OBAT ASMA
KELOMPOK 2
Agin Delthia Sautaki
Bambang
Delvi Rahmayani
Dwi Kartika Sari
Dwi Muharrani
DEFINISI ASMA
Penyakit Asma (Asthma)
adalah suatu penyakit
kronik (menahun) yang
menyerang saluran
pernafasan (bronchiale)
pada paru dimana terdapat
peradangan (inflamasi)
dinding rongga bronchiale
sehingga mengakibatkan
penyempitan saluran nafas
yang akhirnya seseorang
mengalami sesak nafas.
PENYEBAB ASMA
a. Penyempitan saluran pernapasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai
rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap rokok, dan cuaca.
b. Otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara
mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan pelepasan
lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari
saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan
penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas.
c. Sel-sel tertentu di dalam saluran udara, terutama mastosit diduga
bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Mastosit di
sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang
menyebabkan terjadinya:
- kontraksi otot polos
- peningkatan pembentukan lendir
- perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.
Mastosit mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang
mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang
terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.
PENYEBAB ASMA
Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang
tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika
orang tersebut melakukan olahraga atau berada dalam
cuaca dingin. Stres dan kecemasan juga bisa memicu
dilepaskannya histamin dan leukotrien.
d. Sel lainnya yakni eosinofil yang ditemukan di dalam
saluran udara penderita asma melepaskan bahan
lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan
penyempitan saluran udara.
e. Faktor Keturunan :
Ayah ibu alergi : 75% anak alergi
Ayah atau ibu alergi : 50% anak alergi
orangtua asma berkemungkinan 8-16 kali menurunkan
asma dibandingkan dengan orangtua yang tidak asma.
Gejala asma sering timbul pada waktu malam dan pagi
hari. Gejala yang di timbulkan berupa:
Batuk-batuk pada pagi, siang, dan malam hari, sesak
napas, bunyi saat bernapas , rasa tertekan di dada,
dan gangguan tidur karena batuk atau sesak napas.
Yang termasuk gejala yang berat adalah:
 Serangan batuk yang hebat, sesak napas yang berat
dan tersengal-sengal, sianosis (kulit kebiruan, yang
dimulai dari sekitar mulut), sulit tidur dengan posisi
tidur yang dianggap nyaman adalah dalam keadaan
duduk, dan kesadaran menurun.
TANDA & GEJALAASMA
Berdasarkan penyebabnya, asma bronkhial dapat
diklasifikasikan menjadi 3 tipe, yaitu :
1. Ekstrinsik (alergik)
Ditandai dengan reaksi alergik yang disebabkan oleh faktor-
faktor pencetus yang spesifik, seperti debu, serbuk bunga,
bulu binatang, obat-obatan (antibiotik dan aspirin) dan spora
jamur. Asma ekstrinsik sering dihubungkan dengan adanya
suatu predisposisi genetik terhadap alergi. Oleh karena itu jika
ada faktor-faktor pencetus spesifik seperti yang disebutkan
diatas, maka akan terjadi serangan asma ekstrinsik.
KLASIFIKASI ASMA
2. Instrinsik (non alergik)
Ditandai dengan adanya reaksi non alergi yang bereaksi
terhadap pencetus yang tidak spesifik atau tidak diketahui,
seperti udara dingin atau bisa juga disebabkan oleh adanya
infeksi saluran pernafasan dan emosi. Serangan asma ini
menjadi lebih berat dan sering sejalan dengan berlalunya
waktu dan dapat berkembang menjadi bronkhitis kronik dan
emfisema. Beberapa pasien akan mengalami asma gabungan.
3. Asma gabungan
Bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai
karakteristik dari bentuk alergik dan non-alergik.
