Pasien wanita berusia 35 tahun dengan keluhan nyeri dan panas di perut bagian bawah saat buang air kecil selama 3 hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan sensitivitas di area suprapubik dan hasil laboratorium mengindikasikan infeksi saluran kemih.
Kelompok 16 0710214Yuniati Valentina 0910154 Prayoga kristianto 1010014 Muhammad Rinaldhi Akbar M 1010020 Kiki Fitria 1010053 Carryn Bestika Sugiharto 1010056 Brigita Widhayu Wiradi 1010070 Juni Royntan Tampubolon 1010110 Meigi Suwarto 1010129 Hans Natanael 1010183 Monica Gloria Komaling
3.
Skenario Ny E,seorang IRT, 35 th, berobat k Puskesmas dg keluhan: “rasa tdk enak & panas pd perut bag bawah saat BAK sjak 3 hari yg lalu”. Ny E juga mengeluh adanya perasaan “tendreness and pain over the area of the bladder” di area suprapubic abdomen, disuria pd saat miksi, polakisuria, urgency. Status Ny E : menikah, punya 5 org ank Status higine & sanitasi : sumber air shari2 dr sumur umum sarana MCK adlh MCK umum RPD : mnyangkal prnh sakit sprti ini & tdk ada riwayat DM
4.
Pem Fisik KU: tmpak skit ringan, gizi ckup kesadaran : compos mentis Tensi : 110/70 mmHg, Respi : 20 x/menit nadi : 80 x/menit, equal, irama reguler, suhu : 37,6°C kepala : mata conjunctiva palpebrae tdk anemis leher : JVP=5+2 cmH2O: tdk ad pmbesaran KGB Thorax : bntuk & prgrakan simetris cor : batas jntung normal, bunyi murni, reguler tdk ada murmur pulmo : inspeksi, palpsi, perkusi normal. Suara pernafasan VBS ki=ka, tdk ad suara tmbahan,
5.
Abdomen : perutsoepel, nyeri tekan area suprapubik(+) hepar&lien tdk traba mmbesar, ruang traube tympani, nyeri ketok pd CVA -/- Urogenital : tdk ad kelainan Ekstremitas : oedem -/- Hasil Pem Lab Hb : 12,8 g/dl Ht : 38% Leukosit : 15.000 HJ leuko : 0/2/2/85/8/3 Trombosit : 270.000 LED : 32 mm/ 1 jam
Terminologi Polakisuria :BAK sedikit & terus-menerus. Urgency : tiba-tiba ingin BAK. Tenderness : sensitivitas abnormal terhadap sentuhan / tekanan. Pain : sensasi nyeri, sakit. Disuria : nyeri saat BAK. Tenesmus : perasaan konstan untuk mengosongkan perut. Disertai rasa sakit, kram. Hematuria : adanya darah dalam urin. Subfebris : 37,5˚C - 38˚C. (>38˚C febris, <36 ˚C hipotermia) Miksi : urinasi.
8.
Traube tympani :terknik perkusi limpa. CX kiri, pada linea midklavikularis ruang traube. Suprapubik : bagian superior dari os pubis. Leukosit esterase : Tes yang bila + dalam urin peradangan. Kaudatus : memiliki ekor.
Hub Ginjal denganSisi Posterior Diafragma M. Psoas Major M. Quadratus Lumborum M. Transversus Abdominis Recessus costodiafragmaticus Pada ginjal kanan: Costa XII & ginjal kiri: Costa XI
16.
17.
18.
19.
20.
Nervus dan PembuluhLimfe Nervus: Plexus nervosus renalis Pemb. Limfatiknya adalah nodulus lumbaris
Vesica Urinaria terletaknyadi belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. 4 facies: superior 2 inferolateral -> collum Posterior=basis Superior + 2 inferolateral -> apex Apex + basis -> corpus Vaskularisasi a. vesicalis superior -> bag. atas a. vesicalis inferior -> bag.bawah & collum a. vesicalis mediale -> fundus
24.
Urethra Pria panjangnyakira-kira 13,7-16,2 cm Terdiri dari : pars Prostatica pars membranosa pars Spongiosa. Wanita Panjang kira-kira 3,7-6,2 cm (Taylor), 3-5 cm (Lewis) hanya sebagai saluran ekskresi
GINJAL Seperti kacang,coklat kemerahan. Organ retroperitoneal, posterior abdomen. Dibungkus kap . jaringan ikat padat dan jaringan lemak perirenal Medial : cekung (hilus) Hilu s dilewati arteri,vena renalis, pembuluh lymph, & ureter Sinus renalis dilewati pelvis, calyx major-minor a. Korteks -> granuler,warna coklat Cortical collums/columna renalis Bertini : kortek s yang menjorok di an ta r a pyramid Lengkungan korteks : korteks di basis setiap pyramid
30.
