Perihal Negara
pendahuluan
   Max Webber: a state is a human community that
    succesfully claims the monopoly of legitimate use of
    physical force within a given territory. (kontrak politik)
   The of physical force is neither the sole, nor even
    the most usual, method of administration of political
    organization. (tidak dapat digunakan untuk setiap
    kasus yang muncul)
   Roger Soltau dan Harold J. Laski: alat atau
    wewenang yang mengatur atau mengendalikan
    persoalan-persoalan bersama atas nama
    masyarakat.
   Peran Negara yang cukup besarkontrak sosial
    pada saat dibentuk.
Negara Laski:
   Suatu masyarakat yang diintegrasikan karena
    mempunyai kewenangan yang bersifat memaksa
    dan yang secara sah lebih agung daripada individu
    atau kelompok yang merupakan bagian dari
    masyarakat itu.
   Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang
    hidup dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya
    keinginan-keinginan mereka bersama
   Masyarakat merupakan negara, dengan berbagai
    cara harus ditaati baik oleh individu maupun oleh
    asosiasi-asosiasi ditentukan oleh suatu wewenang
    yang bersifat memaksa dan mengikat.
Lanjutan….

   Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik
    yang diamanatkan oleh masyarakat kepada
    kelompok kecil warga masyarakat itu sendiri untuk
    mengatur hubungan-hubungan antar manusia guna
    penciptaan ketertiban.
   Larson, sebuah konsep inklusif yang meliputi semua
    aspek pembuatan kebijakan dan implementasi
    sanksi hukumnya.
   Calvert, komunitas yang terorganisir untuk suati
    tujuan politik, dalam konteks ini bukan sekedar
    institusi tapi lebih daripada itu.
   Miriam Budiardjo, integrasi dari kekuasaan politik
Lanjutan….
   Negara adalah instrumen dari masyarakat yang
    mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-
    hubungan manusia dalam masyarakat yang
    mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-
    hubungan manusia dalam masyarakat dalam rangka
    menciptakan ketertiban dari gejala-gejala perebutan
    kekuasaan inkonstitusional dalam masyarakat
    (miriam budiardjo).
   Negara menentukan cara-cara dan batasan, yang
    terdapat dalam kontrak politik yang disepakati
    bersama sebagai tujuan bersama.
Asal Mula Negara
 Ken’ichiro : dua model proses terbentuknya negara :
1. Model ortodoks, proses terbentuknya suatu negara
   (negara-bangsa) diawali dari adanya perikatan
   emosional dalam imaji bangsa tersebut terbentuk
   melalui pengalaman bersama dan perasaan
   primordial, konstruksi negara wujud dalam rezim
   politik, sesuai dengan preferensi ideologi yang
   dianggap baik utk mencapai tujuan bersama.
2. Model mutakhir, berawal dari adanya negara
   sebagai entitas pertama baru kemudian muncullah
   suku-suku yang pada akhirnya dapat melahirkan
   bangsa-bangsa.
Lanjutan…
 Di dalam Leo Agustino (2009) ada dua teori
  fungsional dan Marxis:
1. Teori fungsionalis (Sanderson), lahirnya negara
    oleh karena adanya kebutuhan yang dirasakan
    oleh individu-individu dalam suatu wilayah untuk
    mendapatkan keuntungan lebih dengan cara
    mengorganisir dan mengkoordinasikan diri mereka
    ke dalam suatu entitas organisasi yang besar.
    Keuntungan adanya negara
    a. Menyangkut distribusi ekonomi
    b. Pelembagaan public goods, dan
    c. Berlangsungnya pembagian kerja yang
    terspesialisasi.
Lanjutan…
2. Teori Marxis, asal mula negara adalah konflik.
  Pandangan Marx, negara adalah komite eksekutif
  klas penguasa.
