STROKE
PEMBIMBING
dr. Ayub L Pattinama, Sp. S
Philjeuwbens Aditya Rahantoknam
0761050016
DEFINISI
Stroke adalah sindroma klinis dengan gejala berupa
gangguan fungsi otak secara fokal maupun global yang
dapat menimbulkan kematian atau kecacatan yang
menetap lebih dari 24 jam, tanpa penyebab lain kecuali
gangguan vaskular (WHO 1983). Stroke pada prinsipnya
terjadi secara tiba-tiba karena gangguan pembuluh
darah otak (perdarahan atau iskemik), bila karena
trauma maka tak dimasukkan dalam kategori stroke,
tapi bila gangguan pembuluh darah otak disebabkan
karena hipertensi, maka dapat disebut stroke.
ETIOLOGI
Penyebab stroke antara lain adalah
Aterosklerosis (trombosis),
Embolisme,
Hipertensi yang menimbulkan perdarahan
intraserebral dan ruptur aneurisme sakular.
Penyakit jantung,
Peningkatan lemak dalam darah,
Diabetes mellitus atau
Penyakit vascular perifer.
PATOFISIOLOGI
stroke animation.mp4
Hemorrhagic Stroke.mp4
Trombosis cerebral EmboliCerebral
Sumbatan pembuluh darah di otak
Suplai darah dan O2 di ot ak menurun
Menurun 25 – 30 ml/100 gr otak/menit
Iskemia otak
< 24 jam
Transient ischemic attack
Kelainan neurologik sementara
Sembuh total < 24 jam
Gangguan perfusi jaringan
Menurun > 18 ml/100 gr otak/menit
Infark serebri
Cerebrum (otak besar) Batang otak Cereblum
Stroke in evolution
24 jam – 21 hari
Gejala neurologik bertambah
Sembuh total beberapa hari Pengobatan dan perawatan tidak akurat
STROKECOMPLETE
PATWAYS STROKE NON HEMORAGIK
KLASIFIKASI
Stroke Iskemik
 TIA : didefinisikan sebagai episode singkat disfungsi
neurologis yang disebabkan gangguan setempat
pada otak atau iskemi retina yang terjadi dalam
waktukurang dari 24 jam, tanpa adanya infark, serta
meningkatkan resiko terjadinya stroke di masa
depan.
 RIND : Defisit neurologis > 24 jam namun < 72 jam.
 Progressive stroke
 Complete stroke
Stroke Hemorragik
FAKTOR RESIKO
 Hipertensi
 Penyakit Jantung : Penyakit katup jantung, Atrial fibrilasi,
Aritmia, Hipertrofi jantung kiri (LVH)- Kelainan EKG
 Diabetes Mellitus
 Merokok
 Riwayat keluarga.
 Obat-obatan → addiksi (heroin, kokain, amfetamin) dan
obat-obatan kontrasepsi, dan obat-obatan hormonal . dll
 Kelainan-kelainan darah,anemia berat, polisitemia, kelainan
koagulopati, dan kelainan darah lainnya.
 Beberapa penyakit infeksi, misalnya lues, SLE, herpes
zooster dll
GEJALA KLINIS
Hemiparese dekstra atau sinistra
Perubahan tingkat kesadaran (mengantuk,
apatis, koma).
Kesulitan berbicara / memahami orang lain.
Kesulitan menelan.
Kesulitan menulis atau membaca.
Sakit kepala yang terjadi ketika berbaring,
bangun dari tidur, membungkuk, batuk, atau
kadang terjadi secara tiba-tiba.
Kehilangan koordinasi.
