Matematika Ekonomi
Persamaan Non Linear
Wiji Safitri, SMB., MM.
Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial
Universitas Pelita Bangsa
FUNGSI NON LINEAR
Yang sering dijumpai dalam analisis ekonomi:
1. Fungsi Kuadrat Parabolik
2. Fungsi Kubik
3. Fungsi Eksponensial
4. Fungsi Logaritmik
Fungsi Kuadrat
Bentuk Umum Fungsi Kuadrat dg
dua variabel x dan y adalah:
Y = ax2+bx + c , a≠ 0
Gambar suatu fungsi dapat berupa
salah satu dari empat kemungkinan
bentuk potongan kerucut: lingkaran,
elips, hiperbola, dan parabola.
IDENTIFIKASI PERSAMAAN KUADRAT
Bentuk umum :
(setidak-tidaknya salah satu a atau b tidak sama dengan nol).
Dari bentuk yang lebih umum ini, dapat diidentifikasi gambar atau kurva dari
persamaannya, yaitu sbb:
Apabila p=0, dengan kata lain dalam persamaan kuadrat tersebut tidak terdapat suku
yang mengandung xy, bentuk yang lebih umum tadi menjadi :
Berdasarkan bentuk dengan kasus khusus ini, identifikasinya menjadi sbb:
✓ Jika a = b ≠ 0,kurvanya sebuah lingkaran
✓ Jika a ≠ b, tetapi bertanda sama, kurvanya sebuah elips
✓ Jika a dan b berlawanan tanda, kurvanya sebuah hiperbola
✓ Jika a = 0 atau b = 0, tetapi tidak keduanya, kurvanya sebuah parabola
1. Lingkaran
Definisi:
Lingkaran secara geometri: tempat kedudukan
titik – titik yang berjarak tetap terhadap sebuah
titik tertentu yang disebut pusat (Dumayri,
2007).
Titik tertentu disebut ‘pusat lingkaran’
Jarak tertentu disebut ‘jari-jari lingkaran’
Bentuk Umum Persamaan Lingkaran:
Pusat dan jari-jari lingkaran dapat dicari dengan cara memanipulasi persamaan umum sedemikian rupa, sehingga :
• Dimana i dan j masing-masing adalah jarak pusat lingkaran terhadap sumbu-
sumbu y dan sumbu-sumbu horizontal x, r adalah jari-jari lingkaran.
2. Elips
Definisi:
Elips adalah tempat kedudukan titik-titik yang jumlah
jaraknya terhadap dua focus selalu konstan.
sebuah elips mempunyai dua sumbu simetri yang saling
tegaklurus: yang Panjang disebut sumbu mayor,
sedangkan yang pendek disebut sumbu minor.
Fokus elips: sembarang titik yang terletak pada sumbu
elips. Titik potong antara sumbu – sumbu elips
merupakan pusat elips yang bersangkutan.
Bentuk Umum Persamaan Elips:
• Pusat dan jari-jari elips dapat dicari dengan cara memanipulasi persamaan umum sedemikian rupa, sehingga :
Dimana i dan j mencerminkan koordinat pusat elips serta r1 dan
r2 adalah jari-jarinya
3. Hiperbola
➢Definisi: tempat kedudukan titik –
titik yang perbedaan jaraknya
terhadap dua focus selalu konstan.
➢Sebuah hiperbola memiliki dua
sumbu simetri yang saling tegaklurus
dan sepasang asimtot.
➢Perpotongan antara sumbu – sumbu
simetro (antara asimtot – asimtot
merupakan pusat hiperbola.
➢Sumbu simetri yang memotong
hiperbola disebut sumbu lintang
(transverse axis).
➢Sumbu lintang dapat berupa garis
yang sejajar dengan sumbu-x atau
sejajar dengan sumbu-y, tergantung
pada bentuk hiperbola.
Bentuk Umum Persamaan Hiperbola:
• Pusat hiperbola dapat dicari dengan
cara memanipulasi persamaan
umum sedemikian rupa, sehingga :
atau
Sumbu lintang // sumbu -x
Sumbu lintang // sumbu -y
a berlawanan tanda dengan b
Dimana i,j adalah koordinat
titik pusat hiperbolanya.
Persamaan untuk asimtot-asimtotnya dapat dicari melalui bentuk rumus
atau
Apabila m = n, asimtot –
asimtotnya akan saling
tegak lurus, sumbu
lintangnya tidak lagi
sejajar dengan salah satu
sumbu koordinat,
hiperbolanya disebut
hiperbola samasisi (equilateral
hyperbola).
contoh
Tentukan pusat dan asimtot – asimtot dari hiperbola 16x2 – 9y2 – 64x + 18y – 89 = 0. Tentukan juga
perpotongannya pada masing – masing sumbu koordinat.
Jawab:
16x2– 64x – 9y2 + 18y = 89
16 (x2 – 4x) – 9 (y2 – 2y) = 89
16 (x – 2)2 – 64 -9 (y – 1)2 + 9 =89
16 (x – 2)2 -9 (y – 1)2 = 89 + 64 – 9
16 (x – 2)2 -9 (y – 1)2 = 144
16 (x – 2)2 -9 (y – 1)2 = 144
144 144 144
(x – 2)2 -(y – 1)2 = 1
9 16
Agar menjadi 1 dibagi
144 begitu juga di ruas
kiri dibagi dengan 144
Mengingat Kembali:
(a + b)2 = a2 + 2ab + b2
Jadi:
i = 2, j = 1
m2 = 9 , m = 3
n2 =16, n = 4
Sumbu lintang // sumbu –
x , dengan persamaan:
Koordinat pusat hiperbola di
titik (2,1).
Lanjutan contoh
Asimtot – asimtotnya:
𝑥 −2
3
= ±
𝑦 −1
4
Jadi:
i = 2, j = 1
m2 = 9 , m = 3
n2 =16, n = 4
y – 1 = ±
4(𝑥 −2)
3
y – 1 = ±
4𝑥
3
-
8
3
y =
4𝑥
3
-
8
3
+ 1
y =
4𝑥
3
-
8
3
+
3
3
y =
4𝑥
3
-
5
3
y =
−4𝑥
3
+
8
3
+ 1
y =
−4𝑥
3
+
8
3
+
3
3
y =
−4𝑥
3
+
11
3
Jadi, jika:
X = 0, y = -
5
3
= -1,67
Jika y = 0, x =
5
4
= 1,25
0 =
4𝑥
3
-
5
3
4𝑥
3
=
5
3
12x = 15
X =
15
12
=
5
4
Jadi, jika:
X = 0, y =
11
3
= 3,67
Jika y = 0, x = 2,75
0 =
−4𝑥
3
+
11
3
4𝑥
3
=
11
3
12𝑥 = 33
X= 2,75
PERPOTONGAN dengan sumbu –x: y = 0
16x2– 64x – 89 = 0, diperoleh x1 = 5,09 dan x2 = -1,09
Perpotongan dengan sumbu –y, x = 0
9y2 - 18y + 89 = 0, diperoleh y1 = y2 = bilangan khayal
Tidak terdapat perpotongan dengan sumbu -y
4. Parabola
✓Definisi: Parabola adalah tempat kedudukan
titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah
focus dan sebuah garis lurus yang disebut
direktriks.
✓Bentuk persamaan kuadrat yang paling penting
dalam penerapan bisnis dan ekonomi.
✓Setiap parabola memiliki sumbu simetri dan
sebuah titik ekstrim.
✓Sumbu simetri parabola dapat berupa garis yang
sejajar dengan sumbu vertical y atau berupa
yang sejajar dengan sumbu horizontal x.
✓Titik ekstrim parabola adalah titik potong antara
sumbu simetri dan parabola yang bersangkutan.
Letak titik ekstrim parabola:
a. sumbu simetri parabola // sumbu
vertical, letak titik ekstrim di atas jika
parabola terbuka ke bawah (a < 0)
b. sumbu simetri parabola // sumbu
vertical, letak titik ekstrim di bawah
jika parabola terbuka ke atas (a > 0)
c. sumbu simetri parabola // sumbu
horizontal, titik ekstrim akan terletak
di kiri jika parabola terbuka ke kanan
(a > 0)
d. sumbu simetri parabola // sumbu
horizontal, titik ekstrim akan terletak
di kanan jika parabola terbuka ke kiri.
(a < 0)
Bentuk umum persamaan parabola:
Atau
Sumbu simetri // sumbu vertikal Sumbu simetri // sumbu horizontal
✓ Untuk parabola, bentuk persamaan 1 parabolanya terbuka ke bawah jika a<0 dan terbuka ke atas jika a>0.
✓ Sedangkan untuk bentuk persamaan2 parabolanya terbuka ke kanan jika a>0 dan terbuka ke kiri jika a<0.
Titik ekstrim parabola (i , j) adalah :
Dimana -b/2a adalah jarak titik ekstrim dari sumbu vertikal y, sedangkan adalah jarak
titik ekstrim dari sumbu horizontal x.
Bentuk umum persamaan parabola:
Sifat a:
a > 0
a < 0
Sifat b:
Tanda a = tanda b (positif atau negative nya).
Puncak di kiri sumbu y
Tanda a ≠ tanda b (positif atau negative nya).
Puncak di kanan sumbu y
b = 0
Sumbu simetri ada di sumbu y
x
y
a < 0
b < 0
x
y
a < 0
b > 0
x
y
b = 0
Sifat c:
c > 0 , titik potong dengan sumbu y di titik positif (+)
C < 0 , titik potong dengan sumbu y di titik negative (-)
x
y
x
y
C < 0
C > 0
Sifat d:
a > 0
d > 0
a > 0
d = 0
a > 0
d < 0
a < 0
d > 0
a < 0
d = 0 a < 0
d < 0
Contoh
Tentukan titik ekstrim parabola y = x2 + 2X
–3 dan perpotongan dengan sumbu –
sumbu koordinat.
Jawab:
y = x2 + 2X –3
a = 1 > 0 oleh karena itu, parabola terbuka
ke ATAS dan titik ekstrim terletak di
BAWAH, berupa titik puncak. Dan sumbu
simetri // dengan sumbu vertical (lihat
rumus fungsinya)
Koordinat titik puncak:
= (
− 2
2
,
4+12
−4
) = (-1 , -4)
Perpotongan dengan sumbu –y :
jika x = 0
Y = - 3 kordinatnya (0, -3)
Perpotongan dengan sumbu x,
Jika Y = 0
y = x2 + 2X –3
0 = x2 + 2X –3
(x + 3 ) (x - 1 )= 0
X + 3 =0, X = -3
X – 1 = 0, X = 1
(-1, -4)
(1,0)(-3, 0)
(0, -3)
(SUMBUSIMETRI,X=-1)
X
Y
Latihan
1. Tentukan pusat dan asimtot – asimtot hiperbola:
a. 9x2 – 4y2 – 18x + 8y – 31 = 0
b. -9x2 + 4y2 + 36x – 24y = 0
2. Tentukan titik ekstrim dan keterbukaan parabola. Dan gambarkan
bentuk parabolanya pada sumbu x dan y:
a. Y = 3x2 – 30x + 77
b. Y = -5x2 + 30x - 35
Terima Kasih

Pertemuan 05 persamaan non linear

  • 1.
    Matematika Ekonomi Persamaan NonLinear Wiji Safitri, SMB., MM. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Pelita Bangsa
  • 2.
    FUNGSI NON LINEAR Yangsering dijumpai dalam analisis ekonomi: 1. Fungsi Kuadrat Parabolik 2. Fungsi Kubik 3. Fungsi Eksponensial 4. Fungsi Logaritmik
  • 3.
    Fungsi Kuadrat Bentuk UmumFungsi Kuadrat dg dua variabel x dan y adalah: Y = ax2+bx + c , a≠ 0 Gambar suatu fungsi dapat berupa salah satu dari empat kemungkinan bentuk potongan kerucut: lingkaran, elips, hiperbola, dan parabola.
  • 4.
    IDENTIFIKASI PERSAMAAN KUADRAT Bentukumum : (setidak-tidaknya salah satu a atau b tidak sama dengan nol). Dari bentuk yang lebih umum ini, dapat diidentifikasi gambar atau kurva dari persamaannya, yaitu sbb:
  • 5.
    Apabila p=0, dengankata lain dalam persamaan kuadrat tersebut tidak terdapat suku yang mengandung xy, bentuk yang lebih umum tadi menjadi : Berdasarkan bentuk dengan kasus khusus ini, identifikasinya menjadi sbb: ✓ Jika a = b ≠ 0,kurvanya sebuah lingkaran ✓ Jika a ≠ b, tetapi bertanda sama, kurvanya sebuah elips ✓ Jika a dan b berlawanan tanda, kurvanya sebuah hiperbola ✓ Jika a = 0 atau b = 0, tetapi tidak keduanya, kurvanya sebuah parabola
  • 6.
    1. Lingkaran Definisi: Lingkaran secarageometri: tempat kedudukan titik – titik yang berjarak tetap terhadap sebuah titik tertentu yang disebut pusat (Dumayri, 2007). Titik tertentu disebut ‘pusat lingkaran’ Jarak tertentu disebut ‘jari-jari lingkaran’
  • 7.