  Negara adalah badan politik yang berfungsi ,
  terutama, melindungi kepentingan ekonomi klas
  yang dominan di dalam masyarakat berklas
  (berstrata), terbaginya klas-klas dalam masyarakat,
  maka negara menjadi keharusan untuk dalam
  rangka menjaga kepentingan ekonomi klas
  atas/elite.
  Sejarah manusia adalah sejarah pertentangan klas,
  dan negara selalu menjaga dominasi ekonomi klas
  berkuasa agar kekuasaan politik juga dapat diraih.
Pendekatan Teoritis
1.   Teori ketuhanan, munculnya negara disebabkan
     oleh kehendak Tuhan.
2.   Teori perjanjian masyarakat (kontrak sosial),
     terjadinya negara karena perjanjian antar individu
     dalam suatu bangsa atau masyarakat untuk
     membentuk negara.
3.   Teori kekuasaan, negara terbentuk berdasarkan
     atas kekuasaan.
4.   Teori klas, negara dianggap alat dari satu golongan
     untuk menindas klas lain.
Pendekatan praksis/empiris
1. Pertumbuhan Primer, pertumbuhan negara yang
  berawal dari bentuk paling sederhana berkembang
  ke tingkat yang lebih tinggi menuju negara yang
  penuh kontrol (desentralisasi sentralisasi), diawali
  oleh masyarakat itu sendiri dan berakhir pada
  bentuk negara yang diktatorial.
 Sejalan dengan teori sosiologi makro
Lanjutan…

1.   masyarakat, kumpulan individu yang hidup dalam suatu
     kelompok dan memiliki kepentingan yang sama
2.   Kelompok masyarakat tadi sudah menghimpun dalam
     suatu kekuatan besar menjadi suatu (sistem) kerajaan
3.   Entitas negara, lahir karena pemerintah pusat sudah
     dapat mengendalikan pemerintahan lokal dengan
     adanya kesatuan yang dibayangkan.
4.   Kekuasaan pemerintah pusat tidak sekedar berkuasa
     dan mengendalikan, tapi wujud menjadi negara
     demokrasi
5.   Diktatorial, merupakan bentuk ke lima teori
     pertumbuhan primer, dipilih oleh rakyat tapi kemudian
     berkuasa secara mutlak oleh adanya kehendak
     penguasa.
lanjutan

2. Pertumbuhan Sekunder, dijelaskan bahwa lahirnya suatu
  negara melalui tujuh cara:
 Pertumbuhan penduduk (occupatie), ketika wilayah tidak
  bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan
  dikuasai oleh suku atau kelompok tertentu.
 Fusi (melebur menjadi satu), ketika negara-negara kecil
  yang mendiami suatu wilayah mengadakan kontrak
  politik untuk saling melebur menjadi negara baru.
 Cessie (penyerahan), terjadi ketika suatu wilayah
  diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu
  perjanjian tertentu.
 Anexatie (pencaplokan atau penguasaan), suatu negara
  berdiri di suatu wilayah yang dikuasai oleh negara lain
  tanpa reaksi berarti dari penduduk yang dikuasai.
Lanjutan…
   Proklamasi, terbentuk ketika penduduk pribumi di
    suatu wilayah yang diduduki oleh negara lain
    (kolonial) mengadakan perjuangan hingga berhasil
    merebut wilayahnya kembali dan menyatakan
    kemerdekaannya.
   Pemisahan/separation, terjadi perseteruan keras
    dan menjurus pada konflik destruktif yang tidak
    mungkin diselesaikan.
   Terjadi akibat penaikkan lumpur atau timbul daratan
    dari dasar laut (delta) kemudian wilayah tersebut
    dihuni oleh sekelompok orang hingga terbentuk
    negara.
Macrosociology (sanderson)
   Negara yang ada sekarang bukanlah institusi yang
    ada sejak dahulu.
