BAB 2
IRISAN KERUCUT
Penerbit Erlangga
KompetensiDasar
   Menerapkan konsep lingkaran.
   Menerapkan konsep parabola.
   Menerapkan konsep elips.
   Menerapkan konsep hiperbola.
A. Pengertian Irisan Kerucut
   Irisan kerucut adalah sebuah kurva yang
    diperoleh dengan memotong suatu kerucut
    lingkaran tegak dengan suatu bidang datar.
    Irisan kerucut dapat berupa lingkaran,
    parabola, elips, dan hiperbola.




                     Irisan kerucut yang membentuk
         (a) lingkaran, (b) parabola, (c) elips, dan (d) hiperbola.
B. LINGKARAN
   Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik
    yang berjarak sama terhadap sebuah titik
    tertentu yang digambarkan pada bidang
    Cartesius.
   Jarak yang sama disebut jari-jari lingkaran
   dan titik tertentu disebut pusat lingkaran.
1.        Persamaan Lingkaran
     a.    Persamaan Lingkaran yang Berpusat di O(0,
           0)
Gambar 3.2 diatas memperlihatkan lingkaran yang
 berpusat di O(0, 0) dan jari-jari r pada sebuah
 bidang Cartesius.
Misalkan titik A(x, y) adalah sembarang titik yang
 terletak pada lingkaran. Titik A′(x, 0) adalah
 proyeksi titik A pada sumbu X sehingga ΔOA′A
 merupakan segitiga dengan siku-siku di A′.
Dengan menerapkan teorema Pythagoras pada
 ΔOA′A, diperoleh:
   sadfa
     dsfa
Karena A(x, y) sembarang titik pada lingkaran,
 maka persamaan x2 + y2 = r2 berlaku untuk
 semua titik A(x, y) yang terletak pada
 lingkaran. Dengan demikian persamaan
 lingkaran dengan pusat O(0, 0) dan jari-jari r
 adalah:
Contoh
b.   Persamaan Lingkaran yang Berpusat di pusat P(a,
     b)
Gambar diatas adalah lingkaran yang berpusat
  di P(a, b) dan berjari-jari r. Misalkan A(x, y)
  adalah sembarang titik yang terletak pada
  lingkaran dan AP adalah jari-jari lingkaran.
 Dengan menerapkan Teorema Pythagoras

  diperoleh hubungan:
Karena titik A(x, y) sembarang, maka
 persamaan (x – a)2 + (y – b)2 = r2 berlaku
 untuk semua titik A(x, y) yang terletak pada
 lingkaran. Dengan demikian persamaan
 lingkaran dengan pusat P(a, b) dan jari-jari r
 adalah:
Contoh
c.   Bentuk Umum Persamaan Lingkaran
C. Parabola
   Parabola adalah tempat kedudukan titik-titik pada
    bidang datar yang mempunyai jarak yang sama
    terhadap suatu titik tertentu dan suatu garis
    tertentu.
   Titik tersebut disebut titik api atau (fokus) dan
    garis tersebut disebut garis arah atau (direktris).
    Garis yang melalui titik fokus dan tegak lurus
    direktris disebut sumbu simetri.
   Sedangkan segmen garis yang dibatasi oleh
    parabola, tegak lurus sumbu simetri, dan melalui
    fokus disebut lactus rectum.
Perhatikan Gambar disamping,
Dari gambar dapat diketahui:
• titik A dan B terletak pada
parabola
• titik P adalah puncak parabola
• titik F adalah titik fokus
• titik g adalah garis arah
(direktris), dan
• titik l merupakan sumbu simetri
parabola
Jarak dari titik A ke garis g dan
titik fokus adalah sama. Begitu
juga halnya dengan titik B.
a.   Persamaan Parabola yang Berpuncak di O(0, 0)