    Bentuk Umum PersamaanLingkaran: Pusat dan jari-jari lingkaran dapat dicari dengan cara memanipulasi persamaan umum sedemikian rupa, sehingga : • Dimana i dan j masing-masing adalah jarak pusat lingkaran terhadap sumbu- sumbu y dan sumbu-sumbu horizontal x, r adalah jari-jari lingkaran.
  • 8.
    2. Elips Definisi: Elips adalahtempat kedudukan titik-titik yang jumlah jaraknya terhadap dua focus selalu konstan. sebuah elips mempunyai dua sumbu simetri yang saling tegaklurus: yang Panjang disebut sumbu mayor, sedangkan yang pendek disebut sumbu minor. Fokus elips: sembarang titik yang terletak pada sumbu elips. Titik potong antara sumbu – sumbu elips merupakan pusat elips yang bersangkutan.
  • 9.
    Bentuk Umum PersamaanElips: • Pusat dan jari-jari elips dapat dicari dengan cara memanipulasi persamaan umum sedemikian rupa, sehingga : Dimana i dan j mencerminkan koordinat pusat elips serta r1 dan r2 adalah jari-jarinya
  • 10.
    3. Hiperbola ➢Definisi: tempatkedudukan titik – titik yang perbedaan jaraknya terhadap dua focus selalu konstan. ➢Sebuah hiperbola memiliki dua sumbu simetri yang saling tegaklurus dan sepasang asimtot. ➢Perpotongan antara sumbu – sumbu simetro (antara asimtot – asimtot merupakan pusat hiperbola. ➢Sumbu simetri yang memotong hiperbola disebut sumbu lintang (transverse axis). ➢Sumbu lintang dapat berupa garis yang sejajar dengan sumbu-x atau sejajar dengan sumbu-y, tergantung pada bentuk hiperbola.
  • 11.
    Bentuk Umum PersamaanHiperbola: • Pusat hiperbola dapat dicari dengan cara memanipulasi persamaan umum sedemikian rupa, sehingga : atau Sumbu lintang // sumbu -x Sumbu lintang // sumbu -y a berlawanan tanda dengan b Dimana i,j adalah koordinat titik pusat hiperbolanya.
  • 12.
    Persamaan untuk asimtot-asimtotnyadapat dicari melalui bentuk rumus atau Apabila m = n, asimtot – asimtotnya akan saling tegak lurus, sumbu lintangnya tidak lagi sejajar dengan salah satu sumbu koordinat, hiperbolanya disebut hiperbola samasisi (equilateral hyperbola).
  • 13.
    contoh Tentukan pusat danasimtot – asimtot dari hiperbola 16x2 – 9y2 – 64x + 18y – 89 = 0. Tentukan juga perpotongannya pada masing – masing sumbu koordinat. Jawab: 16x2– 64x – 9y2 + 18y = 89 16 (x2 – 4x) – 9 (y2 – 2y) = 89 16 (x – 2)2 – 64 -9 (y – 1)2 + 9 =89 16 (x – 2)2 -9 (y – 1)2 = 89 + 64 – 9 16 (x – 2)2 -9 (y – 1)2 = 144 16 (x – 2)2 -9 (y – 1)2 = 144 144 144 144 (x – 2)2 -(y – 1)2 = 1 9 16 Agar menjadi 1 dibagi 144 begitu juga di ruas kiri dibagi dengan 144 Mengingat Kembali: (a + b)2 = a2 + 2ab + b2 Jadi: i = 2, j = 1 m2 = 9 , m = 3 n2 =16, n = 4 Sumbu lintang // sumbu – x , dengan persamaan: Koordinat pusat hiperbola di titik (2,1).
  • 14.
    Lanjutan contoh Asimtot –asimtotnya: 𝑥 −2 3 = ± 𝑦 −1 4 Jadi: i = 2, j = 1 m2 = 9 , m = 3 n2 =16, n = 4 y – 1 = ± 4(𝑥 −2) 3 y – 1 = ± 4𝑥 3 - 8 3 y = 4𝑥 3 - 8 3 + 1 y = 4𝑥 3 - 8 3 + 3 3 y = 4𝑥 3 - 5 3 y = −4𝑥 3 + 8 3 + 1 y = −4𝑥 3 + 8 3 + 3 3 y = −4𝑥 3 + 11 3 Jadi, jika: X = 0, y = - 5 3 = -1,67 Jika y = 0, x = 5 4 = 1,25 0 = 4𝑥 3 - 5 3 4𝑥 3 = 5 3 12x = 15 X = 15 12 = 5 4 Jadi, jika: X = 0, y = 11 3 = 3,67 Jika y = 0, x = 2,75 0 = −4𝑥 3 + 11 3 4𝑥 3 = 11 3 12𝑥 = 33 X= 2,75 PERPOTONGAN dengan sumbu –x: y = 0 16x2– 64x – 89 = 0, diperoleh x1 = 5,09 dan x2 = -1,09 Perpotongan dengan sumbu –y, x = 0 9y2 - 18y + 89 = 0, diperoleh y1 = y2 = bilangan khayal Tidak terdapat perpotongan dengan sumbu -y
  • 15.
