Pengantar Ilmu Ekonomi
Konsep Elastisitas
Wiji Safitri, SMB., MM.
Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial
Universitas Pelita Bangsa
2
Konsep Elastisitas
Analisis sensitivitas atau elastisitas adalah:
Berapa persen satu variable akan berubah bila satu variable lain berubah sebesar
satu persen?
Angka elastisitas (koefisien elastisitas) adalah:
Bilangan yang menunjukkan berapa persen satu variable tak bebas akan berubah,
sebagai reaksi karena satu variable lain (variable bebas) berubah satu persen.
Wiji Safitri, SMB., MM.
3
1. Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan mengukur:
perubahan relative dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah
satu factor yang memengaruhinya (ceteris pasribus).
Elastisitas harga (price elasticity of demand):
Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri.
Elastisitas silang (cross elasticity):
Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain.
Elastisitas pendapatan (income elasticity):
Elastisitas yang dikaitkan dengan pendapatan.
Wiji Safitri, SMB., MM.
4
a. Elastisitas Harga (price elasticity of demand)
Elastisitas harga (Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah
bila harganya berubah sebesar satu persen.
Ep =
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎
Ep =
%∆𝑄
%∆𝑃
=
(
∆𝑄
𝑄
)
(
∆𝑃
𝑃
)
=
𝑃
𝑄
.
∆𝑄
∆𝑃
Wiji Safitri, SMB., MM.
5
a. Elastisitas Harga (price elasticity of demand)
ANGKA elastisitas harga bernilai negative.
Ep = 2 mempunyai arti bila harga barang naik 1%, permintaan terhadap barang itu
trun 2%, ceteris paribus. Begitu juga sebaliknya semakin besar nilai negatifnya,
semakin elastis permintaannya, sebab perubahan permintaan jauh lebih besar
dibandingkan perubahan harga.
Angka Ep dapat disebut dalam nilai absolut.
Ep = 2 , artinya sama dengan Ep = -2
Wiji Safitri, SMB., MM.
6
a. Elastisitas Harga (price elasticity of demand)
1. Angka Elastisitas Harga
a. Inelastis (Ep<1)
Perubahan permintaan (dalam persentase) lebih kecil dari pada perubahan harga. Kalau harga
naik 10% menyebabkan permintaan barang turun sebesar misalnya 6%.
Permintaan barang kebutuhan pokok umumnya inleastis.
Misalnya perubahan harga beras di Indonesia, tidak berpengaruh terhadap perubahan permintaan
terhadap beras.
b. Elastis (Ep>1)
Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis bila perubahan harga suatu barang menyebabkan
perubahan permintaan yang besar.
Misalnya bil aharga turun 10%, menyebabkan permintaan barang naik 20%. Karena itu, nilai Ep
lebih besar dari satu. Barang mewah seperti mobil umumnya permintaan elastis.
Wiji Safitri, SMB., MM.
7
a. Elastisitas Harga (price elasticity of demand)
Angka Elastisitas Harga
1. Angka Elastisitas Harga
c. Elastis Unitari (Ep=1)
Jika harga naik 10% permintaan barang turun 10% juga
d. Elastisitas sempurna (Ep=0)
Berapa pun harga suatu barang, orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan.
Contohnya permintaan gara,.
e. Elastisitas tak terhingga (Ep = ∞)
Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya.
Wiji Safitri, SMB., MM.
8
a. Elastisitas Harga (price elasticity of demand)
2. Elastisitas Titik dan Elastisitas Busur
Elastisitas titik (point elasticity) mengukur tingkat elastisitas pada titik tertentu.
Konsep elastisitas ini digunakan bila perubahan harga yang terjadi sedemikian
kecilnya sehingga mendekati nol. Tetapi konsep ini kurang akurat bila perubahan
harga yang terjadi relative besar. Dalam kasus tersebut, lebih tepat bila diukur
dengan elastisitas busur (arch elasticity), yang mengukur elastisitas permintaan
antara dua titik.
Wiji Safitri, SMB., MM.
