Disusun oleh :
1. Siti Nuratika
 Sigmund Freud dilahirkan di Freiberg, Moravia pada 6 Mei
1856, yang pada waktu itu merupakan suatu daerah kekaisaran
Austria-Hongaria, sekarang berada di Republik Ceko.
Keluarganya adalah penganut agama Yahudi. Ayahnya bekerja
sebagai seorang pedagang, dan menikah untuk kedua kalinya
saat dua orang putranya yang lain sudah tumbuh dewasa.
Freud adalah anak pertama dari Istri kedua yang jauh lebih
muda.
 Ketika berumur 4 tahun, kelauraganya pindah ke
Wina. Di Ibukota Austria ini, ia menetap sampai 82
tahun umurnya. Sebagai seorang Yahudi, dia sadar
tidak mungkin terlalu menunjukkan kesalehan
agamanya sendiri di kota yang didominasi oleh
Kristen Katolik,
• Manusia dideterminasi oleh kekuatan-kekuatan irasional,
motivasi-motivasi tidak sadar, kebutuhan-kebutuhan dan
dorongan-dorongan biologis dan naluriah oleh peristiwa-
peristiwa psikoseksual yang terjadi pada masa lalu dari
kehidupannya
• Tingkah laku manusia :
(1) ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan biologis dan insting-instingnya,
(2) dikendalikan
oleh pengalaman-pengalaman masa lampau dan ditentukan
oleh faktor-faktor interpersonal dan intrapsikis. (tidak
disadari)
 Psikoanalisis menurut definisi modern yaitu :
1) Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi
yang menekankan pada dinamika, faktor-faktor
psikis yang menentukan perilaku manusia,
serta pentingnya pengalaman masa kanak-
kanak dalam membentuk kepribadian masa
dewasa,
2) Psikoanalisa adalah teknik yang khusus
menyelidiki aktivitas ketidaksadaran (bawah
sadar),
3) Psikoanalisa adalah metode interpretasi dan
penyembuhan gangguan mental.
 Agama bagi Freud adalah dorongan Libido yang
muncul dari alam ketidaksadaran tersebut. Sebab itu,
Freud punya keyakinan bahwa agama tidak akan dapat
mampu berbicara banyak dalam kehidupan, karena
agama adalah sikap kegilaan yang infantile. Freud
merekomendasikan agar manusia menginggalkan
agama.
1. ID
2. EGO
3. SUPER EGO
 Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif
dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip
kesenangan “pleasure principle”.
 Ego adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai
pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk
menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk
mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-
nilaisuperego.
 Superego adalah bagian moral dari kepribadian manusia,
karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah-
benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh
dorongan ego.
 Tingkat kesadaran :
1. Kesadaran :
 Tingkatan yang memiliki fungsi mengingat,
menyadari dan merasakan Sesutu secara
sadar
 Kesadaran ini memiliki ruang yang terbatas
dan tampak pada saat individu menyadari
berbagai stimulus yang ada disekitarnya
2. Ambang sadar :
 Tingkatan kesadaran yang menyimpan ide,
ingatan, dan perasaan yang berfungsi
mengantarkan ke tingkat kesadaran.
 Bukan merupakan bagian dari tingkat
kesadaran, tetapi merupakan tingkatan lain
yang biasanya membutuhkan waktu beberapa
saat untuk menyadari sesuatu
3. Ketidaksadaran
 Tingkatan dunia ketidaksadaran yang
terbesar dan sebagai bagian terpenting dari
struktur psikis, karena segenap pikiran dan
perasaan yang dialami sepanjang hidupnya
yang tidak dapat disadari lagi akan tersimpan
di dalam ketidaksadaran.
 Tingkah laku manusia sebagian besar
didorong oleh perasaan dan pikiran yang
tersimpan di tingkat ketidaksadaran ini.
1. Dorongan beragama bukanlah suatu dorongan yang
dialami/asasi, melainkan dorongan yang tercipta
karena tuntutan lingkungan.
