KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN ANAK RSUD
KOTA BEKASI
2014
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN
INDONESIA
Case Report Co Assistant
Philjeuwbens Aditya Rahantoknam
07 – 016
Pembimbing
dr Siti Rahmah, Sp. A
Data Pasien Ayah Ibu
Nama An. G Tn. A Ny. I
Umur 9 tahun 35 tahun 33 tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Perempuan
Alamat Kp. Bulak sentul, bekasi
Agama Islam Islam Islam
Suku bangsa Jawa Jawa Jawa
Pendidikan 4 SD D3 D3
Pekerjaan - Perawat Perawat
Penghasilan - ± Rp. 2.500.000 ± Rp. 2.500.000
Keterangan Hubungan dengan
orang tua : Anak
kandung
Tanggal Masuk RS 7 September 2014
Indentitas
RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN
KEHAMILAN Morbiditas kehamilan Tidak ada
Perawatan antenatal Periksa ke dokter 1 kali tiap bulan
KELAHIRAN Tempat kelahiran Rumah sakit
Penolong persalinan Dokter
Cara persalinan Spontan pervaginam
Masa gestasi 9 bulan
Keadaan bayi
Berat lahir 2950 gram
Panjang badan 52 cm
Lingkar kepala tidak ingat
Langsung menangis
Nilai apgar tidak tahu
Tidak ada kelainan bawaan
• Kesan : Riwayat kehamilan baik dan persalinan normal
Riwayat Makan
Umur
(bulan)
ASI/PASI Buah/biskuit Bubur susu Nasi tim
0 – 2 +
2 – 4 +
4 – 6 +
6 – 8 + + + +
8 – 10 + + + +
10 – 12 + + + +
Kesan : kebutuhan gizi pasien tidak terpenuhi dengan baik
Riwayat Imunisasi
Vaksin Dasar (umur) Ulangan (umur)
BCG 2 bln -
DPT 2 bln 4 bln 6 bln 18 bln
POLIO 0 bln 2 bln 4 bln 6 bln 18
bln
CAMPAK 9 bln
HEPATITIS B 0 bln 1 bln 8 bln
Kesan : Imunisasi dasar sudah lengkap
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
 Kesan : Pasien pernah terkena parotitis pada usia 8 tahun
 Pasien baru pertama kali mengalami keluhan seperti sekarang
Penyakit Umur Penyakit Umur Penyakit Umur
Alergi - Difteria - Jantung -
Cacingan - Diare - Ginjal -
DBD - Kejang - Darah -
Thypoid - Maag - Radang paru -
Otitis - Varicela - Tuberkulosis -
Parotis 8 tahun Asma - Morbili -
RIWAYAT TUMBUH KEMBANG
 Gigi pertama :5 bulan
Psikomotor
 Tengkurap : 4 bulan
 Duduk : 6 bulan
 Berdiri : 8 bulan
 Berjalan : 15 bulan
 Berbicara : 15 bulan
 Membaca : 36 bulan
Kesan riwayat pertumbuhan dan perkembangan baik
Perkembangan Pubertas
 Rambut pubis : belum tumbuh
 Perubahan suara : belum tumbuh
ANAMNESIS ( dilakukan secara autoanamnesis
dengan pasien)
Alasan kedatangan / keluhan
Utama :
Wajah dan kaki bengkak ± 1
minggu SMRS
Keluhan Lain /Tambahan :
Batuk, sakit perut dan
demam
SKEMA RPS
Bengkak di
mata, dan
wajah 1 minggu
SMRS
4 hari SMRS
Kaki mulai
membengkak
1 hari SMRS Bengkak pada
seluruh tubuh semakin
parah , sakit perut (+),
mencret (+) sekali
Pasien berobat ke
RSUD
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke RSUD bekasi dengan keluhan
bengkak pada mata, wajah dan kedua kaki kurang lebih
1 minggu SMRS. Awalnya pasien merasakan bengkak
pada mata dan wajah selama 2 hari, kemudian pada
hari kamis keluhan bengkak juga dirasakan pada kedua
kaki dan hari jumat keluhan semakin bertambah berat
sehingga pasien dibawa ke poli RSUD Bekasi untuk
berobat. Selain bengkak, pasien juga mengeluh sakit
perut, sakit perut dirasakan diseluruh lapangan perut
dan hilang timbul, paling sering muncul pada pagi hari
disertai dengan BAB cair warna kuning dan sedikit
ampas pada hari jumat dan hari minggu, namun hanya
sekali dan terdapat demam. BAK tidak ada keluhan.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
 Kesan : Pasien pernah terkena parotitis pada usia 8 tahun
 Pasien baru pertama kali mengalami keluhan seperti sekarang
Penyakit Umur Penyakit Umur Penyakit Umur
Alergi - Difteria - Jantung -
Cacingan - Diare - Ginjal -
DBD - Kejang - Darah -
Thypoid - Maag - Radang paru -
Otitis - Varicela - Tuberkulosis -
Parotis 8 tahun Asma - Morbili -
RIWAYAT KELUARGA
Ayah Ibu
Nama Tn. A Ny.
