SlideShare a Scribd company logo
ANATOMI DAN FISIOLOGI KELENJAR TIROID
DEFINISI
• Penyakit Graves adalah kelainan autoimun yang ditandai
dengan hipertiroidisme akibat autoantibodi yang bersirkulasi.
• Imunoglobulin perangsang tiroid (TSI) mengikat dan mengaktifkan
reseptor hormon perangsang tiroid (TSH), menyebabkan kelenjar
tiroid tumbuh dan folikel tiroid meningkatkan sintesis hormon tiroid
• Penyakit Graves adalah salah satu jenis gangguan pada sistem
kekebalan tubuh yang menjadi penyebab umum hipertiroid, yaitu
sekitar 60- 80% dari seluruh kasus hipertiroid di dunia.
EPIDEMIOLOGI
• Dapat terjadi pada semua umur, sering
ditemukan pada wanita dari pada pria  2 : 1
• Diantara pasien-pasien dengan hipertiroid, 60
– 80% merupakan penyakit graves
• Insidensi tiap tahun pada wanita berusia
diatas 20 tahun sekitar 0,7% per 1000.
tertinggi pada usia 40 – 60 tahun.
• Prevalensi penyakit graves sama pada orang
kulit putih dan Asia, dan lebih rendah pada
orang kulit hitam
ETIOLOGI
Autoimun
• thyroid-stimulating antibodies (TSAb). Antibodi ini
berikatan dan mengaktifkan thyrotropin receptor (TSHR)
pada sel tiroid yang mensintesis dan melepaskan
hormon tiroid
Genetik
• antibodi anti-Tg, respon TRH yang abnormal danTS-Ab
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
ETIOLOGI
Imunologis
persistensi sel T dan sel B yang autoreaktif
anti-self-antibody dan cell mediated response ↑↑ TSAb, Anti
TgAb, Anti TPO-Ab, reaksi antibodi terhadap jaringan orbita dan
respons CMI (Cell Mediated Immunoglobulin)
Genetik
• antibodi anti-Tg, respon TRH yang abnormal danTS-Ab
Stress, merokok, infeksi
Radiasi tiroid eksternal
graves’ disease etiology, pathofisiology
PATOFISIOLOGI
graves’ disease etiology, pathofisiology
MANIFESTASI KLINIS
• Peningkatan laju metabolisme basal, penurunan berat badan meskipun
nafsu makan meningkat atau serupa
Umum
• Kulit hangat, sebagian besar, halus; peningkatan keringat; rambut bagus;
vitiligo; alopesia; miksedema pretibial
Kulit
• Kemosis, iritasi konjungtiva, pelebaran fisura palpebra, kelopak mata
tertinggal, retraksi kelopak mata, proptosis, gangguan gerak ekstraokular,
kehilangan penglihatan pada keterlibatan saraf optik yang parah, edema
periorbital
Kepala, mata, telinga, hidung, dan tenggorokan
MANIFESTASI KLINIS
• Setelah diperiksa dengan cermat, kelenjar tiroid umumnya membesar dan
halus secara difus; lobus piramidal yang berbatas tegas dapat terlihat
dengan palpasi yang cermat; bruut tiroid dan, jarang, sensasi yang
menggetarkan hati; nodul tiroid mungkin teraba
Leher
• Ginekomastia, takipnea; takikardia; berbisik; prekordium hiperdinamik; S3,
S4 bunyi jantung; detak ektopik; detak jantung dan irama tidak teratur
Dada
• Bising usus hiperaktif
Abdomen
MANIFESTASI KLINIS
• Tremor tangan (halus dan biasanya bilateral), refleks tendon dalam yang
hiperaktif
Neurologis
• Kifosis, lordosis, penurunan tinggi badan, kelemahan otot proksimal,
kelumpuhan periodik hipokalemia pada orang dari kelompok etnis yang rentan
Muskuloskeletal
• Kegelisahan, kecemasan, lekas marah, susah tidur, depresi
Psikiatri
• Edema, akropachy, onikolisis
Ekstremitas
Manifestasi klinis
Suatu kelainan dgn 3 manifestasi utama:
• Hipertiroidisme
• Oftalmopati
-mata melotot
-fissura palpebra melebar
- kedipan berkurang
- lid lag (keterlambatan kelopak mata dalam
mengikuti
gerakan mata) dan
-kegagalan konvergensi
• Dermopati
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
DIAGNOSIS
