Slide 1 of 22

Transformasi random variabel
dengan Metode CDF

7:20
Introduction
Slide 2 of 22

Prinsip prosedur statistika:
Random sampel
Sampel

Populasi (N)

(n)

Estimasi perameter
Contoh: Ingin mengestimasi mean populasi



Secara intuitive kita mengambil sampel observasi sebanyak
n
n lalu menghitung

x1  x2  ...  xn
x

n
7:20

sebagai estimasi bagi



x
i 1

n

i
Introduction
Slide 3 of 22

Estimate/estimasi/realisasi sampel
Seberapa tepat

x mengestimasi  ?

Bergantung pada para r.v.

X 1 , X 2 ,..., X n dan efek

mereka terhadap distribusi dari estimator:
Estimator
/Statistik
/R.V.

n

X

Error of Estimation = x  
Karena

X
i 1

i

n
Ukuran ketepatan estimasi

x adalah salah satu kemungkinan sampel dari All Possible
Samples, maka kita tertarik terhadap P (| x   | k )  ....?

7:20
Introduction
Slide 4 of 22

Karena

x

adalah merupakan salah satu nilai dari X , maka

akan dapat dihitung jika pdf dari

X

P(| x   | k)

diketahui / bisa diturunkan

f (X )

P(| x   | k)

Karena

X 1  X 2  ...  X n
X
n

joint pdf dari

7:20

X 1 , X 2 ,..., X n

maka pdf dari

X bergantung pada
Introduction
Slide 5 of 22

Dalam aplikasi,



X 1 , X 2 ,..., X n

X 1 , X 2 ,..., X n
X 1 , X 2 ,..., X n

adalah random sample artinya:

saling independent
masing2 berdistribusi identik

i.i.d= independent

identical distribution

Asumsi independent akan terpenuhi jika N  (infinite) atau
(finite) tetapi N n cukup besar

N 

Asumsi identik merupakan konsekuensi logis mengingat semua
kemungkinan nilai dari masing-masing X 1 , X 2 ,..., X n adalah sama, yaitu
nilai-nilai observasi yang berasal dari populasi yang sama
Sehingga berlaku:

f ( x1 , x2 ,..., xn )  f ( x1 )  f ( x2 )  ...  f ( xn )   f ( x) 

n

Dalam teori sampling:

7:20

Random sample adalah sampel yg diambil sedemikian rupa sehingga setiap
elemen dari populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel
Introduction
Slide 6 of 22

Dengan adanya asumsi i.i.d dari

X 1 , X 2 ,..., X n maka pdf dari X

dapat dicari dengan metode transformasi r.v. variabel yang disebut
sebagai metode MGF
Metode CDF

Efektif untuk continuous
r.v. univariate

Metode PDF

Metode secara umum
(metode Jacobian)

Metode MGF

Transformasi R.V.

Efektif hanya untuk kasus
random sampel

Berdasarkan uniqueness theorems:
Dua buah R.V. berdistribusi sama

7:20



MGF-nya sama
Contoh Kasus
Slide 7 of 22

Misalkan
X = kapasitas produksi suatu mesin giling padi menjadi beras per
hari (dalam satuan ton)
Dalam hal ini X merupakan r.v., karena produksi per hari akan
bergantung kepada operator, kondisi mesin, kondisi gabah yg
digiling dll
Misal pdf dari X adalah:

f ( x )  2 x, 0  x  1

Jika untuk setiap ton beras mendapat bayaran 300 ribu dengan
overhead cost sebesar 100 ribu, maka keuntungan per ton
penggilingan padi adalah:

Y=3X-1 (dalam satuan ratus ribu)
Untuk keperluan inferensi tentang keuntungan, perlu diketahui pdf
dari Y

7:20

Y merupakan sebuah r.v. continuous yang merupakan
fungsi dari satu buah r.v. lain yaitu X atau secara
umum Y  g ( X )  3 X  1
Metode CDF
Slide 8 of 22

Metode CDF:

mengsumsikan bahwa jika suatu R.V X memiliki CDF

FX ( x) ,maka fungsi dari X, misalnya Y  g ( x) juga
memiliki bentuk CDF yang sama.
Sehingga kita bisa mengekpresikan CDF Y dalam bentuk
yang sama dengan CDF nya X

FY ( y )  P[Y  y ]  P[ g ( x)  y ]
dan pdf y didapat dari

d
fY ( y ) 
FY ( y )
dy
7:20
Metode CDF
Slide 9 of 22

Untuk kasus mesin giling beras maka:

y 1

FY ( y )  P(Y  y )  P (3 X  1  y )  P  X 
  FX
3 

( y 1) 3





( y 1) 3

f X ( x) dx 








2 x dx  


Batas nilai r.v. X dan nilai r.v. Y:

Y 1
3
y 1
1
0  x 1  0 
3
 -1  y  2

Y  3X 1  X 

7:20

y 1 

3 

 y 1 


3 


2

, y  1
0

2
 y  1 
FY ( y )   
 , -1  y  2
 3 
1
,y2


dFY ( y )  2 9 ( y  1), -1  y  2

fY ( y ) 

dy
, lainnya
0

Kasus univariate secara umum
Slide 10 of 22

Jika diketahui distribusi r.v. X

distribusi dari Y=g(x)

~?

Misal:
X : Waktu nyala lampu (minggu)
Y : Waktu nyala lampu (hari)

Y=7X

Fungsi lain yg mungkin menarik adalah, misalnya:

Z  ln( X )
Qe

X

Fungsi dari suatu R.V. adalah juga R.V.
Distribusi prob. dari Y, Z, Q diturunkan dari
distribusi probabilitasnya X
Distribusi prob. dari Y, Z, Q disebut
“distribusi turunan” dari R.V. X

7:20
Metode CDF: another contoh
Slide 11 of 22

Misal FX ( x)  1  e 2 x , 0  x  

Y  eX ~ ?

FY ( y )  P[Y  y ]  P[e X  y ]
 P[ X  ln( y )]
 FX (ln( y ))
 1  y 2 ,1  y  

d
fY ( y ) 
FY ( y )  2 y 3 ,1  y  
dy

Batas:

7:20

Y e

x  0  y  e0  1
X

x    y  e  

1 y  
Metode CDF: another contoh lagi
Slide 12 of 22
2

Misal X adalah continuous R.V. dan Y=X , maka:

FY ( y )  P[ X 2  y ]  P[ y  X 

y]

 FX ( y )  FX ( y )
d
fY ( y ) 
FY ( y )
dy
d 

FX ( y )  FX ( y ) 

dy 
d
d
 f X ( y ) ( y )  f X ( y ) ( y )
dy
dy
1

[ f X ( y )  f X ( y )] , y  0
2 y
7:20
Metode CDF: another contoh lagi
Slide 13 of 22

7:20
Metode CDF: another contoh lagi
Slide 14 of 22

7:20
Metode CDF: another contoh lagi
Slide 15 of 22

7:20
Metode CDF: another contoh lagi
Slide 16 of 22

7:20
Metode CDF: another contoh lagi
Slide 17 of 22

7:20
Metode CDF: latihan
Slide 18 of 22

Carilah pdf Y dengan CDF method, jika

7:20
Metode CDF: bivariate case
Slide 19 of 22

X 1 ~ f ( x1 )
X 2 ~ f ( x2 )

Y  g ( x1 , x2 ) ~ ? pdf of Y
Y  X1  X 2
Y  X1  X 2
Y

7:20

X1

X2
Metode CDF:multivariate case
Slide 20 of 22

Teorema:

Misalkan X  ( X 1 , X 2 ,..., X k ) adalah vektor k -dimensi dari kontinu R.V.
dengan joint pdf f ( x1 , x2 ,...xk ).
Jika Y  g ( X) adalah fungsi dari X maka
FY ( y )  P[ g ( X)  y ]
  ... f ( x1 , x2 ,...xk )dx1...dxk
Ar
dimana Ar  {x | g (x)  y}

7:20

Batas integralnya
adalah fungsi dari y
Metode CDF: contoh
Slide 21 of 22

Misal Y  X 1  X 2 , dimana X i ~ Exp(1) dan x  0, maka fY ( y ) ~ ?
y y  x2

FY ( y )  
0



e

 ( x1  x2 )

dx1dx 2

0

 1 e

y

 ye

y

d
fY ( y ) 
FY ( y )
dy
 ye  y
7:20

,y0
CDF method: for exercise
Slide 22 of 22

Y  X3

•

•

Misalkan

X  U (0,1) tentukan dan identifikasi pdf dari Y   ln X

•

Misalkan

X  N (0,1) tentukan dan identifikasi pdf dari Y  Z 2

•

7:20

Misalkan f ( x)  6 x(1  x) ,0  x  1 tentukan pdf dari

Misal Y 

X1

X2

, dimana X i ~ Exp(1) dan x  0, maka fY ( y) ~ ?

