Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Fetti Nurbuah
Lisa Wahyuningrum
Nur Indah Pratiwi
Selvia Andreyani
Annastasia D. W. P.
Candra Satrio
Ganda Ardi Pameling
S...
bahan atau panduan bahan- bahan yang digunakan untuk
mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau
keadaan patologi ...
Pengobatan dapat disebut rasional apabila pasien
menerima terapi yang tepat sesuai dengan kebutuhan
kliniknya, sesuai deng...
Persyaratan
Penggunaan obat
rasional
Menurut WHO 1985
pengobatan rasional
bila:
Pasien menerima obat yang
sesuai dengan ke...
Secara praktis penggunaan obat dikatakan
rasional jika memenuhi kriteria
Tepat diagnosis
Sesuai dengan indikasi
penyakit
T...
Tepat diagnosis
Penggunaan obat disebut
rasional jika diberikan untuk
diagnosis yang tepat. Jika
diagnosis tidak ditegakka...
Sesuai dengan indikasi penyakit
Ketepatan indikasi
berkaitan dengan
penentuan perlu tidaknya
suatu obat diberiakan pada
su...
Tepat pemilihan obat.
Keputusan untuk melakukan upaya
terapi diambil setelah diagnosis
ditegakkan dengan benar. Dengan
dem...
Tepat Dosis
Pemberian dosis yang
berlebihan, khususnya untuk
obat yang dengan rentang
terapi yang sempit misalnya
theofili...
Tepat cara pemberian
antibiotik tidak boleh dicampur
dengan susu karena akan membentuk
ikatan sehingga menjadi tidak dapat...
Tepat interval waktu pemberian
Cara memberikan obat
hendaknya dibuat sesederhana
mungkin dan praktis agar
mudah ditaati ol...
Tepat lama pemberian
Lama pemberian obat itu harus
sesuai dengan penyakitnya
masing- masing. Untuk
tuberculosis lama pembe...
Waspada terhadap efek samping
Pemberian obat potensial
menimbulkan efek samping
yaitu efek yang tidak
diinginkan yang timb...
Penilaian terhadap kondisi pasien
Ketepatan penilaian
diperlukan terhadap
kontraindikasi, pengaruh faktor
konstitusi penya...
Tepat Informasi
Ketepatan informasi
menyangkut informasi cara
penggunaan obat, efek
samping obat dan cara
penanggulanganny...
Tepat dalam melakukan upaya tindak
lanjut
Tepat tindak lanjut maksudnya
pada saat memutuskan
pemberian terapi harus sudah
...
Obat yang Efektif, aman, dan mutu
terjamin dan terjangkau
Untuk efektif, aman, dan
terjangkau digunakan obat –
obat dalam ...
Tepat Penyerahan obat
Penggunaan obat rasional melibatkan
juga dispenser sebagai penyerah obat
dan pasien sebagai konsumen...
Pasien patuh terhadap perintah pengobatan
yang dibutuhkan
Pasien patuh terhadap perintah
pengobatan yang dibutuhkan
maksud...
Dampak pada mutu pengobatan dan
pelayanan.
Penderita ISPA non pneumonia
pada anak sering diberikan
antibiotik
Dampak terhadap biaya pengobatan.
Penggunaan obat tanpa
indikasi yang jelas, atau
pemberian obat untuk
keadaan yang sama s...
Dampak terhadap kemungkinan efek samping
dan efek lain yang tidak diharapkan.
Terjadinya resistensi kuman
terhadap antibio...
Dampak terhadap mutu ketersediaan obat.
keluhan demam,batuk dan
pilek mendapatkan antibiotik
untuk rata-rata 3 hari
pember...
1. Pembuat resep (dokter), dokter
yang kurang pengetahuan,
ketrampilan dan tidak percaya diri,
pengalaman praktek sehari-h...
3. Sistem perencanaan dan
pengelolaan obat
4. Kebijaksanaan obat dan
pelayanan kesehatan
5. Lain-lain misalnya
informasi d...
1. Pemberian obat bagi penderita yang
tidak memerlukan obat (obat tanpa
indikasi)
2. Pemakaian obat yang tidak sesuai
indi...
