SlideShare a Scribd company logo
PAPER KIMIA LINGKUNGAN
ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL
DISUSUN OLEH:
SYAHARANI ARIANTI D1051231024
ANNISA SYAHFITRI D1051231074
DOSEN PENGAMPU:
OCHIH SAZIATI S. SI., M. SC.
JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2024
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pencemaran udara menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41
Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara adalah masuknya atau
dimasukkannya zat, energi, atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan
manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.
Dari pengertian pencemaran udara diatas, berdasarkan peraturan perundangan di
atas, pencemaran diakibatkan oleh kegiatan manusia, baik disengaja atau tidak,
sedangkan bencana alam seperti gunung meletus, gas alam, panas bumi tidak di
katagorikan sebagai pencemaran.Hal ini disebabkan karena peraturan tersebut berkaitan
dengan sanksi tuntutan hukum. Bencana alam tidak bisa dilakukan penuntutan hukum,
meskipun bencana alam dapat menyebabkan kualitas udara menjadi buruk dan tidak
dapat mendukung kehidupan manusia dan lingkungan.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun ataupun
sumber-sumber buatan seperti kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik
seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara.
Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan
lokal, regional, maupun global. Salah satu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh
industri adalah pencemaran udara oleh asap yang timbul dari proses pengolahan atau
hasil industri. Industri selalu dikaitkan dengan sumber pencemar karena industri
merupakan kegiatan yang sangat tampak dalam pembebasan berbagai senyawa kimia
kelingkungan. Kegiatan industri menyebabkan pencemaran udara karena menimbulkan
asap sebagai sumber titik dengan konsentrasi yang cukup tinggi.
Tingkat pencemaran udara di Indonesia sudah melebihi ambang batas normal
terutama dikota-kota besar akibat gas buangan kendaraan bermotor dan industri. Selain
itu, setiap tahun asap tebal meliputi wilayah Nusantara bahkan sampai kenegara tetangga
akibat pembakaran hutan, pabrik indusrti. Semakin besar jumlah penduduk di suatu
wilayah, bersamaan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, makin banyak pula
pabrik didirikan serta diproduksi mesin-mesin serta kendaraan bermotor untuk mencukupi
kebutuhan penduduk. Dalam analisisnya bahwa Pencemaran udara adalah kehadiran
satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat
membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan
kenyamanan, atau merusak properti.
Aspal merupakan material yang penting dalam pembangunan infrastruktur, khususnya
jalan raya. Pabrik aspal berperan penting dalam penyediaan material aspal. Namun,
proses produksi aspal dapat menghasilkan emisi udara yang mencemari udara.
Pencemaran udara akibat pabrik aspal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan,
seperti penyakit pernapasan, kanker, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, analisis
pencemaran udara akibat pabrik aspal perlu dilakukan untuk memahami dampaknya dan
mencari solusi untuk mengatasinya.
1.2 Tujuan
Paper ini bertujuan untuk menganalisis pencemaran udara akibat pabrik aspal.
Analisis ini akan fokus pada emisi udara yang dihasilkan oleh pabrik aspal, dampak
kesehatan dan lingkungan dari emisi tersebut, dan upaya yang dapat dilakukan untuk
mengurangi pencemaran udara
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pencemaran Udara
Undang-undang NO. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan
fungsi lingkungan hidup dan dapat mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan
lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan,
pengawasan, dan penegakan hukum. Adapun Pencemaran yang dimaksud adalah
Pencemaran Udara. Pencemaran udara akan terus berlangsung dengan laju
pertumbuhan ekonomi. Semakin berkembangnya kehidupan ekonomi, masyarakat akan
semakin banyak menggunakan bahan-bahan berteknologi tinggi yang dapat menimbulkan
pencemaran udara seperti kendaraan bermotor, industry, mobil dan kegiatan-kegiatan
lainnya. (Hasan dkk. 2020).
Udara merupakan salah satu komponen yang sangat berperan penting dalam
kelangsungan kehidupan makhluk hidup. Peningkatan aktivitas kegiatan manusia
menyebabkan konsentrasi zat dalam udara meningkat. Manusia sering kali tidak
menyadari bahwa dalam segala suatu aktivitasnya akan memberikan dampak baik positif
maupun negatif. Dampak-dampak negatif tersebut diantaranya adalah akan ada proses
pembuangan limbah ke lingkungan, baik udara, tanah, dan air. Kondisi udara yang mulai
menurun akhirnya akan memicu berbagai kalangan untuk berupaya memperbaiki kualitas
udara setempat (Winatama dkk. 2023).
Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang
mempunyai dampak sangat serius pada kesehatan manusia dan kualitas lingkungan.
Pencemaran udara pada umumnya terjadi di negara berkembang dan mempunyai banyak
industri, terutama dihasilkan oleh lalu lintas kendaraan, aktivitas industri dan pemanas
rumah selama musim dingin. Banyak penelitian yang dilakukan di belahan dunia
mebuktikan bahwa pencemaran udara mengakibatkan gangguan kesehatan pada
manusia. Pencemaran udara dapat terjadi di luar ruangan maupun di dalam ruangan.
Pencemaran udara pada daerah perkotaan dan daerah industri menghasilkan berbagai
macam polutan. Polutan yang biasa di temukan adalah PM10, PM 2,5, NO2, SO2, CO
dan HC (Nur dkk. 2021).
2.2 Karbon Monoksida
Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak memiliki warna dan bau, yang
dapat membahayakan apabila terhirup dengan jumlah yang besar. Gas CO dilepaskan
akibat adanya aktifitas pembakaran. Sumber gas CO di udara adalah mobil, truk dan
kendaraan lainnya atau mesin yang membakar bahan bakar fosil. Tidak hanya itu, namun
beberapa barang yang ada di rumah seperti pemanas ruangan dengan minyak tanah,
cerobong asap, dan tungku yang bocor serta kompos gas merupakan benda-benda yang
dapat melepaskan gas CO di dalam ruangan. Masyarakat terpapar Karbon Monoksida
dengan tingkat yang berbeda-beda dengan menghirup udara yang terkontaminasi Karbon
monoksida. Tempat dan waktu dalam sehari yang memiliki kepadatan lalu lintas yang
tinggi memiliki tangka karbon monoksida yang tinggi dibandingkan dengan tempat yang
kepadatan lalu lintasnya rendah, masyarakat dapat terpapar gas CO dari asap tembakau
baik sebagai perokok aktif atau pasif, menggunakan peralatan gas atau tungku
pembakaran kayu juga dapat menyebabkan terpapar gas CO dan masih banyak
penyebab lainnya. Gas karbon Monoksida yang bersumber dari asap rokok, asap yang
disebabkan oleh bahan bakar untuk memasak, ataupun pemanas ruangan yang dapat
berdampak fatal karena dapat mengikat HB sehingga menyebabkan COHb (Rizaldi dkk.
