MODEL
PEMBELAJARAN

PGSD 2011 – B
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SUARABAYA
Nama Kelompok
Hidayatul Chusnah

(118000091)

Rischa Alvionita

(118000105)

Aditya Roli Putra

(118000107)

Dhita Ayu Wulandari

(118000113)
Latar belakang
Model Pembelajaran
Pembelajaran di tingkat sekolah dasar cenderung
berorientasi pada buku pelajaran dan kurang terkait
dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajaran
konsep cenderung dengan metode ceramah, sehingga
materi pembelajaran kurang bisa atau sulit dipahami.
Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar
masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir
siswa, atau dengan kata lain tidak melakukan
pengajaran bermakna, model yang digunakan kurang
bervariasi, dan sebagai akibat motivasi belajar siswa
menjadi sulit ditumbuhkan dan pola belajar
cenderung menghafal dan mekanistis.
Pengertian Model Pembelajaran

Macam Model Pembelajaran
Langkah Model Pembelajaran
Pemilihan Model Pembelajaran SD
MODEL
PEMBELAJARAN ??
Pengertian Model Pembelajaran
Memiliki cara / teknik penyajian yang digunakan
guru dalam proses pembelajaran agar tercapai
tujuan pembelajaran.
Kurang
Inovatif

Pengertian

Macamnya

Macam Model
Pembelajaran
Pengertian

Inovatif

Macamnya
Model pembelajaran kurang inovatif adalah
model pembelajaran yang orientasi

pendekatannya berpusat pada guru, ciri-ciri
yang nampak peran dan aktivitas guru dalam
pembelajaran sangat dominan.
Model kurang inovatif
• Demontrasi

(Demonstration)

• Pengajaran Langsung

(Direct Instruction)

• Ceramah

(Lecture)

• Berdiskusi

(Lecture discussions)
Siswa hanya mendengarkan dan mencatat
bahan pelajaran yang dijelaskan oleh guru
Model pembelajaran inovatif :
pembelajaran yang kegiatannya
berpusat pada siswa yang kurang
lebih 80-90% waktu
pembelajarannya merupakan

aktivitas siswa.
Antusias Belajar Siswa dengan Model
Pembelajaran yang Inovatif
Examples Non Example
Numbered Heads Together

Student Teams-Achievement Division
Jigsaw

Model Pembelajaran Langsung
Model Pembelajaran Problem Solving
Model Pembelajaran Role Playing
Model Pembelajaran Group Investigation
Examples Non Example
Model

pembelajaran

yang

menggunakan

gambar sebagai media pembelajaran dalam
penyampaian

materi

pembelajaran

yang

bertujuan mendorong siswa untuk belajar
berpikir kritis dengan jalan memecahkan

permasalahan yang terkandung dalam contoh
gambar yang disajikan.
Numbered Heads Together
• Model pembelajaran yang lebih
mengedepankan kepada aktivitas siswa
dalam mencari, mengolah, dan melaporkan
informasi dari berbagai sumber yang
akhirnya dipresentasikan di depan kelas
Student Teams Achievement Division
Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang
terdiri dari kelompok belajar heterogen
beranggotakan 4-5 orang siswa dan setiap siswa
saling bekerja sama, berdiskusi dalam
menyelesaikan tugas dan memahami bahan
pelajaran yang diberikan.
Jigsaw
Model

pembelajaran

siswa

kelompok kecil yang terdiri dari

belajar

dalam

4 – 6 orang

secara heterogen dan bekerja sama saling

ketergantungan yang positif dan bertanggung
jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran
yang harus dipelajari dan menyampaikan materi
tersebut kepada anggota kelompok yang lain
Model Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran yang dirancang khusus
untuk menunjang proses belajar siswa yang
berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan
pengetahuan

prosedural

yang

terstruktur

dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola
kegiatan
selangkah.

yang

bertahap,

selangkah

demi
Model Pembelajaran
Problem Solving
Suatu penyajian materi pelajaran yang

menghadapkan siswa pada persoalan yang harus
dipecahkan atau diselesaikan untuk mencapai

tujuan pembelajaran.
Model Pembelajaran Role Playing
Model penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui
pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa.

Pengembangan imajinasi dan penghayatan
dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai
tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada
umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu
bergantung kepada apa yang diperankan.
Model Pembelajaran Group
Investigation
Model pembalajaran kelompok kecil untuk
menuntun dan mendorong siswa dalam
keterlibatan belajar. Metode ini menuntut
siswa untuk memiliki kemampuan yang baik
dalam berkomunikasi maupun dalam

keterampilan proses kelompok.
Langkah - langkah Model
Pembelajaran
Examples Non Example
Langkah-langkah :
• Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan
pembelajaran
• Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui
OHP
• Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa
untuk memperhatikan/menganalisa gambar
• Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari
analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
• Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
• Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai
menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
• Kesimpulan
Numbered Heads Together
Langkah-langkah :
• Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam
setiap kelompok mendapat nomor
• Guru memberikan tugas dan masing-masing
kelompok mengerjakannya
• Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan
memastikan tiap anggota kelompok dapat
mengerjakannya/mengetahui jawabannya
• Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan
nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama
mereka
• Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru
menunjuk nomor yang lain
• Kesimpulan
Student Teams-Achievement Division
Langkah-langkah :
• Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang
secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis
kelamin, suku, dll)
• Guru menyajikan pelajaran
• Guru memberi tugas kepada kelompok untuk
dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok.
Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya
sampai semua anggota dalam kelompok itu
mengerti.
• Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh
siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling
membantu
• Memberi evaluasi
• Kesimpulan
Jigsaw (Model Tim Ahli)
• Guru membagi siswa ke dalam beberapa
kelompok (disebut dengan kelompok asal, setiap
kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan
kemampuan yang heterogen). Setiap anggota
kelompok nantinya diberi tugas untuk memilih

dan mempelajari materi yang telah disiapkan
oleh guru (misal ada 5 materi/topik).
- Misal 1 kelas: 40 anak
- Ada 5 topik yang
akan dipelajari

- Kelompok asal ( 40:5
= 8 kel.)

Kelompok Asal
• Di kelompok asal, setelah masing-masing
siswa menentukan pilihannya , mereka

langsung

membentuk

kelompok

berdasarkan materi yang dipilih.

ahli
Kelompok Asal

Materi A

Materi B

Materi C
Kelompok Ahli

Materi D

Materi E
• Setelah setiap kelompok ahli mempelajari

(berdiskusi) tentang materinya masingmasing, setiap anggota dalam kelompok ahli

kembali lagi ke kelompok asal untuk
menjelaskan/menularkan apa-apa yang telah

mereka pelajari/diskusikan di kelompok ahli.
Kelompok Ahli

Materi A

Materi B

Materi C

Materi D

Kelompok Asal

Materi E
• Dalam tipe ini peran guru lebih banyak sebagai
fasilitator, yaitu memfasilitasi agar pelaksanaan
kegiatan diskusi dalam kelompok ahli maupun

penularan dalam kelompok asal berjalan secara efektif
dan optimal.

• Setelah masing-masing anggota dalam kelompok asal
selesai menyampaikan apa yang dipelajari sewaktu

dalam kelompok ahli, guru memberikan soal/kuis pada
seluruh siswa. Soal harus dikerjakan secara individual.
• Nilai dari pengerjaan kuis individual
digunakan sebagai dasar pemberian nilai
penghargaan untuk masing-masing
kelompok. Teknik penilaian/penghargaan
akan dijelaskan tersendiri di akhir bab
pembelajaran kooperatif ini.
Model Pembelajaran Langsung
No.
1

2

Langkah-langkah
Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan
siswa

Guru menjelaskan TPK, informasi latar
belakang pembelajaran, pentingnya pelajaran
dan memotivasi siswa

Guru
mendemonstrasikan
keterampilan
Mendemonstrasikan
dengan benar, atau memberi informasi tahap
pengetahuan atau keterampilan demi tahap

3
Membimbing pelatihan
4

5

Peran Guru

Menelaah pemahaman dan
memberikan umpan balik

Guru merencanakan dan memberi bimbingan
pelatihan awal
Guru mengecek apakah siswa telah berhasil
melakukan
tugas
dengan
baik
dan
memberikan umpan balik

Guru mempersiapkan kesempatan melakukan
Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan, khusus penerapan pada
pelatihan dan penerapan
situasi kompleks dalam kehidupan sehari-hari.
Model Pembelajaran Problem Solving
• Guru mengajarkan materi seperti biasa, alat
peraga disarankan .

• Dengan tanya jawab, guru memberikan contoh
soal.
• Guru memberikan soal yang dikerjakan siswa
berdasar persyaratan soal sebagai masalah.
• Siswa dipandu guru menyelesaikan soal.
Model Pembelajaran Role Playing
• Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan
ditampilkan
• Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari
skenario dua hari sebelum KBM
• Guru membentuk kelompok siswa yang
anggotanya 5 orang
• Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin
dicapai
• Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk
melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
• Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-

masing sambil memperhatikan mengamati skenario
yang sedang diperagakan
• Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa
diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
• Masing-masing kelompok menyampaikan hasil
kesimpulannya
• Guru memberikan kesimpulan secara umum
• Evaluasi
• Penutup
Model Pembelajaran Group Investigation
• Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok
heterogen
• Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan
tugas kelompok

• Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi
tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas
satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok
lain
• Masing-masing kelompok membahas materi
yang sudah ada secara kooperatif berisi
penemuan
• Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua
menyampaikan hasil pembahasan kelompok
• Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus
memberi kesimpulan
• Evaluasi
• Penutup
Pemilihan Model Pembelajaran
untuk SD
1.rasional teoritik yang logis disusun oleh
perancangnya,
2.tujuan pembelajaran yang akan dicapai,

3.tingkah laku mengajar yang diperlukan agar
model tersebut dapat dilaksanakan secara
berhasil dan
4. lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan
pembelajaran itu dapat tercapai.
SIMPULAN
Model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh
para guru sangat beragam. Model pembelajaran

adalah

suatu

pola

atau

langkah-langkah

pembelajaran tertentu yang diterapkan agar
tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang
diharapkan akan cepat dapat di capai dengan
lebih efektif dan efisien.
TERIMA KASIH
ATAS PARTISIPASINYA

ppt Model pembelajaran

  • 1.
    MODEL PEMBELAJARAN PGSD 2011 –B UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SUARABAYA
  • 2.
    Nama Kelompok Hidayatul Chusnah (118000091) RischaAlvionita (118000105) Aditya Roli Putra (118000107) Dhita Ayu Wulandari (118000113)
  • 3.
    Latar belakang Model Pembelajaran Pembelajarandi tingkat sekolah dasar cenderung berorientasi pada buku pelajaran dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajaran konsep cenderung dengan metode ceramah, sehingga materi pembelajaran kurang bisa atau sulit dipahami. Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir siswa, atau dengan kata lain tidak melakukan pengajaran bermakna, model yang digunakan kurang bervariasi, dan sebagai akibat motivasi belajar siswa menjadi sulit ditumbuhkan dan pola belajar cenderung menghafal dan mekanistis.
  • 4.
    Pengertian Model Pembelajaran MacamModel Pembelajaran Langkah Model Pembelajaran Pemilihan Model Pembelajaran SD
  • 5.
  • 6.
    Pengertian Model Pembelajaran Memilikicara / teknik penyajian yang digunakan guru dalam proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran.
  • 7.
  • 8.
    Model pembelajaran kuranginovatif adalah model pembelajaran yang orientasi pendekatannya berpusat pada guru, ciri-ciri yang nampak peran dan aktivitas guru dalam pembelajaran sangat dominan.
  • 9.
    Model kurang inovatif •Demontrasi (Demonstration) • Pengajaran Langsung (Direct Instruction) • Ceramah (Lecture) • Berdiskusi (Lecture discussions)
  • 10.
    Siswa hanya mendengarkandan mencatat bahan pelajaran yang dijelaskan oleh guru
  • 11.
    Model pembelajaran inovatif: pembelajaran yang kegiatannya berpusat pada siswa yang kurang lebih 80-90% waktu pembelajarannya merupakan aktivitas siswa.
  • 12.
    Antusias Belajar Siswadengan Model Pembelajaran yang Inovatif
  • 13.
    Examples Non Example NumberedHeads Together Student Teams-Achievement Division Jigsaw Model Pembelajaran Langsung Model Pembelajaran Problem Solving Model Pembelajaran Role Playing Model Pembelajaran Group Investigation
  • 14.
    Examples Non Example Model pembelajaran yang menggunakan gambarsebagai media pembelajaran dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan jalan memecahkan permasalahan yang terkandung dalam contoh gambar yang disajikan.
  • 15.
    Numbered Heads Together •Model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas
  • 16.
    Student Teams AchievementDivision Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari kelompok belajar heterogen beranggotakan 4-5 orang siswa dan setiap siswa saling bekerja sama, berdiskusi dalam menyelesaikan tugas dan memahami bahan pelajaran yang diberikan.
  • 17.
    Jigsaw Model pembelajaran siswa kelompok kecil yangterdiri dari belajar dalam 4 – 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain
  • 18.
    Model Pembelajaran Langsung Modelpembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan selangkah. yang bertahap, selangkah demi
  • 19.
    Model Pembelajaran Problem Solving Suatupenyajian materi pelajaran yang menghadapkan siswa pada persoalan yang harus dipecahkan atau diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  • 20.
    Model Pembelajaran RolePlaying Model penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.
  • 21.
    Model Pembelajaran Group Investigation Modelpembalajaran kelompok kecil untuk menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok.
  • 22.
    Langkah - langkahModel Pembelajaran Examples Non Example Langkah-langkah : • Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran • Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP • Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar • Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas • Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya • Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai • Kesimpulan
  • 23.
    Numbered Heads Together Langkah-langkah: • Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor • Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya • Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya • Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka • Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain • Kesimpulan
  • 24.
    Student Teams-Achievement Division Langkah-langkah: • Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll) • Guru menyajikan pelajaran • Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. • Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu • Memberi evaluasi • Kesimpulan
  • 25.
    Jigsaw (Model TimAhli) • Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok (disebut dengan kelompok asal, setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang heterogen). Setiap anggota kelompok nantinya diberi tugas untuk memilih dan mempelajari materi yang telah disiapkan oleh guru (misal ada 5 materi/topik).
  • 26.
    - Misal 1kelas: 40 anak - Ada 5 topik yang akan dipelajari - Kelompok asal ( 40:5 = 8 kel.) Kelompok Asal
  • 27.
    • Di kelompokasal, setelah masing-masing siswa menentukan pilihannya , mereka langsung membentuk kelompok berdasarkan materi yang dipilih. ahli
  • 28.
    Kelompok Asal Materi A MateriB Materi C Kelompok Ahli Materi D Materi E
  • 29.
    • Setelah setiapkelompok ahli mempelajari (berdiskusi) tentang materinya masingmasing, setiap anggota dalam kelompok ahli kembali lagi ke kelompok asal untuk menjelaskan/menularkan apa-apa yang telah mereka pelajari/diskusikan di kelompok ahli.
  • 30.
    Kelompok Ahli Materi A MateriB Materi C Materi D Kelompok Asal Materi E
  • 31.
    • Dalam tipeini peran guru lebih banyak sebagai fasilitator, yaitu memfasilitasi agar pelaksanaan kegiatan diskusi dalam kelompok ahli maupun penularan dalam kelompok asal berjalan secara efektif dan optimal. • Setelah masing-masing anggota dalam kelompok asal selesai menyampaikan apa yang dipelajari sewaktu dalam kelompok ahli, guru memberikan soal/kuis pada seluruh siswa. Soal harus dikerjakan secara individual.
  • 32.
    • Nilai daripengerjaan kuis individual digunakan sebagai dasar pemberian nilai penghargaan untuk masing-masing kelompok. Teknik penilaian/penghargaan akan dijelaskan tersendiri di akhir bab pembelajaran kooperatif ini.
  • 33.
    Model Pembelajaran Langsung No. 1 2 Langkah-langkah Menjelaskantujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa Guru menjelaskan TPK, informasi latar belakang pembelajaran, pentingnya pelajaran dan memotivasi siswa Guru mendemonstrasikan keterampilan Mendemonstrasikan dengan benar, atau memberi informasi tahap pengetahuan atau keterampilan demi tahap 3 Membimbing pelatihan 4 5 Peran Guru Menelaah pemahaman dan memberikan umpan balik Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal Guru mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik dan memberikan umpan balik Guru mempersiapkan kesempatan melakukan Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan, khusus penerapan pada pelatihan dan penerapan situasi kompleks dalam kehidupan sehari-hari.
  • 34.
    Model Pembelajaran ProblemSolving • Guru mengajarkan materi seperti biasa, alat peraga disarankan . • Dengan tanya jawab, guru memberikan contoh soal. • Guru memberikan soal yang dikerjakan siswa berdasar persyaratan soal sebagai masalah. • Siswa dipandu guru menyelesaikan soal.
  • 35.
    Model Pembelajaran RolePlaying • Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan • Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM • Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
  • 36.
    • Memberikan penjelasantentang kompetensi yang ingin dicapai • Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan • Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing- masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan • Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
  • 37.
    • Masing-masing kelompokmenyampaikan hasil kesimpulannya • Guru memberikan kesimpulan secara umum • Evaluasi • Penutup
  • 38.
    Model Pembelajaran GroupInvestigation • Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen • Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok • Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
  • 39.
    • Masing-masing kelompokmembahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan • Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok • Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan • Evaluasi • Penutup
  • 40.
    Pemilihan Model Pembelajaran untukSD 1.rasional teoritik yang logis disusun oleh perancangnya, 2.tujuan pembelajaran yang akan dicapai, 3.tingkah laku mengajar yang diperlukan agar
  • 41.
    model tersebut dapatdilaksanakan secara berhasil dan 4. lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
  • 42.
    SIMPULAN Model pembelajaran yangdapat diterapkan oleh para guru sangat beragam. Model pembelajaran adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat di capai dengan lebih efektif dan efisien.
  • 43.