Perkawinan ke Pertama Pertama
Umur 35 tahun 33 tahun
Keadaan kesehatan Baik Baik
• Kesan : Keadaan kesehatan kedua orang tua dalam
keadaan baik
Pemeriksaan Fisik
 KU :Tampak sakit sedang
 TD : 100/70 mmhg
 Frekuensi Nadi : 120 x/m
 Frekuensi Napas : 48 x/m
 Suhu : 36,9°C
 Berat Badan : 30 kg
 Tinggi Badan : 132 cm
 Status Gizi : Baik
• Normocephali, Ubun – ubun rata
Bentuk
• Hitam, tidak mudah dicabut, distribusi baik
Rambut
• Kelompok mata cekung -/-, konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-,
RCL +/+, RCTL +/+, pupil isokor 3 mm/3 mm, edema palpebra
Mata
• Normotia, membran timpani sulit dinilai, serumen -/-
Telinga
• Bentuk normal, septum deviasi (-), napas cuping hidung -/-
Hidung
• Mukosa bibir lembab, sianosis sentral -,T1 –T1 tenang, faring tidak
hiperemisa
Mulut
• Normoglasia, warna merah muda, lidah kotor (-)
Lidah
• TonsilT1-T1, kriptus -/-, detritus -/-, faring tidak hiperemis, arkus faring
simetris, granula (-)
Tenggorokan
• KGB tidak membesar, kelenjar tiroid tidak membesar, trakea letak
normal
Leher
KEPALA
PARU
Inspeksi Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri, Retraksi -/-
Palpasi Vocal fremitus + kanan = kiri
Perkusi Sonor, Batas paru hati garis , midclavicula ics 6. batas paru lambung ics
5 garis axila anterior
Auskultasi BND vesikuler, ronki +/+, wheez -/-
JANTUNG
Inspeksi Tidak tampak pulsasi ictus cordis
Palpasi Pulsasi ictus cordis teraba
Perkusi Redup, batas jantung dalam batas normal
Auskultasi Bunyi jantung I-II reguler, gallop (-), murmur (-)
PERUT
Inspeksi Tampak Buncit
Perkusi Bising usus normal 3 kali/ menit
Palpasi Dinding Perut Tegang , nyeri tekan +, konsistensi
kenyal
Hati Teraba tidak membesar
Limpa Tidak membesar
Ginjal Tidak ada nyeri ketok CV
Lain - lain -
Perksusi Timpani
Pemeriksaan Fisik
 Vertebrae : dalam batas normal
 Extremitas : Cappilary refill > 2 detik, edema
pretibia +/+
 Kulit tidak terdapat bercak efloresensi, turgor
baik, ikterus (-)
PEMERIKSAAN LABORATORIUM TANGGAL 6/9/ 2014
Jenis Hasil Satuan Nilai Normal
HEMATOLOGI
Darah lengkap
LED 83 Mm 0-10
Leukosit 9,8 ribu/uL 5-10
Hitung jenis
basofil 0 % <1
eosinofil 4 % 1-3
Batang 2 % 2-6
Segment 53 % 52-70
Limfosit 35 % 20-40
Monosit 6 % 2-8
Eritrosit 5,19 juta/uL 4-5
Hemoglobin 12,6 g/dL 11-14,5
Hematokrit 40,1 % 37-47
Index Eritrosit
MCV 77,3 fL 75-87
MCH 24,3 Pg 24-30
MCHC 31,4 % 31-37
Trombosit 537 ribu/uL 150-400
IMUNOSEROLOGI
Anti streptolisin Reaktif Non reaktif
PEMERIKSAAN LABORATORIUM TANGGAL 6/ 9/ 2014
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
KIMIA KLINIK
Protein total
Albumin
Globulin
FUNGSI HATI
SGOT
SGPT
FUNGSI GINJAL
Ureum
Kreatinin
LEMAK
Kolesterol
4,30 g/dl
1,11 g/dl
3,19 g/dl
24 U/L
17 U/L
24 U/L
17 U/L
436
6,6-8
3,5-4,5
1,5-3,0
< 37 U/L
< 41 U/L
<37
<41
<200
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
KIMIA URINE
Warna
Kejernihan
pH
BJ
Albumin urin
Glukosa
Keton
Urobilinogen
Bilirubin
Darah samar
Leukosit esterase
Nitrit
Kuning
Agak keruh
7
1025
Pos 3 (+++)
Negatif
Negatif
0,2
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Kuning
Jernih
5,0-8,0
1005-1030
Negatif
Negatif
Negatif
0,1-1
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
PEMERIKSAAN LABORATORIUM TANGGAL 6/ 9/ 2014
PEMERIKSAAN LABORATORIUM TANGGAL 6/ 9/ 2014
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
MIKROSKOPIS URINE
Eritrosit
Leukosit
Silinder
Epitel
Kristal
Bakteri
Lain-lain
0-2
0-5
Negatif
Gepeng (+)
Negatif
Positif 1 (+)
Negatif
<2
<5
Negatif
Gepeng (+)
Negatif
Negatif
Negatif
FOTO PASIEN
Diagnosis
DIAGNOSIS KERJA
 Sindrom Nefrotik
DIAGNOSIS BANDING
 Glomerulonefritis akut pasca streptokokus 
anti streptolisin reaktif
PENATALAKSANAAN
Non medikamentosa :
 Tirah baring, rawat di ruang biasa
 Diet protein
 Edukasi kepada orangtua tentang penyakit yang diderita
 Observasi tanda-tanda vital
Penatalaksanaan
Medikamentosa :
 IVFD Dextrose 5% 15 tpm
 Prednisone tab 2 mg/kgbb/hari  4-4-4
 Ambroxol syr 3x1 cth Inhalasi /12 jam
 Transfusi albumin
(Д alb) x 0,8 x BB
= (3,5-1,1) x 0,8 x 30
= 57,6  60 cc
Ad vitam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad malam
Prognosis
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Ginjal
a. renalis
a. Segmental renalis
Ureter
Pelvis renalis
Pyramides
renales,
Medula renalis
Cortex renal
a. interlobular
a. arcuata
a. interlobaris
Calix minor
Calix mayor
Capsula fibrosa
renalis
SINDROM NEFROTIK
• Definisi
Keadaan klinis yang ditandai oleh
proteinuria masif, hipoproteinemia,
edema dan hiperlipidemi
• Prevalensi
• Laki-laki : Perempuan = 2 : 1
• 2 – 7 per 100.000 anak < 18 tahun (Amerika dan
Inggris)
• Sebagian besar pasien dari Poliklinik Nefrologi RSCM
Diagnosis
Sindrom nefrotik (SN) adalah suatu sindrom
klinik dengan gejala:
1. Proteinuria massif (≥ 40 mg/m2 LPB/jam
atau rasio protein/kreatinin pada urin
sewaktu > 2 mg/mg atau dipstik ≥ 2+)
2. Hipoalbuminemia ≤ 2,5 g/dL
3. Edema
4. Dapat disertai hiperkolesterolemia
Remisi Proteinuria negatif atau trace (proteinuria < 4 mg/m2
LPB/jam) 3 hari berturut-turut dalam 1 minggu
Relaps Proteinuria ≥ 2+ (proteinuria >40 mg/m2 LPB/jam) 3 hari
berturut-turut dalam 1 minggu
Relaps jarang Relaps kurang dari 2 x dalam 6 bulan pertama setelah
respons awal atau kurang dari 4 x per tahun pengamatan
Relaps sering Relaps ≥ 2 x dalam 6 bulan pertama setelah respons awal
atau ≥ 4 x dalam periode 1 tahun
Dependen steroid Relaps 2 x berurutan pada saat dosis steroid diturunkan
(alternating) atau dalam 14 hari setelah pengobatan
dihentikan
Resisten steroid Tidak terjadi remisi pada pengobatan prednison dosis
penuh (full dose) 2 mg/kgbb/hari selama 4 minggu.