Keterangan mengenai parabola diringkas dalam tabel
   disamping
   Contoh
Tentukan persamaan parabola yang titik fokusnya (4, 0) dan persamaan
   direktrisnya x = –4. Tentukan pula panjang lactus rectumnya.
Jawab:
ď‚§   Buat sketsa parabola dengan diketahui: p = 4
    parabola terbuka ke kanan.
ď‚§   Dari sketsa terlihat bahwa parabolanya
    merupakan parabola horizontal yang terbuka
    ke kanan, persamaannya adalah: y2 = 4px.
    Karena p = 4 maka persamaannya menjadi
    y2 = 16x.
   Panjang lactus rectum (LR) = 4p = 4 · 4 = 16.
b. Persamaan Parabola yang Berpuncak di P(a,
   b)
Persamaan parabola yang berpuncak di (a, b)
   diperoleh dengan menggeser grafik parabola
   yang berpuncak di (0, 0).
 Hasil dari pergeseran tersebut, didapat:
• Titik puncak O(0, 0) menjadi P(a, b)
• Titik fokus F(p, 0) menjadi Fp(a + p, b)
• Direktris x = –p menjadi x = –p + a
• Sumbu simetri y = 0 menjadi y = b
• Persamaan y2 = 4px menjadi (y – b)2 = 4p(x –
  a)
Agar mudah dipahami, secara umum persamaan parabola dengan
  puncak P(a, b) terangkan dalam tabel berikut.
   Contoh
Tentukan persamaan parabola yang berpuncak di (2, 4) dan fokus (–3, 4).
Jawab:
Diketahui P(2, 4) dan titik fokus F(–3, 4).
Dengan cara membuat sketsa grafik parabola, maka jenis parabolanya adalah parabola
   mendatar yang terbuka ke kiri.
Diketahui: P(a, b) = P(2, 4) dan F(a – p, b) = F(–3, 4).
maka diperoleh: a = 2, b = 4, dan a – p = –3
a – p = –3
⇔ 2 – p = –3
⇔p=5
Sehingga persamaannya adalah:
(y – b)2 = –4p(x – a)
⇔ (y – 4)2 = –4 · 5(x – 2)
⇔ y2 – 8y + 16 = –20(x – 2)
⇔ y2 – 8y + 16 = –20x + 40
⇔ y2 + 20x – 8y – 24 = 0
c.   Persamaan Garis Singgung Melalui Satu Titik
     pada Parabola
Contoh
d.   Persamaan Garis Singgung Parabola yang
     Bergradien m
1. Tentukan persamaan garis singgung parabola y2
  = 8x yang bergradien 2.
Jawab:
Parabola y2 = 8x             2
                            y = 4px

⇔ 4p = 8
⇔p=2
Maka persamaan garis singgungnya adalah:
y = mx +                    m= 2 dan p = 2



⇔ y = 2x + 1
D. Elips
   Elips adalah tempat kedudukan titik-titik pada
    bidang datar yang jumlah jaraknya terhadap
    dua titik tertentu yang diketahui adalah tetap
    (konstan).
   Dua titik tertentu itu disebut fokus atau titik api
    (F1 dan F2), jarak F1 dan F2 adalah 2c, dan
    jumlah jarak tetap adalah 2a (a > 0).
      Unsur-unsur pada elips:
i.      F1 dan F2 disebut fokus. Jika T adalah sembarang titik
        pada elips maka TF1 + TF2 = 2a. F1F2 = 2c, dengan 2a >
        2c.
ii.     A1A2 merupakan sumbu panjang (sumbu mayor) yang
        panjangnya sama dengan jarak tetap yaitu 2a. B1B2
        merupakan sumbu pendek (sumbu minor) yang
        panjangnya sama dengan 2b. Karena itu a > b.
iii.    Lactus rectum yaitu segmen garis yang dibatasi elips,
        tegak lurus sumbu mayor, dan melalui fokus (DE dan KL)
        panjang lactus rectum

iv.     Titik pusat (P) yaitu titik potong sumbu mayor dengan
        sumbu minor.
v.      Titik puncak elips yaitu titik A1, A2, B1, dan B2
1.   Persamaan Elips yang Berpusat di O(0, 0)
2.   Persamaan Elips yang Berpusat di Titik P(m,
     n)
3. Bentuk Umum Persamaan Elips
Persamaan elips memiliki bentuk umum:
4.        Persamaan Garis Singgung Elips
     i.     Persamaan Garis Singgung Melalui Titik (x1, y1)
            pada Elips
ii.   Persamaan Garis Singgung dengan gradien p
D. Hiperbola
   Hiperbola adalah tempat kedudukan titik-titik pada
    bidang datar yang selisih jaraknya terhadap dua titik
    tertentu adalah tetap.
   Kedua titik tertentu disebut fokus (titik api).
   Jika titik fokus hiperbola adalah F1 dan F2 dan titik pada
    hiperbola adalah T, maka |F1T – F2T | = 2a dengan a >
    0 dan 2a < F1F2.
1.   Persamaan Hiperbola dengan Pusat O(0, 0)
   Contoh
2.   Persamaan Hiperbola dengan Pusat P(m, n)
3.   Persamaan Garis Singgung Hiperbola
       i.   Persamaan Garis Singgung Melalui Titik (x1, y1) pada
            Hiperbola
          Persaman garis singgung hiperbol   a     , di titik T(x1, y1)
     yaitu:
ii.   Persamaan Garis Singgung Hiperbola dengan gradien p
Bab 3 irisan kerucut

