk mengenal budaya Betawi dan bahasa sehari-hari yang digunakan. Norma-
norma yang berlaku di masyarakat pada tahun tersebut juga menarik untuk
didiskusikan, seperti bagian Ibu Dul yang dilarang bekerja di toko oleh Kakek Dul
karena jika perempuan bekerja di toko dianggap bukan perempuan baik-baik.
34 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
2. Panduan Penggunaan Secara Khusus
Kekerasan Verbal dan Fisik
Buku ini banyak mengandung kata-kata umpatan sebagai ekspresi marah
maupun ekpresi sehari-hari, seperti “Kenape lu, bodoh?” atau “Ah, ude gile,
lu!”. Ada juga beberapa adegan berkelahi di buku ini. Guru diharapkan dapat
memandu diskusi yang bermakna bersama murid. Berikut beberapa hal yang
dapat dilakukan :
• Diskusi Terbuka:
Guru dapat memulai dengan membuka diskusi tentang adegan tersebut. Mereka
bisa bertanya kepada murid tentang perasaan mereka terkait adegan tersebut,
apakah mereka merasa terganggu atau tidak, dan bagaimana mereka berpikir
tentang tindakan yang diambil oleh karakter dalam buku.
• Analisis Karakter dan Motivasi:
Guru dapat membantu murid memahami karakter-karakter yang terlibat dalam
adegan tersebut dan motivasi di balik perilaku mereka. Ini bisa membantu murid
memahami kompleksitas karakter dalam karya sastra.
• Pembahasan Konsekuensi:
Guru dapat membimbing murid untuk memikirkan konsekuensi dari tindakan
mengumpat atau berkelahi yang diambil oleh karakter dalam buku. Ini dapat
meliputi dampak emosional, fisik, dan sosial dari tindakan tersebut.
• Pengenalan Alternatif Penyelesaian Konflik:
Guru dapat mengajak murid berpikir tentang alternatif penyelesaian konflik yang
mungkin dilakukan oleh karakter-karakter dalam cerita. Murid bisa menggali
strategi komunikasi yang lebih efektif atau cara menyelesaikan konflik tanpa
kekerasan.
• Keterampilan Empati:
Guru bisa menekankan pentingnya memiliki empati terhadap orang lain dalam
situasi konflik. Ini dapat membantu murid memahami sudut pandang dan
pengalaman karakter dalam buku dengan lebih baik.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 35
• Refleksi Pribadi:
Guru dapat mendorong murid untuk merenungkan bagaimana adegan tersebut
dapat mencerminkan kehidupan nyata dan bagaimana mereka mungkin
menanggapi situasi serupa dalam kehidupan sehari-hari.
• Diskusi Etika:
Guru dapat membahas pertimbangan etis terkait tindakan karakter dalam
adegan mengumpat dan berkelahi, seperti keadilan, toleransi, dan penggunaan
kekerasan sebagai cara menyelesaikan konflik.
Tidak perlu setiap menemukan bagian kekerasan fisik atau verbal kemudian
dibahas seperti cara di atas, guru dapat mengajak murid untuk menandai dahulu
bagian-bagian kekerasan verbal atau fisik. Jika sudah terkumpul, guru bisa
memulai diskusi tentang hal tersebut.
Menyinggung Suku Tertentu
Sama seperti kekerasan verbal dan fisik, hal ini juga perlu didiskusikan bersama
murid. Jika memungkinkan, Guru dapat menceritakan tentang latar belakang
sejarah bangsa Cina dan Belanda di tanah Betawi.
Norma-Norma Sosial yang Perlu Pembahasan Lebih Lanjut
Guru dapat mengajak murid berdiskusi tentang norma-norma sosial yang berlaku
pada masa itu. Guru juga dapat mengajak murid membandingkan dengan norma-
norma sosial yang berlaku sekarang.
Trigger Warning
Guru diharapkan peka terhadap keadaan murid yang memiliki pengalaman
serupa. Mungkin hal ini bisa menimbulkan reaksi ketidaknyamanan, seperti rasa
cemas dan sedih..
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Selain Bahasa Indonesia, buku ini juga dapat dibahas dari sisi sejarah bangsa
Cina dan Belanda di tanah Betawi
36 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Si Jamin dan Si Johan
Penulis:
Merari Siregar
Penerbit:
Balai Pustaka
Tahun Terbit:
1921 (Cetakan Terakhir 2011)
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Merari Siregar (1896 -1940) dilahirkan di Sipirok,
Sumatera Utara, adalah sastrawan Indonesia berasal dari Angkatan Balai
Pustaka. Selain Azab dan Sengsara Sengsara, yang merupakan salah satu
tonggak kesusastraan Indonesia, ia juga menulis cerita Si Jamin dan Si Johan
yang merupakan saduran karya Justus van Maurik (1918).
Ringkasan Isi: Buku ini berisikan cerita tentang dua kakak beradik bernama Jamin
dan Johan. Sepeninggal ibu kandungnya, ayahnya jadi suka mabuk-mabukan. Ia
menikah dengan Inem. Ibu tirinya itu gemar mencaci dan memukul Jamin dan
Johan. Si Jamin pun disuruhnya mengemis. Suatu hari, Jamin bertemu dengan
pemilik obat yang baik hati, saat ia tengah mengemis. Jamin diberi uang serta
pakaian bagus.
Tema buku: Novel Keluarga
Tema yang diangkat dalam novel ini tentang nasib Jamin dan Johan yang memiliki
nasib tragis.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 37
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) Seksualitas
2) Kekerasan Fisik - kalimat yang mengandung unsur kekerasan fisik
3) Kekerasan verbal - kalimat yang mengandung ancaman dan hinaan
4) Penggunaan bahasa
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
Seksualitas :
Sub Judul : Dua Saudara yang Malang
1) Halaman 8 kalimat “Candu itu dimasukannya ke dalam kantung
kutangnya dengan hati-hati.”
Kekerasan Fisik - kalimat yang mengandung unsur kekerasan fisik :
Sub Judul : Dua Saudara yang Malang
1) Halaman 2 kalimat “Dan tiap-tiap kali ia membentak, anak itu
dipukul dan ditendangnya sehingga jatuh terguling-guling ke lantai.”
2) Halaman 6 kalimat “Dua kali saya ditendangnya, Mak pun
ditendangnya pula.”
3) Halaman 7 kalimat “Jikalau kurang membawa uang pulang, pukul,
tempeleng, dan tendanglah yang menyambut dia di rumah.”
Sub Judul : Pikir Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tak Berguna
1) Halaman 22 kalimat “Bukankah tendang dan tinju suaminya yang
mengantarkan dia ke pintu kubur?”
2) Halaman 24 kkalimat “Jikalau budak-budak kitu terlambat pulang
atau lalai sedikit saja, tempeleng dan maki perempuan itu tak
hentinya”.
3) Halaman 28 kalimat “Tiba-tiba ia sangat terkejut, karena tempeleng
perempuan itu telah menggoncangkan otaknya.”
38 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
Kekerasan verbal - kalimat yang mengandung ancaman dan hinaan:
Sub Judul : Pikir Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tak Berguna
1) Halaman 25 kalimat “Kalau engkau tidak mau, kucekik lehermu dan
adikmu kubuang ke kali!”
2) Halaman 28 kalimat “Jangan berani-berani pulang, kalau tidak
membawa uang setengah rupiah! Kau dengar, bangsat?!”
Penggunaan Bahasa
1) Halaman 15 kalimat “Tetapi pangkat itu diperolehnya dengan
bayaran yang mahal juga, dibeli dengan darah yangbukan sedikit.
Hampir saja ditukar dengan jiwanya.
2) Halaman 15 kalimat “Suasana sepi di rumah sakit dan suara angin
meraung disertai hujan rintik-rintik itu pun merawankanhatinya.”
3) Halaman 21 kalimat “Bukannya Bertes bertambah baik, melainkan
bertambah dalamjuga ia tenggelam ke dalam lembah kejahatan.”
4) Halaman 22 kalimat “Sejak itu kesehatan si Mina mulai tergoda.”
5) Halaman 22 kalimat “Bertes dicari orang ke mana-mana, tetapi
tiada bertemu, shingga ia tiasa melihat istrinya menghembuskan
napas yang penghabisan.”
6) Halaman 22 kalimat “Mina berpindah dari dunia fana, tempatia
menanggung sengsara sampai kepada ajalnya.”
7) Halaman 36 kalimat “MAtahari makin lama makin jauh bersembunyi
