SlideShare a Scribd company logo
A n i m a s i
Animasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara
beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan
waktu yang terjadi.
Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata sehingga
perubahan yang terjadi merupakan perubahan posisi atau dalam makna lain disebut dengan istilah
‘pergerakan’.
Dalam bidang grafika pemodelan visual dapat dikategorikan sebagai dua kelompok yaitu pemodelan
geometrik dan pemodelan penampilan (appearance). Pemodelan geometrik merupakan representasi
dari bentuk objek yang ingin ditampilkan sedangkan pemodelan penampilan membuat representasi
sifat visual atau penampakan objek tersebut.
Animasi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang
berarti jiwa, hidup, semangat. Sedangkan karakter adalah orang,
hewan maupun objek nyata lainnya yang dituangkan dalam
bentuk gambar 2D maupun 3D.
Manusia pada zaman dahulu kala sudah pernah mencoba untuk
menggambar sebuah gerakan, contohnya gambar hewan yang
kakinya digambar dengan pose yang menunjukkan bahwa
hewan tersebut seolah-olah bergerak yang digambar dalam gua
pada zaman paleolitikum.
Animasi pertama kali dibuat oleh Fady Saeed dari Mesir tahun
1756. Sejarah Film Animasi dimulai pada tahun 1890, Film
animasi yang pertama kali dibuat oleh Charles-Émile Reynaud,
penemu Praxinoscope, yaitu sebuah sistem gerakan yang
menggunakan putaran dari 12 gambar.
Konsep awal animasi disebut sebagai Persistence of Vision (pola penglihatan yang
teratur). Seorang astronom dari Yunani, Ptolemy yang menemukan prinsip ini 130 M, prinsip ini
telah berkembang dimana saat itu mencakup observasi terhadap anatomi serta prilaku mata
manusia. Animasi dipandang sebagai suatu hasil proses dimana obyek-obyek yang digambarkan
atau divisualisasikan tampak hidup.
Benda-benda mati, gambaran-gambaran, deformasi bentuk yang digerakkan memang dapat
dikatakan sebagai suatu bentuk animasi, akan tetapi esensi dari animasi tidak sebatas pada unsur
menggerakkan, jika kehidupan memang diidentikkan dengan pergerakan, maka kehidupan itu
sendiri juga mempunyai karakter kehidupan. Dengan demikian animasi tidak semata-mata hanyalah
menggerakkan, tetapi juga memberikan suatu karakter pada obyek-obyek yang akan dianimasikan.
Animasi tradisional merupakan sejenis teknik animasi yang
pembuatan gambarnya dilukis / digambar dengan tangan.
Teknik ini merupakan bentuk animasi yang paling sering
digunakan sebelum adanya animasi computer.
Animasi tradisional juga dikenali sebagai animasi cel atau
animasi yang dihasilkan dengan tangan yaitu setiap proses
melibatkan tangan.
Disebut animasi tradisional karena animasi ini memiliki teknik
yang digunakan saat pertama kali film animasi itu
bermunculan. Untuk menciptakan ilusi gerakan, setiap gambar
sedikit berbeda. Caranya dengan cara menjiplak gambar yang
dibuat di kertas transparan disebut ‘cels’. Kemudian gambar
diisi dengan cat dalam warna yang berbeda.
Animasi Stop motion adalah suatu teknik animasi untuk
membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat
bergerak sendiri. Setiap pergerakan dari objek tersebut difoto
(frame individual), sehingga menciptakan ilusi gerakan ketika
serangkaian frame dimainkan berurutan secara
berkesinambungan. Tokoh/objek dari tanah liat sering
digunakan dalam stop motion untuk kemudahan mereka
mereposisi.
Animasi Stop-motion sering pula disebut claymation karena
dalam perkembangannya, jenis animasi ini sering
menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang digerakkan .
Tehnik stop-motion animasi pertama kali ditemukan oleh stuart
blakton pada tahun 1906 yaitu dengan menggambar ekspresi
wajah sebuah tokoh kartun pada papan tulis, diambil
gambarnya dengan still camera, kemudian dihapus untuk
menggambar ekspresi wajah selanjutnya.
Animasi komputer adalah teknik menghasilkan gambar bergerak dengan
smelalui penggunaan komputer dan merupakan sebagian bidang
komputer grafik dan animasi. Sesuai dengan namanya, animasi ini secara
keseluruhan dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dari pembuatan
karakter, mengatur gerakkan “pemain” dan kamera, pemberian suara,
serta special effeknya semuanya di kerjakan dengan komputer.
Secara garis besar, animasi computer dibagi menjadi dua kategori, yaitu:
 Computer Assisted Animation, animasi pada kategori ini biasanya
menunjuk pada system animasi 2 dimensi, yaitu mengkomputerisasi
proses animasi tradisional yang menggunakan gambaran tangan.
Computer digunakan untuk pewarnaan, penerapan virtual kamera dan
penataan data yang digunakan dalam sebuah animasi.
 Computer Generated Animation, pada kategori ini biasanya digunakan
untuk animasi 3 dimensi dengan program 3D seperti 3D Studio Max,
Maya, Autocad dan lain sebagainya.
PRA-PRODUKSI
(Konsep, Skenario, Pembentukan karakter, Storyboard, Dubbing
awal, Musik dan sound FX),
PRODUKSI
(Lay out, Key motion, In Between, Background, Scanning,
Coloring),
POST-PRODUKSI
(Composite, Editing, Rendering, Pemindahan film kedalam
berbagai media berupa VCD, DVD, VHS dan lainnya)
Dikerjakan/digarap seorang animator dengan banyak bantuan
komputer, teknik cell animasi diadopsi dalam animasi komputer,
kertas gambar dalam pembuatan sebelumnya di program menjadi
frame computer.
1. KOMPUTER ASSIST.
Beberapa contoh pertama dari animasi komputer komersial secara tradisional menggunakan
bantuan komputer. Hal ini bisa dalam bentuk komputer yang memproduksi ” perantara” atau
gambar yang menghubungkan dua inputan yang sama (sehingga memungkinkan untuk
menggambar karakter lebih sedikit). Komputer animasi pembantu pertama kali digunakan dalam
sebuah film animasi di “The Mouse Detective Besar” Disney pada tahun 1986.
2. GERAK KONTROL DAN SCRIPT.
Animasi komputer yang paling modern menggunakan sistem kendali gerak yang digunakan oleh
animator untuk memanipulasi pembuatan sebuah objek, dan kemudian memindahkan obyek telah
yang melalui serangkaian pose. Metode ini menghasilkan gerakan yang akan menghasilkan gambar
gerakan akhir. Animasi gerak kontrol pertama dilakukan dengan sistem scripting seperti ASAS
(Aktor Script Sistem Animasi). Dalam skenario ini, animator adalah seorang programmer komputer
yang menulis kode dalam bahasa komputer untuk menghasilkan sebuah objek dan memberikan
gerakan obyek itu.
3. CGI COMPOSITING
Animasi komputer juga digunakan teknik yang lebih tua dari film animasi. Sejak
adanya bioskop, unsur-unsur animasi telah ditambahkan kedalam gambar