   Negara adalah evolusi institusi kemasyarakatan dan
    merupakan bentuk terakhir yang mampu untuk
    mengantisipasi perubahan zaman dengan pelbagai
    kompleksitas yang ada didalamnya.
   Evolusi negara: bands, tribes, chiefdoms, dan state
Lanjutan….

   Bands (masyarakat peramu atau pemburu) merupakan
    bentuk masyarakat politik yang paling sederhana, peran
    politik utama ada pada kepala kumpulan, kepemimpinan
    informal tanpa mengindahkan struktur hirarki.
   Tribes (suku), masyarakat digerakkan oleh mode
    produksi holtikultura sederhana dan mulai mencipta
    gembala, pemimpin dipilih melalui mekanisme
    peranannya dalam distribusi ekonomi yang punya
    prestise tinggi tapi kuasa tidak mutlak.
   Chiefdoms, mulai terbangun konsensus politik yang
    tersentralisasi serta terorganisir dengan relatif
    baik, sehingga tercipta hirarki kepemimpinan.
   Negara, merupakan bentuk terakhir seperti yang ada
Tugas Negara
   Mengendalikan gejala kekuasaan yang saling
    berhubungan asosial agar tidak tercipta
    antagonisme yang destruktif serta mengelola
    sekaligus mengintegrasikan kegiatan warga ke arah
    tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Lanjutan…
  Fungsi/tugas negara skenario minimum (Budiardjo)
1. Melaksanakan pengamanan dan penertiban (law
   and order)
2. Mengusakan kesejahteraan dan kemakmuran
   rakyat
3. Pertahanan
4. Menegakkan keadilan
Sifat Negara
   Memiliki sifat memaksa
   Memiliki sifat memonopoli
   Mencakup semua (all encompassing; all-embarcing)
Elemen Negara
   Negara bukan pemerintah semata
   Negara merupakan fakta dominasi dari suatu
    kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan yang
    ditetapkan secara politis.
   Greenberg & Mayer; ada beberapa elemen penting
    untuk merealisasikan tujuan negara: negara, rezim,
    aparatur birokrasi/pemerintahan, serta kebijakan.
1. Negara
   Organisasi yang paling tinggi dan mencakup
    pemahaman yang luas.
   Negara bukan merupakan fakta dominasi atas warga
    masyarakatnya, tetapi lebih dari itu.
   Negara mengatur kekayaan produksi dan
    bagaimana kekayaan diproduksi dan didistribusikan
    sesuai dengan aturan yang ditetapkan bersama.
   Negara merupakan sistem kekuasaan untuk tujuan
    tertentu, penguasaan sumber daya ekonomi dan
    politik.
2. Rezim
   Individu atau kelompok orang yang menguasai
    negara.
   Teoritikal, rezim diartikan sebagai prinsip, norma,
    aturan, dan prosedur pengambilan keputusan yang
    dianut oleh penguasa baru (Krasner & Lawson)
   Titik tekan rezim pada prinsip, norma, aturan dan
    prosedur yang diimplementasikan.
3. Birokrasi atau Pemerintahan
   Pelaksana keputusan politik yang ditetapkan negara.
   The ideal type of bureaucracy (weber) organisasi
    yang netral, greenberg birokrasi dalam realitanya
    punya kemandirian dan pilihan sendiri dua unsur
    politisi dan tenaga administrasi publik; orang yang
    memiliki kualifikasi teknis tertentu sesuai dengan
    bidangnya, bukan dipilih tapi ditetapkan (proses
    penyaringan berdasarkan kompetensi tertentu)
4. Kebijakan
   Kebijakan, masalah-masalah publik dan keputusan-
    keputusan publik yang diambil oleh negara untuk
    dilaksanakan oleh aparatur birokrasi
   Kebijakan bukanlah merupakan proses politik yang
    sederhana
Lanjutan…
Unsur-unsur negara menurut Budiardjo:
1. Wilayah
2. Penduduk
3. Pemerintah
4. kedaulatan
Memahami Prilaku Negara Berkembang
1.   Teori negara berpihak
     Prilaku negara berkembang yang tidak sesuai
     dengan yang diharapkan masyarakat
     pemikir: Karl Marx, Ralph Miliband, Fred Block
     Marx, negara merupakan instrumen yang
     digunakan untuk mengurus kepentingan kaum
     borjuis/kapitalis
     Miliband, negara elite penguasa, pertarungan di
     tingkatan elite untuk menentukan kebijakan publik
     terbaik yang berujung pada keputusan politik
     Block, upaya intensif negara untuk menggenjot laju
     pertumbuhan ekonomi, keberpihakan pada
     kelompok pemilik modal merupakan acuan kerja
     negara.