2022).
Masyarakat pengguna jalan raya masyarakat yang tinggal di tepi jalan raya, maupun
masyarakat yang bekerja di ataupun dekat dengan jalan raya seperti polisi lalu lintas,
kru perbaikan jalan kota, petugas kebersihan jalan, pedagang kaki lima, pengantar
barang, sopir taksi dan bus menghadapi risiko yang jauh lebih besar untuk terpapar CO
di luar ruangan. Selain paparan dari polusi kendaraan bermotor, polusi udara rumah
tangga (Household Air Pollution) dari memasak menggunakan bahan bakar biomassa
juga menjadi sumber paparan CO. Dimana separuh populasi dunia dengan mayoritas
tinggal di daerah pedesaan di negara berpenghasilan rendah, menggunakan bahan
bakar padat seperti kayu, batu bara, arang, dan kotoran hewan untuk memasak (Helmy.
2019).
2.3 Emisi Karbon
Indonesia memiliki sumber daya bahan bakar fosil yang melimpah di dunia dan masih
menjadi sumber energi utama pada beberapa tahun yang mendatang. Bahan bakar fosil
melepaskan emisi karbon dioksida (CO₂) dan gas lain yang dapat menyebabkan
peningkatan konsentrasi emisi karbon dioksida (CO₂) di atmosfer, sehingga memicu isu
pemanasan global. Perubahan iklim terjadi akibat adanya pembakaran bahan bakar fosil,
sehingga menjadi penyebab utama pelepasan CO₂ di udara (Prasetyo & Windarta. 2022).
Emisi adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan
yang masuk dan/atau dimasukkannya ke dalam udara ambien yang mempunyai dan/atau
tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar. Emisi karbon dapat didefinisikan
sebagai jumlah dari gas karbon yang dihasilkan dan dilepaskan ke atmosfer dari berbagai
aktivitas manusia terutama aktivitas operasi perusahaan. Aktivitas pada sektor energi,
agrikultur, penggunaan lahan, industri, serta transportasi dinilai menghasilkan emisi
karbon karena sektor-sektor tersebut menghasilkan gas CO2 yang merupakan perhatian
utama dalam perhitungan emisi karbon. Selain itu, terdapat jenis gas lain yang termasuk
ke dalam perhitungan emisi karbon antara lain CH4, N2O, HFC, PFC, SF6, NF3, dan gas
lainnya yang dapat merusak lapisan ozon sehingga menyebabkan peningkatan suhu bumi
(Almaeda dkk. 2023).
BAB III
ANALISA PERMASALAHAN LINGKUNGAN
3.1 Penyebab Pencemaran Udara Oleh Pabrik Aspal
Pencemaran udara adalah masuknya zat-zat berbahaya atau zat-zat yang tidak
diinginkan ke udara, yang dapat berdampak negatif pada lingkungan, satwa liar, dan
kesehatan manusia. Sumber-sumber utama pencemaran udara termasuk pembakaran
bahan bakar fosil untuk energi, transportasi, dan proses industri, serta aktivitas manusia
seperti deforestasi dan penggunaan pestisida. Polutan udara dapat bervariasi dari
partikel-partikel kecil seperti debu, asap, dan uap, hingga gas seperti sulfur dioksida dan
nitrogen oksida. Pencemaran udara dapat memiliki berbagai efek negatif, termasuk
masalah pernapasan, penyakit jantung, dan kerusakan pada tanaman dan satwa liar.
Pemerintah dan organisasi internasional telah mengambil langkah-langkah untuk
mengurangi pencemaran udara dengan menerapkan regulasi dan standar emisi,
mempromosikan sumber energi bersih, dan mendorong praktik berkelanjutan.
Pabrik aspal adalah fasilitas manufaktur di mana aspal, campuran bitumen dan
bahan lain, diproduksi dan didistribusikan. Aspal adalah bahan yang digunakan untuk
berbagai aplikasi, termasuk konstruksi jalan, perbaikan jalan, dan pelumas. Proses
pembuatan aspal melibatkan penggilingan batu bara, minyak, dan bahan lain dalam
suhu tinggi untuk menghasilkan campuran bitumen. Campuran ini kemudian dicampur
dengan bahan lain, seperti agregat (batu, kerikil, dan pasir), untuk menciptakan aspal
akhir. Pabrik aspal dapat bervariasi dalam ukuran dan kapasitas, dan dapat ditemukan
di seluruh dunia. Mereka seringkali terdiri dari beberapa oven, di mana aspal
dipanaskan dan dicampur, serta peralatan untuk mengukur dan mengontrol kualitas
aspal akhir. Pabrik aspal memainkan peran penting dalam konstruksi dan infrastruktur,
memberikan bahan penting untuk proyek-proyek jalan dan konstruksi lainnya.
Pabrik aspal dapat menjadi sumber pencemaran udara karena emisi yang
dihasilkan selama proses produksi dan transportasi aspal. Penyebab utama
pencemaran udara oleh pabrik aspal meliputi emisi dari oven selama proses pembuatan
aspal, oven menghasilkan emisi berbahaya seperti hidrokarbon, karbon monoksida, dan
partikel-partikel kecil. Emisi ini dapat melepaskan zat-zat berbahaya ke udara, yang
dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Kemudian emisi
dari kendaraan pabrik, aspal seringkali menggunakan truk dan kendaraan lain untuk
mengangkut bahan-bahan dan produk akhir. Kendaraan ini dapat menghasilkan emisi
berbahaya seperti nitrogen oksida, hidrokarbon, dan partikel-partikel kecil, yang dapat
berkontribusi pada pencemaran udara. Debu dan partikel Pabrik aspal juga dapat
menghasilkan debu dan partikel-partikel kecil selama proses produksi, yang dapat
melepaskan partikel-partikel ke udara.-partikel ini dapat menjadi masalah kesehatan jika
mereka sangat kecil dan dapat dihirup oleh manusia. Selanjutnya penggunaan bahan-
bahan berbahaya, pabrik aspal dapat menggunakan bahan-bahan berbahaya selama
proses produksi, seperti bahan-bahan yang mengandung timbal atau merkuri. emisi dari
bahan-bahan ini dapat menjadi sumber pencemaran udara.
3.2 Dampak Pencemaran Udara Oleh Pabrik Aspal
Dampak paling jelas yang ditimbulkan oleh asap pabrik adalah polusi udara. Udara
yang tercemar oleh zat-zat berbahaya tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit
seperti gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit, dan bahkan dapat berdampak lebih
serius pada sistem kardiovaskular. Tidak hanya manusia, hewan dan tumbuhan pun
juga tak luput dari bahaya polusi udara ini. Dalam jangka panjang, polusi udara dapat
merusak ekosistem dan mengganggu keseimbangan alam.
Selain polusi udara, asap pabrik juga mempengaruhi kualitas air dan tanah di
sekitarnya. Saat hujan turun, partikel-partikel berbahaya dalam asap akan ikut terbawa
dan mencemari air permukaan. Dalam jangka panjang, pencemaran ini dapat
menyebabkan kerusakan ekosistem air, merusak kualitas sumber air yang
memengaruhi kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Sedangkan, pengaruhnya
terhadap tanah dapat merusak kesuburan dan menyebabkan keracunan makanan yang
tumbuh di tanah yang terkontaminasi.
Tentu saja, dampak buruk asap pabrik bagi lingkungan ini tidak bisa disepelekan.
Oleh karena itu, diperlukan upaya dari berbagai pihak untuk mengurangi dampak negatif
ini. Penerapan teknologi modern, seperti penggunaan filter dan sistem kontrol emisi,
dapat membantu mengurangi emisi berbahaya dari asap pabrik. Selain itu, pemantauan
dan pengontrolan yang ketat dari pemerintah dan lembaga terkait juga perlu diperkuat
guna menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar.
