Anis Susilo 4411411056
Resti Ariani 4411411009
Sri Handayani 4411411047
Biologi 2011
Universitas Negeri Semarang
Struktur Jaringan Hewan
Jaringan Epitel
 Jaringan yang membatasi tubuh dan lingkungannya,
baik di sebelah luar maupun dalam.
 Berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm
 Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut
epidermis. Yang membatasi rongga dalam disebut
endodermis, sedangkan yang membatasi rongga
disebut mesoderm.
 Epitel yang berbentuk membran dan berasal dari
mesoderm ada dua macam yaitu : Endothelium dan
Mesothelium.
“Ciri-ciri Jaringan Epitel”
Cellularity > terdiri dari sel yang
serupa & berhubungan.
•Polarity > mempunyai dua sisi yang berbeda
Attachment > melekat pada
membran basal.
•Avascularity > tidak ada pembuluh darah
•Regeneration > sel yang rusak di bagian
permukaan akan segera digantikan oleh sel
di bagian bawahnya.
Pelindung (Proteksi)
Alat Sekresi (Sekretori)
Alat Penerima Rangsang/ Impuls
Alat penyaring atau filtrasi
Alat absorpsi
Alat Lubrikasi
Alat Respirasi
Alat Ekskresi
Fungsi Jaringan Epitel
• Sel-sel epitel dalam keadaan hidup dapat
berubah bentuknya untuk mengikuti
perubahan permukaan yang ditutupinya.
Kalau permukaannya mengkerut, bentuk sel-
sel epitelnya menjadi lebih tinggi dan
sebaliknya kalau permukaannya meluas,
bentuk sel-sel akan lebih rendah.
Bentuk Sel Epitel
Epitelium Tissue
Squamous cuboideum Cilindricum
1. Sel gepeng/pipih
Bentuknya seperti sisik ikan maka disebut squamous cell.
Pada potongan tegak lurus permukaan epitel tampak bentuk
sel yang memanjang dengan bagian tengahnya yang berisi inti
lebih menebal. Apabila dilihat dari permukaan epitel, sel-
selnya tampak berbentuk poligonal.
2. Sel kuboid
mempunyai ukuran tebal dan panjang yang sama sehingga
tampak sebagai bujur sangkar. Dari permukaan epitel, bentuk
selnya tampak poligonal.
3. Sel silindris
mempunyai ukuran tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari
permukaan epitel, bentuk selnya poligonal. Biasanya inti yang
berbentuk oval agak ke basal.
• Berdasarkan susunan sel-sel yang membentuk epitel, dibedakan
:
1. Epitel gepeng selapis (Epithelium squamous simplex, simple
squamous epithelium)
2. Epitel kuboid selapis (Epithelium cuboideum simplex, simple
cuboidal epithelium)
3. Epitel silindris selapis (Epithelium cilindricum simplex, simple
columnar epithelium)
4. Epitel gepeng berlapis (Epithelium squmosum complex,
stratified squamos epithelium).
5. Epitel silindris berlapis (Epithelium cilindricum complex,
stratified columnar epithelium).
6. Epitel cuboid berlapis (Epithelium cuboideum complex ).
7. Epitel silindris bertingkat (Epithelium cilindricum
pseudocomplex, epitel silindris berlapis semu)
8. Epitel transisional (Transisional epithelium).
Epitel pipih selapis (Epithelium squamous
simplex, simple squamous epithelium).
• Ciri-ciri : Sitoplasma jernih, inti sel bulat
ditengah,.
• Epitel jenis ini terdapat, misalnya pada :
permukaan dalam membrane tympani, lamina
parietalis capsula bowman, Rete testis, Pars
descendens ansa henlei pada ginjal, mesotil yang
membatasi rongga serosa, endotel yang
membatasi permukaan sistem peredaran, duktus
alveolaris dan alveoli paru-paru dan pleura.
a. Pelapisan bagian dalam rongga dan saluran
(endothelium)
b. Tempat difusi , infiltrasi dan osmosis
Fungsi
Epitel kuboid selapis (Epithelium cuboideum
simplex, simple cuboidal epithelium).
• Susunan epitel ini terdiri atas selapis sel yang
berbentuk kuboid dengan inti yang bulat
ditengah, epitel ini dapat dijumpai pada
pleksus coroideus, diventriculus otak, folikel
glandula thyreoidia, epithelium germanitivum,
pada permukaan ovarium, epithelium
pigmentosum retinae dan duktus ekskretorius
beberapa kelenjar.
1.FOLIKEL TIROIDEA : bulat berisi massa koloid
2.MASA KOLOID
3.JAR IKAT INTERFOLIKULER
4.EPITEL KUBOID SIMPLEKS:
1
2
3
4
mengelilingi folikel,memiliki sebuah
nucleus berbentuk bulat, terletak di
pusat sel.
• Adapun fungsinya :
a. lapisan pelindung / proteksi
b. Tempat penyerapan zat (absorbsi)
c. Penghasil mucus / sekresi
Epitel silindris selapis (Epithelium cilindricum
simplex, simple columnar epithelium).
• Terdiri atas selapis sel-sel yang berbentuk silindris.
• Ditemukan pada permukaan selaput lendir tractus
digestivus dari lambung sampai anus, vesica fellea,
dan ductus excretorius beberapa kelenjar. Pada
beberapa tempat tempat kadang-kadang pada
permukaan selnya mengalami modifikasi yaitu
dengan adanya silia, misalnya dapat dijumpai pada
permukaan uterus dan bronchiolus.
• Epitel pada permukaan usus selain berfungsi sebagai
pelindung juga berfungsi sekresi karena diantaranya
terdapat sel-sel yang mampu menghasilkan lendir.
1.VILI INTETINALIS : Tunica mucosa membentuk tonjolan seperti jari
2.SEL GOBLET : modifikasi sel epitel kolumner, mengandung mucin yang dengan
teknik pewarnaan HE tampak jernih, tidak terwarnai
3.EPITEL KOLUMNER SIMPLEKS: sel yang melapisi vili intstinalis, berbentuk
silinder, selapis. Nukleus berbentuk bujur telur dengan aksis tegak lurus membrana
basalis
Sel goblet
• Adapun fungsinya:
a. Sebagai lapisan pelindung (proteksi)
b. Tempat penyerapan zat (absorbsi)
c. Tempat difusi
Epitel pipih berlapis (Epithelium squmosum
complex, stratified squamos epithelium).
• Lebih tebal dari epitel selapis, bentuk pipih.
• Terletak pada lapisan permukaan, sel yang terletak
dalam mengalami perubahan, sel yang terletak paling
basal berbentuk kuboid/silindris dan melekat pada
membaran basalis.
• Epitel ini cocok untuk fungsi proteksi, tetapi kurang
cocok untuk fungsi sekresi. Jika pada permukaan epitel
gepeng berlapis terdapat cairan, maka cairan tersebut
bukan berasal dari epitel melainkan berasal dari
kelenjar yang terdapat di bawah epitel.
Epitel jenis ini dibedakan menjadi 2 :
• Epitel pipih berlapis tanpa keratin
Epitel jenis ini terdapat pada permukaan basah,
misalnya pada cavum oris, oesophagus, cornea,
conjunctiva, vagina, dan urethra feminine.
• Epitel pipih berlapis berkeratin
Struktur jenis ini mirip dengan epitel pipih berlapis
tanpa keratin, tetapi terdapat perubahan pada sel-sel
permukaannya yang menjadi suatu lapisan yang mati
dan tidak jelas lagi batas-batas selnya. Lapisan
permukaan tersebut dinamakan lapisan keratin. Jenis
epitel ini dapat ditemukan pada epidermis kulit.
Squamus Non Kornifikasi
1.SEL-SEL SKUAMUS: terdapat pada stratum superficialis/permukaan
2.SEL-SEL POLIGONAL: terdapat pada statum intermedium
3.SEL-SEL KOLUMNER RENDAH: terdapat pada statum basale
4.MEMBRANA BASALIS
Squamus komplex Kornifikasi
Epitel silindris berlapis (Epithelium cilindricum
complex, stratified columnar epithelium).
• lapisan teratas epitel ini berbentuk silindris dan
bagian basal selnya tidak mencapai membran basalis.
Lapisan sel-sel di bawah sel silindris berbentuk lebih
pendek bahkan bagian yang terbawah berbentuk
kuboid.
• Dapat ditemukan pada peralihan oropharing ke
laring, fornix conjunctivae, urethra pars cavernosa
dan ductus excretorius beberapa kelenjar. Pada
beberapa tempat tertentu permukaan sel dari
lapisan teratas dilengkapi dengan silia, seperti pada
facies nasalis palatum molle, laring dan oesophagus
dari fetus.
Epitel columnar complex
Epitel cuboid berlapis (Epithelium cuboideum
complex ).
• Merupakan epitel berlapis yang terdiri atas
sel-sel permukaan yang berbentuk kuboid.
Jenis epitel ini tidak terlalu banyak di dalam
tubuh yaitu pada ductus excretorius glandula
parotis dan dinding anthrum folliculi ovarii.
• Fungsinya : lapisan pelindung dan penghasil
mucus
Epitel silindris bertingkat (Epithelium cilindricum
pseudocomplex, epitel silindris berlapis semu).
• Semua sel-sel yang menyusunnya mencapai membrane
basalis. Tinggi sel-sel penyusunnya tidak sama sehingga letak
inti-inti selnya nampak bertingkat atau berlapis. Sel-sel yang
berukuran pendek memiliki inti yang pendek dan berfungsi
sebagai penyokong.
• Mempunyai modifikasi dengan adanya silia pada permukaan
sel yang berukuran tinggi, sehingga epitel ini disebut sebagai
epitel silindris bertingkat bersilia.
• Ditemukan pada trachea, bronchus yang besar, dan ductus
deferens. Pada trachea sel-sel yang mencapai permukaan
terdapat dua jenis yaitu sel bersilia dan sel piala (Goblet cell)
sebagai sel kelenjar.
EPITEL
PSEUDOKOMPLEKS
KOLUMNER
Epitel transisional (Transisional
epithelium ).
• Epitel jenis ini cocok untuk melapisi
permukaan suatu organ berongga yang selalu
mengalami perubahan volume seperti
kandung kemih dan juga saluran kemih mulai
dari calyces renales sampai sebagian dari
urethra.
• Fungsinya menahan regangan dan tekanan
Epitel Transisional
1.stratum superficiale terdiri dari sel besar yg permukaan bebasnya
cembung(sel payung)
2.stratum intermedium menempati bagian tengah terdiri atas sel
berbentuk seperti buah "peer".
3.stratum basale bersandar pada membrana basalis, terdiri atas sel
berbentuk kuboid/kolumner
Modifikasi Permukaan Sel Epitel
• Pengkhususan struktur pada sisi sel
merupakan modifikasi permukaan sehingga
memenuhi fungsi hubungan dalam berbagai
bentuk.
• Bentuk khusus tersebut untuk kemantapan
dalam kedudukannya, untuk mengisi celah
antar sel pada tempat tertentu, dan untuk
merambatkan listrik.
Modifikasi Permukaan
Sel Epitel
Desmosome
(macula adhaerens)
Terminal bar
(junctional
complex)
Gap junction
• tempat perlekatan
mekanik antar dua sel yang
berdekatan
• Bentuk oval
• berbentuk sebagai : zonula
occludens, zonula
adhaerens, dan
serangkaian desmosome.
• Connexon
• menghubungkan sel-sel
secara metabolisme
‫شكركثير‬

Jaringan Epitel

  • 1.
    Anis Susilo 4411411056 RestiAriani 4411411009 Sri Handayani 4411411047 Biologi 2011 Universitas Negeri Semarang Struktur Jaringan Hewan
  • 2.
    Jaringan Epitel  Jaringanyang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik di sebelah luar maupun dalam.  Berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm  Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang membatasi rongga dalam disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga disebut mesoderm.  Epitel yang berbentuk membran dan berasal dari mesoderm ada dua macam yaitu : Endothelium dan Mesothelium.
  • 3.
    “Ciri-ciri Jaringan Epitel” Cellularity> terdiri dari sel yang serupa & berhubungan. •Polarity > mempunyai dua sisi yang berbeda Attachment > melekat pada membran basal. •Avascularity > tidak ada pembuluh darah •Regeneration > sel yang rusak di bagian permukaan akan segera digantikan oleh sel di bagian bawahnya.
  • 4.
    Pelindung (Proteksi) Alat Sekresi(Sekretori) Alat Penerima Rangsang/ Impuls Alat penyaring atau filtrasi Alat absorpsi Alat Lubrikasi Alat Respirasi Alat Ekskresi Fungsi Jaringan Epitel
  • 5.
    • Sel-sel epiteldalam keadaan hidup dapat berubah bentuknya untuk mengikuti perubahan permukaan yang ditutupinya. Kalau permukaannya mengkerut, bentuk sel- sel epitelnya menjadi lebih tinggi dan sebaliknya kalau permukaannya meluas, bentuk sel-sel akan lebih rendah. Bentuk Sel Epitel
  • 6.
  • 7.
    1. Sel gepeng/pipih Bentuknyaseperti sisik ikan maka disebut squamous cell. Pada potongan tegak lurus permukaan epitel tampak bentuk sel yang memanjang dengan bagian tengahnya yang berisi inti lebih menebal. Apabila dilihat dari permukaan epitel, sel- selnya tampak berbentuk poligonal. 2. Sel kuboid mempunyai ukuran tebal dan panjang yang sama sehingga tampak sebagai bujur sangkar. Dari permukaan epitel, bentuk selnya tampak poligonal. 3. Sel silindris mempunyai ukuran tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan epitel, bentuk selnya poligonal. Biasanya inti yang berbentuk oval agak ke basal.
  • 8.
    • Berdasarkan susunansel-sel yang membentuk epitel, dibedakan : 1. Epitel gepeng selapis (Epithelium squamous simplex, simple squamous epithelium) 2. Epitel kuboid selapis (Epithelium cuboideum simplex, simple cuboidal epithelium) 3. Epitel silindris selapis (Epithelium cilindricum simplex, simple columnar epithelium) 4. Epitel gepeng berlapis (Epithelium squmosum complex, stratified squamos epithelium). 5. Epitel silindris berlapis (Epithelium cilindricum complex, stratified columnar epithelium). 6. Epitel cuboid berlapis (Epithelium cuboideum complex ). 7. Epitel silindris bertingkat (Epithelium cilindricum pseudocomplex, epitel silindris berlapis semu) 8. Epitel transisional (Transisional epithelium).
  • 10.
    Epitel pipih selapis(Epithelium squamous simplex, simple squamous epithelium). • Ciri-ciri : Sitoplasma jernih, inti sel bulat ditengah,. • Epitel jenis ini terdapat, misalnya pada : permukaan dalam membrane tympani, lamina parietalis capsula bowman, Rete testis, Pars descendens ansa henlei pada ginjal, mesotil yang membatasi rongga serosa, endotel yang membatasi permukaan sistem peredaran, duktus alveolaris dan alveoli paru-paru dan pleura.
  • 12.
    a. Pelapisan bagiandalam rongga dan saluran (endothelium) b. Tempat difusi , infiltrasi dan osmosis Fungsi
  • 13.
    Epitel kuboid selapis(Epithelium cuboideum simplex, simple cuboidal epithelium). • Susunan epitel ini terdiri atas selapis sel yang berbentuk kuboid dengan inti yang bulat ditengah, epitel ini dapat dijumpai pada pleksus coroideus, diventriculus otak, folikel glandula thyreoidia, epithelium germanitivum, pada permukaan ovarium, epithelium pigmentosum retinae dan duktus ekskretorius beberapa kelenjar.
  • 14.
    1.FOLIKEL TIROIDEA :bulat berisi massa koloid 2.MASA KOLOID 3.JAR IKAT INTERFOLIKULER 4.EPITEL KUBOID SIMPLEKS: 1 2 3 4 mengelilingi folikel,memiliki sebuah nucleus berbentuk bulat, terletak di pusat sel.
  • 16.
    • Adapun fungsinya: a. lapisan pelindung / proteksi b. Tempat penyerapan zat (absorbsi) c. Penghasil mucus / sekresi
  • 17.
    Epitel silindris selapis(Epithelium cilindricum simplex, simple columnar epithelium). • Terdiri atas selapis sel-sel yang berbentuk silindris. • Ditemukan pada permukaan selaput lendir tractus digestivus dari lambung sampai anus, vesica fellea, dan ductus excretorius beberapa kelenjar. Pada beberapa tempat tempat kadang-kadang pada permukaan selnya mengalami modifikasi yaitu dengan adanya silia, misalnya dapat dijumpai pada permukaan uterus dan bronchiolus. • Epitel pada permukaan usus selain berfungsi sebagai pelindung juga berfungsi sekresi karena diantaranya terdapat sel-sel yang mampu menghasilkan lendir.
  • 18.
    1.VILI INTETINALIS :Tunica mucosa membentuk tonjolan seperti jari 2.SEL GOBLET : modifikasi sel epitel kolumner, mengandung mucin yang dengan teknik pewarnaan HE tampak jernih, tidak terwarnai 3.EPITEL KOLUMNER SIMPLEKS: sel yang melapisi vili intstinalis, berbentuk silinder, selapis. Nukleus berbentuk bujur telur dengan aksis tegak lurus membrana basalis
  • 20.
  • 21.
    • Adapun fungsinya: a.Sebagai lapisan pelindung (proteksi) b. Tempat penyerapan zat (absorbsi) c. Tempat difusi
  • 22.
    Epitel pipih berlapis(Epithelium squmosum complex, stratified squamos epithelium). • Lebih tebal dari epitel selapis, bentuk pipih. • Terletak pada lapisan permukaan, sel yang terletak dalam mengalami perubahan, sel yang terletak paling basal berbentuk kuboid/silindris dan melekat pada membaran basalis. • Epitel ini cocok untuk fungsi proteksi, tetapi kurang cocok untuk fungsi sekresi. Jika pada permukaan epitel gepeng berlapis terdapat cairan, maka cairan tersebut bukan berasal dari epitel melainkan berasal dari kelenjar yang terdapat di bawah epitel.
  • 23.
    Epitel jenis inidibedakan menjadi 2 : • Epitel pipih berlapis tanpa keratin Epitel jenis ini terdapat pada permukaan basah, misalnya pada cavum oris, oesophagus, cornea, conjunctiva, vagina, dan urethra feminine. • Epitel pipih berlapis berkeratin Struktur jenis ini mirip dengan epitel pipih berlapis tanpa keratin, tetapi terdapat perubahan pada sel-sel permukaannya yang menjadi suatu lapisan yang mati dan tidak jelas lagi batas-batas selnya. Lapisan permukaan tersebut dinamakan lapisan keratin. Jenis epitel ini dapat ditemukan pada epidermis kulit.
  • 24.
    Squamus Non Kornifikasi 1.SEL-SELSKUAMUS: terdapat pada stratum superficialis/permukaan 2.SEL-SEL POLIGONAL: terdapat pada statum intermedium 3.SEL-SEL KOLUMNER RENDAH: terdapat pada statum basale 4.MEMBRANA BASALIS
  • 25.
  • 27.
    Epitel silindris berlapis(Epithelium cilindricum complex, stratified columnar epithelium). • lapisan teratas epitel ini berbentuk silindris dan bagian basal selnya tidak mencapai membran basalis. Lapisan sel-sel di bawah sel silindris berbentuk lebih pendek bahkan bagian yang terbawah berbentuk kuboid. • Dapat ditemukan pada peralihan oropharing ke laring, fornix conjunctivae, urethra pars cavernosa dan ductus excretorius beberapa kelenjar. Pada beberapa tempat tertentu permukaan sel dari lapisan teratas dilengkapi dengan silia, seperti pada facies nasalis palatum molle, laring dan oesophagus dari fetus.
  • 28.
  • 29.
    Epitel cuboid berlapis(Epithelium cuboideum complex ). • Merupakan epitel berlapis yang terdiri atas sel-sel permukaan yang berbentuk kuboid. Jenis epitel ini tidak terlalu banyak di dalam tubuh yaitu pada ductus excretorius glandula parotis dan dinding anthrum folliculi ovarii. • Fungsinya : lapisan pelindung dan penghasil mucus
  • 30.
    Epitel silindris bertingkat(Epithelium cilindricum pseudocomplex, epitel silindris berlapis semu). • Semua sel-sel yang menyusunnya mencapai membrane basalis. Tinggi sel-sel penyusunnya tidak sama sehingga letak inti-inti selnya nampak bertingkat atau berlapis. Sel-sel yang berukuran pendek memiliki inti yang pendek dan berfungsi sebagai penyokong. • Mempunyai modifikasi dengan adanya silia pada permukaan sel yang berukuran tinggi, sehingga epitel ini disebut sebagai epitel silindris bertingkat bersilia. • Ditemukan pada trachea, bronchus yang besar, dan ductus deferens. Pada trachea sel-sel yang mencapai permukaan terdapat dua jenis yaitu sel bersilia dan sel piala (Goblet cell) sebagai sel kelenjar.
  • 32.
  • 33.
    Epitel transisional (Transisional epithelium). • Epitel jenis ini cocok untuk melapisi permukaan suatu organ berongga yang selalu mengalami perubahan volume seperti kandung kemih dan juga saluran kemih mulai dari calyces renales sampai sebagian dari urethra. • Fungsinya menahan regangan dan tekanan
  • 34.
    Epitel Transisional 1.stratum superficialeterdiri dari sel besar yg permukaan bebasnya cembung(sel payung) 2.stratum intermedium menempati bagian tengah terdiri atas sel berbentuk seperti buah "peer". 3.stratum basale bersandar pada membrana basalis, terdiri atas sel berbentuk kuboid/kolumner
  • 36.
    Modifikasi Permukaan SelEpitel • Pengkhususan struktur pada sisi sel merupakan modifikasi permukaan sehingga memenuhi fungsi hubungan dalam berbagai bentuk. • Bentuk khusus tersebut untuk kemantapan dalam kedudukannya, untuk mengisi celah antar sel pada tempat tertentu, dan untuk merambatkan listrik.
  • 37.
    Modifikasi Permukaan Sel Epitel Desmosome (maculaadhaerens) Terminal bar (junctional complex) Gap junction • tempat perlekatan mekanik antar dua sel yang berdekatan • Bentuk oval • berbentuk sebagai : zonula occludens, zonula adhaerens, dan serangkaian desmosome. • Connexon • menghubungkan sel-sel secara metabolisme
  • 38.