Lanjutan…
2. Teori Poskolonial/Pasca Kolonial
  di negara yang baru merdeka, sistem pemerintahan
  yang terbangun adalah sistem politik otoritarian.
  Otoritarian ini terbentuk melembaganya
  kelembagaan sejarah bangsa kolonial yang
  menciptakan asimetris antara negara dan
  masyarakat.
  bangsa kolonial mengkonstruksi secara evolutif
  masyarakat di bawah kontrol negara, untuk
  menciptakan kekuataan kekuasaan bangsa kolonial
Lanjutan…
3. Teori budaya
  untuk melihat bagaimana negara menjadi suatu
  kondisi faktual yang melebur pada negara-negara
  berkembang.
  budaya masyarakat negara berkembang masih
  feodal, menciptakan iklim paternalistik dan otoriter
  kekuasaan politik adi kodrati, mitos kekuasaan yang
  tidak bisa ditentang dan digugat kesalahannya.
Lanjutan…
4. Teori negara otoriter birokratis
  O’donnell; berhubungan dengan proses perkembangan
  ekonomi yang sedang berlangsung atau sering disebut
  deepening of industrialization.
  a. eksistensi dan aktivitas kelompok sosial politik dalam
  masyarakat sangat dibatasi oleh pemerintah.
  b. strategi pembangunan yang dianut menitikberatkan
  pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, produktivitas
  serta efisiensi
  c. pemerintah mengontrol biaya produksi, dengan cara
  menekan upah buruh, ikut terlibat dalam peluang-
  peluang usaha, hingga mengontrol serikat-serikta buruh
  d. untuk menghindari resistensi sosial, negara tidak
  segan menggunakan ancaman bahkan melakukan tindak
  kekerasan
  e. pemerintah membangun jaringan yang kuat dan

Perihal negara

  • 1.
  • 2.
    pendahuluan  Max Webber: a state is a human community that succesfully claims the monopoly of legitimate use of physical force within a given territory. (kontrak politik)  The of physical force is neither the sole, nor even the most usual, method of administration of political organization. (tidak dapat digunakan untuk setiap kasus yang muncul)  Roger Soltau dan Harold J. Laski: alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat.  Peran Negara yang cukup besarkontrak sosial pada saat dibentuk.
  • 3.
    Negara Laski:  Suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai kewenangan yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.  Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama  Masyarakat merupakan negara, dengan berbagai cara harus ditaati baik oleh individu maupun oleh asosiasi-asosiasi ditentukan oleh suatu wewenang yang bersifat memaksa dan mengikat.
  • 4.
    Lanjutan….  Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik yang diamanatkan oleh masyarakat kepada kelompok kecil warga masyarakat itu sendiri untuk mengatur hubungan-hubungan antar manusia guna penciptaan ketertiban.  Larson, sebuah konsep inklusif yang meliputi semua aspek pembuatan kebijakan dan implementasi sanksi hukumnya.  Calvert, komunitas yang terorganisir untuk suati tujuan politik, dalam konteks ini bukan sekedar institusi tapi lebih daripada itu.  Miriam Budiardjo, integrasi dari kekuasaan politik
  • 5.