Sensitif steroid Remisi terjadi pada pemberian prednison dosis penuh
selama 4 minggu
BATASAN
ETIOLOGI
SINDROM
NEFROTIK
CONGENITAL
SEKUNDER
IDIOPATIK
PARASIT
GLOMERULONEFRITIS
PENYAKIT KOLAGEN
BAHAN KIMIA
Gene/protein Location Phenotype Inheritance
NPHS/nephrin Slit diapraghm CNF AR
NPHS2/podocin Slit diapraghm FSGS AR
CD2AP/CD2AP Near slit diapraghm FSGS
TRPC6/TRPC6 Podocyte FSGS AD
WT1 Podocyte FSGS AR
ACTIN4 Foot process FSGS AD
tRNA Podocyte FSGS
COO2 Podocyte FSGS
AD = autosomal dominant, AR = autosomal recessive, CNF = congenital
nephrotic syndrome of the Finnish type, FSGS = focal segmental
glomerulosclerosis
Tabel : Genetic Forms of Nephrotic Syndrome
Permeabilitas basal membran meningkat;
Protein bocor ke dalam filtrasi glomerulus
Proteinuria masif
Hipoalbuminemia Lipid serum meningkat
Tekanan onkotik plasma menurun
Transudasi cairan dari ruang vaskuler
ke ruang interstisiel
Retensi air dan garam di tubuli renalis
Edema
etiologi
GFR menurunAldosteron &ADH meningkat
Hipovolemia
Patofisiologi
Sindroma Nefrotik
Permeabilitas basal membran meningkat;
Protein bocor ke dalam filtrasi glomerulus
Proteinuria masif
Hipoalbuminemia
Merangsang hati :
Sintesa protein , lipid dan
gangguan transportasi
partikel lipid dalam sirkulasi
Tekanan onkotik plasma menurun
Transudasi cairan dari ruang vaskuler
ke ruang interstisiel
Volume plasma dan cardiac output menurun
Aliran darah ke ginjal menurun,
GFR menurun
Retensi air dan garam di tubuli renalis
Jumlah airan interstisiel meningkat
Edema
etiologi
Menurun katabolisme
Kolesterol ↑, trigliserida ↑
Hiperlipidemia & lipiduria
Sekresi mineralokortikoid
Aldosteron dan ADH naik
PATOFISIOLOGIS
MANIFESTASI KLINIS
MANIFESTASI KLINIS
Gambar : edema palpebra
MANIFESTASI KLINIS
Gambar : Asites
MANIFESTASI KLINIS
Gambar : edema di telapak tangan dan kaki
MANIFESTASI KLINIS
Gambar : efusi pleura
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Urin :
•Urianalsis : proteinuria semikuantitatif
++ atau lebih, dapat disertai
leukositouria dan atau hematuria
•Protein urin kuantitatif
Darah :
•Darah tepi (Hb, leukositosis, hitung
jenis, trombosit) dapat ditemukan tanda
hemokonsentrasi, LED meningkat
•Kadar albumin, globulin, rasio
albumin,/globulin, kolestrol, kreatinin,
ureum
•Kalau memungkinkan : komplomen C3
Faal ginjal :
