Sigmund Freud, lahir pada 6 Mei 1856, mengembangkan teori psikoanalisis yang menekankan pentingnya pengalaman masa lalu dan ketidaksadaran dalam membentuk perilaku manusia. Dia berpendapat bahwa agama merupakan ilusi yang muncul sebagai tanggapan manusia terhadap ketidakberdayaan mereka dan mirip dengan perilaku neurotis. Dalam pandangannya, perilaku keagamaan berkaitan erat dengan mekanisme represi mental yang sama yang menyebabkan gangguan psikologis.