    Lanjutan….  Negara adalah instrumen dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan- hubungan manusia dalam masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan- hubungan manusia dalam masyarakat dalam rangka menciptakan ketertiban dari gejala-gejala perebutan kekuasaan inkonstitusional dalam masyarakat (miriam budiardjo).  Negara menentukan cara-cara dan batasan, yang terdapat dalam kontrak politik yang disepakati bersama sebagai tujuan bersama.
  • 6.
    Asal Mula Negara Ken’ichiro : dua model proses terbentuknya negara : 1. Model ortodoks, proses terbentuknya suatu negara (negara-bangsa) diawali dari adanya perikatan emosional dalam imaji bangsa tersebut terbentuk melalui pengalaman bersama dan perasaan primordial, konstruksi negara wujud dalam rezim politik, sesuai dengan preferensi ideologi yang dianggap baik utk mencapai tujuan bersama. 2. Model mutakhir, berawal dari adanya negara sebagai entitas pertama baru kemudian muncullah suku-suku yang pada akhirnya dapat melahirkan bangsa-bangsa.
  • 7.
    Lanjutan…  Di dalamLeo Agustino (2009) ada dua teori fungsional dan Marxis: 1. Teori fungsionalis (Sanderson), lahirnya negara oleh karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh individu-individu dalam suatu wilayah untuk mendapatkan keuntungan lebih dengan cara mengorganisir dan mengkoordinasikan diri mereka ke dalam suatu entitas organisasi yang besar. Keuntungan adanya negara a. Menyangkut distribusi ekonomi b. Pelembagaan public goods, dan c. Berlangsungnya pembagian kerja yang terspesialisasi.
  • 8.
    Lanjutan… 2. Teori Marxis,asal mula negara adalah konflik. Pandangan Marx, negara adalah komite eksekutif klas penguasa. Negara adalah badan politik yang berfungsi , terutama, melindungi kepentingan ekonomi klas yang dominan di dalam masyarakat berklas (berstrata), terbaginya klas-klas dalam masyarakat, maka negara menjadi keharusan untuk dalam rangka menjaga kepentingan ekonomi klas atas/elite. Sejarah manusia adalah sejarah pertentangan klas, dan negara selalu menjaga dominasi ekonomi klas berkuasa agar kekuasaan politik juga dapat diraih.
  • 9.
    Pendekatan Teoritis 1. Teori ketuhanan, munculnya negara disebabkan oleh kehendak Tuhan. 2. Teori perjanjian masyarakat (kontrak sosial), terjadinya negara karena perjanjian antar individu dalam suatu bangsa atau masyarakat untuk membentuk negara. 3. Teori kekuasaan, negara terbentuk berdasarkan atas kekuasaan. 4. Teori klas, negara dianggap alat dari satu golongan untuk menindas klas lain.
  • 10.
    Pendekatan praksis/empiris 1. PertumbuhanPrimer, pertumbuhan negara yang berawal dari bentuk paling sederhana berkembang ke tingkat yang lebih tinggi menuju negara yang penuh kontrol (desentralisasi sentralisasi), diawali oleh masyarakat itu sendiri dan berakhir pada bentuk negara yang diktatorial.  Sejalan dengan teori sosiologi makro
  • 11.
    Lanjutan… 1. masyarakat, kumpulan individu yang hidup dalam suatu kelompok dan memiliki kepentingan yang sama 2. Kelompok masyarakat tadi sudah menghimpun dalam suatu kekuatan besar menjadi suatu (sistem) kerajaan 3. Entitas negara, lahir karena pemerintah pusat sudah dapat mengendalikan pemerintahan lokal dengan adanya kesatuan yang dibayangkan. 4. Kekuasaan pemerintah pusat tidak sekedar berkuasa dan mengendalikan, tapi wujud menjadi negara demokrasi 5. Diktatorial, merupakan bentuk ke lima teori pertumbuhan primer, dipilih oleh rakyat tapi kemudian berkuasa secara mutlak oleh adanya kehendak penguasa.
