18-1
PENDAPATAN (PSAK 23)
Chapter
18
18-2
OVERVIEW OF REVENUE RECOGNITION
Prinsip pengakuan pendapatan:
(1)Ketika mungkin (probable) bahwa manfaat ekonomi akan
mengalir ke entitas.
(2)Ketika manfaat dapat diukur dengan andal.
Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi
yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu
periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan
ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal
18-3
PENGAKUAN PENDAPATAN
Penjualan dari
persediaan
Tipe transaksi
Pemberian jasa
Perizinan
penggunaan
aset
Penjualan aset
selain dari
persediaan
Tanggal
penjualan
(pengiriman)
Jasa telah
dilakukan dan
dapat ditagih
Seiring waktu
atau saat aset
digunakan
Tanggal
penjualan atau
pertukaran
Keuntungan
atau kerugian
pelepasan aset
Pendapatan dari
bunga, sewa, dan
royalti
Pendapatan dari
jasa
Pendapatan dari
penjualan
Deskripsi
pendapatan
Waktu
pengakuan
pendapatan
Klasifikasi Pengakuan Pendapatan Berdasarkan Sifat Transaksi
18-4
PENGAKUAN PENDAPATAN
Pengakuan lebih awal dapat digunakan jika terdapat keyakinan
tinggi mengenai jumlah yang dapat diterima.
Pengakuan dapat ditunda jika
 Tingkat ketidakpastian mengenai jumlah pendapatan atau
biaya yang dikeluarkan cukup tinggi, atau
 Penjualan tidak merepresentasikan penyelesaian
substansial dari proses pendapatan.
18-5
PENGAKUAN PENDAPATAN
Pendapatan harus diukur pada nilai wajar atas imbalan yang
diterima atau dapat diterima
 dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang
diperbolehkan oleh entitas.
 jika pembayaran ditangguhkan, maka nilai wajar imbalan
ditentukan dengan pendiskontoan seluruh penerimaan di
masa depan dengan menggunakan tingkat bunga tersirat
(imputed).
Pengukuran pendapatan penjualan
18-6
PENGAKUAN PENDAPATAN
PT A memiliki kesepakatan dengan PT B untuk memberikan diskon 2% jika
PT B pembelian selama 1 periode melebihi Rp 200 juta. Tanggal 1 April
periode tersebut, PT B melakukan pembelian sebanyak 100 juta, dan
berdasarkan riwayat 2 periode sebelumnya, PT B selalu melakukan
pembelian lebih dari 200 juta selama periode April – Desember.
Berdasarkan kasus di atas, PT A harus mengurangi pendapatannya
sebesar 2% x 100jt = 2 juta, dan melakukan pencatatan sbb:
1 April Piutang 98 juta
Kas 98 juta
Jika PT B ternyata gagal memenuhi batas minimum diskon selama
periode tersebut, maka PT mencatat jurnal sbb:
31 Des Piutang 2 juta
Penghapusan diskon 2 juta
18-7
PENGAKUAN PENDAPATAN
Pengukuran pendapatan penjualan
Ketika transaksi penjualan melibatkan transaksi pembiayaan (financing
arrangement), maka nilai wajar ditentukan dengan mendiskonto
pembayaran dengan suku bunga tersirat.
Suku bunga tersirat dapat ditentukan dari
1. Suku bunga yang berlaku untuk instrumen sejenis dari penerbit yang
memiliki peringkat kredit sepadan, atau
2. Suku bunga yang mendiskonto nilai nominal instrumen menjadi
harga penjualan barang atau jasa saat transaksi.
18-8
PENGAKUAN PENDAPATAN
Tanggal 1 Juli, PT A menjual kain kepada PT B senilai Rp 90 juta dengan
bayaran berupa wesel tanpa bunga jatuh tempo 4 tahun dengan nilai nominal
Rp 141.616.300. Nilai persediaan kain menurut catatan PT A adalah Rp 59 juta
Berdasarkan kasus di atas, PT A harus mengakui pendapatan
atas penjualan kain sebesar Rp 90 juta
1 Juli Wesel tagih 90 juta
Penjualan 90 juta
PT A kemudian mengestimasi dan menentukan suku bunga wesel
sebesar 12%. PT A kemudian mencatat penerimaan bunga wesel sbb:
31 Des Wesel tagih 5.4 juta
Pendapatanbunga 5.4 juta
(12% x
1
2
x Rp 90 juta)
18-9
Facts: On July 1, 2015, SEK Company sold goods to Silva Company for
R$900,000 in exchange for a 4-year, zero-interest-bearing note with a face
amount of R$1,416,163. The goods have a cost on SEK’s books of R$590,000.
Time Value of Money
EXTENDED PAYMENT TERMS
Questions: (a) How much revenue should SEK Company record on July 1, 2015?
(b) How much revenue should it report related to this transaction on December
31, 2015?
Entry to record SEK’s sale to Silva Company on July 1, 2015, is as follows.
Notes Receivable 1,416,163
Sales Revenue 900,000
Discount on Notes Receivable 516,163
Cost of Goods Sold 590,000
Inventory 590,000
ILLUSTRATION 18-12
Transaction Price -
Extended Payment Terms
18-10
Time Value of Money
EXTENDED PAYMENT TERMS
Questions: (a) How much revenue should SEK Company record on July 1, 2015?
(b) How much revenue should it report related to this transaction on December
31, 2015?
Entry to record interest revenue at the end of the year, December 31, 2015.
Discount on Notes Receivable 54,000
Interest Revenue (12% x ½ x $900,000) 54,000
Companies are not required to reflect the time value of money if the time period
for payment is less than a year.
ILLUSTRATION 18-12
Transaction Price -
Extended Payment Terms
Facts: On July 1, 2015, SEK Company sold goods to Silva Company for
R$900,000 in exchange for a 4-year, zero-interest-bearing note with a face
amount of R$1,416,163. The goods have a cost on SEK’s books of R$590,000.
18-11
Facts: Sansung Company offers its customers a 3% volume discount if they
purchase at least ¥2 million of its product during the calendar year. On March 31,
2015, Sansung has made sales of ¥700,000 to Artic Co. In the previous 2 years,
Sansung sold over ¥3,000,000 to Artic in the period April 1 to December 31.
Consideration Paid or Payable
VOLUME DISCOUNT
Questions: How much revenue should Sansung recognize for the first 3 months
of 2015?
Sansung makes the following entry on March 31, 2015.
Accounts Receivable 679,000
Sales Revenue 679,000
Sansung should reduce its revenue by ¥21,000 (¥700,000 x 3%) because it is
probable that it will provide this rebate.
ILLUSTRATION 18-13
Transaction Price –
Volume Discount
18-12
Questions: How much revenue should Sansung recognize for the first 3 months
of 2015?
Assuming Sansung’s customer meets the discount threshold, Sansung makes
the following entry.
Cash 679,000
Accounts Receivable 679,000
If Sansung’s customer fails to meet the discount threshold, Sansung makes the
following entry upon payment.
Cash 700,000
Accounts Receivable 679,000
Sales Discounts Forfeited 21,000
Consideration Paid or Payable
ILLUSTRATION 18-13
Transaction Price –
Volume Discount
18-13
PENGAKUAN PENDAPATAN
Jika barang atau jasa dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat
dan nilai yang serupa, maka pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai
transaksi yang menghasilkan pendapatan.
Jika barang dijual dan jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang
atau jasa yang tidak serupa, maka pertukaran tersebut dianggap sebagai
transaksi yang menghasilkan pendapatan
Pengukuran pendapatan penjualan
18-14
PENGAKUAN PENDAPATAN
Pendapatan dari penjualan barang diakui jika seluruh kondisi berikut dipenuhi:
(a) entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara
signifikan kepada pembeli;
(b) entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan
kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang
dijual;
(c) jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal;
(d) kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut
akan mengalir kepada entitas tersebut; dan
(e) biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut
dapat diukur dengan andal.
Pengakuan pendapatan penjualan
18-15
PENGAKUAN PENDAPATAN
Penjualan Tagih dan Tahan (Bill and Hold)
Pengiriman ditunda atas permintaan pembeli tetapi pembeli
memperoleh hak milik atas barang dan menerima tagihan.
Pendapatan diakui pada saat pembeli memperoleh hak milik, apabila:
(a) kemungkinan besar pengiriman akan dilakukan;
(b) barang yang berada di tangan penjual, dapat diidentifikasi dan siap
untuk dikirim ke pembeli pada saat penjualan diakui;
(c) pembeli secara khusus mengakui adanya instruksi penangguhan
pengiriman; dan
(d) syarat-syarat pembayaran lazim tetap berlaku.
18-16
PENGAKUAN PENDAPATAN
Instalasi dan Inspeksi
Pendapatan biasanya diakui pada saat pembeli menerima pengiriman,
serta instalasi dan inspeksi telah diselesaikan. Namun, pendapatan diakui
segera setelah pembeli menerima pengiriman ketika:
(i) proses instalasi sederhana; atau
(ii) pemeriksaan dilakukan hanya untuk tujuan penentuan akhir atas harga
kontrak.