9
Rumus elastisitas busur:
Ep =
−∆𝑸 (𝑷𝟏+
𝑷𝟐
𝟐
∆𝑷 (𝑸𝟏+
𝑸𝟐
𝟐
=
−∆𝑸 (𝑷𝟏+𝑷𝟐)
∆𝑷 (𝑸𝟏+𝑸𝟐)
Dimana:
∆Q = Q1 – Q2
∆P = P1 – P2
Ep =
𝑸𝟏 −𝑸𝟐
(𝑸𝟏+𝑸𝟐)/𝟐
𝑷𝟏 −𝑷𝟐
(𝑷𝟏+𝑷𝟐)/𝟐
Wiji Safitri, SMB., MM.
10
Rumus Elastisitas Titik:
Ep =
∆𝑸/𝑸
∆𝑷/𝑷
=
𝑷 . ∆𝑸
𝑸 . ∆𝑷
Wiji Safitri, SMB., MM.
11
Faktor – factor yang menentukan elastisitas Harga
1. Tingkat substitusi. Makin sulit mencari substitusi suatu barang, permintaan
makin inelastic. Beras bagi masyarakat Indonesia sulit dicari substitusinya,
karena itu permintaan beras inelastis. Garam tidak punya substitusi oleh karen
aitu, permintaannya inelastis sempurna. Waalupun harganya naik banyak orang
akan tetap membelinya, walaupun harga turun, orang tidak lantas
memborongnya.
2. Jumlah pemakai. Makin banyak jumlah pemakai, permintaan akan suatu
barang makin inelastis.
3. Proporsi kenaikan harga terhadap pendapatan konsumen
4. Jangka waktu. Jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mempunyai
pengaruh terhadap elastisitas harga. Namun halini tergantung apakah barangnya
durable atau nondurable.
Wiji Safitri, SMB., MM.
12
b. Elastisitas Silang (Cross elasticity)
Elastisitas silang mengukur persentase perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat
peruabahan harga barang lain sebesar satu persen.
Ec =
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑋 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑌
ATAU
Ec =
%∆𝑄𝑥
%∆𝑃𝑦
=
(
∆𝑄𝑥
𝑄𝑥
)
(
∆𝑃𝑦
𝑃𝑦
)
=
𝑃𝑦
𝑄𝑥
.
∆𝑄𝑥
∆𝑃𝑦
Wiji Safitri, SMB., MM.
13
c. Elastisitas Pendapatan
Elastisitas pendapatan (Ei) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bla pendapatan
berubah sebesar satu persen.
Ei =
%∆𝑄
%∆𝐼
=
(
∆𝑄
𝑄
)
(
∆𝐼
𝐼
)
=
𝐼
𝑄
.
∆𝑄
∆𝐼
Umumnya nilai I positif, karena kenaikan pendapatan (nyata) akan meningkatkan permintaan. Makin besar nilai Ei,
elastisitas pendapatannya makin besar.
Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal (normal goods). Bilai nilai Ei antara 0 sampai dengan 1, barang
tersebut merupakan kebutuhan pokok (essential goods). Barang dengan nilai Ei >1, merupakan barang mewah
(luxury good).
Ada barang dnegan Ei<0 permintaan terhadap barang tersebut justru menurun pada saat pendapatan nyata
meningkat. Barang ini disbeut barang inferior good (barang inferior)
Wiji Safitri, SMB., MM.
14
Klasifikasi barnag berdasarkan angka elastisitas pendapatan
Wiji Safitri, SMB., MM.
0 1
Barang inferior Barang kebutuhan pokok Barang mewah
Ei =
15
2. Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran (Es) merupakan angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yng ditawarkan berubah, bila harga
barang berubah satu persen.
Elastisitas penawaran juga dapat dikaitkan dengan factor – factor atau variable – variable lain yang dianggap memengaruhinya,
seperti tingkat suku bunga, tingkat upah, harga bahan baku dan harga bahan antara lainnya.
Es =
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑤𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎
Atau
Es =
%∆𝑄
%∆𝑃
=
(
∆𝑄
𝑄
)
(
∆𝑃
𝑃
)
=
𝑃
𝑄
.
∆𝑄
∆𝑃
Wiji Safitri, SMB., MM.
