AGAMA DAN NILAI AGAMA DALAM
BIMBINGAN DAN KONSELING
Di susun oleh
Mohamad Ali Sadikin (1114500003)
Iin Farida
(1114500016)
Ana Fitrotul Laeli (1114500066)
Pengertian agama secara bahasa /
Etimologi
• Menurut bahasa Indonesia arti dari agama yaitu peraturan
• Kata agama berasal dari bahasa sansekerta ‘a’ berarti tidak dan
‘gamma’ berarti kacau sehingga agama bisa diartikan sebagai aturan
yang bertujuan agar tidak terjadi kekacauan.
• Dalam bahasa inggris “religion” adalah suatu kepercayaan akan
keberadaan suatu kekuatan pengatur supranatural yang
mengendalikan alam semesta
• Dalam bahasa arab disebut dengan istilah “addin” yang berarti caea,
adat kebiasaan, peraturan, undang-undang, kepatuhan,
kecenderungan, nasehat dan agama.
Pengertian agama secara devinisi /
Terminology
• Menurut prof. Dr, Bouquet agama adalah hubungan yang
tepat antara diri manusia dengan yang bukan manusia,
yang memiliki sifat suci dan supranatural, dan yang
bersifat ada dengan sendirinya dan yang mempunyai
kekuatan absolute yang disebut tuhan (Abu Ahmadi,
1984:14)
• Kamus bahasa indonesia agama merupakan sistem prinsip
kepercayaan kepada tuhan atau disebut dengan Dew atau
nama lainnya. Dengan ajaran kebaktian dan kewajiaban-
kewajiaban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Agama ada dua makna yaitu umum dan khusus.
 Agama dalam makana umum berarti sebuah sistem orientasi
dan pengabdian.
 merupakan suatu penerimaan terhadap aturan-aturan dan suatu
kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan
yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya
sendiri, yang memerintahkan untuk mengadakan kebaktian,
pengabdian, dan pelayanan yang setia.
Ciri-ciri dalam agama
• Adanya kepercayaan terhadap yang maha gaib, maha suci, maha
agung, sebagai pencpita alam semesta.
• Adanya pemujaan atau pengkultusan (ibadah). Dalam hal ini adanya
sistem ritus atau upacara keagmaan yang telah di tentukan oleh
agama tersebut.
• Adanya sumber ajaran yang berbentuk kitab suci.
• Memiliki aturan-aturan yang mengikat baik yang dikondifikasikan
(dibukukan) maupun yang tak tertulis.
• Adannya penyampaian ajaran
• Adanya suatu ajaran (doktrin) yang harus dijalankan oleh setiap
penganutan, dalam islam doktrin itu terdiri dari tiga aspek yaitu
iman, islam dan ikhsan.
Kebutuhan manusia terhadap agama
• Agama dapat menjadi petunjuk, pegangan
serta pedoman hidup bagi manusia dalam
menempuh hidpunya dengan harapan penuh
keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Peran agama dalam kehidupan manusia sangat
jelas. Agama disatu sisi adalah kebutuhan
manusia yang tidak mungkin ditinggalkan.
Hubungan konseling dan agama
• Konseling hanya mencangkaup aspek-aspek
psikologis, filosofis dan ketrampilan teknis,
Sedangkan bidang agama khususnya islam,
jarang masuk kedalamnya.
• Dalam proses konseling, konselor bisa
menggunakan salah satu dari dua cara dalam
konseling agama.
• Yang pertama dengan menggunakan (agama
sebagai tujuan) lebih menekankan pada
pemantapan klien terhadap keyakianan
agamanya.
• Yang ke dua dimana agama sebagai instrument
lebih menekankan pada nilai-nilai luhur yang
diajarkan dalam sebuah agama digunakan
untuk aktifitas konseling secara luas.
Hubungan konselor terdapat tiga hikmah yang
terdapat dalam firman allah, yaitu
Konselor harus memeiliki paradigma
egalitarianism atau persamaan
Konselor diajukan tidak memulai perlakuan
(treatmen) dengan kelemahan, masalah, atau
kesulitan yang dimiliki klien.
Jika klien membutuhkan bimbingan beragama,
maka sepantasnya konselor memberinya.
Nilai – nilai bimbingan dan konseling dalam
Iman, Islam, dan Ikhsan
Nilai-nilai Bimbingan dalam Rukun Iman
 Iman Kepada Allah SWT
 Iman kepada Malaikat Allah
 Iman kepada Rasul
 Iman kepada Kitab-nya
 Iman kepada Takdir Allah
Nilai-nilai Bimbingan dalam Rukun Islam
 Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat
 Bersuci dan Melaksanakan Shalat
 Membayar Zakat, Infak, dan Shodaqah
 Shiyam
 Hajji
Nilai-nilai Bimbingan dalam Ihsan
Ihsan mencangkup segala tindakan dan ucapan
dalam hubungan-nya dengan diri sendiri dan
orang lain:
 Membimbing Makan dan Minum
 Bimbingan dalam Berpakaian
 Bimbingan untuk Berbicara
 Bimbingan untuk hati
 Bimbingan Hidup Bersama Orang tua
 Bimbingan hidup dengan sesama muslim
 Bimbingan pergaulan dengan oranh yang bukan muhrim
 Bimbingan untuk pernikahan
 Bimbingan untuk mengatasi kebibgungan menentukan
pilihan
 Bimbingan untuk membantu mereka yang terlanjur
berbuat dosa atau salah.
 Bimbingan untuk menghadapi musibah
Ppt

Ppt

  • 1.
    AGAMA DAN NILAIAGAMA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Di susun oleh Mohamad Ali Sadikin (1114500003) Iin Farida (1114500016) Ana Fitrotul Laeli (1114500066)
  • 2.
    Pengertian agama secarabahasa / Etimologi • Menurut bahasa Indonesia arti dari agama yaitu peraturan • Kata agama berasal dari bahasa sansekerta ‘a’ berarti tidak dan ‘gamma’ berarti kacau sehingga agama bisa diartikan sebagai aturan yang bertujuan agar tidak terjadi kekacauan. • Dalam bahasa inggris “religion” adalah suatu kepercayaan akan keberadaan suatu kekuatan pengatur supranatural yang mengendalikan alam semesta • Dalam bahasa arab disebut dengan istilah “addin” yang berarti caea, adat kebiasaan, peraturan, undang-undang, kepatuhan, kecenderungan, nasehat dan agama.
  • 3.
    Pengertian agama secaradevinisi / Terminology • Menurut prof. Dr, Bouquet agama adalah hubungan yang tepat antara diri manusia dengan yang bukan manusia, yang memiliki sifat suci dan supranatural, dan yang bersifat ada dengan sendirinya dan yang mempunyai kekuatan absolute yang disebut tuhan (Abu Ahmadi, 1984:14) • Kamus bahasa indonesia agama merupakan sistem prinsip kepercayaan kepada tuhan atau disebut dengan Dew atau nama lainnya. Dengan ajaran kebaktian dan kewajiaban- kewajiaban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
  • 4.
    Agama ada duamakna yaitu umum dan khusus.  Agama dalam makana umum berarti sebuah sistem orientasi dan pengabdian.  merupakan suatu penerimaan terhadap aturan-aturan dan suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkan untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan yang setia.
  • 5.
    Ciri-ciri dalam agama •Adanya kepercayaan terhadap yang maha gaib, maha suci, maha agung, sebagai pencpita alam semesta. • Adanya pemujaan atau pengkultusan (ibadah). Dalam hal ini adanya sistem ritus atau upacara keagmaan yang telah di tentukan oleh agama tersebut. • Adanya sumber ajaran yang berbentuk kitab suci. • Memiliki aturan-aturan yang mengikat baik yang dikondifikasikan (dibukukan) maupun yang tak tertulis. • Adannya penyampaian ajaran • Adanya suatu ajaran (doktrin) yang harus dijalankan oleh setiap penganutan, dalam islam doktrin itu terdiri dari tiga aspek yaitu iman, islam dan ikhsan.
  • 6.
    Kebutuhan manusia terhadapagama • Agama dapat menjadi petunjuk, pegangan serta pedoman hidup bagi manusia dalam menempuh hidpunya dengan harapan penuh keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan. Peran agama dalam kehidupan manusia sangat jelas. Agama disatu sisi adalah kebutuhan manusia yang tidak mungkin ditinggalkan.
  • 7.
    Hubungan konseling danagama • Konseling hanya mencangkaup aspek-aspek psikologis, filosofis dan ketrampilan teknis, Sedangkan bidang agama khususnya islam, jarang masuk kedalamnya. • Dalam proses konseling, konselor bisa menggunakan salah satu dari dua cara dalam konseling agama.
  • 8.
    • Yang pertamadengan menggunakan (agama sebagai tujuan) lebih menekankan pada pemantapan klien terhadap keyakianan agamanya. • Yang ke dua dimana agama sebagai instrument lebih menekankan pada nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam sebuah agama digunakan untuk aktifitas konseling secara luas.
  • 9.
    Hubungan konselor terdapattiga hikmah yang terdapat dalam firman allah, yaitu Konselor harus memeiliki paradigma egalitarianism atau persamaan Konselor diajukan tidak memulai perlakuan (treatmen) dengan kelemahan, masalah, atau kesulitan yang dimiliki klien. Jika klien membutuhkan bimbingan beragama, maka sepantasnya konselor memberinya.
  • 10.
    Nilai – nilaibimbingan dan konseling dalam Iman, Islam, dan Ikhsan Nilai-nilai Bimbingan dalam Rukun Iman  Iman Kepada Allah SWT  Iman kepada Malaikat Allah  Iman kepada Rasul  Iman kepada Kitab-nya  Iman kepada Takdir Allah
  • 11.
    Nilai-nilai Bimbingan dalamRukun Islam  Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat  Bersuci dan Melaksanakan Shalat  Membayar Zakat, Infak, dan Shodaqah  Shiyam  Hajji
  • 12.
    Nilai-nilai Bimbingan dalamIhsan Ihsan mencangkup segala tindakan dan ucapan dalam hubungan-nya dengan diri sendiri dan orang lain:  Membimbing Makan dan Minum  Bimbingan dalam Berpakaian  Bimbingan untuk Berbicara  Bimbingan untuk hati
  • 13.
     Bimbingan HidupBersama Orang tua  Bimbingan hidup dengan sesama muslim  Bimbingan pergaulan dengan oranh yang bukan muhrim  Bimbingan untuk pernikahan  Bimbingan untuk mengatasi kebibgungan menentukan pilihan  Bimbingan untuk membantu mereka yang terlanjur berbuat dosa atau salah.  Bimbingan untuk menghadapi musibah