Based on 2018 European Thyroid Association Guideline for the Management of Graves’ Hyperthyroidism
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan Laboratorium
- Kadar FT4
- Kadar TSH
• Pemeriksaan Radiologi
- Foto Polos Leher
- Radio Active Iodine Uptake(RAIU)
graves’ disease etiology, pathofisiology
DIAGNOSIS BANDING
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
TATALAKSANA
• Perawatan melibatkan pengurangan gejala dan koreksi keadaan tirotoksik.
Hiperfungsi adrenergik diobati dengan blokade beta-adrenergik.
Memperbaiki kadar hormon tiroid yang tinggi dapat dicapai dengan obat
antitiroid yang menghambat sintesis hormon tiroid atau dengan pengobatan
dengan yodium radioaktif.
• Faktanya, yodium radioaktif adalah terapi yang paling umum digunakan
untuk penyakit Graves. Indikasi penggunaan yodium radioaktif dibandingkan
obat antitiroid termasuk kelenjar tiroid yang besar, gejala tirotoksikosis
multipel, kadar tiroksin yang tinggi, dan titer TSI yang tinggi.
• Tiroidektomi bukanlah terapi lini pertama yang direkomendasikan untuk
penyakit Graves hipertiroid di Amerika Serikat, meskipun mungkin cocok jika
terdapat nodul tiroid yang menandakan karsinoma atau pada pasien berusia
kurang dari 5 tahun.
graves’ disease etiology, pathofisiology
PENATALAKSANAAN
1. Obat Antitiroid : Golongan Tionamid
 tiourasil (propiltiourasil (PTU) dan imidazol (metimazol dan
karbimazol)
 Dosis PTU dimulai dengan 100 – 200 mg/hari dan
metimazol / tiamazol dimulai dengan 20 – 40 mg/hari
dosis terbagi untuk 3 – 6 minggu pertama.
 dosis methimazole 40 mg setiap pagi selama 1 – 2 bulan,
dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 5 – 20 mg perhari
2. Obat Golongan Beta Blocker
 Di samping propranolol, terdapat obat baru golongan
penyekat beta dengan durasi kerja lebih panjang, yaitu
atenolol, metoprolol dan nadolol.
 Dosis awal atenolol dan metoprolol 50 mg/hari dan
nadolol 40 mg/hari mempunyai efek serupa dengan
propranolol
3. Pembedahan
• Tiroidektomi subtotal merupakan terapi pilihan pada
penderita dengan struma yang besar.
• Sebelum operasi, penderita dipersiapkan dalam
keadaan eutiroid dengan pemberian OAT (biasanya
selama 6 minggu)
• Tiroidektomi total biasanya tidak dianjurkan, kecuali
pada pasein dengan oftalmopati Graves yang
progresif dan berat
4. Terapi Yodium Radioaktif
 Radionuklida 131I akan mengablasi kelenjar tiroid melalui efek
ionisasi partikel beta dengan penetrasi kurang dari 2 mm,
menimbulkan iradiasi local pada sel-sel folikel tiroid tanpa efek
yang berarti pada jaringan lain disekitarnya.
 Respons inflamasi akan diikuti dengan nekrosis seluler, dan dalam
perjalanan waktu terjadi atrofi dan fibrosis disertai respons
inflamasi kronik.
 Respons yang terjadi sangat tergantung pada jumlah 131I yang
ditangkap dan tingkat radiosensitivitas kelenjar tiroid.
 Oleh karena itu mungkin dapat terjadi hipofungsi tiroid dini (dalam
waktu 2 – 6 bulan) atau lebih lama yaitu setelah 1 tahun
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
KOMPLIKASI
• Penyakit Graves yang tidak segera ditangani dapat berujung pada
munculnya komplikasi berbahaya, seperti:
• Gangguan kehamilan, seperti kelahiran prematur, disfungsi tiroid
pada janin, gangguan perkembangan janin, tekanan darah tinggi
pada ibu (preeklamsia), gagal jantung pada ibu, hingga keguguran
• Gangguan pada jantung, seperti aritmia, perubahan pada struktur dan
fungsi jantung, serta gagal jantung
• Osteoporosis
• Krisis tiroid (thyroid storm)

