Sistem Endokrin
Diabetes Melitus
Oleh :
1. Mukh Ikhsan
2. Nurkhasanah
3. Siti Rukmana
4. Tri Ayuningsih
Pengertian
Diabetes Melitus adalah kelompok penyakit metabolic dikarakteriisasikan
dengan tingginya tingkat glukosa di dalam darah (hiperglikemia) yang
terjadi akibat dfek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya (American
Diabetes Association (ADA), Expert Committee on the Diagnosis and
classification of Diabetes Melitus, 2003; dikutip dari e-book Smeltzer,S, &
Bare, 2005).
Klasifikasi DM
Menurut WHO, 1985 dan American Diabetes Association, 2003, penyakit DM
diklasifikasikan menjadi
1. DM tipe 1 Insulin Dependent Diabetes Melitus (INDDM)
2. DM tipe 2 atau Non Insulin Dependenr Diabetes Melitus (NIDDM)
3. Diabetes karena malnutrisi
4. Diabetes sekunder
5. Diabetes mellitus gestasional
Etiologi dan Faktor Resiko
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara lengkap dan kemungkinan factor
penyebab dan factor resiko penyakit DM diantaranya :
1. Riwayat keturunan
2. Lingkungan
3. Usia diatas 45 tahun
4. Obesitas
5. Etnik
6. Hipertensi
7. HDL kolestrol lebih dari atau sama dengan 35 mg/dl, atau trigeserida lebih dari
250 mg/dl
8. Riwayat gestasional DM (Smeltzer,2005)
9. Kebiasaan diet
10. Kurang olahraga
11. Wanita dengan hirsutisme atau penyakit policistik ovary
Tanda Dan Gejala
• Sering kencing/miksi atau meningkatnya frekuensi buang air kecil
(poliuria)
• Meningkatnya rasa haus (polidipsia)
• Meningkatnya rasa lapar (polipagia)
• Penuruann berat badan
• Kelainan pada mata, penglihatan kabur
• Kulit gatal, infeksi kulit, gatal-gatal sekitar penis dan vagina
• Ketonuria
• Kelemahan dan keletihan
• Terkadang tanpa gejala
Pathway
Pemeriksaan Diagnostik
• Pemeriksaan Gula Darah Puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS)
• Pemeriksaan gula darah postprandial
• Pemeriksaan toleransi glukosa oral / Oral glukosa tolerance test (TTGO)
• Pemeriksaan glukosa urin
• Pemeriksaan ketone urine
• Pemeriksaan kolesterol dan kadar serum trigliserida, dapat meningkat
karena ketidakseimbangan kontrol glikemik
• Pemeriksaan hemoglobin glikat (HbA1c)
Penatalaksanaan
• Prinsip penatalaksanaan pasien DM adalah mengontrol gula darah dalam
rentang normal. Untuk mengontrol gula darah ada 5 faktor penting yang
harus diperhatikan yaitu:
• Asupan makanan atau management diet
• Latihan fisik atau exercise
• Obat-obatan penurun gula darah
• Pendidikan kesehatan
• Monitoring
Diagnosa Keperawatan
• Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak
adekuatnya produksi insulin
• Resiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan hiperglikemia dan poliuria
• Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan neuropati sensori perifer,
deficit fungsi motorik, neuropati otonomik
• Risiko tidak efektifnya regimen terapeutik berhubungan dengan baru terpapar DM,
pengobatan medic dan kurang pengetahuan tentang diabetes dan pengobatannya
Daftar pustaka
• Tarwoto dkk. 2012 Keperawatan medikal
bedah gangguan syste endokrin. Jakarta. CV.
Trans Info Media
Diabetes Melitus

Diabetes Melitus

  • 1.
    Sistem Endokrin Diabetes Melitus Oleh: 1. Mukh Ikhsan 2. Nurkhasanah 3. Siti Rukmana 4. Tri Ayuningsih
  • 3.
    Pengertian Diabetes Melitus adalahkelompok penyakit metabolic dikarakteriisasikan dengan tingginya tingkat glukosa di dalam darah (hiperglikemia) yang terjadi akibat dfek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya (American Diabetes Association (ADA), Expert Committee on the Diagnosis and classification of Diabetes Melitus, 2003; dikutip dari e-book Smeltzer,S, & Bare, 2005).
  • 4.
    Klasifikasi DM Menurut WHO,1985 dan American Diabetes Association, 2003, penyakit DM diklasifikasikan menjadi 1. DM tipe 1 Insulin Dependent Diabetes Melitus (INDDM) 2. DM tipe 2 atau Non Insulin Dependenr Diabetes Melitus (NIDDM) 3. Diabetes karena malnutrisi 4. Diabetes sekunder 5. Diabetes mellitus gestasional
  • 5.
    Etiologi dan FaktorResiko Penyebab penyakit ini belum diketahui secara lengkap dan kemungkinan factor penyebab dan factor resiko penyakit DM diantaranya : 1. Riwayat keturunan 2. Lingkungan 3. Usia diatas 45 tahun 4. Obesitas 5. Etnik 6. Hipertensi 7. HDL kolestrol lebih dari atau sama dengan 35 mg/dl, atau trigeserida lebih dari 250 mg/dl 8. Riwayat gestasional DM (Smeltzer,2005) 9. Kebiasaan diet 10. Kurang olahraga 11. Wanita dengan hirsutisme atau penyakit policistik ovary
  • 6.
    Tanda Dan Gejala •Sering kencing/miksi atau meningkatnya frekuensi buang air kecil (poliuria) • Meningkatnya rasa haus (polidipsia) • Meningkatnya rasa lapar (polipagia) • Penuruann berat badan • Kelainan pada mata, penglihatan kabur • Kulit gatal, infeksi kulit, gatal-gatal sekitar penis dan vagina • Ketonuria • Kelemahan dan keletihan • Terkadang tanpa gejala
  • 7.
  • 8.
    Pemeriksaan Diagnostik • PemeriksaanGula Darah Puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) • Pemeriksaan gula darah postprandial • Pemeriksaan toleransi glukosa oral / Oral glukosa tolerance test (TTGO) • Pemeriksaan glukosa urin • Pemeriksaan ketone urine • Pemeriksaan kolesterol dan kadar serum trigliserida, dapat meningkat karena ketidakseimbangan kontrol glikemik • Pemeriksaan hemoglobin glikat (HbA1c)
  • 9.
    Penatalaksanaan • Prinsip penatalaksanaanpasien DM adalah mengontrol gula darah dalam rentang normal. Untuk mengontrol gula darah ada 5 faktor penting yang harus diperhatikan yaitu: • Asupan makanan atau management diet • Latihan fisik atau exercise • Obat-obatan penurun gula darah • Pendidikan kesehatan • Monitoring
  • 10.
    Diagnosa Keperawatan • Ketidakseimbangannutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya produksi insulin • Resiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan hiperglikemia dan poliuria • Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan neuropati sensori perifer, deficit fungsi motorik, neuropati otonomik • Risiko tidak efektifnya regimen terapeutik berhubungan dengan baru terpapar DM, pengobatan medic dan kurang pengetahuan tentang diabetes dan pengobatannya
  • 11.
    Daftar pustaka • Tarwotodkk. 2012 Keperawatan medikal bedah gangguan syste endokrin. Jakarta. CV. Trans Info Media