Otitis Media Akut
Anamnesis
• Identitas (Nama, umur, JK, pekerjaan, alamat,
agama, status pernikahan)
• Apakah ada gejala seperti:
Nyeri telinga?
Rasa tersumbat di dalam telinga?
Telinga berdengung?
Kepala terasa seperti berputar?
Sensasi cairan bergerak dalam telinga saat
perubahan posisi kepala?
Suara sendiri terdengar lebih nyaring?
Gangguan pendengaran?
Anak: Demam, rewel, gelisah, sulit makan, mual,
muntah, dan sulit tidur?
Sekret telinga cair atau kental seperti lem?
Riwayat penyakit dahulu:
• Apakah ada riwayat batuk pilek dan nyeri
tenggorok sebelumnya?
Riwayat pengobatan:
• Apakah sudah berobat sebelumnya? Apakah
sedang mengkonsumsi obat?
Riwayat alergi:
• Apakah memiliki riwayat alergi (obat, makanan)?
Riwayat kebiasaan:
• Apakah memiliki kebiasaan merokok?
• Apakah sebelumnya dalam waktu dekat
menyelam atau naik pesawat?
Pemeriksaan fisik
• Keadaan umum
• Kesadaran
• Kesan sakit
• Tanda – tanda vital
- Tekanan darah - Respirasi
- Nadi - Suhu
• Kepala :
• Mata: konjungtiva? sklera?
• Hidung : bentuk, ukuran, mukosa, sekret , septum,
concha?
• Mulut: bibir? Mukosa? lidah letak sentral? Uvula? Tonsil?
Pemeriksaan Fisik
Telinga :
Otoskopi
 Terdapat tanda-tanda radang akut.
 Perubahan warna membran timpani menjadi
putih, kuning, merah atau biru.
 Membran timpani lebih menonjol (bulging).
 Terdapat otore purulen.
 Air fluid level atau bubble
 Mobilitas membran berkurang atau fiksasi
Normal
Hiperemis
Supurasi Perforasi
Retraksi Membran Timpani
Otoskop Pneumatik Siegel
• Melihat pergerakan membran timpani yang masih
utuh.
• Tekanan (+)  membran timpani bergerakk ke
medial.
• Tekanan (-)  membran timpani bergerak ke
lateral.
Pemeriksaan Penunjang
• Uji Penala  Tuli konduktif
• Audiometri nada murni.
• Kultur dan uji resistensi .
• CT scan (untuk menyingkirkan adanya komplikasi
dari otitis media  mastoiditis, trombosis sinus
sigmoid, kolesteatoma).
Diagnosis
• Diagnosis Banding
Otitis Media Supuratifa Akut
Otitis Media Serosa Akut
Penatalaksanaan
• Non farmakologi
• Edukasi :
• Cegah masuknya air ke dalam telinga pasien
• Segera berobat jika anak mengalami batuk dan
pilek
• Sanitasi ibu baik
• Cegah paparan asap rokok dan iritan
• Bayi Posisi minum ASI tidak tiduran, ASI
eksklusif
• Irigasi sekret dengan H2O2 3%  3x2 tetes selama
3-5 hari.
Penatalaksanaan
• Farmakologi
- Antibiotik Spektrum luas : Amoxicilin syrup
120mg/5mL  3 x cth1
- Dekongestan : Efedrin Nasal Drops 0,5%
- Paracetamol syr 120mg/5mL  3 x cth ¾
- Mukolitik : Ambroxol 15mg/5mL  3 x cth ½
Prognosis
• Quo ad vitam : ad bonam
• Quo ad functionam : dubia ad bonam
• Quo ad sanationam : dubia ad bonam
Otitis Media Akut
DEFINISI
• Otitis media : peradangan sebagian atau seluruh mukuso
telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel
mastoid.
• Otitis media akut : peradangan telinga bagian tengah yang
terjadi kurang dari 6 minggu, biasanya terjadi pada anak-anak.
Anak akan mengeluh sakit pada telinga dengan riwayat batuk
dan pilek sebelumnya, anak biasanya demam.
• Otitis media supuratif akut : otitis media yang berlangsung
selama 3 minggu atau kurang karena infeksi bakteri piogenik.
ETIOLOGI
• Faktor pertahanan tubuh
terganggu.
• Sumbatan pada tuba
eustachius.
• ISPA.
• Bakteri piogenik
(streptococcus homilitikus,
staphylococcus aureus,
pneumococcus, haemophilus
influenzae, E.coli,
pseudomonas auruginosa)
EPIDEMIOLOGI
• 60-80% bayi minimal 1 episode OMA,
dan 90% terjadi pada usia 2-3 tahun.
• Di Amerika Serikat angka kejadian
tertinggi dari OMA terjadi pada usia 6-
24 bulan.
• Frekuensi OMA terjadi pada masa anak-
anak, remaja dan dewasa,
• Anak laki-laki > anak perempuan.
• Prevalensi tinggi pada kondisi sosial
ekonomi rendah, ras, hygiene buruk,
tempat tinggal yang padat, nutrisi yang
kurang.
FAKTOR RISIKO
• Gangguan fungsi tuba eustachius
• Kelainan palatum pada anak
• Genetik
• Ras (>> ras Native American, Indigenous
Australian)
• Jenis kelamin : laki-laki > wanita
• Usia (Immatur Tuba Eustachius,Status
imunologi)
• ISPA
• Alergi, seperti rhinitis alergi
FAKTOR PREDISPOSISI
Gangguan fungsi normal tuba
• ISPA berulang & demam eksantematous (campak,
difteri, whooping cough).
• Infeksi tonsil dan adenoid
• Rhinitis kronis dan sinusitis
• Alergi nasal
• Tumor nasofaring, tampon hidung/nasofaring
KLASIFIKASI
Otitis Media
Otitis Media
Supuratif
Otitis Media
Non Supuratif
Otitis Media
Spesifik
Otitis Media
Adhesiva
1. Otitis Media
Supuratif Akut
2. Otitis Media
Supuratif Kronis
1. Otitis Media
Serosa
• Akut
• Kronis
2. Otitis Media
sekretoria
3. Otitis Media
Musinosa
4. Otitis Media
Efusi
1. Otitis Media
Tuberkulosa
2. Otitis Media
Sifilitika
Patogenesis Otitis Media
Etiologi :
•Perubahan
tekana udara
tiba-tiba
•Alergi
•Infeksi
•sumbatan
Gangguan Tuba
Tekanan Negatif
Telinga Tengah
Efusi
Sembuh
OME
OMA
Sembuh OMSA OMSK
Patogenesis OMSA
Stadium
Oklusi
Stadium
Hiperemis
Retraksi
membran
tympani
Pelebaran pembuluh
darah membran
tympani
Stadium
Supurasi
Edem hebat
Eksudat purulen di kavum
tympani
Tekanan
Nanah 
Iskemia
Nekrosis
Ruptur
Stadium
perforasi
Stadium Resolusi
Reaksi
inflamasi
Demam Nyeri telingaGelisah
Sekret mengalir di liang telinga
GK lain hilang
Gejala Klinik
• Suhu tubuh tinggi pada stadium supurasi
• Anak gelisah dan sukar tidur
• Tiba-tiba anak menjerit dalam tidurnya
• Anak kadang-kadang memegang telinga
• Sekret mengalir di liang telinga
Diagnosis
Anamnesis
• Telinga terasa penuh, nyeri pada telinga,
demam, malaise, kadang ada nyeri pada
kepala
• Riwayat batuk dan pilek sebelumnya
• Anak  gelisah, sulit tidur, anoreksia, mual
dan muntah
• Ruptur pada membran timpanikeluar cairan
dari telinga, demam turun
Diagnosis
Pemeriksaan THT
• Berdasarkan stadium OMA
1. Stadium oklusi tuba Eustachius
- Retraksi membran timpani
- Membran timpani tampak normal atau berwarna keruh
pucat
Diagnosis
2. Stadium hiperemis
- Pembuluh darah melebar di membran timpani
atau seluruh membran timpani hiperemis serta
edem
Diagnosis
3. Stadium supurasi
- Membran timpani bulging kearah liang telinga luar
- Nekrosis  membran timpani tampak lembek dan
berwarna kekuningan
Diagnosis
4. Stadium perforasi
- Nanah keluar
mengalir dari telinga
tengah ke liang
telinga luar
5. Stadium resolusi
- Membran timpani
utuh  membran
timpani perlahan
normal kembali
- Membran timpani
perforasi  sekret
<< dan kering
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Hematologi rutin
• Audiometri  derajat ketulian
• Tympanocentesis atau myringotomy 
terapeutik dan diagnostik
• Kultur dan tes sensitivitas antibiotik
• Diutamakan untuk: neonatus, bayi, anak-anak,
penderita AIDS dan imunodef. serta pasien dengan
terapi antimikrobial adekuat (cegah sepsis)
• Bakteri yang sering pada OMSA : Streptococcus
pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella
kataralis
• Bakteri yang sering pada OMSK : Pseudomonas
aeruginosa, Staphylococcus aureus, Proteus
• Radiologi (CT Scan)
• Dilakukan untuk mengetahui adanya komplikasi otitis media:
• Mastoiditis
• Trombosis sinus sigmoidea
• Erosi tulang
• Cholesteatoma
Penatalaksanaan
• Tujuan : - menghilangkan gejala klinik
- mencegah komplikasi
- mengurangi rekurensi
• Prinsip pengobatan : tergantung dari stadium penyakitnya
• Stadium oklusi :
• Obat tetes hidung HCl Efedrin 0,5% dalam larutan fisiologis
• Antibiotik
• Stadium hiperemis :
• Antibiotika : penisilin/ampisilin IM selama 7 hari
• Obat tetes hidung
• Analgetika
• Stadium supurasi :
• Antibiotika
• Miringiotomi ( jika membran tympani masih utuh)
• Stadium perforasi :
- Obat cuci telinga H202 3% selama 3-5 hari + antibiotika
adekuat
• Stadium resolusi :
• Antibiotika dianjurkan sampai 3 minggu
• Terapi antibiotik :
• Amoksisilin 40-90mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
• Eritromisin 30-50mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
• Co-Amoxiclav 25-90mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
• Terapi bedah :
• Miringotomi : insisi pada membran timpani untuk drainase
cairan dari telinga tengah, menggunakan miringotom, lokasi di
kuadran posteroinferior
Pencegahan
• ASI eksklusif
• Posisi minum susu tidak tiduran
• Sanitasi yg baik (cegah ISPA)
• Pencegahan paparan asap rokok/iritan lain(cegah
ISPA)
• Jika terkena ISPA langsung diobati
• Saat mandi telinga ditutup (perforasi MT)
• Tidak berenang (perforasi MT)
Komplikasi
• 6 dinding cavum timpani
 Atap : CT dg Duramater fossa cranii
mediameningitis, abses otak
Dasar: CT dg Bulbus superior
VJItromboflebitis
Lateral:CT dg MTotitis eksterna
Media: CT dg auris internalabirintitis, Tuli
sensorineural
Ante: CT dg canalis caroticussepsis,
tromboflebitis
Poste: CT dg mastoidmastoiditis(aditus ad
antrum), paresis/paralisis N.facialis(canalis
NVII)
Gangguan proses bicara
anak,keterlambatan
kemapuan bicara
Prognosis
• Tingkat rekurensi tinggi, jika berlanjut dpt
menyebabkan ggg bicara pd anak
• Dengan penanganan yg lebih baik & lebih dini
berdasarkan stadium, umumnya prognosis OM baik
dan biasanya sembuh sendiri
R/ Cefixime tab 500 mg No XV
S 3dd tabI
R/ Pseudoefedrin tab No X
S 2 dd tab I
R/ Ambroxol tab 30 mg No XV
S 3 dd tab I
R/ Ofloxacin Fls I
S 2 dd gtt auris sinistra (setelah dibersihkan)
Otitis media akut

Otitis media akut

  • 1.
  • 2.
    Anamnesis • Identitas (Nama,umur, JK, pekerjaan, alamat, agama, status pernikahan) • Apakah ada gejala seperti: Nyeri telinga? Rasa tersumbat di dalam telinga? Telinga berdengung? Kepala terasa seperti berputar? Sensasi cairan bergerak dalam telinga saat perubahan posisi kepala?
  • 3.
    Suara sendiri terdengarlebih nyaring? Gangguan pendengaran? Anak: Demam, rewel, gelisah, sulit makan, mual, muntah, dan sulit tidur? Sekret telinga cair atau kental seperti lem?
  • 4.
    Riwayat penyakit dahulu: •Apakah ada riwayat batuk pilek dan nyeri tenggorok sebelumnya? Riwayat pengobatan: • Apakah sudah berobat sebelumnya? Apakah sedang mengkonsumsi obat? Riwayat alergi: • Apakah memiliki riwayat alergi (obat, makanan)? Riwayat kebiasaan: • Apakah memiliki kebiasaan merokok? • Apakah sebelumnya dalam waktu dekat menyelam atau naik pesawat?
  • 5.
    Pemeriksaan fisik • Keadaanumum • Kesadaran • Kesan sakit • Tanda – tanda vital - Tekanan darah - Respirasi - Nadi - Suhu • Kepala : • Mata: konjungtiva? sklera? • Hidung : bentuk, ukuran, mukosa, sekret , septum, concha? • Mulut: bibir? Mukosa? lidah letak sentral? Uvula? Tonsil?
  • 6.
    Pemeriksaan Fisik Telinga : Otoskopi Terdapat tanda-tanda radang akut.  Perubahan warna membran timpani menjadi putih, kuning, merah atau biru.  Membran timpani lebih menonjol (bulging).  Terdapat otore purulen.  Air fluid level atau bubble  Mobilitas membran berkurang atau fiksasi
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    Otoskop Pneumatik Siegel •Melihat pergerakan membran timpani yang masih utuh. • Tekanan (+)  membran timpani bergerakk ke medial. • Tekanan (-)  membran timpani bergerak ke lateral.
  • 10.
    Pemeriksaan Penunjang • UjiPenala  Tuli konduktif
  • 11.
  • 12.
    • Kultur danuji resistensi . • CT scan (untuk menyingkirkan adanya komplikasi dari otitis media  mastoiditis, trombosis sinus sigmoid, kolesteatoma).
  • 13.
    Diagnosis • Diagnosis Banding OtitisMedia Supuratifa Akut Otitis Media Serosa Akut
  • 14.
    Penatalaksanaan • Non farmakologi •Edukasi : • Cegah masuknya air ke dalam telinga pasien • Segera berobat jika anak mengalami batuk dan pilek • Sanitasi ibu baik • Cegah paparan asap rokok dan iritan • Bayi Posisi minum ASI tidak tiduran, ASI eksklusif • Irigasi sekret dengan H2O2 3%  3x2 tetes selama 3-5 hari.
  • 15.
    Penatalaksanaan • Farmakologi - AntibiotikSpektrum luas : Amoxicilin syrup 120mg/5mL  3 x cth1 - Dekongestan : Efedrin Nasal Drops 0,5% - Paracetamol syr 120mg/5mL  3 x cth ¾ - Mukolitik : Ambroxol 15mg/5mL  3 x cth ½
  • 16.
    Prognosis • Quo advitam : ad bonam • Quo ad functionam : dubia ad bonam • Quo ad sanationam : dubia ad bonam
  • 17.
  • 18.
    DEFINISI • Otitis media: peradangan sebagian atau seluruh mukuso telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. • Otitis media akut : peradangan telinga bagian tengah yang terjadi kurang dari 6 minggu, biasanya terjadi pada anak-anak. Anak akan mengeluh sakit pada telinga dengan riwayat batuk dan pilek sebelumnya, anak biasanya demam. • Otitis media supuratif akut : otitis media yang berlangsung selama 3 minggu atau kurang karena infeksi bakteri piogenik.
  • 19.
    ETIOLOGI • Faktor pertahanantubuh terganggu. • Sumbatan pada tuba eustachius. • ISPA. • Bakteri piogenik (streptococcus homilitikus, staphylococcus aureus, pneumococcus, haemophilus influenzae, E.coli, pseudomonas auruginosa) EPIDEMIOLOGI • 60-80% bayi minimal 1 episode OMA, dan 90% terjadi pada usia 2-3 tahun. • Di Amerika Serikat angka kejadian tertinggi dari OMA terjadi pada usia 6- 24 bulan. • Frekuensi OMA terjadi pada masa anak- anak, remaja dan dewasa, • Anak laki-laki > anak perempuan. • Prevalensi tinggi pada kondisi sosial ekonomi rendah, ras, hygiene buruk, tempat tinggal yang padat, nutrisi yang kurang.
