Kelainan Kelenjar Tiroid

FK Universitas Kristen Maranatha
Kelainan Kelenjar Tiroid
KELOMPOK TUTOR : 16
Anggota :
• Yuniati                   • Hans Nathanael
• Prayoga                   • Meigi Suwarto
• M Rinaldhi                • Monica Gloria Komaling
• Kiky Fitria
• Carryn Bestika
• Brigitta Wirahadi
• Juni Royntan Tampubolon
Skenario
Ny S umur 44 th, dtg k poliklinik dgn keluhan
capai dan lelah sepanjang hari terutama
dirasakan pada pagi dan siang hari, merasa lebih
sehat pada malam hari, hingga kerja tdk dpt
konsentrasi dan lambat. OS jga mengeluh berat
badan bertambah terus walaupun sudah diet,
sering konstipasi walaupun sudah mengkonsumsi
makanan yg berserat, dan menorrhagia. OS
merasa kedinginan sedangkan orang lain merasa
panas dan gerah. Kulitnya menjadi kering, rambut
mudah patah, leher seolah membengkak, kelopak
mata terasa berat seperti mengantuk.
Pemeriksaan Fisik :
• KU : tampak sakit sedang, compos mentis
• Tanda vital : - Suhu : 36,1 ⁰C
                - Nadi : 56 X/menit
                - Tinggi Badan : 154 cm
                - Berat Badan : 68 kg
• Kulit : teraba kasar dan kering
• Kepala : tidak ada kelainan
• Leher : teraba pembesaran difus kelenjar tiroid,
  konsistensi lunak, dan nyeri tekan (-)
• Thoraks : bentuk dan pergerakan simetris
             Paru-paru:VBS normal. Tdk terdengar suara
             tambahan. Jantung:dalam batas normal,
             terdengar suara detak jantung perlahan
• Abdomen : datar, lembut, tidak ada nyeri
  tekan, hepar dan lien tidak teraba
• Ekstremitas tidak ada oedem maupun clubbing
  fingers. Reflex KPR dan APR menurun
Pemeriksaan Laboratorium:
• Hb : 12,5 g/dl Leukosit : 7500/mm3
  Trombosit : 280000/mm3 LED : 14mm/jam
• Hitung jenis : 0/1/0/65/31/3 %
• Glukosa darah sewaktu : 80 mg/dl
• Serum TSHs : 6,0 mU/l
• Serum TT4 : 3,9 /dl Kolesterol total : 280 mg/dl
• Serum TT3 : 0,6 ng/ml
• EKG : Low Voltage pada QRS kompleks
Istilah
• 1.Menorrhagia : dismenorea,yaitu nyeri saat
  menstruasi
• 2.Difus kelenjar tiroid : kelainan yang
  menyebar di kelenjar tiroid
• 3.Konstipasi : suit untuk buang air besar
• 4.Knee Percusion Reflex : tes dengan
  mengetuk daerah lutut dengan palu reflex
• 5.Achiless Percusion Reflex : tes dengan
  mengetuk tendo achiless dengan paiu reflex
• 6.Clubbing finger :bentuk jari seperti stik drum
• 7.TSHS : salah satu hormone dari kelenjar tiroid
  sebagai indokator untuk kelainan pada kelenjar
  tiroid
• 8.Low voltage pada QRS komples : pada
  EKG,muncul gambaran gelombang yang rendah
• 9.TT4 : hormon tiroid total,jenis tiroksin
• 10.TT3: hormone tiroid total,jenis triodotironin
Anatomy Kelenjar Tiroid
• Terletak anterior pada leher bawah, dimulai dari C5 – T1.
• Terdiri dari 2 lobus, kiri dan kanan yang dihubungkan oleh
  isthmus.
• Pd bbrpa org trdpt lobus pyramidalis, peninggian dr
  isthmus
• Beratnya ±25 – 40 g pd orng dewasa ,lebih berat pd wanita.
• Terletak profundus terhadap musculus sternothyroideus
  dan musculus sternohyoideus.
• Inferior dari larynx
• Tampak seperti kupu2
• Anterolateralis thd trachea, anterior cincin trachea 2 & 4
• Anterior pd hub. Cartilago thyroidea dan cricoidea
Arteri
• A. thyroidea superior
• A. thyroidea inferior

