Pertemuan ke-5
 Teori belajar Pavlov
teori pembiasaan klasik (Classical
Conditioning)
suatu proses perubahan yang terjadi karena
adanya syarat2 (conditionis) yang kemudian
menimbulkan reaksi (response)
 Teori Belajara Bandura
teori belajar sosial (social learning theory)-
observationnal learning atau belajar dengan
pengamatan
prosedur2 belajar sosial-moral
1. conditioning
reward – punisment
2. immitation
proses peniruan oleh peserta didik melalui
perilaku yang ditularkan oleh pendidik
 Teori belajar Piaget
teori perkembangan mental manusia
(intelektual/kognitif)
perkembangan kognitif peserta didik
 Sejak lahir - 2 tahun
tahapan sensor motor
 2 – 7 tahun (realisme moral)
tahap perkembangan kognitif praoperasional
 7 – 10 tahun (masa transisi)
Tahap perkembangan kognitif kongkret-perasional
 11 tahun ke atas (otonomi, realisme, dan resiprositas)
Tahap perkembangan kognitif-operasional
 Teori belajar Bruner
prinsip2 belajar menurut bruner :
1. proses perolehan informasi baru
2. proses mentransformasikan informasi yang
diterima
3. menguji relevansi dan ketepatan
pengetahuan
Discovery learning –- mengorganisasikan
bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk
akhir
1. Tahap Enaktif
tahap ini peserta didik di dalam belajarnya menggunakan
atau memanipulasi obyek-obyek secara langsung.
2. Tahap Ikonik
kegiatan anak-anak mulai menyangkut mental yang
merupakan gambaran dari obyek-obyek. Dalam tahap ini,
peserta didik tidak memanipulasi langsung obyek-obyek,
melainkan sudah dapat memanipulasi dengan menggunakan
gambaran dari obyek. Pengetahuan disajikan oleh
sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep
(Sugandi, 2004:37)
3. Tahap Simbolik
anak memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak
ada lagi kaitannya dengan objek-objek.
 Teori belajar Dewey
pola pendidikan partisipatif – pembelajaran
orang dewasa (khusus di indonesia)
pembelajaran membawa peserta didik untuk
berhadapan secara langsung dengan realitas
yang ada dilingkungan
 Teori belajar Brownell
model pembelajaran meaningful learning-
meaning theori (belajar bermakna)
penggunaan media pembelajaran – benda2
kongkrit
 Teori belajar Dienes
“benda2 atau objek2 dalam bentuk permainan
akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan
baik dalam pembelajaran matematika”
tahapan2 dalam menerapkan permainan dalam
pembelajaran :
1) permainan bebas (free play)
2) permainan yang menggunakan aturan (game)
3) permainan kesamaan sifat (searching for
communalities)
4) Permainan representasi (representation)
5) Permainan dengan simbolis (symbolization)
6) Permainan dengan formulasasi (formulazation)

Teori Belajar dalam Pembelajaran Matematika

  • 1.
  • 2.
     Teori belajarPavlov teori pembiasaan klasik (Classical Conditioning) suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat2 (conditionis) yang kemudian menimbulkan reaksi (response)
  • 3.
     Teori BelajaraBandura teori belajar sosial (social learning theory)- observationnal learning atau belajar dengan pengamatan prosedur2 belajar sosial-moral 1. conditioning reward – punisment 2. immitation proses peniruan oleh peserta didik melalui perilaku yang ditularkan oleh pendidik
  • 4.
     Teori belajarPiaget teori perkembangan mental manusia (intelektual/kognitif) perkembangan kognitif peserta didik  Sejak lahir - 2 tahun tahapan sensor motor  2 – 7 tahun (realisme moral) tahap perkembangan kognitif praoperasional  7 – 10 tahun (masa transisi) Tahap perkembangan kognitif kongkret-perasional  11 tahun ke atas (otonomi, realisme, dan resiprositas) Tahap perkembangan kognitif-operasional
  • 5.
     Teori belajarBruner prinsip2 belajar menurut bruner : 1. proses perolehan informasi baru 2. proses mentransformasikan informasi yang diterima 3. menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan Discovery learning –- mengorganisasikan bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir
  • 6.
    1. Tahap Enaktif tahapini peserta didik di dalam belajarnya menggunakan atau memanipulasi obyek-obyek secara langsung. 2. Tahap Ikonik kegiatan anak-anak mulai menyangkut mental yang merupakan gambaran dari obyek-obyek. Dalam tahap ini, peserta didik tidak memanipulasi langsung obyek-obyek, melainkan sudah dapat memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari obyek. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep (Sugandi, 2004:37) 3. Tahap Simbolik anak memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak ada lagi kaitannya dengan objek-objek.
  • 7.
     Teori belajarDewey pola pendidikan partisipatif – pembelajaran orang dewasa (khusus di indonesia) pembelajaran membawa peserta didik untuk berhadapan secara langsung dengan realitas yang ada dilingkungan
  • 8.
     Teori belajarBrownell model pembelajaran meaningful learning- meaning theori (belajar bermakna) penggunaan media pembelajaran – benda2 kongkrit
  • 9.
     Teori belajarDienes “benda2 atau objek2 dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pembelajaran matematika” tahapan2 dalam menerapkan permainan dalam pembelajaran : 1) permainan bebas (free play) 2) permainan yang menggunakan aturan (game) 3) permainan kesamaan sifat (searching for communalities) 4) Permainan representasi (representation) 5) Permainan dengan simbolis (symbolization) 6) Permainan dengan formulasasi (formulazation)