DIAGNOSA STROKE
Dapat ditegakan dari pemeriksaan
ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Perbedaan Stroke Hemoragik
dan Stroke Infark
berdasarkan tanda-tandanya
Tanda (sign) Stroke Hemoragik Stroke infark
Bradikardi ++ (dari awal) -+ (hari ke - 4)
Udem papil Kernig + -
Kaku kuduk + -
Tanda kernig + -
Perbedaan stroke hemoragik
dan stroke infark
berdasarkan anamnesis
Gejala Stroke hemoragik Stroke non hemoragik
Onset atau awitan Mendadak Mendadak
Saat onset Sedang aktif Istirahat
Peringatan (warning) - +
Nyeri kepala +++ +/_
Kejang + -
Muntah + -
Penurunan kesadaran +++ +/_
PENDERITA STROKE
PENURUNAN KESADARAN
NYERI KEPALA
REFLEKS BABINSKI
Ketiganya atau 2 dari ketiganya (+) Ya Stroke perdarahan
intraserebral
Penurunan kesadaran (+), nyeri kepala (-),
refleks babinski (-)
Ya Stroke perdarahan
intraserebral
Penurunan kesadaran (-), nyeri kepala (+),
refleks babinski (-)
Ya Stroke perdarahan
intraserebral
Penurunan kesadaran (-), Nyeri kepala (-),
refleks babinski (+)
Ya Stroke iskemik akut atau
stroke infark
Penurunan kesadaran (-), Nyeri kepala (-),
refleks Babinski (-)
Ya Stroke iskemik atau stroke
infark
Penetapan Jenis Stroke berdasarkan Algoritma
Stroke Gadjah Mada
DJOENAEDI SCORE
1 TIA sebelum serangan 1
2 Permulaan serangan -Sangat mendadak ( 1 – 2menit)
-Mendadak (menit – jam )
-Pelan – pelan (beberapa jam)
6,5
6,5
1
3 Waktu serangan -Bekerja (aktivitas)
- Istirahat/duduk/tidur
- Bangun tidur
6,5
1
1
4 Sakit kepala waktu
serangan
-Sangat hebat
-Hebat
-Ringan
-Tidak ada
10
7,5
1
0
5 Muntah -Langsung sehabis serangan
-Mendadak (beberapa menit – jam)
-Pelan – pelan (1 hari / >)
-Tidak ada
10
7,5
1
0
6 Kesadaran -Menurun langsung waktu serangan
-Menurun mendadak (menit – jam)
-Menurun pelan – pelan (1 hari / >)
-Menurun sementara lalu sadar lagi
-Tidak ada gangguan
10
10
1
1
1
DJOENAEDI SCORE (lanjutan)
7 Tekanan darah sistolik -Waktu serangan sangat tinggi (>200/110)
-Waktu MRS sangat tinggi (>200/100)
-Waktu serangan tinggi (>140/100)
-Watu MRS tinggi (>140/100)
7,5
7,5
1
1
8 Tanda rangsangan
selaput otak
-Kaku kuduk hebat
-Kaku kuduk ringan
-Tidak ada kaku kuduk
1
5
0
9 Pupil -Ishokor
-Anishokor
-Pinpoint kanan/kiri
-Midriasis kanan/kiri
-Kecil dan reaksi lambat
-Kecil dan reaktif
5
10
10
10
10
10
10 Fundus okuli - Perdarahan subhialoid
- perdarahan retina (flame shaped)
-Normal
10
7,5
0
INTERPRETASI SKOR DJOENAEDI
Bila skor > 20 termasuk stroke
hemoragik, skor < 20 termasuk stroke
non-hemoragik. Ketepatan diagnostik
dengan sistim skor ini 91.3%
untuk stroke hemoragik, sedangkan
pada stroke non-hemoragik 82.4%.
Ketepatan diagnostik seluruhnya
87.5%
Siriraj Stroke Score (SSS)
No Gejala danTanda Penilaian Indeks Score
1 Kesadaran (0) kompos mentis
(1) Mengantuk
(2) Semi koma/ koma
x 2,5
+
2 Muntah (0)Tidak
(1) ya
x 2
+
3 Nyeri kepala (0)Tidak
(1)Ya
x 2
+
4 Tekanan darah Distolik +
5 Ateroma
a. DM
b. Angina pectoris
Klaudikasio intermiten
(0)Tidak
(1)Ya
x (-3) -
6 Kostanta - 12 -12
HASIL SSS
Siriraj Stroke Score (SSS)Catatan : SSS> 1 = Stroke hemoragik 2. ,SSS
< -1 = Stroke non hemoragik
DIAGNOSIS
 MRI scan:
 Metode lain teknologi MRI:
 Computerized tomography dengan
angiography:
 Conventional angiogram :
 Carotid Doppler ultrasound :
 Tes jantung :
 Tes darah :
Jensi
stroke
Interval
onset & px
CT scan
Temuan Pada CT SCAN
Infark < 24 jam Efek masa dgn gyrus yg ringan atau penurunan ringan
substansia alba dan substansia grisea.
24 – 48 jam Didapatkan area hipodens (hitam ringan sampai berat)
3 – 5 hari Daerah hipoden lebih homogen dengan batas yang tidak tegas
6 – 13 hari Daerah hipoden lebih homogen dengan batas yang tegas dan
didapatkan penyangkalan pada pemberian kontras.
14 – 21 hari Didapatkan fogging effect (daerah infark menjadi isoden
seperti daerah sekelilingnya tetapi dengan memeberi kontraksi
didapatkan penyangatan)
> 21 hari Area hipoden lebih mengecil dengan batas dikelilingi pelebaran
ventrikel ipsilateral
Hemoragik 7 – 10 hari
pertama
Lesi hiperdens (putih) tak beraturan dikelilingi oleh area
(edema)
11 hari – 2
bulan
Menjadi hipodens dengan penyekatan disekelilingnya
(peripheral ring encanment) merupakan deposisi hemosiderin
dan pembesaran hemolateral ventrikel.