Penggunaan obat rasional
Penggunaan obat rasional
Penggunaan obat rasional
Penggunaan obat rasional
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Penggunaan obat rasional

  • Login to see the comments

Penggunaan obat rasional

  1. 1. Fetti Nurbuah Lisa Wahyuningrum Nur Indah Pratiwi Selvia Andreyani Annastasia D. W. P. Candra Satrio Ganda Ardi Pameling Saprida Apriani Iin Rafiah Dekri Anisa
  2. 2. bahan atau panduan bahan- bahan yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan, diagnosis, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan, dan kontrasepsi termasuk produk biologi
  3. 3. Pengobatan dapat disebut rasional apabila pasien menerima terapi yang tepat sesuai dengan kebutuhan kliniknya, sesuai dengan dosis yang dibutuhkannya, pada periode waktu yang adekuat, dan dengan harga yang terjangkau untuk pasien dan masyarakat (WHO,1985).
  4. 4. Persyaratan Penggunaan obat rasional Menurut WHO 1985 pengobatan rasional bila: Pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk periode yang adekuat. Dengan harga yang paling murah untuknya dan masyarakat.
  5. 5. Secara praktis penggunaan obat dikatakan rasional jika memenuhi kriteria Tepat diagnosis Sesuai dengan indikasi penyakit Tepat pemilihan obat Tepat Dosis Tepat cara pemberian Tepat interval waktu pemberian Tepat lama pemberian Waspada terhadap efek samping Penilaian terhadap kondisi pasien Tepat Informasi Tepat dalam melakukan upaya tindak lanjut Obat yang Efektif, aman, dan mutu terjamin dan terjangkau Tepat Penyerahan obat Pasien patuh terhadap perintah pengobatan yang dibutuhkan
  6. 6. Tepat diagnosis Penggunaan obat disebut rasional jika diberikan untuk diagnosis yang tepat. Jika diagnosis tidak ditegakkan dengan benar maka pemilihan obat akan terpaksa mengacu pada diagnosis yang keliru tersebut. Akibatnya obat yang diberikan juga tidak akan sesuai dengan seharusnya.
  7. 7. Sesuai dengan indikasi penyakit Ketepatan indikasi berkaitan dengan penentuan perlu tidaknya suatu obat diberiakan pada suatu kasus tertentu (Sastramihardja, 1997).
  8. 8. Tepat pemilihan obat. Keputusan untuk melakukan upaya terapi diambil setelah diagnosis ditegakkan dengan benar. Dengan demikian obat yang dipilih haruslah yang memiliki efek terapi sesuai dengan spectrum penyakit. Berkaitan dengan pemilihan kelas terapi dan jenis obat berdasarkan pertimabangan manfaat, keamanan, harga, dan mutu. Sebagai acuannya bisa digunakan buku pedoman pengobatan. (Sastramiharja 1997).
  9. 9. Tepat Dosis Pemberian dosis yang berlebihan, khususnya untuk obat yang dengan rentang terapi yang sempit misalnya theofilin akan sangat berisiko timbulnya efek samping. Sebaliknya dosis yang terlau kecil tidak akan menjamin tercapainya kadar terapi yang diharapkan (Anomia 2006).
  10. 10. Tepat cara pemberian antibiotik tidak boleh dicampur dengan susu karena akan membentuk ikatan sehingga menjadi tidak dapat diabsorbsi dan menurunkan efektifitasnya. Cara pemberian obat memerlukan pertimbangan farmakokinetik, yaitu cara atau rute pemberian, besar dosis, frekuensi pemberian dan lama pemberian, sampai ke pemilihan cara pemakaian yang paling mudah diikuti pasien, aman dan efektif untuk pasien.
  11. 11. Tepat interval waktu pemberian Cara memberikan obat hendaknya dibuat sesederhana mungkin dan praktis agar mudah ditaati oleh pasien. Makin sering frekuensi pemberian obat perhari (misalnya 4 kali sehari) maka semakin rendah tingkat ketaatan pasien untuk minum obat.
  12. 12. Tepat lama pemberian Lama pemberian obat itu harus sesuai dengan penyakitnya masing- masing. Untuk tuberculosis lama pemberian paling singkat 6 bulan. Lama pemberian kloramfenikol pada demam tifoid adalah 10 – 14 hari.
  13. 13. Waspada terhadap efek samping Pemberian obat potensial menimbulkan efek samping yaitu efek yang tidak diinginkan yang timbul pada pemberian obat dengan dosis terapi. karena itu muka merah setelah pemberian atropine bukan alergi tetapi efek samping sehubungan vasodilatasi pembuluh darah di wajah.
  14. 14. Penilaian terhadap kondisi pasien Ketepatan penilaian diperlukan terhadap kontraindikasi, pengaruh faktor konstitusi penyakit penyerta dan riwayat alergi, respon individu terhadap efek obat sangat beragam, misalnya pada penderita kelainan ginjal, pemberian aminoglikosida sebaiknya dihindarkan karena resiko terjadinya nefrotoksik pada kelompok ini secara bermakna.
  15. 15. Tepat Informasi Ketepatan informasi menyangkut informasi cara penggunaan obat, efek samping obat dan cara penanggulangannya serta pengaruh kepatuhan terhadap hasil pengobatan. Informasi yang tepat dan benar dalam penggunaan obat sangat penting dalam menunjang keberhasilan terapi.
  16. 16. Tepat dalam melakukan upaya tindak lanjut Tepat tindak lanjut maksudnya pada saat memutuskan pemberian terapi harus sudah dipertimbangkan upaya tindak lanjut yang diperlukan, misalnya jika pasien tidak sembuh atau mengalami efek samping. Jika terjadi seperti ini maka dosis obat perlu ditinjau ulang atau bisa saja obatnya diganti.
  17. 17. Obat yang Efektif, aman, dan mutu terjamin dan terjangkau Untuk efektif, aman, dan terjangkau digunakan obat – obat dalam daftar obat essensial. Pemilihan batt dalam daftar obat essensial didahulukan dengan mempertimbangkan efektivitas, keamanan, dan harganya oleh para pakar dibidang pengobatan dan klinis.
  18. 18. Tepat Penyerahan obat Penggunaan obat rasional melibatkan juga dispenser sebagai penyerah obat dan pasien sebagai konsumen. Pada saat resep dibawa ke apotik atau tempat penyerahan obat di puskesmas, apoteker atau asisten apoteker atau petugas penyerah obat akan melaksanakan perintah dokter atau peresep yang ditulis pada lembar resep ntuk kemudian diberikan kepada pasien.
  19. 19. Pasien patuh terhadap perintah pengobatan yang dibutuhkan Pasien patuh terhadap perintah pengobatan yang dibutuhkan maksudnya pemberian obat dalam jangka waktu lama tanpa informasi/ supervisi tentu saja akan menurunkan ketaatan penderita. Kegagalan pengobatan tuberkulosis secara nasional menjadi salah satu bukti bahwa terapi jangka panjang tanpa disertai informasi/ supervisi yang memadai tidak akan pernah memberikan hasil seperti yang diharapkan.
  20. 20. Dampak pada mutu pengobatan dan pelayanan. Penderita ISPA non pneumonia pada anak sering diberikan antibiotik
  21. 21. Dampak terhadap biaya pengobatan. Penggunaan obat tanpa indikasi yang jelas, atau pemberian obat untuk keadaan yang sama sekali tidak memerlukan terapi obat
  22. 22. Dampak terhadap kemungkinan efek samping dan efek lain yang tidak diharapkan. Terjadinya resistensi kuman terhadap antibiotik merupakan salah satu akibat dari pemakaian antibiotik yang berlebihan (over prescribing), maupun pemberian yang bukan indikasi (misalnya infeksi yang disebabkan oleh virus).
  23. 23. Dampak terhadap mutu ketersediaan obat. keluhan demam,batuk dan pilek mendapatkan antibiotik untuk rata-rata 3 hari pemberian
  24. 24. 1. Pembuat resep (dokter), dokter yang kurang pengetahuan, ketrampilan dan tidak percaya diri, pengalaman praktek sehari-hari yang keliru, aktivitas promosi yang bias dari industri farmasi, tekanan permintaan dari pasien, generalisasi pengobatan penyakit, waktu diagnosa yang terbatas 2. Pasien/masyarakat; ketidaktahuan terapi pengobatan, pengalaman sebelumnya yang salah (misalnya, pasien yang pernah mengalami diare dan sembuh setelah disuntik maka saat diare lagi maka pasien pun minta disuntik)
  25. 25. 3. Sistem perencanaan dan pengelolaan obat 4. Kebijaksanaan obat dan pelayanan kesehatan 5. Lain-lain misalnya informasi dan iklan obat, persaingan praktek dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan permintaan pasien.
  26. 26. 1. Pemberian obat bagi penderita yang tidak memerlukan obat (obat tanpa indikasi) 2. Pemakaian obat yang tidak sesuai indikasi penyakit 3. Pemakaian obat yang tidak sesuai anjuran 4. Obat dengan toksisitas tinggi sementara obat lain yang lebih aman tidak digunakan 5. Pemakaian obat dengan harga mahal 6. Obat yang belum secara ilmiah terbukti manfaat dan keamanannya 7. Pemakaian obat yang jelas-jelas mempengaruhi kebiasaan atau persepsi keliru dari masyarakat terhadap pengobatan

×