    4. Parabola ✓Definisi: Parabolaadalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah focus dan sebuah garis lurus yang disebut direktriks. ✓Bentuk persamaan kuadrat yang paling penting dalam penerapan bisnis dan ekonomi. ✓Setiap parabola memiliki sumbu simetri dan sebuah titik ekstrim. ✓Sumbu simetri parabola dapat berupa garis yang sejajar dengan sumbu vertical y atau berupa yang sejajar dengan sumbu horizontal x. ✓Titik ekstrim parabola adalah titik potong antara sumbu simetri dan parabola yang bersangkutan.
  • 16.
    Letak titik ekstrimparabola: a. sumbu simetri parabola // sumbu vertical, letak titik ekstrim di atas jika parabola terbuka ke bawah (a < 0) b. sumbu simetri parabola // sumbu vertical, letak titik ekstrim di bawah jika parabola terbuka ke atas (a > 0) c. sumbu simetri parabola // sumbu horizontal, titik ekstrim akan terletak di kiri jika parabola terbuka ke kanan (a > 0) d. sumbu simetri parabola // sumbu horizontal, titik ekstrim akan terletak di kanan jika parabola terbuka ke kiri. (a < 0)
  • 17.
    Bentuk umum persamaanparabola: Atau Sumbu simetri // sumbu vertikal Sumbu simetri // sumbu horizontal ✓ Untuk parabola, bentuk persamaan 1 parabolanya terbuka ke bawah jika a<0 dan terbuka ke atas jika a>0. ✓ Sedangkan untuk bentuk persamaan2 parabolanya terbuka ke kanan jika a>0 dan terbuka ke kiri jika a<0. Titik ekstrim parabola (i , j) adalah : Dimana -b/2a adalah jarak titik ekstrim dari sumbu vertikal y, sedangkan adalah jarak titik ekstrim dari sumbu horizontal x.
  • 18.
    Bentuk umum persamaanparabola: Sifat a: a > 0 a < 0 Sifat b: Tanda a = tanda b (positif atau negative nya). Puncak di kiri sumbu y Tanda a ≠ tanda b (positif atau negative nya). Puncak di kanan sumbu y b = 0 Sumbu simetri ada di sumbu y x y a < 0 b < 0 x y a < 0 b > 0 x y b = 0 Sifat c: c > 0 , titik potong dengan sumbu y di titik positif (+) C < 0 , titik potong dengan sumbu y di titik negative (-) x y x y C < 0 C > 0
  • 19.
    Sifat d: a >0 d > 0 a > 0 d = 0 a > 0 d < 0 a < 0 d > 0 a < 0 d = 0 a < 0 d < 0
  • 20.
    Contoh Tentukan titik ekstrimparabola y = x2 + 2X –3 dan perpotongan dengan sumbu – sumbu koordinat. Jawab: y = x2 + 2X –3 a = 1 > 0 oleh karena itu, parabola terbuka ke ATAS dan titik ekstrim terletak di BAWAH, berupa titik puncak. Dan sumbu simetri // dengan sumbu vertical (lihat rumus fungsinya) Koordinat titik puncak: = ( − 2 2 , 4+12 −4 ) = (-1 , -4) Perpotongan dengan sumbu –y : jika x = 0 Y = - 3 kordinatnya (0, -3) Perpotongan dengan sumbu x, Jika Y = 0 y = x2 + 2X –3 0 = x2 + 2X –3 (x + 3 ) (x - 1 )= 0 X + 3 =0, X = -3 X – 1 = 0, X = 1 (-1, -4) (1,0)(-3, 0) (0, -3) (SUMBUSIMETRI,X=-1) X Y
  • 21.
    Latihan 1. Tentukan pusatdan asimtot – asimtot hiperbola: a. 9x2 – 4y2 – 18x + 8y – 31 = 0 b. -9x2 + 4y2 + 36x – 24y = 0 2. Tentukan titik ekstrim dan keterbukaan parabola. Dan gambarkan bentuk parabolanya pada sumbu x dan y: a. Y = 3x2 – 30x + 77 b. Y = -5x2 + 30x - 35
  • 22.