Dr. Ellya Thaher, SpM, M.KesDr. Ellya Thaher, SpM, M.Kes
• Lipatan konjungtiva lunak, dapat
digerakkan dan menebal  lipatan
semilunar kantus medial
• Forniks: konjungtiva melipat-lipat
hingga bola mata bergerak leluasa
Konjungtiva Membran mukosa
1. Konjungtiva palpebra
2. Konjungtiva bulbi
 a.Konjungtiva posterior  konjungtiva bulbi
 a. Siliari anterior
• a. episklera + a. siliar posterior longus 
plex.siliar  iris + badan siliar
• a. perikornea  kornea
 Mata merah karena pelebaran pembuluh
darah atau pecahnya salah satu
pembuluh darah tersebut
• Mudah digerakkan dari dasarnya
• Terutama di daerah forniks pada radang konjungtiva
• Warna merah segar
• Radang /tukak kornea
Radang jaringan uvea
Glaukoma
endoph/pan-ophtalmitis
Benda asing kornea
• Warna lebih ungu
• Ukuran > halus disekitar kornea
• Tidak ikut gerak konjungtiva
• Tidak menciut jika diberi epinefrin
Sifat Injeksi Siliar
Sifat Injeksi konjungtiva
1. Episkleritis
•Radang jaringan konjungtiva sebelah
dalam, dipermukaan sklera
•Benjolan setempat, batas tegas warna
ungu di bawah konjungtiva.
•Sakit bila ditekan
•Berminggu-minggu sampai bulan
Keluhan
Mata terasa kering Rasa sakit ringan
Mengganjal Khemotik konjungtiva
Umumnya ada riwayat reumatik kausa: toksik, alergi
atau
infeksi pada wanita lebih sering daripada pria.
sifat : residif
Lama sakit: 4-5 minggu
Terapi: kortikosteroid tetes mata, sistemik,
dapat diberi salisilat (analgesik)
2. Skleritis
Disertai dengan peradangan sekitar seperti
uveitis atau keratitis sclerotikan.
•Khemotik konjungtiva
•Sakit
•Umumnva bilateral
•Wanita > pria
•Benjolan kadang-kadang mengenai seluruh
lingkaran kornea
Terapi: steroid / salisilat.
3. Pendarahan Sub Konjungtiva
Kausa: pecahnya pembuluh darah kecil konjungtiva
karena:
•Radang konjungtiva berat
•Batuk keras
•Kelainan pembuluh darah / darah
•Kekurangan vitamin C
Terapi : tidak perlu karena diserap spontan 1-3
minggu
4. Pterygium
Pertumbuhan fibro vaskular konjungtiva.
Sifat : degeneratif dan invasif
Letak : celah mata, nasal / temporal
Bentuk segitiga dengan puncak pada kornea.
•Mudah meradang, iritasi akan berwarna merah
•Dapat mengenai 2 mata
Kausa:
•Iritasi lama akibat debu
•Cahaya matahari
•Udara panas
•Etiologi pasti tidak jelas.
•Terapi tidak diperlukan karena bersifat rekuren t.u. orang
muda. Jika meradang berikan steroid tetes mata. Pengobatan
konservatif atau operasi bila mengganggu penglihatan.
5. Pseudo Pterygium
Pelengketan konjungtiva dengan kornea yang cacat.
Pada pseudo dapat diletakkan sonde dibawahnya,
selalu terdapat anamnese kelainan komea
sebelumnya.
Konjungtivitis Flikten
•Radang karena reaksi alergi
•Manifestasi alergi terhadap endogen TBC, candida,
helmintes
•Benjolan sebesar jarum pentul di bawah limbus; >> pada
anak-anak
•Mata merah, pedas kadang-kadang sakit dan lakrimasi
•Bila kornea terkena: silau dan blepha rospasme
•Terlihat pembuluh darah mengelilingi benjolan: seperti mikro
abses
•Unilateral kadang-kadang bilateral
Terapi
•Kortikosteroid lokal dan mengatasi sumber infeksi
•Perbaiki gizi
Mata merah, visus normal dan
merah merata
Konjungtivitis
Radang konjungtiva  konjungtivitis
Sekret
Pseudomembran: Stafilokokus
Konjungtivitis epidemi
Purulen  Konjungtivitis bakteri
Serous  Konjungtivitis virus
Mukos  Konjungtivitis alergi
Kausa ditentukan dengan  SITOLOGI SEKRET
Sel eosinofil  ATOPI tu konjungtivitis vernal
Sel PMN  Infeksi bakteri, klamidia
Sel limfosit  Infeksi virus atau kronis
Sel epitel dengan multinukleus Infeksi virus
Gejala umum:
•Mata merah
•Sekret
•Seperti kelilipan
•Berair
•Mengenai 2 mata, bila satu mata biasanya alergi
Diagnosis Banding Konjungtivitis
Viral Bakteri Jamur Alergi
purulen Nonpurulen
Sekret
Air mata
Gatal
Merah
Kelenjar
aurikular
Pulasan
Sakit
tenggorok
demam
Sedikit
Banyak
Sedikit
Merata
Membesar
Monosit
Limfosit
Kadang-
kadang
Penuh
Sedang
Sedikit
Merata
Jarang
Bakteri
PMN
Jarang
Sedikit
Sedang
Tak ada
Terbatas
Membesar
Bakteri
PMN
Sedikit
Sedikit
Tak ada
Terbatas
Membesar
Biasa (-)
Sedikit
Sedikit
Berat
Merata
Normal
Eosinofil
(granula)
Gambaran Klinis:
•Adanya folikel
Proliferasi limfosit 0.2 mm sub konjungtiva
•Adanya papil
Penimbunan eksudat + serbukan leukosit
•Edema
Disertai pelebaran pembuluh darah
•Membran, pseudo membran
 Konjungtivitis epidemik akut
Membran berasal dari fibrin dan sel radang melekat
pada stroma konj dan bila diangkat akan berdarah
Konjungtivitis viral
Konjungtivitis purulenta GO
Konjungtivitis alergi
Papil pada konjungtiva tarsal
Konjungtivitis bakteri
Konjungtivitis akut
Konjungtivitis akut bakterial
Konjungtivitis blenore
Konjungtivitis gonore
Konjungtivitis difteri
Konjungtivitis folikular
Konjungtivitis kataral
Blefarokonjungtivis
Konjungtivitis akut viral
Keratokonjungtivitis epidemik
Demam faringokonjungtiva
Keratokonjungtivitis herpetik
Keratokonjungtivitis New Castle
Konjungtivitis hemoragik akut
adenovirus
Follikuler konjungftivitis adenoviral
Demam faringokonjungtiva
Epidemik keratokonjungtivitis
Konjungtivitis akut jamur
Konjungtivitis akut alergik
Konjungtivitis vernal
Konjungtivitis flikten
Konjungtivitis kronis
Trakoma
PERJALANAN BERAT ORGANISME
Lambat (hari-
minggu)
Ringan –sedang Staph
Proteus
Pseudomonas
Enterobakteriale
Akut/sub akut
(jam- hari)
Sedang – berat H. Influenza
Strep
Staph
N. GO
Hiperakut
(<24jam)
Berat N. GO
N. meningitidis
Konjungtivitis akut bakterial
• bentuk konjungtivitis murni
•Jarang pada dewasa
•Penyebab:
Stafilokok
Streptokok
Pneumokok
Gonokok
Haemofilus Aegypti
Pseudomonas dan Basil Morax Axenfeld
•Pengobatan:
Tetes mata antibiotik, sesuai penyebab.
Konjungtivitis Blenore
•Pada bayi baru lahir (Blenore Neonaturum)
•Kelopak mata lengket, sulit dibuka
•Banyak nanah di belakang kelopak
Terapi
•Penisilin topikal tetes / salep tiap 30‘ 6 jam
pertama kemudian tiap jam  ada perbaikan.
•Injeksi penisilin (sistemik).
Sebelum memberikan obat topikal, mata
dibersihkan dari sekret.
Penyebab
Masa
Inkubasi
Pengobatan
Nitras argenti 1 — 2 hari Steroid
Gonococ 1 — 3 hari
Penisilin lokal dan
sistemik
Staphylococ 3 — 5 hari
Basitrasin atau
eritromisin
Clamydia
(TRIG)
5 — 12 hari tetrasiklin
2. Konjungtivitis gonore
•Dewasa
•Autoinfeksi pada penderita urethritis / cervisitis gonore
Ada 3 macam stadium: Infiltratif
Purulen
Penyembuhan
Gejala:
•Nyeri pada mata
•Mata merah
•Rasa kelilipan
Klinis
•Konjungtiva merah dan kasar
•Khemotik
•Kelopak mata bengkak, sukar dibuka
•Ulkus kornea marginal
Terapi
•AB Sistemik
•Bilas mata sesering mungkin
•Salep penisilin
•Resisten penisilin  cephalosporin
ciprofloxacin 500mg 2 x 1  5 hari
ceftriaxon 1gr iv/12 jam  3 hari
Spectinomycetin 2gr im
Penyulit
Perforasi kornea karena enzimproteolitik kuman GO:
endoftalmitis dan phtisis bulbi.