Asap pabrik memang memberikan dampak serius bagi lingkungan sekitarnya.
Namun, dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat mengurangi dampak
negatif ini. Jika semua pihak bekerja sama untuk memprioritaskan kelestarian
lingkungan, masa depan kita dan generasi mendatang akan tetap terjaga.
Dalam proses produksi industri, pabrik sering menghasilkan asap atau gas buang
beracun sebagai sisa dari operasional mereka. Asap pabrik ini dapat memiliki dampak
yang serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam artikel ini, kita akan
menjelaskan beberapa dampak yang timbul akibat asap pabrik serta upaya yang dapat
dilakukan untuk mengurangi dampak negatifnya.
3.2.1 Pencemaran Udara
Dampak yang paling nyata dari asap pabrik adalah pencemaran udara. Asap dari
industri pabrik mengandung berbagai zat beracun seperti belerang dioksida, nitrogen
dioksida, karbon monoksida, dan partikel mikro yang dapat terhirup oleh manusia.
Ketika asap pabrik terhirup oleh manusia, dapat menyebabkan masalah pernapasan,
iritasi pada kulit dan mata, dan bahkan penyakit serius seperti kanker.
Asap pabrik juga dapat mencemari lingkungan sekitarnya. Ketika mengendap di
tanah dan air, asap pabrik dapat merusak kualitas tanah dan sumber air yang
menyebabkan kerusakan pada ekosistem. Tanaman dan hewan dapat terpengaruh oleh
asap pabrik, mengancam kelangsungan hidup mereka.
3.2.2 Pemanasan Global
Asap pabrik juga berkontribusi terhadap pemanasan global. Beberapa zat dalam
asap pabrik, seperti karbon dioksida dan metana, dapat menahan panas di atmosfer
dan menyebabkan peningkatan suhu global. Hal ini mengakibatkan perubahan iklim
yang signifikan, seperti peningkatan suhu rata-rata dan perubahan pola cuaca.
Dampaknya dapat dirasakan dalam bentuk bencana alam seperti banjir, kekeringan,
dan badai yang semakin parah.
3.2.3 Kerusakan Lingkungan
Asap pabrik juga dapat mencemari ekosistem air. Ketika terhirup oleh ikan dan
makhluk air lainnya, asap pabrik dapat beracun dan berdampak negatif pada organisme
dalam air. Selain itu, asap pabrik yang tercemar juga bisa merusak struktur dan
keberlanjutan hutan. Hutan merupakan rumah bagi banyak spesies flora dan fauna, dan
kerusakan yang disebabkan oleh asap pabrik dapat menyebabkan kepunahan dan
gangguan pada ekosistem hutan.
BAB IV
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
4.1 Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara oleh pabrik aspal
yaitu:
 Pabrik aspal harus memahami jenis polutan yang umumnya ditemukan di lingkungan
industri, seperti karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida
(NO2), dan partikel-partikel halus, serta asap dan debu yang mengandung bahan
kimia berbahaya. Dengan demikian, pabrik dapat mengembangkan strategi yang lebih
efektif untuk mengurangi emisi polutan.
 Pabrik aspal harus menerapkan sistem ventilasi yang efisien untuk mengarahkan
udara bersih ke dalam pabrik dan mengeluarkan udara yang terkontaminasi secara
efektif. Sistem ventilasi yang baik juga membantu memastikan sirkulasi udara yang
baik dan mengurangi konsentrasi polutan di udara.
 Pabrik aspal harus melakukan monitoring kualitas udara secara berkala untuk
mengidentifikasi dan mengatasi pencemaran udara sebelum berlanjut. Indeks Standar
Pencemar Udara (ISPU) dapat digunakan sebagai ukuran kualitas udara ambien,
yang didasarkan pada dampak pada kesehatan manusia, nilai estetika, dan mahluk
hidup lainnya.
 Pabrik aspal harus meningkatkan efisiensi energi untuk mengurangi konsumsi energi
dan emisi polutan. Dengan demikian, pabrik dapat mengurangi biaya operasional dan
mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
 Pabrik aspal harus melakukan daur ulang dan pengelolaan limbah yang tepat untuk
mengurangi emisi polutan dan mencegah pencemaran lingkungan. pabrik aspal yang
tidak memenuhi persyaratan terkait tata kelola limbahnya dapat dihentikan
operasionalnya sementara untuk melakukan perbaikan.
4.2. Dampak pencemaran udara oleh pabrik aspal yang dapat diantisipasi melalui
upaya-upaya tersebut adalah:
 Kerusakan Lingkungan: Pencemaran udara dapat merusak ekosistem, seperti hutan
dan lahan basah, serta merusak tanaman dan hewan liar.
 Perubahan Iklim: Gas buang dari pabrik, seperti karbon dioksida, dapat memengaruhi
iklim global dengan meningkatkan suhu bumi, yang dapat memiliki dampak serius.
 Kerugian Ekonomi: Kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan penurunan
produktivitas karena masalah kesehatan yang timbul, serta industri yang terlibat dalam
polusi udara dapat menghadapi biaya tinggi untuk mematuhi peraturan lingkungan
yang lebih ketat.
 Kesehatan Manusia: Pencemaran udara dapat merugikan kesehatan manusia dengan
terhirupnya partikel-partikel halus dan senyawa organik volatil (VOCs)
BAB V
KESIMPULAN
Kesimpulan dari pembuatan paper ini adalah pencemaran udara akibat pabrik aspal
merupakan masalah yang serius yang memerlukan analisis dan tindakan segera. Pabrik
aspal menghasilkan emisi udara yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia, dapat
menyebabkan pemanasan global, kerusakan lingkungan, dan menimbulkan
pencemaran udara. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi
pencemaran udara, seperti pabrik aspal harus memahami jenis polutan, pabrik aspal
harus menerapkan sistem ventilasi yang efisien, pabrik aspal harus melakukan
monitoring kualitas udara secara berkala, pabrik aspal harus meningkatkan efisiensi
energi dan pabrik aspal harus melakukan daur ulang dan pengelolaan limbah yang tepat
sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
DAFTAR PUSTAKA
Almaeda, T, R., dkk. 2023. Perkembangan Penelitian Carbon Disclosure di Indonesia. Riviu
Akuntansi dan Bisnis Indonesia, 7(1), 109-133.
Hasan, N., dkk., 2020. Analisis Pencemaran Udara Akibat Pabrik Aspal Berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran
Udara. Madani Legal Review Malrev. ISSN : 2580-6319, Vol. 4 No. 2
Helmy, R. 2019. Hubungan Paparan Debu dan Karakteristik Individu dengan Status Faal Paru
Pedagang di Sekitar Kawasan Industri Gresik. Jurnal Kesehatan Lingkungan. ISSN :
1829-7285, Vol. 11 No. 2
Nur, E., dkk., 2021. Risiko Gangguan Kesehatan Masyarakat Akibat Pajanan PM10 di Kota
Padang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 20 (2), 2021, 97-103.
Prasetyo, A, W & Windarta, J. 2022. Pemanfaatan Teknologi Carbon Capture Storage (CCS)
dalam Upaya Mendukung Produksi Energi yang Berkelanjutan. Jurnal Energi Baru &
Terbarukan.
Rizaldi, M, A., dkk., 2022. Literature Review: Dampak Paparan Gas Karbon Monoksida
Terhadap Kesehatan Masyarakat yang Rentan dan Berisiko Tinggi. Jurnal Kesehatan
Lingkungan Indonesia. 21 (3), 2022, 253-256.
Winatama, D., dkk., 2023. Analisis Kualitas Udara pada Kawasan Transportasi, Industri,
Perkotaan, Permukiman, dan Perdagangan di Kota Tegal. Jurnal Ilmu Lingkungan.
ISSN : 1829-8907, Vol 21 Issue 2 (2023) 381-386