Klirens ureum dan klirens kreatinin
Sebelum Terapi Kortikosteroid
1. Pengukuran BB danTB
2. PxTD
3. Px Fisis → tanda gejala peny.
Sistemik : SLE, HSP,
4. Mencari fokus infeksi
5. Uji mantoux, bila (+), beri OAT
bersama kortikosteroid
6. Imunisasi
TATA LAKSANA
1. EDUKASI
2. DIET
Diet Nefritis
(ureum dan kreatinin meningkat)
Protein 1 g/kg/hari, rendah garam 1 g/hari
Diet Nefrotik
(ureum dan kreatinin N)
Protein 2 – 3 g/kg/hari,rendah garam 1 g/hari
Furosemid 1 – 3 mg/kgbb/hari + spironolakton 2 – 4 minggu 2 – 4 mg/kgbb/hari
Berat badan tidak menurun atau tidak ada diuresis dalam 48 jam
Dosis furosemid dinaikan 2 kali lipat (maksimum 4 – 6 mg/kgbb/hari
Tambahkan hidrokortison 1 – 2 mg/kgbb/hari
Bolus furossemid IV 1 – 3 mg/kgbb/dosis atau per infus dengan kecepatan 0,1 – 1 mg/kgbb/jam
Albumin 20% 1g/kgbb intravena diikuti dengan furosemid intravena
Respon (-)
Respon (-)
Respon (-)
Respon (-)
Respon (-)
Gambar 1. Alogaritme pemberian diuretik
Tatalaksana
SN Initial
 Prednison 60 mg/m2LPB/hari (4 minggu)
 Prednison 40 mg/m2LPB/hari
intermitten/alternating (4 minggu)
Tatalaksana
SN Relaps  Jarang :
 Prednison 60 mg/m2LPB/hari Remisi (max. 4
minggu)
 Prednison intermitten/alternating (4 minggu)
Tatalaksana
Sering :
 Prednison 60 mg/m2LPB/hari Remisi (max. 4
minggu)
 Prednison intermitten/alternating ( 3 – 6 bulan )
SN relaps sering / dependen steroid
Prednison FD → Remisi
Diturunkan sampai dosis threshold 0,1 – 0,5 mg/kgBB AD 6 – 12 bulan
Relaps pada prednison > 0,5 mg/kgbb AD
Levamisol 2,5 mg/kgbb AD (4 – 12 bulan
Relaps pada prednison > 1 mg/kgbb AD atau efek
samping steroid ↑
CPA 2 – 3 mg/kgBB 8 – 12 minggu
Relaps → Prednison standard
Relaps pada prednison > 0,5 mg/kgbb AD
Siklosporin 5 mg/kgbb/hari selama 1 tahun
(1)
Prednison AD + CPA
(3)
(3)
(4)
(2)
Gambar 6. Diagram pengobatan SN relaps sering atau dependen steroid
1. pengobatan steroid jangka
panjang
2. Langsung diberi CPA
3. Sesudah prednison jangka
panjang, dilanjutkan dgn CPA
4. Sesudah jangka panjang dan
levamisol, dilanjutkan dgn CPA
TATA LAKSANA
SN dependen steroid
• Prednison 60 mg/m2LPB/hari  remisi (max. 4 minggu)
• Siklofosfamid puls 500 – 750 mg/m2LPB/hari
infus 1x/bulan sampai 6 bulan
• Prednison Alternating/intermiten (12 minggu)
Tappering off : Prednison 1 mg/m2LPB/hari (1 bln)
 0,5 mg/m2LPB/hari (1 bln)
TATA LAKSANA
SN resisten steroid
• Siklofosfamid oral 2 – 3 mg/m2LPB/hari
(1x/hari, 3 sampai 6 bulan)
• Prednison alternating  1 mg/m2LPB/hari selama 1
bulan,  0,5 mg/m2LPB/hari selama 1 bulan (tap
0ff 2 bulan)
TATA LAKSANA
OEDEM  DIURETIK
• Furosemide/Spironolakton 1 – 2
mg/kgBB/hari
Sindrom nefrotik episode pertama
(tanpa kontra indikasi steroid)
Prednison 2 mg/kgbb setiap hari selama 4 minggu
1,5 mg/kgbb alternating selama 4 minggu
Relaps sering depended steroidRelaps jarang Relaps steroid
Dirujuk untuk evaluasi lanjutan
dan biopsi
Dirujuk untuk evaluasi lanjutan
steroid jangka panjang
(tentukan) dosis threshold)
Prednison 2 mg/kgbb setiap hari
sampai remisi, kemudian 1,5
mg/kgbb altenating selama 4
minggu
Levamisol, siklofosfamid,
siklosporin A, MMF
Dosis threshold < 0,5 mg/kgbb
Teruskan prednison alternating
selama 9 – 18 bulan
Dosis threshold < 0,5 mg/kgbb atau
efek samping steroid yang berat
KOMPLIKASI
 Infeksi → Antibiotik
 Trombosis → heparin subkutan
 Hiperlipidemia → Lipid inhibitor HMgCoA
reduktase (statin)
 Hipokalsemia → sup K &Vit D
 Shock Hipovolemik → NaCl Fisiologis
 Hipertensi → ACE, ERB, antagonis β
adregenik
 Efek samping steroid
PROGNOSIS
 42,2 % penderita masih mengalami relaps
setelah dewasa
 Jumlah relaps per tahun menurun sebanding
dengan meningkatnya usia
Perbedaan Sindroma nefrotik Glomerulonefritis
Etiologi Tidak diketahui
secara pasti
Streptococcus 
haemolitycus
Patofisiologi Reaksi AgAb
Perubahan
permeabilitas MBG
Reaksi AgAb
kerusakan pembuluh
darah kapiler
Glomerulus
Gejala klinis •Edema anasarka
•Proteinuria massif
•Hipoalbuminemia
•hiperlipidemia
•Gross hematuria
•Hipertensi
•Edema lokal
Terapi Albumin IV +
Diuretikum
Diuretikum
ANALISIS KASUS
Protein total 4,30 g/dl ↓
Albumin 1,11 g/dl ↓
Kolestrol 436 ↑
Warna urin Keruh
Albumin urin Positif 3 (+++)↑
• Edema palpebra +/+
• Ronki +/+
• Capillary refill > 2
detik
• Edema pretibia +/+
• Wajah dan kaki
tampak bengkak
• Proteinuria
• Hipoalbuminemia
• Hiperkolestrolemia
• Wajah dan kaki
bengkak ± 1 minggu
SMRS
Anamnesis
pasien
Manifestasi
klinis
Pemeriksaan
lab
Pemeriksaan
fisik pasien
Penatalaksanaan
Medikamentosa :
 Prednisone tab → Mengobati sindrom nefrotik
 Ambroxol syr → batuk - batuk
 Transfusi albumin → Mencegah oedema
TERIMA KASIH

SINDROME NEFROTIK

  • 1.
