Disusun Oleh :
Khoiriyah
Zainatun Faizin
A. Proses Pengembangan
 Kata kurikulum berasal dari bahasa Latin (Yunani) yaitu cucere yang
berubah menjadi kata benda curriculum yang pertama kali dipakai dalam
dunia atlantik. Kurikulum dalam arti sempit adalah sejumlah mata
pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus
ditempuh untuk mendapatkan ijazah atau naik tingkat.
 Kurikulum dalam arti umum adalah rangkaian semua program kegiatan
yang telah direncanakan dan diterapkan oleh masing-masing lembaga
pendidikan baik sekolah dasar, sekolah menengah, maupun perguruan
tinggi.
 Pengembangan berasal dari bahasa Inggris development yang diambil dari kata kerja
develop yang berarti tumbuh, bertambah, menjadi lebih besar atau lebih baik. Develop
juga bisa diartikan sebagai mengkaji atau memikirkan sesuatu sepenuhnya.
Pengembangan sebagaimana yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2009:7) bahwa
pengembangan berarti kegiatan yang menghasilkan sesuatu atau menyusun sesuatu
yang baru atau menyempurnakan sesuatu yang telah ada secara terencana dan
berurutan yang hubungannya dengan penyusunan encana kegiatan belajar mengajar.
 Pengembangan kurikulum sebagai proses perencanaan penetapan berbagai
kebutuhan, mengadakam identifikasi tujuan-tujuan dan sasaran, menyusun persiapan
intruksional memenuhi segala persyaratan kebudayaan sosial dan pribadi. Kurikulum
elu dikembangkan dengan lebih menitik beratkan pada pencapaian target kopetensi
dari pada penguasaan materi, lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan
sumberdaya pendidikan yang tersedia serta memberikan kebebasanyang luas kepada
pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan pendidikan sesuai dengan
kebutuhan.
 Hanun Asrohah dan Anas Amin Alamsyah, Pengembangan Kurikulum, (Surabaya:
Kopertais IV Press, 2015), Hlm. 62
B. Langkah-Langkah Pengembangan Kurikulum
 Kurikulum merupakan relnya pendidikan untuk membawa siswa agar
hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Dari proses-
proses pengembangan kurikulum haruslah melewati langkah-langkah
yang akan membuat kelancaran untuk melaksanakannya hal tersebut
ada tiga dimensi yaitu kurikulum sebgai ide, kurikulum sebagai
dokumen dan kurikulum sebagai proses, dimensi kurukulum itu saling
berkaitan antara yang satu dengnan yang lain. Kurikulum sebagai proses
dilaksanakan dengan berbagai kebijakan kurikulum. Kebijakan-
kebijakan tersebut merupakan operasional sebaagai ide dan sebagai
dokumen. Afiful Ikhwan, Pengembangan Kurikulum, (Tulungagung:
STAIM Press, 2014), Hlm. 36
C. Kerangka Pengembangan Kurikulum
 Landasan filosofi
 Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai
kurikulum, sumber dan isi kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar,
hubungan peserta didi dan masyarakat serta lingkungan alam disekitarnya.
 Landasan teoritis
 Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standard an teori kurikulum berbasis
kompetisi. Kurikulum berbasis kompetisi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya
bagi peserta didik.
 Landasan yuridis
 UUD RI Th. 1945
 UU No. 20 th. 2003 tentang System Pendidikan Nasional
 UU No. 17 th. 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
 PP No. 19 th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
D. Model Pengembangan Kurikulum
 Dalam merealisasikan proses pengembangan kurikulum
diperluakan suatu model pengembangan kurikulum
dengan pendekatan yang sesuai.
 Kegiatan pengembangan kurikulum sekolah memerlukan
model yang dijadikan lambang teoritis untuk
melaksanakan sesuatu kegiatan
Kesimpulan
Kurikulum merupakan relnya pendidikan untuk membawa siswa
agar hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.
Dari proses-proses pengembangan kurikulum haruslah
melewati langkah-langkah yang akan membuat kelancaran
untuk melaksanakannya hal tersebut ada tiga dimensi yaitu
kurikulum sebgai ide, kurikulum sebagai dokumen dan
kurikulum sebagai proses, dan dimensi kurukulum itu saling
berkaitan antara yang satu dengnan yang lain.