kesebelah barat. Makhluk di atas bumi pun sudah bercintakan
hari malam. Burung-burung yang mencari mangsa di laut terbang
pulang mencari tempat bermalam. Perahu dan sampan nelayan
yang datang dari laut yang berlayar menuju daratan, kelihatan jauh
berserak di muka air, seperti burung bersayap putih tampaknya.”.
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Buku “Si Jamin dan Si Johan” memiliki alur cerita yang menarik untuk dibaca.
Masalah yang ada pada buku ini membuat orang yang membaca merasa seakan-
akan ikut mengalaminya. Di dalam cerita buku ini akan banyak kita temukan
nasihat serta pesan-pesan yang amat berguna bagi kehidupan kita. Di antaranya
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 39
yaitu, setiap perbuatan baik atau jahat akan mendapatkan balasan yang sesuai
dengan perbuatannya. Nasihat-nasihat yang disampaikan mengingatkan akan
penderitaan dan kesulitan orang-orang yang kekurangan secara ekonomi. Diksi
yang digunakan dalam novel ini banyak mengandung makna konotatif, sehingga
akan menyulitkan pembaca untuk menyerap pesan yang disampaikan dalam buku
tersebut sehingga pembaca harus membacanya berulang kali. Gaya bahasa yang
dipakai oleh penulis lebih cenderung memakai gaya bahasa penegasan karena
pada dasarnya masalah yang terkandung dalam buku ini cukup kompleks dan
memerlukan penegasan pada bagian-bagian tertentu. Melalui karakter-karakter
dalam cerita, pembaca dapat mempelajari nilai-nilai seperti persaudaraan,
kejujuran, dan kesetiaan. Guru perlu membaca buku ini secara detail dan cermat
agar menangkap pesan moral yang sangat kaya yang terkandung dalam buku ini
sebelum mengajak murid untuk membacanya. Buku ini dapat direkomendasikan
untuk anak SD/MI dengan memperhatikan beberapa panduan khusus yang harus
dilakukan.
2. Panduan Penggunaan Secara Khusus
Seksualitas :
Kata-kata yang berhubungan dengan seksualitas, seperti “kutang” sebaiknya
dibicarakan secara wajar (tidak menganggap itu sebagai hal yang tabu, tidak
dengan tertawa-tawa). “Kutang” pada zaman dahulu oleh orangtua (ibu) dapat
digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang yang ukurannya kecil.
Kekerasan Fisik - kalimat yang mengandung unsur kekerasan fisik :
1) Buku ini mengandung banyak kekerasan fisik yang membuat pembaca
kurang nyaman dan bisa berperilaku agresif.
2) Melakukan pendampingan dengan cara berdiskusi dengan murid tentang
pengelolaan sosial emosional yang digambarkan dalam sebuah keluarga
yang bermasalah.
Kekerasan verbal - kalimat yang mengandung ancaman dan hinaan:
1) Mengarahkan murid pada pemikiran agar hal-hal yang tidak baik tidak harus
diucapkan dan dicontoh.
2) Mengarahkan murid pada sikap positif cara mengelola emosi dan tingkat
kewajaran dalam meluapkan emosi.
40 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
Berikut beberapa langkah yang dapat diambil oleh seorang guru saat
menceritakan buku tentang kekerasan:
1) Sebelum menceritakan buku tersebut kepada murid, pastikan guru telah
membaca buku dengan seksama. Pahami konten kekerasan yang ada di
dalamnya sehingga guru dapat mempersiapkan diri dengan baik.
2) Ketahui tingkat kematangan dan sensitivitas murid. Pertimbangkan apakah
konten kekerasan dalam buku tersebut cocok untuk usia dan kematangan
emosional mereka.
3) Selama atau setelah membaca, bahas konteks kekerasan yang ada dalam
buku. Jelaskan mengapa itu penting untuk diperhatikan, bagaimana itu
memengaruhi karakter dalam cerita, dan bagaimana hal itu memengaruhi
dunia nyata.
4) Fokuslah pada pesan-pesan positif yang dapat dipetik dari buku tersebut,
seperti belajar dari kesalahan, mengatasi tantangan, atau memperjuangkan
perdamaian.
5) Berikan kesempatan kepada murid untuk berbagi pemikiran, perasaan, atau
pertanyaan tentang konten kekerasan yang dibahas. Diskusikan implikasi
moral, etika, dan konsekuensi dari kekerasan dalam konteks cerita dan
kehidupan nyata.
6) Jika ada murid yang merasa terganggu atau tertekan setelah membahas
buku tentang kekerasan, tawarkan sumber daya dukungan seperti konselor
sekolah, petugas kesehatan mental, atau sumber daya komunitas lainnya.
7) Amati reaksi murid selama dan setelah membahas buku tersebut. Jika
Anda melihat tanda-tanda ketidaknyamanan atau stres, jangan ragu
untuk menghentikan diskusi atau memberikan dukungan tambahan sesuai
kebutuhan.
8) Setelah mengajar buku tersebut, evaluasilah apakah pendekatan yang guru
gunakan sesuai dengan kebutuhan dan kesejahteraan murid. Jika perlu,
sesuaikan pendekatan guru untuk pembacaan yang lebih baik di masa
depan.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 41
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Bahasa dan Sastra Indonesia
1) Pemahaman struktur cerita, termasuk tokoh, latar, alur, dan konflik.
2) Analisis karakter untuk memahami motivasi, perubahan, dan konflik internal.
3) Interpretasi tema dan pesan moral yang terkandung dalam cerita.
4) Penggunaan bahasa dan gaya penulisan yang efektif.
5) Penulisan esai atau analisis tentang cerita, menggunakan argumen yang
terorganisir.
Pendidikan Pancasila
1) Identifikasi dan pemahaman nilai-nilai moral seperti kekeluargaan, kejujuran,
kesetiaan, dan pengorbanan.
2) Diskusi tentang tanggung jawab sosial dan keadilan, berdasarkan tindakan
karakter dalam cerita.
3) Pemahaman konflik antar karakter dan cara-cara penyelesaiannya.
4) Evaluasi implikasi moral dari tindakan karakter dalam cerita.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
1) Pemahaman nilai-nilai agama yang terkandung dalam cerita, seperti
kebaikan hati, pengampunan, atau hikmah dari ujian.
2) Diskusi tentang bagaimana karakter dalam cerita mempraktikkan nilai-nilai
agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial - IPS dan Sejarah
Pemahaman konteks sejarah atau budaya di mana cerita berlangsung. Kaitkan
cerita dengan peristiwa sejarah atau konteks sosial yang relevan.
42 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Seri Na Willa: Na Willa
Penulis:
Reda Gaudiamo
Penerbit:
POST Press
Tahun Terbit:
2018
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Reda Gaudiamo merupakan seorang ibu dan istri yang
memiliki hobi menulis. Hobinya ia rintis sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Akan tetapi kala itu, hobinya belum dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan.
Ia baru benar-benar memanfaatkannya sebagai mata pencaharian ketika kuliah
dan berlanjut sampai sekarang. Selain hobi menulis, Reda juga suka menyanyi.
Bersama rekannya, Ari Malibu, Reda terlibat dalam proyek musikalisasi puisi
Sapardi Djoko Damono.
Ringkasan Isi: Buku Na Willa diterbitkan Bulan September tahun 2012. Kumpulan
cerita dalam buku yang dinamai “Serial Catatan Kemarin”memaparkan kisah
seorang anak perempuan bernama Na Willa. Usia yang belia mengungkapkan
cerita dengan sederhana dan apa adanya menggunakan kaca mata anak usia
lima tahun. Meskipun novel ini menggunakan sudut pandang anak dengan
kalimat yang singkat namun buku ini bukan genre khusus anak-anak. Novel ini
menekankan bahwa kehidupan anak tidak terlepas dari permasalahan orang
dewasa yang rumit. Buku ini mengajak pembaca untuk bernostalgia mengingat
kejadian masa kecil yang penuh suka cita walau banyak duka. Masa di mana