18-17
PENGAKUAN PENDAPATAN
Hak pengembalian oleh pembeli
• Jika terdapat ketidakpastian mengenai kemungkinan
pengembalian atas barang, maka pendapatan diakui ketika
pengiriman telah secara resmi diterima oleh pembeli atau
barang telah dikirimkan dan jangka waktu untuk penolakan
telah berlalu.
• Metode pengakuan yang dapat digunakan adalah:
1. Tidak mencatat penjualan sampai semua hak-hak
pengembalian kadaluarsa
2. Mencatat penjualan, tetapi dikurangi dengan perkiraan
pengembalian di masa depan.
18-18
Venden records the sale as follows with the expectation that three products
will be returned:
Question: How should Venden record this sale?
ILLUSTRATION 18-21
Recognition—Right of Return
Right of Return
Cash 10,000
Sales Revenue [€9,700 x (€100 x 97)] 9,700
Refund Liability (€100 x 3) 300
Venden records the cost of goods sold with the following entry.
Cost of Goods Sold 5,820
Estimated Inventory Returns (€60 x 3) 180
Inventory 6,000
18-19
When a return occurs, Venden records the following entries.
Question: How should Venden record this sale?
ILLUSTRATION 18-21
Recognition—Right of Return
Right of Return
Refund Liability (2 x €100) 200
Accounts Payable 200
Returned Inventory (2 x €60) 120
Estimated Inventory Returns 120
Companies record the returned asset in a separate account from inventory
to provide transparency.
18-20
PENGAKUAN PENDAPATAN
Penjualan dengan opsi beli (jual) bagi penjual (pembeli)
• Perlu dianalisis apakah penjual secara substansial telah memindahkan
manfaat dan resiko kepemilikan kepada pembeli.
• Jika penjual masih memiliki risiko dan manfaat kepemilikan, meskipun
hak milik telah dipindahkan, maka transaksi tersebut merupakan
perjanjian pendanaan dan tidak menimbulkan pendapatan.
18-21
Facts: Morgan Inc., an equipment dealer, sells equipment on January 1,
2015, to Lane Company for £100,000. It agrees to repurchase this
equipment on December 31, 2016, for a price of £121,000.
REPURCHASE AGREEMENT
Question: How should Morgan Inc. record this transaction?
ILLUSTRATION 18-22
Recognition—Repurchase
Agreement
Repurchase Agreements
Assuming an interest rate of 10 percent is imputed from the agreement,
Morgan makes the following entry to record the financing on January 1, 2015.
Cash 100,000
Liability to Lane Company 100,000
18-22
ILLUSTRATION 18-22
Recognition—Repurchase
Agreement
Repurchase Agreements
Morgan Inc. records interest on December 31, 2016, as follows.
Interest Expense 10,000
Liability to Lane Company (£100,000 x 10%) 10,000
Question: How should Morgan Inc. record this transaction?
Morgan Inc. records interest and retirement of its liability to Lane Company
on December 31, 2016, as follows.
Interest Expense 11,000
Liability to Lane Company (£110,000 x 10%) 11,000
Liability to Lane Company 121,000
Cash (£100,000 + £10,000 + £11,000) 121,000
18-23
Pengakuan Pendapatan
Hubungan Principal-Agent
 Jumlah yang boleh diakui sebagai pendapatan oleh agen hanya komisi atas
penjualan saja (net approach), bukan total nilai penjualan barang atau
jasa.
 Karakteristik principal:
1. Memiliki tanggung jawab utama di dalam menyediakan atau
memenuhi pesanan atas barang atau jasa.
2. Menanggung resiko atas persediaan sebelum dan sesudah
pemesanan, selama pengiriman, atau saat pengembalian
3. Memiliki kekuasaan di dalam menentukan harga (langsung / tidak
langsung)
4. Menanggung resiko kredit pelanggan jika penjualan dilakukan dengan
kredit.
18-24
PENGAKUAN PENDAPATAN
Pengakuan pendapatan penjualan
Ketika pembayaran (atau pembayaran parsial)
diterima dimuka atas pengiriman barang yang
sekarang belum dimiliki sebagai persediaan,
misalnya, barang masih harus dibuat atau akan
dikirimkan langsung kepada pelanggan dari pihak
ketiga, maka pendapatan diakui saat barang
dikirimkan kepada pembeli.
18-25
Pengakuan Pendapatan
Kontrak Jasa
Mengikuti kriteria yang sama dengan kontrak jangka panjang.
Pendapatan diakui jika:
 Pendapatan dapat diukur secara andal.
 Manfaat ekonomi mungkin (probable) diperoleh.
 Tingkat penyelesaian dapat diukur dengan andal.
 Biaya dapat diukur dengan andal.
18-26
Pengakuan Pendapatan
Penjualan cicilan (instalment sales)
• Pendapatan yang terkait dengan harga penjualan, tidak
termasuk bunga, diakui pada tanggal penjualan.
• Harga jual adalah nilai kini dari imbalan, ditentukan
dengan mendiskontokan cicilan piutang pada suku bunga
tersirat
• Elemen bunga diakui sebagai pendapatan ketika telah
menjadi haknya, dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.
18-27
Pengakuan Pendapatan
Penjualan konsinyasi
• Penjualan konsinyasi: penerima/pembeli (consignee) berjanji untuk
menjual barang atas nama pengirim/penjual (consignor).
• Pendapatan diakui oleh pengirim saat barang telah dijual oleh
penerima kepada pihak ketiga.
• Penerima tidak mencatat barang yang akan dijual sebagai asetnya
• Pengirim mendapatkan laba atas penjualan.
• Pengirim mendapatkan komisi atas penjualan.
18-28
ILLUSTRATION 18-25
Recognition—Sales on
Consignment
Consignments
18-29
ILLUSTRATION 18-25
Recognition—Sales on
Consignment
Consignments
18-30
KARAKTERISTIK KONTRAK KONSTRUKSI
 Kontrak konstruksi dapat untuk aset tunggal atau berkaitan
dengan sejumlah aset.
 Kontrak konstruksi meliputi :
 Kontrak konstruksi aset, misalnya, pelayanan jasa untuk
manajer proyek dan arsitek; dan
 kontrak untuk penghancuran atau restorasi aset dan
restorasi lingkungan setelah penghancuran aset.
 Kontrak dapat berbentuk:
 Kontrak harga tetap
 Kontrak biaya plus
18-31
Pendapatan Kontrak
 Pendapatan kontrak terdiri dari:
 nilai pendapatan semula yang disetujui dalam
kontrak; dan
 penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan
pembayaran insentif:
 sepanjang hal ini memungkinkan untuk
menghasilkan pendapatan; dan
 dapat diukur secara andal.
18-32
PENYIMPANGAN KONTRAK
 Penyimpangan adalah suatu instruksi yang diberikan
pelanggan mengenai perubahan dalam lingkup
pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan
kontrak.
 Penyimpangan dimasukkan ke dalam pendapatan
kontrak jika:
 kemungkinan besar pelanggan akan menyetujui
penyimpangan dan jumlah pendapatan yang timbul
dari penyimpangan tersebut; dan
 jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.
18-33
KLAIM
 Klaim adalah jumlah yang diminta kontraktor kepada
pelanggan atau pihak lain sebagai penggantian untuk biaya-
biaya yang tidak termasuk dalam nilai kontrak.
 Pengukuran pendapatan dari klaim mengandung
ketidakpastian dan tergantung pada hasil negosiasi.
 Klaim dimasukkan ke dalam pendapatan kontrak jika:
 negosiasi telah mencapai tingkat akhir sehingga
kemungkinan besar pelanggan akan menerima klaim
tersebut; dan
 nilai klaim yang kemungkinan besar akan disetujui oleh
pelanggan, dapat diukur secara andal.
18-34
Pembayaran Insentif
 Pembayaran insentif adalah jumlah tambahan yang
dibayarkan kepada kontraktor apabila standar-standar
pelaksanaan yang telah ditentukan telah terpenuhi atau
dilampaui.
 Misalnya, pembayaran karena penyelesaian yang lebih
awal dari suatu kontrak.
 Pembayaran insentif dimasukkan dalam pendapatan kontrak
jika:
 kontrak tersebut cukup aman sehingga kemungkinan
besar pelanggan memenuhi atau melampaui standar
pelaksanaan; dan
 jumlah pembayaran insentif dapat diukur secara andal.
18-35
PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BEBAN KONTRAK
 Jika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal,
maka pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang
berhubungan dengan kontrak konstruksi diakui sebagai
pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap
penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal akhir periode
pelaporan. (Par 22)
 Taksiran rugi pada kontrak konstruksi tersebut segera diakui
sebagai beban sesuai dengan paragraf 36.
18-36
PENDAPATAN – KONSTRUKSI (PSAK 34)
Ada dua metode akuntansi untuk kontrak konstruksi jangka panjang:
1. Metode prosentase penyelesaian.
 Pendapatan kontrak diakui sebagai pendapatan dalam laba rugi
pada periode akuntansi di mana pekerjaan dilakukan.
 Biaya kontrak biasanya diakui sebagai beban dalam laba rugi
pada periode akuntansi di mana pekerjaan yang berhubungan
dilakukan.
2. Metode kontrak selesai, artinya pendapatan diakui jika kontraknya
telah selesai dilaksanakan.