  • 12.
    lanjutan 2. Pertumbuhan Sekunder,dijelaskan bahwa lahirnya suatu negara melalui tujuh cara:  Pertumbuhan penduduk (occupatie), ketika wilayah tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai oleh suku atau kelompok tertentu.  Fusi (melebur menjadi satu), ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan kontrak politik untuk saling melebur menjadi negara baru.  Cessie (penyerahan), terjadi ketika suatu wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu.  Anexatie (pencaplokan atau penguasaan), suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai oleh negara lain tanpa reaksi berarti dari penduduk yang dikuasai.
  • 13.
    Lanjutan…  Proklamasi, terbentuk ketika penduduk pribumi di suatu wilayah yang diduduki oleh negara lain (kolonial) mengadakan perjuangan hingga berhasil merebut wilayahnya kembali dan menyatakan kemerdekaannya.  Pemisahan/separation, terjadi perseteruan keras dan menjurus pada konflik destruktif yang tidak mungkin diselesaikan.  Terjadi akibat penaikkan lumpur atau timbul daratan dari dasar laut (delta) kemudian wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang hingga terbentuk negara.
  • 14.
    Macrosociology (sanderson)  Negara yang ada sekarang bukanlah institusi yang ada sejak dahulu.  Negara adalah evolusi institusi kemasyarakatan dan merupakan bentuk terakhir yang mampu untuk mengantisipasi perubahan zaman dengan pelbagai kompleksitas yang ada didalamnya.  Evolusi negara: bands, tribes, chiefdoms, dan state
  • 15.
    Lanjutan….  Bands (masyarakat peramu atau pemburu) merupakan bentuk masyarakat politik yang paling sederhana, peran politik utama ada pada kepala kumpulan, kepemimpinan informal tanpa mengindahkan struktur hirarki.  Tribes (suku), masyarakat digerakkan oleh mode produksi holtikultura sederhana dan mulai mencipta gembala, pemimpin dipilih melalui mekanisme peranannya dalam distribusi ekonomi yang punya prestise tinggi tapi kuasa tidak mutlak.  Chiefdoms, mulai terbangun konsensus politik yang tersentralisasi serta terorganisir dengan relatif baik, sehingga tercipta hirarki kepemimpinan.  Negara, merupakan bentuk terakhir seperti yang ada
  • 16.
    Tugas Negara  Mengendalikan gejala kekuasaan yang saling berhubungan asosial agar tidak tercipta antagonisme yang destruktif serta mengelola sekaligus mengintegrasikan kegiatan warga ke arah tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
  • 17.
    Lanjutan… Fungsi/tugasnegara skenario minimum (Budiardjo) 1. Melaksanakan pengamanan dan penertiban (law and order) 2. Mengusakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. Pertahanan 4. Menegakkan keadilan
  • 18.
    Sifat Negara  Memiliki sifat memaksa  Memiliki sifat memonopoli  Mencakup semua (all encompassing; all-embarcing)
  • 19.
    Elemen Negara  Negara bukan pemerintah semata  Negara merupakan fakta dominasi dari suatu kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan secara politis.  Greenberg & Mayer; ada beberapa elemen penting untuk merealisasikan tujuan negara: negara, rezim, aparatur birokrasi/pemerintahan, serta kebijakan.
  • 20.
    1. Negara  Organisasi yang paling tinggi dan mencakup pemahaman yang luas.  Negara bukan merupakan fakta dominasi atas warga masyarakatnya, tetapi lebih dari itu.  Negara mengatur kekayaan produksi dan bagaimana kekayaan diproduksi dan didistribusikan sesuai dengan aturan yang ditetapkan bersama.  Negara merupakan sistem kekuasaan untuk tujuan tertentu, penguasaan sumber daya ekonomi dan politik.