> 2 bulan Daerah isodens (hematoma yang besar dengan defek
hipodens)
PENGOBATAN
Stroke Prevention &Transient Ischemic Attack
(TIA).mp4
OBAT SNH
 < 3 Jam : trombolitik :
Streptokinase
aminocabfroiq
 3 – 6 jam : Antikoagulan
Heparin
Enoxheparin
Warfarin
Obat SNH
 > 6 jam
Acetisalicylic ACID
Cilostasol
Clopidogrel
Dipyridomol
Pentoxifyline
KOMPLIKASI
 Stroke rekuren
 Abnormalitas jantung
 Kelainan metabolik dan nutrisi
 Depresi
 Gangguan vaskuler lain: Penyakit vaskuler
perifer.
FISIOTERAPI
 Bed exercise
 Latihan duduk
 Latihan berdiri4.
 Latihan mobilisasi
 Latihan ADL (activity daily living)
 Latihan Positioning (Penempatan)
 Latihan mobilisasi
 Latihan pindah dari kursi roda ke mobil
 Latihan berpakaian
 Latihan membaca
 Latihan mengucapkan huruf A,I,U,E,O
PHILJEUWBENS A RAHANTOKNAM
CASE REPORT
8 agustus 2013
DEPARTEMEN NEUROLOGY
DATA SUBJEKTIF
PASIEN KETERANGAN
Nama lengkap Ny Siti Robainah
Umur /Tanggal Lahir 60 thn, 14 oktober 1953
Alamat Gang annur No. 99 RT 02/ RW 10 Kel. Lubang
Buaya Kec. Cipayung
NO MR 51 76 04 00
Tanggal masuk 4 Agustus 2013
Jam masuk 09 07
ANAMNESIS
ANAMNESIS ( dilakukan secara autoanamnesis
dengan pasien)
Alasan kedatangan / keluhan
Utama :
Tidak dapat bicara
Keluhan Lain /Tambahan :
Susah menelan, sakit kepala
ANAMNESIS
± 17 jam SMRS pasien mengaku tiba- tiba terjatuh di kamar
mandi, pasien mangaku sakit kepala, dan tiba – tiba tidak
dapat bicara, sulit menelan sehingga susah makan dan
minum. Kelemahan pada pada anggota gerak disangkal,
Kejang disangkal. Mual disangkal, muntah disangkal.
RPS
ANAMNESIS
pasien mengaku sekitar tahun 2011 pernah
mengalaimi stroke, punya riwayat tekanan darah tinggi
namun sejak setahun terakhir jarang mengkonsumsi
obat anti hipertensi, riwayat epilepsi disangkal, riwayat
penyakit jantung disangkal, riwayat diabetes melitus
disangkal, alergi disangkal
RPD
PEMERIKSAAN UMUM
Kesadaran Kualitatif Compos mentis
Kuantitatif E3M6V afasia
Tekanan darah 140/90
Nadi 80 x/menit
Frekuensi Pernapasan 20 x/menit
suhu 36,5
Bentuk badan Piknikus
Gizi Baik
Tumor Tidak ada
Kuku Tidak sianosis
PEMERIKSAAN NEUROLOGI
RANGASANG MENINGEN
Kaku kuduk -
Brudzinski I -
Brudzinski II - / -
Kernique - / -
Laseque >70◦ / >70◦
NERVUS CRANIALIS
NERVUS I (nervus Olfactorius)
Cavum nasi Lapang / Lapang
Tes penghidu Normal
NERVUS II (nervus Optikus)
Visus kasar Baik
Lapangan pandang Baik
Buta warna Tidak buta warna
Funduskopi Tidak dilakukan
NERVUS CRANIALIS
NERVUS III, IV,VI (nervus Occulomotororius,
nervus thochearis, nervus abdusen)
Sikap bola mata Baik
Gerak bola mata Ke segala arah
Strabismus Tidak ada
Ptosis Tidak ada
Eksoftalmus Tidak ada
Enoftalmus Tidak ada
Diplopie Tidak ada
Deviasie konjugae Tidak ada
Pupil Ishokor 2 mm/ 2 mm
Refleks cahaya langsung +/+
Refleks cahaya tidak langsung +/+
NEVUS CRANIALIS
NERVUSV (nervusTrigeminus)
MOTORIK
Buka tutup mulut Baik
Gerakan rahang Baik
SENSORIK
Rasa nyeri Kanan = kiri
Rasa suhu Kanan = kiri
Rasa raba Kanan = kiri
Rasa getar Kanan = kiri
REFLEKS
Refleks kornea Tidak dinilai