16
FAKTOR – factor yang menentukan Elastisitas Penawaran
1. Jenis Produk.Kurva penawaran produk pertanian umumnya inelastic, sebab
produsen tidak mampu memberikan respons yang cepat terhadap perubahan
harga. Jik aharga beras naik 10%, petani harus menanam dahulu dan baru 3-4
bulan kemudian dapat memanen hasilnya. Sementara kurva penawaran produk
industri umumnya elastis, sebab mampu berespons cepat terhadap perubahan
harga.
2. Sifat perubahan biaya produksi.
3. Jangka waktu.
Wiji Safitri, SMB., MM.
17
3. Elastisitas Jangka pendek dan jangka panjang
• Jika kita bertanya berapa banyak permintaan atau penawaran berubah karena
perubahan harga, yang harus diperjelas adalah dimensi waktu perubahannya.
• Jika dimensi waktunya satu tahun atau kruang, kita akan berbicara elastisitas
jangka pendek.
• Bila lebih dari satu tahun, kita berbicara elastisitas jangka Panjang.
Wiji Safitri, SMB., MM.
18
Aplikasi konsep elastisitas
a. Hubungan elastisitas harga, penerimaan total, dan pendapatan marjinal
Jika harga jual naik, dua kemungkinan ekstream reaksi para manajer. Kemungkinan pertama panik mengira kenaikan harga
menurunkan permintaan sehingga penerimaan turun. Kemungkinan kedua bergembira emngira kenaikan harga akan menyebabkan
penerimaan meningkat.
Untuk barang yang permintaannya elastis, kenaikan harga 10% akan menyebabkan penurunan permintaan lebih kecil daripada
10%sehingga penerimaan total atau total revenue (TR) meningkat.
Atau dpat dikatakan untuk barang yanh permintaan inelastic, pendapatan marjinal atau marginal revenue (MR) negative.
Barang yang permintaannya elastis, kenaikan harga 10% menurunkan permintaan lebih besar dari 10%, akibatnya penerimaan total
menurun. Dengan kata lain MR positif.
Barang yang elastisitas permintaannya unitary kenaikan harga 10% menurunkan permintaan seebsar 10% juga. Akibatnya TR tidak
berubah atau MR sama dengan nol.
TR dapat didefinisikan dengan harga (P) dikalikan jumlah barang (Q) yang terjual.
MR adalah tambahan penerimaan yang disebabkan oleh bertambahnya satu unit barang yang terjual atau MR = dTR/dQ
Wiji Safitri, SMB., MM.
19
Hubungan antara elastisitas harga (Ep), Penerimaan total
(TR) dan Penerimaan Marjinal (MR)
ELASTISITAS HARGA Jika harga turun maka TR Jika harga naik Maka TR Pendapatan Marjinal
Inelastis Turun naik Negatif
unitary Tetap Tetap Nol
elastis naik turun positif
Wiji Safitri, SMB., MM.
20
Aplikasi konsep elastisitas
b. Pergeseran Beban Pajak (Tax Incidence)
c. Teori Cobweb (sarang laba – laba), menjelaskan mengenai harga produk
pertanian yang menunjukkan fluktuasi tertentu dati musim ke musim. Penyebab
fluktuasi tersebut adalah reaksi yang terlambat (time lag) dari produsen (petani)
terhadap harga.
Wiji Safitri, SMB., MM.
21
Contoh
Misalkan di sebuah desa kecil dimana seluruh rakyatnya menanam padi. Fungsi penawaran padi didesa tersebut adalah S = -200 + 1/2P, sedangkan fungsi
permintaannya adalah D = 1.000 – 1/4 P. Berdasarkan informasi tersebut dapat dihitung kondisi keseimbangan pasar apdi di desa tersebut.
Keseimbangan:
D = S
1.000 – 1/4P = -200 + 1/2P
-3/4P = - 1200
P = 1.600
Maka Q = 1.000 – 1/4P
= 1.000 – ¼ (1.600)
= 1.000 – 400 = 600
Penghasilan petani:
P X Q = 1.600 X 600 = 960.000
Jika panen berlimpah sehingga penawaran bergeser ke kanan, mengikuti fungsi pernawaran yang berubah, misalnya menjadi S’ = -50 + 1/2P
Wiji Safitri, SMB., MM.