Transformasi Peubah Acak Teknik CDF

  • 1.
    Slide 1 of22 Transformasi random variabel dengan Metode CDF 7:20
  • 2.
    Introduction Slide 2 of22 Prinsip prosedur statistika: Random sampel Sampel Populasi (N) (n) Estimasi perameter Contoh: Ingin mengestimasi mean populasi  Secara intuitive kita mengambil sampel observasi sebanyak n n lalu menghitung x1  x2  ...  xn x  n 7:20 sebagai estimasi bagi  x i 1 n i
  • 3.
    Introduction Slide 3 of22 Estimate/estimasi/realisasi sampel Seberapa tepat x mengestimasi  ? Bergantung pada para r.v. X 1 , X 2 ,..., X n dan efek mereka terhadap distribusi dari estimator: Estimator /Statistik /R.V. n X Error of Estimation = x   Karena X i 1 i n Ukuran ketepatan estimasi x adalah salah satu kemungkinan sampel dari All Possible Samples, maka kita tertarik terhadap P (| x   | k )  ....? 7:20
  • 4.
    Introduction Slide 4 of22 Karena x adalah merupakan salah satu nilai dari X , maka akan dapat dihitung jika pdf dari X P(| x   | k) diketahui / bisa diturunkan f (X ) P(| x   | k) Karena X 1  X 2  ...  X n X n joint pdf dari 7:20 X 1 , X 2 ,..., X n maka pdf dari X bergantung pada
  • 5.
    Introduction Slide 5 of22 Dalam aplikasi,   X 1 , X 2 ,..., X n X 1 , X 2 ,..., X n X 1 , X 2 ,..., X n adalah random sample artinya: saling independent masing2 berdistribusi identik i.i.d= independent identical distribution Asumsi independent akan terpenuhi jika N  (infinite) atau (finite) tetapi N n cukup besar N  Asumsi identik merupakan konsekuensi logis mengingat semua kemungkinan nilai dari masing-masing X 1 , X 2 ,..., X n adalah sama, yaitu nilai-nilai observasi yang berasal dari populasi yang sama Sehingga berlaku: f ( x1 , x2 ,..., xn )  f ( x1 )  f ( x2 )  ...  f ( xn )   f ( x)  n Dalam teori sampling: 7:20 Random sample adalah sampel yg diambil sedemikian rupa sehingga setiap elemen dari populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel
  • 6.
    Introduction Slide 6 of22 Dengan adanya asumsi i.i.d dari X 1 , X 2 ,..., X n maka pdf dari X dapat dicari dengan metode transformasi r.v. variabel yang disebut sebagai metode MGF Metode CDF Efektif untuk continuous r.v. univariate Metode PDF Metode secara umum (metode Jacobian) Metode MGF Transformasi R.V. Efektif hanya untuk kasus random sampel Berdasarkan uniqueness theorems: Dua buah R.V. berdistribusi sama 7:20  MGF-nya sama
  • 7.
    Contoh Kasus Slide 7of 22 Misalkan X = kapasitas produksi suatu mesin giling padi menjadi beras per hari (dalam satuan ton) Dalam hal ini X merupakan r.v., karena produksi per hari akan bergantung kepada operator, kondisi mesin, kondisi gabah yg digiling dll Misal pdf dari X adalah: f ( x )  2 x, 0  x  1 Jika untuk setiap ton beras mendapat bayaran 300 ribu dengan overhead cost sebesar 100 ribu, maka keuntungan per ton penggilingan padi adalah: Y=3X-1 (dalam satuan ratus ribu) Untuk keperluan inferensi tentang keuntungan, perlu diketahui pdf dari Y 7:20 Y merupakan sebuah r.v. continuous yang merupakan fungsi dari satu buah r.v. lain yaitu X atau secara umum Y  g ( X )  3 X  1
  • 8.