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 43
muncul pertanyaan “mengapa begini dan mengapa begitu”. Narasi dalam buku
ini mengingatkan kita tentang pentingnya jawaban atas sebuah pertanyaan
atau harapan seorang anak.
Tema Buku: Kehidupan Anak
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) Unsur LGBTQ+,
2) Seksualitas,
3) SARA,
4) kekerasan fisik
5) kekerasan verbal.
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
1) Halaman 10: “Kalau begitu aku mau jadi anak laki-laki saja.” Bukti
bahwa kata ini memuat LGBTQ+ ditunjukkan kalimat setelahnya
“Ora iso! Ora iso! Wedhok, yo wedhok!”.
2) Halaman 16: Terdapat frase “Rumah Sakit Kelamin”. (LGBTQ+)
3) Halaman 20: “Dia merenggut leher baju Yono”. Bukti bahwa kata ini
memuat kekerasan fisik ditunjukkan kalimat selanjutnya “dengan
tangan yang lain muka Yono ditinjunya, yang dipukul mengaduh-
aduh”.
4) Halaman 26: “Dia pasti berteriak Asu Cino” (Menyinggung suku dan
kekerasan verbal)
5) Halaman 26: “Menarik kakinya hingga terguling. Kepalanya
menabrak tembok. Mukanya menempel di tanah.” Bukti bahwa
kata ini memuat kekerasan fisik ditunjukkan kalimat selanjutnya
“Tangannya mau memukul tapi kuinjak saja”.
6) Halaman 27: “Tiba-tiba aku terlempar. Mak menampar aku. Keras.”
(Kekerasan fisik)
7) Halaman 28: “Tapi dia bilang aku Cino!” Bukti bahwa kata ini
menyinggung suku tertentu ditunjukkan kalimat selanjutnya “Kamu
memang Cino! Bapakmu Cino!”.
44 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
8) Halaman 37: “Kamu bukan Cino! Kamu ireng. Matamu tidak sipit,
tidak begini. Lalu ia menarik ujung matanya” (Menyinggung suku
tertentu).
9) Halaman 66: “Farida belajar mengaji. Itu sama dengan berdoa
dan baca Alkitab di gereja”. Na Willa beragama Nasrani mengikuti
kegiatan mengaji. (Menyinggung ajaran agama tertentu).
10)Halaman 92: “Bu Tini bilang namaku Na Willa. Tiba-tiba satu kelas
tertawa. Keras sekali. Bu Tini juga ikut tertawa”. (Kekerasan verbal).
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Buku ini sangat menarik diperkenalkan kepada murid Sekolah Dasar. Ternyata
banyak kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita namun harus tetap
dihadapi dan dicari jalan keluarnya. Karena itu, saat membaca murid perlu
didampingi oleh guru atau orang tua karena ada kata-kata yang mengandung
unsur LGBTQ+, menyinggung suku, agama, dan terdapat kekerasan verbal
maupun fisik.
2. Panduan Penggunaan Secara Khusus
Terdapat unsur LGBTQ+ dan seksualitas
Guru perlu mendampingi dan menjelaskan agar murid tidak menyalahartikan
isi cerita. Murid dan guru dapat mendiskusikan pengganti kata lain yang lebih
tepat. Misalnya frase “Rumah Sakit Kelamin” diganti dengan nama lain, misalnya
“Rumah Sakit Sejahtera”.
Terdapat unsur kekerasan fisik dan verbal
Dapat digunakan sebagai bahan diskusi oleh murid dan guru untuk mencari
solusi yang tepat menghindari penyimpangan tersebut di kehidupan nyata. Ketika
pendampingan guru menyarankan agar jangan melakukan hal-hal tersebut.
Hal-hal tersebut hnya terdapat dalam novel tetapi tidak diperkenankan untuk
dipraktikkan. Misalnya pada kalimat “Dia merenggut leher baju Yono”, “Dengan
tangan yang lain muka Yono ditinjunya, yang dipukul mengaduh-aduh”.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 45
Terdapat unsur yang menyinggung SARA
Dapat digunakan sebagai bahan diskusi untuk penguatan pentingnya nilai
toleransi dalam kehidupan sesuai dengan pengamalan sila pertama dalam
Pancasila. Tekankan pada anak-anak untuk tidak meniru ucapan-ucapan yang
terdapat unsur penyimpangan suku atau agama. Kita tidak boleh mengatakan
“Kamu memang Cino! Bapakmu Cino!” karena hal ini menyinggung perasaan
orang-orang Cina. Berikan penjelasan juga tentang konsep toleransi beragama,
misalnya untuk pernyataan “Na Willa beragama Nasrani mengikuti kegiatan
mengaji”. Hal ini kurang baik karena bukan toleransi yang dimaksud melainkan
mencampuradukkan agama.
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Pendidikan Pancasila (Fase C)
Ketika melakukan diskusi dan pendampingan hal-hal yang berkaitan dengan
unsur penyimpangan terhadap suku dan agama, guru bisa mengaitkannya
dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Seperti pada Fase C untuk elemen
Bhinneka Tunggal Ika, guru bisa mengaitkannya pada Capaian Pembelajaran
“Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan
keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah,
sekolah, dan masyarakat.
46 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Menjebak Hantu Kuburan Pasirnaga
Penulis:
Sri Waluyati Sandi
Penerbit:
Balai Pustaka
Tahun Terbit:
1987
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Sri Waluyati Sandi, lahir di Prambanan, Yogyakarta,
13 Juni 1934. Pendidikan terakhir lulus SMA bagian A Negeri di Semarang tahun
1954. Sampai saat ini, karya tulisnya sebagian besar berupa buku bacaan anak
antara lain, Saya Pilih yang Seminggu Paman, Si Gambir Menjelajah Dunia, Lima
Serangkai, dan lain-lain.
Ringkasan Isi: Buku ini menceritakan tentang misteri hantu di kuburan Pasirnaga.
Anak-anak ingin mencari tahu dan memecahkan misteri tersebut. Pada akhirnya,
terungkap misteri tersebut dari seorang gadis kecil yang menyatakan bahwa
hantu tersebut hanya untuk menakut-nakuti orang, agar salah satu rumah yang
ingin dibeli bisa di jual dengan murah.
Tema Buku: Kehidupan anak, misteri, dan masalah ekonomi.
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
Tidak terdapat disclaimer/penafian yang perlu pendampingan khusus.
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 47
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
Tidak terdapat disclaimer/penafian yang perlu pendampingan khusus
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Buku Menjebak Hantu Kuburan Pasirnaga merupakan buku cerita anak. sebelum
dibaca oleh anak, guru harus terlebih dahulu membaca buku tersebut, agar
memaham isi cerita, agar mampu memberikan penjelasan kepada anak.
2. Panduan Penggunaan Secara Khusus
Terdapat istilah-istilah kata-kata sifat yang kasar seperti bodoh, berandal
memberikan pendampingan kepada anak ketika membaca, karena terdapat
kata-kata yang kruang baik yang kurang baik di dalam buku tersebut.
F. Keterkaitan Dengan Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia (Fase B dan C)
Buku ini dapat digunakan untuk referensi pembelajaran Bahasa Indonesia Fase B
dalam Capaian pembelajaran: Murid mampu menjelaskan hal-hal yang dihadapi
oleh tokoh cerita pada teks narasi
Sementara untuk Bahasa indonesia fase C dengan capaian pembelajaran: Murid
mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta
nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks
dan/atau audiovisual.
48 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
A. Identitas Buku
Judul Buku:
Pan Balangtamak
Penulis:
Putu Arya Tirthawirya
Penerbit:
Pustaka Jaya
Tahun Terbit:
1979
Bentuk Sastra: Novel
Jenjang: SD/MI
B. Gambaran Singkat
Latar Belakang Penulis: Putu Arya Tirtawirya (lahir 10 Mei 1940) adalah
seorang sastrawan dari Mataram, Lombok. Dia pernah bekerja di kantor
Perwakilan Departemen P dan K Provinsi Nusa Tenggara Barat (1959–1967)
dan Perpustakaan Negara Mataram (1968–1974). Karyanya adalah Pan Balang
Tamak (cerita anak-anak, 1972), Pan Camplung (cerita anak-anak), Pasir Putih