    KEPANITERAAN ILMU KESEHATANANAK RSUD KOTA BEKASI 2014 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA Case Report Co Assistant Philjeuwbens Aditya Rahantoknam 07 – 016 Pembimbing dr Siti Rahmah, Sp. A
  • 2.
    Data Pasien AyahIbu Nama An. G Tn. A Ny. I Umur 9 tahun 35 tahun 33 tahun Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Perempuan Alamat Kp. Bulak sentul, bekasi Agama Islam Islam Islam Suku bangsa Jawa Jawa Jawa Pendidikan 4 SD D3 D3 Pekerjaan - Perawat Perawat Penghasilan - ± Rp. 2.500.000 ± Rp. 2.500.000 Keterangan Hubungan dengan orang tua : Anak kandung Tanggal Masuk RS 7 September 2014 Indentitas
  • 3.
    RIWAYAT KEHAMILAN DANPERSALINAN KEHAMILAN Morbiditas kehamilan Tidak ada Perawatan antenatal Periksa ke dokter 1 kali tiap bulan KELAHIRAN Tempat kelahiran Rumah sakit Penolong persalinan Dokter Cara persalinan Spontan pervaginam Masa gestasi 9 bulan Keadaan bayi Berat lahir 2950 gram Panjang badan 52 cm Lingkar kepala tidak ingat Langsung menangis Nilai apgar tidak tahu Tidak ada kelainan bawaan • Kesan : Riwayat kehamilan baik dan persalinan normal
  • 4.
    Riwayat Makan Umur (bulan) ASI/PASI Buah/biskuitBubur susu Nasi tim 0 – 2 + 2 – 4 + 4 – 6 + 6 – 8 + + + + 8 – 10 + + + + 10 – 12 + + + + Kesan : kebutuhan gizi pasien tidak terpenuhi dengan baik
  • 5.
    Riwayat Imunisasi Vaksin Dasar(umur) Ulangan (umur) BCG 2 bln - DPT 2 bln 4 bln 6 bln 18 bln POLIO 0 bln 2 bln 4 bln 6 bln 18 bln CAMPAK 9 bln HEPATITIS B 0 bln 1 bln 8 bln Kesan : Imunisasi dasar sudah lengkap
  • 6.
    RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Kesan : Pasien pernah terkena parotitis pada usia 8 tahun  Pasien baru pertama kali mengalami keluhan seperti sekarang Penyakit Umur Penyakit Umur Penyakit Umur Alergi - Difteria - Jantung - Cacingan - Diare - Ginjal - DBD - Kejang - Darah - Thypoid - Maag - Radang paru - Otitis - Varicela - Tuberkulosis - Parotis 8 tahun Asma - Morbili -
  • 7.
    RIWAYAT TUMBUH KEMBANG Gigi pertama :5 bulan Psikomotor  Tengkurap : 4 bulan  Duduk : 6 bulan  Berdiri : 8 bulan  Berjalan : 15 bulan  Berbicara : 15 bulan  Membaca : 36 bulan Kesan riwayat pertumbuhan dan perkembangan baik Perkembangan Pubertas  Rambut pubis : belum tumbuh  Perubahan suara : belum tumbuh
  • 8.
    ANAMNESIS ( dilakukansecara autoanamnesis dengan pasien) Alasan kedatangan / keluhan Utama : Wajah dan kaki bengkak ± 1 minggu SMRS Keluhan Lain /Tambahan : Batuk, sakit perut dan demam
  • 9.
    SKEMA RPS Bengkak di mata,dan wajah 1 minggu SMRS 4 hari SMRS Kaki mulai membengkak 1 hari SMRS Bengkak pada seluruh tubuh semakin parah , sakit perut (+), mencret (+) sekali Pasien berobat ke RSUD
  • 10.
    Riwayat Penyakit Sekarang Pasiendatang ke RSUD bekasi dengan keluhan bengkak pada mata, wajah dan kedua kaki kurang lebih 1 minggu SMRS. Awalnya pasien merasakan bengkak pada mata dan wajah selama 2 hari, kemudian pada hari kamis keluhan bengkak juga dirasakan pada kedua kaki dan hari jumat keluhan semakin bertambah berat sehingga pasien dibawa ke poli RSUD Bekasi untuk berobat. Selain bengkak, pasien juga mengeluh sakit perut, sakit perut dirasakan diseluruh lapangan perut dan hilang timbul, paling sering muncul pada pagi hari disertai dengan BAB cair warna kuning dan sedikit ampas pada hari jumat dan hari minggu, namun hanya sekali dan terdapat demam. BAK tidak ada keluhan.
  • 11.
    RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Kesan : Pasien pernah terkena parotitis pada usia 8 tahun  Pasien baru pertama kali mengalami keluhan seperti sekarang Penyakit Umur Penyakit Umur Penyakit Umur Alergi - Difteria - Jantung - Cacingan - Diare - Ginjal - DBD - Kejang - Darah - Thypoid - Maag - Radang paru - Otitis - Varicela - Tuberkulosis - Parotis 8 tahun Asma - Morbili -
  • 12.
    RIWAYAT KELUARGA Ayah Ibu NamaTn. A Ny. Perkawinan ke Pertama Pertama Umur 35 tahun 33 tahun Keadaan kesehatan Baik Baik • Kesan : Keadaan kesehatan kedua orang tua dalam keadaan baik
  • 13.