18-37
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Dasar pemikiran penggunaan metode prosentase penyelesaian
adalah:
 Pembeli dan penjual memiliki hak yang dilaksanakan (enforceable
rights).
 Pembeli memiliki hak secara hukum untuk meminta kinerja
spesifik di dalam kontrak.
 Penjual memiliki hak untuk meminta pembayaran atas kemajuan
kontrak untuk memberikan bukti kepemilikan pembeli.
 Hasilnya, penjualan berkelanjutan terjadi sementara pekerjaan
berlanjut, dan entitas harus mengakui pendapatan sesuai dengan
kemajuan pekerjaan tersebut.
18-38
Pendapatan – Konstruksi
Perusahaan menggunakan metode prosentase penyelesaian jika
semua kondisi berikut terpenuhi.
1. Jumlah pendapatan kontrak dapat diukur dengan andal
2. Ada kemungkinan manfaat ekonomis terkait kontrak masuk ke
perusahaan
3. Biaya kontrak sampai selesai dan tingkat penyelesaian pada akhir
periode pelaporan dapat diukur dengan andal.
4. Biaya kontrak yang berasal dari kontrak dapat diidentifikasi dan
diukur dengan andal, sehingga biaya aktual kontrak dapat
dibandingkan dengan perkiraan awal.
18-39
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Perhitungan pendapatan yang diakui – prosentase
penyelesaian
18-40
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Contoh: PT A memiliki kontrak membangun gedung senilai Rp 800
juta dan perkiraan biaya Rp 700 juta. Kontrak dimulai Juli 2014 dan
selesai Agustus 2016.
2014 2015 2016
Biaya yang dikeluarkan 315jt 568jt 710jt
Perkiraan biaya sampai selesai 385jt 142jt -
Kemajuan tagihan 300jt 350jt 150jt
Kas terkoleksi 200jt 300jt 300jt
18-41
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Perhitungan prosentase penyelesaian
2014 2015 2016
Hargakontrak Rp 800jt Rp 800jt Rp 800jt
(-) biayadikeluarkan 315jt 568jt 710jt
(-)perkiraanbiayasampaiselesai 385jt 142jt 0
Perkiraan total labakotor Rp 100jt Rp 90jt Rp 90jt
Prosentasepenyelesaian 45% 80% 100%
𝑅𝑝 315jt
𝑅𝑝 700jt
𝑅𝑝 568jt
𝑅𝑝 710jt
𝑅𝑝 710jt
𝑅𝑝 710jt
18-42
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
PT A melakukan penjurnalan atas (1) biaya konstruksi, (2) kemajuan
penagihan (termin), (3) penagihan.
2014 (juta) 2015 (juta) 2016 (juta)
Untuk mencatat biaya konstruksi:
Konstruksi dalam proses 315 253 142
Kas, utang, dsb 315 253 142
Untuk mencatat termin:
Piutang usaha 300 350 150
Penagihan konstruksi dalam proses 300 350 150
Untuk mencatat penagihan:
Kas 200 300 300
Piutang usaha 200 300 300
18-43
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Prosentase penyelesaian, Pendapatan dan Laba Kotor, Per Tahun
Sampai
periode (juta)
Diakui periode
sebelumnya (juta)
Diakui periode
sekarang (juta)
2014
Pendapatan (800jt x 45%) 360 0 360
Biaya 315 0 315
Laba kotor 45 0 45
2015
Pendapatan (800jt x 80%) 640 360 280
Biaya 568 315 253
Laba kotor 72 45 27
2016
Pendapatan (800jt x 100%) 800 640 160
Biaya 710 568 142
Laba kotor 90 72 18
18-44
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
PT A mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor setiap tahun
dan mencatat penyelesaian dan persetujuan akhir kontrak.
2014 (juta) 2015 (juta) 2016 (juta)
Untuk mengakui pendapatan dan laba
kotor
Konstruksi dalam Proses (laba kotor) 45 27 18
Beban konstruksi 315 253 142
Pendapatan 360 280 160
Untuk mencatat penyelesaian kontrak
Penagihan atas Konstruksi dalam
proses 800
Konstruksi dalam proses 800
18-45
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Isi akun konstruksi dalam proses – metode prosentase penyelesaian.
Konstruksi dalam proses
2014biaya konstruksi 31531/12/16 Untuk menutup
proyek selesai
2014laba kotor diakui 45 800
2015biaya konstruksi 253
2015laba kotor diakui 27
2016biaya konstruksi 142
2016laba kotor diakui 18
Total 800 Total 800
18-46
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Penyajian Laporan Keuangan – Prosentase Penyelesaian
Untuk menghindari double-counting akun persediaan, selama
kontrak PT A melaporkan selisih akun konstruksi dalam proses dan
akun penagihan konstruksi dalam proses di dalam laporan posisi
keuangan.
Jika selisih tersebut di posisi debit, maka dilaporkan sebagai aset
lancar
Jika selisih tersebut di posisi kredit, maka dilaporkan sebagai
kewajiban lancar
18-47
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Penyajian Laporan Keuangan – Prosentase Penyelesaian
Pendapatan kontrak diakui tahun 2014 Rp 360 juta
Penagihan tahun 2014 300 juta
Pendapatan belum tertagih Rp 60 juta
PT A melaporkan aset lancar dari selisih tersebut sebagai kelebihan
biaya dan laba diakui dari tagihan di laporan posisi keuangan.
Berikut contoh penghitungan pada tahun 2014
18-48
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Laporan Keuangan – Prosentase Penyelesaian
PT A
Laporan Laba-rugi (dalam juta) 2014 2015 2016
Pendapatan dari kontrak jangka panjang 360 280 160
Biaya konstruksi 315 253 142
Laba kotor 45 27 18
Laporan Posisi Keuangan (dalam juta) 2012 2013 2014
Aset lancar
Persediaan
Konstruksi dalam proses 360
Dikurangi: Penagihan 300
Kelebihan biaya dan laba diakui dari
penagihan 60 0
Piutang 100* 150* 0
Kewajiban lancar
Penagihan 650
Dikurangi: Konstruksi dalam proses 640
Kelebihan penagihan dari biaya dan laba
diakui 10* 0
18-49
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Sampai
periode (juta)
Diakui periode
sebelumnya (juta)
Diakui periode
sekarang (juta)
2014
Pendapatan 315 0 315
Biaya 315 0 315
Laba kotor 0 0 0
2015
Pendapatan 568 315 253
Biaya 568 315 253
Laba kotor 0 0 0
2016
Pendapatan 800 568 232
Biaya 710 568 142
Laba kotor 90 0 90
Pemulihan Biaya, Pendapatan dan Laba Kotor, Per Tahun
18-50
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
2014 (juta) 2015 (juta) 2016 (juta)
Untuk mengakui pendapatan dan laba
kotor
Beban konstruksi 315 253
Pendapatan 315 253
Konstruksi dalam Proses (laba kotor) 90
Beban konstruksi 142
Pendapatan 232
Untuk mencatat penyelesaian kontrak
Penagihan atas Konstruksi dalam
proses 800
Konstruksi dalam proses 800
PT A mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor setiap tahun
dan mencatat penyelesaian dan persetujuan akhir kontrak.
18-51
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Perbandingan laba kotor antara metode prosentase penyelesaian
dengan metode pemulihan biaya
Tahun Prosentase penyelesian Pemulihan biaya
2014 Rp 45 juta Rp 0
2015 27 juta 0
2016 18 juta 90 juta
18-52
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Laporan Keuangan – Pemulihan Biaya
PT A
Laporan Laba-rugi (dalam juta) 2014 2015 2016
Pendapatan dari kontrak jangka panjang 315 253 232
Biaya konstruksi 315 253 142
Laba kotor 0 0 90
Laporan Posisi Keuangan (dalam juta) 2012 2013 2014
Aset lancar
Persediaan
Konstruksi dalam proses 315
Dikurangi: Penagihan 300
Kelebihan biaya dan laba diakui dari
penagihan 15 0
Piutang 100* 150* 0
Kewajiban lancar
Penagihan 650
Dikurangi: Konstruksi dalam proses 568
Kelebihan penagihan dari biaya dan laba
diakui 82 0
18-53
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
 Kerugian di suatu periode di dalam kontrak yang
menguntungkan
► Hanya di metode prosentase penyelesaian, peningkatan biaya
yang diperkirakan memerlukan penyesuaian laba kotor yang
diakui periode sebelumnya pada periode sekarang.
 Kerugian pada kontrak yang merugikan
► Terdapat di kedua metode, perusahaan harus mengakui
keseluruhan perkiraan kerugian pada periode sekarang.