kemudian difoto. Unsur-unsur lain, seperti model atau latar belakang dicat, juga
digunakan dan dipasangkan dengan rekaman live-action. Sistem Ini melibatkan
proses optik panjang di mana berbagai elemen yang kembali difoto beberapa kali
agar dapat composited bersama menjadi satu gambar.
4. MOTION CAPTURE
Motion capture adalah jenis animasi komputer yang telah memperoleh banyak
peminat dalam beberapa tahun terakhir. Motion capture ini bergantung pada
sensor kecil yang ditempatkan pada karakter di berbagai titik di sekitar tubuh
mereka. Para aktor melakukan dan gerakan mereka ditangkap oleh kamera yang
dapat menemukan sensor dan melacak gerakan mereka. Gerakan ini kemudian
dapat ditransfer ke komputer-tokoh yang dirancang akan bergerak dengan cara
yang persis sama seperti aktor lakukan.
Dua belas prinsip dasar animasi ini ditemukan oleh animator Disney kawakan
bernama Ollie Johnston dan Frank Thomas dan ditulis ke dalam buku
berjudul The Illusion of Life: Disney Animation di tahun 1981. Berikut 12 prinsip
animasi :
1. PRINSIP SQUASH AND STRETCH
Prinsip yang akan memberikan kesan atau penambahan
efek yang lentur/flexible pada objek atau gambar, yang
seakan-akan bias membesar-mengecil, memuai-menyusut
sehingga akan memberikan efek gerak yang lebih
hidup. Penerapan pada efek yang hidup akan tampak efek
dinamis pada gerakan/efek tertent, seperti cntoh : manusia,
binatang dan sebaliknya jika penerapan pada benda mati
akan menampakkan seperti benda hidup, contohnya :
meja, kursi, botol dan lain-lain.
2. PRINSIP ANTICIPATION
Prinsip yang dianggap sebagai persiapan atau awalan
gerak/ancang-ancang. Contohnya : seseorang yang duduk
dan akan berdiri maka dia akan menundukan badan sampai
benar-benar berdiri.
3. STAGING
Staging adalah tahap pengaturan suatu set adegan, posisi
kamera atau pose suatu karakter sehingga adegan tersebut
menjadi mudah di mengerti oleh penonton. Staging yang
baik akan dapat dengan jelas mengkomunikasikan pada
penonton mengenai cerita yang ingin disampaikan dari
adegan tertentu.
4. STRAIGHT AHEAD ACTION & POSE TO POSE
Straight ahead action merupakan pendekatan menciptakan gerakan
secara berkesinambungan mulai dari awal tanpa banyak perencanaan
akan menjadi seperti apa akhir gerakannya nanti. Gerakan – gerakan
yang diciptakan bisa merupakan ide yang spontan serta kreatif dan
muncul seiring dengan proses pembuatan gerakan yang dilakukan
secara berkesinambungan.
Pose to Pose dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu pose
seperti apa yang akan dimiliki oleh karakter yang akan dianimasikan
pada suatu adegan. Setelah menentukan pose-pose yang akan
digunakan, baru dilakukan penghubungan gerakan antar pose yang
ada. Metode ini menawarkan perencanaan dan kejelasan dalam
melakukan proses animasi, sedangkan pada straight ahead action
terdapat spontanitas & kemungkinan ide yang segar keluar dari proses
animasi tersebut.
5. FOLLOW THROUGH & OVERLAPPING ACTION
Follow through & Overlapping action merupakan gerakan susulan pada si karakter atau benda
yang terjadi setelah berhentinya karakter atau benda tersebut. Contohnya seperti gerakan
pendulum dibawah ini. Pendulum bergerak dari kiri ke kanan dan kemudian setelah pendulum
tersebut berhenti, ayunan ekor pendulum tersebut masih tetap mengayun sampai akhirnya benar-
benar berhenti. Contoh lainnya ialah sewaktu kita berhenti berjalan dan tangan kita berhenti
mengayun, biasanya akan ada gerakan berlebih sedikit sebelum tangan kita benar-benar berhenti.
6. SLOW IN & SLOW OUT
Slow in dan slow out merupakan gerakan perlambatan yang terjadi
pada awal dan akhir suatu animasi. Gerakan perlambatan ini
memberikan variasi pada suatu gerakan animasi ketimbang tidak
ada perlambatan sama sekali. Animasi yang tidak mempunyai
perlambatan di awal dan akhir animasinya akan terkesan sangat
kaku .
7. ARCS
Arcs merupakan kurva melingkar yang terdapat pada suatu gerakan
ketimbang hanya dengan memakai gerakan lurus saja. Arc memungkinkan
gerakan animasi kita terlihat lebih natural ketimbang bila kita tidak
menggunakan arc karena pada dasarnya gerakan yang terjadi di dunia
nyata sehari-hari kita sangat jarang terjadi pada satu garis lurus.
8. SECONDARY ACTION
Secondary action merupakan gerakan tambahan yang terjadi untuk
melengkapi gerakan utama yang ada. Gerakan secondary action hanya
bersifat melengkapi dan tidak mengambil alih performa dari gerakan
utama. Sebagai contoh : Gerakan tangan kiri kebawah setelah pose utama
memegang kepala seperti yang terdapat pada karakter di bawah ini.
Secondary action bila digunakan dengan tepat, akan dapat menambah
kedalaman pada karakteristik karakter kita.
9. TIMING
Timing ditentukan dari jumlah frame in between yang ada di antara
gerakan suatu benda atau karakter. Semakin cepat sedikit jumlah
frame maka gerakan menjadi semakin cepat, sebaliknya semakin
banyak jumlah frame yang ada maka gerakan menjadi lebih lambat.
Gerakan dengan timing yang cepat dan lambat masing-masing akan
memberikan cerita yang berbeda.
10. EXAGGERATION
Exaggeration merupakan gerakan atau ekspresi yang
dilebihkan dari yang biasanya untuk mendapatkan kesan
animasi yang lebih meyakinkan. Seperti pada contoh gambar
dibawah ini, dimana karakter sebelah kanan mempunyai
gerakan memukul yang di lebihkan sehingga lebih terlihat
meyakinkan daripada karakter di sebelah kiri.
11. SOLID DRAWING
Pada animasi tradisional, Solid drawing berarti gambar yang
mempunyai kedalaman perspektif. Contoh pada gambar di
bawah ini, gambar sebelah kanan bisa dikatakan lebih
mempunyai kedalaman perspektif karena posisi mata serta
mulut yang mengikuti bentuk bundar dari kepala
dibandingkan bila tidak mempunyai perspektif seperti pada
gambar di sebelah kanan.
10. APPEAL
Appeal merupakan penampakan dari sebuah karakter yang terlihat
mempunyai karisma tersendiri dan menarik untuk dilihat. Untuk
memperkuat appeal dari suatu karakter, ada 3 hal yang perlu
diperhatikan yaitu :
Shape yang bervariasi : Makin bervariasi bentuk dari karakter tersebut
maka makin menarik untuk dilihat. Setiap design karakter yang baik
mempunyai shape yang jelas.
Bermain dengan Proporsi : Kita bisa bermain dengan proporsi suatu
karakter untuk membuat appeal dari karakter tersebut menjadi lebih
menarik.
Tetap sederhana ( Simple ) : Design karakter yang terlalu banyak
informasi dan detail tidak akan mempunyai appeal yang kuat serta
mudah diingat bila dibandingkan dengan design karakter yang
sederhana dan lebih mudah diingat.

