KEHAMILAN EKTOPIK
Definisi:
hasil konsepsi berimplantasi dan tumbuh diluar endometrium kavum uteri
Macam:
ď‚´ Kehamilan abdominal
ď‚´ Kehamilan ampula tuba
ď‚´ Kehamilan istmus tuba
ď‚´ Kehamilan intersial tuba
ď‚´ Kehamilan ovarial
ď‚´ Kehamilan intra ligament
ď‚´ Kehamilan kornu
ď‚´ Kehamilan serviks
Kriteria Diagnosis
ď‚´ Anamnesis:
ď‚´ Amenorea atau terlambat haid
ď‚´ Timbul sinkop dan gejala abdomen akut.
ď‚´ Nyeri perut, terutama nyeri unilateral. Gejala ini spesifik untuk kehamilan tuba,
tetapi nyeri bisa juga bilateral, dibawah perut pada 20-25% penderita ada juga
yang mengeluh nyeri bahu. Keadaan ini timbul jika perdarahan peritoneum
sudah mengiritasi diafragma.
ď‚´ Perdarahan vagina atau bercak. Gejala perdarahan dan atau perdarahan
bercak ini timbul hampir pada 75% kasus yang timbul 1 atau 2 minggu setelah
keterlambatan haid.
ď‚´ Gejala tidak spesifik lainnya
Perasaan enek, muntah dan rasa tegang pada mammae serta kadang-
kadang gangguan defekasi.
ď‚´ Pemeriksaan fisik:
ď‚´ Tanda- tanda syok
ď‚´ Hipotensi
ď‚´ Takikardi
ď‚´ Pucat, ekstremitas dingin
ď‚´ Abdomen akut
ď‚´ Perut tegang pada bagian bawah
ď‚´ Nyeri tekan, nyeri ketok dan nyeri lepas dari dinding perut
ď‚´ Pemeriksaan Ginekologi:
ď‚´ Serviks teraba lunak, nyeri tekan dan nyeri goyang.
ď‚´ Korpus uteri normal atau sedikit membesar, kadang-kadang sulit diketahui
karena nyeri abdomen yang hebat.
ď‚´ Kavum douglasi menonjol oleh karena terisi darah.
ď‚´ Pemeriksaan Penunjang: Test kehamilan positif
Diagnosis Banding
ď‚´ Methorhagia sebab kelainan ginekologik atau organik lainnya.
ď‚´ Radang panggul
ď‚´ Neoplasma ovarium (putaran tangkai, pecah, terinfeksi) dengan atau
tanpa kehamilan muda
ď‚´ Korpus luteum hemoragis
ď‚´ Appendisitis
ď‚´ Abortus iminens
Semua wanita dalam usia reproduktif yang mengalami
nyeri perut bagian bawah dengan atau tanpa anemia
perlu dilakukan test kehamilan untuk menyingkirkan
kemungkinan kehamilan ektopik.
Pemeriksaan Penunjang
ď‚´ Pemeriksaan Laboratorium
ď‚´ Kadar hemoglobin, leukosit
ď‚´ Tes kehamilan
ď‚´ Dilatasi kuretase dan pemeriksaan patologi anatomi bila meragukan
ď‚´ Pemeriksaan USG
Terlihat kantong gestasi atau massa kompleks di luar kavum uteri dan atau
deteksi genangan cairan di kavum douglasi pada KE yang telah terganggu.
ď‚´ Pemeriksaan Kuldosentesis
Untuk mengetahui dalam kavum douglasi ada darah.
ď‚´ Pemeriksaan Laparoskopi
Pemeriksaan laparoskopi, kelainan seperti: KET, infeksi pelvik, kista ovarium
segera dapat dibedakan dengan jelas.
Faskes Primer
1. Rujuk/ konsul untuk penilaian USG pada abortus imminens
2. Rujuk fasilitas perawatan lanjut pada keadaan lainnya
3. Bila perdarahan aktif/ anemis rujuk dengan jalur infus terpasang
4. Persiapkan pendonor darah
Terapi
Prinsip umum penatalaksanaan:
ď‚´ Segera dibawa ke rumah sakit
ď‚´ Transfusi darah dan pemberian cairan untuk mengkoreksi anemia dan
hipovolemia
ď‚´ Operasi segera dilakukan setelah diagnosis dapat dipastikan:
ď‚´ Kehamilan di tuba dilakukan salpingektomi
ď‚´ Kehamilan di ovarium dilakukan ovarektomi atau salpingo ovarektomia
ď‚´ Kehamilan di kornu dilakukan:
ď‚´ Histerektomi bila telah berumur > 35 tahun dan paritas cukup
ď‚´ Fundektomi bila masih muda untuk kemungkinan masih bisa dapat haid
ď‚´ Eksisi bila kerusakan pada kornu kecil dan kornu dapat direparasi.
ď‚´ Kehamilan Abdominal:
ď‚´ Bila memungkinkan kantung dan plasenta diangkat
ď‚´ Bila besar atau susah (kehamilan abdominal lanjut), anak dilahirkan dan tali pusat dipotong
dekat plasenta, plasenta ditinggalkan dan dinding perut ditutup.
Penyulit
ď‚´ Syok yang irreversible,
ď‚´ perlekatan,
ď‚´ obstruksi usus,
ď‚´ infertilitas

Kehamilan ektopik

  • 1.
