MODEL
PENGEMBANGAN
KURIKULUM
KELOMPOK 4
Giri Seno Aji
Margareta S.
Mitha Y. S.
Nurhayu Ikaratri
Singgih Said
A. Definisi Model Pengembangan Kurikulum
Kurikulum secara umum dapat didefinisikan sebagai rencana (plan) yang
dikembangkan untuk dapat tercapainya proses belajar mengajar dengan
arahan atau bimbingan sekolah serta anggota stafnya. (H.M. Ahmad, Dkk,
1997: 59)
Pengembangan kurikulum adalah proses yang mengaitkan satu komponen
kurikulum lainnya untuk menghasilkan kurikulum yang lebih baik. (H.M.
Ahmad, Dkk, 1997: 62)
Menurut Good (1972) dan Travers (1973), model adalah abstraksi dunia
nyata atau representasi peristiwa kompleks atau sistem, dalam bentuk
naratif, matematis, grafis, serta lambang-lambang lainnya.
Model atau konstruksi merupakan ulasan teoritis tentang suatu konsepsi
dasar (Zainal Abidin (2012: 137).
• Jadi, model pengembangan kurikulum merupakan suatu alternatif
prosedur dalam rangka mendesain (designing), menerapkan
(impelementation), dan mengevaluasi (evaliatoon) suatu kurikulum.
Oleh karena itu, model pengembangan kurikulum harus dapat
menggambarkan suatu proses sistem perencanaan pembelajaran
yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan dan standar keberhasilan
dalam pendidikan.
Aspek yang Memengaruhi Pengembangan
Kurikulum
• Cara berfikir
• Sistem nilai (nilai moral, keagamaan, politik, budaya, dan sosial)
• Proses pengembangan
• Kebutuhan peserta didik
• Kebutuhan masyarakat
• Arah program pendidikan
Menurut Ralph Tyler ((H.M. Ahmad, Dkk, 1997: 62)
mengatakan, bahwa ada empat penentu dalam pengembangan
kurikulum:
• Menentukan tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan merupakan arah atau sasaran akhir yang harus dicapai dalam program
pendidikan dan pembelajaran.
• Menentukan proses pembelajaran
Menetukan proses pembelajaran apa yang paling cocok dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut.
• Menentukan organisasi pengalaman belajar
Pengalaman belajar di dalamnya mencakup tahapan-tahapan belajar dan isi atau materi
belajar, diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mempermudah pencapaian tujuan.
• Menentukan evaluasi pembelajaran
Jenis penilaian yang akan digunakan, harus disesuaikan dengan jenis dan sifat dari tujuan
pendidikan atau pembelajaran, materi pembelajaran, dan proses belajar yang telah
ditetapkan sebelumnya.
• Ada berbagai model pengembangan kurikulum yang dapat dijadikan
acuan atau diterapkan sepenuhnya. Pemilihan model pengembangan
kurikulum dilakukan dengan cara menyesuaikan sistem pendidikan
yang dianut dan model konsep yang digunakan.
• Sukmadinata (2005:161) menyebutkan delapan model
pengembangan kurikulum yaitu: the administrative ( line staff ), the
grass roots, Bechamp’s system, The demonstration, Taba’s inverted
model, Rogers interpersonal relations,Systematic action,
dan Emerging technical model. Idi (2007:50) mengklasifikasikan
model-model ini ke dalam dua grup besar model pengembangan
kurikulum yaitu model Zais dan model Roger.
B. Model-model Pengembangan Kurikulum
1. Model Pengembangan Kurikulum Zais
 Model Administrative
 Model Dari Bawah (Grass-Roats)
 Model Demonstrasi
 Model Beaucham
 Model Terbalik Hilda Taba
 Model Hubungan Interpersonal Dari Rogers
 Model Action Research Yang Sistematis
2. Model Pengembangan Kurikulum Rogers
 Model I (paling sederhana) menggambarkan bahwa kegiatan
pendidikan semata-mata terdiri dari kegiatan memberikan
informasi dan ujian.
 Model II adalah penyempurnaan dari model I dengan
menambahkan pokok yang belum tercover pada model I yaitu
mengenai metode dan organisasi bahan pelajaran.
 Model III pengembangan kurikulum merupakan penyempurnaan
dari model II yang belum bisa memberikan alternatif pokok atas
unsur teknologi pendidikan kedalamnya.
 Model IV di samping berbagai komponen kurikulum pada model
I hingga model III, pada model IV ini disertakan pula komponen
penting dalam keseluruhan pendidikan, yaitu tujuan.
TERIMA KASIH
PERTANYAAN
• Nurul annisa
Menurut kelompok anda model pengembangan apa yang bisa diterapkan
di Indonesia? (Giri Seno)
• Puput
Apa kelemahan model hubungan interpersonal? (Nurhayu Ikaratri)
• Nita
Apakah dari model-model menurut Zais bisa dikembangkan di Indonesia?
Jika ya, sebutkan contohnya! (Singgih)
• Mariana
Model pengembangan kurikulum menurut Zais dibagi menjadi 7, masing-
masing tolong dijelaskan penekanannya! (Mitha, Margareta)
PERTANYAAN
• Jafar
Cara berpikir bagaimana yang dapat mengembangkan kurikulum? (Singgih)
• Mutia
Tolong jelaskan bagaimana nilai sistem politik dan sistem agama dapat
mempengaruhi kurikulum? (Giri Seno)
• Nora
Bagaimana kelebihan dan kekurangan model pengembangan menurut
Roger? (Mitha)
• Nurul Hajjah
Mengapa model hubungan interpersonal dari Roger termasuk
pengembangan dari Zais? Padahal Roger sudah memiliki sistem
pengembangan sendiri. ( Margareta)

Model pengembangan kurikulum

  • 1.