    Pemeriksaan Fisik  KU:Tampak sakit sedang  TD : 100/70 mmhg  Frekuensi Nadi : 120 x/m  Frekuensi Napas : 48 x/m  Suhu : 36,9°C  Berat Badan : 30 kg  Tinggi Badan : 132 cm  Status Gizi : Baik
  • 16.
    • Normocephali, Ubun– ubun rata Bentuk • Hitam, tidak mudah dicabut, distribusi baik Rambut • Kelompok mata cekung -/-, konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, RCL +/+, RCTL +/+, pupil isokor 3 mm/3 mm, edema palpebra Mata • Normotia, membran timpani sulit dinilai, serumen -/- Telinga • Bentuk normal, septum deviasi (-), napas cuping hidung -/- Hidung • Mukosa bibir lembab, sianosis sentral -,T1 –T1 tenang, faring tidak hiperemisa Mulut • Normoglasia, warna merah muda, lidah kotor (-) Lidah • TonsilT1-T1, kriptus -/-, detritus -/-, faring tidak hiperemis, arkus faring simetris, granula (-) Tenggorokan • KGB tidak membesar, kelenjar tiroid tidak membesar, trakea letak normal Leher KEPALA
  • 17.
    PARU Inspeksi Pergerakan dindingdada simetris kanan dan kiri, Retraksi -/- Palpasi Vocal fremitus + kanan = kiri Perkusi Sonor, Batas paru hati garis , midclavicula ics 6. batas paru lambung ics 5 garis axila anterior Auskultasi BND vesikuler, ronki +/+, wheez -/- JANTUNG Inspeksi Tidak tampak pulsasi ictus cordis Palpasi Pulsasi ictus cordis teraba Perkusi Redup, batas jantung dalam batas normal Auskultasi Bunyi jantung I-II reguler, gallop (-), murmur (-)
  • 18.
    PERUT Inspeksi Tampak Buncit PerkusiBising usus normal 3 kali/ menit Palpasi Dinding Perut Tegang , nyeri tekan +, konsistensi kenyal Hati Teraba tidak membesar Limpa Tidak membesar Ginjal Tidak ada nyeri ketok CV Lain - lain - Perksusi Timpani
  • 19.
    Pemeriksaan Fisik  Vertebrae: dalam batas normal  Extremitas : Cappilary refill > 2 detik, edema pretibia +/+  Kulit tidak terdapat bercak efloresensi, turgor baik, ikterus (-)
  • 20.
    PEMERIKSAAN LABORATORIUM TANGGAL6/9/ 2014 Jenis Hasil Satuan Nilai Normal HEMATOLOGI Darah lengkap LED 83 Mm 0-10 Leukosit 9,8 ribu/uL 5-10 Hitung jenis basofil 0 % <1 eosinofil 4 % 1-3 Batang 2 % 2-6 Segment 53 % 52-70 Limfosit 35 % 20-40 Monosit 6 % 2-8 Eritrosit 5,19 juta/uL 4-5 Hemoglobin 12,6 g/dL 11-14,5 Hematokrit 40,1 % 37-47 Index Eritrosit MCV 77,3 fL 75-87 MCH 24,3 Pg 24-30 MCHC 31,4 % 31-37 Trombosit 537 ribu/uL 150-400 IMUNOSEROLOGI Anti streptolisin Reaktif Non reaktif
  • 21.
    PEMERIKSAAN LABORATORIUM TANGGAL6/ 9/ 2014 Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal KIMIA KLINIK Protein total Albumin Globulin FUNGSI HATI SGOT SGPT FUNGSI GINJAL Ureum Kreatinin LEMAK Kolesterol 4,30 g/dl 1,11 g/dl 3,19 g/dl 24 U/L 17 U/L 24 U/L 17 U/L 436 6,6-8 3,5-4,5 1,5-3,0 < 37 U/L < 41 U/L <37 <41 <200
  • 22.
    Jenis Pemeriksaan HasilNilai Normal KIMIA URINE Warna Kejernihan pH BJ Albumin urin Glukosa Keton Urobilinogen Bilirubin Darah samar Leukosit esterase Nitrit Kuning Agak keruh 7 1025 Pos 3 (+++) Negatif Negatif 0,2 Negatif Negatif Negatif Negatif Kuning Jernih 5,0-8,0 1005-1030 Negatif Negatif Negatif 0,1-1 Negatif Negatif Negatif Negatif PEMERIKSAAN LABORATORIUM TANGGAL 6/ 9/ 2014
  • 23.
    PEMERIKSAAN LABORATORIUM TANGGAL6/ 9/ 2014 Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal MIKROSKOPIS URINE Eritrosit Leukosit Silinder Epitel Kristal Bakteri Lain-lain 0-2 0-5 Negatif Gepeng (+) Negatif Positif 1 (+) Negatif <2 <5 Negatif Gepeng (+) Negatif Negatif Negatif
  • 24.
  • 26.
    Diagnosis DIAGNOSIS KERJA  SindromNefrotik DIAGNOSIS BANDING  Glomerulonefritis akut pasca streptokokus  anti streptolisin reaktif
  • 27.
    PENATALAKSANAAN Non medikamentosa : Tirah baring, rawat di ruang biasa  Diet protein  Edukasi kepada orangtua tentang penyakit yang diderita  Observasi tanda-tanda vital
  • 28.
    Penatalaksanaan Medikamentosa :  IVFDDextrose 5% 15 tpm  Prednisone tab 2 mg/kgbb/hari  4-4-4  Ambroxol syr 3x1 cth Inhalasi /12 jam  Transfusi albumin (Д alb) x 0,8 x BB = (3,5-1,1) x 0,8 x 30 = 57,6  60 cc
  • 29.
    Ad vitam :dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad malam Prognosis
  • 30.
  • 31.