Corpusculum renalis malphigi : glomerulus -> sel mesangeal kapsula Bowman -> lamina parietalis (epitel selapis gepeng), visceralis (sel podosit ->pedikel ) polus vaskularis dan urinalis spatium kapsula Bowman / rongga urinarius Medullary ray : garis-garis longitudinal
Apparatus juxta glomerulare : pada tempat pertemuan tubulus kontortus distal dengan arteriol afferen. Di sekelilingnya ada macula densa dan polkissen Collecting tubule / ductus colligen (kecil : epitel selapis kuboid, besar : epitel selapis silindris) -> menjadi duc t. papillaris Bellini
URETER Diameter 3-4mm, panjang 25-30 cm a. Tunika mukosa (epitel transisional, crusta , lamina propria) b. Tunika submukosa c. Tunika muskularis d. Tunika adventitia
40.
C circularmuscle layer of ureter L longitudinal muscle layer of ureter LP lamina propria V blood vessel
VESICA URINARIA Tunikamukosa (epitel transisional, lamina propria) Tunika muskularis Tunika serosa -> jarang terlihat Tunika adventitia -> jarang terlihat
43.
URETHRA Wanita :p anjang 2-4 cm -> epitel berlapis gepeng sampai silindris bertingkat Pria : panjang 20-25 cm a. Pars prostatika : proximal, epitel transisional b. Pars membranosa c. Pars cavernosa : ujung penis, epitel berlapis gepeng
Fungsi Ginjal MengaturKeseimbangan Air dan Elektrolit ( Homeostasis ) Ekskresi Terhadap Sisa Produk metabolic dan Bahan Kimia Asing Pengaturan Terhadap Normalitas Tekanan Darah Tubuh Erytropoietic Pengaturan Keseimbangan Asam – Basa tubuh Penghasil Vit. D Sintesa Glucosa
46.
Sistem urinarium F/SU : Keseimbangan transportasi air dan zat terlarut Ekskresi zat buangan Mengatur keseimbangan asam basa Membentuk urin SU tdd : 2 buah ginjal yg membuang zat sisa met atau zat yg berlebihan, serta mmbntuk urin 2 ureter yg mntranspor urin ke kandung kemih Kandung kemih : tmpat mnampung urin Uretra : saluran yg mnglirkan urin dri kandung kemih ke luar tubuh
Infeksi Saluran KemihDefinisi Reaksi inflamasi dari urotelium terhadap masuknya mikroorganisme ke dalam saluran kemih. Ditandai dengan bakteriuria dan piuria. Insidensi & Epidemiologi Paling sering di USA 40% pada orang yang memakai kateter jangka panjang Semua umur (W > P) >65tahun, postmenopause Laki-laki yang belum di sirkumsisi
52.
Etiologi E. coliProteus mirabilis Staphylococcus Klasifikasi ISK bawah uretritis, sistitis, prostatitis ISK atas pielonefritis
53.
Faktor Resiko Jeniskelamin Usia Kehamilan DM Jarang minum Litiasis Suka menahan kencing (Refluks vesiko-ureter) Hubungan seksual kateterisasi
54.
patogenesis Bakteri masukke dalam tubuh (secara ascending dari ureter,hematogen,usus) 1.Bakteri melekat pada urethral epithelial cells 2.Bacteria cell memiliki fimbrae yang berikatan dengan -D-Gal-4-β-D-Gal receptors (the P blood group) di mukosal cell (terdapat pada ureter dan uretra
55.
fimbrae yang berikatandengan -D-Gal-4-β-D-Gal receptors Peningkatan transport bakteri ke ginjal,perkembangan bakteri
56.
57.
IL-6,IL-8 ikut menginduksiapoptosis epithelial cell Infeksi bakteri menyebabkan hemolysin dan endotoxin,bisa menyebabkan reaksi inflamasi dan bisa berakibat demam,nyeri,dll
DASAR DIAGNOSIS Wanita,35 tahun, IRT, menikah, punya 5 orang Keluhan utama: Rasa tidak enak dan panas pada perut bagian bawaah saat BAK (sejak 3 hari lalu) Tenderness and pain over the area of bladder , di area suprapubic abdomen Disuria saat miksi, polakisuria, urgency Higiene & Sanitasi: Sumber air sehari-hari sumur umum Sarana MCK MCK umum RPD: tidak pernah sakit seperti ini, tidak ada riwayat DM
62.