  • 2.
    Definisi: hasil konsepsi berimplantasidan tumbuh diluar endometrium kavum uteri Macam: ď‚´ Kehamilan abdominal ď‚´ Kehamilan ampula tuba ď‚´ Kehamilan istmus tuba ď‚´ Kehamilan intersial tuba ď‚´ Kehamilan ovarial ď‚´ Kehamilan intra ligament ď‚´ Kehamilan kornu ď‚´ Kehamilan serviks
  • 3.
    Kriteria Diagnosis ď‚´ Anamnesis: ď‚´Amenorea atau terlambat haid ď‚´ Timbul sinkop dan gejala abdomen akut. ď‚´ Nyeri perut, terutama nyeri unilateral. Gejala ini spesifik untuk kehamilan tuba, tetapi nyeri bisa juga bilateral, dibawah perut pada 20-25% penderita ada juga yang mengeluh nyeri bahu. Keadaan ini timbul jika perdarahan peritoneum sudah mengiritasi diafragma. ď‚´ Perdarahan vagina atau bercak. Gejala perdarahan dan atau perdarahan bercak ini timbul hampir pada 75% kasus yang timbul 1 atau 2 minggu setelah keterlambatan haid. ď‚´ Gejala tidak spesifik lainnya Perasaan enek, muntah dan rasa tegang pada mammae serta kadang- kadang gangguan defekasi.
  • 4.
    ď‚´ Pemeriksaan fisik: ď‚´Tanda- tanda syok ď‚´ Hipotensi ď‚´ Takikardi ď‚´ Pucat, ekstremitas dingin ď‚´ Abdomen akut ď‚´ Perut tegang pada bagian bawah ď‚´ Nyeri tekan, nyeri ketok dan nyeri lepas dari dinding perut
  • 5.
    ď‚´ Pemeriksaan Ginekologi: ď‚´Serviks teraba lunak, nyeri tekan dan nyeri goyang. ď‚´ Korpus uteri normal atau sedikit membesar, kadang-kadang sulit diketahui karena nyeri abdomen yang hebat. ď‚´ Kavum douglasi menonjol oleh karena terisi darah. ď‚´ Pemeriksaan Penunjang: Test kehamilan positif
  • 6.
    Diagnosis Banding ď‚´ Methorhagiasebab kelainan ginekologik atau organik lainnya. ď‚´ Radang panggul ď‚´ Neoplasma ovarium (putaran tangkai, pecah, terinfeksi) dengan atau tanpa kehamilan muda ď‚´ Korpus luteum hemoragis ď‚´ Appendisitis ď‚´ Abortus iminens
  • 7.
    Semua wanita dalamusia reproduktif yang mengalami nyeri perut bagian bawah dengan atau tanpa anemia perlu dilakukan test kehamilan untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik.
  • 8.
    Pemeriksaan Penunjang ď‚´ PemeriksaanLaboratorium ď‚´ Kadar hemoglobin, leukosit ď‚´ Tes kehamilan ď‚´ Dilatasi kuretase dan pemeriksaan patologi anatomi bila meragukan ď‚´ Pemeriksaan USG Terlihat kantong gestasi atau massa kompleks di luar kavum uteri dan atau deteksi genangan cairan di kavum douglasi pada KE yang telah terganggu. ď‚´ Pemeriksaan Kuldosentesis Untuk mengetahui dalam kavum douglasi ada darah. ď‚´ Pemeriksaan Laparoskopi Pemeriksaan laparoskopi, kelainan seperti: KET, infeksi pelvik, kista ovarium segera dapat dibedakan dengan jelas.
  • 9.
    Faskes Primer 1. Rujuk/konsul untuk penilaian USG pada abortus imminens 2. Rujuk fasilitas perawatan lanjut pada keadaan lainnya 3. Bila perdarahan aktif/ anemis rujuk dengan jalur infus terpasang 4. Persiapkan pendonor darah
  • 10.
    Terapi Prinsip umum penatalaksanaan: ď‚´Segera dibawa ke rumah sakit ď‚´ Transfusi darah dan pemberian cairan untuk mengkoreksi anemia dan hipovolemia ď‚´ Operasi segera dilakukan setelah diagnosis dapat dipastikan: ď‚´ Kehamilan di tuba dilakukan salpingektomi ď‚´ Kehamilan di ovarium dilakukan ovarektomi atau salpingo ovarektomia ď‚´ Kehamilan di kornu dilakukan: ď‚´ Histerektomi bila telah berumur > 35 tahun dan paritas cukup ď‚´ Fundektomi bila masih muda untuk kemungkinan masih bisa dapat haid ď‚´ Eksisi bila kerusakan pada kornu kecil dan kornu dapat direparasi. ď‚´ Kehamilan Abdominal: ď‚´ Bila memungkinkan kantung dan plasenta diangkat ď‚´ Bila besar atau susah (kehamilan abdominal lanjut), anak dilahirkan dan tali pusat dipotong dekat plasenta, plasenta ditinggalkan dan dinding perut ditutup.
  • 11.
    Penyulit ď‚´ Syok yangirreversible, ď‚´ perlekatan, ď‚´ obstruksi usus, ď‚´ infertilitas