Vena
• V. thyroideal superior
• V. thyroideal medial
• V. thyroideal inferior

Nervus
• N glandula thyroidea
FUNGSI KELENJAR TIROID

• Menghasilkan hormon kalsitonin, T3, T4
Produksi Hormon




MIT + DIT  T3
DIT + DIT  T4
Sel tiroid menjulurkan pseudopodia
                                lisosom
            Vesikel pinositik

          Vesikel digestif
     (protease), cerna Tg  T3 & T4
                  difusi

               Darah
Kerja Dan Fungsi Hormon Tiroid
• Meningkatkan aktivitas metabolik selular
• Meningkatkan transpor aktif ion melalui
  membran sel
• Efek terhadap pertumbuhan
• Meningkatkan metabolisme tubuh
• Meningkatkan BMR
• Menurunkan BB
• Meningkatkan sistem kardiovaskuler
•   Efek pada fungsi otot
•   Efek pada pola tidur
•   Efek pada kelenjar endokrin lain
•   Efek hormon pada fungsi seksual
Farmakokinetika Obat tiroid

• Absorbs T4 paling baik didalam duodenum dan
  ileum.
• Factor intraluminal yang dapat mempengaruhi
  absorbs antara lain makanan, obat (obat antacid
  yang mengandung aluminium; beberapa sediaan
  kalsium ; garam karbonat sukralfat; besi) dan
  flora usus.
• Absorbs oral dari sediaan L-thyroxine lama adalah
  sekitar 35-65% sebaliknya T3 hampir lengkap
  sekitar 95%.
Cara Kerja Obat Tiroid

• T4 dan t3 bentuk bebas memasuki sel dengan cara
  difusi atau mungkin tanpor aktif.
• Didalam sel, t4 dikonversi menjadi t3 oleh 5’-
  deiodinase, dan t4 memasuki nucleus  t3 berikatan
  dengan reseptor inti affinitas tinggi  berikatan pada
  urutan DNA spesifik dari promoter atau daerah
  regulator gen  meningkatkan transkripsi gen.
• Peningkatan transkripsi gen meningkatkan
  pembentukan RNA dan sintesis protein berikutnya 
  berpengaruh pada berbagai jaringan.
• Ada yang memberikan efek responsive pada jaringan
  seperti hipofisis, hati , ginjal, jantung, otot skelet, paru
  dan usus sementara efek yang tidak begitu responsive
  seperti pada limpa dan testis.
Sediaan Tiroid

• Sediaan - sintetis (levothyroxine, liothyronine,
  liotrix)
• Dari hewan (tiroid yang diawetkan)
• Levothyroxine sintetis merupakan sediaan pilihan
   karena
- stabilitasnya,
- keseragaman kandungan
- biaya murah,
- tidak terdapat protein asing yang bersifat alergenik ,
 - pengukuran kadar serum laboratorium yang mudah dan
   waktu paruhnya yang oanjang (7 hari) sehingga
   memberikan pemberian dosis satu kali sehari.

• Pemberian t4 akan menghasilkan kedua hormone
  tersebut, karena t4 akan dikonversi menjadi T3.
• Liothyronine tidak dianjurkan untuk terapi
   pengganti yang digunakan secara rutin karena
  - waktu paruhnya yang lebih singkat (24 jam)
   sehingga memungkinkan pemberian beberapa
   kali dosis harian;
  -biaya yang lebih mahal
  -kesulitan pemantauan laboratorium.

• Penggunaan t3 jarang diberikan dengan
  penderita jantung , karena hormone t3
  mempunyai aktifitas hormone yang kuat.
HIPOTIROIDISME
Hipotiroidisme
• Definisi
   – Merupakan penakit autoimun,dimana terjadi proses
     penghancuran dari kelenjar tiroid

• Etiologi
   Autoimun,genetic

• Insidensi
   – 45-65tahun
   – Wanita : pria = 10-.20 :1
• Klasifikasi
   – Primer
                perkembangan (disgenesis tiroid,mutasi reseptor
                TSH)
                sindrom resistensi hormone tiroid
                pasca ablasi : pembedahan,terapi iodium
                radioaktif,radiasi external
                hipotiroiditis autoimun : Tiroiditis Hashimoto
                obat (iodide,litium)
                defek biosintesis ketogenital
   – Sekunder
                kegagalan hipofisis
   – Tersier
                kegagalan hipotalamus
• Faktor resiko
           - anggota keluarga dekat dari
              penderita hashimoto
           - sindrom turner
           - trisomi 21
           - polimorfisme lokus DNA
Pathogenesis
Complications
• Goiter (Hyperthyroidism)
• Heart problems
• Mental health issues (depression, an increased-libido)
• Myxedema (intense cold intolerance, drowsiness, profound
  lethargy, unconsciousness)
• Birth defects
Pemeriksaan Penunjang
• Serum TSHs
  normal : 0,3 – 5,0 mU/L
  pada hipotiroid akan (>5,0 mU/l)
• Hormon Tiroid Total / TT4 dan TT3
  normal T4 : 4,5 – 11,7 µg/dl
          T3 : 0,8 – 1,8 µg/dl
  pada hipotiroid akan
• Hormon Tiroid Bebas / FT3 dan FT4
  normal FT4 : 0,9 – 1,9 ng/dl
         FT3 : 3,5 – 6,1 pg/ml
  pada paratiroid akan
• RT3U
  normal : 24 – 33 %
  pada hipotiroid akan
• Perubahan Biokimia
  Kadar kolesterol serum akan pada hipotiroid
• Thyroid Uptake Of Radioactive Iodine / RAIU
  normal uptake : 1 jam  9 – 19%
                   6 jam  7 – 25%
                   24 jam  5 – 30%
  pada hipotiroid akan (<3%)
• Penentuan Dengan Reaksi Imunologi / Serologi
  * AMA : antibodi terhadap tiroid mikrosomal
  * ATA : antibodi terhadap tiroid tiroglobulin
Dasar Diagnosis
• Ny. S (44 th)
• Anamnesis : - capai dan lelah
                - berat badan
                - konstipasi dan menorrhagia
                - kedinginan
                - kulit kering
                - rambut mudah patah
                - leher seolah membengkak
                - kelopak mata terasa berat
Pemeriksaan Fisik :
• KU : tampak sakit sedang
• Suhu : 36,1 ⁰C ( )
• Nadi : 56 X/menit ( )
• Tinggi Badan : 154 cm
• Berat Badan : 68 kg
• Kulit : teraba kasar dan kering
• Leher : teraba pembesaran difus kelenjar
  tiroid, konsistensi lunak
• Ekstremitas : reflex KPR dan APR
Pemeriksaan laboratorium :
• Serum TSHs : 6,0 mU/l ( )
• Serum TT4 : 3,9 µg/dl ( )
• Serum TT3 : 0,6 ng/dl ( )
• Kolesterol total : 280 mg/dl ( )
• Glukosa darah sewaktu : 80 mg/dl ( )

• EKG : Low voltage pada QRS kompleks
DIAGNOSIS BANDING
  Hipotiroidism et causa               Simple Goiter
       Hashimoto

       Idiopatik           ETIOLOGI        < iodium
  (diduga autoimun)                    > zat goitrogenik

45-65thn, anak2 jarang                    40thn
  Wanita:pria = 12:1                    Wanita > pria
                           INSIDENSI
      Japanesse

         ↑↑                  TSH         ↑ / normal

         ↓↓                   T4         ↓ / normal
Hipotiroidism et causa              Simple Goiter
     Hashimoto


        Fatigue                    Gangguan saluran
 Kulit kering, rambut                  pernapasan
          patah           GEJALA
                                       Disfagia
         BB ↑             KLINIK
                                        Batuk
      Kedinginan                    Susah menelan
    Pikun, migrain
    Reflex sendi ↓
Libido ↓ , fertilitas ↓
       Konstipasi
     menorhagia
Pencegahan
Untuk sebagian besar hipotiroidism dapat dilakukan:
•Makan makanan yang mengandung cukup yodium
•Hindari makan makanan yang mengandung zat goitrogenik
Tetapi, pada kasus ini (peny.autoimun)
•Mass screening
                Penatalaksanaan
•Levotiroksin (LT4) : pilihan utama, karena potensinya dan
stabil. Tujuan menghilangkan gejala dan mempertahankan
kadar TSH normal atau sekitar 0,4-2,5 mU/L.
Absorpsi 80% di usus dan waktu paruh 7 hari.
Dosis umum 100-125mg/hari, 1x sehari.
Pada kehamilan, kebutuhan hormone tiroid ↑ sehingga dosis
harus di ↑ karena TBG ↑ dikarenakan estrogen yang ↑.
Pada penderita lanjut usia dengan penyakit
jantung, dimulai dosis kecil 25-50µg/hari.
Sediaan tablet dan suntikan IV.
• Triyodotironin (LT3, Liothyronine) : 3-4 x lebih
  aktif dari levotiroksin. Digunakan untuk
  pengobatan jangka pendek. Absorpsi 100% di
  usus dan waktu paruh 24 jam. Dosis 10-
  25µg/hari, 2-3 x sehari. Sediaan tablet.
• Liotrix jarang digunakan
• Sediaan Tiroid diawetkan (dari hewan) jarang
  digunakan karena ketidakstabilan dan
  antigenisitas merugikan.
Prognosis

• Quo ad vitam         : dubia ad bonam
• Quo ad functionam : dubia ad bonam
• Quo ad sanationam : dubia ad bonam
Respon terhadap pemberian hormone tiroid yang
paling signifikan. Penderita dapat sembuh, tetapi
dapat kambuh kembali apabila terdapat gangguan
pengobatan.
TERIMA
 KASIH