PEMERIKSAAN FISIK Keadaanumum: sakit ringan, gizi cukup Kesadaran: compos mentis Vital signs: Tensi 110/70 mmHg Respirasi 20x/menit Nadi 80x/menit, equal, irama reguler Suhu 37,6 C Abdomen: perut soepel, nyeri tekan di area suprapubic + HEMATOLOGI Leukosit 15.000/mm 3 Hitung jenis leukosit 0/2/2/85/8/3 (%) LED 32mm/1jam
PEMERIKSAAN PENUNJANG URINALISIS1. Urinalisis Rutin Warna, bau, kejernihan, BJ, pH Dipstick urine test Test katalase (mendeteksi bakteriuria & piuria, bakteri penyebab ISK +) Mikroskopik tanpa sentrifugasi Kultur urine significant bacteriuria : > 100.000 CFU/ml urine Leukosit esterase Mengetahui adanya enzim leukosit + pd dipstick urine test equivalent dgn leukosit 4/LPB (indikator ISK) Nitrat Reductase Test ISK nitrit urine +
65.
TEST SENSITIVITAS ANTIBIOTIKRujukan Tabel Standar Sensitivitas Antibiotik , 3 kategori: sensitive, intermediate, resistant CYSTOSCOPY Bisa melihat ada peradangan/tidak, kapasitas kandung kemih. Hanya menghilangkan kemungkinan diagnosis lain CEK UREUM, KREATININ
66.
RENAL IMAGING PROCEDURUSG Radiologi (foto polos perut, pielografi IV, michirating cystogram) Isotop scanning POTASSIUM SENSITIVITY TEST Pasien cystitis PST abnormal Menggunakan 2 cairan (air steril & kalium) Identifikasi sakit: abnormal potassium >2 (skala 0-5), lebih sakit drpd air steril
67.
DIAGNOSIS BANDING CYSTITISBAKTERIAL PYELONEPHRITIS ACUTE SEKUNDER Definisi Peradangan kandung kemih Proses inflamasi parenkim ginjal yang disebabkan infeksi bakteri Etiologi E.Colli, Klebsiella Sp, Proteus, Pseudomonas, Lactobacilus E.Colli, Klebsiella Sp, Proteus, Pseudomonas, Lactobacilus Insidensi Wanita >> Wanita >> CVA - + Silinder leukosit - + Epitel Kaudatus Kuboid
68.
CYSTITIS BAKTERIAL PYELONEPHRITISACUTE SEKUNDER Gejala Klinik Dysuria, urgency, nokturia,poliuria, rasa terbakar saatmiksi, hematuria, nyeri suprapubic dan pinggang Demam dan menggigil tiba-tiba nyeri menetap pada pinggang, nokturia, urgency, disuria, poliuria, malaise, mula, muntah, diare, takikardi
69.
INTERSTITIAL CYSTITIS URETRITISDefinisi Sindrom klinik yang dikarakterkan oleh urgency urinary yang kronis, peningkatan frekuensi miksi, adanya tekanan suprapubic Peradangan dari saluran uretra Etiologi Autoimmune disorder, disfungsi otot pelvis, infeksi virus dan bakteri N.Gonorrhoeae, Chlamidia trachomatis, U. Urealyticum Insidensi Wanita >> Wanita >> Gejala Klinik Poliuria, urgency, nyeri pelvis, nokturia Rasa gatal dan terbakar pada urethra, pada urethra : merah dan edematous
70.
Pencegahan Menggunakan airbersih untuk mandi dan minum Bersihkan daerah perineum dari depan ke belakang (wanita) Bersihkan prepitium penis sesering mungkin, apabila belum disunat sumber bakteri (pria) Tidak meminum alkohol, teh, kopi menurunkan sensitivitas vesica urinaria Jus buah, terutama jus cranberry dan vit. C mengasamkan urine Segera buang air setelah berhubungan seksual
71.
Penatalaksanaan Non-farmakologi Minumbanyak air mengeluarkan bakteri dalam urin Dilarang menahan BAK Farmakologi Trimetroprim/Sulfamethoxazole Tab: TM 80 mg SMZ 400 mg Kapsul: TM 160 mg SMZ 800 mg 5 ml sirup: TM 40 mg SMZ 200 mg
72.
2. Quinolone 400mg 3dd 7-10 hari 3. Fosfamicin (Fosmicin) I : pencegahan infeksi pada pembedahan abdomen D : dws 2-4 mg anak 100-200 mg/kg BB diberikan secara: drip infus IV (2 dosis) inj. IV (4 dosis) 4 . Phenazopyridine HCl (Pyridium) I : meredakan nyeri, rasa terbakar, urgensi, frekuensi, dan rasa tidak nyaman lainnya karena iritasi pada sal. Kemih D : 100 mg 2 tab 3 dd
73.
Prognosis Quo advitam : dubia ad bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam Quo ad sanationam : ad bonam