Refleks maseter Tidak dinilai
NERVUS
CRANIALIS
NERVUSVII (nervus facialis)
Sikap wajah Simetris
Mimik Datar
Angkat alis Baik
Kerut dahi + / +
Kembung pipi + / +
Menyeringai + / +
Lagoftalmus -
F Chovtek -
Rasa kecap 2/3 anterior -
NERVUSVIII (nervusVestibulokoklearis)
Nistagmus Tidak ada
Vertigo Tidak ada
Tes berbisik + / +
Tes gesekan jari + / +
Tes rinne Tidak dilakukan
Tes weber Tidak dilakukan
Tes schwabach Tidak dilakukan
NEVUS CRANIALIS
NERVUS IX, X (nervus glosopharingeus,
nervusVagus)
Uvula Di tengah
Arcus faring Simetris
Palatum molle Intake
Reflek okulakardiak Tidak dilakukan
Reflek sinur karotis Tidak dilakukan
Reflek faring +
Disartria +
Disfagia +
Disfonia -
NEVUS CRANIALIS
NERVUS XI (nervus aksesorius)
Menoleh + / +
Angkat bahu + / +
Palatun molle Sulit dinilai
Reflek okulakardiak Sulit dinilai
NERVUS XII (nervus Hipoglosus)
Fasikulasi -
Tremor -
Julur lidah Mengarah ke kiri
Tenaga otot lidah Tidak dilakukan
MOTORIK
ka ki
Derajat kekuatan otot 5555 4444
5555 4444
Gerakan spontan abnormal Tidak ada
Tonus otot Normotonus
Trofi otot Eutrofi
SENSIBILITAS
EKSTEROSEPTIF
Rasa raba Kanan = Kiri
Rasa nyeri kanan = kiri
Rasa suhu kanan = kiri
PROPTIOSEPTIF
Rasa gerak dan arah Kanan = kiri
Rasa sikap Kanan = kiri
Rasa getar Kanan = kiri
KOORDINASI
STATIS
Duduk Tidak dilakukan
Berdiri Tidak dilakukan
Berjalan Tidak dilakukan
DINAMIS
Telunjuk hidung Tidak dilakukan
Tumit lutut Tidak dilakukan
Tes romberg Tidak dilakukan
Diadokinesis Tidak dilakukan
REFLEKS
REFLEKS PATOLOGIS
babinzski - / -
Oppenheim - / -
Gordon -/-
Schaeffer - / -
Chaddock - / -
Rossolimo - / -
Mendel Bechterew - / -
HoffmanTrommer - / -
Klonus lutut - / -
Klonus kaki - / -
REFLEKS FISIOLOGIS
Biceps ++ / ++
Triceps ++ / ++
APR ++ / ++
KPR ++ / ++
Miksi Baik
Defekasi Baik
VEGETATIF
Jenis Pemeriksaan Hasil
DARAH LENGKAP
Hemoglobin (12-14 gr/dl) 12.7
Leukosit (5000-10000/mm3) 9.4
Hematokrit (37 – 43 %) 39.9
Trombosit 147
KIMIA KLINIK
Uk (Ureum. Kreatinin)
Ureum Darah ( 15 – 45 mg/dl) 37
Kreatinin darah (0,60 – 0,90) 1.38
AGD dan ELEKTROLIT
Elektrolit (Na, K, Cl)
Natrium (136 – 145 mmol/L) 144
Kalium (3.5 – 5.1 mmol/L) 38
Clorida (99 – 111) 108
LABORATORIUM
ST SCAN KEPALA
RESUME
Ibu siti robainah, 60 tahun datang dengan
keluhan tidak bisa bicara, 17 jam SMRS, setelah
pasien terjatuh di kamar mandi, sakit kepala (+),
susah menelan (+), riwayat Hipertensi (+) tidak
terkontrol, riwayat stroke sebelumnya (+) pada
permeriksaan fisik ditemukan Kes : CM, TD 140/ 90,
nadi 80 x/m, s :36,5 R : 20x/m, pada px neurologi
ditemukan kelemahan pada tubuh sebelah kiri (+),
disartria (+), disfagia (+)
DIAGNOSA
 DIAGNOSA KLINIS :
Hemiparese sinistra, Disfagia, disartria
 DIAGNOSATOPIS :
lesi di korteks serebri dextra
 DIAGNOSA ETIOLOGI :
Stroke hemoragic (SH)
TERAPI
 ObeservasiTD, N, RR GCS
 Diet NGT
 I RL dan citicolin
 MM
• Plasminex (asam tranexamat) 3 x 1 amp
• Manitol 20% 3 x 100 cc
• Ketese (dekstretoprefen trometamol) 3 x 1 amp
• Vit K 2 x 1 amp
Stroke case Philjeuwbens

Stroke case Philjeuwbens

  • 1.