22
LANJUTAN CONTOH
Jika panen berlimpah sehingga penawaran bergeser ke kanan, mengikuti fungsi
pernawaran yang berubah, misalnya menjadi S’ = -50 + 1/2P
➢ Bagaimana keseimbangan yang baru?
➢Berapa besar harga (P) danberapa unit produk (Q)?
➢Berapa penghasilan petani?
➢Apa yang dapat Anda simpulkan?
Wiji Safitri, SMB., MM.
Terima Kasih

Pertemuan 04 konsep elastisitas

  • 1.
    Pengantar Ilmu Ekonomi KonsepElastisitas Wiji Safitri, SMB., MM. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Pelita Bangsa
  • 2.
    2 Konsep Elastisitas Analisis sensitivitasatau elastisitas adalah: Berapa persen satu variable akan berubah bila satu variable lain berubah sebesar satu persen? Angka elastisitas (koefisien elastisitas) adalah: Bilangan yang menunjukkan berapa persen satu variable tak bebas akan berubah, sebagai reaksi karena satu variable lain (variable bebas) berubah satu persen. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 3.
    3 1. Elastisitas Permintaan Elastisitaspermintaan mengukur: perubahan relative dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu factor yang memengaruhinya (ceteris pasribus). Elastisitas harga (price elasticity of demand): Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas silang (cross elasticity): Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain. Elastisitas pendapatan (income elasticity): Elastisitas yang dikaitkan dengan pendapatan. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 4.
    4 a. Elastisitas Harga(price elasticity of demand) Elastisitas harga (Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen. Ep = 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 Ep = %∆𝑄 %∆𝑃 = ( ∆𝑄 𝑄 ) ( ∆𝑃 𝑃 ) = 𝑃 𝑄 . ∆𝑄 ∆𝑃 Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 5.
    5 a. Elastisitas Harga(price elasticity of demand) ANGKA elastisitas harga bernilai negative. Ep = 2 mempunyai arti bila harga barang naik 1%, permintaan terhadap barang itu trun 2%, ceteris paribus. Begitu juga sebaliknya semakin besar nilai negatifnya, semakin elastis permintaannya, sebab perubahan permintaan jauh lebih besar dibandingkan perubahan harga. Angka Ep dapat disebut dalam nilai absolut. Ep = 2 , artinya sama dengan Ep = -2 Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 6.
    6 a. Elastisitas Harga(price elasticity of demand) 1. Angka Elastisitas Harga a. Inelastis (Ep<1) Perubahan permintaan (dalam persentase) lebih kecil dari pada perubahan harga. Kalau harga naik 10% menyebabkan permintaan barang turun sebesar misalnya 6%. Permintaan barang kebutuhan pokok umumnya inleastis. Misalnya perubahan harga beras di Indonesia, tidak berpengaruh terhadap perubahan permintaan terhadap beras. b. Elastis (Ep>1) Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis bila perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permintaan yang besar. Misalnya bil aharga turun 10%, menyebabkan permintaan barang naik 20%. Karena itu, nilai Ep lebih besar dari satu. Barang mewah seperti mobil umumnya permintaan elastis. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 7.
    7 a. Elastisitas Harga(price elasticity of demand) Angka Elastisitas Harga 1. Angka Elastisitas Harga c. Elastis Unitari (Ep=1) Jika harga naik 10% permintaan barang turun 10% juga d. Elastisitas sempurna (Ep=0) Berapa pun harga suatu barang, orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan. Contohnya permintaan gara,. e. Elastisitas tak terhingga (Ep = ∞) Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 8.
    8 a. Elastisitas Harga(price elasticity of demand) 2. Elastisitas Titik dan Elastisitas Busur Elastisitas titik (point elasticity) mengukur tingkat elastisitas pada titik tertentu. Konsep elastisitas ini digunakan bila perubahan harga yang terjadi sedemikian kecilnya sehingga mendekati nol. Tetapi konsep ini kurang akurat bila perubahan harga yang terjadi relative besar. Dalam kasus tersebut, lebih tepat bila diukur dengan elastisitas busur (arch elasticity), yang mengukur elastisitas permintaan antara dua titik. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 9.
    9 Rumus elastisitas busur: Ep= −∆𝑸 (𝑷𝟏+ 𝑷𝟐 𝟐 ∆𝑷 (𝑸𝟏+ 𝑸𝟐 𝟐 = −∆𝑸 (𝑷𝟏+𝑷𝟐) ∆𝑷 (𝑸𝟏+𝑸𝟐) Dimana: ∆Q = Q1 – Q2 ∆P = P1 – P2 Ep = 𝑸𝟏 −𝑸𝟐 (𝑸𝟏+𝑸𝟐)/𝟐 𝑷𝟏 −𝑷𝟐 (𝑷𝟏+𝑷𝟐)/𝟐 Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 10.
    10 Rumus Elastisitas Titik: Ep= ∆𝑸/𝑸 ∆𝑷/𝑷 = 𝑷 . ∆𝑸 𝑸 . ∆𝑷 Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 11.
    11 Faktor – factoryang menentukan elastisitas Harga 1. Tingkat substitusi. Makin sulit mencari substitusi suatu barang, permintaan makin inelastic. Beras bagi masyarakat Indonesia sulit dicari substitusinya, karena itu permintaan beras inelastis. Garam tidak punya substitusi oleh karen aitu, permintaannya inelastis sempurna. Waalupun harganya naik banyak orang akan tetap membelinya, walaupun harga turun, orang tidak lantas memborongnya. 2. Jumlah pemakai. Makin banyak jumlah pemakai, permintaan akan suatu barang makin inelastis. 3. Proporsi kenaikan harga terhadap pendapatan konsumen 4. Jangka waktu. Jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mempunyai pengaruh terhadap elastisitas harga. Namun halini tergantung apakah barangnya durable atau nondurable. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 12.
    12 b. Elastisitas Silang(Cross elasticity) Elastisitas silang mengukur persentase perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat peruabahan harga barang lain sebesar satu persen. Ec = 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑋 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑌 ATAU Ec = %∆𝑄𝑥 %∆𝑃𝑦 = ( ∆𝑄𝑥 𝑄𝑥 ) ( ∆𝑃𝑦 𝑃𝑦 ) = 𝑃𝑦 𝑄𝑥 . ∆𝑄𝑥 ∆𝑃𝑦 Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 13.
    13 c. Elastisitas Pendapatan Elastisitaspendapatan (Ei) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bla pendapatan berubah sebesar satu persen. Ei = %∆𝑄 %∆𝐼 = ( ∆𝑄 𝑄 ) ( ∆𝐼 𝐼 ) = 𝐼 𝑄 . ∆𝑄 ∆𝐼 Umumnya nilai I positif, karena kenaikan pendapatan (nyata) akan meningkatkan permintaan. Makin besar nilai Ei, elastisitas pendapatannya makin besar. Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal (normal goods). Bilai nilai Ei antara 0 sampai dengan 1, barang tersebut merupakan kebutuhan pokok (essential goods). Barang dengan nilai Ei >1, merupakan barang mewah (luxury good). Ada barang dnegan Ei<0 permintaan terhadap barang tersebut justru menurun pada saat pendapatan nyata meningkat. Barang ini disbeut barang inferior good (barang inferior) Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 14.
    14 Klasifikasi barnag berdasarkanangka elastisitas pendapatan Wiji Safitri, SMB., MM. 0 1 Barang inferior Barang kebutuhan pokok Barang mewah Ei =
  • 15.
    15 2. Elastisitas Penawaran Elastisitaspenawaran (Es) merupakan angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yng ditawarkan berubah, bila harga barang berubah satu persen. Elastisitas penawaran juga dapat dikaitkan dengan factor – factor atau variable – variable lain yang dianggap memengaruhinya, seperti tingkat suku bunga, tingkat upah, harga bahan baku dan harga bahan antara lainnya. Es = 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑤𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 Atau Es = %∆𝑄 %∆𝑃 = ( ∆𝑄 𝑄 ) ( ∆𝑃 𝑃 ) = 𝑃 𝑄 . ∆𝑄 ∆𝑃 Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 16.
