TEORI KONSELING RASIONAL
EMOTIF BEHAVIOR TERAPI
Di susun oleh :
-Ayu Fitriana 1112500072
-Indriana Eko A 1112500209
-Priyatini 1112500036
-Sri Munah 1112500129
-Widyastiti A 1112500190
-Utari Yahya 1112500210
Konseling Rational Emotif
Tokoh teori Albert Ellis ahli psikologi klinis
sering mengkususkan diri dalam bidang
konseling perkawinan dan keluarga.
Berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya
dalam teori belajar behavioral, kemudian ia
mengembangkan suatu pendekatan sendiri
yang disebut rational emotive therapy (RET)
atau terapi rasional emotif.
1. Konsep Pokok
Unsur pokok terapi rasional-emotif adalah
asumsi bahwa berfikir dan emosi buka dua
proses yang terpisah. Emosi disebabkan dan
dikendalikan oleh pikiran. Emosi adalah pikiran
yang dialihkan dan diprasangkakan sebagai
suatu proses sikap dan kognitif yang intrinsik.
2. Proses Konseling
Tugas konselor menurut Ellis adalah membantu individu
yang tidak bahagia dan menghadapi hambatan, untuk
menunjukkan bahwa :
a. Kesulitannya disebabkan oleh persepsi yang
terganggu dan pikiran yang tidak logis.
b. Usaha memperbaikinya adalah harus kembali kepada
sebab-sebab permulaan.
Konselor yang efektif akan membantu klien
untukmengubah pikiran, perasaan, dan perilaku yang
tidak logis.
3. Tujuan Konseling Rasional-Emotif
a. Memperbaiki dan meruban sikap, persepsi,
cara berfikir, keyakinan serta pandangan
klien yang irasional dan logis menjadi rasional
dan logis agar klien dapat mengembangkan
diri, meningkatkan self actualizationnya
seoptimal mungkin melalui prilaku kognitif
dan afektif yang positif.
b. Menghilangkan gangguan emosional yang
merusak diri sendiri.
Karakteristik Rasional-Emotif
a. Aktif-direktif
b. Kognitif-eksperiensial
c. Emotif-eksperiensial
d. Behavioristik
e. Kondisional
4. teknik-Teknik Terapi
a. Teknik emotif (afektif) :
- Teknik Assertive Training
- Teknik sosiodrama
- Teknik self modeling
- Teknik imitasi
b. Teknik Behavioristik
- Teknik reinforcement / penguatan
- Teknik social modeling/ penguatan modeling
- Teknik live models/ model dari kehidupan
nyata
c. Teknik-Teknik Kognitif :
- Home work assigments/ pemberian tugas
rumah
- Teknik Assertive
Rational Emotive Therapy
Rational emotive therapy dapat diartikan
dengan corak konseling yang menekankan
kebersamaan dan interaksi antara berfikir
dengan akal sehat, berperasaan, dan perilaku
serta sekaligus menekankan bahwa suatu suatu
perubahan yang mendalam.
Tujuan Konseling Rasional-Emotif
1. memperbaiki dan merubah sikap, persepsi,
cara berpikir, keyakinan serta pandangan-
pandangan klien yang irasional dan logis
menjadi rasional dan logis agar klien dapat
mengebagkan diri, meningkatkan self
actualizationnya seoptimal mungkin melalui
perilaku kognitif dan afektif yang positif.
2. menghilangkan ganggua-gangguan emosional
yang merusak diri sendiri seperti: ras takut,
rasa bersalah, rasa berdosa, rasa ccemas,
merasa was-was, rasa marah, sebagai
konseling dari cara berpikir keyakinan yang
keliru dengan jalan melatih dan mengajar klien
untuk menghadapi kenyataan-kenyataan hidup
secara rasional dan membangkitkan
kepercayaan, nilai-nilai dan kemampuan diri
sendiri.
Kesimpulan
Rational Emotive Therapy (RET), yaitu corak
konseling yang menekankan kebersamaan dan
interaksi antara berpikir dan akal sehat(rational
thinking), berperasaan(emoting), dan
berperilaku(acting), serta sekaligus menekankan
bahwa suatu perubahan yang mendalam dalam cara
berpikir dapat menghasilkan perubahan yang berarti
dalam cara berperasaan dan berperilaku. Maka,
orang yang mengalami gangguan dalam alam
perasaannya, harus dibantu untuk meninjau kembali
caranya berpikir dan memanfaatkan akal sehat.
Tehnik terapi rasional emotif mengunakan berbagai
teknik yang bersifat kognitif, efektif dan
behavioral yang disesuaikan posisi klien.
