Kegiatan belajar 1
TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DAN
KOGNITIVISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM
PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan perbedaan konsep belajar menurut teori
behavioristik dan teori kognitif
2. Menentukan implikasi teori behavioristik dalam kegiatan
pembelajaran Agama Islam
3. Menentukan implikasi teori kognitif dalam kegiatan
pembelajaran Agama Islam .
Page 02 of 17
Sub-Capaian Pembelajaran
PEMBELAJ
ARAN
Materi
Page 03 of 17
TEORI BELAJAR
BEHAVIORISTIK
portfolio contact
Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku
sebagai akibat dari adanya pengalaman dan latihan dalam hubungan
stimulus dan respon.
1. Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik
Menurut teori ini, pembelajaran adalah proses pemberian
stimulus (input) oleh guru yang diikuti oleh respon (output) dari
siswa.
Page 04 of 17
TEORI BELAJAR
BEHAVIORISTIK
contact
2. Teori Belajar Behavioristik Menurut Para Ahli
a. Teori Belajar Menurut Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Dari definisi belajar
tersebut, maka menurut Thorndike perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat
berujud kongkrit yaitu yang dapat diamati, atau tidak kongkrit yaitu yang tidak dapat diamati.
Dalam proses eksperimennya yang melalui proses trial and error, Thorndike mengemukakan 3 hukum
pokok, yaitu:
• Hukum Latihan
• Hukum Akibat
• Hukum Kesiapan
1) Law of multiple response
2) Law of attitude
3) Lawofpartialactivity
4) Law of response by analogy
Thorndike juga
mengemukakan 4
hukum tambahan,
yaitu:
Page 05 of 17
TEORI BELAJAR
BEHAVIORISTIK
contact
b. Teori Belajar Menurut John Broades Watson (1878-1958)
Menurutnya, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun
stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat
diamati (observable) dan dapat diukur.
Pemikiran Watson
(Collin, dkk: 2012) dapat
digambarkan sebagai
berikut:
Page 06 of 17
TEORI BELAJAR
BEHAVIORISTIK
c. Teori Belajar Menurut Edwin Ray Guthrie (1886-1959)
Edwin Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan
terjadinya proses belajar. Dijelaskannya bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung
hanya bersifat sementara, oleh sebab itu dalam kegiatan belajar siswa perlu sesering mungkin
diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat lebih tetap.
d. Teori Belajar Menurut Burrhusm Frederic
Skinner (1904-1990)
Menurut Skinner, hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dalam
lingkungannya akan menimbulkan perubahan tingkah laku
Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine, Pembelajaran
berprogram, modul, dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada
konsep hubungan stimulus–respons serta mementingkan faktor-faktor penguat
(reinforcement), merupakan program-program pembelajaran yang menerapkan
teori belajar yang dikemukakan oleh Skinner.
PEMBELAJ
ARAN
Materi
Page 07 of 17
TEORI BELAJAR
BEHAVIORISTIK
portfolio contact
1. Kelemahann Teori Behavioristik
Teori behavioristik banyak dikritik karena sering kali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang
kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang
tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon.
Pandangan behavioristik ini juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi siswa,
walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama.
Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif
dan tidak produktif.
PEMBELAJ
ARAN
Materi
Page 08 of 17
TEORI BELAJAR
BEHAVIORISTIK
portfolio contact
1. Implementasi Teori Behavioristiik dalam Kegiatan Pembelajaran
a. Pemberian tugas atau ulangan diperlukan dalam pembelajaran
b. Dalam pembelajaran perlu adanya proses pengulangan (repetition) materi, karena dapat
membentuk pembiasaan
c. Pemberian stimulus yang menyenangkan terhadap tindakan baik maupun kurang baik siswa
d. Pemberian hukuman dan hadiah diperlukan dalam rangka menciptakan disiplin kelas yang
kondusif untuk proses pembelajaran
e. Pemberian hadiah atau hukuman harus dilakukan secara variatif
f. Proses pembelajaran akan berjalan secara efektif jika siswa sudah memiliki kesiapan untuk
mengikuti proses belajar, baik kesiapan mental maupun kesiapan menerima materi yang baru,
PEMBELAJ
ARAN
Materi
Page 09 of 17
TEORI BELAJAR
KOGNITIF
1. Pengertian Teori
Belajar Kognitif
Teori belajar kognitif berbeda dengan teori belajar
behavioristik. Teori belajar kognitif lebih mementingkan
proses belajar dari pada hasil belajarnya. Belajar
merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang
tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang
nampak. Dalam belajar, kognitivisme mengakui pentingnya
faktor individu dalam belajar tanpa meremehkan faktor
eksternal atau lingkungan.