Kerugian untuk Kontrak Jangka Panjang
18-54
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Pada contoh soal sebelumnya, asumsikan PT A memperkirakan biaya
untuk menyelesaikan gedung pada tanggal 31 Desember 2013 adalah
Rp 221 juta instead of Rp 142 juta. PT A akan mengakui kerugian
sebagai berikut
Kerugian di suatu periode
Biaya yang telah dikeluarkan (31/12/13) Rp 568 juta
Perkiraan biaya penyelesaian (revisi) 221 juta
Perkiraan total biaya Rp 789 juta
Prosentase penyelesaian (568jt/789jt) 72%
Penerimaan diakui tahun 2013
(800jt x 72%) – 360 juta Rp 216 juta
Biaya diakui tahun 2013 253 juta
Kerugian diakui tahun 2013 Rp 37 juta
18-55
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
PT A akan mencatat kerugian pada periode 2013 sebagai berikut
Kerugian di suatu periode
Beban konstruksi 253 juta
Konstruksi dalam proses (kerugian) 37 juta
Pendapatan 216 juta
18-56
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Pada contoh soal sebelumnya, asumsikan PT A memperkirakan biaya
untuk menyelesaikan gedung pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp
319.5 juta instead of Rp 142 juta.
Kerugian di kontrak merugikan – prosentase penyelesaian
Biaya yang telah dikeluarkan (31/12/13) Rp 568,0 juta
Perkiraan biaya penyelesaian (revisi) 319,5 juta
Perkiraan total biaya 887,5 juta
Perkiraan total kerugian (887.5jt – 800jt) Rp 87,5 juta
Prosentase penyelesaian (568jt/887.5jt) 64%
Penerimaan diakui tahun 2013
(800jt x 64%) – 360jt Rp 152,0 juta
Kerugian diakui tahun 2013
Pembalikan laba kotor 2012 45,0 juta
Perkiraan total kerugian kontrak 87,5 juta
Beban kerugian tahun 2013 Rp 284,5 juta
18-57
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
PT A akan mencatat pendapatan, beban, dan kerugian tahun 2013 sbb:
Kerugian di kontrak merugikan
Beban konstruksi 284,5 juta
Konstruksi dalam proses (kerugian) 132,5 juta
Pendapatan 152,0 juta
Metode prosentase penyelesaian
Metode pemulihan biaya
Beban konstruksi 253 juta
Pendapatan 253 juta
Kerugian dari kontrak jangka panjang 87,5 juta
Konstruksi dalam proses (kerugian) 87,5 juta
18-58
PENDAPATAN – KONSTRUKSI
Kontraktor konstruksi harus mengungkapkan:
 Pendapatan yang diakui selama periode dan metode yang digunakan
untuk menentukan pendapatan kontrak dan tingkat penyelesaian.
 Untuk kontrak yang sedang berlangsung, perusahaan harus
mengungkapakan jumlah agregat biaya yang dibebankan dan laba
bersih yang diakui, jumlah uang muka, dan jumlah retention.
Pengungkapan di Laporan Keuangan
18-59
Percentage-of-Completion Method
Revenue to Recognized Cost-to-Cost Basis
ILLUSTRATION 18A-1
ILLUSTRATION 18A-2
ILLUSTRATION 18A-3
APPENDIX 18A LONG-TERM CONSTRUCTION CONTRACTS
18-60
Illustration: Hardhat Construction Company has a contract to
construct a £4,500,000 bridge at an estimated cost of
£4,000,000. The contract is to start in July 2015, and the bridge
is to be completed in October 2017. The following data pertain to
the construction period.
APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
18-61
ILLUSTRATION 18A-4
APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
18-62
ILLUSTRATION 18A-5
APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
18-63
Illustration: Percentage-of-Completion Revenue, Costs, and
Gross Profit by Year
ILLUSTRATION 18A-6
APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
18-64
ILLUSTRATION 18A-7
ILLUSTRATION 18A-6
PERCENTAGE-OF-
COMPLETION
METHOD
APPENDIX 18A
18-65
Illustration: Content of Construction in Process Account—
Percentage-of-Completion Method
ILLUSTRATION 18A-8
APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
18-66
Financial Statement Presentation—Percentage-of-
Completion
ILLUSTRATION 18A-9
Computation of Unbilled Contract Price at 12/31/15
APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
18-67
Financial Statement Presentation—Percentage-of-
Completion Method (2015)
ILLUSTRATION 18A-10
APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
18-68
APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
Financial Statement Presentation—Percentage-of-
Completion Method (2016)
ILLUSTRATION 18A-11
18-69
This method recognizes revenue only to the extent of costs
incurred that are expected to be recoverable. Only after all costs
are incurred is gross profit recognized.
Cost-Recovery (Zero-Profit) Method
APPENDIX 18A LONG-TERM CONSTRUCTION CONTRACTS
18-70
APPENDIX 18A COST-RECOVERY (ZERO-PROFIT) METHOD
Illustration: Hardhat Construction would report the following
revenues and costs for 2015–2017. ILLUSTRATION 18A-14
18-71
APPENDIX 18A COST-RECOVERY (ZERO-PROFIT) METHOD
ILLUSTRATION 18A-14
Cost-Recovery Method
Revenue, Costs, and
Gross Profit by Year
ILLUSTRATION 18A-15
Journal Entries—
Cost-Recovery Method
18-72
APPENDIX 18A COST-RECOVERY (ZERO-PROFIT) METHOD
ILLUSTRATION 18A-14
Cost-Recovery Method
Revenue, Costs, and
Gross Profit by Year
ILLUSTRATION 18A-16
Comparison of Gross
Profit Recognized under
Different Methods
18-73
APPENDIX 18A COST-RECOVERY (ZERO-PROFIT) METHOD
ILLUSTRATION 18A-17
Financial Statement Presentation—Cost- Recovery Method
18-74
1. Loss in Current Period on a Profitable Contract
► Percentage-of-completion method only, the estimated
cost increase requires a current-period adjustment of
gross profit recognized in prior periods.
2. Loss on an Unprofitable Contract
► Under both percentage-of-completion and cost-recovery
methods, the company must recognize in the current
period the entire expected contract loss.
Long-Term Contract Losses
APPENDIX 18A LONG-TERM CONSTRUCTION CONTRACTS
18-75
Prepare the journal entries to record revenue and expense for 2014, 2015, and
2016 assuming the estimated cost to complete at the end of 2015 was
$215,436.
Casper Construction Co.
2014 2015 2016
Contract price $675,000 $675,000 $675,000
Cost incurred current year 150,000 287,400 215,436
Estimated cost to complete
in future years 450,000 215,436 0
Billings to customer current year 135,000 360,000 180,000
Cash receipts from customer
Current year 112,500 262,500 300,000
Illustration: Loss in Current Period
Advance slide in presentation mode to reveal answers.
APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
18-76
2014 2015 2016
Costs incurred to date 150,000
$ 437,400
$ 652,836
$
Estimated cost to complete 450,000 215,436
Est. total contract costs 600,000 652,836 652,836
Est. percentage complete 25.0% 67.0% 100.0%
Contract price 675,000 675,000 675,000
Revenue recognizable 168,750 452,250 675,000
Rev. recognized prior year (168,750) (452,250)
Rev. recognized currently 168,750 283,500 222,750
Costs incurred currently (150,000) (287,400) (215,436)
Gross profit recognized 18,750
$ (3,900)
$ 7,314
$
Illustration: Loss in Current Period
APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
18-77
Construction in Process 18,750 7,314
Construction Expenses 150,000 215,436
Revenue from LT Contracts 168,750 222,750
Construction in Process 3,900
Construction Expenses 287,400
Revenue from LT Contracts 283,500
2016
2014 2015
Illustration: Loss in Current Period
APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
18-78
Prepare the journal entries for 2014, 2015, and 2016 assuming the estimated
cost to complete at the end of 2015 was $246,038 instead of $170,100.
Casper Construction Co.
2014 2015 2016
Contract price $675,000 $675,000 $675,000
Cost incurred current year 150,000 287,400 246,038
Estimated cost to complete
in future years 450,000 246,038 0
Billings to customer current year 135,000 360,000 180,000
Cash receipts from customer
Current year 112,500 262,500 300,000
Illustration: Loss on Unprofitable Contract
APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
18-79
2014 2015 2016
Costs incurred to date 150,000
$ 437,400
$ 683,438
$
Estimated cost to complete 450,000 246,038
Est. total contract costs 600,000 683,438 683,438
Est. percentage complete 25.0% 64.0% 100.0%
Contract price 675,000 675,000 675,000
Revenue recognizable 168,750 432,000 675,000
Rev. recognized prior year (168,750) (432,000)
Rev. recognized currently 168,750 263,250 243,000
Costs incurred currently (150,000) (290,438) (243,000)
Gross profit recognized 18,750
$ (27,188)
$ -
$
$675,000 – 683,438 = (8,438) cumulative loss
APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
Illustration: Loss on Unprofitable Contract
18-80
Construction in Process 18,750 -
Construction Expenses 150,000 243,000
Revenue from LT Contracts 168,750 243,000
Construction Expenses 290,438
Construction in Process 27,188
Revenue from LT Contracts 263,250
2016
2014 2015
APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
Illustration: Loss on Unprofitable Contract
18-81
Loss on LT Contracts 8,438
Construction in Process 8,438
2016
2014 2015
For the Cost-Recovery method, companies would recognize the
following loss :
APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
Illustration: Loss on Unprofitable Contract
18-82
Referensi
 Dwi Martani, Departemen Akuntansi FE UI
 Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, IFRS
edition, John Wiley
 International Financial Reporting Standards – Certificate Learning
Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales
 Standar Akuntansi Keuangan. Dewan Standar Akuntansi
Keuangan, IAI

BAB 18_PENDAPATAN57569-7854545gj-65.pptx

  • 1.