More Related Content

Similar to ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL

Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
Operator Warnet Vast Raha
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
Operator Warnet Vast Raha
 
22323099 Gilang Hendriko.Tugas Pencemaran Udara.pdf
22323099 Gilang Hendriko.Tugas Pencemaran Udara.pdf22323099 Gilang Hendriko.Tugas Pencemaran Udara.pdf
22323099 Gilang Hendriko.Tugas Pencemaran Udara.pdf
Gilanghendrico
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
Warnet Raha
 
Makalah emisi gas buang
Makalah emisi gas buangMakalah emisi gas buang
Makalah emisi gas buang
SyahMauliqieNajmaari
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
mellia513
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
Anto Freistyawan
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
Operator Warnet Vast Raha
 
emisi gas buang
emisi gas buangemisi gas buang
emisi gas buang
SyahMauliqieNajmaari
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
Septian Muna Barakati
 
Pencemaran Udara
 Pencemaran Udara Pencemaran Udara
Pencemaran Udara
Lestari Moerdijat
 
Presetasi h.p.l.
Presetasi h.p.l.Presetasi h.p.l.
Presetasi h.p.l.
Tedylesmana Pribadi
 
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lahan Pertanian
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lahan PertanianDampak Pencemaran Udara Terhadap Lahan Pertanian
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lahan Pertanian
d1051231078
 
Tugas pengetahuan lingkungan
Tugas pengetahuan lingkunganTugas pengetahuan lingkungan
Tugas pengetahuan lingkungan
089672605520
 
Tugas pengetahuan lingkungan
Tugas pengetahuan lingkunganTugas pengetahuan lingkungan
Tugas pengetahuan lingkungan
089672605520
 
Tugas makalah bhs
Tugas makalah bhsTugas makalah bhs
Tugas makalah bhs
Dika Wulandari
 

Similar to ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL (20)

Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
22323099 Gilang Hendriko.Tugas Pencemaran Udara.pdf
22323099 Gilang Hendriko.Tugas Pencemaran Udara.pdf22323099 Gilang Hendriko.Tugas Pencemaran Udara.pdf
22323099 Gilang Hendriko.Tugas Pencemaran Udara.pdf
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
Makalah emisi gas buang
Makalah emisi gas buangMakalah emisi gas buang
Makalah emisi gas buang
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
emisi gas buang
emisi gas buangemisi gas buang
emisi gas buang
 
Makalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udaraMakalah pencemaran udara
Makalah pencemaran udara
 
Pencemaran Udara
 Pencemaran Udara Pencemaran Udara
Pencemaran Udara
 
Presetasi h.p.l.
Presetasi h.p.l.Presetasi h.p.l.
Presetasi h.p.l.
 
