INFLASI
PENGANGGURAN
DAN KEBIJAKAN
PEMERINTAH
INFLASI
• Inflasi dapat di definisikan sebagai
suatu proses kenaikan harga-harga
yang berlaku dalam suatu
perekonomian.
• Secara sederhana inflasi diartikan
kenaikan harga-harga.
Tiga Komponen
Menurut Prathama Raharja dan Mandala
Manurung (2008), ada tiga komponen
yang harus dipenuhi agar dapat
dikatakan infelasi :
• Kenaikan harga
• Bersifat Umum
• Berlangsung Terus Menerus
Indikator Inflasi
Beberapa indicator ekonomi makro yang
digunakan untuk mengetahui laju inflasi
selama satu periode tertentu.
1) Indeks Harga Konsumsn (Consumer
Price Index )/IHK
2) Indeks Harga Perdagangan Besar
(Wholesale Price Index)
3) Indeks Harga Impilisit ( GDP Deflator )
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB INFLASI
1.Jumlah uang beredar
(faktor moneter)
2.Administered prices
3.Supply shock
JENIS-JENIS INFLASI
1. Inflasi Tarikan Permintaan
(Demand pull inflation)
2. Inflasi Desakan Biaya ( Cost push
Inflation)
3. Inflasi Diimport ( Imported
Inflation)
Inflasi Merayap dan Hiperinflasi
• Inflasi merayap: proses kenaikan harga-
harga yang lambat jalannya yaitu tingkat
inflasi yang kenaikan hargna tidak
melebihi dua atau tiga persen setahun.
• Hiperinflasi : proses kenaikan harga-harga
yang sangat cepat, yang menyebabkan
harga menjadi dua kali lipat atau lebih
dalam watu yang singkat. Inflasi
sederhana atau moderate inflation: Inflasi
yang terjadi pada tingkat rendah 5% - 10%
setahun
EFEK BURUK INFLASI
• Inflasi yang tinggi menyebabkan kegiatan
produksi tidak mnguntungkan sehingga pemilik
modal lebih suka menggunakan untuk spekulasi
sehingga pengangguran akan semakin meningkat.
• Kenaikan harga juga akan berdampak buruk pada
kegiatan perdagangan.
• Kenaikan harga akan menyebabkan barang tidak
akan dapat bersaing di pasar internasional.
Sehingga ekspor berkurang dan impor meningkat
karena harga barang impo relatif lebih murah.
INFLASI DAN KEMAKMURAN
MASYARAKAT
1. Inflasi akan menurunkan pendapatan
riil orang- orang yang berpendapatan
tetap
2. Inflasi akan mengurangi nilai
kekayaan yang berbentuk uang
3. Memperburuk pembagian kekayaan
MASALAH PENGANGGURAN DAN
KEBIJAKAN FISKAL
• EFEK KEBIJAKAN FISKAL : PENDEKATAN Y = AE
• Perubahan keseimbangan yang berlaku grafik
EFEK KEBIJAKAN FISKAL : ANALISIS
PENDEKATAN AD – AS
PENGANGGURAN
Menganggur tidak sama dengan tidak
bekerja atau tidak mau bekerja. Orang
yang tidak mau bekerja, tidak dapat
dikatakan sebagai pengangguran.
Orang tidak mau bekerja karena mungkin
sudah kaya, uang nya banyak, hasil bagi
dari depositonya mencapai 20 juta
perbulan.
PENGANGGURAN
Alasan lain orang tidak mau
bekerja karena mengurus anak
bagi ibu-ibu rumah tangga,
kawula muda yang masih harus
sekolah atau kuliah.
Struktur Penduduk Berdasarkan Usia
MASALAH PENGANGGURAN
Jenis Pengangguran Berdasarkan
Penggolongan :
i. Berdasarkan kepada
sumber/penyebab yang mewujudkan
pengangguran
ii. Berdasarkan kepada ciri
pengangguran yang wujud.
Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya
• Penganguran Normal atau Friksional :
Pengangguran yang dalam proses mencari
kerja, bukan disebabkan tidak dapat
memperoleh pekerjaaan.
• Pengangguran Siklikal : Pengangguran yang
penyebabnya adalah kemerosotan
permintaan agregat, sehingga banyak
perusahaan yang mengurangi tenaga kerja
atau menutup usahanya, sehingga
pengangguran bertambah
•
Pengangguran Berdasarkan pendekatan
Pemanfaatan Tenaga Kerja
a. Menganggur, yaitu mereka yang sama
sekali tidak bekerja atau sedang
mencari pekerjaan.
b. Setengah menganggur, yaitu mereka
yang bekerja, tetapi belum
dimanfaatkan secara penuh.
c. Bekerja penuh, yaitu orang-orang
yang bekerja penuh atau jam kerjanya
mencapai 35jam per minggu.
Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya
• Pengangguran Struktural :
Pengangguran yang disebabkan
perubahan struktur kegiatan ekonomi
• Pengangguran Teknologi :
Penggangguran yang disebabkan oleh
penggunaan mesin dan kemajuan
teknologi lainnya
Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya
 Pengangguran Terbuka
pengangguran yang disebabkan oleh
pertambahan lowongan pekerjaan
yang lebih rendah dari pertambahan
tenaga kerja
 Pengangguran Tersembunyi
Penggangguran yang disebabkan oleh
kelebihan tenaga kerja yang digunakan
daripada yang diperlukan
Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya
 Pengangguran Bermusim
Pengangguran yang disebabkan oleh
adanya bebeapa pekerjaan yang hanya
ada pada musim- musim tertentu saja
 Setengah Menganggur Pengangguran
yang tidak bekerja sepanjang waktu
atau tidak ada jam tetap untuk
bekerja.
BEBERAPA TUJUAN KEBIJAKAN
PEMERINTAH
Tujuan bersifat ekonomi
• Menyediakan lowongan pekerjaan
• Meningkatkan taraf kemakmuran
masyarakat
• Memperbaiki pendapatan
BEBERAPA TUJUAN KEBIJAKAN
PEMERINTAH
Tujuan bersifat sosial dan politik
• Meningkatkan kemakmuran
keluarga dan kestabilan keluarga
• Menghindari masalah kejahatan
• Mewujudkan kestabilan politik
MASALAH INFLASI DAN KEBIJAKAN
PEMERINTAH
Zero-inflation sulit untuk diwujudkan dalam
perekonomian. Oleh karena itu dalam
jangka panjang, yang perlu dilakukan adalh
bagaimana agar tingkat inflasi berada pada
tingkat yang sangat rendah. Peran bank
sentral sangat penting untuk tujuan
tersebut. Langkah- langkah pemerintah yang
dapat digolongkan sebagai kebijakan
Diskresioner baru akan dilaksanakan apabila
inflasi yang terjadi lebih serius daripada
inflasi merayap.
Kebijakan Fiskal Atau Kebijakan Moneter
Kebijakan fiskal dan moneter dijalankan oleh dua
pihak yang berbeda. Kebijakan fiskal dilaksanakan
oleh Kementerian Keuangan sedangkan kebijakan
moneter dilaksanakan oleh bank sentral. Apabila
tidak demikian, yaiu apabila langkah mereka
menimbulkan efek yang bertentangan yaitu salah
satu pihajk menjalankan langkah- langkahnya untuk
mengatasi inflasi dan pihak lainnya menjalankan
kebijakan mengatasi pengangguran, kebijakan yang
bertentangan itu tidak akan bisa mencapai
tujuannya. Untuk meningkatkan keefektifan
kebijakan pemerintah masing- masing institusi di
atas perlu menjalankan hal berikut:
Kebijakan Fiskal Atau Kebijakan Moneter
Untuk mengatasi pengangguran. Bank
sentral menurunkan suku bunga dan
Kementerian Keuangan menambah
pengeluaran pemerintah yang dapat diikuti
pula dengan pengurangan pajak. Langkah
tersebut menyebabkan kenaikan dalam
pengeluaran agregat sebagai akibatnya,
maka terjadi peningkatan investasi, kenaikan
pengeluaran pemerintah, dan kenaikan
pengeluaran rumah tangga.
Kebijakan Fiskal Atau Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter ini akan mengurangi
investasi dan pengeluaran rumah tangga
(konsumsi). Seterusnya Kementerian
perlu pula mengurangi pengeluaran dan
menaikkan pajak individu. Langkah
tersebut dapat mengurangi pengeluaran
pemerintah, mengurangi investasi, dan
mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Inflasi pengangguran dan kebijakan pemerintah

  • 1.
  • 2.
    INFLASI • Inflasi dapatdi definisikan sebagai suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. • Secara sederhana inflasi diartikan kenaikan harga-harga.
  • 3.
    Tiga Komponen Menurut PrathamaRaharja dan Mandala Manurung (2008), ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan infelasi : • Kenaikan harga • Bersifat Umum • Berlangsung Terus Menerus
  • 4.
    Indikator Inflasi Beberapa indicatorekonomi makro yang digunakan untuk mengetahui laju inflasi selama satu periode tertentu. 1) Indeks Harga Konsumsn (Consumer Price Index )/IHK 2) Indeks Harga Perdagangan Besar (Wholesale Price Index) 3) Indeks Harga Impilisit ( GDP Deflator )
  • 5.
    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB INFLASI 1.Jumlahuang beredar (faktor moneter) 2.Administered prices 3.Supply shock
  • 6.
    JENIS-JENIS INFLASI 1. InflasiTarikan Permintaan (Demand pull inflation) 2. Inflasi Desakan Biaya ( Cost push Inflation) 3. Inflasi Diimport ( Imported Inflation)
  • 10.
    Inflasi Merayap danHiperinflasi • Inflasi merayap: proses kenaikan harga- harga yang lambat jalannya yaitu tingkat inflasi yang kenaikan hargna tidak melebihi dua atau tiga persen setahun. • Hiperinflasi : proses kenaikan harga-harga yang sangat cepat, yang menyebabkan harga menjadi dua kali lipat atau lebih dalam watu yang singkat. Inflasi sederhana atau moderate inflation: Inflasi yang terjadi pada tingkat rendah 5% - 10% setahun
  • 11.
    EFEK BURUK INFLASI •Inflasi yang tinggi menyebabkan kegiatan produksi tidak mnguntungkan sehingga pemilik modal lebih suka menggunakan untuk spekulasi sehingga pengangguran akan semakin meningkat. • Kenaikan harga juga akan berdampak buruk pada kegiatan perdagangan. • Kenaikan harga akan menyebabkan barang tidak akan dapat bersaing di pasar internasional. Sehingga ekspor berkurang dan impor meningkat karena harga barang impo relatif lebih murah.
  • 12.
    INFLASI DAN KEMAKMURAN MASYARAKAT 1.Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang- orang yang berpendapatan tetap 2. Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang 3. Memperburuk pembagian kekayaan
  • 13.
    MASALAH PENGANGGURAN DAN KEBIJAKANFISKAL • EFEK KEBIJAKAN FISKAL : PENDEKATAN Y = AE • Perubahan keseimbangan yang berlaku grafik
  • 14.
    EFEK KEBIJAKAN FISKAL: ANALISIS PENDEKATAN AD – AS
  • 15.
    PENGANGGURAN Menganggur tidak samadengan tidak bekerja atau tidak mau bekerja. Orang yang tidak mau bekerja, tidak dapat dikatakan sebagai pengangguran. Orang tidak mau bekerja karena mungkin sudah kaya, uang nya banyak, hasil bagi dari depositonya mencapai 20 juta perbulan.
  • 16.
    PENGANGGURAN Alasan lain orangtidak mau bekerja karena mengurus anak bagi ibu-ibu rumah tangga, kawula muda yang masih harus sekolah atau kuliah.
  • 17.
  • 18.
    MASALAH PENGANGGURAN Jenis PengangguranBerdasarkan Penggolongan : i. Berdasarkan kepada sumber/penyebab yang mewujudkan pengangguran ii. Berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud.
  • 19.
    Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya •Penganguran Normal atau Friksional : Pengangguran yang dalam proses mencari kerja, bukan disebabkan tidak dapat memperoleh pekerjaaan. • Pengangguran Siklikal : Pengangguran yang penyebabnya adalah kemerosotan permintaan agregat, sehingga banyak perusahaan yang mengurangi tenaga kerja atau menutup usahanya, sehingga pengangguran bertambah •
  • 20.
    Pengangguran Berdasarkan pendekatan PemanfaatanTenaga Kerja a. Menganggur, yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. b. Setengah menganggur, yaitu mereka yang bekerja, tetapi belum dimanfaatkan secara penuh. c. Bekerja penuh, yaitu orang-orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35jam per minggu.
  • 22.
    Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya •Pengangguran Struktural : Pengangguran yang disebabkan perubahan struktur kegiatan ekonomi • Pengangguran Teknologi : Penggangguran yang disebabkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya
  • 23.
    Jenis Pengangguran BerdasarkanCirinya  Pengangguran Terbuka pengangguran yang disebabkan oleh pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja  Pengangguran Tersembunyi Penggangguran yang disebabkan oleh kelebihan tenaga kerja yang digunakan daripada yang diperlukan
  • 24.
    Jenis Pengangguran BerdasarkanCirinya  Pengangguran Bermusim Pengangguran yang disebabkan oleh adanya bebeapa pekerjaan yang hanya ada pada musim- musim tertentu saja  Setengah Menganggur Pengangguran yang tidak bekerja sepanjang waktu atau tidak ada jam tetap untuk bekerja.
  • 25.
    BEBERAPA TUJUAN KEBIJAKAN PEMERINTAH Tujuanbersifat ekonomi • Menyediakan lowongan pekerjaan • Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat • Memperbaiki pendapatan
  • 26.
    BEBERAPA TUJUAN KEBIJAKAN PEMERINTAH Tujuanbersifat sosial dan politik • Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga • Menghindari masalah kejahatan • Mewujudkan kestabilan politik
  • 27.
    MASALAH INFLASI DANKEBIJAKAN PEMERINTAH Zero-inflation sulit untuk diwujudkan dalam perekonomian. Oleh karena itu dalam jangka panjang, yang perlu dilakukan adalh bagaimana agar tingkat inflasi berada pada tingkat yang sangat rendah. Peran bank sentral sangat penting untuk tujuan tersebut. Langkah- langkah pemerintah yang dapat digolongkan sebagai kebijakan Diskresioner baru akan dilaksanakan apabila inflasi yang terjadi lebih serius daripada inflasi merayap.
  • 28.
    Kebijakan Fiskal AtauKebijakan Moneter Kebijakan fiskal dan moneter dijalankan oleh dua pihak yang berbeda. Kebijakan fiskal dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan sedangkan kebijakan moneter dilaksanakan oleh bank sentral. Apabila tidak demikian, yaiu apabila langkah mereka menimbulkan efek yang bertentangan yaitu salah satu pihajk menjalankan langkah- langkahnya untuk mengatasi inflasi dan pihak lainnya menjalankan kebijakan mengatasi pengangguran, kebijakan yang bertentangan itu tidak akan bisa mencapai tujuannya. Untuk meningkatkan keefektifan kebijakan pemerintah masing- masing institusi di atas perlu menjalankan hal berikut:
  • 29.
    Kebijakan Fiskal AtauKebijakan Moneter Untuk mengatasi pengangguran. Bank sentral menurunkan suku bunga dan Kementerian Keuangan menambah pengeluaran pemerintah yang dapat diikuti pula dengan pengurangan pajak. Langkah tersebut menyebabkan kenaikan dalam pengeluaran agregat sebagai akibatnya, maka terjadi peningkatan investasi, kenaikan pengeluaran pemerintah, dan kenaikan pengeluaran rumah tangga.
  • 30.
    Kebijakan Fiskal AtauKebijakan Moneter Kebijakan moneter ini akan mengurangi investasi dan pengeluaran rumah tangga (konsumsi). Seterusnya Kementerian perlu pula mengurangi pengeluaran dan menaikkan pajak individu. Langkah tersebut dapat mengurangi pengeluaran pemerintah, mengurangi investasi, dan mengurangi pengeluaran rumah tangga.