2. Agama adalah reaksi manusia atas kekuatannya
sendiri
3. Tuhan adalah refleksi dari Oedipus complex
kebencian kepada ayah yang dimanifestasikan
sebagai ketakutan kepada Tuhan.
4. Agama dalam cirri-ciri psikologisnya adalah sebuah
ilusi, yakni kepercayaan yang dasar utamanya
adalah angan-angan.
5. Manusia lari kepada agama disebabkan oleh
ketidakberdayaannya menghadapi
bencana/masalah (misalnya : takut mati, ingin
bebas dari siksaan, dll)
6.Untuk keperluan itu, maka manusia
menciptakan Tuhan dalam pikirannya.
7. Tuhan yang diciptakan sendiri itu yang akan
disembah.
8.Sedangkan ritual penyembahan terhadap
Tuhan sangat tergantung dari contoh-contoh
yang diperlihatkan oleh orang-orang yang
terlebih dulu melakukannya.
9.Menurut Herman (1958) agama adalah suatu
ciptaan manusia untuk mengatasi problem
hidup yang dihadapinya
 Dalam sebuah artikel Freud yang
diterbitkan dengan judul Obsessive Actions
and Religious Practices (1907), dia
menyimpulkan perilaku orang beragama
mirip dengan tingkah laku pasien
neurotisnya. Misalnya, keduanya sama-
sama menekankan bentuk-bentuk
seremonial dalam melakukan sesuatu, dan
sama-sama akan merasa bersalah
seandainya tidak melakukan ritual-ritual
tersebut dengan sempurna.
 Pada kedua kasus tersebut, upacara-upacara yang
dilakukan juga diasosiasikan dengan dorongan
represi dasariah. Gangguan psikologis biasanya
muncul dari ketertekanan hasrat seksual,
sedangkan dalam agama sebagai akibat
ketertekanan diri (ke’aku’an), yaitu pengontrolan
terhadap insting-ego. Jadi, kalau represi seksual
terjadi dalam gangguan obsesi mental diri
seseorang, maka agama yang dipraktekkan oleh
lebih banyak kalangan bisa dikatakan sebagai
gangguan obsesi mental secara universal.
 Terima kasih 

Jawaban

  • 1.
    Disusun oleh : 1.Siti Nuratika
  • 2.
     Sigmund Freuddilahirkan di Freiberg, Moravia pada 6 Mei 1856, yang pada waktu itu merupakan suatu daerah kekaisaran Austria-Hongaria, sekarang berada di Republik Ceko. Keluarganya adalah penganut agama Yahudi. Ayahnya bekerja sebagai seorang pedagang, dan menikah untuk kedua kalinya saat dua orang putranya yang lain sudah tumbuh dewasa. Freud adalah anak pertama dari Istri kedua yang jauh lebih muda.
  • 3.
     Ketika berumur4 tahun, kelauraganya pindah ke Wina. Di Ibukota Austria ini, ia menetap sampai 82 tahun umurnya. Sebagai seorang Yahudi, dia sadar tidak mungkin terlalu menunjukkan kesalehan agamanya sendiri di kota yang didominasi oleh Kristen Katolik,
  • 4.
    • Manusia dideterminasioleh kekuatan-kekuatan irasional, motivasi-motivasi tidak sadar, kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan biologis dan naluriah oleh peristiwa- peristiwa psikoseksual yang terjadi pada masa lalu dari kehidupannya • Tingkah laku manusia : (1) ditujukan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan insting-instingnya, (2) dikendalikan oleh pengalaman-pengalaman masa lampau dan ditentukan oleh faktor-faktor interpersonal dan intrapsikis. (tidak disadari)
  • 5.
     Psikoanalisis menurutdefinisi modern yaitu : 1) Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi yang menekankan pada dinamika, faktor-faktor psikis yang menentukan perilaku manusia, serta pentingnya pengalaman masa kanak- kanak dalam membentuk kepribadian masa dewasa, 2) Psikoanalisa adalah teknik yang khusus menyelidiki aktivitas ketidaksadaran (bawah sadar), 3) Psikoanalisa adalah metode interpretasi dan penyembuhan gangguan mental.
  • 6.
     Agama bagiFreud adalah dorongan Libido yang muncul dari alam ketidaksadaran tersebut. Sebab itu, Freud punya keyakinan bahwa agama tidak akan dapat mampu berbicara banyak dalam kehidupan, karena agama adalah sikap kegilaan yang infantile. Freud merekomendasikan agar manusia menginggalkan agama.
  • 7.
    1. ID 2. EGO 3.SUPER EGO
  • 8.
     Id adalahkomponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”.  Ego adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai- nilaisuperego.  Superego adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.
  • 9.
     Tingkat kesadaran: 1. Kesadaran :  Tingkatan yang memiliki fungsi mengingat, menyadari dan merasakan Sesutu secara sadar  Kesadaran ini memiliki ruang yang terbatas dan tampak pada saat individu menyadari berbagai stimulus yang ada disekitarnya
  • 10.
    2. Ambang sadar:  Tingkatan kesadaran yang menyimpan ide, ingatan, dan perasaan yang berfungsi mengantarkan ke tingkat kesadaran.  Bukan merupakan bagian dari tingkat kesadaran, tetapi merupakan tingkatan lain yang biasanya membutuhkan waktu beberapa saat untuk menyadari sesuatu
  • 11.
    3. Ketidaksadaran  Tingkatandunia ketidaksadaran yang terbesar dan sebagai bagian terpenting dari struktur psikis, karena segenap pikiran dan perasaan yang dialami sepanjang hidupnya yang tidak dapat disadari lagi akan tersimpan di dalam ketidaksadaran.  Tingkah laku manusia sebagian besar didorong oleh perasaan dan pikiran yang tersimpan di tingkat ketidaksadaran ini.
  • 12.
    1. Dorongan beragamabukanlah suatu dorongan yang dialami/asasi, melainkan dorongan yang tercipta karena tuntutan lingkungan. 2. Agama adalah reaksi manusia atas kekuatannya sendiri 3. Tuhan adalah refleksi dari Oedipus complex kebencian kepada ayah yang dimanifestasikan sebagai ketakutan kepada Tuhan. 4. Agama dalam cirri-ciri psikologisnya adalah sebuah ilusi, yakni kepercayaan yang dasar utamanya adalah angan-angan. 5. Manusia lari kepada agama disebabkan oleh ketidakberdayaannya menghadapi bencana/masalah (misalnya : takut mati, ingin bebas dari siksaan, dll)
  • 13.
    6.Untuk keperluan itu,maka manusia menciptakan Tuhan dalam pikirannya. 7. Tuhan yang diciptakan sendiri itu yang akan disembah. 8.Sedangkan ritual penyembahan terhadap Tuhan sangat tergantung dari contoh-contoh yang diperlihatkan oleh orang-orang yang terlebih dulu melakukannya. 9.Menurut Herman (1958) agama adalah suatu ciptaan manusia untuk mengatasi problem hidup yang dihadapinya
  • 14.
     Dalam sebuahartikel Freud yang diterbitkan dengan judul Obsessive Actions and Religious Practices (1907), dia menyimpulkan perilaku orang beragama mirip dengan tingkah laku pasien neurotisnya. Misalnya, keduanya sama- sama menekankan bentuk-bentuk seremonial dalam melakukan sesuatu, dan sama-sama akan merasa bersalah seandainya tidak melakukan ritual-ritual tersebut dengan sempurna.
  • 15.
     Pada keduakasus tersebut, upacara-upacara yang dilakukan juga diasosiasikan dengan dorongan represi dasariah. Gangguan psikologis biasanya muncul dari ketertekanan hasrat seksual, sedangkan dalam agama sebagai akibat ketertekanan diri (ke’aku’an), yaitu pengontrolan terhadap insting-ego. Jadi, kalau represi seksual terjadi dalam gangguan obsesi mental diri seseorang, maka agama yang dipraktekkan oleh lebih banyak kalangan bisa dikatakan sebagai gangguan obsesi mental secara universal.
  • 16.