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lahan Pertanian
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lahan PertanianDampak Pencemaran Udara Terhadap Lahan Pertanian
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lahan Pertanian
 
Tugas pengetahuan lingkungan
Tugas pengetahuan lingkunganTugas pengetahuan lingkungan
Tugas pengetahuan lingkungan
 
Tugas pengetahuan lingkungan
Tugas pengetahuan lingkunganTugas pengetahuan lingkungan
Tugas pengetahuan lingkungan
 
Tugas makalah bhs
Tugas makalah bhsTugas makalah bhs
Tugas makalah bhs
 

Recently uploaded

Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptxWawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
titis33
 
Power point kesehatan reproduksi remaja ppt
Power point kesehatan reproduksi remaja pptPower point kesehatan reproduksi remaja ppt
Power point kesehatan reproduksi remaja ppt
isma211554
 
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
sudianaade137
 
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdfATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
LailaVikaSafitri
 
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
AdeWahyuni13
 
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum MerdekaMateri MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
RizkiDwiKamalulJamal1
 
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.pptKENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
agusmustofa20
 
Materi sosialisasi tentang anti perundungan
Materi sosialisasi tentang anti perundunganMateri sosialisasi tentang anti perundungan
Materi sosialisasi tentang anti perundungan
RahayuAprilina1
 
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptxProyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
mesripd99
 
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdfPPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
adrianadiyansyah36
 
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptxRefleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
HidayatulMabrur1
 
MATERI TEKS DESKRIPSI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA .pptx
MATERI TEKS DESKRIPSI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA .pptxMATERI TEKS DESKRIPSI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA .pptx
MATERI TEKS DESKRIPSI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA .pptx
NurudinJohri1
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
dexallsonmully
 
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptxppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
mmansyur42
 
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptxPENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
SMANSinunukan
 
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptxmateri MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
NoviaSriAstini
 
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMPMPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
baiqdevi36
 
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptxpendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
RizkyKaruniaSari
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
masyithah15
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
bamboekuning
 

Recently uploaded (20)

Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptxWawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
 
Power point kesehatan reproduksi remaja ppt
Power point kesehatan reproduksi remaja pptPower point kesehatan reproduksi remaja ppt
Power point kesehatan reproduksi remaja ppt
 
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdfATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
 
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
 
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum MerdekaMateri MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
 
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.pptKENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
 
Materi sosialisasi tentang anti perundungan
Materi sosialisasi tentang anti perundunganMateri sosialisasi tentang anti perundungan
Materi sosialisasi tentang anti perundungan
 
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptxProyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
 
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdfPPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
 
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptxRefleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
 
MATERI TEKS DESKRIPSI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA .pptx
MATERI TEKS DESKRIPSI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA .pptxMATERI TEKS DESKRIPSI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA .pptx
MATERI TEKS DESKRIPSI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA .pptx
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
 
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptxppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
 
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptxPENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
 
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptxmateri MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
 
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMPMPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
 
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptxpendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
 

ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL

  • 1. PAPER KIMIA LINGKUNGAN ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL DISUSUN OLEH: SYAHARANI ARIANTI D1051231024 ANNISA SYAHFITRI D1051231074 DOSEN PENGAMPU: OCHIH SAZIATI S. SI., M. SC. JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2024
  • 2. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran udara menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya. Dari pengertian pencemaran udara diatas, berdasarkan peraturan perundangan di atas, pencemaran diakibatkan oleh kegiatan manusia, baik disengaja atau tidak, sedangkan bencana alam seperti gunung meletus, gas alam, panas bumi tidak di katagorikan sebagai pencemaran.Hal ini disebabkan karena peraturan tersebut berkaitan dengan sanksi tuntutan hukum. Bencana alam tidak bisa dilakukan penuntutan hukum, meskipun bencana alam dapat menyebabkan kualitas udara menjadi buruk dan tidak dapat mendukung kehidupan manusia dan lingkungan. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun ataupun sumber-sumber buatan seperti kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. Salah satu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh industri adalah pencemaran udara oleh asap yang timbul dari proses pengolahan atau hasil industri. Industri selalu dikaitkan dengan sumber pencemar karena industri merupakan kegiatan yang sangat tampak dalam pembebasan berbagai senyawa kimia kelingkungan. Kegiatan industri menyebabkan pencemaran udara karena menimbulkan asap sebagai sumber titik dengan konsentrasi yang cukup tinggi. Tingkat pencemaran udara di Indonesia sudah melebihi ambang batas normal terutama dikota-kota besar akibat gas buangan kendaraan bermotor dan industri. Selain itu, setiap tahun asap tebal meliputi wilayah Nusantara bahkan sampai kenegara tetangga akibat pembakaran hutan, pabrik indusrti. Semakin besar jumlah penduduk di suatu
  • 3. wilayah, bersamaan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, makin banyak pula pabrik didirikan serta diproduksi mesin-mesin serta kendaraan bermotor untuk mencukupi kebutuhan penduduk. Dalam analisisnya bahwa Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Aspal merupakan material yang penting dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan raya. Pabrik aspal berperan penting dalam penyediaan material aspal. Namun, proses produksi aspal dapat menghasilkan emisi udara yang mencemari udara. Pencemaran udara akibat pabrik aspal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit pernapasan, kanker, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, analisis pencemaran udara akibat pabrik aspal perlu dilakukan untuk memahami dampaknya dan mencari solusi untuk mengatasinya. 1.2 Tujuan Paper ini bertujuan untuk menganalisis pencemaran udara akibat pabrik aspal. Analisis ini akan fokus pada emisi udara yang dihasilkan oleh pabrik aspal, dampak kesehatan dan lingkungan dari emisi tersebut, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara
  • 4. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pencemaran Udara Undang-undang NO. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan dapat mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Adapun Pencemaran yang dimaksud adalah Pencemaran Udara. Pencemaran udara akan terus berlangsung dengan laju pertumbuhan ekonomi. Semakin berkembangnya kehidupan ekonomi, masyarakat akan semakin banyak menggunakan bahan-bahan berteknologi tinggi yang dapat menimbulkan pencemaran udara seperti kendaraan bermotor, industry, mobil dan kegiatan-kegiatan lainnya. (Hasan dkk. 2020). Udara merupakan salah satu komponen yang sangat berperan penting dalam kelangsungan kehidupan makhluk hidup. Peningkatan aktivitas kegiatan manusia menyebabkan konsentrasi zat dalam udara meningkat. Manusia sering kali tidak menyadari bahwa dalam segala suatu aktivitasnya akan memberikan dampak baik positif maupun negatif. Dampak-dampak negatif tersebut diantaranya adalah akan ada proses pembuangan limbah ke lingkungan, baik udara, tanah, dan air. Kondisi udara yang mulai menurun akhirnya akan memicu berbagai kalangan untuk berupaya memperbaiki kualitas udara setempat (Winatama dkk. 2023). Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang mempunyai dampak sangat serius pada kesehatan manusia dan kualitas lingkungan. Pencemaran udara pada umumnya terjadi di negara berkembang dan mempunyai banyak industri, terutama dihasilkan oleh lalu lintas kendaraan, aktivitas industri dan pemanas rumah selama musim dingin. Banyak penelitian yang dilakukan di belahan dunia mebuktikan bahwa pencemaran udara mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia. Pencemaran udara dapat terjadi di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Pencemaran udara pada daerah perkotaan dan daerah industri menghasilkan berbagai macam polutan. Polutan yang biasa di temukan adalah PM10, PM 2,5, NO2, SO2, CO dan HC (Nur dkk. 2021).
  • 5. 2.2 Karbon Monoksida Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak memiliki warna dan bau, yang dapat membahayakan apabila terhirup dengan jumlah yang besar. Gas CO dilepaskan akibat adanya aktifitas pembakaran. Sumber gas CO di udara adalah mobil, truk dan kendaraan lainnya atau mesin yang membakar bahan bakar fosil. Tidak hanya itu, namun beberapa barang yang ada di rumah seperti pemanas ruangan dengan minyak tanah, cerobong asap, dan tungku yang bocor serta kompos gas merupakan benda-benda yang dapat melepaskan gas CO di dalam ruangan. Masyarakat terpapar Karbon Monoksida dengan tingkat yang berbeda-beda dengan menghirup udara yang terkontaminasi Karbon monoksida. Tempat dan waktu dalam sehari yang memiliki kepadatan lalu lintas yang tinggi memiliki tangka karbon monoksida yang tinggi dibandingkan dengan tempat yang kepadatan lalu lintasnya rendah, masyarakat dapat terpapar gas CO dari asap tembakau baik sebagai perokok aktif atau pasif, menggunakan peralatan gas atau tungku pembakaran kayu juga dapat menyebabkan terpapar gas CO dan masih banyak penyebab lainnya. Gas karbon Monoksida yang bersumber dari asap rokok, asap yang disebabkan oleh bahan bakar untuk memasak, ataupun pemanas ruangan yang dapat berdampak fatal karena dapat mengikat HB sehingga menyebabkan COHb (Rizaldi dkk. 2022). Masyarakat pengguna jalan raya masyarakat yang tinggal di tepi jalan raya, maupun masyarakat yang bekerja di ataupun dekat dengan jalan raya seperti polisi lalu lintas, kru perbaikan jalan kota, petugas kebersihan jalan, pedagang kaki lima, pengantar barang, sopir taksi dan bus menghadapi risiko yang jauh lebih besar untuk terpapar CO di luar ruangan. Selain paparan dari polusi kendaraan bermotor, polusi udara rumah tangga (Household Air Pollution) dari memasak menggunakan bahan bakar biomassa juga menjadi sumber paparan CO. Dimana separuh populasi dunia dengan mayoritas tinggal di daerah pedesaan di negara berpenghasilan rendah, menggunakan bahan bakar padat seperti kayu, batu bara, arang, dan kotoran hewan untuk memasak (Helmy. 2019). 2.3 Emisi Karbon Indonesia memiliki sumber daya bahan bakar fosil yang melimpah di dunia dan masih menjadi sumber energi utama pada beberapa tahun yang mendatang. Bahan bakar fosil melepaskan emisi karbon dioksida (CO₂) dan gas lain yang dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi emisi karbon dioksida (CO₂) di atmosfer, sehingga memicu isu