    STROKE PEMBIMBING dr. Ayub LPattinama, Sp. S Philjeuwbens Aditya Rahantoknam 0761050016
  • 2.
    DEFINISI Stroke adalah sindromaklinis dengan gejala berupa gangguan fungsi otak secara fokal maupun global yang dapat menimbulkan kematian atau kecacatan yang menetap lebih dari 24 jam, tanpa penyebab lain kecuali gangguan vaskular (WHO 1983). Stroke pada prinsipnya terjadi secara tiba-tiba karena gangguan pembuluh darah otak (perdarahan atau iskemik), bila karena trauma maka tak dimasukkan dalam kategori stroke, tapi bila gangguan pembuluh darah otak disebabkan karena hipertensi, maka dapat disebut stroke.
  • 3.
    ETIOLOGI Penyebab stroke antaralain adalah Aterosklerosis (trombosis), Embolisme, Hipertensi yang menimbulkan perdarahan intraserebral dan ruptur aneurisme sakular. Penyakit jantung, Peningkatan lemak dalam darah, Diabetes mellitus atau Penyakit vascular perifer.
  • 4.
  • 5.
    Trombosis cerebral EmboliCerebral Sumbatanpembuluh darah di otak Suplai darah dan O2 di ot ak menurun Menurun 25 – 30 ml/100 gr otak/menit Iskemia otak < 24 jam Transient ischemic attack Kelainan neurologik sementara Sembuh total < 24 jam Gangguan perfusi jaringan Menurun > 18 ml/100 gr otak/menit Infark serebri Cerebrum (otak besar) Batang otak Cereblum Stroke in evolution 24 jam – 21 hari Gejala neurologik bertambah Sembuh total beberapa hari Pengobatan dan perawatan tidak akurat STROKECOMPLETE PATWAYS STROKE NON HEMORAGIK
  • 6.
    KLASIFIKASI Stroke Iskemik  TIA: didefinisikan sebagai episode singkat disfungsi neurologis yang disebabkan gangguan setempat pada otak atau iskemi retina yang terjadi dalam waktukurang dari 24 jam, tanpa adanya infark, serta meningkatkan resiko terjadinya stroke di masa depan.  RIND : Defisit neurologis > 24 jam namun < 72 jam.  Progressive stroke  Complete stroke Stroke Hemorragik
  • 7.
    FAKTOR RESIKO  Hipertensi Penyakit Jantung : Penyakit katup jantung, Atrial fibrilasi, Aritmia, Hipertrofi jantung kiri (LVH)- Kelainan EKG  Diabetes Mellitus  Merokok  Riwayat keluarga.  Obat-obatan → addiksi (heroin, kokain, amfetamin) dan obat-obatan kontrasepsi, dan obat-obatan hormonal . dll  Kelainan-kelainan darah,anemia berat, polisitemia, kelainan koagulopati, dan kelainan darah lainnya.  Beberapa penyakit infeksi, misalnya lues, SLE, herpes zooster dll
  • 8.
    GEJALA KLINIS Hemiparese dekstraatau sinistra Perubahan tingkat kesadaran (mengantuk, apatis, koma). Kesulitan berbicara / memahami orang lain. Kesulitan menelan. Kesulitan menulis atau membaca. Sakit kepala yang terjadi ketika berbaring, bangun dari tidur, membungkuk, batuk, atau kadang terjadi secara tiba-tiba. Kehilangan koordinasi.
  • 9.
    DIAGNOSA STROKE Dapat ditegakandari pemeriksaan ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • 10.
    Perbedaan Stroke Hemoragik danStroke Infark berdasarkan tanda-tandanya Tanda (sign) Stroke Hemoragik Stroke infark Bradikardi ++ (dari awal) -+ (hari ke - 4) Udem papil Kernig + - Kaku kuduk + - Tanda kernig + -
  • 11.
    Perbedaan stroke hemoragik danstroke infark berdasarkan anamnesis Gejala Stroke hemoragik Stroke non hemoragik Onset atau awitan Mendadak Mendadak Saat onset Sedang aktif Istirahat Peringatan (warning) - + Nyeri kepala +++ +/_ Kejang + - Muntah + - Penurunan kesadaran +++ +/_
  • 12.
