ANNISATURRAUF
DIDIS MUHAROM
FINA FEBRINA
YULIYANI
Tingkat 2B DIII KEPERAWATAN
 Hipermetropi
Pada Hipermetropi/hipermetropia atau rabun dekat, mata memfokuskan
cahaya dibelakang retina sehingga banyangan yang diterima oleh retina menjadi kabur.
Penglihatan dapat difokuskan dengan menempatkan lensa cembung atau plus didepan
mata.
 Miopi
Miopi adalah suatu keadaan mata yang mempunyai kekuatan pembiasan sinar
yang berlebihan sehingga sinar sejajar yang datang dibiaskan di depan retina (bintik
kuning)
 Astigmat
Astigmat adalah suatru keadaan dimana sinar yang sejajar tidak dibiaskan
dengan kekuatan yang sama pada seluruh bidang pembiasaan sehingga focus pada
retina tidak pada satu titik. Hal ini diakibatkan karena terdapatnya 2 bidang ekstrim
yang saling tegak lurus yang mempunyai kemampuan berbeda dalam kelengkungan
yang tidak sferis pada kornea ataupun lensa keadaan ini disebut sebagai astigmat
regular.
Penyebab timbulnya hipermetropi ini diakibatkan
oleh empat hal yaitu
 Sumbu utama bola mata yang terlalu pendek
 Daya pembiasan bola mata yang terlalu lemah
 Kelengkungan kornea dan lensa tidak adekuat
 Perubahan posisi lensa
Penyebab Miopi
 Gaya membaca yang tidak sehat. seperti
membaca sambil tidur-tiduran membaca
ditempat yang gelap, membaca dibawah sinar
matahari langsung yang silau, menatap sumber
cahaya terang langsung.
 Faktor usia.
 Kurang bisa menjaga keamanan dan kesehatan
mata.
Penyebab
 Komplikasi akibat operasi mata.
 Cedera pada kornea akibat infeksi.
 Kondisi pada kelopak mata yang mengganggu
struktur kornea. Misalnya terdapat benjolan pada
kelopak mata yang menekan kornea.
 Keratoconus dan keratoglobus, kondisi di mana
kornea dapat berubah bentuk, baik
mengggembung atau menipis.
 Kondisi mata lainnya yang mempengaruhi kornea
atau lensa.
 Hipermetropi
Sakit kepala frontal, memburuk pada waktu mulai timbulk gejala hipermetrop
dan makin memburuk sepanjang penggunaan mata dekat. Penglihatan tidak nyaman
(asthenopia) ketika pasien harus focus pada satu jarak tertentu untuk waktu yang lama,
misalnya menonton pertandingan bola. Akomodasi akan lebih cepat lelah ketika
terpaku pada satu level tertentu dari ketegangan.
 Miopi
a. Melihat jelas bila dekat dan melihat jauh kabur ( rabun jauh ).
b. Sakit kepala sering disertai juling.
c. Celah kelopak yang sempit.
d. Astemopia konvergensi.
e. Myopik kresen yaitu: gambaran bulan sabit yang terlihat pada polos posterior
fundus matamyopia yang terdapat pada daerah pupil saraf optik akibat tidak
tertutupnya sklera oleh koroid.
f. Degenerasi macula dan retina bagian perifer.
 Astigmat
a. Penurunan ketajaman mata baik jarak dekat maupun jauh.
b. Tidak teraturnya lekukan kornea.
Penyebab kelainan refraksi menurut Ilyas, S. (1998). Timby, Scherer dan
smith. (2000) yaitu :
1. Myopia
a. Sumbu optik bola mata lebih panjang.
b. Pembiasan media penglihatan kornea lensa yang terlalu kuat.
2. Hipermetropi
a. Bola mata pendek atau sumbu anteropasterior yang
pendek.
b. Kelengkungan kornea atau lensa kurang.
c. Indeks bias kurang pada sistem optik mata.
3. Astigmatisme
a. Kelainan kelengkungan permukaan kornea.
b. Kelainan pembiasan pada miridian lensa yang berbeda.
c. Infeksi kornea.
d. Truma distrofi.