  • 6. pemanasan global. Perubahan iklim terjadi akibat adanya pembakaran bahan bakar fosil, sehingga menjadi penyebab utama pelepasan CO₂ di udara (Prasetyo & Windarta. 2022). Emisi adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk dan/atau dimasukkannya ke dalam udara ambien yang mempunyai dan/atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar. Emisi karbon dapat didefinisikan sebagai jumlah dari gas karbon yang dihasilkan dan dilepaskan ke atmosfer dari berbagai aktivitas manusia terutama aktivitas operasi perusahaan. Aktivitas pada sektor energi, agrikultur, penggunaan lahan, industri, serta transportasi dinilai menghasilkan emisi karbon karena sektor-sektor tersebut menghasilkan gas CO2 yang merupakan perhatian utama dalam perhitungan emisi karbon. Selain itu, terdapat jenis gas lain yang termasuk ke dalam perhitungan emisi karbon antara lain CH4, N2O, HFC, PFC, SF6, NF3, dan gas lainnya yang dapat merusak lapisan ozon sehingga menyebabkan peningkatan suhu bumi (Almaeda dkk. 2023).
  • 7. BAB III ANALISA PERMASALAHAN LINGKUNGAN 3.1 Penyebab Pencemaran Udara Oleh Pabrik Aspal Pencemaran udara adalah masuknya zat-zat berbahaya atau zat-zat yang tidak diinginkan ke udara, yang dapat berdampak negatif pada lingkungan, satwa liar, dan kesehatan manusia. Sumber-sumber utama pencemaran udara termasuk pembakaran bahan bakar fosil untuk energi, transportasi, dan proses industri, serta aktivitas manusia seperti deforestasi dan penggunaan pestisida. Polutan udara dapat bervariasi dari partikel-partikel kecil seperti debu, asap, dan uap, hingga gas seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Pencemaran udara dapat memiliki berbagai efek negatif, termasuk masalah pernapasan, penyakit jantung, dan kerusakan pada tanaman dan satwa liar. Pemerintah dan organisasi internasional telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pencemaran udara dengan menerapkan regulasi dan standar emisi, mempromosikan sumber energi bersih, dan mendorong praktik berkelanjutan. Pabrik aspal adalah fasilitas manufaktur di mana aspal, campuran bitumen dan bahan lain, diproduksi dan didistribusikan. Aspal adalah bahan yang digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk konstruksi jalan, perbaikan jalan, dan pelumas. Proses pembuatan aspal melibatkan penggilingan batu bara, minyak, dan bahan lain dalam suhu tinggi untuk menghasilkan campuran bitumen. Campuran ini kemudian dicampur dengan bahan lain, seperti agregat (batu, kerikil, dan pasir), untuk menciptakan aspal akhir. Pabrik aspal dapat bervariasi dalam ukuran dan kapasitas, dan dapat ditemukan di seluruh dunia. Mereka seringkali terdiri dari beberapa oven, di mana aspal dipanaskan dan dicampur, serta peralatan untuk mengukur dan mengontrol kualitas aspal akhir. Pabrik aspal memainkan peran penting dalam konstruksi dan infrastruktur, memberikan bahan penting untuk proyek-proyek jalan dan konstruksi lainnya. Pabrik aspal dapat menjadi sumber pencemaran udara karena emisi yang dihasilkan selama proses produksi dan transportasi aspal. Penyebab utama pencemaran udara oleh pabrik aspal meliputi emisi dari oven selama proses pembuatan aspal, oven menghasilkan emisi berbahaya seperti hidrokarbon, karbon monoksida, dan partikel-partikel kecil. Emisi ini dapat melepaskan zat-zat berbahaya ke udara, yang dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Kemudian emisi
  • 8. dari kendaraan pabrik, aspal seringkali menggunakan truk dan kendaraan lain untuk mengangkut bahan-bahan dan produk akhir. Kendaraan ini dapat menghasilkan emisi berbahaya seperti nitrogen oksida, hidrokarbon, dan partikel-partikel kecil, yang dapat berkontribusi pada pencemaran udara. Debu dan partikel Pabrik aspal juga dapat menghasilkan debu dan partikel-partikel kecil selama proses produksi, yang dapat melepaskan partikel-partikel ke udara.-partikel ini dapat menjadi masalah kesehatan jika mereka sangat kecil dan dapat dihirup oleh manusia. Selanjutnya penggunaan bahan- bahan berbahaya, pabrik aspal dapat menggunakan bahan-bahan berbahaya selama proses produksi, seperti bahan-bahan yang mengandung timbal atau merkuri. emisi dari bahan-bahan ini dapat menjadi sumber pencemaran udara. 3.2 Dampak Pencemaran Udara Oleh Pabrik Aspal Dampak paling jelas yang ditimbulkan oleh asap pabrik adalah polusi udara. Udara yang tercemar oleh zat-zat berbahaya tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit, dan bahkan dapat berdampak lebih serius pada sistem kardiovaskular. Tidak hanya manusia, hewan dan tumbuhan pun juga tak luput dari bahaya polusi udara ini. Dalam jangka panjang, polusi udara dapat merusak ekosistem dan mengganggu keseimbangan alam. Selain polusi udara, asap pabrik juga mempengaruhi kualitas air dan tanah di sekitarnya. Saat hujan turun, partikel-partikel berbahaya dalam asap akan ikut terbawa dan mencemari air permukaan. Dalam jangka panjang, pencemaran ini dapat menyebabkan kerusakan ekosistem air, merusak kualitas sumber air yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Sedangkan, pengaruhnya terhadap tanah dapat merusak kesuburan dan menyebabkan keracunan makanan yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi. Tentu saja, dampak buruk asap pabrik bagi lingkungan ini tidak bisa disepelekan. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari berbagai pihak untuk mengurangi dampak negatif ini. Penerapan teknologi modern, seperti penggunaan filter dan sistem kontrol emisi, dapat membantu mengurangi emisi berbahaya dari asap pabrik. Selain itu, pemantauan dan pengontrolan yang ketat dari pemerintah dan lembaga terkait juga perlu diperkuat guna menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar. Asap pabrik memang memberikan dampak serius bagi lingkungan sekitarnya. Namun, dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat mengurangi dampak negatif ini. Jika semua pihak bekerja sama untuk memprioritaskan kelestarian lingkungan, masa depan kita dan generasi mendatang akan tetap terjaga.