  • 2.
    18-2 OVERVIEW OF REVENUERECOGNITION Prinsip pengakuan pendapatan: (1)Ketika mungkin (probable) bahwa manfaat ekonomi akan mengalir ke entitas. (2)Ketika manfaat dapat diukur dengan andal. Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal
  • 3.
    18-3 PENGAKUAN PENDAPATAN Penjualan dari persediaan Tipetransaksi Pemberian jasa Perizinan penggunaan aset Penjualan aset selain dari persediaan Tanggal penjualan (pengiriman) Jasa telah dilakukan dan dapat ditagih Seiring waktu atau saat aset digunakan Tanggal penjualan atau pertukaran Keuntungan atau kerugian pelepasan aset Pendapatan dari bunga, sewa, dan royalti Pendapatan dari jasa Pendapatan dari penjualan Deskripsi pendapatan Waktu pengakuan pendapatan Klasifikasi Pengakuan Pendapatan Berdasarkan Sifat Transaksi
  • 4.
    18-4 PENGAKUAN PENDAPATAN Pengakuan lebihawal dapat digunakan jika terdapat keyakinan tinggi mengenai jumlah yang dapat diterima. Pengakuan dapat ditunda jika  Tingkat ketidakpastian mengenai jumlah pendapatan atau biaya yang dikeluarkan cukup tinggi, atau  Penjualan tidak merepresentasikan penyelesaian substansial dari proses pendapatan.
  • 5.
    18-5 PENGAKUAN PENDAPATAN Pendapatan harusdiukur pada nilai wajar atas imbalan yang diterima atau dapat diterima  dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh entitas.  jika pembayaran ditangguhkan, maka nilai wajar imbalan ditentukan dengan pendiskontoan seluruh penerimaan di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga tersirat (imputed). Pengukuran pendapatan penjualan
  • 6.
    18-6 PENGAKUAN PENDAPATAN PT Amemiliki kesepakatan dengan PT B untuk memberikan diskon 2% jika PT B pembelian selama 1 periode melebihi Rp 200 juta. Tanggal 1 April periode tersebut, PT B melakukan pembelian sebanyak 100 juta, dan berdasarkan riwayat 2 periode sebelumnya, PT B selalu melakukan pembelian lebih dari 200 juta selama periode April – Desember. Berdasarkan kasus di atas, PT A harus mengurangi pendapatannya sebesar 2% x 100jt = 2 juta, dan melakukan pencatatan sbb: 1 April Piutang 98 juta Kas 98 juta Jika PT B ternyata gagal memenuhi batas minimum diskon selama periode tersebut, maka PT mencatat jurnal sbb: 31 Des Piutang 2 juta Penghapusan diskon 2 juta
  • 7.
    18-7 PENGAKUAN PENDAPATAN Pengukuran pendapatanpenjualan Ketika transaksi penjualan melibatkan transaksi pembiayaan (financing arrangement), maka nilai wajar ditentukan dengan mendiskonto pembayaran dengan suku bunga tersirat. Suku bunga tersirat dapat ditentukan dari 1. Suku bunga yang berlaku untuk instrumen sejenis dari penerbit yang memiliki peringkat kredit sepadan, atau 2. Suku bunga yang mendiskonto nilai nominal instrumen menjadi harga penjualan barang atau jasa saat transaksi.
  • 8.
    18-8 PENGAKUAN PENDAPATAN Tanggal 1Juli, PT A menjual kain kepada PT B senilai Rp 90 juta dengan bayaran berupa wesel tanpa bunga jatuh tempo 4 tahun dengan nilai nominal Rp 141.616.300. Nilai persediaan kain menurut catatan PT A adalah Rp 59 juta Berdasarkan kasus di atas, PT A harus mengakui pendapatan atas penjualan kain sebesar Rp 90 juta 1 Juli Wesel tagih 90 juta Penjualan 90 juta PT A kemudian mengestimasi dan menentukan suku bunga wesel sebesar 12%. PT A kemudian mencatat penerimaan bunga wesel sbb: 31 Des Wesel tagih 5.4 juta Pendapatanbunga 5.4 juta (12% x 1 2 x Rp 90 juta)
  • 9.
    18-9 Facts: On July1, 2015, SEK Company sold goods to Silva Company for R$900,000 in exchange for a 4-year, zero-interest-bearing note with a face amount of R$1,416,163. The goods have a cost on SEK’s books of R$590,000. Time Value of Money EXTENDED PAYMENT TERMS Questions: (a) How much revenue should SEK Company record on July 1, 2015? (b) How much revenue should it report related to this transaction on December 31, 2015? Entry to record SEK’s sale to Silva Company on July 1, 2015, is as follows. Notes Receivable 1,416,163 Sales Revenue 900,000 Discount on Notes Receivable 516,163 Cost of Goods Sold 590,000 Inventory 590,000 ILLUSTRATION 18-12 Transaction Price - Extended Payment Terms
  • 10.
    18-10 Time Value ofMoney EXTENDED PAYMENT TERMS Questions: (a) How much revenue should SEK Company record on July 1, 2015? (b) How much revenue should it report related to this transaction on December 31, 2015? Entry to record interest revenue at the end of the year, December 31, 2015. Discount on Notes Receivable 54,000 Interest Revenue (12% x ½ x $900,000) 54,000 Companies are not required to reflect the time value of money if the time period for payment is less than a year. ILLUSTRATION 18-12 Transaction Price - Extended Payment Terms Facts: On July 1, 2015, SEK Company sold goods to Silva Company for R$900,000 in exchange for a 4-year, zero-interest-bearing note with a face amount of R$1,416,163. The goods have a cost on SEK’s books of R$590,000.
  • 11.
    18-11 Facts: Sansung Companyoffers its customers a 3% volume discount if they purchase at least ¥2 million of its product during the calendar year. On March 31, 2015, Sansung has made sales of ¥700,000 to Artic Co. In the previous 2 years, Sansung sold over ¥3,000,000 to Artic in the period April 1 to December 31. Consideration Paid or Payable VOLUME DISCOUNT Questions: How much revenue should Sansung recognize for the first 3 months of 2015? Sansung makes the following entry on March 31, 2015. Accounts Receivable 679,000 Sales Revenue 679,000 Sansung should reduce its revenue by ¥21,000 (¥700,000 x 3%) because it is probable that it will provide this rebate. ILLUSTRATION 18-13 Transaction Price – Volume Discount
  • 12.
    18-12 Questions: How muchrevenue should Sansung recognize for the first 3 months of 2015? Assuming Sansung’s customer meets the discount threshold, Sansung makes the following entry. Cash 679,000 Accounts Receivable 679,000 If Sansung’s customer fails to meet the discount threshold, Sansung makes the following entry upon payment. Cash 700,000 Accounts Receivable 679,000 Sales Discounts Forfeited 21,000 Consideration Paid or Payable ILLUSTRATION 18-13 Transaction Price – Volume Discount
  • 13.
    18-13 PENGAKUAN PENDAPATAN Jika barangatau jasa dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat dan nilai yang serupa, maka pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai transaksi yang menghasilkan pendapatan. Jika barang dijual dan jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang atau jasa yang tidak serupa, maka pertukaran tersebut dianggap sebagai transaksi yang menghasilkan pendapatan Pengukuran pendapatan penjualan
  • 14.
    18-14 PENGAKUAN PENDAPATAN Pendapatan daripenjualan barang diakui jika seluruh kondisi berikut dipenuhi: (a) entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli; (b) entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual; (c) jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal; (d) kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir kepada entitas tersebut; dan (e) biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut dapat diukur dengan andal. Pengakuan pendapatan penjualan
  • 15.
    18-15 PENGAKUAN PENDAPATAN Penjualan Tagihdan Tahan (Bill and Hold) Pengiriman ditunda atas permintaan pembeli tetapi pembeli memperoleh hak milik atas barang dan menerima tagihan. Pendapatan diakui pada saat pembeli memperoleh hak milik, apabila: (a) kemungkinan besar pengiriman akan dilakukan; (b) barang yang berada di tangan penjual, dapat diidentifikasi dan siap untuk dikirim ke pembeli pada saat penjualan diakui; (c) pembeli secara khusus mengakui adanya instruksi penangguhan pengiriman; dan (d) syarat-syarat pembayaran lazim tetap berlaku.
  • 16.
    18-16 PENGAKUAN PENDAPATAN Instalasi danInspeksi Pendapatan biasanya diakui pada saat pembeli menerima pengiriman, serta instalasi dan inspeksi telah diselesaikan. Namun, pendapatan diakui segera setelah pembeli menerima pengiriman ketika: (i) proses instalasi sederhana; atau (ii) pemeriksaan dilakukan hanya untuk tujuan penentuan akhir atas harga kontrak.
  • 17.