Pasir Laut (kumpulan cerpen, 1973), Nama Saya Ari (nt, 1976), Apresiasi Puisi
dan Prosa (bt, 1978), Kegelapan di bawah Matahari (kc, 1979), dan Pilar-Pilar
(antologi puisi, 1981, bersama Diah Hadaning).
Ringkasan Isi: Pan Balangtamak berisi kumpulan cerita anak dari Bali. Buku
ini terdiri dari 8 dongeng yang berbeda. Buku ini diawali dengan kisah tentang
Pan Balangtamak yang merupakan seorang pendekar. Dia menggunakan
kecerdasannya dalam bertindak sehingga lolos dari para perampok. Ada juga
kisah tentang kasih sayang seorang ibu pada anaknya; kisah sang lutung yang
mau menang sendiri pada akhirnya mendapatkan ganjarannya.
Tema Buku: Perjuangan, kepahlawanan, kasih sayang
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 49
C. Penafian/Disclaimer Secara Umum
1) Kekerasan fisik
2) Kekerasan verbal
3) Tindakan melanggar hukum
D. Catatan Penafian/Disclaimer Secara Detail
Kekerasan fisik
1) Hal 7, kalimat pada paragraf 3. Salah seorang perampok yang daun
telinga hilang sebelah cepat menerkam penjaga yang menguap itu.
Maksudnya mencekik tapi orang itu masih bisa berteriak.
2) Hal 8, kalimat pada paragraf 1. Kenapa dia mencekik-dibacokkan
habis perkara! sambungnya dengan geram, menyumpahi anak
buahnya yang lalai itu.
3) Hal 8, kalimat pada paragraf 3. Tebasannya tepat sekali.
4) Hal 9, kata membunuh, frasa menebas kepala.
5) Hal 10, kalimat paragraf 2. Batang tebu yang runcing lantaran kena
kelawang itu benar-benar menembus kepada perampok bermata
satu.
6) Hal 13, kalimat paragraf 2. Perbekel yang terkenal ganas itu
mengancam kesepuluh orang penjaga itu dengan hukuman mati,
apabila lalai sehingga hilang dicuri orang
7) Hal 14, kalimat paragraf terakhir. Dengan marah disepaknya kepala
salah seorang yang suara dengkurnya kaya bunyi gergaji.
Kalimat : Dengan jengkel sang perbekel menjambak rambutnya dan
ditariknya sampai orang itu bangkit berdiri.
8) Hal 17, kalimat : berkilat keris yang digenggam perbekel diarahkan
padanya.
9) Hal 19, Kalimat : “Sana cari dia, cepat - pukul dan seret dia kemari”
50 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
10)Hal 20, kalimat : .... seraya menghunus keris dari pinggang.
11)Hal 22, kalimat : Kalau kamu muntah, dadamu akan tembus oleh
keris ini! sang perbekel lalu agak membungkukkan badannya siap
menghunjamkan ujung kerisnya ke arah jantung Pan Balangtamak.
12)Hal 22, kalimat : - dilemparkan oleh perbekel seraya mengamang-
amangkan kerisnya.
13)Hal 37, paragraf 4. Suka membunuh orang yang tidak disukainya.
14)Hal 40, kalimat : lehernya kena parang dan akhirnya mati, karena
banyak darah keluar dari luka-lukanya.
Kalimat : agar jangan timbul lagi, biar kugantungi dengan batu
Kalimat : Akhirnya, ayah Ni Sasih kena bacok di arah dadanya dan
sebentar kemudian tubuhnya hanyut.
15)Hal 48, kalimat bisa diganti dengan cara mencekek lehernya;
misalnya aku jepit lehernya.
kalimat : Dan sewaktu sang lutung tidur nyenyak, sang kepiting
lantas menjepit leher sang lutung kuat-kuat.
16)Hal 61, kalimat : Kemudian kelenger lantaran kepalanya dipukul
ibunya dengan sebatang kayu : “Goblok!”.
Kekerasan verbal
1) Hal 8, kalimat pada paragraf 1. Setan, gerutunya - menyumpahi
anak buahnya yang lalai itu.
2) Hal 8, kalimat pada paragraf 3. Bangsat! pekik kepala perampok
3) Hal 9, kalimat paragraf 4. Ha ha ha ha, kenapa orang pincang kalian
sodorkan kepadaku?!
4) Hal 16, paragraf 2. Setan-setan ini enak saja tidur, padahal mesti
berjaga.
5) Hal 17, Kalimat : “Jangan banyak cincong! Di mana kamu
sembunyikan permata itu!” teriak perbekel, seraya menekan tengkuk
Pan Balangtamak dengan ujung kerisnya.
6) Hal 19. kalimat : Dasar tokek tua!”
Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 51
7) Hal 20, kalimat : “Coba tuanku, hamba disuruhnya memakan tai
anjing...
8) Hal 46, kalimat : sang lutung memukul kendang, kencreng, dan
kepala ayam itu
9) Hal 51, kata bangsat
10)Hal 52, kalimat : Semoga kamu mampus disergap oleh ikan gurita!
11)Hal, 54, kata tolol
12)Hal 61, kalimat : Kemudian kelenger lantaran kepalanya dipukul
ibunya dengan sebatang kayu : “Goblok!”.
13)Hal 63, kalimat : Nang Goblok yang menangis melolong-lolong diikat
oleh bapaknya di batang pohon rambutan dekat rumah yang penuh
dengan semut hitam.
Tindakan yang mengganggu orang lain atau melanggar hukum
1) Hal 14, kata mencuri
2) Hal 9, kalimat pada paragraf 1. Dia lalu melangkah terhuyung-
huyung, kaya orang mabuk ke arah pondok.
3) hal 19, kata : berjudi
4) Hal 22, kata bertaruh
5) Hal 38 dan 45, sedang meminum tuak
E. Panduan Penggunaan Buku
1. Panduan Penggunaan Secara Umum
Buku ini direkomendasikan untuk anak SD/MI kelas 5-6. Guru perlu membaca
buku ini terlebih dulu sebelum dibaca oleh murid. Guru dapat memilih judul cerita
yang akan disampaikan dulu untuk menarik perhatian murid terhadap karya
sastra. Guru dapat mengelompokkan cerita yang dapat dibaca mandiri oleh
murid maupun yang dibaca bersama-sama. Saat membaca cerita ini, guru dapat
memberikan pertanyaan pemantik, misalnya mengapa tokoh melakukan tindakan
tersebut? Situasi yang seperti apa yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi?
52 Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
Kesan apa yang ingin disampaikan penulis? Contoh pertanyaan tersebut dapat
diberikan di saat guru membahas isi cerita secara bertahap agar murid dapat
memahami konteks ceritanya karena kosakata yang digunakan cukup banyak
mengandung kekerasan fisik, verbal, serta tindakan yang melanggar hukum. Jika
sudah dibahas bersama makna dan konteks penggunaan kosakatanya, murid
dapat melanjutkan kegiatan membacanya.
Selain itu, ada juga unsur budaya yang bisa dibahas bersama dengan
anak-anak. Misalnya menggosok gigi dengan tembakau susur, matera sirep,
penggunaan kata Oh, Sang Hiyang Widhi, yang berarti Tuhan dalam agama
Hindu.
Ada juga penulisan kosakata yang kurang tepat, misalnya lejat, sair, sipat,
soklat. Maupun kata yang jarang digunakan, amben rumah, kelenger. Anak-anak
bisa diajak diskusi makna kosakatanya berdasarkan kamus.
2. Panduan Penggunaan Secara Khusus
Kekerasan Fisik
Memberi dampingan dan melakukan diskusi dengan murid mengenai kekerasan
fisik yang muncul di dalam cerita. Guru mengajak murid untuk melihat kontekstual
penggunaan kosakata maupun tindakan kekerasan fisik yang dilakukan tokoh
cerita. Mengapa tindakan tersebut muncul? Mengapa kosakata tersebut yang
digunakan? Apa perasaan yang ingin disampaikannya? Adakah cara yang
berbeda yang bisa dilakukan. Misalnya dengan menggunakan beberapa contoh
pertanyaan ini, murid akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai
peristiwa yang terjadi di dalam ceritanya. Guru bisa juga mengaitkan dengan
kesehariannya murid, apakah mereka pernah mendengar maupun melihat situasi
yang sama dengan cuplikan cerita tersebut? Kejadian di dalam cerita, pada
kenyataannya juga ada dalam keseharian murid.
Kekerasan Verbal
Memberi dampingan dan melakukan diskusi dengan murid mengenai kekerasan
verbal yang muncul di dalam cerita. Cerita yang dibaca murid, dapat dipenggal
oleh guru untuk menjelaskan kontekstual kekerasan verbal yang muncul. Guru
dapat memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan keseharian murid,
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf

More Related Content

Similar to Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf

Bacaan untuk anak SD - Kalah oleh si Cerdik.pdf
Bacaan untuk anak SD - Kalah oleh si Cerdik.pdfBacaan untuk anak SD - Kalah oleh si Cerdik.pdf
Bacaan untuk anak SD - Kalah oleh si Cerdik.pdf
Nodd Nittong
 
7 bahasa indonesia buku guru
7 bahasa indonesia buku guru7 bahasa indonesia buku guru
7 bahasa indonesia buku guru
smbbgb
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
Akio Hiba
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
Andie Irawan
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
Ikatan Alumni 91 Koncoplek smanexix Surabaya
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
Sakurai Harada
 
Makalah bahasa indonesia di Sekolah Dasar
Makalah bahasa indonesia di Sekolah DasarMakalah bahasa indonesia di Sekolah Dasar
Makalah bahasa indonesia di Sekolah Dasar
FadillaSylviani
 
10 bahasa indonesia buku_siswa
10 bahasa indonesia buku_siswa10 bahasa indonesia buku_siswa
10 bahasa indonesia buku_siswa
Operator Warnet Vast Raha
 
Buku Guru Bhs Indonesia Kelas 7 SMP
Buku Guru Bhs Indonesia Kelas 7 SMPBuku Guru Bhs Indonesia Kelas 7 SMP
Buku Guru Bhs Indonesia Kelas 7 SMP
Muhammad Idris
 
Bahasa Indonesia smp 7 guru
Bahasa Indonesia  smp 7  guruBahasa Indonesia  smp 7  guru
Bahasa Indonesia smp 7 guru
Budhi Emha
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
dimas hartono
 
B.indo bs kelas_10_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
B.indo bs kelas_10_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]B.indo bs kelas_10_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
B.indo bs kelas_10_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
Randy Ikas
 
B.indo bs kelas 10
B.indo bs kelas 10B.indo bs kelas 10
B.indo bs kelas 10
dodohQ
 
7 bahasa indonesia buku_siswa
7 bahasa indonesia buku_siswa7 bahasa indonesia buku_siswa
7 bahasa indonesia buku_siswa
smbbgb
 
Buku pegangan-siswa-bahasa-indonesia-smp-kelas-8-kurikulum-2013
Buku pegangan-siswa-bahasa-indonesia-smp-kelas-8-kurikulum-2013Buku pegangan-siswa-bahasa-indonesia-smp-kelas-8-kurikulum-2013
Buku pegangan-siswa-bahasa-indonesia-smp-kelas-8-kurikulum-2013
Triyono Untung
 
Document2
Document2Document2
Document2
desydesyyy
 
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Randy Ikas
 

Similar to Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf (20)

Bacaan untuk anak SD - Kalah oleh si Cerdik.pdf
Bacaan untuk anak SD - Kalah oleh si Cerdik.pdfBacaan untuk anak SD - Kalah oleh si Cerdik.pdf
Bacaan untuk anak SD - Kalah oleh si Cerdik.pdf
 
7 bahasa indonesia buku guru
7 bahasa indonesia buku guru7 bahasa indonesia buku guru
7 bahasa indonesia buku guru
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
 
Makalah bahasa indonesia di Sekolah Dasar
Makalah bahasa indonesia di Sekolah DasarMakalah bahasa indonesia di Sekolah Dasar
Makalah bahasa indonesia di Sekolah Dasar
 
10 bahasa indonesia buku_siswa
10 bahasa indonesia buku_siswa10 bahasa indonesia buku_siswa
10 bahasa indonesia buku_siswa
 
10 bahasa indonesia buku_siswa
10 bahasa indonesia buku_siswa10 bahasa indonesia buku_siswa
10 bahasa indonesia buku_siswa
 
Buku Guru Bhs Indonesia Kelas 7 SMP
Buku Guru Bhs Indonesia Kelas 7 SMPBuku Guru Bhs Indonesia Kelas 7 SMP
Buku Guru Bhs Indonesia Kelas 7 SMP
 
Bahasa Indonesia smp 7 guru
Bahasa Indonesia  smp 7  guruBahasa Indonesia  smp 7  guru
Bahasa Indonesia smp 7 guru
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
 
B.indo bs kelas_10_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
B.indo bs kelas_10_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]B.indo bs kelas_10_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
B.indo bs kelas_10_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
 
B.indo bs kelas 10
B.indo bs kelas 10B.indo bs kelas 10
B.indo bs kelas 10
 
7 bahasa indonesia buku_siswa
7 bahasa indonesia buku_siswa7 bahasa indonesia buku_siswa
7 bahasa indonesia buku_siswa
 
Buku pegangan-siswa-bahasa-indonesia-smp-kelas-8-kurikulum-2013
Buku pegangan-siswa-bahasa-indonesia-smp-kelas-8-kurikulum-2013Buku pegangan-siswa-bahasa-indonesia-smp-kelas-8-kurikulum-2013
Buku pegangan-siswa-bahasa-indonesia-smp-kelas-8-kurikulum-2013
 
10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru10 bahasa indonesia buku_guru
10 bahasa indonesia buku_guru
 
Document1
Document1Document1
Document1
 
Document2
Document2Document2
Document2
 
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
 

Recently uploaded

LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docxLAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
salimahathira
 