KLASIFIKASI ASMA
Serangan asma terjadi karena adanya gangguan
pada aliran udara akibat penyempitan pada
saluran napas atau bronkiolus. Penyempitan
tersebut sebagai akibat adanya arteriosklerosis
atau penebalan dinding bronkiolus, disertai
dengan peningkatan ekskresi mukus atau lumen
kental yang mengisi bronkiolus, akibatnya udara
yang masuk akan tertahan di paru-paru
sehingga pada saat ekspirasi udara dari paru-
paru sulit dikeluarkan, sehingga otot polos akan
berkontraksi dan terjadi peningkatan tekanan
saat bernapas. Karena tekanan pada saluran
napas tinggi khususnya pada saat ekspirasi,
maka dinding bronkiolus tertarik kedalam
(mengerut) sehingga diameter bronkiolus
semakin kecil atau sempit, dapat dilihat seperti
pada Gambar
PATOGENESIS ASMA
MEKANISME TERJADINYAASMA
A. Antialergika
Adalah zat – zat yang bekerja menstabilkan mastcell, hingga tidak pecah
dan melepaskan histamin. Obat ini sangat berguna untuk mencegah
serangan asma dan rhinitis alergis (hay fever).
Termasuk kelompok ini adalah kromoglikat.
Kromoglikat
• Indikasi :
Profilaksis asma bronchial termasuk pencegahan asma yang dicetuskan
oleh aktivitas.
• Mekanisme kerja :
Stabilisator mastcell sehingga menghalangi pelepasan histamin, serotonin
dan leukotrien pada waktu terjadi reaksi antigen antibodi.
• Efek samping
Iritasi tenggorokan ringa, napas berbau, mual, batuk, bronchospasme
sementara
• Sediaan
Inhalasi 5mg/ aktuasi ( Intal 5 ® )
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
2. Bronchodilator
Mekanisme kerja obat ini adalah merangsang sistem
adrenergik sehingga memberikan efek bronkodilatasi.
Digunakan sbg obat utama dalam bentuk aerosol. Termasuk
kedalamnya adalah :
 Adrenergika
 Antikolinergika
 Derivat xantin
3. Antihistamin
4. Kortikosteroida
5. Ekspektoransia
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
a. Adrenergika
Bekerja selektif terhadap reseptor β2 adrenergik. Stimulasi β2
di trakea dan bronchi menyebabkan aktivasi dari adenilsiklase
yang memperkuat perubahan ATP menjadi cAMP sehingga
akan menghasilkan beberapa efek melalui enzim fosfokinase
yaitu bronkhodilatasi dan penghambatan pelepasan mediator
oleh sel mast.
 Kelompok β-2 adrenergik seperti Salbutamol, Fenoterol,
Terbutalin, Rimiterol, Prokaterol dan Tretoquinol.
Efek sampingnya adalahTremor, rasa gugup, rasa khawatir
Takikardia, palpitasi Nyeri kepala, mual dan muntah
Pada pemb inhalasi : jarang terjadi.
a.1 Salbutamol
mekanisme kerja : Salbutamol merupakan suatu senyawa yang selektif merangsang
reseptor β2 adregenik terutama pada otot bronkus. Golongan
β2 agonis merangsang produksi AMP siklik
dengan cara mengaktifkan kerja enzim adenil siklase.
Efek utama setelah pemberian per oral adalah efek bronku-dilatasi yang
disebabkan terjadinya relaksasi bronkus.
Indikasi :Selain berdaya bronchodilatasi juga memiliki efek menstabilisasi
mastcell, sehingga digunakan terapi simptomatik profilaksis
asma bronchial, emfisema dan obstruksi
saluran napas.
Kontra indikasi : Hipertensi, insufisiensi miokardial, hipertiroid, diabetes.
Efek sampin : Nyeri kepala, pusing, mual, tremor tangan.
Pada dosis tinggi dapat berakibat tachycardia,palpitasi, aritmia dan hipotensi.
Sediaan : Tablet, syrup
Dosis :
• Untuk tablet :
• Dewasa : sehari 3-4 kali 2-4 mg.
• Untuk sirup :
• Dewasa : sehari 3-4 kali 1-2 sendok teh.