    18-17 PENGAKUAN PENDAPATAN Hak pengembalianoleh pembeli • Jika terdapat ketidakpastian mengenai kemungkinan pengembalian atas barang, maka pendapatan diakui ketika pengiriman telah secara resmi diterima oleh pembeli atau barang telah dikirimkan dan jangka waktu untuk penolakan telah berlalu. • Metode pengakuan yang dapat digunakan adalah: 1. Tidak mencatat penjualan sampai semua hak-hak pengembalian kadaluarsa 2. Mencatat penjualan, tetapi dikurangi dengan perkiraan pengembalian di masa depan.
  • 18.
    18-18 Venden records thesale as follows with the expectation that three products will be returned: Question: How should Venden record this sale? ILLUSTRATION 18-21 Recognition—Right of Return Right of Return Cash 10,000 Sales Revenue [€9,700 x (€100 x 97)] 9,700 Refund Liability (€100 x 3) 300 Venden records the cost of goods sold with the following entry. Cost of Goods Sold 5,820 Estimated Inventory Returns (€60 x 3) 180 Inventory 6,000
  • 19.
    18-19 When a returnoccurs, Venden records the following entries. Question: How should Venden record this sale? ILLUSTRATION 18-21 Recognition—Right of Return Right of Return Refund Liability (2 x €100) 200 Accounts Payable 200 Returned Inventory (2 x €60) 120 Estimated Inventory Returns 120 Companies record the returned asset in a separate account from inventory to provide transparency.
  • 20.
    18-20 PENGAKUAN PENDAPATAN Penjualan denganopsi beli (jual) bagi penjual (pembeli) • Perlu dianalisis apakah penjual secara substansial telah memindahkan manfaat dan resiko kepemilikan kepada pembeli. • Jika penjual masih memiliki risiko dan manfaat kepemilikan, meskipun hak milik telah dipindahkan, maka transaksi tersebut merupakan perjanjian pendanaan dan tidak menimbulkan pendapatan.
  • 21.
    18-21 Facts: Morgan Inc.,an equipment dealer, sells equipment on January 1, 2015, to Lane Company for £100,000. It agrees to repurchase this equipment on December 31, 2016, for a price of £121,000. REPURCHASE AGREEMENT Question: How should Morgan Inc. record this transaction? ILLUSTRATION 18-22 Recognition—Repurchase Agreement Repurchase Agreements Assuming an interest rate of 10 percent is imputed from the agreement, Morgan makes the following entry to record the financing on January 1, 2015. Cash 100,000 Liability to Lane Company 100,000
  • 22.
    18-22 ILLUSTRATION 18-22 Recognition—Repurchase Agreement Repurchase Agreements MorganInc. records interest on December 31, 2016, as follows. Interest Expense 10,000 Liability to Lane Company (£100,000 x 10%) 10,000 Question: How should Morgan Inc. record this transaction? Morgan Inc. records interest and retirement of its liability to Lane Company on December 31, 2016, as follows. Interest Expense 11,000 Liability to Lane Company (£110,000 x 10%) 11,000 Liability to Lane Company 121,000 Cash (£100,000 + £10,000 + £11,000) 121,000
  • 23.
    18-23 Pengakuan Pendapatan Hubungan Principal-Agent Jumlah yang boleh diakui sebagai pendapatan oleh agen hanya komisi atas penjualan saja (net approach), bukan total nilai penjualan barang atau jasa.  Karakteristik principal: 1. Memiliki tanggung jawab utama di dalam menyediakan atau memenuhi pesanan atas barang atau jasa. 2. Menanggung resiko atas persediaan sebelum dan sesudah pemesanan, selama pengiriman, atau saat pengembalian 3. Memiliki kekuasaan di dalam menentukan harga (langsung / tidak langsung) 4. Menanggung resiko kredit pelanggan jika penjualan dilakukan dengan kredit.
  • 24.
    18-24 PENGAKUAN PENDAPATAN Pengakuan pendapatanpenjualan Ketika pembayaran (atau pembayaran parsial) diterima dimuka atas pengiriman barang yang sekarang belum dimiliki sebagai persediaan, misalnya, barang masih harus dibuat atau akan dikirimkan langsung kepada pelanggan dari pihak ketiga, maka pendapatan diakui saat barang dikirimkan kepada pembeli.
  • 25.
    18-25 Pengakuan Pendapatan Kontrak Jasa Mengikutikriteria yang sama dengan kontrak jangka panjang. Pendapatan diakui jika:  Pendapatan dapat diukur secara andal.  Manfaat ekonomi mungkin (probable) diperoleh.  Tingkat penyelesaian dapat diukur dengan andal.  Biaya dapat diukur dengan andal.
  • 26.
    18-26 Pengakuan Pendapatan Penjualan cicilan(instalment sales) • Pendapatan yang terkait dengan harga penjualan, tidak termasuk bunga, diakui pada tanggal penjualan. • Harga jual adalah nilai kini dari imbalan, ditentukan dengan mendiskontokan cicilan piutang pada suku bunga tersirat • Elemen bunga diakui sebagai pendapatan ketika telah menjadi haknya, dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
  • 27.
    18-27 Pengakuan Pendapatan Penjualan konsinyasi •Penjualan konsinyasi: penerima/pembeli (consignee) berjanji untuk menjual barang atas nama pengirim/penjual (consignor). • Pendapatan diakui oleh pengirim saat barang telah dijual oleh penerima kepada pihak ketiga. • Penerima tidak mencatat barang yang akan dijual sebagai asetnya • Pengirim mendapatkan laba atas penjualan. • Pengirim mendapatkan komisi atas penjualan.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    18-30 KARAKTERISTIK KONTRAK KONSTRUKSI Kontrak konstruksi dapat untuk aset tunggal atau berkaitan dengan sejumlah aset.  Kontrak konstruksi meliputi :  Kontrak konstruksi aset, misalnya, pelayanan jasa untuk manajer proyek dan arsitek; dan  kontrak untuk penghancuran atau restorasi aset dan restorasi lingkungan setelah penghancuran aset.  Kontrak dapat berbentuk:  Kontrak harga tetap  Kontrak biaya plus
  • 31.
    18-31 Pendapatan Kontrak  Pendapatankontrak terdiri dari:  nilai pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak; dan  penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif:  sepanjang hal ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan; dan  dapat diukur secara andal.
  • 32.
    18-32 PENYIMPANGAN KONTRAK  Penyimpanganadalah suatu instruksi yang diberikan pelanggan mengenai perubahan dalam lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kontrak.  Penyimpangan dimasukkan ke dalam pendapatan kontrak jika:  kemungkinan besar pelanggan akan menyetujui penyimpangan dan jumlah pendapatan yang timbul dari penyimpangan tersebut; dan  jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.
  • 33.
    18-33 KLAIM  Klaim adalahjumlah yang diminta kontraktor kepada pelanggan atau pihak lain sebagai penggantian untuk biaya- biaya yang tidak termasuk dalam nilai kontrak.  Pengukuran pendapatan dari klaim mengandung ketidakpastian dan tergantung pada hasil negosiasi.  Klaim dimasukkan ke dalam pendapatan kontrak jika:  negosiasi telah mencapai tingkat akhir sehingga kemungkinan besar pelanggan akan menerima klaim tersebut; dan  nilai klaim yang kemungkinan besar akan disetujui oleh pelanggan, dapat diukur secara andal.
  • 34.
    18-34 Pembayaran Insentif  Pembayaraninsentif adalah jumlah tambahan yang dibayarkan kepada kontraktor apabila standar-standar pelaksanaan yang telah ditentukan telah terpenuhi atau dilampaui.  Misalnya, pembayaran karena penyelesaian yang lebih awal dari suatu kontrak.  Pembayaran insentif dimasukkan dalam pendapatan kontrak jika:  kontrak tersebut cukup aman sehingga kemungkinan besar pelanggan memenuhi atau melampaui standar pelaksanaan; dan  jumlah pembayaran insentif dapat diukur secara andal.
  • 35.
    18-35 PENGAKUAN PENDAPATAN DANBEBAN KONTRAK  Jika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi diakui sebagai pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal akhir periode pelaporan. (Par 22)  Taksiran rugi pada kontrak konstruksi tersebut segera diakui sebagai beban sesuai dengan paragraf 36.
  • 36.
    18-36 PENDAPATAN – KONSTRUKSI(PSAK 34) Ada dua metode akuntansi untuk kontrak konstruksi jangka panjang: 1. Metode prosentase penyelesaian.  Pendapatan kontrak diakui sebagai pendapatan dalam laba rugi pada periode akuntansi di mana pekerjaan dilakukan.  Biaya kontrak biasanya diakui sebagai beban dalam laba rugi pada periode akuntansi di mana pekerjaan yang berhubungan dilakukan. 2. Metode kontrak selesai, artinya pendapatan diakui jika kontraknya telah selesai dilaksanakan.
  • 37.
    18-37 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Dasarpemikiran penggunaan metode prosentase penyelesaian adalah:  Pembeli dan penjual memiliki hak yang dilaksanakan (enforceable rights).  Pembeli memiliki hak secara hukum untuk meminta kinerja spesifik di dalam kontrak.  Penjual memiliki hak untuk meminta pembayaran atas kemajuan kontrak untuk memberikan bukti kepemilikan pembeli.  Hasilnya, penjualan berkelanjutan terjadi sementara pekerjaan berlanjut, dan entitas harus mengakui pendapatan sesuai dengan kemajuan pekerjaan tersebut.