Hipotiroidisme

  • 1.
    Kelainan Kelenjar Tiroid FKUniversitas Kristen Maranatha
  • 2.
    Kelainan Kelenjar Tiroid KELOMPOKTUTOR : 16 Anggota : • Yuniati • Hans Nathanael • Prayoga • Meigi Suwarto • M Rinaldhi • Monica Gloria Komaling • Kiky Fitria • Carryn Bestika • Brigitta Wirahadi • Juni Royntan Tampubolon
  • 3.
    Skenario Ny S umur44 th, dtg k poliklinik dgn keluhan capai dan lelah sepanjang hari terutama dirasakan pada pagi dan siang hari, merasa lebih sehat pada malam hari, hingga kerja tdk dpt konsentrasi dan lambat. OS jga mengeluh berat badan bertambah terus walaupun sudah diet, sering konstipasi walaupun sudah mengkonsumsi makanan yg berserat, dan menorrhagia. OS merasa kedinginan sedangkan orang lain merasa panas dan gerah. Kulitnya menjadi kering, rambut mudah patah, leher seolah membengkak, kelopak mata terasa berat seperti mengantuk.
  • 4.
    Pemeriksaan Fisik : •KU : tampak sakit sedang, compos mentis • Tanda vital : - Suhu : 36,1 ⁰C - Nadi : 56 X/menit - Tinggi Badan : 154 cm - Berat Badan : 68 kg • Kulit : teraba kasar dan kering • Kepala : tidak ada kelainan • Leher : teraba pembesaran difus kelenjar tiroid, konsistensi lunak, dan nyeri tekan (-) • Thoraks : bentuk dan pergerakan simetris Paru-paru:VBS normal. Tdk terdengar suara tambahan. Jantung:dalam batas normal, terdengar suara detak jantung perlahan
  • 5.
    • Abdomen :datar, lembut, tidak ada nyeri tekan, hepar dan lien tidak teraba • Ekstremitas tidak ada oedem maupun clubbing fingers. Reflex KPR dan APR menurun Pemeriksaan Laboratorium: • Hb : 12,5 g/dl Leukosit : 7500/mm3 Trombosit : 280000/mm3 LED : 14mm/jam • Hitung jenis : 0/1/0/65/31/3 % • Glukosa darah sewaktu : 80 mg/dl • Serum TSHs : 6,0 mU/l • Serum TT4 : 3,9 /dl Kolesterol total : 280 mg/dl • Serum TT3 : 0,6 ng/ml • EKG : Low Voltage pada QRS kompleks
  • 6.
    Istilah • 1.Menorrhagia :dismenorea,yaitu nyeri saat menstruasi • 2.Difus kelenjar tiroid : kelainan yang menyebar di kelenjar tiroid • 3.Konstipasi : suit untuk buang air besar • 4.Knee Percusion Reflex : tes dengan mengetuk daerah lutut dengan palu reflex • 5.Achiless Percusion Reflex : tes dengan mengetuk tendo achiless dengan paiu reflex
  • 7.
    • 6.Clubbing finger:bentuk jari seperti stik drum • 7.TSHS : salah satu hormone dari kelenjar tiroid sebagai indokator untuk kelainan pada kelenjar tiroid • 8.Low voltage pada QRS komples : pada EKG,muncul gambaran gelombang yang rendah • 9.TT4 : hormon tiroid total,jenis tiroksin • 10.TT3: hormone tiroid total,jenis triodotironin
  • 8.
    Anatomy Kelenjar Tiroid •Terletak anterior pada leher bawah, dimulai dari C5 – T1. • Terdiri dari 2 lobus, kiri dan kanan yang dihubungkan oleh isthmus. • Pd bbrpa org trdpt lobus pyramidalis, peninggian dr isthmus • Beratnya ±25 – 40 g pd orng dewasa ,lebih berat pd wanita. • Terletak profundus terhadap musculus sternothyroideus dan musculus sternohyoideus. • Inferior dari larynx • Tampak seperti kupu2 • Anterolateralis thd trachea, anterior cincin trachea 2 & 4 • Anterior pd hub. Cartilago thyroidea dan cricoidea
  • 9.
    Arteri • A. thyroideasuperior • A. thyroidea inferior Vena • V. thyroideal superior • V. thyroideal medial • V. thyroideal inferior Nervus • N glandula thyroidea
  • 10.
    FUNGSI KELENJAR TIROID •Menghasilkan hormon kalsitonin, T3, T4
  • 11.
    Produksi Hormon MIT +DIT  T3 DIT + DIT  T4
  • 12.
    Sel tiroid menjulurkanpseudopodia lisosom Vesikel pinositik Vesikel digestif (protease), cerna Tg  T3 & T4 difusi Darah
  • 13.
    Kerja Dan FungsiHormon Tiroid • Meningkatkan aktivitas metabolik selular • Meningkatkan transpor aktif ion melalui membran sel • Efek terhadap pertumbuhan • Meningkatkan metabolisme tubuh • Meningkatkan BMR • Menurunkan BB • Meningkatkan sistem kardiovaskuler
  • 14.
    Efek pada fungsi otot • Efek pada pola tidur • Efek pada kelenjar endokrin lain • Efek hormon pada fungsi seksual
  • 16.
    Farmakokinetika Obat tiroid •Absorbs T4 paling baik didalam duodenum dan ileum. • Factor intraluminal yang dapat mempengaruhi absorbs antara lain makanan, obat (obat antacid yang mengandung aluminium; beberapa sediaan kalsium ; garam karbonat sukralfat; besi) dan flora usus. • Absorbs oral dari sediaan L-thyroxine lama adalah sekitar 35-65% sebaliknya T3 hampir lengkap sekitar 95%.
  • 17.
    Cara Kerja ObatTiroid • T4 dan t3 bentuk bebas memasuki sel dengan cara difusi atau mungkin tanpor aktif. • Didalam sel, t4 dikonversi menjadi t3 oleh 5’- deiodinase, dan t4 memasuki nucleus  t3 berikatan dengan reseptor inti affinitas tinggi  berikatan pada urutan DNA spesifik dari promoter atau daerah regulator gen  meningkatkan transkripsi gen. • Peningkatan transkripsi gen meningkatkan pembentukan RNA dan sintesis protein berikutnya  berpengaruh pada berbagai jaringan. • Ada yang memberikan efek responsive pada jaringan seperti hipofisis, hati , ginjal, jantung, otot skelet, paru dan usus sementara efek yang tidak begitu responsive seperti pada limpa dan testis.
  • 18.
    Sediaan Tiroid • Sediaan- sintetis (levothyroxine, liothyronine, liotrix) • Dari hewan (tiroid yang diawetkan)
  • 19.
    • Levothyroxine sintetismerupakan sediaan pilihan karena - stabilitasnya, - keseragaman kandungan - biaya murah, - tidak terdapat protein asing yang bersifat alergenik , - pengukuran kadar serum laboratorium yang mudah dan waktu paruhnya yang oanjang (7 hari) sehingga memberikan pemberian dosis satu kali sehari. • Pemberian t4 akan menghasilkan kedua hormone tersebut, karena t4 akan dikonversi menjadi T3.
  • 20.
    • Liothyronine tidakdianjurkan untuk terapi pengganti yang digunakan secara rutin karena - waktu paruhnya yang lebih singkat (24 jam) sehingga memungkinkan pemberian beberapa kali dosis harian; -biaya yang lebih mahal -kesulitan pemantauan laboratorium. • Penggunaan t3 jarang diberikan dengan penderita jantung , karena hormone t3 mempunyai aktifitas hormone yang kuat.
  • 21.
  • 22.
    Hipotiroidisme • Definisi – Merupakan penakit autoimun,dimana terjadi proses penghancuran dari kelenjar tiroid • Etiologi Autoimun,genetic • Insidensi – 45-65tahun – Wanita : pria = 10-.20 :1
  • 23.
    • Klasifikasi – Primer perkembangan (disgenesis tiroid,mutasi reseptor TSH) sindrom resistensi hormone tiroid pasca ablasi : pembedahan,terapi iodium radioaktif,radiasi external hipotiroiditis autoimun : Tiroiditis Hashimoto obat (iodide,litium) defek biosintesis ketogenital – Sekunder kegagalan hipofisis – Tersier kegagalan hipotalamus
  • 24.
    • Faktor resiko - anggota keluarga dekat dari penderita hashimoto - sindrom turner - trisomi 21 - polimorfisme lokus DNA
  • 25.
  • 27.
    Complications • Goiter (Hyperthyroidism) •Heart problems • Mental health issues (depression, an increased-libido) • Myxedema (intense cold intolerance, drowsiness, profound lethargy, unconsciousness) • Birth defects
  • 28.
    Pemeriksaan Penunjang • SerumTSHs normal : 0,3 – 5,0 mU/L pada hipotiroid akan (>5,0 mU/l) • Hormon Tiroid Total / TT4 dan TT3 normal T4 : 4,5 – 11,7 µg/dl T3 : 0,8 – 1,8 µg/dl pada hipotiroid akan
  • 29.
    • Hormon TiroidBebas / FT3 dan FT4 normal FT4 : 0,9 – 1,9 ng/dl FT3 : 3,5 – 6,1 pg/ml pada paratiroid akan • RT3U normal : 24 – 33 % pada hipotiroid akan • Perubahan Biokimia Kadar kolesterol serum akan pada hipotiroid
  • 30.
    • Thyroid UptakeOf Radioactive Iodine / RAIU normal uptake : 1 jam  9 – 19% 6 jam  7 – 25% 24 jam  5 – 30% pada hipotiroid akan (<3%) • Penentuan Dengan Reaksi Imunologi / Serologi * AMA : antibodi terhadap tiroid mikrosomal * ATA : antibodi terhadap tiroid tiroglobulin
  • 31.
    Dasar Diagnosis • Ny.S (44 th) • Anamnesis : - capai dan lelah - berat badan - konstipasi dan menorrhagia - kedinginan - kulit kering - rambut mudah patah - leher seolah membengkak - kelopak mata terasa berat
  • 32.
    Pemeriksaan Fisik : •KU : tampak sakit sedang • Suhu : 36,1 ⁰C ( ) • Nadi : 56 X/menit ( ) • Tinggi Badan : 154 cm • Berat Badan : 68 kg • Kulit : teraba kasar dan kering • Leher : teraba pembesaran difus kelenjar tiroid, konsistensi lunak • Ekstremitas : reflex KPR dan APR
  • 33.
    Pemeriksaan laboratorium : •Serum TSHs : 6,0 mU/l ( ) • Serum TT4 : 3,9 µg/dl ( ) • Serum TT3 : 0,6 ng/dl ( ) • Kolesterol total : 280 mg/dl ( ) • Glukosa darah sewaktu : 80 mg/dl ( ) • EKG : Low voltage pada QRS kompleks
  • 34.
    DIAGNOSIS BANDING Hipotiroidism et causa Simple Goiter Hashimoto Idiopatik ETIOLOGI < iodium (diduga autoimun) > zat goitrogenik 45-65thn, anak2 jarang 40thn Wanita:pria = 12:1 Wanita > pria INSIDENSI Japanesse ↑↑ TSH ↑ / normal ↓↓ T4 ↓ / normal
  • 35.
    Hipotiroidism et causa Simple Goiter Hashimoto Fatigue Gangguan saluran Kulit kering, rambut pernapasan patah GEJALA Disfagia BB ↑ KLINIK Batuk Kedinginan Susah menelan Pikun, migrain Reflex sendi ↓ Libido ↓ , fertilitas ↓ Konstipasi menorhagia
  • 36.
    Pencegahan Untuk sebagian besarhipotiroidism dapat dilakukan: •Makan makanan yang mengandung cukup yodium •Hindari makan makanan yang mengandung zat goitrogenik Tetapi, pada kasus ini (peny.autoimun) •Mass screening Penatalaksanaan •Levotiroksin (LT4) : pilihan utama, karena potensinya dan stabil. Tujuan menghilangkan gejala dan mempertahankan kadar TSH normal atau sekitar 0,4-2,5 mU/L. Absorpsi 80% di usus dan waktu paruh 7 hari. Dosis umum 100-125mg/hari, 1x sehari. Pada kehamilan, kebutuhan hormone tiroid ↑ sehingga dosis harus di ↑ karena TBG ↑ dikarenakan estrogen yang ↑.
  • 37.
    Pada penderita lanjutusia dengan penyakit jantung, dimulai dosis kecil 25-50µg/hari. Sediaan tablet dan suntikan IV. • Triyodotironin (LT3, Liothyronine) : 3-4 x lebih aktif dari levotiroksin. Digunakan untuk pengobatan jangka pendek. Absorpsi 100% di usus dan waktu paruh 24 jam. Dosis 10- 25µg/hari, 2-3 x sehari. Sediaan tablet. • Liotrix jarang digunakan • Sediaan Tiroid diawetkan (dari hewan) jarang digunakan karena ketidakstabilan dan antigenisitas merugikan.
  • 38.
    Prognosis • Quo advitam : dubia ad bonam • Quo ad functionam : dubia ad bonam • Quo ad sanationam : dubia ad bonam Respon terhadap pemberian hormone tiroid yang paling signifikan. Penderita dapat sembuh, tetapi dapat kambuh kembali apabila terdapat gangguan pengobatan.
  • 39.