    16 FAKTOR – factoryang menentukan Elastisitas Penawaran 1. Jenis Produk.Kurva penawaran produk pertanian umumnya inelastic, sebab produsen tidak mampu memberikan respons yang cepat terhadap perubahan harga. Jik aharga beras naik 10%, petani harus menanam dahulu dan baru 3-4 bulan kemudian dapat memanen hasilnya. Sementara kurva penawaran produk industri umumnya elastis, sebab mampu berespons cepat terhadap perubahan harga. 2. Sifat perubahan biaya produksi. 3. Jangka waktu. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 17.
    17 3. Elastisitas Jangkapendek dan jangka panjang • Jika kita bertanya berapa banyak permintaan atau penawaran berubah karena perubahan harga, yang harus diperjelas adalah dimensi waktu perubahannya. • Jika dimensi waktunya satu tahun atau kruang, kita akan berbicara elastisitas jangka pendek. • Bila lebih dari satu tahun, kita berbicara elastisitas jangka Panjang. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 18.
    18 Aplikasi konsep elastisitas a.Hubungan elastisitas harga, penerimaan total, dan pendapatan marjinal Jika harga jual naik, dua kemungkinan ekstream reaksi para manajer. Kemungkinan pertama panik mengira kenaikan harga menurunkan permintaan sehingga penerimaan turun. Kemungkinan kedua bergembira emngira kenaikan harga akan menyebabkan penerimaan meningkat. Untuk barang yang permintaannya elastis, kenaikan harga 10% akan menyebabkan penurunan permintaan lebih kecil daripada 10%sehingga penerimaan total atau total revenue (TR) meningkat. Atau dpat dikatakan untuk barang yanh permintaan inelastic, pendapatan marjinal atau marginal revenue (MR) negative. Barang yang permintaannya elastis, kenaikan harga 10% menurunkan permintaan lebih besar dari 10%, akibatnya penerimaan total menurun. Dengan kata lain MR positif. Barang yang elastisitas permintaannya unitary kenaikan harga 10% menurunkan permintaan seebsar 10% juga. Akibatnya TR tidak berubah atau MR sama dengan nol. TR dapat didefinisikan dengan harga (P) dikalikan jumlah barang (Q) yang terjual. MR adalah tambahan penerimaan yang disebabkan oleh bertambahnya satu unit barang yang terjual atau MR = dTR/dQ Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 19.
    19 Hubungan antara elastisitasharga (Ep), Penerimaan total (TR) dan Penerimaan Marjinal (MR) ELASTISITAS HARGA Jika harga turun maka TR Jika harga naik Maka TR Pendapatan Marjinal Inelastis Turun naik Negatif unitary Tetap Tetap Nol elastis naik turun positif Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 20.
    20 Aplikasi konsep elastisitas b.Pergeseran Beban Pajak (Tax Incidence) c. Teori Cobweb (sarang laba – laba), menjelaskan mengenai harga produk pertanian yang menunjukkan fluktuasi tertentu dati musim ke musim. Penyebab fluktuasi tersebut adalah reaksi yang terlambat (time lag) dari produsen (petani) terhadap harga. Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 21.
    21 Contoh Misalkan di sebuahdesa kecil dimana seluruh rakyatnya menanam padi. Fungsi penawaran padi didesa tersebut adalah S = -200 + 1/2P, sedangkan fungsi permintaannya adalah D = 1.000 – 1/4 P. Berdasarkan informasi tersebut dapat dihitung kondisi keseimbangan pasar apdi di desa tersebut. Keseimbangan: D = S 1.000 – 1/4P = -200 + 1/2P -3/4P = - 1200 P = 1.600 Maka Q = 1.000 – 1/4P = 1.000 – ¼ (1.600) = 1.000 – 400 = 600 Penghasilan petani: P X Q = 1.600 X 600 = 960.000 Jika panen berlimpah sehingga penawaran bergeser ke kanan, mengikuti fungsi pernawaran yang berubah, misalnya menjadi S’ = -50 + 1/2P Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 22.
    22 LANJUTAN CONTOH Jika panenberlimpah sehingga penawaran bergeser ke kanan, mengikuti fungsi pernawaran yang berubah, misalnya menjadi S’ = -50 + 1/2P ➢ Bagaimana keseimbangan yang baru? ➢Berapa besar harga (P) danberapa unit produk (Q)? ➢Berapa penghasilan petani? ➢Apa yang dapat Anda simpulkan? Wiji Safitri, SMB., MM.
  • 23.