  • 38.
    18-38 Pendapatan – Konstruksi Perusahaanmenggunakan metode prosentase penyelesaian jika semua kondisi berikut terpenuhi. 1. Jumlah pendapatan kontrak dapat diukur dengan andal 2. Ada kemungkinan manfaat ekonomis terkait kontrak masuk ke perusahaan 3. Biaya kontrak sampai selesai dan tingkat penyelesaian pada akhir periode pelaporan dapat diukur dengan andal. 4. Biaya kontrak yang berasal dari kontrak dapat diidentifikasi dan diukur dengan andal, sehingga biaya aktual kontrak dapat dibandingkan dengan perkiraan awal.
  • 39.
    18-39 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Perhitunganpendapatan yang diakui – prosentase penyelesaian
  • 40.
    18-40 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Contoh:PT A memiliki kontrak membangun gedung senilai Rp 800 juta dan perkiraan biaya Rp 700 juta. Kontrak dimulai Juli 2014 dan selesai Agustus 2016. 2014 2015 2016 Biaya yang dikeluarkan 315jt 568jt 710jt Perkiraan biaya sampai selesai 385jt 142jt - Kemajuan tagihan 300jt 350jt 150jt Kas terkoleksi 200jt 300jt 300jt
  • 41.
    18-41 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Perhitunganprosentase penyelesaian 2014 2015 2016 Hargakontrak Rp 800jt Rp 800jt Rp 800jt (-) biayadikeluarkan 315jt 568jt 710jt (-)perkiraanbiayasampaiselesai 385jt 142jt 0 Perkiraan total labakotor Rp 100jt Rp 90jt Rp 90jt Prosentasepenyelesaian 45% 80% 100% 𝑅𝑝 315jt 𝑅𝑝 700jt 𝑅𝑝 568jt 𝑅𝑝 710jt 𝑅𝑝 710jt 𝑅𝑝 710jt
  • 42.
    18-42 PENDAPATAN – KONSTRUKSI PTA melakukan penjurnalan atas (1) biaya konstruksi, (2) kemajuan penagihan (termin), (3) penagihan. 2014 (juta) 2015 (juta) 2016 (juta) Untuk mencatat biaya konstruksi: Konstruksi dalam proses 315 253 142 Kas, utang, dsb 315 253 142 Untuk mencatat termin: Piutang usaha 300 350 150 Penagihan konstruksi dalam proses 300 350 150 Untuk mencatat penagihan: Kas 200 300 300 Piutang usaha 200 300 300
  • 43.
    18-43 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Prosentasepenyelesaian, Pendapatan dan Laba Kotor, Per Tahun Sampai periode (juta) Diakui periode sebelumnya (juta) Diakui periode sekarang (juta) 2014 Pendapatan (800jt x 45%) 360 0 360 Biaya 315 0 315 Laba kotor 45 0 45 2015 Pendapatan (800jt x 80%) 640 360 280 Biaya 568 315 253 Laba kotor 72 45 27 2016 Pendapatan (800jt x 100%) 800 640 160 Biaya 710 568 142 Laba kotor 90 72 18
  • 44.
    18-44 PENDAPATAN – KONSTRUKSI PTA mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor setiap tahun dan mencatat penyelesaian dan persetujuan akhir kontrak. 2014 (juta) 2015 (juta) 2016 (juta) Untuk mengakui pendapatan dan laba kotor Konstruksi dalam Proses (laba kotor) 45 27 18 Beban konstruksi 315 253 142 Pendapatan 360 280 160 Untuk mencatat penyelesaian kontrak Penagihan atas Konstruksi dalam proses 800 Konstruksi dalam proses 800
  • 45.
    18-45 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Isiakun konstruksi dalam proses – metode prosentase penyelesaian. Konstruksi dalam proses 2014biaya konstruksi 31531/12/16 Untuk menutup proyek selesai 2014laba kotor diakui 45 800 2015biaya konstruksi 253 2015laba kotor diakui 27 2016biaya konstruksi 142 2016laba kotor diakui 18 Total 800 Total 800
  • 46.
    18-46 PENDAPATAN – KONSTRUKSI PenyajianLaporan Keuangan – Prosentase Penyelesaian Untuk menghindari double-counting akun persediaan, selama kontrak PT A melaporkan selisih akun konstruksi dalam proses dan akun penagihan konstruksi dalam proses di dalam laporan posisi keuangan. Jika selisih tersebut di posisi debit, maka dilaporkan sebagai aset lancar Jika selisih tersebut di posisi kredit, maka dilaporkan sebagai kewajiban lancar
  • 47.
    18-47 PENDAPATAN – KONSTRUKSI PenyajianLaporan Keuangan – Prosentase Penyelesaian Pendapatan kontrak diakui tahun 2014 Rp 360 juta Penagihan tahun 2014 300 juta Pendapatan belum tertagih Rp 60 juta PT A melaporkan aset lancar dari selisih tersebut sebagai kelebihan biaya dan laba diakui dari tagihan di laporan posisi keuangan. Berikut contoh penghitungan pada tahun 2014
  • 48.
    18-48 PENDAPATAN – KONSTRUKSI LaporanKeuangan – Prosentase Penyelesaian PT A Laporan Laba-rugi (dalam juta) 2014 2015 2016 Pendapatan dari kontrak jangka panjang 360 280 160 Biaya konstruksi 315 253 142 Laba kotor 45 27 18 Laporan Posisi Keuangan (dalam juta) 2012 2013 2014 Aset lancar Persediaan Konstruksi dalam proses 360 Dikurangi: Penagihan 300 Kelebihan biaya dan laba diakui dari penagihan 60 0 Piutang 100* 150* 0 Kewajiban lancar Penagihan 650 Dikurangi: Konstruksi dalam proses 640 Kelebihan penagihan dari biaya dan laba diakui 10* 0
  • 49.
    18-49 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Sampai periode(juta) Diakui periode sebelumnya (juta) Diakui periode sekarang (juta) 2014 Pendapatan 315 0 315 Biaya 315 0 315 Laba kotor 0 0 0 2015 Pendapatan 568 315 253 Biaya 568 315 253 Laba kotor 0 0 0 2016 Pendapatan 800 568 232 Biaya 710 568 142 Laba kotor 90 0 90 Pemulihan Biaya, Pendapatan dan Laba Kotor, Per Tahun
  • 50.
    18-50 PENDAPATAN – KONSTRUKSI 2014(juta) 2015 (juta) 2016 (juta) Untuk mengakui pendapatan dan laba kotor Beban konstruksi 315 253 Pendapatan 315 253 Konstruksi dalam Proses (laba kotor) 90 Beban konstruksi 142 Pendapatan 232 Untuk mencatat penyelesaian kontrak Penagihan atas Konstruksi dalam proses 800 Konstruksi dalam proses 800 PT A mencatat pengakuan pendapatan dan laba kotor setiap tahun dan mencatat penyelesaian dan persetujuan akhir kontrak.
  • 51.
    18-51 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Perbandinganlaba kotor antara metode prosentase penyelesaian dengan metode pemulihan biaya Tahun Prosentase penyelesian Pemulihan biaya 2014 Rp 45 juta Rp 0 2015 27 juta 0 2016 18 juta 90 juta
  • 52.
    18-52 PENDAPATAN – KONSTRUKSI LaporanKeuangan – Pemulihan Biaya PT A Laporan Laba-rugi (dalam juta) 2014 2015 2016 Pendapatan dari kontrak jangka panjang 315 253 232 Biaya konstruksi 315 253 142 Laba kotor 0 0 90 Laporan Posisi Keuangan (dalam juta) 2012 2013 2014 Aset lancar Persediaan Konstruksi dalam proses 315 Dikurangi: Penagihan 300 Kelebihan biaya dan laba diakui dari penagihan 15 0 Piutang 100* 150* 0 Kewajiban lancar Penagihan 650 Dikurangi: Konstruksi dalam proses 568 Kelebihan penagihan dari biaya dan laba diakui 82 0
  • 53.
    18-53 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Kerugian di suatu periode di dalam kontrak yang menguntungkan ► Hanya di metode prosentase penyelesaian, peningkatan biaya yang diperkirakan memerlukan penyesuaian laba kotor yang diakui periode sebelumnya pada periode sekarang.  Kerugian pada kontrak yang merugikan ► Terdapat di kedua metode, perusahaan harus mengakui keseluruhan perkiraan kerugian pada periode sekarang. Kerugian untuk Kontrak Jangka Panjang
  • 54.
    18-54 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Padacontoh soal sebelumnya, asumsikan PT A memperkirakan biaya untuk menyelesaikan gedung pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 221 juta instead of Rp 142 juta. PT A akan mengakui kerugian sebagai berikut Kerugian di suatu periode Biaya yang telah dikeluarkan (31/12/13) Rp 568 juta Perkiraan biaya penyelesaian (revisi) 221 juta Perkiraan total biaya Rp 789 juta Prosentase penyelesaian (568jt/789jt) 72% Penerimaan diakui tahun 2013 (800jt x 72%) – 360 juta Rp 216 juta Biaya diakui tahun 2013 253 juta Kerugian diakui tahun 2013 Rp 37 juta
  • 55.