    Anatomi Ginjal a. renalis a.Segmental renalis Ureter Pelvis renalis Pyramides renales, Medula renalis Cortex renal a. interlobular a. arcuata a. interlobaris Calix minor Calix mayor Capsula fibrosa renalis
  • 34.
    SINDROM NEFROTIK • Definisi Keadaanklinis yang ditandai oleh proteinuria masif, hipoproteinemia, edema dan hiperlipidemi • Prevalensi • Laki-laki : Perempuan = 2 : 1 • 2 – 7 per 100.000 anak < 18 tahun (Amerika dan Inggris) • Sebagian besar pasien dari Poliklinik Nefrologi RSCM
  • 35.
    Diagnosis Sindrom nefrotik (SN)adalah suatu sindrom klinik dengan gejala: 1. Proteinuria massif (≥ 40 mg/m2 LPB/jam atau rasio protein/kreatinin pada urin sewaktu > 2 mg/mg atau dipstik ≥ 2+) 2. Hipoalbuminemia ≤ 2,5 g/dL 3. Edema 4. Dapat disertai hiperkolesterolemia
  • 36.
    Remisi Proteinuria negatifatau trace (proteinuria < 4 mg/m2 LPB/jam) 3 hari berturut-turut dalam 1 minggu Relaps Proteinuria ≥ 2+ (proteinuria >40 mg/m2 LPB/jam) 3 hari berturut-turut dalam 1 minggu Relaps jarang Relaps kurang dari 2 x dalam 6 bulan pertama setelah respons awal atau kurang dari 4 x per tahun pengamatan Relaps sering Relaps ≥ 2 x dalam 6 bulan pertama setelah respons awal atau ≥ 4 x dalam periode 1 tahun Dependen steroid Relaps 2 x berurutan pada saat dosis steroid diturunkan (alternating) atau dalam 14 hari setelah pengobatan dihentikan Resisten steroid Tidak terjadi remisi pada pengobatan prednison dosis penuh (full dose) 2 mg/kgbb/hari selama 4 minggu. Sensitif steroid Remisi terjadi pada pemberian prednison dosis penuh selama 4 minggu BATASAN
  • 37.
  • 38.
    Gene/protein Location PhenotypeInheritance NPHS/nephrin Slit diapraghm CNF AR NPHS2/podocin Slit diapraghm FSGS AR CD2AP/CD2AP Near slit diapraghm FSGS TRPC6/TRPC6 Podocyte FSGS AD WT1 Podocyte FSGS AR ACTIN4 Foot process FSGS AD tRNA Podocyte FSGS COO2 Podocyte FSGS AD = autosomal dominant, AR = autosomal recessive, CNF = congenital nephrotic syndrome of the Finnish type, FSGS = focal segmental glomerulosclerosis Tabel : Genetic Forms of Nephrotic Syndrome
  • 39.
    Permeabilitas basal membranmeningkat; Protein bocor ke dalam filtrasi glomerulus Proteinuria masif Hipoalbuminemia Lipid serum meningkat Tekanan onkotik plasma menurun Transudasi cairan dari ruang vaskuler ke ruang interstisiel Retensi air dan garam di tubuli renalis Edema etiologi GFR menurunAldosteron &ADH meningkat Hipovolemia Patofisiologi Sindroma Nefrotik
  • 40.
    Permeabilitas basal membranmeningkat; Protein bocor ke dalam filtrasi glomerulus Proteinuria masif Hipoalbuminemia Merangsang hati : Sintesa protein , lipid dan gangguan transportasi partikel lipid dalam sirkulasi Tekanan onkotik plasma menurun Transudasi cairan dari ruang vaskuler ke ruang interstisiel Volume plasma dan cardiac output menurun Aliran darah ke ginjal menurun, GFR menurun Retensi air dan garam di tubuli renalis Jumlah airan interstisiel meningkat Edema etiologi Menurun katabolisme Kolesterol ↑, trigliserida ↑ Hiperlipidemia & lipiduria Sekresi mineralokortikoid Aldosteron dan ADH naik
  • 41.
  • 42.
  • 43.
  • 44.
  • 45.
    MANIFESTASI KLINIS Gambar :edema di telapak tangan dan kaki
  • 46.
  • 47.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG Urin : •Urianalsis: proteinuria semikuantitatif ++ atau lebih, dapat disertai leukositouria dan atau hematuria •Protein urin kuantitatif Darah : •Darah tepi (Hb, leukositosis, hitung jenis, trombosit) dapat ditemukan tanda hemokonsentrasi, LED meningkat •Kadar albumin, globulin, rasio albumin,/globulin, kolestrol, kreatinin, ureum •Kalau memungkinkan : komplomen C3 Faal ginjal : Klirens ureum dan klirens kreatinin
  • 48.
    Sebelum Terapi Kortikosteroid 1.Pengukuran BB danTB 2. PxTD 3. Px Fisis → tanda gejala peny. Sistemik : SLE, HSP, 4. Mencari fokus infeksi 5. Uji mantoux, bila (+), beri OAT bersama kortikosteroid 6. Imunisasi
  • 49.
    TATA LAKSANA 1. EDUKASI 2.DIET Diet Nefritis (ureum dan kreatinin meningkat) Protein 1 g/kg/hari, rendah garam 1 g/hari Diet Nefrotik (ureum dan kreatinin N) Protein 2 – 3 g/kg/hari,rendah garam 1 g/hari
  • 50.