  • 20.
    FAKTOR RISIKO • Gangguanfungsi tuba eustachius • Kelainan palatum pada anak • Genetik • Ras (>> ras Native American, Indigenous Australian) • Jenis kelamin : laki-laki > wanita • Usia (Immatur Tuba Eustachius,Status imunologi) • ISPA • Alergi, seperti rhinitis alergi
  • 21.
    FAKTOR PREDISPOSISI Gangguan fungsinormal tuba • ISPA berulang & demam eksantematous (campak, difteri, whooping cough). • Infeksi tonsil dan adenoid • Rhinitis kronis dan sinusitis • Alergi nasal • Tumor nasofaring, tampon hidung/nasofaring
  • 22.
    KLASIFIKASI Otitis Media Otitis Media Supuratif OtitisMedia Non Supuratif Otitis Media Spesifik Otitis Media Adhesiva 1. Otitis Media Supuratif Akut 2. Otitis Media Supuratif Kronis 1. Otitis Media Serosa • Akut • Kronis 2. Otitis Media sekretoria 3. Otitis Media Musinosa 4. Otitis Media Efusi 1. Otitis Media Tuberkulosa 2. Otitis Media Sifilitika
  • 23.
    Patogenesis Otitis Media Etiologi: •Perubahan tekana udara tiba-tiba •Alergi •Infeksi •sumbatan Gangguan Tuba Tekanan Negatif Telinga Tengah Efusi Sembuh OME OMA Sembuh OMSA OMSK
  • 24.
  • 25.
    Stadium Oklusi Stadium Hiperemis Retraksi membran tympani Pelebaran pembuluh darah membran tympani Stadium Supurasi Edemhebat Eksudat purulen di kavum tympani Tekanan Nanah  Iskemia Nekrosis Ruptur Stadium perforasi Stadium Resolusi Reaksi inflamasi Demam Nyeri telingaGelisah Sekret mengalir di liang telinga GK lain hilang
  • 26.
    Gejala Klinik • Suhutubuh tinggi pada stadium supurasi • Anak gelisah dan sukar tidur • Tiba-tiba anak menjerit dalam tidurnya • Anak kadang-kadang memegang telinga • Sekret mengalir di liang telinga
  • 27.
    Diagnosis Anamnesis • Telinga terasapenuh, nyeri pada telinga, demam, malaise, kadang ada nyeri pada kepala • Riwayat batuk dan pilek sebelumnya • Anak  gelisah, sulit tidur, anoreksia, mual dan muntah • Ruptur pada membran timpanikeluar cairan dari telinga, demam turun
  • 28.
    Diagnosis Pemeriksaan THT • Berdasarkanstadium OMA 1. Stadium oklusi tuba Eustachius - Retraksi membran timpani - Membran timpani tampak normal atau berwarna keruh pucat
  • 29.
    Diagnosis 2. Stadium hiperemis -Pembuluh darah melebar di membran timpani atau seluruh membran timpani hiperemis serta edem
  • 30.
    Diagnosis 3. Stadium supurasi -Membran timpani bulging kearah liang telinga luar - Nekrosis  membran timpani tampak lembek dan berwarna kekuningan
  • 31.
    Diagnosis 4. Stadium perforasi -Nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar 5. Stadium resolusi - Membran timpani utuh  membran timpani perlahan normal kembali - Membran timpani perforasi  sekret << dan kering
  • 32.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG • Hematologirutin • Audiometri  derajat ketulian • Tympanocentesis atau myringotomy  terapeutik dan diagnostik • Kultur dan tes sensitivitas antibiotik • Diutamakan untuk: neonatus, bayi, anak-anak, penderita AIDS dan imunodef. serta pasien dengan terapi antimikrobial adekuat (cegah sepsis) • Bakteri yang sering pada OMSA : Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella kataralis • Bakteri yang sering pada OMSK : Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Proteus
  • 33.
    • Radiologi (CTScan) • Dilakukan untuk mengetahui adanya komplikasi otitis media: • Mastoiditis • Trombosis sinus sigmoidea • Erosi tulang • Cholesteatoma
  • 34.
    Penatalaksanaan • Tujuan :- menghilangkan gejala klinik - mencegah komplikasi - mengurangi rekurensi • Prinsip pengobatan : tergantung dari stadium penyakitnya
  • 35.
    • Stadium oklusi: • Obat tetes hidung HCl Efedrin 0,5% dalam larutan fisiologis • Antibiotik • Stadium hiperemis : • Antibiotika : penisilin/ampisilin IM selama 7 hari • Obat tetes hidung • Analgetika
  • 36.
    • Stadium supurasi: • Antibiotika • Miringiotomi ( jika membran tympani masih utuh) • Stadium perforasi : - Obat cuci telinga H202 3% selama 3-5 hari + antibiotika adekuat • Stadium resolusi : • Antibiotika dianjurkan sampai 3 minggu
  • 37.
    • Terapi antibiotik: • Amoksisilin 40-90mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis • Eritromisin 30-50mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis • Co-Amoxiclav 25-90mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
  • 38.
    • Terapi bedah: • Miringotomi : insisi pada membran timpani untuk drainase cairan dari telinga tengah, menggunakan miringotom, lokasi di kuadran posteroinferior
  • 39.
    Pencegahan • ASI eksklusif •Posisi minum susu tidak tiduran • Sanitasi yg baik (cegah ISPA) • Pencegahan paparan asap rokok/iritan lain(cegah ISPA) • Jika terkena ISPA langsung diobati • Saat mandi telinga ditutup (perforasi MT) • Tidak berenang (perforasi MT)
  • 40.
    Komplikasi • 6 dindingcavum timpani  Atap : CT dg Duramater fossa cranii mediameningitis, abses otak Dasar: CT dg Bulbus superior VJItromboflebitis Lateral:CT dg MTotitis eksterna Media: CT dg auris internalabirintitis, Tuli sensorineural Ante: CT dg canalis caroticussepsis, tromboflebitis Poste: CT dg mastoidmastoiditis(aditus ad antrum), paresis/paralisis N.facialis(canalis NVII) Gangguan proses bicara anak,keterlambatan kemapuan bicara
  • 41.
    Prognosis • Tingkat rekurensitinggi, jika berlanjut dpt menyebabkan ggg bicara pd anak • Dengan penanganan yg lebih baik & lebih dini berdasarkan stadium, umumnya prognosis OM baik dan biasanya sembuh sendiri
  • 42.
    R/ Cefixime tab500 mg No XV S 3dd tabI R/ Pseudoefedrin tab No X S 2 dd tab I R/ Ambroxol tab 30 mg No XV S 3 dd tab I R/ Ofloxacin Fls I S 2 dd gtt auris sinistra (setelah dibersihkan)

Editor's Notes

  • #20 Kuman penyebab utama pada OMA adalah bakteri pyogenik, seperti Streptokokus haemolitikus, stafilakokus aureus, Pneumokokus. Selain itu juga kadang-kadang ditemukan juga Haemopilus influenza, Esherichia colli, streptokokus anhemolitikus, proteus vulgaris dan pseudomonas auregenosa. Hemofilus influenza sering ditemukan pada anak yang berusia 5 tahun.
  • #21 Umur Immatur Tuba Eustachius Status imunologi Jenis kelamin Pada anak laki – laki lebih tinggi dibanding anak perempuan Ras Tinggi pada ras Native American, Indigenous Australian Faktor Genetik Asupan Air susu ibu Abnormalitas kraniofasialis kongenital Disfungsi Tuba Eustachius
  • #33 The criterion standard for documentation of a middle ear effusion is myringotomy, which has the advantage of increased exposure and better suctioning relative to tympanocentesis. The primary disadvantage is a larger incision with a greater, albeit small, chance of persistent perforation or otorrhea.
  • #34 Cholesteatoma is a destructive and expanding growth consisting of keratinizing squamous epithelium in the middle ear and/ormastoid process. Although these are not strictly speaking tumours or cancers they can still cause significant problems because of their erosive and expansile properties resulting in the destruction of the ossicles as well as their possible spread through the base of the skull into the brain. They are also often infected and result in chronically draining ears.