PERAWATAN POSTPARTUM
KONSEP ESENSIAL
• Mengacu pd pelayanan medis dan
keperawatanpd wanita slama
nifasperiode 6 mg setelah
melahirkanakhir
persalinanberakhirkembalinya organ
reproduksi kekeadaan sebelum hamil.
• Periode ini penyesuaian fisik dan psikologis
terhadap kelahiran
KONSEP ESENSIAL
• Selama periode iniuterus mengalami
involusi-perubahan progresif uterus setelah
kelahiran.
• Satu aspek pascapartumdukungan dalam
menyusui ASI.
Periode postpartum
• Immediate post partum ( 24 jam
pertama)hampir seluruh tbh mglami
perubahan scr dratis.
• Early postpartum (minggu pertama)
• Late postpartum (minggu kedua-akhir)tjd
perubahan scr bertahap.
TUJUAN PERAWATAN PASCAPARTUM
• Me’ involusi uterus normal dan kembali
keadaan semula
• Meminimalkan komplikasi postpartum
• Me’kenyamanan dan penyembuhan
pelvik,jaringan perianal danperineal
• Membantu pemulihan fungsi tubuh normal
• Me’pemahaman terhadap perubahan fisiologi
dan psikologi
TUJUAN PERAWATAN PASCAPARTUM
• Mefasilitasi perawatan bayi baru lahir dan
prwtan mandiri oleh ibu baru
• Me’keberhasilan integrasi bblahir ke dlm unit
keluarga
• Menyiapkan perencanaan pulang yg efektif
termasuk rujukan yg tepat perawatan
lanjutan dirumah
Faktor faktor yg memp pengalamn
pasca partum
• Sifat persalinan dan kelahiran ,serta tujuan
kelahiran
• Persiapan persalinan,kelahiran,dan peran
menjadi org tua
• Transisi menjadi orang tua yg mendadak
• Pengalaman keluarga secara individual atau
bersama terhadap kelahiran anak dan
membesarkan anak
• Harapan peran anggota keluarga
• Kepekaan dan efektivitas asuhan keperawatan
dan perawatan profesional lainnya
• Faktor faktor resiko pd komplikasi
pascaportum meliputi:
Preeklamsi atau eklamsi
Diabetes
Masalah jantung
• Distensi uterus yg berlebihanakibat
kelahiran multipel/hidramnion
• Solusio plasenta atau plasenta previa
• Persalinan lama /presipitatus,kesulitan
melahirkan .
TANDA DAN BAHAYA PASCAPARTUM
• PE’perdarahan,bekuan darah,atau keluaran
jaringan
• Perdarahan pervaginam merah terang
setiapwaktu setelah kelahiran
• Nyeri lebih berat dari yg seharusnya
• Merasa kandung kemih penuhtdk mampu
berkemih
• Perasaan gelisah disertai dgn kulit
pucat,dingin,lembab,pusing,ggpenglihatan
• Nyeri,kemerahan ,kenaikan suhu 38c
• Sulit bernapas,denyut jantung cepat,nyeri
dada,perasaan gelisah,pucat,dingin,atau
warna kulit biru
PERUBAHAN BIOFISIK PASCAPARTUM
• Perubahan sistem reproduksi
1.uterusberkontraksi dgn kuat setelah
kelahiran bayi,uterus akan ttp sama
ukurannya sampai sekitar 2 hr,kemudian
berkurang/involusi dan turun sekitar satu ruas
jari /hari
a.Pd 10-14 hr pascapartumuterus tdk dpt
dipalpasi diabdomen
• Uterus mendekati ukuran sebelum hamil dlm
4- 6 mg pascapartum .tempat pelekatan
plasenta membutuhkan 6-7 mgg utk
sembuh.regenerasi endometrium
memerlukan waktu 6 mg.
b. lokiakeluaran dari uterus selama 3 mg
pertama setelah kelahiran,terjadi 3 tipe.
• Lokia rubra2-3 hr pertama,warna merah
gelap.mengandung sel-sel
epitel,eritrosit,leukosit,dan desidua serta
memiliki bau karakteristik /khas.
• Lokia serosa3-10hr setelah kelahiran,warna
merah muda sampai kecoklatan,mengandung
desidua,eritrosit,leukosit,lendir servik,dan
mikroorganisme ,memiliki bau yg keras
• Lokia albaterjadi 10 hr smp 3 mg,hampir tdk
berwarna sampai krem
kekuningan,mengandung leukosit
,desidua,sel-sel epitel,lemak,lendir
servik,kristal kolesterol,dan bakteritdk
berbau
2. Servik >tebal dan lebih keraspd akhir mg
pertama pascapartum,servik msh berdilatasi
sekitar 1 cm.involusi serviks yg lengkap
berlangsung 3-4 bln.kelahiran anak bs
mengakibatkan perubahan permanen pada
ostium serviks dari bulat mjd lonjong
3.Vagina halus dan membengkak,dgn tonus yg
buruk setelah kelahiran.rugae tampak kembali 3-
4 mg pascapartum.estrogen kembali 6-10 mg
4. perineum tampak odema,memar setelah
melahirkan bisa ditemukan
episiotomi/laserasi
5.Abdomen tetap lunak dan mengendor
selama bbrp wkt setelah melahirkan,striae
tetap,tetapi putih perak,diastatis
rekti(pemisahan otot-otot rektus
abdominis)dpt terjadi pd wanita dgn tonus
otot yg buruk
6. Perubahan payudarapenurunan cepat
kadar estrogen dan progesteron dgn
pe’sekresi prolaktin setelah melahirkan
* kolustrum sdh ada wktu melahirkan.ASI
diproduksi pada hr ke ¾ pascapartum
* payudara lebih besar dan lebih keras tjd krn
laktasi (pembengkakan primer).kongesti
berkurang dalam 1-2 hari
• Didalam payudaraprolaktin menstimulasi
sel-sel alveolar utk menghasilkan
susu.pengisapan bayi baru lahir memicu
pelepasan oksitosin dan kontraktilitas sel-sel
mioepitelial,yg menstimulasi aliran
susu,reflek let-down.jumlah rata-rata ASI yg
dihasilkan dlm 24 jam meningkat sejalan
dengan waktu.