More Related Content

What's hot

Graphic design by mprabuw
Graphic design by mprabuwGraphic design by mprabuw
Graphic design by mprabuw
M. Prabu Wibowo
 
DASAR-DASAR DESAIN GRAFIS - dewifitriyani__
DASAR-DASAR DESAIN GRAFIS - dewifitriyani__DASAR-DASAR DESAIN GRAFIS - dewifitriyani__
DASAR-DASAR DESAIN GRAFIS - dewifitriyani__
Dewi Fitriyani
 
04 storyboard
04 storyboard04 storyboard
04 storyboard
Indra Abdam Muwakhid
 
Desain komunikasi visual
Desain komunikasi visualDesain komunikasi visual
Desain komunikasi visual
iwan setiawan
 
Desain grafis percetakan
Desain grafis percetakanDesain grafis percetakan
Pengenalan Aplikasi Adobe Premiere
Pengenalan Aplikasi Adobe PremierePengenalan Aplikasi Adobe Premiere
Pengenalan Aplikasi Adobe Premiere
Erwin Rasyid
 
2. Materi Pembelajaran Storyboard
2.  Materi Pembelajaran Storyboard2.  Materi Pembelajaran Storyboard
2. Materi Pembelajaran Storyboard
Martin Arale
 
Presentasi Animasi Multimedia
Presentasi Animasi MultimediaPresentasi Animasi Multimedia
Presentasi Animasi Multimedia
Fitria Hati
 
Tahapan dasar pembuatan film power point
Tahapan dasar pembuatan film power pointTahapan dasar pembuatan film power point
Tahapan dasar pembuatan film power point
Rini Suharti
 
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 dAnimasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Materi videografi-success story
Materi videografi-success storyMateri videografi-success story
Materi videografi-success story
Fajar Baskoro
 
Elemen images dalam multimedia
Elemen images dalam multimediaElemen images dalam multimedia
Elemen images dalam multimedia
Toto Haryadi
 
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Materi Teknik Editing video
Materi Teknik Editing videoMateri Teknik Editing video
Materi Teknik Editing video
Erwin Rasyid
 
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurfaceANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Konsep dasar UI/UX
Konsep dasar UI/UXKonsep dasar UI/UX
Konsep dasar UI/UX
Deska Setiawan Yusra
 
workshop sinematografi.pptx
workshop sinematografi.pptxworkshop sinematografi.pptx
workshop sinematografi.pptx
pranggokkopi
 
Desain Grafis
Desain GrafisDesain Grafis
Desain Grafis
AdeDwiPutraPutra
 
Desain grafis
Desain grafisDesain grafis
Desain grafis
Lula Wanitama
 

What's hot (20)

Graphic design by mprabuw
Graphic design by mprabuwGraphic design by mprabuw
Graphic design by mprabuw
 
DASAR-DASAR DESAIN GRAFIS - dewifitriyani__
DASAR-DASAR DESAIN GRAFIS - dewifitriyani__DASAR-DASAR DESAIN GRAFIS - dewifitriyani__
DASAR-DASAR DESAIN GRAFIS - dewifitriyani__
 
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash animasi dasar
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash animasi dasarMembuat animasi 2 d dengan adobe flash animasi dasar
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash animasi dasar
 
04 storyboard
04 storyboard04 storyboard
04 storyboard
 
Desain komunikasi visual
Desain komunikasi visualDesain komunikasi visual
Desain komunikasi visual
 
Desain grafis percetakan
Desain grafis percetakanDesain grafis percetakan
Desain grafis percetakan
 
Pengenalan Aplikasi Adobe Premiere
Pengenalan Aplikasi Adobe PremierePengenalan Aplikasi Adobe Premiere
Pengenalan Aplikasi Adobe Premiere
 
2. Materi Pembelajaran Storyboard
2.  Materi Pembelajaran Storyboard2.  Materi Pembelajaran Storyboard
2. Materi Pembelajaran Storyboard
 
Presentasi Animasi Multimedia
Presentasi Animasi MultimediaPresentasi Animasi Multimedia
Presentasi Animasi Multimedia
 
Tahapan dasar pembuatan film power point
Tahapan dasar pembuatan film power pointTahapan dasar pembuatan film power point
Tahapan dasar pembuatan film power point
 
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 dAnimasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
 
Materi videografi-success story
Materi videografi-success storyMateri videografi-success story
Materi videografi-success story
 
Elemen images dalam multimedia
Elemen images dalam multimediaElemen images dalam multimedia
Elemen images dalam multimedia
 
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
 
Materi Teknik Editing video
Materi Teknik Editing videoMateri Teknik Editing video
Materi Teknik Editing video
 
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurfaceANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
 
Konsep dasar UI/UX
Konsep dasar UI/UXKonsep dasar UI/UX
Konsep dasar UI/UX
 
workshop sinematografi.pptx
workshop sinematografi.pptxworkshop sinematografi.pptx
workshop sinematografi.pptx
 
Desain Grafis
Desain GrafisDesain Grafis
Desain Grafis
 
Desain grafis
Desain grafisDesain grafis
Desain grafis
 

Viewers also liked

Multi kamera
Multi kameraMulti kamera
Produksi film
Produksi filmProduksi film
Karakter/ Penokohan
Karakter/ PenokohanKarakter/ Penokohan
Typografi
TypografiTypografi
Sistem tata suara
Sistem tata suaraSistem tata suara
Pengolahan Citra digital
Pengolahan Citra digitalPengolahan Citra digital
Dasar dasar kreativitas
Dasar dasar kreativitasDasar dasar kreativitas

Viewers also liked (7)

Multi kamera
Multi kameraMulti kamera
Multi kamera
 
Produksi film
Produksi filmProduksi film
Produksi film
 
Karakter/ Penokohan
Karakter/ PenokohanKarakter/ Penokohan
Karakter/ Penokohan
 
Typografi
TypografiTypografi
Typografi
 
Sistem tata suara
Sistem tata suaraSistem tata suara
Sistem tata suara
 
Pengolahan Citra digital
Pengolahan Citra digitalPengolahan Citra digital
Pengolahan Citra digital
 
Dasar dasar kreativitas
Dasar dasar kreativitasDasar dasar kreativitas
Dasar dasar kreativitas
 

Similar to A n i m a s i

8._Memahami_Prinsip-prinsip_dasar_animasi.pdf
8._Memahami_Prinsip-prinsip_dasar_animasi.pdf8._Memahami_Prinsip-prinsip_dasar_animasi.pdf
8._Memahami_Prinsip-prinsip_dasar_animasi.pdf
Zainul Arifin
 
Animasi
AnimasiAnimasi
PROJECT-ANIMATION-1.pdf
PROJECT-ANIMATION-1.pdfPROJECT-ANIMATION-1.pdf
PROJECT-ANIMATION-1.pdf
jumana aljumjaya
 
memahami prinsip dasar pembuatan animasi 2D.docx
memahami prinsip dasar pembuatan animasi 2D.docxmemahami prinsip dasar pembuatan animasi 2D.docx
memahami prinsip dasar pembuatan animasi 2D.docx
andinirwana7
 
Definisi whiteboard animation
Definisi whiteboard animationDefinisi whiteboard animation
Definisi whiteboard animation
bullah10
 
PUPPETER.pptx
PUPPETER.pptxPUPPETER.pptx
PUPPETER.pptx
ardenas_mom
 
animasi pembelajaran kel.11.pptx
animasi pembelajaran kel.11.pptxanimasi pembelajaran kel.11.pptx
animasi pembelajaran kel.11.pptx
Ireclever
 
animasi pembelajaran kel.11.pptx
animasi pembelajaran kel.11.pptxanimasi pembelajaran kel.11.pptx
animasi pembelajaran kel.11.pptx
Ireclever
 
1._Memahami_Prinsip_Dasar_Pembuatan_Animasi_2_Dimensi_(Vector).pdf
1._Memahami_Prinsip_Dasar_Pembuatan_Animasi_2_Dimensi_(Vector).pdf1._Memahami_Prinsip_Dasar_Pembuatan_Animasi_2_Dimensi_(Vector).pdf
1._Memahami_Prinsip_Dasar_Pembuatan_Animasi_2_Dimensi_(Vector).pdf
Zainul Arifin
 
Perekaan.Animasi.pptx
Perekaan.Animasi.pptxPerekaan.Animasi.pptx
Perekaan.Animasi.pptx
DanielSyahmi1
 
47007555 modul-animasi-multimediaa
47007555 modul-animasi-multimediaa47007555 modul-animasi-multimediaa
47007555 modul-animasi-multimediaa
mukhlis sholehuddin
 
05. animation
05. animation05. animation
05. animation
utarkasep
 
9._Menerapkan_Teknik_produksi_animasi_2D.pdf
9._Menerapkan_Teknik_produksi_animasi_2D.pdf9._Menerapkan_Teknik_produksi_animasi_2D.pdf
9._Menerapkan_Teknik_produksi_animasi_2D.pdf
Zainul Arifin
 
Pertemuan 2 animasi dasar
Pertemuan 2 animasi dasarPertemuan 2 animasi dasar
Pertemuan 2 animasi dasar
Indra Abdam Muwakhid
 
5._Menganalisis_Elemen_gambar_digital_puppeter_dalam_animasi_2D.pdf
5._Menganalisis_Elemen_gambar_digital_puppeter_dalam_animasi_2D.pdf5._Menganalisis_Elemen_gambar_digital_puppeter_dalam_animasi_2D.pdf
5._Menganalisis_Elemen_gambar_digital_puppeter_dalam_animasi_2D.pdf
Zainul Arifin
 
cover Buku ACI DIGIARS.pdf
cover Buku ACI DIGIARS.pdfcover Buku ACI DIGIARS.pdf
cover Buku ACI DIGIARS.pdf
SellyAZega
 
Multimedia tentang : Animation
Multimedia tentang : AnimationMultimedia tentang : Animation
Multimedia tentang : Animation
Belinda Isamar
 
Animasi 2D dan 3D Slide AbdurRohim
Animasi 2D dan 3D Slide AbdurRohimAnimasi 2D dan 3D Slide AbdurRohim
Animasi 2D dan 3D Slide AbdurRohim
Abdur Rohim
 

Similar to A n i m a s i (20)

8._Memahami_Prinsip-prinsip_dasar_animasi.pdf
8._Memahami_Prinsip-prinsip_dasar_animasi.pdf8._Memahami_Prinsip-prinsip_dasar_animasi.pdf
8._Memahami_Prinsip-prinsip_dasar_animasi.pdf
 
Animasi
AnimasiAnimasi
Animasi
 
Animasi 2
Animasi 2Animasi 2
Animasi 2
 
PROJECT-ANIMATION-1.pdf
PROJECT-ANIMATION-1.pdfPROJECT-ANIMATION-1.pdf
PROJECT-ANIMATION-1.pdf
 
memahami prinsip dasar pembuatan animasi 2D.docx
memahami prinsip dasar pembuatan animasi 2D.docxmemahami prinsip dasar pembuatan animasi 2D.docx
memahami prinsip dasar pembuatan animasi 2D.docx
 
Definisi whiteboard animation
Definisi whiteboard animationDefinisi whiteboard animation
Definisi whiteboard animation
 
PUPPETER.pptx
PUPPETER.pptxPUPPETER.pptx
PUPPETER.pptx
 
Modul 5 animasi
Modul 5 animasiModul 5 animasi
Modul 5 animasi
 
animasi pembelajaran kel.11.pptx
animasi pembelajaran kel.11.pptxanimasi pembelajaran kel.11.pptx
animasi pembelajaran kel.11.pptx
 
animasi pembelajaran kel.11.pptx
animasi pembelajaran kel.11.pptxanimasi pembelajaran kel.11.pptx
animasi pembelajaran kel.11.pptx
 
1._Memahami_Prinsip_Dasar_Pembuatan_Animasi_2_Dimensi_(Vector).pdf
1._Memahami_Prinsip_Dasar_Pembuatan_Animasi_2_Dimensi_(Vector).pdf1._Memahami_Prinsip_Dasar_Pembuatan_Animasi_2_Dimensi_(Vector).pdf
1._Memahami_Prinsip_Dasar_Pembuatan_Animasi_2_Dimensi_(Vector).pdf
 
Perekaan.Animasi.pptx
Perekaan.Animasi.pptxPerekaan.Animasi.pptx
Perekaan.Animasi.pptx
 
47007555 modul-animasi-multimediaa
47007555 modul-animasi-multimediaa47007555 modul-animasi-multimediaa
47007555 modul-animasi-multimediaa
 
05. animation
05. animation05. animation
05. animation
 
9._Menerapkan_Teknik_produksi_animasi_2D.pdf
9._Menerapkan_Teknik_produksi_animasi_2D.pdf9._Menerapkan_Teknik_produksi_animasi_2D.pdf
9._Menerapkan_Teknik_produksi_animasi_2D.pdf
 
Pertemuan 2 animasi dasar
Pertemuan 2 animasi dasarPertemuan 2 animasi dasar
Pertemuan 2 animasi dasar
 
5._Menganalisis_Elemen_gambar_digital_puppeter_dalam_animasi_2D.pdf
5._Menganalisis_Elemen_gambar_digital_puppeter_dalam_animasi_2D.pdf5._Menganalisis_Elemen_gambar_digital_puppeter_dalam_animasi_2D.pdf
5._Menganalisis_Elemen_gambar_digital_puppeter_dalam_animasi_2D.pdf
 
cover Buku ACI DIGIARS.pdf
cover Buku ACI DIGIARS.pdfcover Buku ACI DIGIARS.pdf
cover Buku ACI DIGIARS.pdf
 
Multimedia tentang : Animation
Multimedia tentang : AnimationMultimedia tentang : Animation
Multimedia tentang : Animation
 
Animasi 2D dan 3D Slide AbdurRohim
Animasi 2D dan 3D Slide AbdurRohimAnimasi 2D dan 3D Slide AbdurRohim
Animasi 2D dan 3D Slide AbdurRohim
 

More from MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO

KD Mendiskusikan format gambar
KD Mendiskusikan format gambarKD Mendiskusikan format gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambarMenerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrogramanMenerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan tipografi
Menerapkan tipografiMenerapkan tipografi
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambarMenganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografiMenerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputerKD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasiMenganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat kerasKOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 dKD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3dAnimasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Animasi 2D dan 3D KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
Animasi 2D dan 3D  KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...Animasi 2D dan 3D  KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
Animasi 2D dan 3D KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 dAnimasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 

More from MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO (20)

KD Mendiskusikan format gambar
KD Mendiskusikan format gambarKD Mendiskusikan format gambar
KD Mendiskusikan format gambar
 
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambarMenerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
 
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
 
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrogramanMenerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
 
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
 
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
 
Menerapkan tipografi
Menerapkan tipografiMenerapkan tipografi
Menerapkan tipografi
 
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
 
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
 
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
 
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambarMenganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
 
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografiMenerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
 
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputerKD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
 
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasiMenganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat kerasKOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
 
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 dKD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
 
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3dAnimasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
 
Animasi 2D dan 3D KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
Animasi 2D dan 3D  KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...Animasi 2D dan 3D  KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
Animasi 2D dan 3D KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
 
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 dAnimasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
 

Recently uploaded

Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum MerdekaMateri MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
RizkiDwiKamalulJamal1
 
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptxPENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
SMANSinunukan
 
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptxWawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
titis33
 
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
wilda108450
 
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjilPerubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
indunretnowati2
 
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
sudianaade137
 
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptxpowerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
juliechunnie
 
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdfmodul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
ririnferina1
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
dexallsonmully
 
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptxpendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
RizkyKaruniaSari
 
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptxSlide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
xyurashi05
 
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptxProyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
mesripd99
 
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptxMateri Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
HeryatyLumenta2
 
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docxMODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
CindyRamadhani19
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
bamboekuning
 
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptxRefleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
HidayatulMabrur1
 
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS ETUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
anisaavrr1
 
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptxmateri MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
NoviaSriAstini
 
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar EfektifPPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
Nurbani10
 
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
ROFIK24
 

Recently uploaded (20)

Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum MerdekaMateri MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
 
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptxPENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
 
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptxWawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
Wawasan Wiyata Mandala SMP Negeri 1 Wuluhan.pptx
 
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
 
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjilPerubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
 
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
1. MENGENAL DAN MEMAHAMI KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptxpowerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
 
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdfmodul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
 
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptxpendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
pendidikan karakter profil pelajar pancasila.pptx
 
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptxSlide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
 
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptxProyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
Proyek Profil Pelajara Pancasila MPLS.pptx
 
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptxMateri Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
 
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docxMODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
 
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptxRefleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
Refleksi Diri dan Umpan Balik yang Membangun .pptx
 
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS ETUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
 
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptxmateri MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
 
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar EfektifPPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
 
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
 

A n i m a s i

  • 2. Animasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata sehingga perubahan yang terjadi merupakan perubahan posisi atau dalam makna lain disebut dengan istilah ‘pergerakan’. Dalam bidang grafika pemodelan visual dapat dikategorikan sebagai dua kelompok yaitu pemodelan geometrik dan pemodelan penampilan (appearance). Pemodelan geometrik merupakan representasi dari bentuk objek yang ingin ditampilkan sedangkan pemodelan penampilan membuat representasi sifat visual atau penampakan objek tersebut.
  • 3. Animasi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Sedangkan karakter adalah orang, hewan maupun objek nyata lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar 2D maupun 3D. Manusia pada zaman dahulu kala sudah pernah mencoba untuk menggambar sebuah gerakan, contohnya gambar hewan yang kakinya digambar dengan pose yang menunjukkan bahwa hewan tersebut seolah-olah bergerak yang digambar dalam gua pada zaman paleolitikum. Animasi pertama kali dibuat oleh Fady Saeed dari Mesir tahun 1756. Sejarah Film Animasi dimulai pada tahun 1890, Film animasi yang pertama kali dibuat oleh Charles-Émile Reynaud, penemu Praxinoscope, yaitu sebuah sistem gerakan yang menggunakan putaran dari 12 gambar.
  • 4. Konsep awal animasi disebut sebagai Persistence of Vision (pola penglihatan yang teratur). Seorang astronom dari Yunani, Ptolemy yang menemukan prinsip ini 130 M, prinsip ini telah berkembang dimana saat itu mencakup observasi terhadap anatomi serta prilaku mata manusia. Animasi dipandang sebagai suatu hasil proses dimana obyek-obyek yang digambarkan atau divisualisasikan tampak hidup. Benda-benda mati, gambaran-gambaran, deformasi bentuk yang digerakkan memang dapat dikatakan sebagai suatu bentuk animasi, akan tetapi esensi dari animasi tidak sebatas pada unsur menggerakkan, jika kehidupan memang diidentikkan dengan pergerakan, maka kehidupan itu sendiri juga mempunyai karakter kehidupan. Dengan demikian animasi tidak semata-mata hanyalah menggerakkan, tetapi juga memberikan suatu karakter pada obyek-obyek yang akan dianimasikan.
  • 5. Animasi tradisional merupakan sejenis teknik animasi yang pembuatan gambarnya dilukis / digambar dengan tangan. Teknik ini merupakan bentuk animasi yang paling sering digunakan sebelum adanya animasi computer. Animasi tradisional juga dikenali sebagai animasi cel atau animasi yang dihasilkan dengan tangan yaitu setiap proses melibatkan tangan. Disebut animasi tradisional karena animasi ini memiliki teknik yang digunakan saat pertama kali film animasi itu bermunculan. Untuk menciptakan ilusi gerakan, setiap gambar sedikit berbeda. Caranya dengan cara menjiplak gambar yang dibuat di kertas transparan disebut ‘cels’. Kemudian gambar diisi dengan cat dalam warna yang berbeda.
  • 6. Animasi Stop motion adalah suatu teknik animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak sendiri. Setiap pergerakan dari objek tersebut difoto (frame individual), sehingga menciptakan ilusi gerakan ketika serangkaian frame dimainkan berurutan secara berkesinambungan. Tokoh/objek dari tanah liat sering digunakan dalam stop motion untuk kemudahan mereka mereposisi. Animasi Stop-motion sering pula disebut claymation karena dalam perkembangannya, jenis animasi ini sering menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang digerakkan . Tehnik stop-motion animasi pertama kali ditemukan oleh stuart blakton pada tahun 1906 yaitu dengan menggambar ekspresi wajah sebuah tokoh kartun pada papan tulis, diambil gambarnya dengan still camera, kemudian dihapus untuk menggambar ekspresi wajah selanjutnya.
  • 7. Animasi komputer adalah teknik menghasilkan gambar bergerak dengan smelalui penggunaan komputer dan merupakan sebagian bidang komputer grafik dan animasi. Sesuai dengan namanya, animasi ini secara keseluruhan dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dari pembuatan karakter, mengatur gerakkan “pemain” dan kamera, pemberian suara, serta special effeknya semuanya di kerjakan dengan komputer. Secara garis besar, animasi computer dibagi menjadi dua kategori, yaitu:  Computer Assisted Animation, animasi pada kategori ini biasanya menunjuk pada system animasi 2 dimensi, yaitu mengkomputerisasi proses animasi tradisional yang menggunakan gambaran tangan. Computer digunakan untuk pewarnaan, penerapan virtual kamera dan penataan data yang digunakan dalam sebuah animasi.  Computer Generated Animation, pada kategori ini biasanya digunakan untuk animasi 3 dimensi dengan program 3D seperti 3D Studio Max, Maya, Autocad dan lain sebagainya.
  • 8. PRA-PRODUKSI (Konsep, Skenario, Pembentukan karakter, Storyboard, Dubbing awal, Musik dan sound FX), PRODUKSI (Lay out, Key motion, In Between, Background, Scanning, Coloring), POST-PRODUKSI (Composite, Editing, Rendering, Pemindahan film kedalam berbagai media berupa VCD, DVD, VHS dan lainnya) Dikerjakan/digarap seorang animator dengan banyak bantuan komputer, teknik cell animasi diadopsi dalam animasi komputer, kertas gambar dalam pembuatan sebelumnya di program menjadi frame computer.
  • 9. 1. KOMPUTER ASSIST. Beberapa contoh pertama dari animasi komputer komersial secara tradisional menggunakan bantuan komputer. Hal ini bisa dalam bentuk komputer yang memproduksi ” perantara” atau gambar yang menghubungkan dua inputan yang sama (sehingga memungkinkan untuk menggambar karakter lebih sedikit). Komputer animasi pembantu pertama kali digunakan dalam sebuah film animasi di “The Mouse Detective Besar” Disney pada tahun 1986. 2. GERAK KONTROL DAN SCRIPT. Animasi komputer yang paling modern menggunakan sistem kendali gerak yang digunakan oleh animator untuk memanipulasi pembuatan sebuah objek, dan kemudian memindahkan obyek telah yang melalui serangkaian pose. Metode ini menghasilkan gerakan yang akan menghasilkan gambar gerakan akhir. Animasi gerak kontrol pertama dilakukan dengan sistem scripting seperti ASAS (Aktor Script Sistem Animasi). Dalam skenario ini, animator adalah seorang programmer komputer yang menulis kode dalam bahasa komputer untuk menghasilkan sebuah objek dan memberikan gerakan obyek itu.
  • 10. 3. CGI COMPOSITING Animasi komputer juga digunakan teknik yang lebih tua dari film animasi. Sejak adanya bioskop, unsur-unsur animasi telah ditambahkan kedalam gambar kemudian difoto. Unsur-unsur lain, seperti model atau latar belakang dicat, juga digunakan dan dipasangkan dengan rekaman live-action. Sistem Ini melibatkan proses optik panjang di mana berbagai elemen yang kembali difoto beberapa kali agar dapat composited bersama menjadi satu gambar. 4. MOTION CAPTURE Motion capture adalah jenis animasi komputer yang telah memperoleh banyak peminat dalam beberapa tahun terakhir. Motion capture ini bergantung pada sensor kecil yang ditempatkan pada karakter di berbagai titik di sekitar tubuh mereka. Para aktor melakukan dan gerakan mereka ditangkap oleh kamera yang dapat menemukan sensor dan melacak gerakan mereka. Gerakan ini kemudian dapat ditransfer ke komputer-tokoh yang dirancang akan bergerak dengan cara yang persis sama seperti aktor lakukan.
  • 11. Dua belas prinsip dasar animasi ini ditemukan oleh animator Disney kawakan bernama Ollie Johnston dan Frank Thomas dan ditulis ke dalam buku berjudul The Illusion of Life: Disney Animation di tahun 1981. Berikut 12 prinsip animasi : 1. PRINSIP SQUASH AND STRETCH Prinsip yang akan memberikan kesan atau penambahan efek yang lentur/flexible pada objek atau gambar, yang seakan-akan bias membesar-mengecil, memuai-menyusut sehingga akan memberikan efek gerak yang lebih hidup. Penerapan pada efek yang hidup akan tampak efek dinamis pada gerakan/efek tertent, seperti cntoh : manusia, binatang dan sebaliknya jika penerapan pada benda mati akan menampakkan seperti benda hidup, contohnya : meja, kursi, botol dan lain-lain.
  • 12. 2. PRINSIP ANTICIPATION Prinsip yang dianggap sebagai persiapan atau awalan gerak/ancang-ancang. Contohnya : seseorang yang duduk dan akan berdiri maka dia akan menundukan badan sampai benar-benar berdiri. 3. STAGING Staging adalah tahap pengaturan suatu set adegan, posisi kamera atau pose suatu karakter sehingga adegan tersebut menjadi mudah di mengerti oleh penonton. Staging yang baik akan dapat dengan jelas mengkomunikasikan pada penonton mengenai cerita yang ingin disampaikan dari adegan tertentu.
  • 13. 4. STRAIGHT AHEAD ACTION & POSE TO POSE Straight ahead action merupakan pendekatan menciptakan gerakan secara berkesinambungan mulai dari awal tanpa banyak perencanaan akan menjadi seperti apa akhir gerakannya nanti. Gerakan – gerakan yang diciptakan bisa merupakan ide yang spontan serta kreatif dan muncul seiring dengan proses pembuatan gerakan yang dilakukan secara berkesinambungan. Pose to Pose dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu pose seperti apa yang akan dimiliki oleh karakter yang akan dianimasikan pada suatu adegan. Setelah menentukan pose-pose yang akan digunakan, baru dilakukan penghubungan gerakan antar pose yang ada. Metode ini menawarkan perencanaan dan kejelasan dalam melakukan proses animasi, sedangkan pada straight ahead action terdapat spontanitas & kemungkinan ide yang segar keluar dari proses animasi tersebut.
  • 14. 5. FOLLOW THROUGH & OVERLAPPING ACTION Follow through & Overlapping action merupakan gerakan susulan pada si karakter atau benda yang terjadi setelah berhentinya karakter atau benda tersebut. Contohnya seperti gerakan pendulum dibawah ini. Pendulum bergerak dari kiri ke kanan dan kemudian setelah pendulum tersebut berhenti, ayunan ekor pendulum tersebut masih tetap mengayun sampai akhirnya benar- benar berhenti. Contoh lainnya ialah sewaktu kita berhenti berjalan dan tangan kita berhenti mengayun, biasanya akan ada gerakan berlebih sedikit sebelum tangan kita benar-benar berhenti.
  • 15. 6. SLOW IN & SLOW OUT Slow in dan slow out merupakan gerakan perlambatan yang terjadi pada awal dan akhir suatu animasi. Gerakan perlambatan ini memberikan variasi pada suatu gerakan animasi ketimbang tidak ada perlambatan sama sekali. Animasi yang tidak mempunyai perlambatan di awal dan akhir animasinya akan terkesan sangat kaku . 7. ARCS Arcs merupakan kurva melingkar yang terdapat pada suatu gerakan ketimbang hanya dengan memakai gerakan lurus saja. Arc memungkinkan gerakan animasi kita terlihat lebih natural ketimbang bila kita tidak menggunakan arc karena pada dasarnya gerakan yang terjadi di dunia nyata sehari-hari kita sangat jarang terjadi pada satu garis lurus.
  • 16. 8. SECONDARY ACTION Secondary action merupakan gerakan tambahan yang terjadi untuk melengkapi gerakan utama yang ada. Gerakan secondary action hanya bersifat melengkapi dan tidak mengambil alih performa dari gerakan utama. Sebagai contoh : Gerakan tangan kiri kebawah setelah pose utama memegang kepala seperti yang terdapat pada karakter di bawah ini. Secondary action bila digunakan dengan tepat, akan dapat menambah kedalaman pada karakteristik karakter kita. 9. TIMING Timing ditentukan dari jumlah frame in between yang ada di antara gerakan suatu benda atau karakter. Semakin cepat sedikit jumlah frame maka gerakan menjadi semakin cepat, sebaliknya semakin banyak jumlah frame yang ada maka gerakan menjadi lebih lambat. Gerakan dengan timing yang cepat dan lambat masing-masing akan memberikan cerita yang berbeda.
  • 17. 10. EXAGGERATION Exaggeration merupakan gerakan atau ekspresi yang dilebihkan dari yang biasanya untuk mendapatkan kesan animasi yang lebih meyakinkan. Seperti pada contoh gambar dibawah ini, dimana karakter sebelah kanan mempunyai gerakan memukul yang di lebihkan sehingga lebih terlihat meyakinkan daripada karakter di sebelah kiri. 11. SOLID DRAWING Pada animasi tradisional, Solid drawing berarti gambar yang mempunyai kedalaman perspektif. Contoh pada gambar di bawah ini, gambar sebelah kanan bisa dikatakan lebih mempunyai kedalaman perspektif karena posisi mata serta mulut yang mengikuti bentuk bundar dari kepala dibandingkan bila tidak mempunyai perspektif seperti pada gambar di sebelah kanan.
  • 18. 10. APPEAL Appeal merupakan penampakan dari sebuah karakter yang terlihat mempunyai karisma tersendiri dan menarik untuk dilihat. Untuk memperkuat appeal dari suatu karakter, ada 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu : Shape yang bervariasi : Makin bervariasi bentuk dari karakter tersebut maka makin menarik untuk dilihat. Setiap design karakter yang baik mempunyai shape yang jelas. Bermain dengan Proporsi : Kita bisa bermain dengan proporsi suatu karakter untuk membuat appeal dari karakter tersebut menjadi lebih menarik. Tetap sederhana ( Simple ) : Design karakter yang terlalu banyak informasi dan detail tidak akan mempunyai appeal yang kuat serta mudah diingat bila dibandingkan dengan design karakter yang sederhana dan lebih mudah diingat.