    18-55 PENDAPATAN – KONSTRUKSI PTA akan mencatat kerugian pada periode 2013 sebagai berikut Kerugian di suatu periode Beban konstruksi 253 juta Konstruksi dalam proses (kerugian) 37 juta Pendapatan 216 juta
  • 56.
    18-56 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Padacontoh soal sebelumnya, asumsikan PT A memperkirakan biaya untuk menyelesaikan gedung pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 319.5 juta instead of Rp 142 juta. Kerugian di kontrak merugikan – prosentase penyelesaian Biaya yang telah dikeluarkan (31/12/13) Rp 568,0 juta Perkiraan biaya penyelesaian (revisi) 319,5 juta Perkiraan total biaya 887,5 juta Perkiraan total kerugian (887.5jt – 800jt) Rp 87,5 juta Prosentase penyelesaian (568jt/887.5jt) 64% Penerimaan diakui tahun 2013 (800jt x 64%) – 360jt Rp 152,0 juta Kerugian diakui tahun 2013 Pembalikan laba kotor 2012 45,0 juta Perkiraan total kerugian kontrak 87,5 juta Beban kerugian tahun 2013 Rp 284,5 juta
  • 57.
    18-57 PENDAPATAN – KONSTRUKSI PTA akan mencatat pendapatan, beban, dan kerugian tahun 2013 sbb: Kerugian di kontrak merugikan Beban konstruksi 284,5 juta Konstruksi dalam proses (kerugian) 132,5 juta Pendapatan 152,0 juta Metode prosentase penyelesaian Metode pemulihan biaya Beban konstruksi 253 juta Pendapatan 253 juta Kerugian dari kontrak jangka panjang 87,5 juta Konstruksi dalam proses (kerugian) 87,5 juta
  • 58.
    18-58 PENDAPATAN – KONSTRUKSI Kontraktorkonstruksi harus mengungkapkan:  Pendapatan yang diakui selama periode dan metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak dan tingkat penyelesaian.  Untuk kontrak yang sedang berlangsung, perusahaan harus mengungkapakan jumlah agregat biaya yang dibebankan dan laba bersih yang diakui, jumlah uang muka, dan jumlah retention. Pengungkapan di Laporan Keuangan
  • 59.
    18-59 Percentage-of-Completion Method Revenue toRecognized Cost-to-Cost Basis ILLUSTRATION 18A-1 ILLUSTRATION 18A-2 ILLUSTRATION 18A-3 APPENDIX 18A LONG-TERM CONSTRUCTION CONTRACTS
  • 60.
    18-60 Illustration: Hardhat ConstructionCompany has a contract to construct a £4,500,000 bridge at an estimated cost of £4,000,000. The contract is to start in July 2015, and the bridge is to be completed in October 2017. The following data pertain to the construction period. APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
  • 61.
    18-61 ILLUSTRATION 18A-4 APPENDIX 18APERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
  • 62.
    18-62 ILLUSTRATION 18A-5 APPENDIX 18APERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
  • 63.
    18-63 Illustration: Percentage-of-Completion Revenue,Costs, and Gross Profit by Year ILLUSTRATION 18A-6 APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
  • 64.
  • 65.
    18-65 Illustration: Content ofConstruction in Process Account— Percentage-of-Completion Method ILLUSTRATION 18A-8 APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
  • 66.
    18-66 Financial Statement Presentation—Percentage-of- Completion ILLUSTRATION18A-9 Computation of Unbilled Contract Price at 12/31/15 APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
  • 67.
    18-67 Financial Statement Presentation—Percentage-of- CompletionMethod (2015) ILLUSTRATION 18A-10 APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETION METHOD
  • 68.
    18-68 APPENDIX 18A PERCENTAGE-OF-COMPLETIONMETHOD Financial Statement Presentation—Percentage-of- Completion Method (2016) ILLUSTRATION 18A-11
  • 69.
    18-69 This method recognizesrevenue only to the extent of costs incurred that are expected to be recoverable. Only after all costs are incurred is gross profit recognized. Cost-Recovery (Zero-Profit) Method APPENDIX 18A LONG-TERM CONSTRUCTION CONTRACTS
  • 70.
    18-70 APPENDIX 18A COST-RECOVERY(ZERO-PROFIT) METHOD Illustration: Hardhat Construction would report the following revenues and costs for 2015–2017. ILLUSTRATION 18A-14
  • 71.
    18-71 APPENDIX 18A COST-RECOVERY(ZERO-PROFIT) METHOD ILLUSTRATION 18A-14 Cost-Recovery Method Revenue, Costs, and Gross Profit by Year ILLUSTRATION 18A-15 Journal Entries— Cost-Recovery Method
  • 72.
    18-72 APPENDIX 18A COST-RECOVERY(ZERO-PROFIT) METHOD ILLUSTRATION 18A-14 Cost-Recovery Method Revenue, Costs, and Gross Profit by Year ILLUSTRATION 18A-16 Comparison of Gross Profit Recognized under Different Methods
  • 73.
    18-73 APPENDIX 18A COST-RECOVERY(ZERO-PROFIT) METHOD ILLUSTRATION 18A-17 Financial Statement Presentation—Cost- Recovery Method
  • 74.
    18-74 1. Loss inCurrent Period on a Profitable Contract ► Percentage-of-completion method only, the estimated cost increase requires a current-period adjustment of gross profit recognized in prior periods. 2. Loss on an Unprofitable Contract ► Under both percentage-of-completion and cost-recovery methods, the company must recognize in the current period the entire expected contract loss. Long-Term Contract Losses APPENDIX 18A LONG-TERM CONSTRUCTION CONTRACTS
  • 75.
    18-75 Prepare the journalentries to record revenue and expense for 2014, 2015, and 2016 assuming the estimated cost to complete at the end of 2015 was $215,436. Casper Construction Co. 2014 2015 2016 Contract price $675,000 $675,000 $675,000 Cost incurred current year 150,000 287,400 215,436 Estimated cost to complete in future years 450,000 215,436 0 Billings to customer current year 135,000 360,000 180,000 Cash receipts from customer Current year 112,500 262,500 300,000 Illustration: Loss in Current Period Advance slide in presentation mode to reveal answers. APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
  • 76.
    18-76 2014 2015 2016 Costsincurred to date 150,000 $ 437,400 $ 652,836 $ Estimated cost to complete 450,000 215,436 Est. total contract costs 600,000 652,836 652,836 Est. percentage complete 25.0% 67.0% 100.0% Contract price 675,000 675,000 675,000 Revenue recognizable 168,750 452,250 675,000 Rev. recognized prior year (168,750) (452,250) Rev. recognized currently 168,750 283,500 222,750 Costs incurred currently (150,000) (287,400) (215,436) Gross profit recognized 18,750 $ (3,900) $ 7,314 $ Illustration: Loss in Current Period APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
  • 77.
    18-77 Construction in Process18,750 7,314 Construction Expenses 150,000 215,436 Revenue from LT Contracts 168,750 222,750 Construction in Process 3,900 Construction Expenses 287,400 Revenue from LT Contracts 283,500 2016 2014 2015 Illustration: Loss in Current Period APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
  • 78.
    18-78 Prepare the journalentries for 2014, 2015, and 2016 assuming the estimated cost to complete at the end of 2015 was $246,038 instead of $170,100. Casper Construction Co. 2014 2015 2016 Contract price $675,000 $675,000 $675,000 Cost incurred current year 150,000 287,400 246,038 Estimated cost to complete in future years 450,000 246,038 0 Billings to customer current year 135,000 360,000 180,000 Cash receipts from customer Current year 112,500 262,500 300,000 Illustration: Loss on Unprofitable Contract APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES
  • 79.
    18-79 2014 2015 2016 Costsincurred to date 150,000 $ 437,400 $ 683,438 $ Estimated cost to complete 450,000 246,038 Est. total contract costs 600,000 683,438 683,438 Est. percentage complete 25.0% 64.0% 100.0% Contract price 675,000 675,000 675,000 Revenue recognizable 168,750 432,000 675,000 Rev. recognized prior year (168,750) (432,000) Rev. recognized currently 168,750 263,250 243,000 Costs incurred currently (150,000) (290,438) (243,000) Gross profit recognized 18,750 $ (27,188) $ - $ $675,000 – 683,438 = (8,438) cumulative loss APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES Illustration: Loss on Unprofitable Contract
  • 80.
    18-80 Construction in Process18,750 - Construction Expenses 150,000 243,000 Revenue from LT Contracts 168,750 243,000 Construction Expenses 290,438 Construction in Process 27,188 Revenue from LT Contracts 263,250 2016 2014 2015 APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES Illustration: Loss on Unprofitable Contract
  • 81.
    18-81 Loss on LTContracts 8,438 Construction in Process 8,438 2016 2014 2015 For the Cost-Recovery method, companies would recognize the following loss : APPENDIX 18A LONG-TERM CONTRACT LOSSES Illustration: Loss on Unprofitable Contract
  • 82.
    18-82 Referensi  Dwi Martani,Departemen Akuntansi FE UI  Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, IFRS edition, John Wiley  International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales  Standar Akuntansi Keuangan. Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI