PERTIDAKSAMAAN 
Oleh : Sherli Pitrah Dewi 
SMA NEGERI 1 BANGKINANG KOTA
1. Pengertian Pertidaksamaan 
Pertidaksamaan didefinisikan sebagai kalimat terbuka yang 
dihubungkan dengan notasi / lambang <, >, ≤ atau ≥. 
Contoh : 
a. x + 5 < 12 c. 2x2 – 3x + 5 ≥ 0 
b. (x – 2)(x + 3)2(x + 4) ≤ 0 d. √(10 – 2x) > x + 5 
Sebelum kita bahas lebih jauh tentang pertidaksamaan, masih 
ingatkah kamu tentang pengertian interval / selang ? 
Contoh : 
Nyatakan suatu himpunan penyelesaian yang merupakan himpunan 
bilangan real yang memenuhi : 
a. x > 4 c. 2 ≤ x ≤ 5 
b. x ≤ -2 d. x ≤ -1 atau x > 4
4 
-1 
-2 
2 5 
4
Sifat-sifat Pertidaksamaan 
1. Tanda pertidaksamaan tidak berubah jika penambahan 
atau pengurangan suatu bilangan yang sma dilakukan 
pada kedua ruas pertidaksamaan tersebut. 
Misal : 
x + 3 < 5 
↔x + 3 – 3 < 5 – 3 
↔ x < 2 
2. Tanda pertidaksamaan tidak berubah jika perkalian atau 
pembagian suatu bilangan positif dilakukan pada kedua 
ruas pertidaksamaan tersebut 
Misal : 
2x ≥ 18 
↔ 2x . ½ ≥ 18 . ½ 
↔ x ≥ 9
3. Tanda pertidaksamaan akan berubah jika 
perkalian atau pembagian suatu bilangan negatif 
dilakukan pada kedua ruas pertidaksamaan 
tersebut. 
Bukti : 
Misalnya : a < b dan k < 0 
karena a < b maka a – b = n , dimana n < 0 
sehingga : k ( a – b ) = kn 
↔ ka - kb = kn > 0 
↔ ka > kb 
Contoh : 
- 4x < 12 
↔ - 4x . – ¼ > 12 . - ¼ 
↔ x > -3
Pertidaksamaan Linier 
Pertidaksamaan linier adalah pertidaksamaan yang 
memuat variabel dengan pangkat tertinggi adalah satu 
Contoh : 
Tentukan HP dari pertidaksamaan berikut ini : 
a. 2x – 5 < 13 
b. 3x + 2 ≥ 5x – 22 
c. 3 < x + 4 < 7 
d. 3x + 1 ≤ 2x – 6 ≤ x – 5 
Jawab : 
a. 2x – 5 < 13 
↔2x < 13 + 5 
18 
↔ x < 18 
HP = { x / x < 18 }
b. 3x + 2 ≥ 5x – 22 
↔ 3x – 5x ≥ - 22 – 2 
↔ - 2x ≥ -24 
↔ x ≤ 12 
HP = { x / x ≤ 12 } 
c. 3 < x + 4 < 7 
↔ 3 – 4 < x < 7 – 4 
↔ - 1 < x < 3 
HP = { x / -1 < x < 3 } 
d. 3x + 1 ≤ 2x – 6 ≤ x – 5 
↔ 3x + 1 ≤ 2x – 6 
↔ 3x – 2x ≤ -6 - 1 
↔ x ≤ - 7 
atau : 
2x – 6 ≤ x – 5 
↔ 2x – x ≤ -5 + 6 
↔ x ≤ 1 
12 
- 1 3
atau : 
3x + 1 ≤ x – 5 
↔ 3x – x ≤ -5 – 1 
↔ 2x ≤ -6 
↔ x ≤ -3 
hasilnya 
- 7 
-3 
1 
- 7 
HP = { x / x ≤ - 7 }
Pertidaksamaan Kuadrat 
Pertidaksamaan kuadrat adalah pertidaksamaan 
yang memuat variabel dengan pangkat tertinggi 
adalah dua. 
Ada 2 cara menyelesaiakan pertidaksamaan kuadrat 
yaitu : 
a. dengan metode garis bilangan 
b. dengan metode sketsa grafik
Penyelesaian 
1. Ruas kanan dibuat menjadi nol. 
2. Faktorkan. 
3. Tentukan harga nol, yaitu nilai variabel yang 
menyebabkan nilai faktor sama dengan nol. 
4. Gambar garis bilangannya 
• Jika tanda pertidaksamaan ≥ atau ≤, maka 
harga nol ditandai dengan titik hitam • 
• Jika tanda pertidaksamaan > atau <, maka 
harga nol ditandai dengan titik putih °
5. Tentukan tanda (+) atau (–) pada masing-masing 
interval di garis bilangan. Caranya adalah dengan 
memasukkan salah satu bilangan pada interval 
tersebut pada persamaan di ruas kiri. 
Tanda pada garis bilangan berselang-seling, kecuali jika 
ada batas rangkap (harga nol yang muncul 2 kali atau 
sebanyak bilangan genap untuk pertidaksamaan 
tingkat tinggi), batas rangkap tidak merubah tanda. 
6. Tentukan himpunan penyelesaian 
→ jika tanda pertidaksamaan > 0 berarti daerah pada 
garis bilangan yang diarsir adalah yang bertanda (+) 
→ jika tanda pertidaksamaan < 0 berarti daerah pada 
garis bilangan yang diarsir adalah yang bertanda (–)
Contoh: 
(2x – 1)2 ≥ (5x – 3).(x – 1) – 7 
4x2 – 4x + 1 ≥ 5x2 – 5x – 3x + 3 – 7 
4x2 – 4x + 1 – 5x2 + 5x + 3x – 3 + 7 ≥ 0 
–x2 + 4x + 5 ≥ 0 
–(x2 – 4x – 5) ≥ 0 
–(x – 5).(x + 1) ≥ 0 
Harga nol: x – 5 = 0 atau x + 1 = 0 
x = 5 atau x = –1 
Garis bilangan : 
• menggunakan titik hitam karena tanda 
pertidaksamaan ≥ 
• jika dimasukkan x = 0 hasilnya positif
• karena 0 berada di antara –1 dan 5, maka 
daerah tersebut bernilai positif, di kiri dan 
kanannya bernilai negatif 
• karena tanda pertidaksamaan ≥ 0, maka yang 
diarsir adalah yang positif 
Jadi penyelesaiannya: {x | –1 ≤ x ≤ 5}
Metode sketsa grafik 
Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat 
dengan menggunakan metode sketsa grafik 
fungsi kuadrat seperti yang telah kita pelajari 
pada kompetensi dasar grafik fungsi kuadrat yang 
lalu. Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola. 
Hal yang perlu diperhatikan sebelum kita 
menggambar parabola y = ax2 + bx + c adalah a 
dan D (diskriminan = b2 – 4ac) . Perhatikanlah hal 
yang berikut ini :
a. 
Jika a > 0 (Mempunyai nilai 
balik minimum). 
D > 0 (memotong sb x di 2 
titik yang berlainan). 
b. 
a > 0 
D=0 (menyinggung sb 
x/terdapat 1 titik persekutuan). 
c. 
a > 0 
D < 0 (tidak 
memotong/menyinggung sb x).
d. 
 a < 0 (mempunyai nilai 
balik maksimum) 
 D > 0 (memotong sb x 
di 2 titik yang 
berlainan). 
e. 
 a < 0 
 D = 0 (menyinggung sb 
x, mempunyai 1 titik 
persekutuan). 
f. 
 a < 0 
 D < 0 (tidak 
memotong/menyinggun 
g sb x)
Hal yang perlu diperhatikan dalam menggambar sketsa 
grafik fungsi kuadrat yaitu : 
a. Titik potong dengan sumbu X syaratnya y = 0 
b. Titik potong dengan sumbu Y syartanya x = 0 
c. Sumbu simetri yaitu x = -b/2a 
d. Titik Puncak yaitu P( -b/2a , -D/4a) 
Contoh 5 : 
Tentukan HP dari pertidaksamaan kuadrat x2 – x < 3x 
dengan menggunakan sketsa grafik. 
Jawab : 
x2 – x < 3x 
↔ x2 – x - 3x < 0 
↔ x2 – 4x < 0 
Kita harus menggambar grafik fungsi kuadrat y = x2 – 4x 
dan setelah itu kita tentukan daerah penyelesaiannya yang 
berada dibawah sumbu X.
a. Titik potong dengan sumbu X syaratnya y – 0 
y = x2 – 4x 
0 = x2 – 4x 
0 = x ( x – 4) 
x = 0 atau x = 4 
b. Titik potong dengan sumbu Y syaratnya x = 0 
y = 3 
Jadi titik potong dengan sumbu Y adalah (3,0) 
c. Sumbu simetri x = -b/2a 
x = - (-4) / 2.1 
x = 2 
d. Puncak P(-b/2a , -D/4a) 
P ( 2, -(b2 – 4ac) /4a ) 
P ( 2, -((-4)2-4.1.0 / 4.1) 
P ( 2, -16/4) 
P (2 , -4)
Sketsa grafiknya adalah sebagai berikut : 
0 2 
-4 
4 
Y 
X 
Himpunan 
penyelesaiannya adalah 
daerah yang diantara 0 
dan 4 yang berada 
dibawah sumbu X 
(karena tanda 
pertidaksamaannya < 0) 
Jadi HP = { x / 0 < x < 4}
Pertidaksamaan Bentuk Pecahan 
Pertidaksamaan bentuk pecahan adalah 
pertidaksamaan yang terdiri atas pembilang 
dan penyebut dimana bagian penyebut 
terdapat variabel.
Penyelesaian 
• Ruas kanan dijadikan nol 
• Samakan penyebut di ruas kiri 
• Faktorkan pembilang dan penyebut (jika bisa) 
• Cari nilai-nilai variabel yang menyebabkan pembilang 
dan penyebutnya sama dengan nol (harga nol untuk 
pembilang dan penyebut) 
• Gambar garis bilangan yang memuat semua nilai yang 
didapatkan pada langkah 4 
• Apapun tanda pertidaksamaannya, harga nol untuk 
penyebut selalu digambar dengan titik putih (penyebut 
suatu pecahan tidak boleh sama dengan 0 agar 
pecahan tersebut mempunyai nilai) 
• Tentukan tanda (+) atau (–) pada masing-masing 
interval
Contoh : 
Tentukan himpunan penyelesaian 
dari pertidaksamaan : 
2 1 
x 
0 , 1 
0 
2 
x 
x 
Jawab 
2 
1 
: 
1 
   
 
 
 
 
   
 
x 
x 
Faktor pembuat nol adalah x dan x 
+ + + + - - - - - - - - - + + + + 
-1 2 
Jadi HP = { x / -1 < x < 2 }
Pertidaksamaan Bentuk Akar 
Pertidaksamaan yang mengandung bentuk akar 
diselesaikan dengan mengkuadratkan kedua ruas. Akan 
tetapi harus dijamin bahwa setiap yang berada dalam akar 
dan hasil penarikam akar harus ≥ 0 
Penyelesaian: 
• Kuadratkan kedua ruas 
• Jadikan ruas kanan sama dengan nol 
• Selesaikan seperti menyelesaikan pertidaksamaan 
linear/kuadrat 
• Syarat tambahan: yang berada di dalam setiap tanda akar 
harus ≥ 0
Contoh 
Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan 
bentuk akar berikut : 
2x 5  1 
syarat pertidaksamaan 
  
x syarat bentuk akar 
(2 5) 1 : 
x x 
2  6 2  5  
0 
x x 
  
3 2 5 
5 
2 
( 2 5) (1) 
: 
2 2 
 
  
x 
x
5/2 
5/2 
3 
3 
Syarat bentuk akar 
Syarat pertidaksamaan 
hasilnya 
Jadi HP = { x / 5/2 ≤ x ≤ 3 }
Pertidaksamaan Tingkat Tinggi 
Variabel berpangkat lebih dari 2 
Penyelesaian sama dengan pertidaksamaan kuadrat 
Contoh: 
(2x + 1)2.(x2 – 5x + 6) < 0 
(2x + 1)2.(x – 2).(x – 3) < 0 
Harga nol: 2x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 atau x – 3 = 0 
x = –1/2 atau x = 2 atau x = 3 
Garis bilangan: 
• menggunakan titik putih karena tanda pertidaksamaan < 
• jika dimasukkan x = 0 hasilnya positif
• karena 0 berada di antara –1/2 dan 2, maka 
daerah tersebut bernilai positif 
• karena –1/2 adalah batas rangkap (–1/2 muncul 
sebanyak 2 kali sebagai harga nol, jadi –1/2 
merupakan batas rangkap), maka di sebelah kiri – 
1/2 juga bernilai positif 
• selain daerah yang dibatasi oleh batas rangkap, 
tanda positif dan negatif berselang-seling 
• karena tanda pertidaksamaan ³ 0, maka yang 
diarsir adalah yang positif 
Jadi penyelesaiannya: {x | 2 < x < 3}
Pertidaksamaan Bentuk Harga Mutlak 
variabelnya berada di dalam tanda mutlak 
|…..| 
(tanda mutlak selalu menghasilkan hasil yang 
positif, contoh: |3| = 3; |–3| = 3) 
Pengertian nilai mutlak:
Contoh 1: 
|2x – 3| ≤ 5 
berarti: 
–5 ≤ 2x – 3 ≤ 5 
–5 + 3 ≤ 2x ≤ 5 + 3 
–2 ≤ 2x ≤ 8 
Semua dibagi 2: 
–1 ≤ x ≤ 4 
Contoh 2: 
|3x + 7| > 2 
berarti: 
3x + 7 < –2 atau 3x + 7 > 2 
3x < –2 – 7 atau 3x > 2 – 7 
x < –3 atau x > –5/3
Contoh 3: 
|x – 2|2 – |x – 2| < 2 
Misalkan |x – 2| = y 
y2 – y < 2 
y2 – y – 2 < 0 
(y – 2).(y + 1) < 0 
Harga nol: y – 2 = 0 atau y + 1 = 0 
y = 2 atau y = –1 
Garis bilangan: 
Artinya: 
–1 < y < 2 
–1 < |x – 2| < 2 
Karena nilai mutlak pasti bernilai positif, maka batas kiri tidak berlaku 
|x – 2| < 2 
Sehingga: 
–2 < x – 2 < 2 
–2 + 2 < x < 2 + 2 
0 < x < 4

Kelas x bab 6

  • 1.
    PERTIDAKSAMAAN Oleh :Sherli Pitrah Dewi SMA NEGERI 1 BANGKINANG KOTA
  • 2.
    1. Pengertian Pertidaksamaan Pertidaksamaan didefinisikan sebagai kalimat terbuka yang dihubungkan dengan notasi / lambang <, >, ≤ atau ≥. Contoh : a. x + 5 < 12 c. 2x2 – 3x + 5 ≥ 0 b. (x – 2)(x + 3)2(x + 4) ≤ 0 d. √(10 – 2x) > x + 5 Sebelum kita bahas lebih jauh tentang pertidaksamaan, masih ingatkah kamu tentang pengertian interval / selang ? Contoh : Nyatakan suatu himpunan penyelesaian yang merupakan himpunan bilangan real yang memenuhi : a. x > 4 c. 2 ≤ x ≤ 5 b. x ≤ -2 d. x ≤ -1 atau x > 4
  • 3.
    4 -1 -2 2 5 4
  • 4.
    Sifat-sifat Pertidaksamaan 1.Tanda pertidaksamaan tidak berubah jika penambahan atau pengurangan suatu bilangan yang sma dilakukan pada kedua ruas pertidaksamaan tersebut. Misal : x + 3 < 5 ↔x + 3 – 3 < 5 – 3 ↔ x < 2 2. Tanda pertidaksamaan tidak berubah jika perkalian atau pembagian suatu bilangan positif dilakukan pada kedua ruas pertidaksamaan tersebut Misal : 2x ≥ 18 ↔ 2x . ½ ≥ 18 . ½ ↔ x ≥ 9
  • 5.
    3. Tanda pertidaksamaanakan berubah jika perkalian atau pembagian suatu bilangan negatif dilakukan pada kedua ruas pertidaksamaan tersebut. Bukti : Misalnya : a < b dan k < 0 karena a < b maka a – b = n , dimana n < 0 sehingga : k ( a – b ) = kn ↔ ka - kb = kn > 0 ↔ ka > kb Contoh : - 4x < 12 ↔ - 4x . – ¼ > 12 . - ¼ ↔ x > -3
  • 6.
    Pertidaksamaan Linier Pertidaksamaanlinier adalah pertidaksamaan yang memuat variabel dengan pangkat tertinggi adalah satu Contoh : Tentukan HP dari pertidaksamaan berikut ini : a. 2x – 5 < 13 b. 3x + 2 ≥ 5x – 22 c. 3 < x + 4 < 7 d. 3x + 1 ≤ 2x – 6 ≤ x – 5 Jawab : a. 2x – 5 < 13 ↔2x < 13 + 5 18 ↔ x < 18 HP = { x / x < 18 }
  • 7.
    b. 3x +2 ≥ 5x – 22 ↔ 3x – 5x ≥ - 22 – 2 ↔ - 2x ≥ -24 ↔ x ≤ 12 HP = { x / x ≤ 12 } c. 3 < x + 4 < 7 ↔ 3 – 4 < x < 7 – 4 ↔ - 1 < x < 3 HP = { x / -1 < x < 3 } d. 3x + 1 ≤ 2x – 6 ≤ x – 5 ↔ 3x + 1 ≤ 2x – 6 ↔ 3x – 2x ≤ -6 - 1 ↔ x ≤ - 7 atau : 2x – 6 ≤ x – 5 ↔ 2x – x ≤ -5 + 6 ↔ x ≤ 1 12 - 1 3
  • 8.
    atau : 3x+ 1 ≤ x – 5 ↔ 3x – x ≤ -5 – 1 ↔ 2x ≤ -6 ↔ x ≤ -3 hasilnya - 7 -3 1 - 7 HP = { x / x ≤ - 7 }
  • 9.
    Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaankuadrat adalah pertidaksamaan yang memuat variabel dengan pangkat tertinggi adalah dua. Ada 2 cara menyelesaiakan pertidaksamaan kuadrat yaitu : a. dengan metode garis bilangan b. dengan metode sketsa grafik
  • 10.
    Penyelesaian 1. Ruaskanan dibuat menjadi nol. 2. Faktorkan. 3. Tentukan harga nol, yaitu nilai variabel yang menyebabkan nilai faktor sama dengan nol. 4. Gambar garis bilangannya • Jika tanda pertidaksamaan ≥ atau ≤, maka harga nol ditandai dengan titik hitam • • Jika tanda pertidaksamaan > atau <, maka harga nol ditandai dengan titik putih °
  • 11.
    5. Tentukan tanda(+) atau (–) pada masing-masing interval di garis bilangan. Caranya adalah dengan memasukkan salah satu bilangan pada interval tersebut pada persamaan di ruas kiri. Tanda pada garis bilangan berselang-seling, kecuali jika ada batas rangkap (harga nol yang muncul 2 kali atau sebanyak bilangan genap untuk pertidaksamaan tingkat tinggi), batas rangkap tidak merubah tanda. 6. Tentukan himpunan penyelesaian → jika tanda pertidaksamaan > 0 berarti daerah pada garis bilangan yang diarsir adalah yang bertanda (+) → jika tanda pertidaksamaan < 0 berarti daerah pada garis bilangan yang diarsir adalah yang bertanda (–)
  • 12.
    Contoh: (2x –1)2 ≥ (5x – 3).(x – 1) – 7 4x2 – 4x + 1 ≥ 5x2 – 5x – 3x + 3 – 7 4x2 – 4x + 1 – 5x2 + 5x + 3x – 3 + 7 ≥ 0 –x2 + 4x + 5 ≥ 0 –(x2 – 4x – 5) ≥ 0 –(x – 5).(x + 1) ≥ 0 Harga nol: x – 5 = 0 atau x + 1 = 0 x = 5 atau x = –1 Garis bilangan : • menggunakan titik hitam karena tanda pertidaksamaan ≥ • jika dimasukkan x = 0 hasilnya positif
  • 13.
    • karena 0berada di antara –1 dan 5, maka daerah tersebut bernilai positif, di kiri dan kanannya bernilai negatif • karena tanda pertidaksamaan ≥ 0, maka yang diarsir adalah yang positif Jadi penyelesaiannya: {x | –1 ≤ x ≤ 5}
  • 14.
    Metode sketsa grafik Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat dengan menggunakan metode sketsa grafik fungsi kuadrat seperti yang telah kita pelajari pada kompetensi dasar grafik fungsi kuadrat yang lalu. Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola. Hal yang perlu diperhatikan sebelum kita menggambar parabola y = ax2 + bx + c adalah a dan D (diskriminan = b2 – 4ac) . Perhatikanlah hal yang berikut ini :
  • 15.
    a. Jika a> 0 (Mempunyai nilai balik minimum). D > 0 (memotong sb x di 2 titik yang berlainan). b. a > 0 D=0 (menyinggung sb x/terdapat 1 titik persekutuan). c. a > 0 D < 0 (tidak memotong/menyinggung sb x).
  • 16.
    d.  a< 0 (mempunyai nilai balik maksimum)  D > 0 (memotong sb x di 2 titik yang berlainan). e.  a < 0  D = 0 (menyinggung sb x, mempunyai 1 titik persekutuan). f.  a < 0  D < 0 (tidak memotong/menyinggun g sb x)
  • 17.
    Hal yang perludiperhatikan dalam menggambar sketsa grafik fungsi kuadrat yaitu : a. Titik potong dengan sumbu X syaratnya y = 0 b. Titik potong dengan sumbu Y syartanya x = 0 c. Sumbu simetri yaitu x = -b/2a d. Titik Puncak yaitu P( -b/2a , -D/4a) Contoh 5 : Tentukan HP dari pertidaksamaan kuadrat x2 – x < 3x dengan menggunakan sketsa grafik. Jawab : x2 – x < 3x ↔ x2 – x - 3x < 0 ↔ x2 – 4x < 0 Kita harus menggambar grafik fungsi kuadrat y = x2 – 4x dan setelah itu kita tentukan daerah penyelesaiannya yang berada dibawah sumbu X.
  • 18.
    a. Titik potongdengan sumbu X syaratnya y – 0 y = x2 – 4x 0 = x2 – 4x 0 = x ( x – 4) x = 0 atau x = 4 b. Titik potong dengan sumbu Y syaratnya x = 0 y = 3 Jadi titik potong dengan sumbu Y adalah (3,0) c. Sumbu simetri x = -b/2a x = - (-4) / 2.1 x = 2 d. Puncak P(-b/2a , -D/4a) P ( 2, -(b2 – 4ac) /4a ) P ( 2, -((-4)2-4.1.0 / 4.1) P ( 2, -16/4) P (2 , -4)
  • 19.
    Sketsa grafiknya adalahsebagai berikut : 0 2 -4 4 Y X Himpunan penyelesaiannya adalah daerah yang diantara 0 dan 4 yang berada dibawah sumbu X (karena tanda pertidaksamaannya < 0) Jadi HP = { x / 0 < x < 4}
  • 20.
    Pertidaksamaan Bentuk Pecahan Pertidaksamaan bentuk pecahan adalah pertidaksamaan yang terdiri atas pembilang dan penyebut dimana bagian penyebut terdapat variabel.
  • 21.
    Penyelesaian • Ruaskanan dijadikan nol • Samakan penyebut di ruas kiri • Faktorkan pembilang dan penyebut (jika bisa) • Cari nilai-nilai variabel yang menyebabkan pembilang dan penyebutnya sama dengan nol (harga nol untuk pembilang dan penyebut) • Gambar garis bilangan yang memuat semua nilai yang didapatkan pada langkah 4 • Apapun tanda pertidaksamaannya, harga nol untuk penyebut selalu digambar dengan titik putih (penyebut suatu pecahan tidak boleh sama dengan 0 agar pecahan tersebut mempunyai nilai) • Tentukan tanda (+) atau (–) pada masing-masing interval
  • 22.