    Metode CDF Slide 8of 22 Metode CDF: mengsumsikan bahwa jika suatu R.V X memiliki CDF FX ( x) ,maka fungsi dari X, misalnya Y  g ( x) juga memiliki bentuk CDF yang sama. Sehingga kita bisa mengekpresikan CDF Y dalam bentuk yang sama dengan CDF nya X FY ( y )  P[Y  y ]  P[ g ( x)  y ] dan pdf y didapat dari d fY ( y )  FY ( y ) dy 7:20
  • 9.
    Metode CDF Slide 9of 22 Untuk kasus mesin giling beras maka: y 1  FY ( y )  P(Y  y )  P (3 X  1  y )  P  X    FX 3   ( y 1) 3   ( y 1) 3 f X ( x) dx      2 x dx    Batas nilai r.v. X dan nilai r.v. Y: Y 1 3 y 1 1 0  x 1  0  3  -1  y  2 Y  3X 1  X  7:20 y 1   3   y 1    3   2 , y  1 0  2  y  1  FY ( y )     , -1  y  2  3  1 ,y2  dFY ( y )  2 9 ( y  1), -1  y  2  fY ( y )   dy , lainnya 0 
  • 10.
    Kasus univariate secaraumum Slide 10 of 22 Jika diketahui distribusi r.v. X distribusi dari Y=g(x) ~? Misal: X : Waktu nyala lampu (minggu) Y : Waktu nyala lampu (hari) Y=7X Fungsi lain yg mungkin menarik adalah, misalnya: Z  ln( X ) Qe X Fungsi dari suatu R.V. adalah juga R.V. Distribusi prob. dari Y, Z, Q diturunkan dari distribusi probabilitasnya X Distribusi prob. dari Y, Z, Q disebut “distribusi turunan” dari R.V. X 7:20
  • 11.
    Metode CDF: anothercontoh Slide 11 of 22 Misal FX ( x)  1  e 2 x , 0  x   Y  eX ~ ? FY ( y )  P[Y  y ]  P[e X  y ]  P[ X  ln( y )]  FX (ln( y ))  1  y 2 ,1  y   d fY ( y )  FY ( y )  2 y 3 ,1  y   dy Batas: 7:20 Y e x  0  y  e0  1 X x    y  e   1 y  
  • 12.
    Metode CDF: anothercontoh lagi Slide 12 of 22 2 Misal X adalah continuous R.V. dan Y=X , maka: FY ( y )  P[ X 2  y ]  P[ y  X  y]  FX ( y )  FX ( y ) d fY ( y )  FY ( y ) dy d   FX ( y )  FX ( y )   dy  d d  f X ( y ) ( y )  f X ( y ) ( y ) dy dy 1  [ f X ( y )  f X ( y )] , y  0 2 y 7:20
  • 13.
    Metode CDF: anothercontoh lagi Slide 13 of 22 7:20
  • 14.
    Metode CDF: anothercontoh lagi Slide 14 of 22 7:20
  • 15.
    Metode CDF: anothercontoh lagi Slide 15 of 22 7:20
  • 16.
    Metode CDF: anothercontoh lagi Slide 16 of 22 7:20
  • 17.
    Metode CDF: anothercontoh lagi Slide 17 of 22 7:20
  • 18.
    Metode CDF: latihan Slide18 of 22 Carilah pdf Y dengan CDF method, jika 7:20
  • 19.
    Metode CDF: bivariatecase Slide 19 of 22 X 1 ~ f ( x1 ) X 2 ~ f ( x2 ) Y  g ( x1 , x2 ) ~ ? pdf of Y Y  X1  X 2 Y  X1  X 2 Y 7:20 X1 X2
  • 20.
    Metode CDF:multivariate case Slide20 of 22 Teorema: Misalkan X  ( X 1 , X 2 ,..., X k ) adalah vektor k -dimensi dari kontinu R.V. dengan joint pdf f ( x1 , x2 ,...xk ). Jika Y  g ( X) adalah fungsi dari X maka FY ( y )  P[ g ( X)  y ]   ... f ( x1 , x2 ,...xk )dx1...dxk Ar dimana Ar  {x | g (x)  y} 7:20 Batas integralnya adalah fungsi dari y
  • 21.
    Metode CDF: contoh Slide21 of 22 Misal Y  X 1  X 2 , dimana X i ~ Exp(1) dan x  0, maka fY ( y ) ~ ? y y  x2 FY ( y )   0  e  ( x1  x2 ) dx1dx 2 0  1 e y  ye y d fY ( y )  FY ( y ) dy  ye  y 7:20 ,y0
  • 22.
    CDF method: forexercise Slide 22 of 22 Y  X3 • • Misalkan X  U (0,1) tentukan dan identifikasi pdf dari Y   ln X • Misalkan X  N (0,1) tentukan dan identifikasi pdf dari Y  Z 2 • 7:20 Misalkan f ( x)  6 x(1  x) ,0  x  1 tentukan pdf dari Misal Y  X1 X2 , dimana X i ~ Exp(1) dan x  0, maka fY ( y) ~ ?