Disusun oleh:
1. Davit Arifin
2. M. Zaeni G.M
3. Iin Farida
4. Nais Puspaningrum
Rasional emotif adalah sistem psikoterapi
yang mengajari individu bagaimana sistem
keyakinanya menentukan yang dirasakan dan
dilakukan pada berbagai peristiwa dalam
kehidupan.
Albert Ellis mengemukakan ada tiga pilar yang
membangun tingkah laku individu, yaitu:
1. Antecedent event yaitu segenap peristiwa luar
yang dialami atau memapar individu.
2. Belief yaitu keyakinan, pandangan, nilai, atau
verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa.
3. Emotional consequence yaitu merupakan
konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi
individu dalam bentuk perasaan senang atau
hambatan emosi dalam hubungannya dengan
antecendent event (A).
 Memperbaiki dan merubah sikap, persepsi,
cara berpikir, keyakinan serta pandangan-
pandangan klien yang irasional dan tidak logis
menjadi pandangan yang rasional dan logis
agar klien dapat mengembangkan diri,
meningkatkan sel-actualizationnya seoptimal
mungkin melalui tingkah laku kognitif dan
afektif yang positif.
 Dalam langkah pertama konselor berusaha
menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang
dihadapinnya berkaitan dengan keyakinannya yang
tidak rasional.
 Dalam langkah kedua peranan konselor adalah
menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang
dihadapinya merupakan tanggung jawan sendiri.
 Dalam langkah ketiga konselor berperan mengajak
klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang
tidak rasional.
 Dalam langkah keempat peranan konselor adalah
mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis
dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak
rasional.
1. Teknik-Teknik Emotif (Afektif)
2. Teknik-teknik Behavioristik
3. Teknik-teknik Kognitif
 pendekatan rasional emotif yang dikembangkan oleh
Albert Ellis mempunyai kelebihan sebagai berikut:
 Rasional Emotif menawarkan dimensi kognitif dan
menantang klien untuk meneliti rasionalitas dari keputusan
yang telah diambil serta nilai yang klien anut.
 Rasional Emotif memberikan penekanan untuk
mengaktifkan pemahaman yang didapat oleh klien
sehingga klien akan langsung mampu mempraktekkan
perilaku baru mereka.
 Rasional Emotif menekankan pada praktek terapeutik yang
komperehensif dan elektik.
 Rasional emotif mengajarkan klien cara-cara mereka bisa
melakukan terapi sendiri tanpa intervensi langsung dari
terapis.
 Pendekatan Rasional Emotif yang dikembangkan oleh
Albert Ellis mempunyai kekurangan sebagai berikut:
 Rasional Emotif tidak menekankan kepada masa lalu
sehingga dalam proses terapeutik ada hal-hal yang
tidak diperhatikan.
 Rasional Emotif kurang melakukan pembangunan
hubungan antara klien dan terapis sehingga klien
mudah diintimidasi oleh konfrontasi cepat terapis.
 Klien dengan mudahnya terbius dengan oleh kekuatan
dan wewenang terapis tanpa benar-benar
menantangnya atau menginternalisasi ide-ide baru.
 Kurang memperhatikan faktor ketidaksadaran dan
pertahanan ego.
Ppt bu hastin

Ppt bu hastin

  • 1.
    Disusun oleh: 1. DavitArifin 2. M. Zaeni G.M 3. Iin Farida 4. Nais Puspaningrum
  • 2.
    Rasional emotif adalahsistem psikoterapi yang mengajari individu bagaimana sistem keyakinanya menentukan yang dirasakan dan dilakukan pada berbagai peristiwa dalam kehidupan.
  • 3.
    Albert Ellis mengemukakanada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu, yaitu: 1. Antecedent event yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. 2. Belief yaitu keyakinan, pandangan, nilai, atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. 3. Emotional consequence yaitu merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A).
  • 4.
     Memperbaiki danmerubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan serta pandangan- pandangan klien yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan diri, meningkatkan sel-actualizationnya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif.
  • 5.
     Dalam langkahpertama konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinnya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional.  Dalam langkah kedua peranan konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawan sendiri.  Dalam langkah ketiga konselor berperan mengajak klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang tidak rasional.  Dalam langkah keempat peranan konselor adalah mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional.
  • 6.
    1. Teknik-Teknik Emotif(Afektif) 2. Teknik-teknik Behavioristik 3. Teknik-teknik Kognitif
  • 7.
     pendekatan rasionalemotif yang dikembangkan oleh Albert Ellis mempunyai kelebihan sebagai berikut:  Rasional Emotif menawarkan dimensi kognitif dan menantang klien untuk meneliti rasionalitas dari keputusan yang telah diambil serta nilai yang klien anut.  Rasional Emotif memberikan penekanan untuk mengaktifkan pemahaman yang didapat oleh klien sehingga klien akan langsung mampu mempraktekkan perilaku baru mereka.  Rasional Emotif menekankan pada praktek terapeutik yang komperehensif dan elektik.  Rasional emotif mengajarkan klien cara-cara mereka bisa melakukan terapi sendiri tanpa intervensi langsung dari terapis.
  • 8.
     Pendekatan RasionalEmotif yang dikembangkan oleh Albert Ellis mempunyai kekurangan sebagai berikut:  Rasional Emotif tidak menekankan kepada masa lalu sehingga dalam proses terapeutik ada hal-hal yang tidak diperhatikan.  Rasional Emotif kurang melakukan pembangunan hubungan antara klien dan terapis sehingga klien mudah diintimidasi oleh konfrontasi cepat terapis.  Klien dengan mudahnya terbius dengan oleh kekuatan dan wewenang terapis tanpa benar-benar menantangnya atau menginternalisasi ide-ide baru.  Kurang memperhatikan faktor ketidaksadaran dan pertahanan ego.