Aksi nyata Modul 1.1.pptx Filosofi Ki Hajar Dewantara
Aksi nyata Modul 1.1.pptx Filosofi Ki Hajar DewantaraAksi nyata Modul 1.1.pptx Filosofi Ki Hajar Dewantara
Aksi nyata Modul 1.1.pptx Filosofi Ki Hajar Dewantara
SudarmiatiSudarmiati3
 
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptxRefleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
HidayatulMabrur1
 
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS ETUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
anisaavrr1
 
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMPMPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
baiqdevi36
 
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Nela Amelia
 
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
DwiHariNastiti
 
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
adirachmad07
 
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Modul Ajar Geografi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Geografi Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Geografi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Geografi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdfKoneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
roviqoevi1
 
Kelompok 8 Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 8 Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8 Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 8 Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
intanayup65
 
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerakPPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
edysutrisno33
 
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptxPresentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
dewifujii
 
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptxSlide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
xyurashi05
 
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptxTUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
EriDanapriatna
 
ATP pembelajaran KELAS 5 2024-2025.docx
ATP pembelajaran  KELAS 5 2024-2025.docxATP pembelajaran  KELAS 5 2024-2025.docx
ATP pembelajaran KELAS 5 2024-2025.docx
kkgbsunda
 
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
NurulHuriyah2
 
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptxmodul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
septiyaniputri49
 
PPT Pengenalan P5 kurikulum merdeka smk.pptx
PPT Pengenalan P5 kurikulum merdeka smk.pptxPPT Pengenalan P5 kurikulum merdeka smk.pptx
PPT Pengenalan P5 kurikulum merdeka smk.pptx
amprawadi29
 

Recently uploaded (20)

LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docxLAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
 
Aksi nyata Modul 1.1.pptx Filosofi Ki Hajar Dewantara
Aksi nyata Modul 1.1.pptx Filosofi Ki Hajar DewantaraAksi nyata Modul 1.1.pptx Filosofi Ki Hajar Dewantara
Aksi nyata Modul 1.1.pptx Filosofi Ki Hajar Dewantara
 
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptxRefleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
 
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS ETUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
 
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMPMPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
 
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
 
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
 
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
 
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Modul Ajar Geografi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Geografi Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Geografi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Geografi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
 
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdfKoneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
 
Kelompok 8 Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 8 Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8 Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 8 Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
 
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerakPPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
 
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptxPresentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
 
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptxSlide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
 
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptxTUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
 
ATP pembelajaran KELAS 5 2024-2025.docx
ATP pembelajaran  KELAS 5 2024-2025.docxATP pembelajaran  KELAS 5 2024-2025.docx
ATP pembelajaran KELAS 5 2024-2025.docx
 
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
 
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptxmodul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
 
PPT Pengenalan P5 kurikulum merdeka smk.pptx
PPT Pengenalan P5 kurikulum merdeka smk.pptxPPT Pengenalan P5 kurikulum merdeka smk.pptx
PPT Pengenalan P5 kurikulum merdeka smk.pptx
 

Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf

  • 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DANTEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2024 Rekomendasi Buku Sastra Rekomendasi Buku Sastra Panduan Penggunaan Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra ini dimaksudkan untuk membantu guru dalam memanfaatkan Daftar Rekomendasi Buku Sastra dalam pembelajaran di kelas. Panduan ini dilengkapi dengan disclaimer/penafian di setiap rekomendasi buku untuk menjadi pertimbangan bagi para guru dalam memilih buku sastra agar sesuai dengan kebutuhan murid dan sekolah. Pemanfaatan buku sastra dalam implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan minat baca, menumbuhkan empati, dan mengasah kreativitas, serta nalar kritis murid di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra Rekomendasi Rekomendasi Buku Sastra Buku Sastra Panduan Penggunaan Pusat Perbukuan Jalan R.S Fatmawati Gedung D Kompleks Kemendikbudristek Cipete, Jakarta 12410 0811-8880-5220 (021) 3806229 pusbuk.kemdikbud.go.id buku.kemdikbud.go.id Tidak untuk diperjualbelikan dan dicetak dengan APBN
  • 2. KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DANTEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2024 Rekomendasi Rekomendasi Buku Sastra Buku Sastra Panduan Penggunaan
  • 3. Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra Penulis : Tim Penyusun Pusat Perbukuan Desainer : Kiata Alma Setra Editor : Tim Penyusun Pusat Perbukuan Dikeluarkan pada tahun 2024 oleh Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kompleks Kemendikbud, Jalan RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan https://buku.kemdikbud.go.id Panduan ini dimaksudkan untuk membantu guru dalam memanfaatkan Daftar Rekomendasi Buku Sastra dalam pembelajaran di kelas. Panduan ini dilengkapi dengan disclaimer/penafian di setiap rekomendasi buku untuk menjadi pertimbangan bagi para guru dalam memilih buku sastra agar sesuai dengan kebutuhan murid dan sekolah. Pemanfaatan buku sastra dalam implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan minat baca, menumbuhkan empati, dan mengasah kreativitas, serta nalar kritis murid di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pelindung : Nadiem Anwar Makarim Pengarah : Anindito Aditomo Penanggung jawab : Supriyatno Penyusun : Tim Kurator Buku Sastra 1. Abidah El-Khalieqy 2. Dewi Kharisma Michellia 3. Eka Kurniawan 4. Felix K. Nesi 5. Oka Rusmini 6. M. Aan Mansyur 7. Mahfud Ikhwan 8. Martin Suryajaya 9. Okky Puspa Madasari 10. Ramayda Akmal 11. Reda Gaudiamo 12. Saras Dewi 13. Triyanto Triwikromo 14. Zen Hae 15. Agustinus Prih Adiartanto 16. Iin Indriyati 17. Sekar Ayu Adhaningrum Kontributor Guru : Tim Reviewer Buku Sastra 1. Melia Rudonaviola 2. Yayuk Hartini 3. Triska Fauziah Resmiat 4. Restu Nur Wahyudin 5. Agus Riswandi 6. Isyani 7. I Gede Aries Pidrawan 8. Ida Ayu Wayan Sugiantari 9. Yessy Meirliane 10. Wahyu Ratnawati 11. Hendrik Hermawan 12. Maulana Yusuf 13. Fenti Sanubari 14. Haris Fadhillah 15. Miftah Dea Fachrudin 16. Rizal Listyo Mahardhika 17. Misnawati 18. Natria Ratnaningtyas 19. Ilmiati Ikhtiari Susamsa 20. Lilis Trisnawati 21. Emat Sulaemat 22. Rahmad Dwisantosa 23. Karyono 24. Sinta Prama Dewi 25. Robi Yandi 26. Gabriella Aldegonda Kristianti Sorongan 27. Fitriani Nasir 28. Dikdik Rohimat 29. Andi Prayudi Permana 30. Nurul Jubaedah 31. Saeful Insani 32. Langlang Medal Fajar Al Afghandi 33. Priscila Felicia Elu 34. Rr. Putri Danirmala Narpaduhita 35. Mohamad Anwar Kurnaedi Saputra 36. Pitrus Puspito 37. Sekar Ayu Adhaningrum 38. Iin Indriyati 39. Agustinus Prih Adiartanto Isi buku ini menggunakan huruf Mulish 10/16 pt, Vernon Adams. xii, 772 hlm.: 17,6 x 25 cm.
  • 4. iii Salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka adalah menumbuhkan literasi membaca murid. Pada tingkat yang paling dasar, membaca berarti menyuarakan lekuk huruf dan rangkaian kata dengan lancar. Sebagian dari kita mengenal kemampuan dasar ini dengan istilah melek huruf. Seseorang yang melek huruf sudah bisa mengikuti instruksi tertulis, mengenali petunjuk arah di jalan, dan mengisi formulir sederhana. Jika melek huruf menjadi ukuran, maka pendidikan kita boleh dikatakan berhasil. Namun tentu kita tidak boleh berhenti pada kemampuan dasar ini. Pada tingkat selanjutnya, membaca berarti menyarikan makna dari teks. Seseorang yang bisa membaca pada tingkat ini mampu mengenali pesan kunci sebuah teks dan meringkaskan pesan tersebut dengan tepat. Di tingkat ini, membaca sudah menjadi menjadi tindakan penafsiran yang sedikit banyak melibatkan interaksi antara pengetahuan yang sudah dimiliki sang pembaca dengan informasi baru yang disajikan oleh teks. Kemampuan membaca pada tingkat ini adalah syarat dari pembelajaran akademik yang kerap bergantung pada teks sebagai sumber belajar utama. Pada tingkat yang lebih tinggi lagi, membaca melibatkan dialog kritis dan reflektif antara pembaca dan teks yang dibaca. Di tingkat ini, sang pembaca menempatkan tafsir yang diajukan oleh penulis sebagai satu versi dari sekian banyak alternatif yang mungkin diajukan tentang tema bahasan. Membaca pada tingkat ini bisa menjadi pengalaman transformatif. Yang diperoleh pembaca bukan hanya pengetahuan, tetapi juga penghayatan akan beragam perspektif, pengalaman emosional, dan nilai-nilai (values) yang baru. Dengan kata lain, membaca pada tingkat ini dapat mengasah empati dan menjadi bagian dari pendidikan karakter. Aspirasi kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi adalah agar semua murid dapat menjadi pembaca yang kritis dan reflektif. Dalam mencapai tujuan ini, karya sastra adalah media pembelajaran yang sangat potensial. Karya sastra mengundang pembaca untuk menghayati dunia batin tokoh-tokoh yang merasakan dan memahami sesuatu dengan caranya masing-masing. Karya-karya sastra terbaik juga mengupas isu-isu kompleks dan menyajikan perdebatan moral yang mendorong pembaca keluar dari pemikiran HOME Kata Pengantar
  • 5. iv hitam-putih dan memikirkan ulang opini serta prasangka-prasangka yang mungkin tak disadari sebelumnya. Agar murid mendapat pengalaman transformatif dari karya sastra, tentu tidak cukup meminta mereka sekadar membaca karya tersebut. Murid perlu berdiskusi dan berdebat tentang beragam tafsir terhadap sebuah karya. Mereka perlu dipandu mengubah tafsir yang mereka pilih ke wahana yang berbeda: dari prosa ke puisi atau sebaliknya; dari teks menjadi gambar, drama, atau film; dan dari fiksi menjadi kritik sastra atau karya ilmiah. Model pembelajaran seperti ini terbuka lebar di Kurikulum Merdeka. Meski demikian, model pembelajaran berbasis sastra adalah hal baru yang belum banyak diterapkan di Indonesia. Program Sastra Masuk Kurikulum dirancang untuk membantu guru memanfaatkan karya sastra dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Seperti tersaji dalam panduan yang sedang anda baca ini, program Sastra Masuk Kurikulum menyediakan daftar buku yang direkomendasikan beserta ringkasan, penaifan (disclaimer), dan pemetaan ke capaian pembelajaran mata pelajaran dan elemen Profil Pelajar Pancasila yang relevan. Akan terlihat bahwa ada banyak karya sastra Indonesia, dari yang klasik sampai kontemporer, yang bisa menjadi bagian dari pembelajaran berbagai mata pelajaran dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi pada para penulis, kritikus, dan guru yang menjadi kurator buku, serta guru-guru lain yang telah berbagi praktik pembelajaran berbasis sastra dan mengembangkan modul-modul ajar program Sastra Masuk Sekolah. Terima kasih untuk Perpustakaan Nasional yang turut mendukung penyediaan buku-buku yang direkomendasikan. Saya juga menyampaikan selamat kepada tim Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek yang telah mengawal program Sastra Masuk Kurikulum ini dengan baik. Akhir kata, saya mengajak para guru untuk membaca panduan ini dan memanfaatkan berbagai perangkat Sastra Masuk Kurikulum yang telah disediakan. Harapan saya, suatu saat nanti penggunaan karya sastra menjadi bagian “normal” dari pembelajaran di sekolah seluruh Indonesia-sehingga melahirkan generasi baru pembaca sastra yang kritis dan reflektif. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Anindito Aditomo
  • 6. v Program “Sastra Masuk Kurikulum” adalah turunan dari Episode Merdeka Belajar ke-15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar. Program ini berangkat dari salah satu tujuan Kurikulum Merdeka berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 yaitu untuk menguatkan kompetensi dan budaya literasi membaca. Tujuan tersebut juga selaras dengan tujuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan yaitu memperkuat rasa cinta tanah air, membangun jati diri dan karakter bangsa, serta menumbuhkembangkan budaya literasi seluruh warga negara Indonesia. Manifestasi dari kedua tujuan tersebut salah satunya dengan memanfaatkan buku sastra dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan minat baca, menumbuhkan empati, dan mengasah kreativitas, serta nalar kritis murid. Program ini diinisiasi oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan sejak tahun 2023 dengan mengumpulkan beberapa sastrawan, akademisi, dan guru yang memiliki perhatian khusus terhadap pemanfaatan sastra dalam pembelajaran di sekolah. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Anindito Aditomo berpendapat bahwa sastra mendorong pembaca membayangkan realitas alternatif dan cara pikir serta perasaan para tokohnya sehingga sastra merupakan media belajar yang sangat berharga. Oleh karena itu, pembahasan ini ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim untuk melakukan kurasi terhadap buku-buku sastra karya para sastrawan Indonesia di sepanjang zaman yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran Kurikulum Merdeka di sekolah. Proses kuratorial yang dilakukan dalam kurun waktu Juli 2023 sampai dengan Desember 2023 dimulai dengan penentuan dan penyusunan kriteria kurasi. Kriteria utama disusun berdasarkan Dimensi, Elemen, dan Subelemen pada Profil HOME Tentang Program “Sastra Masuk Kurikulum”