TERIMA KASIH

Ppt makalah

  • 1.
    TEORI KONSELING RASIONAL EMOTIFBEHAVIOR TERAPI Di susun oleh : -Ayu Fitriana 1112500072 -Indriana Eko A 1112500209 -Priyatini 1112500036 -Sri Munah 1112500129 -Widyastiti A 1112500190 -Utari Yahya 1112500210
  • 2.
    Konseling Rational Emotif Tokohteori Albert Ellis ahli psikologi klinis sering mengkususkan diri dalam bidang konseling perkawinan dan keluarga. Berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya dalam teori belajar behavioral, kemudian ia mengembangkan suatu pendekatan sendiri yang disebut rational emotive therapy (RET) atau terapi rasional emotif.
  • 3.
    1. Konsep Pokok Unsurpokok terapi rasional-emotif adalah asumsi bahwa berfikir dan emosi buka dua proses yang terpisah. Emosi disebabkan dan dikendalikan oleh pikiran. Emosi adalah pikiran yang dialihkan dan diprasangkakan sebagai suatu proses sikap dan kognitif yang intrinsik.
  • 4.
    2. Proses Konseling Tugaskonselor menurut Ellis adalah membantu individu yang tidak bahagia dan menghadapi hambatan, untuk menunjukkan bahwa : a. Kesulitannya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran yang tidak logis. b. Usaha memperbaikinya adalah harus kembali kepada sebab-sebab permulaan. Konselor yang efektif akan membantu klien untukmengubah pikiran, perasaan, dan perilaku yang tidak logis.
  • 5.
    3. Tujuan KonselingRasional-Emotif a. Memperbaiki dan meruban sikap, persepsi, cara berfikir, keyakinan serta pandangan klien yang irasional dan logis menjadi rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan diri, meningkatkan self actualizationnya seoptimal mungkin melalui prilaku kognitif dan afektif yang positif. b. Menghilangkan gangguan emosional yang merusak diri sendiri.
  • 6.
    Karakteristik Rasional-Emotif a. Aktif-direktif b.Kognitif-eksperiensial c. Emotif-eksperiensial d. Behavioristik e. Kondisional
  • 7.
    4. teknik-Teknik Terapi a.Teknik emotif (afektif) : - Teknik Assertive Training - Teknik sosiodrama - Teknik self modeling - Teknik imitasi b. Teknik Behavioristik - Teknik reinforcement / penguatan - Teknik social modeling/ penguatan modeling - Teknik live models/ model dari kehidupan nyata
  • 8.
    c. Teknik-Teknik Kognitif: - Home work assigments/ pemberian tugas rumah - Teknik Assertive
  • 9.
    Rational Emotive Therapy Rationalemotive therapy dapat diartikan dengan corak konseling yang menekankan kebersamaan dan interaksi antara berfikir dengan akal sehat, berperasaan, dan perilaku serta sekaligus menekankan bahwa suatu suatu perubahan yang mendalam.
  • 10.
    Tujuan Konseling Rasional-Emotif 1.memperbaiki dan merubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan serta pandangan- pandangan klien yang irasional dan logis menjadi rasional dan logis agar klien dapat mengebagkan diri, meningkatkan self actualizationnya seoptimal mungkin melalui perilaku kognitif dan afektif yang positif.
  • 11.
    2. menghilangkan ganggua-gangguanemosional yang merusak diri sendiri seperti: ras takut, rasa bersalah, rasa berdosa, rasa ccemas, merasa was-was, rasa marah, sebagai konseling dari cara berpikir keyakinan yang keliru dengan jalan melatih dan mengajar klien untuk menghadapi kenyataan-kenyataan hidup secara rasional dan membangkitkan kepercayaan, nilai-nilai dan kemampuan diri sendiri.
  • 12.
    Kesimpulan Rational Emotive Therapy(RET), yaitu corak konseling yang menekankan kebersamaan dan interaksi antara berpikir dan akal sehat(rational thinking), berperasaan(emoting), dan berperilaku(acting), serta sekaligus menekankan bahwa suatu perubahan yang mendalam dalam cara berpikir dapat menghasilkan perubahan yang berarti dalam cara berperasaan dan berperilaku. Maka, orang yang mengalami gangguan dalam alam perasaannya, harus dibantu untuk meninjau kembali caranya berpikir dan memanfaatkan akal sehat. Tehnik terapi rasional emotif mengunakan berbagai teknik yang bersifat kognitif, efektif dan behavioral yang disesuaikan posisi klien.
  • 13.