  • 9. Dalam proses produksi industri, pabrik sering menghasilkan asap atau gas buang beracun sebagai sisa dari operasional mereka. Asap pabrik ini dapat memiliki dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan beberapa dampak yang timbul akibat asap pabrik serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatifnya. 3.2.1 Pencemaran Udara Dampak yang paling nyata dari asap pabrik adalah pencemaran udara. Asap dari industri pabrik mengandung berbagai zat beracun seperti belerang dioksida, nitrogen dioksida, karbon monoksida, dan partikel mikro yang dapat terhirup oleh manusia. Ketika asap pabrik terhirup oleh manusia, dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi pada kulit dan mata, dan bahkan penyakit serius seperti kanker. Asap pabrik juga dapat mencemari lingkungan sekitarnya. Ketika mengendap di tanah dan air, asap pabrik dapat merusak kualitas tanah dan sumber air yang menyebabkan kerusakan pada ekosistem. Tanaman dan hewan dapat terpengaruh oleh asap pabrik, mengancam kelangsungan hidup mereka. 3.2.2 Pemanasan Global Asap pabrik juga berkontribusi terhadap pemanasan global. Beberapa zat dalam asap pabrik, seperti karbon dioksida dan metana, dapat menahan panas di atmosfer dan menyebabkan peningkatan suhu global. Hal ini mengakibatkan perubahan iklim yang signifikan, seperti peningkatan suhu rata-rata dan perubahan pola cuaca. Dampaknya dapat dirasakan dalam bentuk bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan badai yang semakin parah. 3.2.3 Kerusakan Lingkungan Asap pabrik juga dapat mencemari ekosistem air. Ketika terhirup oleh ikan dan makhluk air lainnya, asap pabrik dapat beracun dan berdampak negatif pada organisme dalam air. Selain itu, asap pabrik yang tercemar juga bisa merusak struktur dan keberlanjutan hutan. Hutan merupakan rumah bagi banyak spesies flora dan fauna, dan kerusakan yang disebabkan oleh asap pabrik dapat menyebabkan kepunahan dan gangguan pada ekosistem hutan.
  • 10. BAB IV UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 4.1 Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara oleh pabrik aspal yaitu:  Pabrik aspal harus memahami jenis polutan yang umumnya ditemukan di lingkungan industri, seperti karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan partikel-partikel halus, serta asap dan debu yang mengandung bahan kimia berbahaya. Dengan demikian, pabrik dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mengurangi emisi polutan.  Pabrik aspal harus menerapkan sistem ventilasi yang efisien untuk mengarahkan udara bersih ke dalam pabrik dan mengeluarkan udara yang terkontaminasi secara efektif. Sistem ventilasi yang baik juga membantu memastikan sirkulasi udara yang baik dan mengurangi konsentrasi polutan di udara.  Pabrik aspal harus melakukan monitoring kualitas udara secara berkala untuk mengidentifikasi dan mengatasi pencemaran udara sebelum berlanjut. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dapat digunakan sebagai ukuran kualitas udara ambien, yang didasarkan pada dampak pada kesehatan manusia, nilai estetika, dan mahluk hidup lainnya.  Pabrik aspal harus meningkatkan efisiensi energi untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi polutan. Dengan demikian, pabrik dapat mengurangi biaya operasional dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.  Pabrik aspal harus melakukan daur ulang dan pengelolaan limbah yang tepat untuk mengurangi emisi polutan dan mencegah pencemaran lingkungan. pabrik aspal yang tidak memenuhi persyaratan terkait tata kelola limbahnya dapat dihentikan operasionalnya sementara untuk melakukan perbaikan.
  • 11. 4.2. Dampak pencemaran udara oleh pabrik aspal yang dapat diantisipasi melalui upaya-upaya tersebut adalah:  Kerusakan Lingkungan: Pencemaran udara dapat merusak ekosistem, seperti hutan dan lahan basah, serta merusak tanaman dan hewan liar.  Perubahan Iklim: Gas buang dari pabrik, seperti karbon dioksida, dapat memengaruhi iklim global dengan meningkatkan suhu bumi, yang dapat memiliki dampak serius.  Kerugian Ekonomi: Kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan penurunan produktivitas karena masalah kesehatan yang timbul, serta industri yang terlibat dalam polusi udara dapat menghadapi biaya tinggi untuk mematuhi peraturan lingkungan yang lebih ketat.  Kesehatan Manusia: Pencemaran udara dapat merugikan kesehatan manusia dengan terhirupnya partikel-partikel halus dan senyawa organik volatil (VOCs)
  • 12. BAB V KESIMPULAN Kesimpulan dari pembuatan paper ini adalah pencemaran udara akibat pabrik aspal merupakan masalah yang serius yang memerlukan analisis dan tindakan segera. Pabrik aspal menghasilkan emisi udara yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia, dapat menyebabkan pemanasan global, kerusakan lingkungan, dan menimbulkan pencemaran udara. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara, seperti pabrik aspal harus memahami jenis polutan, pabrik aspal harus menerapkan sistem ventilasi yang efisien, pabrik aspal harus melakukan monitoring kualitas udara secara berkala, pabrik aspal harus meningkatkan efisiensi energi dan pabrik aspal harus melakukan daur ulang dan pengelolaan limbah yang tepat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
  • 13. DAFTAR PUSTAKA Almaeda, T, R., dkk. 2023. Perkembangan Penelitian Carbon Disclosure di Indonesia. Riviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia, 7(1), 109-133. Hasan, N., dkk., 2020. Analisis Pencemaran Udara Akibat Pabrik Aspal Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Madani Legal Review Malrev. ISSN : 2580-6319, Vol. 4 No. 2 Helmy, R. 2019. Hubungan Paparan Debu dan Karakteristik Individu dengan Status Faal Paru Pedagang di Sekitar Kawasan Industri Gresik. Jurnal Kesehatan Lingkungan. ISSN : 1829-7285, Vol. 11 No. 2 Nur, E., dkk., 2021. Risiko Gangguan Kesehatan Masyarakat Akibat Pajanan PM10 di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 20 (2), 2021, 97-103. Prasetyo, A, W & Windarta, J. 2022. Pemanfaatan Teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dalam Upaya Mendukung Produksi Energi yang Berkelanjutan. Jurnal Energi Baru & Terbarukan. Rizaldi, M, A., dkk., 2022. Literature Review: Dampak Paparan Gas Karbon Monoksida Terhadap Kesehatan Masyarakat yang Rentan dan Berisiko Tinggi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 21 (3), 2022, 253-256. Winatama, D., dkk., 2023. Analisis Kualitas Udara pada Kawasan Transportasi, Industri, Perkotaan, Permukiman, dan Perdagangan di Kota Tegal. Jurnal Ilmu Lingkungan. ISSN : 1829-8907, Vol 21 Issue 2 (2023) 381-386