 Hipermetrop manifest
 Hipermetrop absolut
 Hipermetrop fakultatif
 Hipermetrop laten
1. Penurunan persepsi sensori: penglihatan yang b.d penurunan
tajam penglihatan dan kejelasan penglihatan
Intervensi:
1. Kaji ketajaman
penglihatan klien
2. Identifikasi alternatif
untuk optimalisasi
sumber rangsangan
3. Sesuaikan lingkungan
untuk optimalisasi
penglihatan:
- Orientasi klien terhadap
ruang rawat
Rasional
1. Mengidentifikasi
kemampuan visual
klien
2. Memberikan
keakuratan penglihatan
dan perawatannya
3. Meningkatkan
kemampuan persepsi
sensori
Intervensi:
1. Jelaskan penyebab pusing
dan mata lelah
2. Anjurkan klien agar cukup
istirahat dan tidak
melakukan aktivitas
membaca terus menerus
3. Gunakan lampu atau
penerangan yang cukup
saat membaca
4. Kolaborasi pemberian kaca
mata untuk peningkatan
tajam penglihatan klien
Rasional
1. Mengurangi kecemasan dan
meningkatkan pengetahuan
klien sehingga klien
kooperatif dalam tindakan
keperawatan
2. Mengurangi kelelahan mata
sehingga pusing berkurang
3. Mengurangi silau dan
akomodasi berlebihan
4. Membantu klien agar
mempermudah
penglihatannya
1. Perubahan persepsi sensori visual b.d gangguan
penglihatan
Intervensi:
1. Menjelaskan penyebab
terjadinya gangguan
penglihatan
2. Melakukan uji ketajaman
penglihatan
Rasional:
1. Pengetahuan tentang
penyebab mengurangi
kecemasan dan
meningkatkan
penghetahuan klien
sehingga klien kooperatif
dalam tindakan
keperawatan
2. Mengetahui visus dasar
klien dan perkembangannya
setelah diberikan tindakan
Intervensi
1. Menjelaskan tentang
kemungkinan yang
terjadi akibat
penurunan tajam
penglihatan
2. Menganjurkan untukn
membatasi aktivitas
seperti mengendarai
kendaraan pada malam
hari
Rasional
1. Menjelaskan tentang
kemungkinan yang
terjadi akibat
penurunan tajam
penglihatan
2. Menganjurkan untukn
membatasi aktivitas
seperti mengendarai
kendaraan pada malam
hari
 Tamsuri Anas.2010. klien gangguan mata dan
penglihatan KMB. Jakarta :EGC
 Ilyas sidarta, dkk. (2018). Sari ilmu penyalit Mata.
Fakultas kedokteran universitas indonesia:jakarta
Miopi

Miopi

  • 1.
  • 3.
     Hipermetropi Pada Hipermetropi/hipermetropiaatau rabun dekat, mata memfokuskan cahaya dibelakang retina sehingga banyangan yang diterima oleh retina menjadi kabur. Penglihatan dapat difokuskan dengan menempatkan lensa cembung atau plus didepan mata.  Miopi Miopi adalah suatu keadaan mata yang mempunyai kekuatan pembiasan sinar yang berlebihan sehingga sinar sejajar yang datang dibiaskan di depan retina (bintik kuning)  Astigmat Astigmat adalah suatru keadaan dimana sinar yang sejajar tidak dibiaskan dengan kekuatan yang sama pada seluruh bidang pembiasaan sehingga focus pada retina tidak pada satu titik. Hal ini diakibatkan karena terdapatnya 2 bidang ekstrim yang saling tegak lurus yang mempunyai kemampuan berbeda dalam kelengkungan yang tidak sferis pada kornea ataupun lensa keadaan ini disebut sebagai astigmat regular.
  • 6.
    Penyebab timbulnya hipermetropiini diakibatkan oleh empat hal yaitu  Sumbu utama bola mata yang terlalu pendek  Daya pembiasan bola mata yang terlalu lemah  Kelengkungan kornea dan lensa tidak adekuat  Perubahan posisi lensa
  • 7.
    Penyebab Miopi  Gayamembaca yang tidak sehat. seperti membaca sambil tidur-tiduran membaca ditempat yang gelap, membaca dibawah sinar matahari langsung yang silau, menatap sumber cahaya terang langsung.  Faktor usia.  Kurang bisa menjaga keamanan dan kesehatan mata.
  • 8.
    Penyebab  Komplikasi akibatoperasi mata.  Cedera pada kornea akibat infeksi.  Kondisi pada kelopak mata yang mengganggu struktur kornea. Misalnya terdapat benjolan pada kelopak mata yang menekan kornea.  Keratoconus dan keratoglobus, kondisi di mana kornea dapat berubah bentuk, baik mengggembung atau menipis.  Kondisi mata lainnya yang mempengaruhi kornea atau lensa.
  • 9.
     Hipermetropi Sakit kepalafrontal, memburuk pada waktu mulai timbulk gejala hipermetrop dan makin memburuk sepanjang penggunaan mata dekat. Penglihatan tidak nyaman (asthenopia) ketika pasien harus focus pada satu jarak tertentu untuk waktu yang lama, misalnya menonton pertandingan bola. Akomodasi akan lebih cepat lelah ketika terpaku pada satu level tertentu dari ketegangan.  Miopi a. Melihat jelas bila dekat dan melihat jauh kabur ( rabun jauh ). b. Sakit kepala sering disertai juling. c. Celah kelopak yang sempit. d. Astemopia konvergensi. e. Myopik kresen yaitu: gambaran bulan sabit yang terlihat pada polos posterior fundus matamyopia yang terdapat pada daerah pupil saraf optik akibat tidak tertutupnya sklera oleh koroid. f. Degenerasi macula dan retina bagian perifer.  Astigmat a. Penurunan ketajaman mata baik jarak dekat maupun jauh. b. Tidak teraturnya lekukan kornea.
  • 10.
    Penyebab kelainan refraksimenurut Ilyas, S. (1998). Timby, Scherer dan smith. (2000) yaitu : 1. Myopia a. Sumbu optik bola mata lebih panjang. b. Pembiasan media penglihatan kornea lensa yang terlalu kuat. 2. Hipermetropi a. Bola mata pendek atau sumbu anteropasterior yang pendek. b. Kelengkungan kornea atau lensa kurang. c. Indeks bias kurang pada sistem optik mata. 3. Astigmatisme a. Kelainan kelengkungan permukaan kornea. b. Kelainan pembiasan pada miridian lensa yang berbeda. c. Infeksi kornea. d. Truma distrofi.
  • 12.
     Hipermetrop manifest Hipermetrop absolut  Hipermetrop fakultatif  Hipermetrop laten
  • 13.
    1. Penurunan persepsisensori: penglihatan yang b.d penurunan tajam penglihatan dan kejelasan penglihatan Intervensi: 1. Kaji ketajaman penglihatan klien 2. Identifikasi alternatif untuk optimalisasi sumber rangsangan 3. Sesuaikan lingkungan untuk optimalisasi penglihatan: - Orientasi klien terhadap ruang rawat Rasional 1. Mengidentifikasi kemampuan visual klien 2. Memberikan keakuratan penglihatan dan perawatannya 3. Meningkatkan kemampuan persepsi sensori
  • 14.
    Intervensi: 1. Jelaskan penyebabpusing dan mata lelah 2. Anjurkan klien agar cukup istirahat dan tidak melakukan aktivitas membaca terus menerus 3. Gunakan lampu atau penerangan yang cukup saat membaca 4. Kolaborasi pemberian kaca mata untuk peningkatan tajam penglihatan klien Rasional 1. Mengurangi kecemasan dan meningkatkan pengetahuan klien sehingga klien kooperatif dalam tindakan keperawatan 2. Mengurangi kelelahan mata sehingga pusing berkurang 3. Mengurangi silau dan akomodasi berlebihan 4. Membantu klien agar mempermudah penglihatannya
  • 15.
    1. Perubahan persepsisensori visual b.d gangguan penglihatan Intervensi: 1. Menjelaskan penyebab terjadinya gangguan penglihatan 2. Melakukan uji ketajaman penglihatan Rasional: 1. Pengetahuan tentang penyebab mengurangi kecemasan dan meningkatkan penghetahuan klien sehingga klien kooperatif dalam tindakan keperawatan 2. Mengetahui visus dasar klien dan perkembangannya setelah diberikan tindakan
  • 16.
    Intervensi 1. Menjelaskan tentang kemungkinanyang terjadi akibat penurunan tajam penglihatan 2. Menganjurkan untukn membatasi aktivitas seperti mengendarai kendaraan pada malam hari Rasional 1. Menjelaskan tentang kemungkinan yang terjadi akibat penurunan tajam penglihatan 2. Menganjurkan untukn membatasi aktivitas seperti mengendarai kendaraan pada malam hari
  • 17.
     Tamsuri Anas.2010.klien gangguan mata dan penglihatan KMB. Jakarta :EGC  Ilyas sidarta, dkk. (2018). Sari ilmu penyalit Mata. Fakultas kedokteran universitas indonesia:jakarta