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
b. Antikolinergika
• Bila reseptor β-2 sistem adrenergik terhambat, maka
sistem kolinergik menjadi dominan, segingga terjadi
penciutan bronchi. Antikolinergik bekerja memblokir
reseptor saraf kolinergik pada otot polos bronchi
sehingga aktivitas saraf adrenergik menjadi dominan,
dengan efek bronchodilatasi.
• Efek samping : tachycardia, pengentalan dahak, mulut
kering, obstipasi, sukar kencing, gangguan akomodasi.
Efek samping dapat diperkecil dengan pemberian
inhalasi.
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
• Ipratropium Bromide
Indikasi: Asma bronchial, bronchitis kronis, emfisema
Kontra indikasi: Hipersensitiv terhadap senyawa yang menyerupai atropin
Efek samping :Mulut kering, iritasi kerongkongan, batuk, peningkatan
tekanan intra okuler jika mengenai mata
penderita glaukoma.
Interaksi obat: Memperkuat efek antikolinergik obat lain, bronchodilatasi
diperkuat oleh derivat xantin dan preparat β-
adrenergik .
Sediaan : Tablet, inhalasi
Dosis yang dianjurkan 0,1 ml/kg nebulasi tiap – tiap 4 jam, atau lebih dari 6
tahun: 8 – 20 tetes, kurang dari 6 tahun: 4 – 10 tetes larutan 0,025%
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
c. Derivat xantin
Mempunyai daya bronchodilatasi berdasarkan
penghambatan enzim fosfodiesterase dan
meningkatkan kadar cAMP selular.
Contoh obat :
(Teofilin, Aminofilin dan Kolinteofinilat)
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
• Teofilin
Indikasi
Asma bronkial, bronchitis asmatic knonis, emfisema
Mekanisme kerja
Spasmolitik otot polos khusuanya pada otot bronchi, stimulasi jantung, stimulasi SSP dan
pernafasan serta diuretik. Berdasarkan efek stimulasi jantung, obat juga dugunakan pada sesak
napas karena kelainan jantung (asthma cardial).
Kontra indikasi
Penderita tukak lambung yang aktif dan yang mempunyai riwayat penyakit kejang.
Efek samping
Penggunaan pada dosis tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, nyeri epigastrik, diare, sakit
kepala, insomnia, kejang otot, palpitasi, tachycardia, hipotensi, aritmia, dll.
Sediaan
Tablet, elixir, rectal, injeksi
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
d. Antihistamin
Obat ini memblokir reseptor histamin sehingga
mencegah bronchokonstriksi. Banyak antihistamin
memiliki daya antikolinergika dan sedatif. Antagonis
yang mblok reseptor histamin H1 digunakan pada
terapi alergi seperti demam hay, urtikaria, ruam
akibat sensitivitas terhadap obat, pruritus, serta
gigitan dan sengatan serangga.
Contoh obat :
(Loratadin, cetirizin, fexofenadin)
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
• Ketotifen
Indikasi
Profilaksis asma bronchial karena alergi
Mekanisme kerja
Dapat memblokir reseptor histamin dan menstabilisasi mastcell.
Efek samping
Mengantuk, pusing, mulut kering.
Interaksi obat
Memperkuat efek sedativ depresan SSP.
Sediaan
Tablet
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
e. Kortikosteroida
Meniadakan efek mediator seperti peradangan. Daya antiradang ini berdasarkan
blokade enzim fosfolipase A2 sehingga membentuk mediator peradangan
prostaglandin dan leukotrien dari asam arakhidonat tidak terjadi. Kortikosteroid
menghambat mekanisme kegiatan alergen yang melalui IgE dapat menyebabkan
degranulasi sel mast juga akan meningkatkan reseptor β2 sehingga efek βmimetik
diperkuat.
Biasanya digunakan sbg obat inhalasi.
Bermanfaat sebagai anti inflamasi.
Yang umum digunakan ( sebagai preparat Inhalasi ) :
- Triamsinolon asetonid
- Beklometason dipropionat
- Flunisolid
- Budesonid
- Flutikason propionat
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
Efek samping:
- Osteoporosis
- Ulkus peptikum
- Sindroma Cushing (dosis besar,jangka
lama) ; gangguan distribusi lemak,
neurosis dan psikosis
- Dll
Kontra indikasi yg absolut tak ada
Hati2 pd :
Penderita diabet, ulkus peptikum, infeksi
berat, hipertensi.
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
• Beklometason dipropionat
• efikasi : Sebagai profilaksis asma, terutama jika tidak
teratasi sepenuhnya oleh bronkodilator atau kromoglikat
• Efek Samping Obat : suara serak dan kandidiasis di mulut atau di
tenggorokan, pada kasus yang jarang dapat menyebabkan ruam. Dapat
menyebabkan bronkospasme paradoksikal (apabila terjadi segera hentikan
obat, namun bila gejala ringan berikan inhalasi stimulant beta 2
adrenoreseptor.
• Flutikason propionate
• efikasi : Sebagai profilaksis asma serta pengobatan
pada asma eksaserbasi akut.
• Efek Samping Obat : suara serak, kandidiasiss mulut dan
tenggorokan, reaksi hipersensitivitas pada kulit, pada kasus yang jarang,
dapat ditemukan edema pada wajah dan orofaring, mungkin dapat
menyebabkan supresi adrenal, menurunkan densitas tulang, katarak dan
glaucoma.
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
f. Ekspektoransia
• Efeknya mencairkan dahak sehingga mudah dikeluarkan.
Pada serangan akut, obat ini berguna terutama bila lendir
sangat kental dan sukar dikeluarkan.
• Mekanisme kerja obat ini adalah merangsang mukosa
lambung dan sekresi saluran napas sehingga menurunkan
viskositas lendir.
• Sedangkan Asetilsistein mekanismenya terhadap mukosa
protein dengan melepaskan ikatan disulfida sehingga
viskositas lendir berkurang.
• Efek samping Reaksi alergi, gangguaan gastrointestinal
ringan.
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
Obatnya :
a.Amonium klorida:
- Hati2 pemberian pada penderita peny.
hepar, ginjal dan paru.
b.Gliseril guaiakolat ( guaiafenesin) :
- Efek samping :mual, muntah,
mengantuk
c.Sirup ipekak :
Dosis besar sbg emetik untuk keracunan
PENGGOLONGAN OBAT ASMA
BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA

Asma ppt (2)

  • 1.
    OBAT ASMA KELOMPOK 2 AginDelthia Sautaki Bambang Delvi Rahmayani Dwi Kartika Sari Dwi Muharrani
  • 2.
    DEFINISI ASMA Penyakit Asma(Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas.
  • 3.
    PENYEBAB ASMA a. Penyempitansaluran pernapasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap rokok, dan cuaca. b. Otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas. c. Sel-sel tertentu di dalam saluran udara, terutama mastosit diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Mastosit di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: - kontraksi otot polos - peningkatan pembentukan lendir - perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Mastosit mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang. PENYEBAB ASMA
  • 4.
    Tetapi asma jugabisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olahraga atau berada dalam cuaca dingin. Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien. d. Sel lainnya yakni eosinofil yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara. e. Faktor Keturunan : Ayah ibu alergi : 75% anak alergi Ayah atau ibu alergi : 50% anak alergi orangtua asma berkemungkinan 8-16 kali menurunkan asma dibandingkan dengan orangtua yang tidak asma.
  • 5.
    Gejala asma seringtimbul pada waktu malam dan pagi hari. Gejala yang di timbulkan berupa: Batuk-batuk pada pagi, siang, dan malam hari, sesak napas, bunyi saat bernapas , rasa tertekan di dada, dan gangguan tidur karena batuk atau sesak napas. Yang termasuk gejala yang berat adalah:  Serangan batuk yang hebat, sesak napas yang berat dan tersengal-sengal, sianosis (kulit kebiruan, yang dimulai dari sekitar mulut), sulit tidur dengan posisi tidur yang dianggap nyaman adalah dalam keadaan duduk, dan kesadaran menurun. TANDA & GEJALAASMA
  • 6.
    Berdasarkan penyebabnya, asmabronkhial dapat diklasifikasikan menjadi 3 tipe, yaitu : 1. Ekstrinsik (alergik) Ditandai dengan reaksi alergik yang disebabkan oleh faktor- faktor pencetus yang spesifik, seperti debu, serbuk bunga, bulu binatang, obat-obatan (antibiotik dan aspirin) dan spora jamur. Asma ekstrinsik sering dihubungkan dengan adanya suatu predisposisi genetik terhadap alergi. Oleh karena itu jika ada faktor-faktor pencetus spesifik seperti yang disebutkan diatas, maka akan terjadi serangan asma ekstrinsik. KLASIFIKASI ASMA
  • 7.
    2. Instrinsik (nonalergik) Ditandai dengan adanya reaksi non alergi yang bereaksi terhadap pencetus yang tidak spesifik atau tidak diketahui, seperti udara dingin atau bisa juga disebabkan oleh adanya infeksi saluran pernafasan dan emosi. Serangan asma ini menjadi lebih berat dan sering sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang menjadi bronkhitis kronik dan emfisema. Beberapa pasien akan mengalami asma gabungan. 3. Asma gabungan Bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk alergik dan non-alergik. KLASIFIKASI ASMA
  • 8.
    Serangan asma terjadikarena adanya gangguan pada aliran udara akibat penyempitan pada saluran napas atau bronkiolus. Penyempitan tersebut sebagai akibat adanya arteriosklerosis atau penebalan dinding bronkiolus, disertai dengan peningkatan ekskresi mukus atau lumen kental yang mengisi bronkiolus, akibatnya udara yang masuk akan tertahan di paru-paru sehingga pada saat ekspirasi udara dari paru- paru sulit dikeluarkan, sehingga otot polos akan berkontraksi dan terjadi peningkatan tekanan saat bernapas. Karena tekanan pada saluran napas tinggi khususnya pada saat ekspirasi, maka dinding bronkiolus tertarik kedalam (mengerut) sehingga diameter bronkiolus semakin kecil atau sempit, dapat dilihat seperti pada Gambar PATOGENESIS ASMA
  • 9.
  • 10.
    A. Antialergika Adalah zat– zat yang bekerja menstabilkan mastcell, hingga tidak pecah dan melepaskan histamin. Obat ini sangat berguna untuk mencegah serangan asma dan rhinitis alergis (hay fever). Termasuk kelompok ini adalah kromoglikat. Kromoglikat • Indikasi : Profilaksis asma bronchial termasuk pencegahan asma yang dicetuskan oleh aktivitas. • Mekanisme kerja : Stabilisator mastcell sehingga menghalangi pelepasan histamin, serotonin dan leukotrien pada waktu terjadi reaksi antigen antibodi. • Efek samping Iritasi tenggorokan ringa, napas berbau, mual, batuk, bronchospasme sementara • Sediaan Inhalasi 5mg/ aktuasi ( Intal 5 ® ) PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 11.
    2. Bronchodilator Mekanisme kerjaobat ini adalah merangsang sistem adrenergik sehingga memberikan efek bronkodilatasi. Digunakan sbg obat utama dalam bentuk aerosol. Termasuk kedalamnya adalah :  Adrenergika  Antikolinergika  Derivat xantin 3. Antihistamin 4. Kortikosteroida 5. Ekspektoransia PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 12.
    PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKANMEKANISME KERJANYA a. Adrenergika Bekerja selektif terhadap reseptor β2 adrenergik. Stimulasi β2 di trakea dan bronchi menyebabkan aktivasi dari adenilsiklase yang memperkuat perubahan ATP menjadi cAMP sehingga akan menghasilkan beberapa efek melalui enzim fosfokinase yaitu bronkhodilatasi dan penghambatan pelepasan mediator oleh sel mast.  Kelompok β-2 adrenergik seperti Salbutamol, Fenoterol, Terbutalin, Rimiterol, Prokaterol dan Tretoquinol. Efek sampingnya adalahTremor, rasa gugup, rasa khawatir Takikardia, palpitasi Nyeri kepala, mual dan muntah Pada pemb inhalasi : jarang terjadi.
  • 13.
    a.1 Salbutamol mekanisme kerja: Salbutamol merupakan suatu senyawa yang selektif merangsang reseptor β2 adregenik terutama pada otot bronkus. Golongan β2 agonis merangsang produksi AMP siklik dengan cara mengaktifkan kerja enzim adenil siklase. Efek utama setelah pemberian per oral adalah efek bronku-dilatasi yang disebabkan terjadinya relaksasi bronkus. Indikasi :Selain berdaya bronchodilatasi juga memiliki efek menstabilisasi mastcell, sehingga digunakan terapi simptomatik profilaksis asma bronchial, emfisema dan obstruksi saluran napas. Kontra indikasi : Hipertensi, insufisiensi miokardial, hipertiroid, diabetes. Efek sampin : Nyeri kepala, pusing, mual, tremor tangan. Pada dosis tinggi dapat berakibat tachycardia,palpitasi, aritmia dan hipotensi. Sediaan : Tablet, syrup Dosis : • Untuk tablet : • Dewasa : sehari 3-4 kali 2-4 mg. • Untuk sirup : • Dewasa : sehari 3-4 kali 1-2 sendok teh. PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 14.
    b. Antikolinergika • Bilareseptor β-2 sistem adrenergik terhambat, maka sistem kolinergik menjadi dominan, segingga terjadi penciutan bronchi. Antikolinergik bekerja memblokir reseptor saraf kolinergik pada otot polos bronchi sehingga aktivitas saraf adrenergik menjadi dominan, dengan efek bronchodilatasi. • Efek samping : tachycardia, pengentalan dahak, mulut kering, obstipasi, sukar kencing, gangguan akomodasi. Efek samping dapat diperkecil dengan pemberian inhalasi. PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 15.
    • Ipratropium Bromide Indikasi:Asma bronchial, bronchitis kronis, emfisema Kontra indikasi: Hipersensitiv terhadap senyawa yang menyerupai atropin Efek samping :Mulut kering, iritasi kerongkongan, batuk, peningkatan tekanan intra okuler jika mengenai mata penderita glaukoma. Interaksi obat: Memperkuat efek antikolinergik obat lain, bronchodilatasi diperkuat oleh derivat xantin dan preparat β- adrenergik . Sediaan : Tablet, inhalasi Dosis yang dianjurkan 0,1 ml/kg nebulasi tiap – tiap 4 jam, atau lebih dari 6 tahun: 8 – 20 tetes, kurang dari 6 tahun: 4 – 10 tetes larutan 0,025% PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 16.
    c. Derivat xantin Mempunyaidaya bronchodilatasi berdasarkan penghambatan enzim fosfodiesterase dan meningkatkan kadar cAMP selular. Contoh obat : (Teofilin, Aminofilin dan Kolinteofinilat) PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 17.
    • Teofilin Indikasi Asma bronkial,bronchitis asmatic knonis, emfisema Mekanisme kerja Spasmolitik otot polos khusuanya pada otot bronchi, stimulasi jantung, stimulasi SSP dan pernafasan serta diuretik. Berdasarkan efek stimulasi jantung, obat juga dugunakan pada sesak napas karena kelainan jantung (asthma cardial). Kontra indikasi Penderita tukak lambung yang aktif dan yang mempunyai riwayat penyakit kejang. Efek samping Penggunaan pada dosis tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, nyeri epigastrik, diare, sakit kepala, insomnia, kejang otot, palpitasi, tachycardia, hipotensi, aritmia, dll. Sediaan Tablet, elixir, rectal, injeksi PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 18.
    d. Antihistamin Obat inimemblokir reseptor histamin sehingga mencegah bronchokonstriksi. Banyak antihistamin memiliki daya antikolinergika dan sedatif. Antagonis yang mblok reseptor histamin H1 digunakan pada terapi alergi seperti demam hay, urtikaria, ruam akibat sensitivitas terhadap obat, pruritus, serta gigitan dan sengatan serangga. Contoh obat : (Loratadin, cetirizin, fexofenadin) PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 19.