    PENDERITA STROKE PENURUNAN KESADARAN NYERIKEPALA REFLEKS BABINSKI Ketiganya atau 2 dari ketiganya (+) Ya Stroke perdarahan intraserebral Penurunan kesadaran (+), nyeri kepala (-), refleks babinski (-) Ya Stroke perdarahan intraserebral Penurunan kesadaran (-), nyeri kepala (+), refleks babinski (-) Ya Stroke perdarahan intraserebral Penurunan kesadaran (-), Nyeri kepala (-), refleks babinski (+) Ya Stroke iskemik akut atau stroke infark Penurunan kesadaran (-), Nyeri kepala (-), refleks Babinski (-) Ya Stroke iskemik atau stroke infark Penetapan Jenis Stroke berdasarkan Algoritma Stroke Gadjah Mada
  • 13.
    DJOENAEDI SCORE 1 TIAsebelum serangan 1 2 Permulaan serangan -Sangat mendadak ( 1 – 2menit) -Mendadak (menit – jam ) -Pelan – pelan (beberapa jam) 6,5 6,5 1 3 Waktu serangan -Bekerja (aktivitas) - Istirahat/duduk/tidur - Bangun tidur 6,5 1 1 4 Sakit kepala waktu serangan -Sangat hebat -Hebat -Ringan -Tidak ada 10 7,5 1 0 5 Muntah -Langsung sehabis serangan -Mendadak (beberapa menit – jam) -Pelan – pelan (1 hari / >) -Tidak ada 10 7,5 1 0 6 Kesadaran -Menurun langsung waktu serangan -Menurun mendadak (menit – jam) -Menurun pelan – pelan (1 hari / >) -Menurun sementara lalu sadar lagi -Tidak ada gangguan 10 10 1 1 1
  • 14.
    DJOENAEDI SCORE (lanjutan) 7Tekanan darah sistolik -Waktu serangan sangat tinggi (>200/110) -Waktu MRS sangat tinggi (>200/100) -Waktu serangan tinggi (>140/100) -Watu MRS tinggi (>140/100) 7,5 7,5 1 1 8 Tanda rangsangan selaput otak -Kaku kuduk hebat -Kaku kuduk ringan -Tidak ada kaku kuduk 1 5 0 9 Pupil -Ishokor -Anishokor -Pinpoint kanan/kiri -Midriasis kanan/kiri -Kecil dan reaksi lambat -Kecil dan reaktif 5 10 10 10 10 10 10 Fundus okuli - Perdarahan subhialoid - perdarahan retina (flame shaped) -Normal 10 7,5 0
  • 15.
    INTERPRETASI SKOR DJOENAEDI Bilaskor > 20 termasuk stroke hemoragik, skor < 20 termasuk stroke non-hemoragik. Ketepatan diagnostik dengan sistim skor ini 91.3% untuk stroke hemoragik, sedangkan pada stroke non-hemoragik 82.4%. Ketepatan diagnostik seluruhnya 87.5%
  • 16.
    Siriraj Stroke Score(SSS) No Gejala danTanda Penilaian Indeks Score 1 Kesadaran (0) kompos mentis (1) Mengantuk (2) Semi koma/ koma x 2,5 + 2 Muntah (0)Tidak (1) ya x 2 + 3 Nyeri kepala (0)Tidak (1)Ya x 2 + 4 Tekanan darah Distolik + 5 Ateroma a. DM b. Angina pectoris Klaudikasio intermiten (0)Tidak (1)Ya x (-3) - 6 Kostanta - 12 -12 HASIL SSS Siriraj Stroke Score (SSS)Catatan : SSS> 1 = Stroke hemoragik 2. ,SSS < -1 = Stroke non hemoragik
  • 17.
    DIAGNOSIS  MRI scan: Metode lain teknologi MRI:  Computerized tomography dengan angiography:  Conventional angiogram :  Carotid Doppler ultrasound :  Tes jantung :  Tes darah :
  • 19.
    Jensi stroke Interval onset & px CTscan Temuan Pada CT SCAN Infark < 24 jam Efek masa dgn gyrus yg ringan atau penurunan ringan substansia alba dan substansia grisea. 24 – 48 jam Didapatkan area hipodens (hitam ringan sampai berat) 3 – 5 hari Daerah hipoden lebih homogen dengan batas yang tidak tegas 6 – 13 hari Daerah hipoden lebih homogen dengan batas yang tegas dan didapatkan penyangkalan pada pemberian kontras. 14 – 21 hari Didapatkan fogging effect (daerah infark menjadi isoden seperti daerah sekelilingnya tetapi dengan memeberi kontraksi didapatkan penyangatan) > 21 hari Area hipoden lebih mengecil dengan batas dikelilingi pelebaran ventrikel ipsilateral Hemoragik 7 – 10 hari pertama Lesi hiperdens (putih) tak beraturan dikelilingi oleh area (edema) 11 hari – 2 bulan Menjadi hipodens dengan penyekatan disekelilingnya (peripheral ring encanment) merupakan deposisi hemosiderin dan pembesaran hemolateral ventrikel. > 2 bulan Daerah isodens (hematoma yang besar dengan defek hipodens)
  • 20.