    Contoh : Tentukanhimpunan penyelesaian dari pertidaksamaan : 2 1 x 0 , 1 0 2 x x Jawab 2 1 : 1            x x Faktor pembuat nol adalah x dan x + + + + - - - - - - - - - + + + + -1 2 Jadi HP = { x / -1 < x < 2 }
  • 23.
    Pertidaksamaan Bentuk Akar Pertidaksamaan yang mengandung bentuk akar diselesaikan dengan mengkuadratkan kedua ruas. Akan tetapi harus dijamin bahwa setiap yang berada dalam akar dan hasil penarikam akar harus ≥ 0 Penyelesaian: • Kuadratkan kedua ruas • Jadikan ruas kanan sama dengan nol • Selesaikan seperti menyelesaikan pertidaksamaan linear/kuadrat • Syarat tambahan: yang berada di dalam setiap tanda akar harus ≥ 0
  • 24.
    Contoh Tentukan penyelesaiandari pertidaksamaan bentuk akar berikut : 2x 5  1 syarat pertidaksamaan   x syarat bentuk akar (2 5) 1 : x x 2  6 2  5  0 x x   3 2 5 5 2 ( 2 5) (1) : 2 2    x x
  • 25.
    5/2 5/2 3 3 Syarat bentuk akar Syarat pertidaksamaan hasilnya Jadi HP = { x / 5/2 ≤ x ≤ 3 }
  • 26.
    Pertidaksamaan Tingkat Tinggi Variabel berpangkat lebih dari 2 Penyelesaian sama dengan pertidaksamaan kuadrat Contoh: (2x + 1)2.(x2 – 5x + 6) < 0 (2x + 1)2.(x – 2).(x – 3) < 0 Harga nol: 2x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 atau x – 3 = 0 x = –1/2 atau x = 2 atau x = 3 Garis bilangan: • menggunakan titik putih karena tanda pertidaksamaan < • jika dimasukkan x = 0 hasilnya positif
  • 27.
    • karena 0berada di antara –1/2 dan 2, maka daerah tersebut bernilai positif • karena –1/2 adalah batas rangkap (–1/2 muncul sebanyak 2 kali sebagai harga nol, jadi –1/2 merupakan batas rangkap), maka di sebelah kiri – 1/2 juga bernilai positif • selain daerah yang dibatasi oleh batas rangkap, tanda positif dan negatif berselang-seling • karena tanda pertidaksamaan ³ 0, maka yang diarsir adalah yang positif Jadi penyelesaiannya: {x | 2 < x < 3}
  • 28.
    Pertidaksamaan Bentuk HargaMutlak variabelnya berada di dalam tanda mutlak |…..| (tanda mutlak selalu menghasilkan hasil yang positif, contoh: |3| = 3; |–3| = 3) Pengertian nilai mutlak:
  • 29.
    Contoh 1: |2x– 3| ≤ 5 berarti: –5 ≤ 2x – 3 ≤ 5 –5 + 3 ≤ 2x ≤ 5 + 3 –2 ≤ 2x ≤ 8 Semua dibagi 2: –1 ≤ x ≤ 4 Contoh 2: |3x + 7| > 2 berarti: 3x + 7 < –2 atau 3x + 7 > 2 3x < –2 – 7 atau 3x > 2 – 7 x < –3 atau x > –5/3
  • 30.
    Contoh 3: |x– 2|2 – |x – 2| < 2 Misalkan |x – 2| = y y2 – y < 2 y2 – y – 2 < 0 (y – 2).(y + 1) < 0 Harga nol: y – 2 = 0 atau y + 1 = 0 y = 2 atau y = –1 Garis bilangan: Artinya: –1 < y < 2 –1 < |x – 2| < 2 Karena nilai mutlak pasti bernilai positif, maka batas kiri tidak berlaku |x – 2| < 2 Sehingga: –2 < x – 2 < 2 –2 + 2 < x < 2 + 2 0 < x < 4