Proses Pengembangan kurikulum

  • 1.
  • 2.
    A. Proses Pengembangan Kata kurikulum berasal dari bahasa Latin (Yunani) yaitu cucere yang berubah menjadi kata benda curriculum yang pertama kali dipakai dalam dunia atlantik. Kurikulum dalam arti sempit adalah sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mendapatkan ijazah atau naik tingkat.  Kurikulum dalam arti umum adalah rangkaian semua program kegiatan yang telah direncanakan dan diterapkan oleh masing-masing lembaga pendidikan baik sekolah dasar, sekolah menengah, maupun perguruan tinggi.
  • 3.
     Pengembangan berasaldari bahasa Inggris development yang diambil dari kata kerja develop yang berarti tumbuh, bertambah, menjadi lebih besar atau lebih baik. Develop juga bisa diartikan sebagai mengkaji atau memikirkan sesuatu sepenuhnya. Pengembangan sebagaimana yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2009:7) bahwa pengembangan berarti kegiatan yang menghasilkan sesuatu atau menyusun sesuatu yang baru atau menyempurnakan sesuatu yang telah ada secara terencana dan berurutan yang hubungannya dengan penyusunan encana kegiatan belajar mengajar.  Pengembangan kurikulum sebagai proses perencanaan penetapan berbagai kebutuhan, mengadakam identifikasi tujuan-tujuan dan sasaran, menyusun persiapan intruksional memenuhi segala persyaratan kebudayaan sosial dan pribadi. Kurikulum elu dikembangkan dengan lebih menitik beratkan pada pencapaian target kopetensi dari pada penguasaan materi, lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumberdaya pendidikan yang tersedia serta memberikan kebebasanyang luas kepada pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan.  Hanun Asrohah dan Anas Amin Alamsyah, Pengembangan Kurikulum, (Surabaya: Kopertais IV Press, 2015), Hlm. 62
  • 4.
    B. Langkah-Langkah PengembanganKurikulum  Kurikulum merupakan relnya pendidikan untuk membawa siswa agar hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Dari proses- proses pengembangan kurikulum haruslah melewati langkah-langkah yang akan membuat kelancaran untuk melaksanakannya hal tersebut ada tiga dimensi yaitu kurikulum sebgai ide, kurikulum sebagai dokumen dan kurikulum sebagai proses, dimensi kurukulum itu saling berkaitan antara yang satu dengnan yang lain. Kurikulum sebagai proses dilaksanakan dengan berbagai kebijakan kurikulum. Kebijakan- kebijakan tersebut merupakan operasional sebaagai ide dan sebagai dokumen. Afiful Ikhwan, Pengembangan Kurikulum, (Tulungagung: STAIM Press, 2014), Hlm. 36
  • 5.
    C. Kerangka PengembanganKurikulum  Landasan filosofi  Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didi dan masyarakat serta lingkungan alam disekitarnya.  Landasan teoritis  Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standard an teori kurikulum berbasis kompetisi. Kurikulum berbasis kompetisi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik.  Landasan yuridis  UUD RI Th. 1945  UU No. 20 th. 2003 tentang System Pendidikan Nasional  UU No. 17 th. 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional  PP No. 19 th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  • 6.
    D. Model PengembanganKurikulum  Dalam merealisasikan proses pengembangan kurikulum diperluakan suatu model pengembangan kurikulum dengan pendekatan yang sesuai.  Kegiatan pengembangan kurikulum sekolah memerlukan model yang dijadikan lambang teoritis untuk melaksanakan sesuatu kegiatan
  • 7.
    Kesimpulan Kurikulum merupakan relnyapendidikan untuk membawa siswa agar hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Dari proses-proses pengembangan kurikulum haruslah melewati langkah-langkah yang akan membuat kelancaran untuk melaksanakannya hal tersebut ada tiga dimensi yaitu kurikulum sebgai ide, kurikulum sebagai dokumen dan kurikulum sebagai proses, dan dimensi kurukulum itu saling berkaitan antara yang satu dengnan yang lain.