    PENGOBATAN Stroke Prevention &TransientIschemic Attack (TIA).mp4
  • 21.
    OBAT SNH  <3 Jam : trombolitik : Streptokinase aminocabfroiq  3 – 6 jam : Antikoagulan Heparin Enoxheparin Warfarin
  • 22.
    Obat SNH  >6 jam Acetisalicylic ACID Cilostasol Clopidogrel Dipyridomol Pentoxifyline
  • 23.
    KOMPLIKASI  Stroke rekuren Abnormalitas jantung  Kelainan metabolik dan nutrisi  Depresi  Gangguan vaskuler lain: Penyakit vaskuler perifer.
  • 24.
    FISIOTERAPI  Bed exercise Latihan duduk  Latihan berdiri4.  Latihan mobilisasi  Latihan ADL (activity daily living)  Latihan Positioning (Penempatan)  Latihan mobilisasi  Latihan pindah dari kursi roda ke mobil  Latihan berpakaian  Latihan membaca  Latihan mengucapkan huruf A,I,U,E,O
  • 25.
    PHILJEUWBENS A RAHANTOKNAM CASEREPORT 8 agustus 2013 DEPARTEMEN NEUROLOGY
  • 26.
    DATA SUBJEKTIF PASIEN KETERANGAN Namalengkap Ny Siti Robainah Umur /Tanggal Lahir 60 thn, 14 oktober 1953 Alamat Gang annur No. 99 RT 02/ RW 10 Kel. Lubang Buaya Kec. Cipayung NO MR 51 76 04 00 Tanggal masuk 4 Agustus 2013 Jam masuk 09 07
  • 27.
    ANAMNESIS ANAMNESIS ( dilakukansecara autoanamnesis dengan pasien) Alasan kedatangan / keluhan Utama : Tidak dapat bicara Keluhan Lain /Tambahan : Susah menelan, sakit kepala
  • 28.
    ANAMNESIS ± 17 jamSMRS pasien mengaku tiba- tiba terjatuh di kamar mandi, pasien mangaku sakit kepala, dan tiba – tiba tidak dapat bicara, sulit menelan sehingga susah makan dan minum. Kelemahan pada pada anggota gerak disangkal, Kejang disangkal. Mual disangkal, muntah disangkal. RPS
  • 29.
    ANAMNESIS pasien mengaku sekitartahun 2011 pernah mengalaimi stroke, punya riwayat tekanan darah tinggi namun sejak setahun terakhir jarang mengkonsumsi obat anti hipertensi, riwayat epilepsi disangkal, riwayat penyakit jantung disangkal, riwayat diabetes melitus disangkal, alergi disangkal RPD
  • 30.
    PEMERIKSAAN UMUM Kesadaran KualitatifCompos mentis Kuantitatif E3M6V afasia Tekanan darah 140/90 Nadi 80 x/menit Frekuensi Pernapasan 20 x/menit suhu 36,5 Bentuk badan Piknikus Gizi Baik Tumor Tidak ada Kuku Tidak sianosis
  • 31.
    PEMERIKSAAN NEUROLOGI RANGASANG MENINGEN Kakukuduk - Brudzinski I - Brudzinski II - / - Kernique - / - Laseque >70◦ / >70◦
  • 32.
    NERVUS CRANIALIS NERVUS I(nervus Olfactorius) Cavum nasi Lapang / Lapang Tes penghidu Normal NERVUS II (nervus Optikus) Visus kasar Baik Lapangan pandang Baik Buta warna Tidak buta warna Funduskopi Tidak dilakukan
  • 33.
    NERVUS CRANIALIS NERVUS III,IV,VI (nervus Occulomotororius, nervus thochearis, nervus abdusen) Sikap bola mata Baik Gerak bola mata Ke segala arah Strabismus Tidak ada Ptosis Tidak ada Eksoftalmus Tidak ada Enoftalmus Tidak ada Diplopie Tidak ada Deviasie konjugae Tidak ada Pupil Ishokor 2 mm/ 2 mm Refleks cahaya langsung +/+ Refleks cahaya tidak langsung +/+
  • 34.
    NEVUS CRANIALIS NERVUSV (nervusTrigeminus) MOTORIK Bukatutup mulut Baik Gerakan rahang Baik SENSORIK Rasa nyeri Kanan = kiri Rasa suhu Kanan = kiri Rasa raba Kanan = kiri Rasa getar Kanan = kiri REFLEKS Refleks kornea Tidak dinilai Refleks maseter Tidak dinilai
  • 35.