  • 7. vi Pelajar Pancasila yang tertuang dalam Keputusan Kepala BSKAP No.009/H/ KR/2022. Kemudian ditambahkan pula kriteria sastrawi dengan menimbang beberapa variabel yaitu, 1) karya sastra dalam daftar tersebut merepresentasikan keberagaman gender serta daerah/geografis para sastrawan maupun topik yang dibahas; 2) keberagaman zaman dengan menyertakan karya-karya dari periode awal hingga para penulis dari generasi terkini; 3) merepresentasikan keberagaman tema; 4) merepresentasikan kelompok minoritas; serta 5) merepresentasikan keragaman bentuk sastra dalam artian karya sastra yang dipilih tidak terbatas pada prosa/puisi tetapi juga bentuk-bentuk lainnya yakni komik, cerita bergambar, naskah drama, skenario film, hingga esai-esai kebudayaan. Untuk memastikan standar mutu karya-karya tersebut, tim kurator juga menimbang berdasarkan penghargaan yang telah diperoleh, apakah karya tersebut telah diterjemahkan ke bahasa asing, dialihwahanakan, hingga dibahas dalam resensi-resensi di media yang memiliki kredibilitas ataupun menjadi subjek kajian akademis berupa skripsi, tesis, atau disertasi. Proses kurasi dilanjutkan dengan proses reviu dan penyusunan panduan penggunaan buku sastra oleh para guru dalam kurun waktu Februari-April 2024. Kedua proses tersebut menghasilkan Daftar Rekomendasi Buku Sastra dan Panduan Penggunaan Buku Sastra untuk mendukung terlaksananya Program Sastra Masuk Kurikulum hingga ke ruang-ruang kelas. Program Sastra Masuk Kurikulum dirancang tidak hanya untuk murid melainkan juga untuk para guru dalam rangka peningkatan literasi membaca, khususnya membaca, menikmati, dan memahami karya sastra. Pemanfaatan sastra dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka juga diharapkan dapat membawa pengalaman bersastra bagi para guru dan murid di dalam ruang kelas yaitu dengan menikmati membaca dan mendiskusikan secara aman dan nyaman tema-tema yang tertulis dalam setiap karya sastra Indonesia. Pada akhirnya, pemanfaatan sastra dalam pembelajaran diharapkan dapat mendukung pendidikan karakter pada Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, yaitu dengan menumbuhkan rasa toleransi dan gotong royong, mengasah kreativitas dan penalaran kritis, serta mempromosikan nilai-nilai keimanan dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, kebhinekaan global, dan kemandirian.
  • 8. vii Program ini dimaksudkan sebagai ruang belajar yang luas bagi guru untuk mengeksplorasi diri seluas-luasnya, khususnya dalam pengalaman bersastra. Guru dan murid diharapkan dapat menikmati bersama membaca karya- karya sastra Indonesia, mendiskusikannya secara aman dan nyaman di ruang kelas, sehingga dapat memaknai perjalanan bersastra ini sebagai pengalaman yang mengesankan. Program Sastra Masuk Kurikulum ini dirancang sebagai ruang untuk mengeksplorasi pengalaman membaca dan keterampilan membaca murid. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan daftar buku yang direkomendasikan ini sebagai “menu” yang dapat dipilih. Ada beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan dalam memilih buku, misalnya kebutuhan kelas, kemampuan murid, topik yang sedang hangat dibicarakan, minat murid, dan yang juga penting adalah sejauh mana kesiapan guru untuk dapat membawakan buku pilihan. Bagaimana dapat melakukan program ini? HOME Cara Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra
  • 9. viii Bagaimana buku-buku ini dapat dibaca di kelas? Saat membawakan buku-buku ini di kelas, guru sangat disarankan untuk mendampingi murid selama membaca. Jadikan program ini sebagai kesempatan untuk merasakan bersama pengalaman bersastra. Bukan murid saja yang diharapkan bisa mengenal karya-karya sastra Indonesia yang luar biasa, guru juga memiliki ruang bersastra yang sama. Bagaimana menyiapkan diri untuk dapat membawa pengalaman bersastra di sekolah? Guru harus membaca sampai selesai buku yang akan digunakan sebelum membawakannya di kelas. 1. Guru perlu punya rencana terkait cara membawakan buku ini di kelas (membaca seluruh disclaimer/penafian yang dicantumkan dalam Panduan Penggunaan Buku Sastra ini). 3. Guru perlu mempertimbangkan kesiapan dirinya, muridnya, orang tua murid, dan sekolahnya terhadap suatu buku. 2.
  • 10. ix HOME Daftar Isi Kata Pengantar iii Tentang Program “Sastra Masuk Kurikulum” v Cara Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra vii Daftar Isi ix Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SD/MI 1 1. Komponis Kecil................................. 2 2. Garuda Gagasneswara............... 5 3. Pak Supi, Kakek Pengungsi......... 8 4. Pupus Putus Sekolah: Anak Berharga............................................ 14 5. Si Cemong Coak.............................. 18 6. Pilus Rumput Laut untuk Rasi.... 22 7. Anak-Anak Malam......................... 26 8. Si Dul Anak Jakarta........................ 30 9. Si Jamin dan Si Johan.................... 36 10. Seri Na Willa: Na Willa................. 42 11. Menjebak Hantu Kuburan Pasirnaga........................................... 46 12. Pan Balangtamak........................... 48 13. Kisah Seruas Bambu..................... 54 14. Adi Teruna......................................... 57 15. Uy Kay Ho Murid Baru................... 61 16. Si Buncir............................................. 64 17. Dodi Si Pincang............................... 68 18. Penyamun Dalam Rimba............. 72 19. Terlontar Ke Masa Silam.............. 78 20. Dunia Si Gambir.............................. 83 21. Seribu Kucing untuk Kakek.......... 86 22. Bebek dari Kakek............................ 88 23. Pelangi Aneka Bacaan 2.............. 91 24. Si Bungsu Katak (The Youngest Frog)....................... 94 25. Mahabharata.................................... 97 26. Kumpulan Cerita Ragam Indonesia: Anak-Anak Teluk Bone & 12 Cerita Mengenalkan Keragaman Indonesia................... 101 27. Rangkaian Andara Nusantara... 103 28. Lengkung Burung Kasuari........... 105 29. Pahlawan Minahasa...................... 111 30. Si Umbut Muda................................ 115 31. Seri Mata: Mata dan Rahasia Pulau Gapi......................................... 117 32. Putu Nange: Ceritera dari So’a Flores......................................... 121 33. Majalah Bobo: Edisi Koleksi 50 Tahun................... 124 34. Rindu Dendam................................. 126 35. Nyanyi Sunyi..................................... 128 36. Suara................................................... 131 37. Seri Lupus Kecil #1: Lupus Kecil. 135 38. Gadis Kecil Penjaga Bintang....... 138 39. Bersama-sama di Hari Raya Imlek........................... 141 40. Impian Hanoman Cilik................... 143 41. Seri Petualangan Misteri: ........... 146 Bisikan Wayang Suket.................. 146 42. Karena Anggrek Ibu....................... 151 43. Kopral Jono........................................ 153
  • 11. x Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SMP/Mts 155 1. Bumi..................................................... 156 2. Dari Hari Ke Hari............................. 159 3. Dongeng Dari Kap Na’m To Fena 162 4. Janger Merah.................................... 165 5. Mataraisa........................................... 170 6. Ketika Mas Gagah Pergi............... 174 7. Laskar Pelangi.................................. 177 8. Madre.................................................. 180 9. Melodia............................................... 185 10. Negeri 5 Menara.............................. 188 11. Paradoks Amir Hamzah............... 192 12. Resep Membuat Jagat Raya....... 196 13. Rokat Tase’........................................ 199 14. Sampah Bulan Desember............ 204 15. Sang Guru.......................................... 220 16. Semua Ikan di Langit..................... 227 17. Tak Ada Bintang di Dadanya..... 232 18. Tjokroaminoto: Guru Bangsa Pendiri Bangsa..... 236 19. Ayahmu Bulan, Engkau Matahari 239 20. Pada Taman Bahagia.................... 243 21. Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Chairil Anwar. 246 22. Legenda Perompak Naga: Cakrawala dan Nubuat Terakhir 249 23. Nai Kai................................................. 252 24. 99 Cahaya di Langit Eropa.......... 255 25. Hujan Kepagian............................... 259 26. Student Hidjo.................................... 264 27. Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau........................... 268 28. Gema Tanah Air............................... 270 29. Balada Orang-Orang Tercinta... 276 Rekomendasi Buku Sastra Jenjang SMA/SMK/MA/MAK 279 1. Surapati.............................................. 280 2. Kekasih Teluk.................................... 284 3. Lauk Daun......................................... 290 4. Nyanyian Akar Rumput................ 294 5. Puya ke Puya.................................... 297 6. Robohnya Surau Kami.................. 301 7. Orang-Orang Bloomington......... 306 8. Adam Ma’rifat.................................. 311 9. Semua untuk Hindia...................... 314 10. Dilarang Mencintai Bunga-Bunga................................... 319 11. Kuda Terbang Maria Pinto........... 322 12. Lemah Tanjung................................ 327 13. Saksi Mata......................................... 333 14. Sentimentalisme Calon Mayat... 341 15. Antologi Cerpen Indonesia Jilid 1: Masa Pra Kemerdekaan Sampai 1965.................................... 345 16. Antologi Cerpen Indonesia Jilid 2: Masa Orde Baru dan Sesudahnya, 1965-2000.............. 349 17. Rumah Kawin................................... 353 18. Tuhan Kita Begitu Dekat.............. 357 19. Di Atas Umbria................................ 362
  • 12.