    Furosemid 1 –3 mg/kgbb/hari + spironolakton 2 – 4 minggu 2 – 4 mg/kgbb/hari Berat badan tidak menurun atau tidak ada diuresis dalam 48 jam Dosis furosemid dinaikan 2 kali lipat (maksimum 4 – 6 mg/kgbb/hari Tambahkan hidrokortison 1 – 2 mg/kgbb/hari Bolus furossemid IV 1 – 3 mg/kgbb/dosis atau per infus dengan kecepatan 0,1 – 1 mg/kgbb/jam Albumin 20% 1g/kgbb intravena diikuti dengan furosemid intravena Respon (-) Respon (-) Respon (-) Respon (-) Respon (-) Gambar 1. Alogaritme pemberian diuretik
  • 51.
    Tatalaksana SN Initial  Prednison60 mg/m2LPB/hari (4 minggu)  Prednison 40 mg/m2LPB/hari intermitten/alternating (4 minggu)
  • 52.
    Tatalaksana SN Relaps Jarang :  Prednison 60 mg/m2LPB/hari Remisi (max. 4 minggu)  Prednison intermitten/alternating (4 minggu)
  • 53.
    Tatalaksana Sering :  Prednison60 mg/m2LPB/hari Remisi (max. 4 minggu)  Prednison intermitten/alternating ( 3 – 6 bulan )
  • 54.
    SN relaps sering/ dependen steroid Prednison FD → Remisi Diturunkan sampai dosis threshold 0,1 – 0,5 mg/kgBB AD 6 – 12 bulan Relaps pada prednison > 0,5 mg/kgbb AD Levamisol 2,5 mg/kgbb AD (4 – 12 bulan Relaps pada prednison > 1 mg/kgbb AD atau efek samping steroid ↑ CPA 2 – 3 mg/kgBB 8 – 12 minggu Relaps → Prednison standard Relaps pada prednison > 0,5 mg/kgbb AD Siklosporin 5 mg/kgbb/hari selama 1 tahun (1) Prednison AD + CPA (3) (3) (4) (2) Gambar 6. Diagram pengobatan SN relaps sering atau dependen steroid 1. pengobatan steroid jangka panjang 2. Langsung diberi CPA 3. Sesudah prednison jangka panjang, dilanjutkan dgn CPA 4. Sesudah jangka panjang dan levamisol, dilanjutkan dgn CPA
  • 55.
    TATA LAKSANA SN dependensteroid • Prednison 60 mg/m2LPB/hari  remisi (max. 4 minggu) • Siklofosfamid puls 500 – 750 mg/m2LPB/hari infus 1x/bulan sampai 6 bulan • Prednison Alternating/intermiten (12 minggu) Tappering off : Prednison 1 mg/m2LPB/hari (1 bln)  0,5 mg/m2LPB/hari (1 bln)
  • 57.
    TATA LAKSANA SN resistensteroid • Siklofosfamid oral 2 – 3 mg/m2LPB/hari (1x/hari, 3 sampai 6 bulan) • Prednison alternating  1 mg/m2LPB/hari selama 1 bulan,  0,5 mg/m2LPB/hari selama 1 bulan (tap 0ff 2 bulan)
  • 59.
    TATA LAKSANA OEDEM DIURETIK • Furosemide/Spironolakton 1 – 2 mg/kgBB/hari
  • 60.
    Sindrom nefrotik episodepertama (tanpa kontra indikasi steroid) Prednison 2 mg/kgbb setiap hari selama 4 minggu 1,5 mg/kgbb alternating selama 4 minggu Relaps sering depended steroidRelaps jarang Relaps steroid Dirujuk untuk evaluasi lanjutan dan biopsi Dirujuk untuk evaluasi lanjutan steroid jangka panjang (tentukan) dosis threshold) Prednison 2 mg/kgbb setiap hari sampai remisi, kemudian 1,5 mg/kgbb altenating selama 4 minggu Levamisol, siklofosfamid, siklosporin A, MMF Dosis threshold < 0,5 mg/kgbb Teruskan prednison alternating selama 9 – 18 bulan Dosis threshold < 0,5 mg/kgbb atau efek samping steroid yang berat
  • 61.
    KOMPLIKASI  Infeksi →Antibiotik  Trombosis → heparin subkutan  Hiperlipidemia → Lipid inhibitor HMgCoA reduktase (statin)  Hipokalsemia → sup K &Vit D  Shock Hipovolemik → NaCl Fisiologis  Hipertensi → ACE, ERB, antagonis β adregenik  Efek samping steroid
  • 62.
    PROGNOSIS  42,2 %penderita masih mengalami relaps setelah dewasa  Jumlah relaps per tahun menurun sebanding dengan meningkatnya usia
  • 63.
    Perbedaan Sindroma nefrotikGlomerulonefritis Etiologi Tidak diketahui secara pasti Streptococcus  haemolitycus Patofisiologi Reaksi AgAb Perubahan permeabilitas MBG Reaksi AgAb kerusakan pembuluh darah kapiler Glomerulus Gejala klinis •Edema anasarka •Proteinuria massif •Hipoalbuminemia •hiperlipidemia •Gross hematuria •Hipertensi •Edema lokal Terapi Albumin IV + Diuretikum Diuretikum
  • 64.
  • 65.
    Protein total 4,30g/dl ↓ Albumin 1,11 g/dl ↓ Kolestrol 436 ↑ Warna urin Keruh Albumin urin Positif 3 (+++)↑ • Edema palpebra +/+ • Ronki +/+ • Capillary refill > 2 detik • Edema pretibia +/+ • Wajah dan kaki tampak bengkak • Proteinuria • Hipoalbuminemia • Hiperkolestrolemia • Wajah dan kaki bengkak ± 1 minggu SMRS Anamnesis pasien Manifestasi klinis Pemeriksaan lab Pemeriksaan fisik pasien
  • 66.
    Penatalaksanaan Medikamentosa :  Prednisonetab → Mengobati sindrom nefrotik  Ambroxol syr → batuk - batuk  Transfusi albumin → Mencegah oedema
  • 67.