    NERVUS CRANIALIS NERVUSVII (nervus facialis) Sikapwajah Simetris Mimik Datar Angkat alis Baik Kerut dahi + / + Kembung pipi + / + Menyeringai + / + Lagoftalmus - F Chovtek - Rasa kecap 2/3 anterior - NERVUSVIII (nervusVestibulokoklearis) Nistagmus Tidak ada Vertigo Tidak ada Tes berbisik + / + Tes gesekan jari + / + Tes rinne Tidak dilakukan Tes weber Tidak dilakukan Tes schwabach Tidak dilakukan
  • 36.
    NEVUS CRANIALIS NERVUS IX,X (nervus glosopharingeus, nervusVagus) Uvula Di tengah Arcus faring Simetris Palatum molle Intake Reflek okulakardiak Tidak dilakukan Reflek sinur karotis Tidak dilakukan Reflek faring + Disartria + Disfagia + Disfonia -
  • 37.
    NEVUS CRANIALIS NERVUS XI(nervus aksesorius) Menoleh + / + Angkat bahu + / + Palatun molle Sulit dinilai Reflek okulakardiak Sulit dinilai NERVUS XII (nervus Hipoglosus) Fasikulasi - Tremor - Julur lidah Mengarah ke kiri Tenaga otot lidah Tidak dilakukan
  • 38.
    MOTORIK ka ki Derajat kekuatanotot 5555 4444 5555 4444 Gerakan spontan abnormal Tidak ada Tonus otot Normotonus Trofi otot Eutrofi
  • 39.
    SENSIBILITAS EKSTEROSEPTIF Rasa raba Kanan= Kiri Rasa nyeri kanan = kiri Rasa suhu kanan = kiri PROPTIOSEPTIF Rasa gerak dan arah Kanan = kiri Rasa sikap Kanan = kiri Rasa getar Kanan = kiri
  • 40.
    KOORDINASI STATIS Duduk Tidak dilakukan BerdiriTidak dilakukan Berjalan Tidak dilakukan DINAMIS Telunjuk hidung Tidak dilakukan Tumit lutut Tidak dilakukan Tes romberg Tidak dilakukan Diadokinesis Tidak dilakukan
  • 41.
    REFLEKS REFLEKS PATOLOGIS babinzski -/ - Oppenheim - / - Gordon -/- Schaeffer - / - Chaddock - / - Rossolimo - / - Mendel Bechterew - / - HoffmanTrommer - / - Klonus lutut - / - Klonus kaki - / - REFLEKS FISIOLOGIS Biceps ++ / ++ Triceps ++ / ++ APR ++ / ++ KPR ++ / ++
  • 42.
  • 43.
    Jenis Pemeriksaan Hasil DARAHLENGKAP Hemoglobin (12-14 gr/dl) 12.7 Leukosit (5000-10000/mm3) 9.4 Hematokrit (37 – 43 %) 39.9 Trombosit 147 KIMIA KLINIK Uk (Ureum. Kreatinin) Ureum Darah ( 15 – 45 mg/dl) 37 Kreatinin darah (0,60 – 0,90) 1.38 AGD dan ELEKTROLIT Elektrolit (Na, K, Cl) Natrium (136 – 145 mmol/L) 144 Kalium (3.5 – 5.1 mmol/L) 38 Clorida (99 – 111) 108 LABORATORIUM
  • 45.
  • 46.
    RESUME Ibu siti robainah,60 tahun datang dengan keluhan tidak bisa bicara, 17 jam SMRS, setelah pasien terjatuh di kamar mandi, sakit kepala (+), susah menelan (+), riwayat Hipertensi (+) tidak terkontrol, riwayat stroke sebelumnya (+) pada permeriksaan fisik ditemukan Kes : CM, TD 140/ 90, nadi 80 x/m, s :36,5 R : 20x/m, pada px neurologi ditemukan kelemahan pada tubuh sebelah kiri (+), disartria (+), disfagia (+)
  • 47.
    DIAGNOSA  DIAGNOSA KLINIS: Hemiparese sinistra, Disfagia, disartria  DIAGNOSATOPIS : lesi di korteks serebri dextra  DIAGNOSA ETIOLOGI : Stroke hemoragic (SH)
  • 48.
    TERAPI  ObeservasiTD, N,RR GCS  Diet NGT  I RL dan citicolin  MM • Plasminex (asam tranexamat) 3 x 1 amp • Manitol 20% 3 x 100 cc • Ketese (dekstretoprefen trometamol) 3 x 1 amp • Vit K 2 x 1 amp