2. Teori Belajar Kognitif
menurut Para Ahli
a. Teori Perkembangan Jean Piaget (1896-1980)
Menurut Piaget, perkembangan kognitif merupakan
suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang
didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan
sistem saraf. Dengan semakin bertambahnya umur
seseorang, maka makin kompleks susunan sel
syarafnya dan makin meningkat pula
kemampuannya.
PEMBELAJ
ARAN
Materi
Collin, dkk (2012) menggambarkan
pemikiran Piaget sebagai
berikut:
Page 10 of 17
Lanjutan
Piaget membagi tahap-tahap
perkembangan kognitif menjadi
empat yaitu:
1). Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun
2). Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun)
> Preoperational (umur 2-4 tahun)
> Tahap intuitif (umur 4-7 atau 8 tahun)
3). Tahap operasional konkrit (umur 7 atau 8-
11 atau 12 tahun)
4). Tahap Operasional formal (umur 11/12-18
tahun)
Page 11 of 17
Dalam memandang proses belajar, Bruner
menekankan adanya pengaruh kebudayaan
terhadap tingkah laku seseorang. Dengan
teorinya yang disebut free discovery learning,
dia mengatakan bahwa proses belajar akan
berjalan dengan baik dan kreatif jika guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau
pemahaman melalui contoh-contoh yang
dijumpai dalam kehidupannya.
Menurut Bruner perkembangan kognitif
seseorang terjadi melalui tiga tahap
yang ditentukan oleh caranya melihat
lingkungan, yaitu;
a. enactive,
b. iconic, dan
c. symbolic.
T e o r i B e l a j a r M e n u r u t
J e r o m e B r u n e r ( 1 9 1 5 -
2 0 1 6 )
Page 12 of 17
T e o r i B e l a j a r M e n u r u t
J e r o m e B r u n e r ( 1 9 1 5 -
2 0 1 6 )
Pemikiran Bruner (Collin, 2012) dapat
digambarkan sebagai berikut:
TEORI BELAJAR MENURUT DAVID
AUSUBEL (1918-2008)
Menurut Ausubel belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua
dimensi. Dimens pertama berhubungan dengan cara informasi
atau materi pelajaran yang disajikan pada siswa melalui
penerimaan atau penemuan. Dimensi kedua menyangkut cara
bagaimana siswa dapat mengaitkan informasi itu pada struktur
kognitif yang telah ada yang meliputi fakta, konsep, dan
generalisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh siswa.
Bagi Ausebel belajar bermaknamerupakan suatu proses
dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep yang relevan
yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Dalam belajar
bermakna, informasi baru a, b, c dikaitkan pada konsep-konsep
relevan dalam struktur kognitif (subsume A, B, C).
Page 13 of 17
Teori belajar menurut
Gagne(1916-2002)
Page 14 of 17
PEMBELAJA
RAN
Materi
Menurut Gagne (dalam Dahar, 2011, hlm. 67),
belajar konsep merupakan suatu bagian dari
suatu hierarki delapan bentuk belajar. Dalam
hierarki ini, setiap tingkat belajar bergantung
pada tingkat-tingkat sebelumnya. Hierarki belajar
dari Gagne tersebut adalah:
1) Belajar tanda sinyal (sinyal learning)
2)Belajar stimulus respon (stimulus response learning)
3)Belajar merangkai tingkah laku (behaviour chaining
learning)
4)Belajar asosiasi verbal (verbal chaining learning)
5)Belajar diskriminasi (discrimination learning)
6)Belajar konsep (concept learning)
7)Konsep terdefinisi
8)Belajar memecahkan masalah (problem solving)
Menurut Gagne,ada lima kemampuan
hasil belajar, yaitu:
1)Keterampilan intelektual
2) Strategi Kognitif
3) Sikap
4) Informasi Verbal
5) Keterampilan Motorik
Page 15 of 17
IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR KOGNITIF
DALAM PEMBELAJARAN
a. Belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon,
tetapi lebuhih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks;
b. Siswa bukan sebagai orang dewasa yang muda dalam proses berpikirnya,
tetapi mereka mengalami perkembangan kognitif melalui tahap-tahap
tertentu;
c. Siswa harus diberikan kesempatan untuk belajar sesuai dengan
kemampuannya, sehingga pemberian waktu belajar untuk setiap siswa harus
lebih fleksibel;
d. Anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar akan dapat belajar dengan
baik, terutama jika menggunakan benda-benda konkrit;
e. Secara umum, semakin tinggi tahap perkembangan kognitif seseorang akan
semakin teratur dan semakin abstrak cara berpikirnya;
Page 16 of 17
LANJUTAN...
f. Proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan,
atau pemahaman melalui contoh-contoh yang dijumpai dalam
kehidupannya;
g. Perkembangan bahasa besar pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif
seorang anak;
h.Penyusunan materi pelajaran harus diatur dari yang sudah diketahui menuju kepada
yang baru, dari yang sederhana menuju kepada yang kompleks, dan dari yang mudah
menuju kepada yang sulit;
i. Belajar memahami akan lebih bermakna daripada belajar menghafal;
j. Adanya perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini
sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa.
Terimaka
let's
work
Page 17 of 17

Beige Minimal Creative Portfolio Presentation.pptx

  • 1.
    Kegiatan belajar 1 TEORIBELAJAR BEHAVIORISTIK DAN KOGNITIVISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN
  • 2.
    1. Menjelaskan perbedaankonsep belajar menurut teori behavioristik dan teori kognitif 2. Menentukan implikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran Agama Islam 3. Menentukan implikasi teori kognitif dalam kegiatan pembelajaran Agama Islam . Page 02 of 17 Sub-Capaian Pembelajaran
  • 3.
    PEMBELAJ ARAN Materi Page 03 of17 TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK portfolio contact Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman dan latihan dalam hubungan stimulus dan respon. 1. Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik Menurut teori ini, pembelajaran adalah proses pemberian stimulus (input) oleh guru yang diikuti oleh respon (output) dari siswa.
  • 4.
    Page 04 of17 TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK contact 2. Teori Belajar Behavioristik Menurut Para Ahli a. Teori Belajar Menurut Edward Lee Thorndike (1874-1949) Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Dari definisi belajar tersebut, maka menurut Thorndike perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat berujud kongkrit yaitu yang dapat diamati, atau tidak kongkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Dalam proses eksperimennya yang melalui proses trial and error, Thorndike mengemukakan 3 hukum pokok, yaitu: • Hukum Latihan • Hukum Akibat • Hukum Kesiapan 1) Law of multiple response 2) Law of attitude 3) Lawofpartialactivity 4) Law of response by analogy Thorndike juga mengemukakan 4 hukum tambahan, yaitu:
  • 5.
    Page 05 of17 TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK contact b. Teori Belajar Menurut John Broades Watson (1878-1958) Menurutnya, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Pemikiran Watson (Collin, dkk: 2012) dapat digambarkan sebagai berikut:
  • 6.
    Page 06 of17 TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK c. Teori Belajar Menurut Edwin Ray Guthrie (1886-1959) Edwin Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Dijelaskannya bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifat sementara, oleh sebab itu dalam kegiatan belajar siswa perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat lebih tetap. d. Teori Belajar Menurut Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990) Menurut Skinner, hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dalam lingkungannya akan menimbulkan perubahan tingkah laku Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine, Pembelajaran berprogram, modul, dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus–respons serta mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement), merupakan program-program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan oleh Skinner.
  • 7.
    PEMBELAJ ARAN Materi Page 07 of17 TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK portfolio contact 1. Kelemahann Teori Behavioristik Teori behavioristik banyak dikritik karena sering kali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Pandangan behavioristik ini juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi siswa, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.
  • 8.
    PEMBELAJ ARAN Materi Page 08 of17 TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK portfolio contact 1. Implementasi Teori Behavioristiik dalam Kegiatan Pembelajaran a. Pemberian tugas atau ulangan diperlukan dalam pembelajaran b. Dalam pembelajaran perlu adanya proses pengulangan (repetition) materi, karena dapat membentuk pembiasaan c. Pemberian stimulus yang menyenangkan terhadap tindakan baik maupun kurang baik siswa d. Pemberian hukuman dan hadiah diperlukan dalam rangka menciptakan disiplin kelas yang kondusif untuk proses pembelajaran e. Pemberian hadiah atau hukuman harus dilakukan secara variatif f. Proses pembelajaran akan berjalan secara efektif jika siswa sudah memiliki kesiapan untuk mengikuti proses belajar, baik kesiapan mental maupun kesiapan menerima materi yang baru,
  • 9.