  • 2.
    KELOMPOK 4 Giri SenoAji Margareta S. Mitha Y. S. Nurhayu Ikaratri Singgih Said
  • 3.
    A. Definisi ModelPengembangan Kurikulum Kurikulum secara umum dapat didefinisikan sebagai rencana (plan) yang dikembangkan untuk dapat tercapainya proses belajar mengajar dengan arahan atau bimbingan sekolah serta anggota stafnya. (H.M. Ahmad, Dkk, 1997: 59) Pengembangan kurikulum adalah proses yang mengaitkan satu komponen kurikulum lainnya untuk menghasilkan kurikulum yang lebih baik. (H.M. Ahmad, Dkk, 1997: 62) Menurut Good (1972) dan Travers (1973), model adalah abstraksi dunia nyata atau representasi peristiwa kompleks atau sistem, dalam bentuk naratif, matematis, grafis, serta lambang-lambang lainnya. Model atau konstruksi merupakan ulasan teoritis tentang suatu konsepsi dasar (Zainal Abidin (2012: 137).
  • 4.
    • Jadi, modelpengembangan kurikulum merupakan suatu alternatif prosedur dalam rangka mendesain (designing), menerapkan (impelementation), dan mengevaluasi (evaliatoon) suatu kurikulum. Oleh karena itu, model pengembangan kurikulum harus dapat menggambarkan suatu proses sistem perencanaan pembelajaran yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan dan standar keberhasilan dalam pendidikan.
  • 5.
    Aspek yang MemengaruhiPengembangan Kurikulum • Cara berfikir • Sistem nilai (nilai moral, keagamaan, politik, budaya, dan sosial) • Proses pengembangan • Kebutuhan peserta didik • Kebutuhan masyarakat • Arah program pendidikan
  • 6.
    Menurut Ralph Tyler((H.M. Ahmad, Dkk, 1997: 62) mengatakan, bahwa ada empat penentu dalam pengembangan kurikulum: • Menentukan tujuan pendidikan Tujuan pendidikan merupakan arah atau sasaran akhir yang harus dicapai dalam program pendidikan dan pembelajaran. • Menentukan proses pembelajaran Menetukan proses pembelajaran apa yang paling cocok dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. • Menentukan organisasi pengalaman belajar Pengalaman belajar di dalamnya mencakup tahapan-tahapan belajar dan isi atau materi belajar, diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mempermudah pencapaian tujuan. • Menentukan evaluasi pembelajaran Jenis penilaian yang akan digunakan, harus disesuaikan dengan jenis dan sifat dari tujuan pendidikan atau pembelajaran, materi pembelajaran, dan proses belajar yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • 7.
    • Ada berbagaimodel pengembangan kurikulum yang dapat dijadikan acuan atau diterapkan sepenuhnya. Pemilihan model pengembangan kurikulum dilakukan dengan cara menyesuaikan sistem pendidikan yang dianut dan model konsep yang digunakan. • Sukmadinata (2005:161) menyebutkan delapan model pengembangan kurikulum yaitu: the administrative ( line staff ), the grass roots, Bechamp’s system, The demonstration, Taba’s inverted model, Rogers interpersonal relations,Systematic action, dan Emerging technical model. Idi (2007:50) mengklasifikasikan model-model ini ke dalam dua grup besar model pengembangan kurikulum yaitu model Zais dan model Roger.
  • 8.
    B. Model-model PengembanganKurikulum 1. Model Pengembangan Kurikulum Zais  Model Administrative  Model Dari Bawah (Grass-Roats)  Model Demonstrasi  Model Beaucham  Model Terbalik Hilda Taba  Model Hubungan Interpersonal Dari Rogers  Model Action Research Yang Sistematis
  • 9.
    2. Model PengembanganKurikulum Rogers  Model I (paling sederhana) menggambarkan bahwa kegiatan pendidikan semata-mata terdiri dari kegiatan memberikan informasi dan ujian.  Model II adalah penyempurnaan dari model I dengan menambahkan pokok yang belum tercover pada model I yaitu mengenai metode dan organisasi bahan pelajaran.  Model III pengembangan kurikulum merupakan penyempurnaan dari model II yang belum bisa memberikan alternatif pokok atas unsur teknologi pendidikan kedalamnya.  Model IV di samping berbagai komponen kurikulum pada model I hingga model III, pada model IV ini disertakan pula komponen penting dalam keseluruhan pendidikan, yaitu tujuan.
  • 10.
  • 11.
    PERTANYAAN • Nurul annisa Menurutkelompok anda model pengembangan apa yang bisa diterapkan di Indonesia? (Giri Seno) • Puput Apa kelemahan model hubungan interpersonal? (Nurhayu Ikaratri) • Nita Apakah dari model-model menurut Zais bisa dikembangkan di Indonesia? Jika ya, sebutkan contohnya! (Singgih) • Mariana Model pengembangan kurikulum menurut Zais dibagi menjadi 7, masing- masing tolong dijelaskan penekanannya! (Mitha, Margareta)
  • 12.
    PERTANYAAN • Jafar Cara berpikirbagaimana yang dapat mengembangkan kurikulum? (Singgih) • Mutia Tolong jelaskan bagaimana nilai sistem politik dan sistem agama dapat mempengaruhi kurikulum? (Giri Seno) • Nora Bagaimana kelebihan dan kekurangan model pengembangan menurut Roger? (Mitha) • Nurul Hajjah Mengapa model hubungan interpersonal dari Roger termasuk pengembangan dari Zais? Padahal Roger sudah memiliki sistem pengembangan sendiri. ( Margareta)