Bab 3 irisan kerucut

  • 1.
  • 2.
    KompetensiDasar  Menerapkan konsep lingkaran.  Menerapkan konsep parabola.  Menerapkan konsep elips.  Menerapkan konsep hiperbola.
  • 3.
    A. Pengertian IrisanKerucut  Irisan kerucut adalah sebuah kurva yang diperoleh dengan memotong suatu kerucut lingkaran tegak dengan suatu bidang datar. Irisan kerucut dapat berupa lingkaran, parabola, elips, dan hiperbola. Irisan kerucut yang membentuk (a) lingkaran, (b) parabola, (c) elips, dan (d) hiperbola.
  • 4.
    B. LINGKARAN  Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik tertentu yang digambarkan pada bidang Cartesius.  Jarak yang sama disebut jari-jari lingkaran  dan titik tertentu disebut pusat lingkaran.
  • 5.
    1. Persamaan Lingkaran a. Persamaan Lingkaran yang Berpusat di O(0, 0)
  • 6.
    Gambar 3.2 diatasmemperlihatkan lingkaran yang berpusat di O(0, 0) dan jari-jari r pada sebuah bidang Cartesius. Misalkan titik A(x, y) adalah sembarang titik yang terletak pada lingkaran. Titik A′(x, 0) adalah proyeksi titik A pada sumbu X sehingga ΔOA′A merupakan segitiga dengan siku-siku di A′. Dengan menerapkan teorema Pythagoras pada ΔOA′A, diperoleh: sadfa dsfa
  • 7.
    Karena A(x, y)sembarang titik pada lingkaran, maka persamaan x2 + y2 = r2 berlaku untuk semua titik A(x, y) yang terletak pada lingkaran. Dengan demikian persamaan lingkaran dengan pusat O(0, 0) dan jari-jari r adalah:
  • 8.
  • 9.
    b. Persamaan Lingkaran yang Berpusat di pusat P(a, b)
  • 10.
    Gambar diatas adalahlingkaran yang berpusat di P(a, b) dan berjari-jari r. Misalkan A(x, y) adalah sembarang titik yang terletak pada lingkaran dan AP adalah jari-jari lingkaran.  Dengan menerapkan Teorema Pythagoras diperoleh hubungan:
  • 11.
    Karena titik A(x,y) sembarang, maka persamaan (x – a)2 + (y – b)2 = r2 berlaku untuk semua titik A(x, y) yang terletak pada lingkaran. Dengan demikian persamaan lingkaran dengan pusat P(a, b) dan jari-jari r adalah:
  • 12.
  • 13.
    c. Bentuk Umum Persamaan Lingkaran
  • 14.
    C. Parabola  Parabola adalah tempat kedudukan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap suatu titik tertentu dan suatu garis tertentu.  Titik tersebut disebut titik api atau (fokus) dan garis tersebut disebut garis arah atau (direktris).  Garis yang melalui titik fokus dan tegak lurus direktris disebut sumbu simetri.  Sedangkan segmen garis yang dibatasi oleh parabola, tegak lurus sumbu simetri, dan melalui fokus disebut lactus rectum.
  • 15.
    Perhatikan Gambar disamping, Darigambar dapat diketahui: • titik A dan B terletak pada parabola • titik P adalah puncak parabola • titik F adalah titik fokus • titik g adalah garis arah (direktris), dan • titik l merupakan sumbu simetri parabola Jarak dari titik A ke garis g dan titik fokus adalah sama. Begitu juga halnya dengan titik B.
  • 16.
    a. Persamaan Parabola yang Berpuncak di O(0, 0) Keterangan mengenai parabola diringkas dalam tabel disamping
  • 18.
     Contoh Tentukan persamaan parabola yang titik fokusnya (4, 0) dan persamaan direktrisnya x = –4. Tentukan pula panjang lactus rectumnya. Jawab:  Buat sketsa parabola dengan diketahui: p = 4 parabola terbuka ke kanan.  Dari sketsa terlihat bahwa parabolanya merupakan parabola horizontal yang terbuka ke kanan, persamaannya adalah: y2 = 4px. Karena p = 4 maka persamaannya menjadi y2 = 16x.  Panjang lactus rectum (LR) = 4p = 4 · 4 = 16.
  • 19.