3. Konjungtivitis Kataral
Gejala Umum
>> sekret berlendir pada mukosa
konjungtiva
Kausa : Pneumokok, stafilokok, dan hemofilus
Keluhan :
Kelopak mata sukar dibuka pada pagi hari
Kelilipan / kemasukan. pasir
Silau
Merah
Terapi Bersihkan sekret Antibiotik
Penyulit : Keratitis Punctata Ulkus / tukak kornea
4. Blefaro Konjungtivitis
Radang kelopak dan konjungtiva
Kausa : stafilokok
Keluhan : gatal, ada krusta tepi
kelopak
Klinis : Keratitis punctata
epitelial mengenai kel. Meibom
dan folikel Rambut
Penyulit : reaksi alergi pada
kornea----keratitis
Marginal  ulkus
marginal
Terapi : antibiotik tetes mata
5. Konjungtivitis Akut Viral,
•Kausa : Adenovirus atau Herpes simpleks
Keratokonjungtivitis
epidemik
•Dapat timbul epidemi
•Selain wabah, penularan
melalui kolam renang
•Inkubasi 5-10 hari
Klinis
•Bilateral
•Ptechie hemoragik/ sub konjungtiva hemoragik
•Demam
•Mata seperti kelilipan
•Pembesaran kel. Preaurikel
•Mula-mula mengenai satu mata
•Folikel pada konjungtiva tarsalis inf.
•Pseudomembran
•Dapat terjadi keratitis
Perjalanan penyakit : + 3 minggu.
Terapi : antibiotik tetes + steroid
Penyulit : kekeruhan kornea menetap
6. Demam faringo konjungtivitis
Konjungtivitis disertai demam dan sakit tenggorokan.
Gejala:
•Demam faringitis, gejala menyerupai influenza
•Sakit pada mata
•Seperti kelilipan
•Pembesaran kel. Pre aurikel
•Foll pada konjungtiva
Terapi : tidak ada pengobatan spesifik
7. Konjungtivitis Hemoragik Akut
Merupakan konjungtivitis folikel akut
Gejala khusus:
•Perdarahan-perdarahan
•Pem > kel Preaurikuler
•Folikel pada konjungtiva  rasa kelilipan
•Keratitis P.S dapat terjadi
Penularan melalui sekret,
sangat menular, tidak
melalui udara.
Inkubasi 1-2 hari
Terapi antibiotik
Penyulit : kadang uveitis
8 Koniungtivitis Alergi
 Hay fever Konjungtivitis
Keluhan :
mata, gatal
panas dan merah
Kausa : umumnya bahan kimia
9. Koniungtivitis Vernal
•Kronik
•Rekuren bilateral
•Atopi
•Sekret mukos
•>> laki-laki t.u musim panas
ada tipe, bulbar dan palpebra
•terbanyak usia 5-25 thn
•sering kambuh pada musim panas
•konjungtiva tarsal superior menebal
•terdapat papil bentuk "cobble stone”
•terjadi keratitis epitelial di komea
Terapi.- Steroid kadar rendah, lokal tetes atau salep
mata
•Anak balita dengan gangguan nutrisi
•Dewasa (diet) ,
•Sumbatan saluran empedu
Kekurangan vitamin A:
•Gangguan pertumbuhan tulang.
•Gangguan kulit.
•Gangguan mucosa saluran pencernaan.
•Gangguan pernafasan.
•Gangguan pada mata.
Gejala pada mata
Stadium I
Xn Hemeralopia (buta senja)
X1A Konjungtiva kering
X1B Bitot spot
bercak seperti busa sabun keju.
X2 Xerosis kornea
X3A Keratomalasia
X3B Ulcerasi kornea melunak seperti bubur.
XS Kornea scar
bola mata mengecil dan kempes.
Xerosis konjungtiva
Skleromalasi
Pengobatan:
Hari 1:Vitamin A 200.000 si (12 bulan –,
59 bulan)
Vitamin A 100.000 si (6 bulan –11
bulan)
Vitamin A 50.000 si (< 5 bulan).
Pencegahan:
•Gizi baik
•Bayi 6 bulan -11 bulan vitamin A (biru) 2xsetahun.
•Anak 12 – 59 bulan vitamin A (merah)
Gejala
 Akut: fever,merah, mata merah
lemas,nyeri sendi
gangguan tract resp.
 Khas: lesi pada kulit  makulopapuler
terutama tangan & kaki.
 Mata
Fase akut: Mukopurulent
Pseudomembran
Iritis
Episkleritis
Fase lanjut: sikatrik konjungtiva/simblefaron
Trikiasis
Defisiensi air mata
Neovaskuler kornea  ulkus perforasi  sikatrik
konjungtivitis
Kausa
 Obat-obat misal sulfonamid, barbiturat, tetrasiklin, dll
 Infeksi terutama herpes simplek,adenovirus
 Alergi & autoimmun disease
 Terapi radiasi
 Malignansi
Type
1. Eritema multiforme mayor  kulit&mukosa
2. Eritema multiforme minor  kulit
3. Toxic epidermal nekrolitis  paling berat
>> anak-anak & pasien immunosupresi
Terapi
1. Rawat
2. Buang faktor pencetus
3. Pada mata:
1. Tear defisiensi  air mata buatan
2. Iritis  topikal steroid, sikloplegi
3. Infeksi  kultur
Bersihkan pseudomembran & simblefaron tiap hari dengan
kapas basah
Gejala
 Muka merah
 Mata merah
 Rasa ada benda asing
Early Akut
 Konjungtivitis  vesikel/papula pada limbus, palpebra
atau konjungtiva
 Keratitis
 Uveitis anterior
 Neuritis
 Retinitis
Jarang
Late
 Beberapa minggu – bulan setelah serangan
 Neurotropik keratitis
Terapi
Konjungtiva: kompres dingin, erythromycinsalep mata 3 x 1
Lesi epitel kornea: idem
Stroma keratitis/uveitis: topical steroid
Cycloplegie  scopolamin
Erythromicin e.o
Jangan berikan aspirin pada anak-anak ini
 REYE SINDROME
2. konjungtiva

2. konjungtiva

  • 1.
    Dr. Ellya Thaher,SpM, M.KesDr. Ellya Thaher, SpM, M.Kes
  • 2.
    • Lipatan konjungtivalunak, dapat digerakkan dan menebal  lipatan semilunar kantus medial • Forniks: konjungtiva melipat-lipat hingga bola mata bergerak leluasa Konjungtiva Membran mukosa 1. Konjungtiva palpebra 2. Konjungtiva bulbi
  • 3.
     a.Konjungtiva posterior konjungtiva bulbi  a. Siliari anterior • a. episklera + a. siliar posterior longus  plex.siliar  iris + badan siliar • a. perikornea  kornea  Mata merah karena pelebaran pembuluh darah atau pecahnya salah satu pembuluh darah tersebut
  • 4.
    • Mudah digerakkandari dasarnya • Terutama di daerah forniks pada radang konjungtiva • Warna merah segar • Radang /tukak kornea Radang jaringan uvea Glaukoma endoph/pan-ophtalmitis Benda asing kornea • Warna lebih ungu • Ukuran > halus disekitar kornea • Tidak ikut gerak konjungtiva • Tidak menciut jika diberi epinefrin Sifat Injeksi Siliar Sifat Injeksi konjungtiva
  • 8.
    1. Episkleritis •Radang jaringankonjungtiva sebelah dalam, dipermukaan sklera •Benjolan setempat, batas tegas warna ungu di bawah konjungtiva. •Sakit bila ditekan •Berminggu-minggu sampai bulan
  • 9.
    Keluhan Mata terasa keringRasa sakit ringan Mengganjal Khemotik konjungtiva Umumnya ada riwayat reumatik kausa: toksik, alergi atau infeksi pada wanita lebih sering daripada pria. sifat : residif Lama sakit: 4-5 minggu Terapi: kortikosteroid tetes mata, sistemik, dapat diberi salisilat (analgesik)
  • 10.
    2. Skleritis Disertai denganperadangan sekitar seperti uveitis atau keratitis sclerotikan. •Khemotik konjungtiva •Sakit •Umumnva bilateral •Wanita > pria •Benjolan kadang-kadang mengenai seluruh lingkaran kornea Terapi: steroid / salisilat.
  • 11.
    3. Pendarahan SubKonjungtiva Kausa: pecahnya pembuluh darah kecil konjungtiva karena: •Radang konjungtiva berat •Batuk keras •Kelainan pembuluh darah / darah •Kekurangan vitamin C Terapi : tidak perlu karena diserap spontan 1-3 minggu
  • 13.
    4. Pterygium Pertumbuhan fibrovaskular konjungtiva. Sifat : degeneratif dan invasif Letak : celah mata, nasal / temporal Bentuk segitiga dengan puncak pada kornea. •Mudah meradang, iritasi akan berwarna merah •Dapat mengenai 2 mata Kausa: •Iritasi lama akibat debu •Cahaya matahari •Udara panas •Etiologi pasti tidak jelas. •Terapi tidak diperlukan karena bersifat rekuren t.u. orang muda. Jika meradang berikan steroid tetes mata. Pengobatan konservatif atau operasi bila mengganggu penglihatan.
  • 15.
    5. Pseudo Pterygium Pelengketankonjungtiva dengan kornea yang cacat. Pada pseudo dapat diletakkan sonde dibawahnya, selalu terdapat anamnese kelainan komea sebelumnya.
  • 16.
    Konjungtivitis Flikten •Radang karenareaksi alergi •Manifestasi alergi terhadap endogen TBC, candida, helmintes •Benjolan sebesar jarum pentul di bawah limbus; >> pada anak-anak •Mata merah, pedas kadang-kadang sakit dan lakrimasi •Bila kornea terkena: silau dan blepha rospasme •Terlihat pembuluh darah mengelilingi benjolan: seperti mikro abses •Unilateral kadang-kadang bilateral Terapi •Kortikosteroid lokal dan mengatasi sumber infeksi •Perbaiki gizi
  • 18.
    Mata merah, visusnormal dan merah merata Konjungtivitis Radang konjungtiva  konjungtivitis Sekret Pseudomembran: Stafilokokus Konjungtivitis epidemi Purulen  Konjungtivitis bakteri Serous  Konjungtivitis virus Mukos  Konjungtivitis alergi
  • 19.
    Kausa ditentukan dengan SITOLOGI SEKRET Sel eosinofil  ATOPI tu konjungtivitis vernal Sel PMN  Infeksi bakteri, klamidia Sel limfosit  Infeksi virus atau kronis Sel epitel dengan multinukleus Infeksi virus Gejala umum: •Mata merah •Sekret •Seperti kelilipan •Berair •Mengenai 2 mata, bila satu mata biasanya alergi
  • 20.
    Diagnosis Banding Konjungtivitis ViralBakteri Jamur Alergi purulen Nonpurulen Sekret Air mata Gatal Merah Kelenjar aurikular Pulasan Sakit tenggorok demam Sedikit Banyak Sedikit Merata Membesar Monosit Limfosit Kadang- kadang Penuh Sedang Sedikit Merata Jarang Bakteri PMN Jarang Sedikit Sedang Tak ada Terbatas Membesar Bakteri PMN Sedikit Sedikit Tak ada Terbatas Membesar Biasa (-) Sedikit Sedikit Berat Merata Normal Eosinofil (granula)
  • 21.
    Gambaran Klinis: •Adanya folikel Proliferasilimfosit 0.2 mm sub konjungtiva •Adanya papil Penimbunan eksudat + serbukan leukosit •Edema Disertai pelebaran pembuluh darah •Membran, pseudo membran  Konjungtivitis epidemik akut Membran berasal dari fibrin dan sel radang melekat pada stroma konj dan bila diangkat akan berdarah
  • 22.
    Konjungtivitis viral Konjungtivitis purulentaGO Konjungtivitis alergi Papil pada konjungtiva tarsal Konjungtivitis bakteri
  • 23.
    Konjungtivitis akut Konjungtivitis akutbakterial Konjungtivitis blenore Konjungtivitis gonore Konjungtivitis difteri Konjungtivitis folikular Konjungtivitis kataral Blefarokonjungtivis
  • 24.
    Konjungtivitis akut viral Keratokonjungtivitisepidemik Demam faringokonjungtiva Keratokonjungtivitis herpetik Keratokonjungtivitis New Castle Konjungtivitis hemoragik akut adenovirus Follikuler konjungftivitis adenoviral Demam faringokonjungtiva Epidemik keratokonjungtivitis
  • 25.
    Konjungtivitis akut jamur Konjungtivitisakut alergik Konjungtivitis vernal Konjungtivitis flikten Konjungtivitis kronis Trakoma
  • 26.
    PERJALANAN BERAT ORGANISME Lambat(hari- minggu) Ringan –sedang Staph Proteus Pseudomonas Enterobakteriale Akut/sub akut (jam- hari) Sedang – berat H. Influenza Strep Staph N. GO Hiperakut (<24jam) Berat N. GO N. meningitidis
  • 27.
    Konjungtivitis akut bakterial •bentuk konjungtivitis murni •Jarang pada dewasa •Penyebab: Stafilokok Streptokok Pneumokok Gonokok Haemofilus Aegypti Pseudomonas dan Basil Morax Axenfeld •Pengobatan: Tetes mata antibiotik, sesuai penyebab.
  • 28.
    Konjungtivitis Blenore •Pada bayibaru lahir (Blenore Neonaturum) •Kelopak mata lengket, sulit dibuka •Banyak nanah di belakang kelopak Terapi •Penisilin topikal tetes / salep tiap 30‘ 6 jam pertama kemudian tiap jam  ada perbaikan. •Injeksi penisilin (sistemik). Sebelum memberikan obat topikal, mata dibersihkan dari sekret.
  • 29.
    Penyebab Masa Inkubasi Pengobatan Nitras argenti 1— 2 hari Steroid Gonococ 1 — 3 hari Penisilin lokal dan sistemik Staphylococ 3 — 5 hari Basitrasin atau eritromisin Clamydia (TRIG) 5 — 12 hari tetrasiklin
  • 30.
    2. Konjungtivitis gonore •Dewasa •Autoinfeksipada penderita urethritis / cervisitis gonore Ada 3 macam stadium: Infiltratif Purulen Penyembuhan Gejala: •Nyeri pada mata •Mata merah •Rasa kelilipan Klinis •Konjungtiva merah dan kasar •Khemotik •Kelopak mata bengkak, sukar dibuka •Ulkus kornea marginal
  • 31.
    Terapi •AB Sistemik •Bilas matasesering mungkin •Salep penisilin •Resisten penisilin  cephalosporin ciprofloxacin 500mg 2 x 1  5 hari ceftriaxon 1gr iv/12 jam  3 hari Spectinomycetin 2gr im Penyulit Perforasi kornea karena enzimproteolitik kuman GO: endoftalmitis dan phtisis bulbi.
  • 32.
    3. Konjungtivitis Kataral GejalaUmum >> sekret berlendir pada mukosa konjungtiva Kausa : Pneumokok, stafilokok, dan hemofilus Keluhan : Kelopak mata sukar dibuka pada pagi hari Kelilipan / kemasukan. pasir Silau Merah Terapi Bersihkan sekret Antibiotik Penyulit : Keratitis Punctata Ulkus / tukak kornea
  • 33.
    4. Blefaro Konjungtivitis Radangkelopak dan konjungtiva Kausa : stafilokok Keluhan : gatal, ada krusta tepi kelopak Klinis : Keratitis punctata epitelial mengenai kel. Meibom dan folikel Rambut Penyulit : reaksi alergi pada kornea----keratitis Marginal  ulkus marginal Terapi : antibiotik tetes mata
  • 34.
    5. Konjungtivitis AkutViral, •Kausa : Adenovirus atau Herpes simpleks Keratokonjungtivitis epidemik •Dapat timbul epidemi •Selain wabah, penularan melalui kolam renang •Inkubasi 5-10 hari
  • 35.
    Klinis •Bilateral •Ptechie hemoragik/ subkonjungtiva hemoragik •Demam •Mata seperti kelilipan •Pembesaran kel. Preaurikel •Mula-mula mengenai satu mata •Folikel pada konjungtiva tarsalis inf. •Pseudomembran •Dapat terjadi keratitis Perjalanan penyakit : + 3 minggu. Terapi : antibiotik tetes + steroid Penyulit : kekeruhan kornea menetap
  • 36.
    6. Demam faringokonjungtivitis Konjungtivitis disertai demam dan sakit tenggorokan. Gejala: •Demam faringitis, gejala menyerupai influenza •Sakit pada mata •Seperti kelilipan •Pembesaran kel. Pre aurikel •Foll pada konjungtiva Terapi : tidak ada pengobatan spesifik
  • 37.
    7. Konjungtivitis HemoragikAkut Merupakan konjungtivitis folikel akut Gejala khusus: •Perdarahan-perdarahan •Pem > kel Preaurikuler •Folikel pada konjungtiva  rasa kelilipan •Keratitis P.S dapat terjadi Penularan melalui sekret, sangat menular, tidak melalui udara. Inkubasi 1-2 hari Terapi antibiotik Penyulit : kadang uveitis
  • 38.
    8 Koniungtivitis Alergi Hay fever Konjungtivitis Keluhan : mata, gatal panas dan merah Kausa : umumnya bahan kimia
  • 39.
    9. Koniungtivitis Vernal •Kronik •Rekurenbilateral •Atopi •Sekret mukos •>> laki-laki t.u musim panas ada tipe, bulbar dan palpebra •terbanyak usia 5-25 thn •sering kambuh pada musim panas •konjungtiva tarsal superior menebal •terdapat papil bentuk "cobble stone” •terjadi keratitis epitelial di komea Terapi.- Steroid kadar rendah, lokal tetes atau salep mata
  • 40.
    •Anak balita dengangangguan nutrisi •Dewasa (diet) , •Sumbatan saluran empedu Kekurangan vitamin A: •Gangguan pertumbuhan tulang. •Gangguan kulit. •Gangguan mucosa saluran pencernaan. •Gangguan pernafasan. •Gangguan pada mata.
  • 41.
    Gejala pada mata StadiumI Xn Hemeralopia (buta senja) X1A Konjungtiva kering X1B Bitot spot bercak seperti busa sabun keju. X2 Xerosis kornea X3A Keratomalasia X3B Ulcerasi kornea melunak seperti bubur. XS Kornea scar bola mata mengecil dan kempes.
  • 42.
  • 43.
    Pengobatan: Hari 1:Vitamin A200.000 si (12 bulan –, 59 bulan) Vitamin A 100.000 si (6 bulan –11 bulan) Vitamin A 50.000 si (< 5 bulan). Pencegahan: •Gizi baik •Bayi 6 bulan -11 bulan vitamin A (biru) 2xsetahun. •Anak 12 – 59 bulan vitamin A (merah)
  • 44.
    Gejala  Akut: fever,merah,mata merah lemas,nyeri sendi gangguan tract resp.  Khas: lesi pada kulit  makulopapuler terutama tangan & kaki.
  • 45.
     Mata Fase akut:Mukopurulent Pseudomembran Iritis Episkleritis Fase lanjut: sikatrik konjungtiva/simblefaron Trikiasis Defisiensi air mata Neovaskuler kornea  ulkus perforasi  sikatrik konjungtivitis
  • 46.
    Kausa  Obat-obat misalsulfonamid, barbiturat, tetrasiklin, dll  Infeksi terutama herpes simplek,adenovirus  Alergi & autoimmun disease  Terapi radiasi  Malignansi Type 1. Eritema multiforme mayor  kulit&mukosa 2. Eritema multiforme minor  kulit 3. Toxic epidermal nekrolitis  paling berat >> anak-anak & pasien immunosupresi
  • 47.
    Terapi 1. Rawat 2. Buangfaktor pencetus 3. Pada mata: 1. Tear defisiensi  air mata buatan 2. Iritis  topikal steroid, sikloplegi 3. Infeksi  kultur Bersihkan pseudomembran & simblefaron tiap hari dengan kapas basah
  • 48.
    Gejala  Muka merah Mata merah  Rasa ada benda asing Early Akut  Konjungtivitis  vesikel/papula pada limbus, palpebra atau konjungtiva  Keratitis  Uveitis anterior  Neuritis  Retinitis Jarang
  • 49.
    Late  Beberapa minggu– bulan setelah serangan  Neurotropik keratitis Terapi Konjungtiva: kompres dingin, erythromycinsalep mata 3 x 1 Lesi epitel kornea: idem Stroma keratitis/uveitis: topical steroid Cycloplegie  scopolamin Erythromicin e.o Jangan berikan aspirin pada anak-anak ini  REYE SINDROME