Perubahan sistem endokrin
• Kadar estrogen,dan progesteron menurun dgn
cepat setelah melahirkan
• Ovulasi dan dimulainya menstruasi apakah
ibu menyusui/tdk
• 45% yg menyusui memulai kembali
menstruasi dlm 12 mg,80%memiliki satu atau
lebih siklus anovulatori sebelum ovulasi yg
pertama
• 40% wanita yg tdk menyusui memulai kembali
menstruasi dlm 6 mg setelah melahirkan ,65%
dlm 12 mg,90% dlm 24 mg.50% berovulasi
selama siklus yg pertama
• Kebutuhan akan istirahat dan tidur meningkat
secara signifikan
Perubahan pada sistem kardiovaskuler
• Bradi kardi-sementara 50-70x/mntselama 24-
48 jam setelah melahirkan dan bisa berlanjut
hingga 6-8 hari
• Volume darah menurun kekadar sebelum hamil
pd 4 mg setelah melahirkan
• Hematokrit meningkat pd hari ke 3-7
pascapartum
• Leukositosis20.000-30.000mm3 berlanjut utk
bbrp hari setelah melahirkan.tekanan darah
tetap stabil dan nadi frekuensinya kembali
seperti sblm hamil dlm 3 bln pascapartum
Perubahan sistem imun
• Sedikit peningkatan suhu tubuh bs terjadi
tanpa penyebabsuhu ibu seharusnya tetap
dlm bts normal
• Setiap ibu yg suhu mencapai 38c dlm 24jam
pertamanormal,selebihnya dianggap
demam
Perubahan sistem pernapasan
• Fungsi pulmonar kembali kestatus sebelum
hamil dlm 6 bln setelah melahirkan
Perubahan sistem renal dan
perkemihan
• Distensi berlebihan pd kandung kemih
umum terjadipe’kapasitas kandung
kemih ,pembengkakan,memar jaringan
disekitar uretra.dan hilangnya sensasi
terhadap tekanan yg meningkat
• Kandung kemih yg penuh menggeser uterus
perdarahan pascapartum,distensi kandung
kemihretensi urine
• Pengosongan kdg kemih yg adekuatkembali 5-
7 hr setelah terjadi pemulihan jaringan yg
bengkak dan memar
• Laju filtrasi glomerulus(GFR)tetap meningkat
selama kira kira 7 hr setelah melahirkan
• Ureter yg berdilatasi dan pelvis renal kembali
kekeadaan sebelum hamil dlm 6-10 mg setelah
melahirkan.
• Diaforesis puerperalis dan diuresis tjd dlm 24 jam
pertama setelah melahirkan.
Perubahan sistem gastrointestinal
• Lapar dan haushal yg umum terjadi setelah
melahirkan
• Motilitas dan tonus gastrointestinal kemali
kekeadaan sebelum hamil dlm 2 mg setelah
melahirkan
• Konstipasi slm periode
pascapartumawalpenurunan tonus otot
usus,rasa tdk nyaman pd perineum dan
kecemasan
• Klien dapat kembali ke berat badan sebelum
hamil dlm 6-8 mg jk pertambahan berat badan
selama kehamilan dlm kisaran normal
• Hemoroid masalah yg umum dlm periode
pascapartumawaltekanan pada dasar
panggul dan mengejan selama persalinan
Perubahan sistem muskuloskeletal
• Ambulasi 4-8 jm setelah melahirkan ,ambulasi
dini dianjurkan untukmenghindari
komplikasi,meningkatkan involusi,dan
meningkatkan cara pandang emosional
• Relaksasi dan peningkatan mobilitas
artikulasio pelvik terjadi dalam 6-8 mg setelah
melahirkan
Perubahan sistem integumen
• Melanin menurun secara bertahap setelah
melahirkan menyebabkan penurunan
hiperpigmentasi (warnanya tdk akan kembali
kestatus sebelum hamil)
• Perubahan vaskuler kehamilan yg tampak
akan hilang dgn penurunan kadar estrogen
Kebutuhan pascapartum
• Kebersihan diridlm stp perslnan
apapunmjg kebersihanmandi,kebersihan
vaginaganti pembalut.
• Eliminasi BAKlancar,BAB3 hr stlh pp
• Kebutuhan cairan pp fisiologislsg,ppsc6
jm stlh
(sc)peristaltikminum/mkn(bertahap).
• Diet TKTP,buah dan sayur yg ckp.
• Mobilisasi istirahat slm 6 jm,prisipambulator
awal ,setelah 6 jm mobilisasidudukdgn
jalan
• Aktivitas dan istirahatambulasi
dinibermanfaatmengurangi
tromboembolisme.istirahatckp istirahat,kurang
istirahatmempengaruhimengurangi jmlh
ASI.proses involusi terlambat dan memperbanyak
perdarahan.depresi dan ketidak mampuan mrwt
bayi
• Hubungan seksual setelah pengeluaran
lochea berhenti dan ibu tdk mrs
sakit,budaya/tradisi40 hr setelah
persalinan.
Adaptasi psikososial
• Konsep esensial:
1.Periode pascapartummenggambarkan suatu
waktu stress emosional bg ibu barulebih
sulit dgnperubahan fisiologis yg besar
terjadi
2.Faktor yg mempengaruhi keberhasilan transisi
keperan mjd OT:
*respons dan dukungan keluarga dan teman
• Hubungan pglman kelahiran dgn harapan dan
aspirasi
• Pglman melahirkan dan membesarkan anak
sblmnya
• Pengaruh budaya
• Rubin (1997) periode ini mjd 3 tahap:
• Periode taking –in:
*Terjdi 1-2 hr setelah melahirkan ,ibu baru biasanya
bersifat pasif dan bergantung,energi difokuskan pd
perhatiaan ke tubuhnya.
• Sering mengulang kembali pengalaman persalinan dan
melahirkan
• Tidur yg tdk tergaggupenting
• Nutrisi tambahanselera mkn biasanya
meningkat,selera yg buruktanda proses pemulihan
tdk berjalan dgn baik
Periode taking-hold
• Berlangsung 2-4 hrmenaruh perhatian pd
kemampuaannya utk mjd OT yg berhasil dan
menerima pe’tanggung jawab terhadap bayinya.
• Berfokus pd pengembalian kontrol terhadap
fungsi tubuhnya(fungsi usus,kandung
kemih,kekuatan,daya tahan)
• Berusaha utk trampil dlm prwtan
BBL(memeluk,menyusui,memandikan,mengganti
popok dll).peka pd perasaan tdk mampu dan
cenderung saran yg diberikan
Periode letting-go
• Umumnya tjd pd setelah kembali
kerumahmelibatkan wkt reorganisasi keluarga
• Menerima tanggung jawabprwtan
BBLberadaptasi terhadap kebutuhan
ketergantungan bayinya,dan beradaptasi
terhadap penurunan otonomi,kemandirian
,interaksi sosial
• Depresi pascapartum plg umum tjd slm periode
ini
Depresi pascapartum
• Banyak ibu mglmi perasaan ‘kekecewaan’setelah
melahirkan hebatnya pglman melahirkan dan
keraguan akan kemampuan mgtasi kebutuhan
membesarkan anak scr efektif
• Depresi ini ringan dan sementara dimulai 2-3 hr
setelah pascapartum,hilang 1-2mg
• Jarang terjadi ,scr relatifdepresi ringan dpt
mengarah kpd psikosis pascapartumkondisi
patologis.
Adaptasi paternal (Greenberg & Moris, 1974)
• Ayah tampak antusias dan bersemangat
• Ayah berusaha bicara dg bayi, menyentuh dan
menggendong
• Kurang banyak memberi senyuman kpd bayi
• Turut aktif dlm merawat bayi
• Lbh banyak mengajak bermain bayi
• Memandikan bayi
Adaptasi anggota keluarga :
• Siblings
- cemburu
- menunjukan prilaku kekanakan, bermusuhan
dan agresif thadap adik
• Kakek/nenek
membawa peran baru bagi mereka dan dapat
berperan mengarahkan sibling agar lebih
dekat kepada adik
Faktor yg mempengaruhi adaptasi :
• Usia ibu
mempengaruhi kemampuan dan menerima
peran sbag ibu
• Aspirasi personal
wanita yg berkarir dan hamil tanpa direncanakan,
mungkin akan gagal mengantisipasi kebutuhan
menjadi OT
• Faktor lain
support social, status ekonomi, kesehatan fisik
dan mental
Kebutuhan ibu postpartum
Pengertian Perawatan Luka Perinium
• Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar
manusia (biologis, psikologis, sosial dan spiritual)
dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz, 2004).
Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang
dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2000).
• Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran
placenta sampai dengan kembalinya organ genetik
seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002).
• Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan
untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi
vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara
kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ
genetik seperti pada waktu sebelum hamil.
• Tujuan Perawatan Perineum
• Tujuan perawatan perineum menurut
Hamilton (2002), adalah mencegah terjadinya
infeksi sehubungan dengan penyembuhan
jaringan.
• Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001),
adalah pencegahan terjadinya infeksi pada
saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari
setelah kelahiran anak atau aborsi.
• Bentuk Luka Perineum
• Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2
macam yaitu :
1. Rupture
• Rupture adalah luka pada perineum yang
diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara
alamiah karena proses desakan kepala janin atau
bahu pada saat proses persalinan. Bentuk
rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan
yang robek sulit dilakukan penjahitan. (Hamilton,
2002).
2. Episotomi
• Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum
untuk memperbesar muara vagina yang dilakukan tepat
sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A., 1996).
• Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum
dan vagina yang sedang dalam keadaan meregang.
Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan
robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi
perineum dengan anestasi lokal, kecuali bila pasien sudah
diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi dapat dilakukan
di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah
mempunyai keuntungan karena tidak banyak pembuluh
darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah
diperbaiki (Jones Derek, 2002).
tipe episotomi dan rupture yang sering
dijumpai dalam proses persalinan
yaitu :
• 1. Episiotomi medial
• 2. Episiotomi mediolateral
• Sedangkan rupture meliputi
• 1. Tuberositas ischii
• 2. Arteri pudenda interna
• 3. Arteri rektalis inferior
Lingkup Perawatan
• Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk
pencegahan infeksi organ-organ reproduksi
yang disebabkan oleh masuknya
mikroorganisme yang masuk melalui vulva
yang terbuka atau akibat dari
perkembangbiakan bakteri pada peralatan
penampung lochea (pembalut) (Feerer, 2001).
• Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup
perawatan perineum adalah
• 1. Mencegah kontaminasi dari rektum
• 2. Menangani dengan lembut pada jaringan
yang terkena trauma
• 3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi
sumber bakteri dan bau
• Waktu Perawatan
• Menurut Feerer (2001), waktu perawatan
perineum adalah:
1. Saat mandi
Pada saat mandi, ibu post partum pasti
melepas pembalut, setelah terbuka maka ada
kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada
cairan yang tertampungpada pembalut, untuk
itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut,
demikian pula pada perineum ibu, untuk itu
diperlukan pembersihan perineum.
2. Setelah buang air kecil
Pada saat buang air kecil, pada saat buang air
kecil kemungkinan besar terjadi kontaminasi
air seni padarektum akibatnya dapat memicu
pertumbuhan bakteri pada perineum untuk
itu diperlukan pembersihan perineum.
3. Setelah buang air besar
Pada saat buang air besar, diperlukan
pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus,
untuk mencegah terjadinya kontaminasi
bakteri dari anus ke perineum yang letaknya
bersebelahan maka diperlukan proses
pembersihan anus dan perineum secara
keseluruhan.
Penatalaksanaan
1. Persiapan
a. Ibu Pos Partum
• Perawatan perineum sebaiknya dilakukan di kamar
mandi dengan posisi ibu jongkok jika ibu telah mampu
atau berdiri dengan posisi kaki terbuka.
• b. Alat dan bahan
• Alat yang digunakan adalah botol, baskom dan gayung
atau shower air hangat dan handuk bersih. Sedangkan
bahan yang digunakan adalah air hangatpembalut
nifas baru dan antiseptik (Fereer, 2001).
2. Penatalaksanaan
• Perawatan khusus perineal bagi wanita
setelah melahirkan anak mengurangi rasa
ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah
infeksi, dan meningkatkan penyembuhan
dengan prosedur pelaksanaan menurut
Hamilton (2002) adalah sebagai berikut:
• a. Mencuci tangannya
• b. Mengisi botol plastik yang dimiliki dengan
air hangat
• c. Buang pembalut yang telah penuh dengan
gerakan ke bawah mengarah ke rectum dan
letakkan pembalut tersebut ke dalam kantung
plastik
• Berkemih dan BAB ke toilet
• e. Semprotkan ke seluruh perineum dengan
air
• f. Keringkan perineum dengan menggunakan
tissue dari depan ke belakang.
• g. Pasang pembalut dari depan ke belakang.
• h. Cuci kembali tangan
Evaluasi
• Parameter yang digunakan dalam evaluasi
hasil perawatan adalah:
• a. Perineum tidak lembab
• b. Posisi pembalut tepat
• c. Ibu merasa nyaman
Faktor yang Mempengaruhi
Perawatan Perineum
Gizi
Faktor gizi terutama protein akan sangat
mempengaruhi terhadap proses
penyembuhan luka pada perineum karena
penggantian jaringan sangat membutuhkan
protein.
Obat-obatan
• a. Steroid : Dapat menyamarkan adanya infeksi
dengan menggangu respon inflamasi normal.
• b. Antikoagulan : Dapat menyebabkan hemoragi.
• c. Antibiotik spektrum luas / spesifik : Efektif bila
diberikan segera sebelum pembedahan untuk
patolagi spesifik atau kontaminasi bakteri. Jika
diberikan setelah luka ditutup, tidak efektif
karena koagulasi intrvaskular
Keturunan
• Sifat genetik seseorang akan mempengaruhi
kemampuan dirinya dalam penyembuhan
luka. Salah satu sifat genetik yang
mempengaruhi adalah kemampuan dalam
sekresi insulin dapat dihambat, sehingga
menyebabkan glukosa darah meningkat.
Dapat terjadi penipisan protein-kalori.
Sarana prasarana
• Kemampuan ibu dalam menyediakan sarana
dan prasarana dalam perawatan perineum
akan sangat mempengaruhi penyembuhan
perineum, misalnya kemampuan ibu dalam
menyediakan antiseptik.
Budaya dan Keyakinan
Budaya dan keyakinan akan mempengaruhi
penyembuhan perineum, misalnya kebiasaan
tarak telur, ikan dan daging ayam, akan
mempengaruhi asupan gizi ibu yang akan
sangat mempengaruhi penyembuhan luka.
Dampak Dari Perawatan Luka
Perinium
• Perawatan perineum yang dilakukan dengan
baik dapat menghindarkan hal berikut ini :
Infeksi
Kondisi perineum yang terkena lokia dan
lembab akan sangat menunjang
perkembangbiakan bakteri yang dapat
menyebabkan timbulnya infeksi pada
perineum.
Komplikasi
Munculnya infeksi pada perineum dapat
merambat pada saluran kandung kemih
ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat
pada munculnya komplikasi infeksi kandung
kemih maupun infeksi pada jalan lahir.
Kematian ibu post partum
Penanganan komplikasi yang lambat dapat
menyebabkan terjadinya kematian pada ibu
post partum mengingat kondisi fisik ibu post
partum masih lemah (Suwiyoga, 2004).

Konsep Dasar Postpartum

  • 1.
  • 2.
    KONSEP ESENSIAL • Mengacupd pelayanan medis dan keperawatanpd wanita slama nifasperiode 6 mg setelah melahirkanakhir persalinanberakhirkembalinya organ reproduksi kekeadaan sebelum hamil. • Periode ini penyesuaian fisik dan psikologis terhadap kelahiran
  • 3.
    KONSEP ESENSIAL • Selamaperiode iniuterus mengalami involusi-perubahan progresif uterus setelah kelahiran. • Satu aspek pascapartumdukungan dalam menyusui ASI.
  • 4.
    Periode postpartum • Immediatepost partum ( 24 jam pertama)hampir seluruh tbh mglami perubahan scr dratis. • Early postpartum (minggu pertama) • Late postpartum (minggu kedua-akhir)tjd perubahan scr bertahap.
  • 5.
    TUJUAN PERAWATAN PASCAPARTUM •Me’ involusi uterus normal dan kembali keadaan semula • Meminimalkan komplikasi postpartum • Me’kenyamanan dan penyembuhan pelvik,jaringan perianal danperineal • Membantu pemulihan fungsi tubuh normal • Me’pemahaman terhadap perubahan fisiologi dan psikologi
  • 6.
    TUJUAN PERAWATAN PASCAPARTUM •Mefasilitasi perawatan bayi baru lahir dan prwtan mandiri oleh ibu baru • Me’keberhasilan integrasi bblahir ke dlm unit keluarga • Menyiapkan perencanaan pulang yg efektif termasuk rujukan yg tepat perawatan lanjutan dirumah
  • 7.
    Faktor faktor ygmemp pengalamn pasca partum • Sifat persalinan dan kelahiran ,serta tujuan kelahiran • Persiapan persalinan,kelahiran,dan peran menjadi org tua • Transisi menjadi orang tua yg mendadak • Pengalaman keluarga secara individual atau bersama terhadap kelahiran anak dan membesarkan anak
  • 8.
    • Harapan perananggota keluarga • Kepekaan dan efektivitas asuhan keperawatan dan perawatan profesional lainnya • Faktor faktor resiko pd komplikasi pascaportum meliputi: Preeklamsi atau eklamsi Diabetes Masalah jantung
  • 9.
    • Distensi uterusyg berlebihanakibat kelahiran multipel/hidramnion • Solusio plasenta atau plasenta previa • Persalinan lama /presipitatus,kesulitan melahirkan .
  • 10.
    TANDA DAN BAHAYAPASCAPARTUM • PE’perdarahan,bekuan darah,atau keluaran jaringan • Perdarahan pervaginam merah terang setiapwaktu setelah kelahiran • Nyeri lebih berat dari yg seharusnya • Merasa kandung kemih penuhtdk mampu berkemih • Perasaan gelisah disertai dgn kulit pucat,dingin,lembab,pusing,ggpenglihatan
  • 11.
    • Nyeri,kemerahan ,kenaikansuhu 38c • Sulit bernapas,denyut jantung cepat,nyeri dada,perasaan gelisah,pucat,dingin,atau warna kulit biru
  • 12.
    PERUBAHAN BIOFISIK PASCAPARTUM •Perubahan sistem reproduksi 1.uterusberkontraksi dgn kuat setelah kelahiran bayi,uterus akan ttp sama ukurannya sampai sekitar 2 hr,kemudian berkurang/involusi dan turun sekitar satu ruas jari /hari a.Pd 10-14 hr pascapartumuterus tdk dpt dipalpasi diabdomen
  • 13.
    • Uterus mendekatiukuran sebelum hamil dlm 4- 6 mg pascapartum .tempat pelekatan plasenta membutuhkan 6-7 mgg utk sembuh.regenerasi endometrium memerlukan waktu 6 mg. b. lokiakeluaran dari uterus selama 3 mg pertama setelah kelahiran,terjadi 3 tipe.
  • 14.
    • Lokia rubra2-3hr pertama,warna merah gelap.mengandung sel-sel epitel,eritrosit,leukosit,dan desidua serta memiliki bau karakteristik /khas. • Lokia serosa3-10hr setelah kelahiran,warna merah muda sampai kecoklatan,mengandung desidua,eritrosit,leukosit,lendir servik,dan mikroorganisme ,memiliki bau yg keras
  • 15.
    • Lokia albaterjadi10 hr smp 3 mg,hampir tdk berwarna sampai krem kekuningan,mengandung leukosit ,desidua,sel-sel epitel,lemak,lendir servik,kristal kolesterol,dan bakteritdk berbau
  • 16.
    2. Servik >tebaldan lebih keraspd akhir mg pertama pascapartum,servik msh berdilatasi sekitar 1 cm.involusi serviks yg lengkap berlangsung 3-4 bln.kelahiran anak bs mengakibatkan perubahan permanen pada ostium serviks dari bulat mjd lonjong 3.Vagina halus dan membengkak,dgn tonus yg buruk setelah kelahiran.rugae tampak kembali 3- 4 mg pascapartum.estrogen kembali 6-10 mg
  • 17.
    4. perineum tampakodema,memar setelah melahirkan bisa ditemukan episiotomi/laserasi 5.Abdomen tetap lunak dan mengendor selama bbrp wkt setelah melahirkan,striae tetap,tetapi putih perak,diastatis rekti(pemisahan otot-otot rektus abdominis)dpt terjadi pd wanita dgn tonus otot yg buruk
  • 18.
    6. Perubahan payudarapenurunancepat kadar estrogen dan progesteron dgn pe’sekresi prolaktin setelah melahirkan * kolustrum sdh ada wktu melahirkan.ASI diproduksi pada hr ke ¾ pascapartum * payudara lebih besar dan lebih keras tjd krn laktasi (pembengkakan primer).kongesti berkurang dalam 1-2 hari
  • 19.
    • Didalam payudaraprolaktinmenstimulasi sel-sel alveolar utk menghasilkan susu.pengisapan bayi baru lahir memicu pelepasan oksitosin dan kontraktilitas sel-sel mioepitelial,yg menstimulasi aliran susu,reflek let-down.jumlah rata-rata ASI yg dihasilkan dlm 24 jam meningkat sejalan dengan waktu.
  • 20.
    Perubahan sistem endokrin •Kadar estrogen,dan progesteron menurun dgn cepat setelah melahirkan • Ovulasi dan dimulainya menstruasi apakah ibu menyusui/tdk • 45% yg menyusui memulai kembali menstruasi dlm 12 mg,80%memiliki satu atau lebih siklus anovulatori sebelum ovulasi yg pertama
  • 21.
    • 40% wanitayg tdk menyusui memulai kembali menstruasi dlm 6 mg setelah melahirkan ,65% dlm 12 mg,90% dlm 24 mg.50% berovulasi selama siklus yg pertama • Kebutuhan akan istirahat dan tidur meningkat secara signifikan
  • 22.
    Perubahan pada sistemkardiovaskuler • Bradi kardi-sementara 50-70x/mntselama 24- 48 jam setelah melahirkan dan bisa berlanjut hingga 6-8 hari • Volume darah menurun kekadar sebelum hamil pd 4 mg setelah melahirkan • Hematokrit meningkat pd hari ke 3-7 pascapartum • Leukositosis20.000-30.000mm3 berlanjut utk bbrp hari setelah melahirkan.tekanan darah tetap stabil dan nadi frekuensinya kembali seperti sblm hamil dlm 3 bln pascapartum
  • 23.
    Perubahan sistem imun •Sedikit peningkatan suhu tubuh bs terjadi tanpa penyebabsuhu ibu seharusnya tetap dlm bts normal • Setiap ibu yg suhu mencapai 38c dlm 24jam pertamanormal,selebihnya dianggap demam
  • 24.
    Perubahan sistem pernapasan •Fungsi pulmonar kembali kestatus sebelum hamil dlm 6 bln setelah melahirkan
  • 25.
    Perubahan sistem renaldan perkemihan • Distensi berlebihan pd kandung kemih umum terjadipe’kapasitas kandung kemih ,pembengkakan,memar jaringan disekitar uretra.dan hilangnya sensasi terhadap tekanan yg meningkat • Kandung kemih yg penuh menggeser uterus perdarahan pascapartum,distensi kandung kemihretensi urine
  • 26.
    • Pengosongan kdgkemih yg adekuatkembali 5- 7 hr setelah terjadi pemulihan jaringan yg bengkak dan memar • Laju filtrasi glomerulus(GFR)tetap meningkat selama kira kira 7 hr setelah melahirkan • Ureter yg berdilatasi dan pelvis renal kembali kekeadaan sebelum hamil dlm 6-10 mg setelah melahirkan. • Diaforesis puerperalis dan diuresis tjd dlm 24 jam pertama setelah melahirkan.
  • 27.
    Perubahan sistem gastrointestinal •Lapar dan haushal yg umum terjadi setelah melahirkan • Motilitas dan tonus gastrointestinal kemali kekeadaan sebelum hamil dlm 2 mg setelah melahirkan • Konstipasi slm periode pascapartumawalpenurunan tonus otot usus,rasa tdk nyaman pd perineum dan kecemasan
  • 28.
    • Klien dapatkembali ke berat badan sebelum hamil dlm 6-8 mg jk pertambahan berat badan selama kehamilan dlm kisaran normal • Hemoroid masalah yg umum dlm periode pascapartumawaltekanan pada dasar panggul dan mengejan selama persalinan
  • 29.
    Perubahan sistem muskuloskeletal •Ambulasi 4-8 jm setelah melahirkan ,ambulasi dini dianjurkan untukmenghindari komplikasi,meningkatkan involusi,dan meningkatkan cara pandang emosional • Relaksasi dan peningkatan mobilitas artikulasio pelvik terjadi dalam 6-8 mg setelah melahirkan
  • 30.
    Perubahan sistem integumen •Melanin menurun secara bertahap setelah melahirkan menyebabkan penurunan hiperpigmentasi (warnanya tdk akan kembali kestatus sebelum hamil) • Perubahan vaskuler kehamilan yg tampak akan hilang dgn penurunan kadar estrogen
  • 31.
    Kebutuhan pascapartum • Kebersihandiridlm stp perslnan apapunmjg kebersihanmandi,kebersihan vaginaganti pembalut. • Eliminasi BAKlancar,BAB3 hr stlh pp • Kebutuhan cairan pp fisiologislsg,ppsc6 jm stlh (sc)peristaltikminum/mkn(bertahap). • Diet TKTP,buah dan sayur yg ckp.
  • 32.
    • Mobilisasi istirahatslm 6 jm,prisipambulator awal ,setelah 6 jm mobilisasidudukdgn jalan • Aktivitas dan istirahatambulasi dinibermanfaatmengurangi tromboembolisme.istirahatckp istirahat,kurang istirahatmempengaruhimengurangi jmlh ASI.proses involusi terlambat dan memperbanyak perdarahan.depresi dan ketidak mampuan mrwt bayi
  • 33.
    • Hubungan seksualsetelah pengeluaran lochea berhenti dan ibu tdk mrs sakit,budaya/tradisi40 hr setelah persalinan.
  • 34.
    Adaptasi psikososial • Konsepesensial: 1.Periode pascapartummenggambarkan suatu waktu stress emosional bg ibu barulebih sulit dgnperubahan fisiologis yg besar terjadi 2.Faktor yg mempengaruhi keberhasilan transisi keperan mjd OT: *respons dan dukungan keluarga dan teman
  • 35.
    • Hubungan pglmankelahiran dgn harapan dan aspirasi • Pglman melahirkan dan membesarkan anak sblmnya • Pengaruh budaya
  • 36.
    • Rubin (1997)periode ini mjd 3 tahap: • Periode taking –in: *Terjdi 1-2 hr setelah melahirkan ,ibu baru biasanya bersifat pasif dan bergantung,energi difokuskan pd perhatiaan ke tubuhnya. • Sering mengulang kembali pengalaman persalinan dan melahirkan • Tidur yg tdk tergaggupenting • Nutrisi tambahanselera mkn biasanya meningkat,selera yg buruktanda proses pemulihan tdk berjalan dgn baik
  • 37.
    Periode taking-hold • Berlangsung2-4 hrmenaruh perhatian pd kemampuaannya utk mjd OT yg berhasil dan menerima pe’tanggung jawab terhadap bayinya. • Berfokus pd pengembalian kontrol terhadap fungsi tubuhnya(fungsi usus,kandung kemih,kekuatan,daya tahan) • Berusaha utk trampil dlm prwtan BBL(memeluk,menyusui,memandikan,mengganti popok dll).peka pd perasaan tdk mampu dan cenderung saran yg diberikan
  • 38.
    Periode letting-go • Umumnyatjd pd setelah kembali kerumahmelibatkan wkt reorganisasi keluarga • Menerima tanggung jawabprwtan BBLberadaptasi terhadap kebutuhan ketergantungan bayinya,dan beradaptasi terhadap penurunan otonomi,kemandirian ,interaksi sosial • Depresi pascapartum plg umum tjd slm periode ini
  • 39.
    Depresi pascapartum • Banyakibu mglmi perasaan ‘kekecewaan’setelah melahirkan hebatnya pglman melahirkan dan keraguan akan kemampuan mgtasi kebutuhan membesarkan anak scr efektif • Depresi ini ringan dan sementara dimulai 2-3 hr setelah pascapartum,hilang 1-2mg • Jarang terjadi ,scr relatifdepresi ringan dpt mengarah kpd psikosis pascapartumkondisi patologis.
  • 40.
    Adaptasi paternal (Greenberg& Moris, 1974) • Ayah tampak antusias dan bersemangat • Ayah berusaha bicara dg bayi, menyentuh dan menggendong • Kurang banyak memberi senyuman kpd bayi • Turut aktif dlm merawat bayi • Lbh banyak mengajak bermain bayi • Memandikan bayi
  • 41.
    Adaptasi anggota keluarga: • Siblings - cemburu - menunjukan prilaku kekanakan, bermusuhan dan agresif thadap adik • Kakek/nenek membawa peran baru bagi mereka dan dapat berperan mengarahkan sibling agar lebih dekat kepada adik
  • 42.
    Faktor yg mempengaruhiadaptasi : • Usia ibu mempengaruhi kemampuan dan menerima peran sbag ibu • Aspirasi personal wanita yg berkarir dan hamil tanpa direncanakan, mungkin akan gagal mengantisipasi kebutuhan menjadi OT • Faktor lain support social, status ekonomi, kesehatan fisik dan mental
  • 43.
  • 44.
    Pengertian Perawatan LukaPerinium • Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (biologis, psikologis, sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz, 2004). Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2000). • Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002). • Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil.
  • 45.
    • Tujuan PerawatanPerineum • Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002), adalah mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan. • Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001), adalah pencegahan terjadinya infeksi pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah kelahiran anak atau aborsi.
  • 46.
    • Bentuk LukaPerineum • Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu : 1. Rupture • Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan. (Hamilton, 2002).
  • 47.
    2. Episotomi • Episiotomiadalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muara vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A., 1996). • Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang dalam keadaan meregang. Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi perineum dengan anestasi lokal, kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi dapat dilakukan di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah mempunyai keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah diperbaiki (Jones Derek, 2002).
  • 48.
    tipe episotomi danrupture yang sering dijumpai dalam proses persalinan yaitu : • 1. Episiotomi medial • 2. Episiotomi mediolateral • Sedangkan rupture meliputi • 1. Tuberositas ischii • 2. Arteri pudenda interna • 3. Arteri rektalis inferior
  • 49.
    Lingkup Perawatan • Lingkupperawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organ-organ reproduksi yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui vulva yang terbuka atau akibat dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan penampung lochea (pembalut) (Feerer, 2001). • Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup perawatan perineum adalah
  • 50.
    • 1. Mencegahkontaminasi dari rektum • 2. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma • 3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau
  • 51.
    • Waktu Perawatan •Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah: 1. Saat mandi Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampungpada pembalut, untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula pada perineum ibu, untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
  • 52.
    2. Setelah buangair kecil Pada saat buang air kecil, pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi kontaminasi air seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri pada perineum untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
  • 53.
    3. Setelah buangair besar Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus, untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang letaknya bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum secara keseluruhan.
  • 54.
    Penatalaksanaan 1. Persiapan a. IbuPos Partum • Perawatan perineum sebaiknya dilakukan di kamar mandi dengan posisi ibu jongkok jika ibu telah mampu atau berdiri dengan posisi kaki terbuka. • b. Alat dan bahan • Alat yang digunakan adalah botol, baskom dan gayung atau shower air hangat dan handuk bersih. Sedangkan bahan yang digunakan adalah air hangatpembalut nifas baru dan antiseptik (Fereer, 2001).
  • 55.
    2. Penatalaksanaan • Perawatankhusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi rasa ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah infeksi, dan meningkatkan penyembuhan dengan prosedur pelaksanaan menurut Hamilton (2002) adalah sebagai berikut:
  • 56.
    • a. Mencucitangannya • b. Mengisi botol plastik yang dimiliki dengan air hangat • c. Buang pembalut yang telah penuh dengan gerakan ke bawah mengarah ke rectum dan letakkan pembalut tersebut ke dalam kantung plastik
  • 57.
    • Berkemih danBAB ke toilet • e. Semprotkan ke seluruh perineum dengan air • f. Keringkan perineum dengan menggunakan tissue dari depan ke belakang. • g. Pasang pembalut dari depan ke belakang. • h. Cuci kembali tangan
  • 58.
    Evaluasi • Parameter yangdigunakan dalam evaluasi hasil perawatan adalah: • a. Perineum tidak lembab • b. Posisi pembalut tepat • c. Ibu merasa nyaman
  • 59.
    Faktor yang Mempengaruhi PerawatanPerineum Gizi Faktor gizi terutama protein akan sangat mempengaruhi terhadap proses penyembuhan luka pada perineum karena penggantian jaringan sangat membutuhkan protein.
  • 60.
    Obat-obatan • a. Steroid: Dapat menyamarkan adanya infeksi dengan menggangu respon inflamasi normal. • b. Antikoagulan : Dapat menyebabkan hemoragi. • c. Antibiotik spektrum luas / spesifik : Efektif bila diberikan segera sebelum pembedahan untuk patolagi spesifik atau kontaminasi bakteri. Jika diberikan setelah luka ditutup, tidak efektif karena koagulasi intrvaskular
  • 61.
    Keturunan • Sifat genetikseseorang akan mempengaruhi kemampuan dirinya dalam penyembuhan luka. Salah satu sifat genetik yang mempengaruhi adalah kemampuan dalam sekresi insulin dapat dihambat, sehingga menyebabkan glukosa darah meningkat. Dapat terjadi penipisan protein-kalori.
  • 62.
    Sarana prasarana • Kemampuanibu dalam menyediakan sarana dan prasarana dalam perawatan perineum akan sangat mempengaruhi penyembuhan perineum, misalnya kemampuan ibu dalam menyediakan antiseptik.
  • 63.
    Budaya dan Keyakinan Budayadan keyakinan akan mempengaruhi penyembuhan perineum, misalnya kebiasaan tarak telur, ikan dan daging ayam, akan mempengaruhi asupan gizi ibu yang akan sangat mempengaruhi penyembuhan luka.
  • 64.
    Dampak Dari PerawatanLuka Perinium • Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut ini : Infeksi Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum.
  • 65.
    Komplikasi Munculnya infeksi padaperineum dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir.
  • 66.
    Kematian ibu postpartum Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah (Suwiyoga, 2004).