    b. Persamaan Parabolayang Berpuncak di P(a, b) Persamaan parabola yang berpuncak di (a, b) diperoleh dengan menggeser grafik parabola yang berpuncak di (0, 0).
  • 20.
     Hasil daripergeseran tersebut, didapat: • Titik puncak O(0, 0) menjadi P(a, b) • Titik fokus F(p, 0) menjadi Fp(a + p, b) • Direktris x = –p menjadi x = –p + a • Sumbu simetri y = 0 menjadi y = b • Persamaan y2 = 4px menjadi (y – b)2 = 4p(x – a)
  • 21.
    Agar mudah dipahami,secara umum persamaan parabola dengan puncak P(a, b) terangkan dalam tabel berikut.
  • 23.
     Contoh Tentukan persamaan parabola yang berpuncak di (2, 4) dan fokus (–3, 4). Jawab: Diketahui P(2, 4) dan titik fokus F(–3, 4). Dengan cara membuat sketsa grafik parabola, maka jenis parabolanya adalah parabola mendatar yang terbuka ke kiri. Diketahui: P(a, b) = P(2, 4) dan F(a – p, b) = F(–3, 4). maka diperoleh: a = 2, b = 4, dan a – p = –3 a – p = –3 ⇔ 2 – p = –3 ⇔p=5 Sehingga persamaannya adalah: (y – b)2 = –4p(x – a) ⇔ (y – 4)2 = –4 · 5(x – 2) ⇔ y2 – 8y + 16 = –20(x – 2) ⇔ y2 – 8y + 16 = –20x + 40 ⇔ y2 + 20x – 8y – 24 = 0
  • 24.
    c. Persamaan Garis Singgung Melalui Satu Titik pada Parabola
  • 25.
  • 26.
    d. Persamaan Garis Singgung Parabola yang Bergradien m
  • 27.
    1. Tentukan persamaangaris singgung parabola y2 = 8x yang bergradien 2. Jawab: Parabola y2 = 8x 2 y = 4px ⇔ 4p = 8 ⇔p=2 Maka persamaan garis singgungnya adalah: y = mx + m= 2 dan p = 2 ⇔ y = 2x + 1
  • 28.
    D. Elips  Elips adalah tempat kedudukan titik-titik pada bidang datar yang jumlah jaraknya terhadap dua titik tertentu yang diketahui adalah tetap (konstan).  Dua titik tertentu itu disebut fokus atau titik api (F1 dan F2), jarak F1 dan F2 adalah 2c, dan jumlah jarak tetap adalah 2a (a > 0).
  • 29.
     Unsur-unsur pada elips: i. F1 dan F2 disebut fokus. Jika T adalah sembarang titik pada elips maka TF1 + TF2 = 2a. F1F2 = 2c, dengan 2a > 2c. ii. A1A2 merupakan sumbu panjang (sumbu mayor) yang panjangnya sama dengan jarak tetap yaitu 2a. B1B2 merupakan sumbu pendek (sumbu minor) yang panjangnya sama dengan 2b. Karena itu a > b. iii. Lactus rectum yaitu segmen garis yang dibatasi elips, tegak lurus sumbu mayor, dan melalui fokus (DE dan KL) panjang lactus rectum iv. Titik pusat (P) yaitu titik potong sumbu mayor dengan sumbu minor. v. Titik puncak elips yaitu titik A1, A2, B1, dan B2
  • 30.
    1. Persamaan Elips yang Berpusat di O(0, 0)
  • 31.
    2. Persamaan Elips yang Berpusat di Titik P(m, n)
  • 32.
    3. Bentuk UmumPersamaan Elips Persamaan elips memiliki bentuk umum:
  • 33.
    4. Persamaan Garis Singgung Elips i. Persamaan Garis Singgung Melalui Titik (x1, y1) pada Elips
  • 34.
    ii. Persamaan Garis Singgung dengan gradien p
  • 36.
    D. Hiperbola  Hiperbola adalah tempat kedudukan titik-titik pada bidang datar yang selisih jaraknya terhadap dua titik tertentu adalah tetap.  Kedua titik tertentu disebut fokus (titik api).  Jika titik fokus hiperbola adalah F1 dan F2 dan titik pada hiperbola adalah T, maka |F1T – F2T | = 2a dengan a > 0 dan 2a < F1F2.
  • 37.
    1. Persamaan Hiperbola dengan Pusat O(0, 0)
  • 38.
     Contoh
  • 40.
    2. Persamaan Hiperbola dengan Pusat P(m, n)
  • 41.
    3. Persamaan Garis Singgung Hiperbola i. Persamaan Garis Singgung Melalui Titik (x1, y1) pada Hiperbola Persaman garis singgung hiperbol a , di titik T(x1, y1) yaitu:
  • 42.
    ii. Persamaan Garis Singgung Hiperbola dengan gradien p