STRUKTUR & FUNGSISTRUKTUR & FUNGSI
March 20, 2017 1
March 20, 2017 2Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 3Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
• Bag. atas lobus ginjal menyentuhBag. atas lobus ginjal menyentuh
diafragma, ginjal kanan lebih mudahdiafragma, ginjal kanan lebih mudah
dipalpasi dari pada ginjal kiri karenadipalpasi dari pada ginjal kiri karena ginjalginjal
kanankanan letaknya yang sedikit lebih rendah.letaknya yang sedikit lebih rendah.
Ginjal kanan sejajar dengan rusuk 12 danGinjal kanan sejajar dengan rusuk 12 dan
ginjal kiri sejajar dengan rusuk 11.ginjal kiri sejajar dengan rusuk 11.
March 20, 2017 4Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 5Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
GinjalGinjal
Ginjal berbentuk spt kacang merah, licin,Ginjal berbentuk spt kacang merah, licin,
padat, tegas, ukuran panjang ± 12 – 13 cm,padat, tegas, ukuran panjang ± 12 – 13 cm,
lebar ± 6 cm, tebal ± 3,5 cm berat 120 – 150lebar ± 6 cm, tebal ± 3,5 cm berat 120 – 150
gr,gr, Ginjal orang dewasaGinjal orang dewasa IndonesiaIndonesia umumnyaumumnya
berukuran : lebar 4,5 cm, tinggi 5 – 7,6 cmberukuran : lebar 4,5 cm, tinggi 5 – 7,6 cm,,
bagian dalamnya 2 – 3 cm dan tebalnya 2,5bagian dalamnya 2 – 3 cm dan tebalnya 2,5
cmcm. Letak. Letak di belakang peritoneum (di belakang peritoneum (retroretro
peritonealperitoneal), unit fungsional ginjal (), unit fungsional ginjal (nefronnefron))
sebanyak 1 – 1,5 juta nefron.sebanyak 1 – 1,5 juta nefron.
March 20, 2017 6Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 7Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 8Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Aliran darah ginjalAliran darah ginjal
Darah yg masuk pd orgDarah yg masuk pd org
dewasa normal ± 1.200 ml perdewasa normal ± 1.200 ml per
menit atau 20 - 25% (Sylviamenit atau 20 - 25% (Sylvia
Anderson, 1995) dari cardiacAnderson, 1995) dari cardiac
out put (5.600 ml/menit).out put (5.600 ml/menit).
March 20, 2017 9Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Aliran darah di ginjalAliran darah di ginjal
Darah yg mengalir mel. arteri renalisDarah yg mengalir mel. arteri renalis
→ arteri lobaris → arteri interlobaris→ arteri lobaris → arteri interlobaris
→ arteri arkuata → arteri lobularis →→ arteri arkuata → arteri lobularis →
arteri interlobularis → arteri aferent.arteri interlobularis → arteri aferent.
March 20, 2017 10Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 11Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 12Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Histologi ginjalHistologi ginjal
Masing masing mengandung 1Masing masing mengandung 1 – 1– 1,,55 jutajuta
nephronnephron
Ada 2 tipe nephron:Ada 2 tipe nephron:
• Cortical nephronCortical nephron
glomerulusnya pada kortek ginjalglomerulusnya pada kortek ginjal
loop of Henle pendekloop of Henle pendek
• Juxtamedullary nephronJuxtamedullary nephron
glomerulusnya pada juxtamedullaryglomerulusnya pada juxtamedullary
loop of Henle panjangloop of Henle panjang sampai pyramidasampai pyramida
renalisrenalis
March 20, 2017 13Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 14Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 15Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
NEPHRONNEPHRON
• Unit fungsional ginjal sel-2 yg membentuk urine.
• Lebih dari 1 – 1,5 juta neprhon pd tiap ginjal. (+
2.400.000 pd kedua ginjal.
• Ujung neprhon kapiler-2 yg berkelompok
(Glomerulus) yg dibungkus oleh Capsula
Bowman)
• Darah dg sampah metabolisme, elektrolit &
nutrient masuk ke glomerulus melalui arteriole
Afferent disaring dlm glomerulus.
• Air sampah-2, glukosa, elektrolit dptt melalui
dinding tipis glomerulus & masuk Capsula
Bowman.
March 20, 2017 16Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 17Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 18Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Nephron
Satu unit fungsional
dari ginjal yang terdiri
dari :
 Glomerulus +
capsula bowman
 Tubulus proksimalis
 Lengkungan Henle
( Loop of Henle )
 Tubulus distalis
 Ductus koligentes
March 20, 2017 19Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Glomerulus
Dibentuk oleh invaginasi
sekelompok kapiler ke
dalam ujung buntu dari
tubulus yang melebar
sehingga terbentuk kapsula
bowmen.
Kapsula bowman terdiri
dari:
• Pars parietalis : lapisan
luar
• Pars visceralis : lapisan
dalamMarch 20, 2017 20Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 21Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 22Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Kapsula Bowman
• Darah dalam kapiler glomerulus
dipisahkan dari cairan filtrat glomeruli
dalam kapsula bowman oleh sistem filter
yang terdiri dari :
– Endothelium kapiler
– Lamina basalis
– Epithelium pars viseralis kapsula bowman
March 20, 2017 23Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Sistem Filter Kapsula Bowman
• Endothelium kapiler mempunyai pori pori 10 ñm
• Sel epitel kapsula bowman (podocyte)
mempunyai jonjot pseudopodia yang melekat
pada lamina basalis dengan celah selebar 25
ñm dan ditutup membran tipis
• Normalnya protein tidak bisa menembus filter
kapsula bowman ini sehingga ultra filtrat yang
sudah disaring mempunyai susunan molekul
yang sama dengan plasma (isostenuria) kecuali
protein.
March 20, 2017 24Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Tubulus proksimal
• Panjang 15 mm diameter 55 ñm.
• Dinding terbentuk dari satu lapis sel
dengan ikatan tight junction.
• Pada permukaan yang menghadap ke
lumen terdapat brush border.
• Disekitar sel terdapat ruangan ekstrasel
yang disebut lateral interseluler spaces.
March 20, 2017 25Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Loop of Henle
• Terdiri dari pars ascendent dan descendent
• Pars descendent dilapisi sel epitel pipih
• Pars ascendent dilapisi sel kuboid dan
mengandung banyak mitokondria
• Segmen tebal pars ascendent mencapai
glomerulus dan berdampingan dengan vas
afferent. Daerah ini epitel tubuli mengalami
perubahan histologi yang namakan makula
densa.