    • Ketotifen Indikasi Profilaksis asmabronchial karena alergi Mekanisme kerja Dapat memblokir reseptor histamin dan menstabilisasi mastcell. Efek samping Mengantuk, pusing, mulut kering. Interaksi obat Memperkuat efek sedativ depresan SSP. Sediaan Tablet PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 20.
    e. Kortikosteroida Meniadakan efekmediator seperti peradangan. Daya antiradang ini berdasarkan blokade enzim fosfolipase A2 sehingga membentuk mediator peradangan prostaglandin dan leukotrien dari asam arakhidonat tidak terjadi. Kortikosteroid menghambat mekanisme kegiatan alergen yang melalui IgE dapat menyebabkan degranulasi sel mast juga akan meningkatkan reseptor β2 sehingga efek βmimetik diperkuat. Biasanya digunakan sbg obat inhalasi. Bermanfaat sebagai anti inflamasi. Yang umum digunakan ( sebagai preparat Inhalasi ) : - Triamsinolon asetonid - Beklometason dipropionat - Flunisolid - Budesonid - Flutikason propionat PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 21.
    Efek samping: - Osteoporosis -Ulkus peptikum - Sindroma Cushing (dosis besar,jangka lama) ; gangguan distribusi lemak, neurosis dan psikosis - Dll Kontra indikasi yg absolut tak ada Hati2 pd : Penderita diabet, ulkus peptikum, infeksi berat, hipertensi. PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 22.
    • Beklometason dipropionat •efikasi : Sebagai profilaksis asma, terutama jika tidak teratasi sepenuhnya oleh bronkodilator atau kromoglikat • Efek Samping Obat : suara serak dan kandidiasis di mulut atau di tenggorokan, pada kasus yang jarang dapat menyebabkan ruam. Dapat menyebabkan bronkospasme paradoksikal (apabila terjadi segera hentikan obat, namun bila gejala ringan berikan inhalasi stimulant beta 2 adrenoreseptor. • Flutikason propionate • efikasi : Sebagai profilaksis asma serta pengobatan pada asma eksaserbasi akut. • Efek Samping Obat : suara serak, kandidiasiss mulut dan tenggorokan, reaksi hipersensitivitas pada kulit, pada kasus yang jarang, dapat ditemukan edema pada wajah dan orofaring, mungkin dapat menyebabkan supresi adrenal, menurunkan densitas tulang, katarak dan glaucoma. PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 23.
    f. Ekspektoransia • Efeknyamencairkan dahak sehingga mudah dikeluarkan. Pada serangan akut, obat ini berguna terutama bila lendir sangat kental dan sukar dikeluarkan. • Mekanisme kerja obat ini adalah merangsang mukosa lambung dan sekresi saluran napas sehingga menurunkan viskositas lendir. • Sedangkan Asetilsistein mekanismenya terhadap mukosa protein dengan melepaskan ikatan disulfida sehingga viskositas lendir berkurang. • Efek samping Reaksi alergi, gangguaan gastrointestinal ringan. PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA
  • 24.
    Obatnya : a.Amonium klorida: -Hati2 pemberian pada penderita peny. hepar, ginjal dan paru. b.Gliseril guaiakolat ( guaiafenesin) : - Efek samping :mual, muntah, mengantuk c.Sirup ipekak : Dosis besar sbg emetik untuk keracunan PENGGOLONGAN OBAT ASMA BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA