Landasan pengembangan 
kurikulum 
Disusun oleh : 
GANJAR WASKITO AJI
PENGERTIAN 
KURIKULUM 
 Undang-Undang No.20 TH. 2003 Kurikulum adalah 
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan 
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai 
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran 
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 
 Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus 
ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh 
sejumlah pengetahuan. 
 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan 
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara 
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan 
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan 
pendidikan tertentu.
Hakikat Pengembangan 
Kurikulum 
 Pada hakikatnya pengembangan kurikulum itu 
merupakan usaha untuk mencari bagaimana rencana 
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara 
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan 
kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan 
perkembangan dan kebutuhan untuk mencapai tujuan 
tertentu dalam suatu lembaga.
Prinsip-prinsip pengembangan 
kurikulum 
 Prinsip Relevansi 
 Prinsip Fleksibilitas 
 Prinsip kontinuitas 
 Prinsip Praktis dan Efisiensi 
 Prinsip Efektifitas 
 Prinsip khusus
LANDASAN KURIKULUM 
 Nana Syaodih Sukmadinata (1997) 
mengemukakan empat landasan utama 
dalam pengembangan kurikulum, yaitu : 
1. Landasan filosofis 
2. Landasan Psikologis 
3. landasan sosial-budaya 
4. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi
Landasan Filosofis 
 Ada berbagai aliran filsafat seperti : 
Perenialisme. 
Essensialisme. 
Eksistesialisme. 
Progresivisme. 
Rekonstruktivisme
 Perenialisme lebih menekankan pada 
keabadian, keidealan, kebenaran dan 
keindahan dari warisan budaya dan dampak 
sosial tertentu. 
 Essensialisme menekankan pentingnya 
pewarisan budaya dan pemberian 
pengetahuan dan keterampilan pada peserta 
didik agar dapat menjadi anggota 
masyarakat yang berguna 
 Eksistensialisme menekankan pada individu 
sebagai sumber pengetahuan tentang hidup 
dan makna.
 Progresivisme menekankan pada pentingnya 
melayani perbedaan individual, berpusat pada 
peserta didik, variasi pengalaman belajar dan 
proses. 
 Pada rekonstruksivisme, peradaban manusia 
masa depan sangat ditekankan. 
 Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki 
kelemahan dan keunggulan tersendiri. Oleh 
karena itu, dalam praktek pengembangan 
kurikulum, penerapan aliran filsafat cenderung 
dilakukan secara eklektif untuk lebih 
mengkompromikan dan mengakomodasikan 
berbagai kepentingan yang terkait dengan 
pendidikan.
Manfaat Filsafat Pendidikan 
 Nasution (1982) mengidentifikasi 
beberapa manfaat filsafat pendidikan, 
yaitu: 
 1) Filsafat pendidikan dapat 
menentukan arah akan dibawa ke 
mana anak-anak melalui pendidikan di 
sekolah 
 2) Dengan adanya tujuan pendidikan 
yang diwarnai oleh filsafat yang 
dianut, kita mendapat gambaran yang 
jelas tentang hasil yang harus dicapai
 3) Filsafat dan tujuan pendidikan memberi 
kesatuan yang bulat kepada segala usaha 
pendidikan. 
 4) Tujuan pendidikan memungkinkan si 
pendidik menilai usahanya, hingga 
manakah tujuan itu tercapai. 
 5) Tujuan pendidikan memberikan 
motivasi atau dorongan bagi kegiatan-kegiatan 
pendidikan.
Landasan Psikologis 
 Nana Syaodih Sukmadinata 
mengemukakan bahwa minimal 
terdapat dua bidang psikologi yang 
mendasari pengembangan kurikulum 
yaitu 
(1) psikologi perkembangan dan 
(2) psikologi belajar.
 Psikologi perkembangan merupakan ilmu 
yang mempelajari tentang perilaku 
individu berkenaan dengan 
perkembangannya. Dalam psikologi 
perkembangan dikaji tentang hakekat 
perkembangan, pentahapan 
perkembangan, aspek-aspek 
perkembangan, tugas-tugas 
perkembangan individu, serta hal-hal 
lainnya yang berhubungan perkembangan 
individu, yang semuanya dapat dijadikan 
sebagai bahan pertimbangan dan 
mendasari pengembangan kurikulum.
 Psikologi belajar merupakan ilmu yang 
mempelajari tentang perilaku individu 
dalam konteks belajar. Psikologi belajar 
mengkaji tentang hakekat belajar dan 
teori-teori belajar, serta berbagai aspek 
perilaku individu lainnya dalam belajar 
yang semuanya dapat dijadikan sebagai 
bahan pertimbangan sekaligus mendasari 
pengembangan kurikulum.
 5 tipe kompetensi menurut Ella Yulaelawati yaitu: 
 Motif; sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir 
secara konsisten atau keinginan untuk melakukan 
suatu aksi. 
 Bawaan; yaitu karakteristik fisisk yang merespons 
secara konsisten berbagai situasi atau informasi. 
 Konsep diri; yaitu tingkah laku, nilai atau image 
seseorang. 