  • 21.
    2. Rezim  Individu atau kelompok orang yang menguasai negara.  Teoritikal, rezim diartikan sebagai prinsip, norma, aturan, dan prosedur pengambilan keputusan yang dianut oleh penguasa baru (Krasner & Lawson)  Titik tekan rezim pada prinsip, norma, aturan dan prosedur yang diimplementasikan.
  • 22.
    3. Birokrasi atauPemerintahan  Pelaksana keputusan politik yang ditetapkan negara.  The ideal type of bureaucracy (weber) organisasi yang netral, greenberg birokrasi dalam realitanya punya kemandirian dan pilihan sendiri dua unsur politisi dan tenaga administrasi publik; orang yang memiliki kualifikasi teknis tertentu sesuai dengan bidangnya, bukan dipilih tapi ditetapkan (proses penyaringan berdasarkan kompetensi tertentu)
  • 23.
    4. Kebijakan  Kebijakan, masalah-masalah publik dan keputusan- keputusan publik yang diambil oleh negara untuk dilaksanakan oleh aparatur birokrasi  Kebijakan bukanlah merupakan proses politik yang sederhana
  • 24.
    Lanjutan… Unsur-unsur negara menurutBudiardjo: 1. Wilayah 2. Penduduk 3. Pemerintah 4. kedaulatan
  • 25.
    Memahami Prilaku NegaraBerkembang 1. Teori negara berpihak Prilaku negara berkembang yang tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat pemikir: Karl Marx, Ralph Miliband, Fred Block Marx, negara merupakan instrumen yang digunakan untuk mengurus kepentingan kaum borjuis/kapitalis Miliband, negara elite penguasa, pertarungan di tingkatan elite untuk menentukan kebijakan publik terbaik yang berujung pada keputusan politik Block, upaya intensif negara untuk menggenjot laju pertumbuhan ekonomi, keberpihakan pada kelompok pemilik modal merupakan acuan kerja negara.
  • 26.
    Lanjutan… 2. Teori Poskolonial/PascaKolonial di negara yang baru merdeka, sistem pemerintahan yang terbangun adalah sistem politik otoritarian. Otoritarian ini terbentuk melembaganya kelembagaan sejarah bangsa kolonial yang menciptakan asimetris antara negara dan masyarakat. bangsa kolonial mengkonstruksi secara evolutif masyarakat di bawah kontrol negara, untuk menciptakan kekuataan kekuasaan bangsa kolonial
  • 27.
    Lanjutan… 3. Teori budaya untuk melihat bagaimana negara menjadi suatu kondisi faktual yang melebur pada negara-negara berkembang. budaya masyarakat negara berkembang masih feodal, menciptakan iklim paternalistik dan otoriter kekuasaan politik adi kodrati, mitos kekuasaan yang tidak bisa ditentang dan digugat kesalahannya.
  • 28.
    Lanjutan… 4. Teori negaraotoriter birokratis O’donnell; berhubungan dengan proses perkembangan ekonomi yang sedang berlangsung atau sering disebut deepening of industrialization. a. eksistensi dan aktivitas kelompok sosial politik dalam masyarakat sangat dibatasi oleh pemerintah. b. strategi pembangunan yang dianut menitikberatkan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, produktivitas serta efisiensi c. pemerintah mengontrol biaya produksi, dengan cara menekan upah buruh, ikut terlibat dalam peluang- peluang usaha, hingga mengontrol serikat-serikta buruh d. untuk menghindari resistensi sosial, negara tidak segan menggunakan ancaman bahkan melakukan tindak kekerasan e. pemerintah membangun jaringan yang kuat dan

Editor's Notes

  • #18 Fungsi/tugasnegaraskenario minimum (Budiardjo)Melaksanakanpengamanandanpenertiban (law and order)MengusakankesejahteraandankemakmuranrakyatPertahananMenegakkankeadilan