    PEMBELAJ ARAN Materi Page 09 of17 TEORI BELAJAR KOGNITIF 1. Pengertian Teori Belajar Kognitif Teori belajar kognitif berbeda dengan teori belajar behavioristik. Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak. Dalam belajar, kognitivisme mengakui pentingnya faktor individu dalam belajar tanpa meremehkan faktor eksternal atau lingkungan. 2. Teori Belajar Kognitif menurut Para Ahli a. Teori Perkembangan Jean Piaget (1896-1980) Menurut Piaget, perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem saraf. Dengan semakin bertambahnya umur seseorang, maka makin kompleks susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya.
  • 10.
    PEMBELAJ ARAN Materi Collin, dkk (2012)menggambarkan pemikiran Piaget sebagai berikut: Page 10 of 17 Lanjutan Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif menjadi empat yaitu: 1). Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun 2). Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun) > Preoperational (umur 2-4 tahun) > Tahap intuitif (umur 4-7 atau 8 tahun) 3). Tahap operasional konkrit (umur 7 atau 8- 11 atau 12 tahun) 4). Tahap Operasional formal (umur 11/12-18 tahun)
  • 11.
    Page 11 of17 Dalam memandang proses belajar, Bruner menekankan adanya pengaruh kebudayaan terhadap tingkah laku seseorang. Dengan teorinya yang disebut free discovery learning, dia mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang dijumpai dalam kehidupannya. Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, yaitu; a. enactive, b. iconic, dan c. symbolic. T e o r i B e l a j a r M e n u r u t J e r o m e B r u n e r ( 1 9 1 5 - 2 0 1 6 )
  • 12.
    Page 12 of17 T e o r i B e l a j a r M e n u r u t J e r o m e B r u n e r ( 1 9 1 5 - 2 0 1 6 ) Pemikiran Bruner (Collin, 2012) dapat digambarkan sebagai berikut:
  • 13.
    TEORI BELAJAR MENURUTDAVID AUSUBEL (1918-2008) Menurut Ausubel belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua dimensi. Dimens pertama berhubungan dengan cara informasi atau materi pelajaran yang disajikan pada siswa melalui penerimaan atau penemuan. Dimensi kedua menyangkut cara bagaimana siswa dapat mengaitkan informasi itu pada struktur kognitif yang telah ada yang meliputi fakta, konsep, dan generalisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh siswa. Bagi Ausebel belajar bermaknamerupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Dalam belajar bermakna, informasi baru a, b, c dikaitkan pada konsep-konsep relevan dalam struktur kognitif (subsume A, B, C). Page 13 of 17
  • 14.
    Teori belajar menurut Gagne(1916-2002) Page14 of 17 PEMBELAJA RAN Materi Menurut Gagne (dalam Dahar, 2011, hlm. 67), belajar konsep merupakan suatu bagian dari suatu hierarki delapan bentuk belajar. Dalam hierarki ini, setiap tingkat belajar bergantung pada tingkat-tingkat sebelumnya. Hierarki belajar dari Gagne tersebut adalah: 1) Belajar tanda sinyal (sinyal learning) 2)Belajar stimulus respon (stimulus response learning) 3)Belajar merangkai tingkah laku (behaviour chaining learning) 4)Belajar asosiasi verbal (verbal chaining learning) 5)Belajar diskriminasi (discrimination learning) 6)Belajar konsep (concept learning) 7)Konsep terdefinisi 8)Belajar memecahkan masalah (problem solving) Menurut Gagne,ada lima kemampuan hasil belajar, yaitu: 1)Keterampilan intelektual 2) Strategi Kognitif 3) Sikap 4) Informasi Verbal 5) Keterampilan Motorik
  • 15.
    Page 15 of17 IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN a. Belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, tetapi lebuhih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks; b. Siswa bukan sebagai orang dewasa yang muda dalam proses berpikirnya, tetapi mereka mengalami perkembangan kognitif melalui tahap-tahap tertentu; c. Siswa harus diberikan kesempatan untuk belajar sesuai dengan kemampuannya, sehingga pemberian waktu belajar untuk setiap siswa harus lebih fleksibel; d. Anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar akan dapat belajar dengan baik, terutama jika menggunakan benda-benda konkrit; e. Secara umum, semakin tinggi tahap perkembangan kognitif seseorang akan semakin teratur dan semakin abstrak cara berpikirnya;
  • 16.
    Page 16 of17 LANJUTAN... f. Proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang dijumpai dalam kehidupannya; g. Perkembangan bahasa besar pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif seorang anak; h.Penyusunan materi pelajaran harus diatur dari yang sudah diketahui menuju kepada yang baru, dari yang sederhana menuju kepada yang kompleks, dan dari yang mudah menuju kepada yang sulit; i. Belajar memahami akan lebih bermakna daripada belajar menghafal; j. Adanya perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa.
  • 17.