 Pengetahuan; yaitu informasi khusus yang dimiliki 
seseorang; 
 Keterampilan; yaitu kemampuan melakukan tugas 
secara fisik maupun mental.
Landasan Sosial-Budaya 
 Setiap lingkungan masyarakat masing-masing 
memiliki-sosial budaya tersendiri yang mengatur 
pola kehidupan dan pola hubungan antar 
anggota masyarkat. Salah satu aspek penting 
dalam sistem sosial budaya adalah tatanan 
nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan 
berperilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai 
tersebut dapat bersumber dari agama, budaya, 
politik atau segi-segi kehidupan lainnya.
 melalui pendidikan diharapkan dapat lebih 
mengerti dan mampu membangun 
kehidupan masyakatnya. Oleh karena itu, 
tujuan, isi, maupun proses pendidikan 
harus disesuaikan dengan kebutuhan, 
kondisi, karakteristik, kekayaan dan 
perkembangan yang ada di masyakarakat.
 Sejalan dengan perkembangan 
masyarakat maka nilai-nilai yang ada 
dalam masyarakat juga turut berkembang 
sehingga menuntut setiap warga 
masyarakat untuk melakukan perubahan 
dan penyesuaian terhadap tuntutan 
perkembangan yang terjadi di sekitar 
masyarakat.
Landasan Ilmu Pengetahuan dan 
Tekhnologi 
 Ilmu pengetahuan adalah seperangkat 
pengetahuan yang disusun secara 
sistematis yang dihasilkan melalui riset 
atau penelitian. 
 Sedangkan teknologi adalah aplikasi dari 
ilmu pengetahuan untuk memecahkan 
masalah-masalah praktis dalam 
kehidupan.
 Kemajuan cepat dunia dalam bidang 
informasi dan teknologi dalam tahunm-tahun 
terakhir ini telah berpengaruh pada 
peradaban manusia melebihi jangkauan 
pemikiran manusia sebelumnya. 
 Pengaruh ini terlihat pada pergeseran 
tatanan sosial, ekonomi dan politik yang 
memerlukan keseimbangan baru antara 
nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara 
kehidupan yang berlaku pada konteks 
global dan lokal.
Perkembangan dalam bidang Ilmu 
Pengetahuan dan Tekhnologi, terutama 
dalam bidang transportasi dan komunikasi 
telah mampu merubah tatanan kehidupan 
manusia. Oleh karena itu, kurikulum 
seyogyanya dapat mengakomodir dan 
mengantisipasi laju perkembangan ilmu 
pengetahuan dan tekhnologi untuk 
kemaslahatan dan kelangsungan hidup 
manusia.
 Perkembangan ilmu pengetahuan 
dan teknologi secara 
langsung berimplikasi terhadap 
pengembangan kurikulum yang di 
dalamnya mencakup pengembangan 
isi/materi pendidikan, 
penggunaan strategi dan media 
pembelajaran, serta penggunaan 
sistem evaluasi.
simpulan 
 1. Landasan Filosofis, yaitu asumsi-asumsi tentang hakikat 
realitas, hakikat manusia, hakikat pengetahuan, dan hakikat 
nilai yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan 
kurikulum. Asumsiasumsi filosofis tersebut berimplikasi pada 
permusan tujuan pendidikan, pengembangan isi atau materi 
pendidikan, penentuan strategi, serta pada peranan peserta 
didik dan peranan pendidik. 
 2. Landasan psikologis, adalah asumsi-asumsi yang 
bersumber dari psikologi yang dijadikan titik tolak dalam 
mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis psikologi yang 
harus menjadi acuan yaitu psikologi perkembangan dan 
psikologi belajar. Psikologi perkembangan mempelajari 
proses dan karaktersitik perkembangan peserta didik sebagai 
subjek pendidikan, sedangkan psikologi belajar mempelajari 
tingkah laku peserta didik dalam situasi belajar. Ada tiga jenis 
teori belajar yang mempunyai pengaru besar dalam 
pengembangan kurikulum, yaitu teori belajar kognitif, 
behavioristik, dan humanistic.
 3. Landasan sosial budaya, adalah asumsi-asumsi 
yang bersumber dari sosiologi dan 
antrofologi yang dijadikan titik tolak dalam 
mengembangkan kurikulum. Karakterstik 
sosial budaya di mana peserta didik 
hidup berimplikasi pada program pendidikan 
yang akan dikembangkan. 
 4. Landasan ilmiah dan teknologi, adalah 
asumsi-asumsi yang bersumber dari hasil-hasil 
riset atau penelitian dan aplikasi dari 
ilmu pengetahuan yang menjadi titik tolak 
dalam mengembangkan kurikulum. 
Pengembangan kurikulum membutuhkan 
sumbangan dari berbagai kajian ilmiah dan 
teknologi baik yang bersifat hardware 
maupun software sehingga pendidikan yang 
dilaksanakan dapat menyesuaikan diri 
dengan perkembangan ilmu pngetahuan dan 
teknologi.

landasan pengembangan kurikulum

  • 1.
    Landasan pengembangan kurikulum Disusun oleh : GANJAR WASKITO AJI
  • 2.
    PENGERTIAN KURIKULUM Undang-Undang No.20 TH. 2003 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan.  Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  • 3.
    Hakikat Pengembangan Kurikulum  Pada hakikatnya pengembangan kurikulum itu merupakan usaha untuk mencari bagaimana rencana mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu lembaga.
  • 4.
    Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum  Prinsip Relevansi  Prinsip Fleksibilitas  Prinsip kontinuitas  Prinsip Praktis dan Efisiensi  Prinsip Efektifitas  Prinsip khusus
  • 5.
    LANDASAN KURIKULUM Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum, yaitu : 1. Landasan filosofis 2. Landasan Psikologis 3. landasan sosial-budaya 4. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi
  • 6.
    Landasan Filosofis Ada berbagai aliran filsafat seperti : Perenialisme. Essensialisme. Eksistesialisme. Progresivisme. Rekonstruktivisme
  • 7.
     Perenialisme lebihmenekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran dan keindahan dari warisan budaya dan dampak sosial tertentu.  Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna  Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna.
  • 8.
     Progresivisme menekankanpada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses.  Pada rekonstruksivisme, peradaban manusia masa depan sangat ditekankan.  Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. Oleh karena itu, dalam praktek pengembangan kurikulum, penerapan aliran filsafat cenderung dilakukan secara eklektif untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang terkait dengan pendidikan.
  • 9.
    Manfaat Filsafat Pendidikan  Nasution (1982) mengidentifikasi beberapa manfaat filsafat pendidikan, yaitu:  1) Filsafat pendidikan dapat menentukan arah akan dibawa ke mana anak-anak melalui pendidikan di sekolah  2) Dengan adanya tujuan pendidikan yang diwarnai oleh filsafat yang dianut, kita mendapat gambaran yang jelas tentang hasil yang harus dicapai
  • 10.
     3) Filsafatdan tujuan pendidikan memberi kesatuan yang bulat kepada segala usaha pendidikan.  4) Tujuan pendidikan memungkinkan si pendidik menilai usahanya, hingga manakah tujuan itu tercapai.  5) Tujuan pendidikan memberikan motivasi atau dorongan bagi kegiatan-kegiatan pendidikan.
  • 11.
    Landasan Psikologis Nana Syaodih Sukmadinata mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar.
  • 12.
     Psikologi perkembanganmerupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum.
  • 13.
     Psikologi belajarmerupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.
  • 14.
     5 tipekompetensi menurut Ella Yulaelawati yaitu:  Motif; sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi.  Bawaan; yaitu karakteristik fisisk yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau informasi.  Konsep diri; yaitu tingkah laku, nilai atau image seseorang.  Pengetahuan; yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang;  Keterampilan; yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun mental.
  • 15.
    Landasan Sosial-Budaya Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarkat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama, budaya, politik atau segi-segi kehidupan lainnya.
  • 16.
     melalui pendidikandiharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.
  • 17.
     Sejalan denganperkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat.
  • 18.
    Landasan Ilmu Pengetahuandan Tekhnologi  Ilmu pengetahuan adalah seperangkat pengetahuan yang disusun secara sistematis yang dihasilkan melalui riset atau penelitian.  Sedangkan teknologi adalah aplikasi dari ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam kehidupan.
  • 19.
     Kemajuan cepatdunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam tahunm-tahun terakhir ini telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya.  Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal.
  • 20.
    Perkembangan dalam bidangIlmu Pengetahuan dan Tekhnologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.
  • 21.
     Perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi secara langsung berimplikasi terhadap pengembangan kurikulum yang di dalamnya mencakup pengembangan isi/materi pendidikan, penggunaan strategi dan media pembelajaran, serta penggunaan sistem evaluasi.
  • 22.
    simpulan  1.Landasan Filosofis, yaitu asumsi-asumsi tentang hakikat realitas, hakikat manusia, hakikat pengetahuan, dan hakikat nilai yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Asumsiasumsi filosofis tersebut berimplikasi pada permusan tujuan pendidikan, pengembangan isi atau materi pendidikan, penentuan strategi, serta pada peranan peserta didik dan peranan pendidik.  2. Landasan psikologis, adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis psikologi yang harus menjadi acuan yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan mempelajari proses dan karaktersitik perkembangan peserta didik sebagai subjek pendidikan, sedangkan psikologi belajar mempelajari tingkah laku peserta didik dalam situasi belajar. Ada tiga jenis teori belajar yang mempunyai pengaru besar dalam pengembangan kurikulum, yaitu teori belajar kognitif, behavioristik, dan humanistic.
  • 23.
     3. Landasansosial budaya, adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari sosiologi dan antrofologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Karakterstik sosial budaya di mana peserta didik hidup berimplikasi pada program pendidikan yang akan dikembangkan.  4. Landasan ilmiah dan teknologi, adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari hasil-hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Pengembangan kurikulum membutuhkan sumbangan dari berbagai kajian ilmiah dan teknologi baik yang bersifat hardware maupun software sehingga pendidikan yang dilaksanakan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pngetahuan dan teknologi.