March 20, 2017 26Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Tubulus Distalis
• Mempunyai panjang 5 mm
• Dilapisi sel epitelium yang lebih pipih dari
pada epitel tubulus proksimal.
• Tidak dijumpai brush border
• Bermuara pada duktus koligentes yang
mempunyai ukuran panjang 20 mm dari
kortek ke medula menuju papila renalis.
March 20, 2017 27Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Fungsi Sistem Urinaria
A.A. Memelihara HomeostasisMemelihara Homeostasis
Mengontrol volume darah & air
Mengatur kadar elektrolit (garam2
an)
Memelihara keseimbangan pH
Mengaktifkan vitamin D
March 20, 2017 28Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Memelihara keseimbangan pHMemelihara keseimbangan pH
• Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral,
dan komposisi air dalam darah.
• Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada
kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium
dan hidroksil. Akibatnya, urin yang dihasilkan
dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada
pH 8.
• Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah
proses homeostasis yang melibatkan aldosteron
untuk meningkatkan penyerapan ion natrium
pada tubulus konvulasi.
March 20, 2017 29Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
• Kenaikan atau penurunan tekanan
osmotik darah karena kelebihan atau
kekurangan air akan segera dideteksi oleh
hipotalamus yang akan memberi sinyal
pada kelenjar pituitari dengan umpan balik
negatif. Kelenjar pituitari mensekresi
hormon antidiuretik (vasopresin, untuk
menekan sekresi air) sehingga terjadi
perubahan tingkat absorpsi air pada
tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi
cairan jaringan akan kembali menjadi
98%.
March 20, 2017 30Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Fungsi ……
B.B. MengaturMengatur tekanan darahtekanan darah
(Prostaglandin)
(converting enz)
March 20, 2017 31Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 32Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
C. Pemprosesan Waste ProductC. Pemprosesan Waste Product
Membentuk urine
Menyimpan urine
Fungsi ……
March 20, 2017 33Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
PROSES PRODUKSI URINEPROSES PRODUKSI URINE
1.Filtrasi oleh glomerulus
2.Reabsorbsi oleh tubulus
3.Sekresi oleh tubulus
March 20, 2017 34Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
FILTRASI (PENYARINGAN)FILTRASI (PENYARINGAN)
Filtrasi dilakukan oleh :
1. Membran Glomerulus
2. Dinding dalam Capsula Bowman
Zat yang difiltrasi antara lain :
 H2O
 Molekul dengan diameter :
< 4 nm ==> lewat
4-8 nm ==> sebagian lewat
> 8 nm ( al. Protein plasma, eritrosit,
leukosit) ==> tidak dapat lewat
March 20, 2017 35Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
H2O hampir seluruhnyaH2O hampir seluruhnya
direabsorbsidireabsorbsi
ProteinProtein  tidak difiltrasitidak difiltrasi
N : tidak terdapat pada urineN : tidak terdapat pada urine
GlukosaGlukosa  difiltrasidifiltrasi
direabsorbsi semuadireabsorbsi semua
March 20, 2017 36Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Filtrasi GlomerulusFiltrasi Glomerulus
Filtrasi glomerulus terjadi oleh karena
adanya :
–Tek hidrostatik kapiler (PB)= 70 mmHg
–Tek hidrostatik cairan ultrafiltrat (PC)=20
mmHg
–Tek koloid osmotik protein plasma (PCO)=
32 mmHg
Tek Filtrasi efektif (EFP) adalah netto
resultante dari ketiga gaya tersebut
EFP = PB – PC – PCO = 18 mmHgMarch 20, 2017 37Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
• ultrafiltrasiultrafiltrasi di glomerolusdi glomerolus ± 170 - 180± 170 - 180
liter / hari (125 – 200 ml/menit) terdiriliter / hari (125 – 200 ml/menit) terdiri
dari semua bag. plasma, termasuk guladari semua bag. plasma, termasuk gula
dan seb.kecil protein (0,3%).dan seb.kecil protein (0,3%).
• Dari tubulus proksimal s.d. tubulusDari tubulus proksimal s.d. tubulus
distal hasil filtrasi 99% diresorbsidistal hasil filtrasi 99% diresorbsi
kembali ke dalam darah (termasuk Na,kembali ke dalam darah (termasuk Na,
Ca, K, P, glucose, asam amino ion urat,Ca, K, P, glucose, asam amino ion urat,
dll).dll).
March 20, 2017 38Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 39Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
GFR (Glomerulo Filtration Rate)
• GFR (Glomerulo Filtration Rate) = Jumlah filtrat yangGFR (Glomerulo Filtration Rate) = Jumlah filtrat yang
disaring dari plasma dalam 1 menitdisaring dari plasma dalam 1 menit = Laju Filtrasi= Laju Filtrasi
GlomerulusGlomerulus
NNormalormal : ± 125 ml/ m: ± 125 ml/ minin (M) atau 105 ml/min (F)(M) atau 105 ml/min (F)
• Cara mengukur GFRCara mengukur GFR
GFR . Px = Ux . VGFR . Px = Ux . V
Ux . VUx . V
GFR =GFR =
PxPx
V = Volume urineV = Volume urine
Ux = Konsentrasi zat X dalam urineUx = Konsentrasi zat X dalam urine
Px = Konsentrasi zat X diplasmaPx = Konsentrasi zat X diplasma
March 20, 2017 40Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
SYARAT ZAT UNTUK
PENGUKURAN GFR
1. Molekul kecil1. Molekul kecil
2. Tidak direabsorbsi /2. Tidak direabsorbsi /
disekresidisekresi
3. Tidak dimetabolisir3. Tidak dimetabolisir
4. Tidak beracun4. Tidak beracun
5. Tidak terikat plasma5. Tidak terikat plasma
proteinprotein
6. Tidak disimpan dalam6. Tidak disimpan dalam
ginjalginjal
7. Tidak mempengaruhi7. Tidak mempengaruhi
kecepatan filtrasikecepatan filtrasi
8. Mudah dianalisa8. Mudah dianalisa
ZAT YANG MEMENUHIZAT YANG MEMENUHI
SYARAT TERSEBUT :SYARAT TERSEBUT :
11. Insulin. Insulin
2. Mannitol2. Mannitol
Faktor-faktor yangFaktor-faktor yang
mempengaruhi GFR :mempengaruhi GFR :
1. Perubhan tekanan darah1. Perubhan tekanan darah
2. Perubahan tekanan2. Perubahan tekanan
koloid osmotikkoloid osmotik
3. Perubahan permeabilitas3. Perubahan permeabilitas
4. Perubahan luas area4. Perubahan luas area
filtrasifiltrasi
March 20, 2017 41Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Regulasi GFRRegulasi GFR
1.Autoregulasi renal
a. Mekanisme myogenik
b. Umpan balik tubuloglomerular
2.Regulasi saraf simpatis
3.Regulasi hormonal
a. Angiotensin II
b. Atrial natriuretic peptide (ANP)
March 20, 2017 42Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
1.1. Autoregulasi renalAutoregulasi renal
1.Mekanisme myogenik:
BP  RBF  GFR  regangan arteriola
afferent  kontraksi otot arteriola afferent 
lumen menyempit  GFR ke tingkat semula
2.Umpan balik tubuloglomerular:
BP  GFR  cairan lewat cepat di tubulus

rebasorbsi Na, Cl, air di tubulus proksimal &
loop of Henle  deteksi oleh macula densa 
inhibisi sekresi NO  arteriola afferen
konstriksi  RBF  GFR ke normal
BP = blood presure, RPF = renal blood flowMarch 20, 2017 43Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
2. Regulasi saraf simpatis  norepinephrine
a.istirahat: stimulasi rendah  arteriola afferent
(a) & efferent (e) dilatasi  autoregulasi renal
& GFR tetap
b.stimulasi moderat : arteriola a & e konstriksi
 restriksi aliran darah masuk & keluar
glomerulus  GFR sedikit
a.stimulasi kuat: vasokonstriksi arteriola a > e
 RBF  GFR  urine  aliran darah
ke jaringan lainMarch 20, 2017 44Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Regulasi Reabsorbsi & Sekresi oleh Hormon
• Sistem Renin – Angiotensin – Aldosteron
Vol darah  sel juxtaglomerular
renin
converting enzyme
angiotensinogen  angiotensin I  angiotensin II
• Angiotensin ll :
Vasokonstriksi arteriola afferent  GFR
Reabsorbsi Na+
, Cl-
, dan air di tubulus proximalis
Stimulasi kortex adrenal  aldosteron  reabsorbsi Na+
, Cl-
dan sekresi K+
di ductus collectivus  reabsorbsi airMarch 20, 2017 45Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
• Hormon Antidiuretik (ADH)/ Vasopressin
• Reabsorbsi air di bagian akhir tubulus distalis &
ductus collectivus (urine = 400 – 500 mL)
• Osmolaritas plasma  osmoreseptor
hipothalamus  hipophysis  ADH  tubulus
distalis & ductus collectivus
• Atrial Natriuretic Peptide (ANP)
• Volume darah  ANP dari jantung
1.Inhibisi reabsorbsi Na & air di tubulus
proximal & ductus collectivus
2.Inhibisi sekresi aldosteron & ADH
March 20, 2017 46Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
REABSORBSI
Penyerapan kembali filtrat : air
maupun zat-zat didalam filtrat
SEKRESI
Pengeluaran zat-zat kedalam filtrat
March 20, 2017 47Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Susbtansi Terfiltrasi* Reabsorpsi Urine
Air 180 L 178 – 179 L 1 – 2 L
Protein 2,0 g 1,9 g 0.1 g
Na+
579 g 575 g 4 g
Cl-
640 g 633,7 g 6,3 g
HCO3
-
275 g 274,97 g 0,03 g
Glukosa 162 g 162 g 0 g
Urea 54 g 24 g 30 g**
K+
29,6 g 29,6 g 2,0 g***
Asam urat 8,5 g 7,7 g 0,8 g
Kreatinin 1,6 g 0 g 1,6 g
Substansi Terfiltrasi, Direabsorpsi, & Diekskresikan ke Dalam Urine
* Dengan asumsi GFR = 180 l/ hari; **Selain difiltrasi & direabsorpsi, urea
disekresi; ***K+
difiltrasi & semua direabsorpsi oleh tubulus kontortus & ansa Henle,
& disekresi oleh sel principal duktus kolektivus
March 20, 2017 48Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Rebasorbsi & Sekresi di Tubulus Proximalis
http://people.eku.edu/ritchisong/554images/proximal_tubule.jpg
• Reabsorbsi ion (terutama Na+
dan air terbesar; 65%)
• Reabsorbsi dng sistem Na+
symport: glukosa & asam amino
(100%), asam laktat, ion-ion fosfat (HPO4
2-
) dan sulfat (SO4
2-
)
• Sistem Na+
/H+
antiport: Na+
dan HCO3
-
(80-90%)
• Osmosis air (tub. prox. & descending limb of Henle -> permeable)
• Difusi pasif: Cl-
(50%), K+
(65%), Ca2+
, Mg2+
, HPO4
2+
• Hepatosit: Ammonia (NH3)  urea  filtrasi & sekresi
• Deaminasi asam amino  ammonia
March 20, 2017 49Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Reabsorbsi di Loop of Henle
• Akhir tubulus proximalis: osmolaritas = darah
• Loop of Henle:
– Descending limb  reabsorbsi 15% air
– Thick ascending limb  impermeable thd. air
– Reabsorbsi HCO3
-
(10-20%)
• Sistem Na+
-K+
-2Cl-
symport:
– Reabsorbsi Na+
& Cl-
(35%)
– K+
kembali ke tubulus
• Reabsorbsi kation: Na+
, K+
,Ca2+
(20-30%), Mg2+
• Akhir loop of Henle: osmolaritas
March 20, 2017 50Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
http://www.mscd.edu/~biology/2320course/2320images/nephron.jpg
March 20, 2017 51Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Reabsorbsi di Tubulus Distalis
• Sistem Na+
-Cl-
symport
• Hormon parathyroid  reabsorbsi Ca2+
• Reabsorbsi air 10-15%
• Akhir tubulus distalis: 90-95% ion & air terserap
http://www.varimed.hu/hypertension/pha/img/pha_577.gif
March 20, 2017 52Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Reabsorbsi & Sekresi di Ductus Collectivus
Principal cells: reabsorbsi Na+
& sekresi K+
• Intercalated cells: reabsorbsi K+
& HCO3
-
; sekresi
H+
http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/N/nephron.gif
March 20, 2017 53Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
REABSORBSI ELEKTROLIT
( Kation ) perlu dikendalikan cermat, bila berubah
 kegagalan faal tubuh
Contoh : (Ca ) ↓  permeabilitas membran ↑ tetani
• NATRIUM :
* 65 % DIREABSORBSI di Tubulus proximal + H2O  isotonis
* Segmen tipis Henle : reabsorbsi ( -)
* Segmen tebal henle : reabsorbsi aktif bersama Cl tanpa
H2O  hipotonis
* Bagian proximal tubulus distalis : reabsorbsi (+)
* Bagian distal tubulus distalis : “ion exchange”  dikendalikan
aldosteron
March 20, 2017 54Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
• KALIUM :
Reabsorbsi lengkap di Tubulus Proximalis
Sekresi di Tubulus Distal : “ ion exchange”
• KALSIUM DAN FOSFAT :
Reabsorbsi di Tubulus Proximalis
Dikendalikan Parathormon :
* Reabsorbsi Ca ↑
* Reabsorbsi Fosfat ↓
• CHLORIDA :
Reabsorbsi pasif, kecuali di Segmen tebal henle
• AMONIUM :
Dibentuk melalui NH3 : H + NH3  NH4
March 20, 2017 55Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 56Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 57Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Karakteristik Urine Normal
• Volume: 1 – 2 liter per hari
• Warna: Kuning atau kuning sawo/ kuning gading (amber),
karena urokrom (hasil pemecahan pigmen empedu) dan
urobilin (hasil pemecahan hemoglobin). Urin pekat berwarna
gelap. Diet (misal: bit merah), obat, penyakit, berpengaruh pada
warna. Batu ginjal  darah
• Turbiditas: transparan (urine baru); berkabut (dibiarkan)
• Bau: aromatik ringan (baru)  amonia (dibiarkan);
metilmerkaptan (pada orang tertentu yang makan asparagus );
bau buah (badan keton pada diabetes mellitus)March 20, 2017 58Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
• pH: antara 4,6 – 8,0 (rata-rata 6,0). Diet tinggi protein 
asam; diet tinggi sayuran  basa
• Berat jenis: antara 1,001 – 1,035. Konsentrasi zat terlarut
meningkat  BJ meningkat
March 20, 2017 59Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
D. ElD. Eliiminasiminasi
Membuang sampah protein,
elektrolit yg berlebihan & bahan-
bahan toxic
Fungsi ……
March 20, 2017 60Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
UreterUreter
• Panjang ureter Orang dewasa ± 25 – 30Panjang ureter Orang dewasa ± 25 – 30
cm dg penampang kosong 0,5 cm,cm dg penampang kosong 0,5 cm,
terdiri dari 3 lapisan : lapisan mucosa,terdiri dari 3 lapisan : lapisan mucosa,
otot polos dan jaringan fibrous,otot polos dan jaringan fibrous,
• dinding ureter menimbulkan kontraksidinding ureter menimbulkan kontraksi
setiap ± 5 menit sekali.setiap ± 5 menit sekali.
March 20, 2017 61Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 62Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Vesica urinaria (blaas)Vesica urinaria (blaas)
Mrp tempat panampungan urineMrp tempat panampungan urine
sementara, terdiri dari tiga lapisansementara, terdiri dari tiga lapisan
otot polos yg dpt mengembang atauotot polos yg dpt mengembang atau
mengempis.mengempis.
Orang dewasa akan merasa inginOrang dewasa akan merasa ingin
miksi bila blaas berisi : 250 – 450 mlmiksi bila blaas berisi : 250 – 450 ml
urine. Urine dari blaas di keluarkanurine. Urine dari blaas di keluarkan
melalui uretra.melalui uretra.
March 20, 2017 63Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
http://academic.kellogg.cc.mi.us/herbrandsonc/bio201_McKinley/f27-9a_urinary_bladder_c.jpg
Inervasi:
1. Parasimpatis (S2 – S3  nervus pelvicus  plexus sacralis); sensoris &
motoris
2. Simpatis (L2  nervus hypogastricus): pembuluh darah
3. Somatis (nervus pudendus  m. sphincter externus)
March 20, 2017 64Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
UretraUretra
Panjang uretra pd wanitaPanjang uretra pd wanita
dewasa ± 3,7 cm, laki-lakidewasa ± 3,7 cm, laki-laki
dewasa ± 20 cm.dewasa ± 20 cm.
March 20, 2017 65Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Uretra laki-laki dibagi 3 bagian :Uretra laki-laki dibagi 3 bagian :
• Prostatic urethraProstatic urethra : mulai dari blaas: mulai dari blaas
sampai dengan kelenjar prostatsampai dengan kelenjar prostat
• membraneus urethramembraneus urethra : mulai kelenjar: mulai kelenjar
prostat sampai dengan ligamentumprostat sampai dengan ligamentum
triangulartriangular
• Cavernous urethraCavernous urethra : dari ligamantum tri: dari ligamantum tri
angular sampai dengan orifisium urethraangular sampai dengan orifisium urethra
March 20, 2017 66Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Uretra memiliki dua otot spinter yangUretra memiliki dua otot spinter yang
mengontrol retensi dan sekresi urinemengontrol retensi dan sekresi urine
• Spinter internal pd dasar blaas, bekerja diSpinter internal pd dasar blaas, bekerja di
luar kesadaran, dikontrol o/ syaraf otonom.luar kesadaran, dikontrol o/ syaraf otonom.
Spinter eksternal di bawah kontrol kesadaranSpinter eksternal di bawah kontrol kesadaran
shg memungkinkan org u/ menahan /shg memungkinkan org u/ menahan /
mengeluarkan urine scr sadar. Pada laki-lakimengeluarkan urine scr sadar. Pada laki-laki
terletak jauh dari uretra prostatika dan padaterletak jauh dari uretra prostatika dan pada
wanita terletak di tengah-tengah uretra.wanita terletak di tengah-tengah uretra.
March 20, 2017 67Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 68Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 69Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
March 20, 2017 70Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
Misturation / voiding / urination (miksi)Misturation / voiding / urination (miksi)
± 250 – 450 ml atau (anak-anak) ± 50 – 200± 250 – 450 ml atau (anak-anak) ± 50 – 200
ml urine menekan akhir syaraf sensorisml urine menekan akhir syaraf sensoris
pada dinding blaas, rangsang akanpada dinding blaas, rangsang akan
diteruskan ke pusat kontrol miksi di cortexditeruskan ke pusat kontrol miksi di cortex
cerebral, kmd pusat kontrol mengirimcerebral, kmd pusat kontrol mengirim
rangsang mel. spinal cord ke syaraf motorisrangsang mel. spinal cord ke syaraf motoris
di sacral diteruskan ke area rangsang paradi sacral diteruskan ke area rangsang para
simpatis pada otot destructor dan ototsimpatis pada otot destructor dan otot
spinter uretra interna. Jika orang tersebutspinter uretra interna. Jika orang tersebut
menghendaki maka otot spinter uretramenghendaki maka otot spinter uretra
eksterna dikendorkan dan urine keluareksterna dikendorkan dan urine keluar..
March 20, 2017 71Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep.
Sp.Kep.J.
72

Anatomi Perkemihan

  • 1.
    STRUKTUR & FUNGSISTRUKTUR& FUNGSI March 20, 2017 1
  • 2.
    March 20, 20172Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 3.
    March 20, 20173Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 4.
    • Bag. ataslobus ginjal menyentuhBag. atas lobus ginjal menyentuh diafragma, ginjal kanan lebih mudahdiafragma, ginjal kanan lebih mudah dipalpasi dari pada ginjal kiri karenadipalpasi dari pada ginjal kiri karena ginjalginjal kanankanan letaknya yang sedikit lebih rendah.letaknya yang sedikit lebih rendah. Ginjal kanan sejajar dengan rusuk 12 danGinjal kanan sejajar dengan rusuk 12 dan ginjal kiri sejajar dengan rusuk 11.ginjal kiri sejajar dengan rusuk 11. March 20, 2017 4Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 5.
    March 20, 20175Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 6.
    GinjalGinjal Ginjal berbentuk sptkacang merah, licin,Ginjal berbentuk spt kacang merah, licin, padat, tegas, ukuran panjang ± 12 – 13 cm,padat, tegas, ukuran panjang ± 12 – 13 cm, lebar ± 6 cm, tebal ± 3,5 cm berat 120 – 150lebar ± 6 cm, tebal ± 3,5 cm berat 120 – 150 gr,gr, Ginjal orang dewasaGinjal orang dewasa IndonesiaIndonesia umumnyaumumnya berukuran : lebar 4,5 cm, tinggi 5 – 7,6 cmberukuran : lebar 4,5 cm, tinggi 5 – 7,6 cm,, bagian dalamnya 2 – 3 cm dan tebalnya 2,5bagian dalamnya 2 – 3 cm dan tebalnya 2,5 cmcm. Letak. Letak di belakang peritoneum (di belakang peritoneum (retroretro peritonealperitoneal), unit fungsional ginjal (), unit fungsional ginjal (nefronnefron)) sebanyak 1 – 1,5 juta nefron.sebanyak 1 – 1,5 juta nefron. March 20, 2017 6Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 7.
    March 20, 20177Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 8.
    March 20, 20178Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 9.
    Aliran darah ginjalAlirandarah ginjal Darah yg masuk pd orgDarah yg masuk pd org dewasa normal ± 1.200 ml perdewasa normal ± 1.200 ml per menit atau 20 - 25% (Sylviamenit atau 20 - 25% (Sylvia Anderson, 1995) dari cardiacAnderson, 1995) dari cardiac out put (5.600 ml/menit).out put (5.600 ml/menit). March 20, 2017 9Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 10.
    Aliran darah diginjalAliran darah di ginjal Darah yg mengalir mel. arteri renalisDarah yg mengalir mel. arteri renalis → arteri lobaris → arteri interlobaris→ arteri lobaris → arteri interlobaris → arteri arkuata → arteri lobularis →→ arteri arkuata → arteri lobularis → arteri interlobularis → arteri aferent.arteri interlobularis → arteri aferent. March 20, 2017 10Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 11.
    March 20, 201711Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 12.
    March 20, 201712Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 13.
    Histologi ginjalHistologi ginjal Masingmasing mengandung 1Masing masing mengandung 1 – 1– 1,,55 jutajuta nephronnephron Ada 2 tipe nephron:Ada 2 tipe nephron: • Cortical nephronCortical nephron glomerulusnya pada kortek ginjalglomerulusnya pada kortek ginjal loop of Henle pendekloop of Henle pendek • Juxtamedullary nephronJuxtamedullary nephron glomerulusnya pada juxtamedullaryglomerulusnya pada juxtamedullary loop of Henle panjangloop of Henle panjang sampai pyramidasampai pyramida renalisrenalis March 20, 2017 13Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 14.
    March 20, 201714Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 15.
    March 20, 201715Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 16.
    NEPHRONNEPHRON • Unit fungsionalginjal sel-2 yg membentuk urine. • Lebih dari 1 – 1,5 juta neprhon pd tiap ginjal. (+ 2.400.000 pd kedua ginjal. • Ujung neprhon kapiler-2 yg berkelompok (Glomerulus) yg dibungkus oleh Capsula Bowman) • Darah dg sampah metabolisme, elektrolit & nutrient masuk ke glomerulus melalui arteriole Afferent disaring dlm glomerulus. • Air sampah-2, glukosa, elektrolit dptt melalui dinding tipis glomerulus & masuk Capsula Bowman. March 20, 2017 16Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 17.
    March 20, 201717Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 18.
    March 20, 201718Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 19.
    Nephron Satu unit fungsional dariginjal yang terdiri dari :  Glomerulus + capsula bowman  Tubulus proksimalis  Lengkungan Henle ( Loop of Henle )  Tubulus distalis  Ductus koligentes March 20, 2017 19Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 20.
    Glomerulus Dibentuk oleh invaginasi sekelompokkapiler ke dalam ujung buntu dari tubulus yang melebar sehingga terbentuk kapsula bowmen. Kapsula bowman terdiri dari: • Pars parietalis : lapisan luar • Pars visceralis : lapisan dalamMarch 20, 2017 20Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 21.
    March 20, 201721Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 22.
    March 20, 201722Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 23.
    Kapsula Bowman • Darahdalam kapiler glomerulus dipisahkan dari cairan filtrat glomeruli dalam kapsula bowman oleh sistem filter yang terdiri dari : – Endothelium kapiler – Lamina basalis – Epithelium pars viseralis kapsula bowman March 20, 2017 23Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 24.
    Sistem Filter KapsulaBowman • Endothelium kapiler mempunyai pori pori 10 ñm • Sel epitel kapsula bowman (podocyte) mempunyai jonjot pseudopodia yang melekat pada lamina basalis dengan celah selebar 25 ñm dan ditutup membran tipis • Normalnya protein tidak bisa menembus filter kapsula bowman ini sehingga ultra filtrat yang sudah disaring mempunyai susunan molekul yang sama dengan plasma (isostenuria) kecuali protein. March 20, 2017 24Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 25.
    Tubulus proksimal • Panjang15 mm diameter 55 ñm. • Dinding terbentuk dari satu lapis sel dengan ikatan tight junction. • Pada permukaan yang menghadap ke lumen terdapat brush border. • Disekitar sel terdapat ruangan ekstrasel yang disebut lateral interseluler spaces. March 20, 2017 25Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 26.
    Loop of Henle •Terdiri dari pars ascendent dan descendent • Pars descendent dilapisi sel epitel pipih • Pars ascendent dilapisi sel kuboid dan mengandung banyak mitokondria • Segmen tebal pars ascendent mencapai glomerulus dan berdampingan dengan vas afferent. Daerah ini epitel tubuli mengalami perubahan histologi yang namakan makula densa. March 20, 2017 26Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 27.
    Tubulus Distalis • Mempunyaipanjang 5 mm • Dilapisi sel epitelium yang lebih pipih dari pada epitel tubulus proksimal. • Tidak dijumpai brush border • Bermuara pada duktus koligentes yang mempunyai ukuran panjang 20 mm dari kortek ke medula menuju papila renalis. March 20, 2017 27Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 28.
    Fungsi Sistem Urinaria A.A.Memelihara HomeostasisMemelihara Homeostasis Mengontrol volume darah & air Mengatur kadar elektrolit (garam2 an) Memelihara keseimbangan pH Mengaktifkan vitamin D March 20, 2017 28Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 29.
    Memelihara keseimbangan pHMemeliharakeseimbangan pH • Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. • Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urin yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8. • Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi. March 20, 2017 29Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 30.
    • Kenaikan ataupenurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%. March 20, 2017 30Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 31.
    Fungsi …… B.B. MengaturMengaturtekanan darahtekanan darah (Prostaglandin) (converting enz) March 20, 2017 31Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 32.
    March 20, 201732Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 33.
    C. Pemprosesan WasteProductC. Pemprosesan Waste Product Membentuk urine Menyimpan urine Fungsi …… March 20, 2017 33Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 34.
    PROSES PRODUKSI URINEPROSESPRODUKSI URINE 1.Filtrasi oleh glomerulus 2.Reabsorbsi oleh tubulus 3.Sekresi oleh tubulus March 20, 2017 34Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 35.
    FILTRASI (PENYARINGAN)FILTRASI (PENYARINGAN) Filtrasidilakukan oleh : 1. Membran Glomerulus 2. Dinding dalam Capsula Bowman Zat yang difiltrasi antara lain :  H2O  Molekul dengan diameter : < 4 nm ==> lewat 4-8 nm ==> sebagian lewat > 8 nm ( al. Protein plasma, eritrosit, leukosit) ==> tidak dapat lewat March 20, 2017 35Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 36.
    H2O hampir seluruhnyaH2Ohampir seluruhnya direabsorbsidireabsorbsi ProteinProtein  tidak difiltrasitidak difiltrasi N : tidak terdapat pada urineN : tidak terdapat pada urine GlukosaGlukosa  difiltrasidifiltrasi direabsorbsi semuadireabsorbsi semua March 20, 2017 36Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 37.
    Filtrasi GlomerulusFiltrasi Glomerulus Filtrasiglomerulus terjadi oleh karena adanya : –Tek hidrostatik kapiler (PB)= 70 mmHg –Tek hidrostatik cairan ultrafiltrat (PC)=20 mmHg –Tek koloid osmotik protein plasma (PCO)= 32 mmHg Tek Filtrasi efektif (EFP) adalah netto resultante dari ketiga gaya tersebut EFP = PB – PC – PCO = 18 mmHgMarch 20, 2017 37Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 38.
    • ultrafiltrasiultrafiltrasi diglomerolusdi glomerolus ± 170 - 180± 170 - 180 liter / hari (125 – 200 ml/menit) terdiriliter / hari (125 – 200 ml/menit) terdiri dari semua bag. plasma, termasuk guladari semua bag. plasma, termasuk gula dan seb.kecil protein (0,3%).dan seb.kecil protein (0,3%). • Dari tubulus proksimal s.d. tubulusDari tubulus proksimal s.d. tubulus distal hasil filtrasi 99% diresorbsidistal hasil filtrasi 99% diresorbsi kembali ke dalam darah (termasuk Na,kembali ke dalam darah (termasuk Na, Ca, K, P, glucose, asam amino ion urat,Ca, K, P, glucose, asam amino ion urat, dll).dll). March 20, 2017 38Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 39.
    March 20, 201739Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 40.
    GFR (Glomerulo FiltrationRate) • GFR (Glomerulo Filtration Rate) = Jumlah filtrat yangGFR (Glomerulo Filtration Rate) = Jumlah filtrat yang disaring dari plasma dalam 1 menitdisaring dari plasma dalam 1 menit = Laju Filtrasi= Laju Filtrasi GlomerulusGlomerulus NNormalormal : ± 125 ml/ m: ± 125 ml/ minin (M) atau 105 ml/min (F)(M) atau 105 ml/min (F) • Cara mengukur GFRCara mengukur GFR GFR . Px = Ux . VGFR . Px = Ux . V Ux . VUx . V GFR =GFR = PxPx V = Volume urineV = Volume urine Ux = Konsentrasi zat X dalam urineUx = Konsentrasi zat X dalam urine Px = Konsentrasi zat X diplasmaPx = Konsentrasi zat X diplasma March 20, 2017 40Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 41.
    SYARAT ZAT UNTUK PENGUKURANGFR 1. Molekul kecil1. Molekul kecil 2. Tidak direabsorbsi /2. Tidak direabsorbsi / disekresidisekresi 3. Tidak dimetabolisir3. Tidak dimetabolisir 4. Tidak beracun4. Tidak beracun 5. Tidak terikat plasma5. Tidak terikat plasma proteinprotein 6. Tidak disimpan dalam6. Tidak disimpan dalam ginjalginjal 7. Tidak mempengaruhi7. Tidak mempengaruhi kecepatan filtrasikecepatan filtrasi 8. Mudah dianalisa8. Mudah dianalisa ZAT YANG MEMENUHIZAT YANG MEMENUHI SYARAT TERSEBUT :SYARAT TERSEBUT : 11. Insulin. Insulin 2. Mannitol2. Mannitol Faktor-faktor yangFaktor-faktor yang mempengaruhi GFR :mempengaruhi GFR : 1. Perubhan tekanan darah1. Perubhan tekanan darah 2. Perubahan tekanan2. Perubahan tekanan koloid osmotikkoloid osmotik 3. Perubahan permeabilitas3. Perubahan permeabilitas 4. Perubahan luas area4. Perubahan luas area filtrasifiltrasi March 20, 2017 41Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 42.
    Regulasi GFRRegulasi GFR 1.Autoregulasirenal a. Mekanisme myogenik b. Umpan balik tubuloglomerular 2.Regulasi saraf simpatis 3.Regulasi hormonal a. Angiotensin II b. Atrial natriuretic peptide (ANP) March 20, 2017 42Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 43.
    1.1. Autoregulasi renalAutoregulasirenal 1.Mekanisme myogenik: BP  RBF  GFR  regangan arteriola afferent  kontraksi otot arteriola afferent  lumen menyempit  GFR ke tingkat semula 2.Umpan balik tubuloglomerular: BP  GFR  cairan lewat cepat di tubulus  rebasorbsi Na, Cl, air di tubulus proksimal & loop of Henle  deteksi oleh macula densa  inhibisi sekresi NO  arteriola afferen konstriksi  RBF  GFR ke normal BP = blood presure, RPF = renal blood flowMarch 20, 2017 43Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 44.
    2. Regulasi sarafsimpatis  norepinephrine a.istirahat: stimulasi rendah  arteriola afferent (a) & efferent (e) dilatasi  autoregulasi renal & GFR tetap b.stimulasi moderat : arteriola a & e konstriksi  restriksi aliran darah masuk & keluar glomerulus  GFR sedikit a.stimulasi kuat: vasokonstriksi arteriola a > e  RBF  GFR  urine  aliran darah ke jaringan lainMarch 20, 2017 44Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 45.
    Regulasi Reabsorbsi &Sekresi oleh Hormon • Sistem Renin – Angiotensin – Aldosteron Vol darah  sel juxtaglomerular renin converting enzyme angiotensinogen  angiotensin I  angiotensin II • Angiotensin ll : Vasokonstriksi arteriola afferent  GFR Reabsorbsi Na+ , Cl- , dan air di tubulus proximalis Stimulasi kortex adrenal  aldosteron  reabsorbsi Na+ , Cl- dan sekresi K+ di ductus collectivus  reabsorbsi airMarch 20, 2017 45Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 46.
    • Hormon Antidiuretik(ADH)/ Vasopressin • Reabsorbsi air di bagian akhir tubulus distalis & ductus collectivus (urine = 400 – 500 mL) • Osmolaritas plasma  osmoreseptor hipothalamus  hipophysis  ADH  tubulus distalis & ductus collectivus • Atrial Natriuretic Peptide (ANP) • Volume darah  ANP dari jantung 1.Inhibisi reabsorbsi Na & air di tubulus proximal & ductus collectivus 2.Inhibisi sekresi aldosteron & ADH March 20, 2017 46Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 47.
    REABSORBSI Penyerapan kembali filtrat: air maupun zat-zat didalam filtrat SEKRESI Pengeluaran zat-zat kedalam filtrat March 20, 2017 47Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 48.
    Susbtansi Terfiltrasi* ReabsorpsiUrine Air 180 L 178 – 179 L 1 – 2 L Protein 2,0 g 1,9 g 0.1 g Na+ 579 g 575 g 4 g Cl- 640 g 633,7 g 6,3 g HCO3 - 275 g 274,97 g 0,03 g Glukosa 162 g 162 g 0 g Urea 54 g 24 g 30 g** K+ 29,6 g 29,6 g 2,0 g*** Asam urat 8,5 g 7,7 g 0,8 g Kreatinin 1,6 g 0 g 1,6 g Substansi Terfiltrasi, Direabsorpsi, & Diekskresikan ke Dalam Urine * Dengan asumsi GFR = 180 l/ hari; **Selain difiltrasi & direabsorpsi, urea disekresi; ***K+ difiltrasi & semua direabsorpsi oleh tubulus kontortus & ansa Henle, & disekresi oleh sel principal duktus kolektivus March 20, 2017 48Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 49.
    Rebasorbsi & Sekresidi Tubulus Proximalis http://people.eku.edu/ritchisong/554images/proximal_tubule.jpg • Reabsorbsi ion (terutama Na+ dan air terbesar; 65%) • Reabsorbsi dng sistem Na+ symport: glukosa & asam amino (100%), asam laktat, ion-ion fosfat (HPO4 2- ) dan sulfat (SO4 2- ) • Sistem Na+ /H+ antiport: Na+ dan HCO3 - (80-90%) • Osmosis air (tub. prox. & descending limb of Henle -> permeable) • Difusi pasif: Cl- (50%), K+ (65%), Ca2+ , Mg2+ , HPO4 2+ • Hepatosit: Ammonia (NH3)  urea  filtrasi & sekresi • Deaminasi asam amino  ammonia March 20, 2017 49Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 50.
    Reabsorbsi di Loopof Henle • Akhir tubulus proximalis: osmolaritas = darah • Loop of Henle: – Descending limb  reabsorbsi 15% air – Thick ascending limb  impermeable thd. air – Reabsorbsi HCO3 - (10-20%) • Sistem Na+ -K+ -2Cl- symport: – Reabsorbsi Na+ & Cl- (35%) – K+ kembali ke tubulus • Reabsorbsi kation: Na+ , K+ ,Ca2+ (20-30%), Mg2+ • Akhir loop of Henle: osmolaritas March 20, 2017 50Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 51.
  • 52.
    Reabsorbsi di TubulusDistalis • Sistem Na+ -Cl- symport • Hormon parathyroid  reabsorbsi Ca2+ • Reabsorbsi air 10-15% • Akhir tubulus distalis: 90-95% ion & air terserap http://www.varimed.hu/hypertension/pha/img/pha_577.gif March 20, 2017 52Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 53.
    Reabsorbsi & Sekresidi Ductus Collectivus Principal cells: reabsorbsi Na+ & sekresi K+ • Intercalated cells: reabsorbsi K+ & HCO3 - ; sekresi H+ http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/N/nephron.gif March 20, 2017 53Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 54.
    REABSORBSI ELEKTROLIT ( Kation) perlu dikendalikan cermat, bila berubah  kegagalan faal tubuh Contoh : (Ca ) ↓  permeabilitas membran ↑ tetani • NATRIUM : * 65 % DIREABSORBSI di Tubulus proximal + H2O  isotonis * Segmen tipis Henle : reabsorbsi ( -) * Segmen tebal henle : reabsorbsi aktif bersama Cl tanpa H2O  hipotonis * Bagian proximal tubulus distalis : reabsorbsi (+) * Bagian distal tubulus distalis : “ion exchange”  dikendalikan aldosteron March 20, 2017 54Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 55.
    • KALIUM : Reabsorbsilengkap di Tubulus Proximalis Sekresi di Tubulus Distal : “ ion exchange” • KALSIUM DAN FOSFAT : Reabsorbsi di Tubulus Proximalis Dikendalikan Parathormon : * Reabsorbsi Ca ↑ * Reabsorbsi Fosfat ↓ • CHLORIDA : Reabsorbsi pasif, kecuali di Segmen tebal henle • AMONIUM : Dibentuk melalui NH3 : H + NH3  NH4 March 20, 2017 55Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 56.
    March 20, 201756Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 57.
    March 20, 201757Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 58.
    Karakteristik Urine Normal •Volume: 1 – 2 liter per hari • Warna: Kuning atau kuning sawo/ kuning gading (amber), karena urokrom (hasil pemecahan pigmen empedu) dan urobilin (hasil pemecahan hemoglobin). Urin pekat berwarna gelap. Diet (misal: bit merah), obat, penyakit, berpengaruh pada warna. Batu ginjal  darah • Turbiditas: transparan (urine baru); berkabut (dibiarkan) • Bau: aromatik ringan (baru)  amonia (dibiarkan); metilmerkaptan (pada orang tertentu yang makan asparagus ); bau buah (badan keton pada diabetes mellitus)March 20, 2017 58Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 59.
    • pH: antara4,6 – 8,0 (rata-rata 6,0). Diet tinggi protein  asam; diet tinggi sayuran  basa • Berat jenis: antara 1,001 – 1,035. Konsentrasi zat terlarut meningkat  BJ meningkat March 20, 2017 59Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 60.
    D. ElD. Eliiminasiminasi Membuangsampah protein, elektrolit yg berlebihan & bahan- bahan toxic Fungsi …… March 20, 2017 60Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 61.
    UreterUreter • Panjang ureterOrang dewasa ± 25 – 30Panjang ureter Orang dewasa ± 25 – 30 cm dg penampang kosong 0,5 cm,cm dg penampang kosong 0,5 cm, terdiri dari 3 lapisan : lapisan mucosa,terdiri dari 3 lapisan : lapisan mucosa, otot polos dan jaringan fibrous,otot polos dan jaringan fibrous, • dinding ureter menimbulkan kontraksidinding ureter menimbulkan kontraksi setiap ± 5 menit sekali.setiap ± 5 menit sekali. March 20, 2017 61Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 62.
    March 20, 201762Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 63.
    Vesica urinaria (blaas)Vesicaurinaria (blaas) Mrp tempat panampungan urineMrp tempat panampungan urine sementara, terdiri dari tiga lapisansementara, terdiri dari tiga lapisan otot polos yg dpt mengembang atauotot polos yg dpt mengembang atau mengempis.mengempis. Orang dewasa akan merasa inginOrang dewasa akan merasa ingin miksi bila blaas berisi : 250 – 450 mlmiksi bila blaas berisi : 250 – 450 ml urine. Urine dari blaas di keluarkanurine. Urine dari blaas di keluarkan melalui uretra.melalui uretra. March 20, 2017 63Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 64.
    http://academic.kellogg.cc.mi.us/herbrandsonc/bio201_McKinley/f27-9a_urinary_bladder_c.jpg Inervasi: 1. Parasimpatis (S2– S3  nervus pelvicus  plexus sacralis); sensoris & motoris 2. Simpatis (L2  nervus hypogastricus): pembuluh darah 3. Somatis (nervus pudendus  m. sphincter externus) March 20, 2017 64Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 65.
    UretraUretra Panjang uretra pdwanitaPanjang uretra pd wanita dewasa ± 3,7 cm, laki-lakidewasa ± 3,7 cm, laki-laki dewasa ± 20 cm.dewasa ± 20 cm. March 20, 2017 65Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 66.
    Uretra laki-laki dibagi3 bagian :Uretra laki-laki dibagi 3 bagian : • Prostatic urethraProstatic urethra : mulai dari blaas: mulai dari blaas sampai dengan kelenjar prostatsampai dengan kelenjar prostat • membraneus urethramembraneus urethra : mulai kelenjar: mulai kelenjar prostat sampai dengan ligamentumprostat sampai dengan ligamentum triangulartriangular • Cavernous urethraCavernous urethra : dari ligamantum tri: dari ligamantum tri angular sampai dengan orifisium urethraangular sampai dengan orifisium urethra March 20, 2017 66Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 67.
    Uretra memiliki duaotot spinter yangUretra memiliki dua otot spinter yang mengontrol retensi dan sekresi urinemengontrol retensi dan sekresi urine • Spinter internal pd dasar blaas, bekerja diSpinter internal pd dasar blaas, bekerja di luar kesadaran, dikontrol o/ syaraf otonom.luar kesadaran, dikontrol o/ syaraf otonom. Spinter eksternal di bawah kontrol kesadaranSpinter eksternal di bawah kontrol kesadaran shg memungkinkan org u/ menahan /shg memungkinkan org u/ menahan / mengeluarkan urine scr sadar. Pada laki-lakimengeluarkan urine scr sadar. Pada laki-laki terletak jauh dari uretra prostatika dan padaterletak jauh dari uretra prostatika dan pada wanita terletak di tengah-tengah uretra.wanita terletak di tengah-tengah uretra. March 20, 2017 67Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 68.
    March 20, 201768Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 69.
    March 20, 201769Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 70.
    March 20, 201770Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 71.
    Misturation / voiding/ urination (miksi)Misturation / voiding / urination (miksi) ± 250 – 450 ml atau (anak-anak) ± 50 – 200± 250 – 450 ml atau (anak-anak) ± 50 – 200 ml urine menekan akhir syaraf sensorisml urine menekan akhir syaraf sensoris pada dinding blaas, rangsang akanpada dinding blaas, rangsang akan diteruskan ke pusat kontrol miksi di cortexditeruskan ke pusat kontrol miksi di cortex cerebral, kmd pusat kontrol mengirimcerebral, kmd pusat kontrol mengirim rangsang mel. spinal cord ke syaraf motorisrangsang mel. spinal cord ke syaraf motoris di sacral diteruskan ke area rangsang paradi sacral diteruskan ke area rangsang para simpatis pada otot destructor dan ototsimpatis pada otot destructor dan otot spinter uretra interna. Jika orang tersebutspinter uretra interna. Jika orang tersebut menghendaki maka otot spinter uretramenghendaki maka otot spinter uretra eksterna dikendorkan dan urine keluareksterna dikendorkan dan urine keluar.. March 20, 2017 71Eyet Hidayat, SPd, SKp, MKep. Sp.Kep.J.
  • 72.