More Related Content

Similar to graves’ disease etiology, pathofisiology

tiroid penyakit pada tubuh yang harus di.ppt
tiroid penyakit pada tubuh yang harus di.ppttiroid penyakit pada tubuh yang harus di.ppt
tiroid penyakit pada tubuh yang harus di.ppt
HanifaYR
 
Gadar krisis tiroid
Gadar krisis tiroidGadar krisis tiroid
Gadar krisis tiroid
Army Of God
 
Asuhan keperawatan hipertiroid
Asuhan keperawatan hipertiroidAsuhan keperawatan hipertiroid
Asuhan keperawatan hipertiroid
yudi petrucci
 
Asuhan keperawatan hipertiroid
Asuhan keperawatan hipertiroidAsuhan keperawatan hipertiroid
Asuhan keperawatan hipertiroid
yudi petrucci
 
CSS HIPERTIROID.pptx
CSS HIPERTIROID.pptxCSS HIPERTIROID.pptx
CSS HIPERTIROID.pptx
AnnisaPermatasari22
 
132046829 tiroid
132046829 tiroid132046829 tiroid
132046829 tiroid
Elvira Cesarena
 
Patofisiologi sistem endokrin 2
Patofisiologi sistem endokrin 2Patofisiologi sistem endokrin 2
Patofisiologi sistem endokrin 2
Dedi Kun
 
Tiroid
TiroidTiroid
Tiroid
TiroidTiroid
132046829 tiroid-2
132046829 tiroid-2132046829 tiroid-2
132046829 tiroid-2
Elvira Cesarena
 
Makalah hipertiroidisme
Makalah hipertiroidismeMakalah hipertiroidisme
Makalah hipertiroidisme
Septian Muna Barakati
 
4 askep-klien-hipertiroidisme
4 askep-klien-hipertiroidisme4 askep-klien-hipertiroidisme
4 askep-klien-hipertiroidisme
nurfitrilandu
 
DASTER KASUS.pptx
DASTER KASUS.pptxDASTER KASUS.pptx
DASTER KASUS.pptx
abdiroyan
 
193742103 ppt-jurnal-ipd-krisis-tiroid
193742103 ppt-jurnal-ipd-krisis-tiroid193742103 ppt-jurnal-ipd-krisis-tiroid
193742103 ppt-jurnal-ipd-krisis-tiroid
Elvira Cesarena
 
138213524-Penyakit-Jantung-Tiroid (1).pptx
138213524-Penyakit-Jantung-Tiroid (1).pptx138213524-Penyakit-Jantung-Tiroid (1).pptx
138213524-Penyakit-Jantung-Tiroid (1).pptx
nichosuryaputrautomo
 
Askep hipertiroidisme, p budi AKPER PEMDA MUNA
Askep hipertiroidisme, p budi AKPER PEMDA MUNA Askep hipertiroidisme, p budi AKPER PEMDA MUNA
Askep hipertiroidisme, p budi AKPER PEMDA MUNA
Operator Warnet Vast Raha
 
Ppt hipertiroidisme
Ppt hipertiroidismePpt hipertiroidisme
Ppt hipertiroidisme
KANDA IZUL
 
Asuhan keperawatan hipotiroid AKPER PEMKAB MUNA
Asuhan keperawatan hipotiroid AKPER PEMKAB MUNAAsuhan keperawatan hipotiroid AKPER PEMKAB MUNA
Asuhan keperawatan hipotiroid AKPER PEMKAB MUNA
Operator Warnet Vast Raha
 
MODUL BERAT BADAN MENURUN
MODUL BERAT BADAN MENURUNMODUL BERAT BADAN MENURUN
Thyroid
ThyroidThyroid

Similar to graves’ disease etiology, pathofisiology (20)

tiroid penyakit pada tubuh yang harus di.ppt
tiroid penyakit pada tubuh yang harus di.ppttiroid penyakit pada tubuh yang harus di.ppt
tiroid penyakit pada tubuh yang harus di.ppt
 
Gadar krisis tiroid
Gadar krisis tiroidGadar krisis tiroid
Gadar krisis tiroid
 
Asuhan keperawatan hipertiroid
Asuhan keperawatan hipertiroidAsuhan keperawatan hipertiroid
Asuhan keperawatan hipertiroid
 
Asuhan keperawatan hipertiroid
Asuhan keperawatan hipertiroidAsuhan keperawatan hipertiroid
Asuhan keperawatan hipertiroid
 
CSS HIPERTIROID.pptx
CSS HIPERTIROID.pptxCSS HIPERTIROID.pptx
CSS HIPERTIROID.pptx
 
132046829 tiroid
132046829 tiroid132046829 tiroid
132046829 tiroid
 
Patofisiologi sistem endokrin 2
Patofisiologi sistem endokrin 2Patofisiologi sistem endokrin 2
Patofisiologi sistem endokrin 2
 
Tiroid
TiroidTiroid
Tiroid
 
Tiroid
TiroidTiroid
Tiroid
 
132046829 tiroid-2
132046829 tiroid-2132046829 tiroid-2
132046829 tiroid-2
 
Makalah hipertiroidisme
Makalah hipertiroidismeMakalah hipertiroidisme
Makalah hipertiroidisme
 
4 askep-klien-hipertiroidisme
4 askep-klien-hipertiroidisme4 askep-klien-hipertiroidisme
4 askep-klien-hipertiroidisme
 
DASTER KASUS.pptx
DASTER KASUS.pptxDASTER KASUS.pptx
DASTER KASUS.pptx
 
193742103 ppt-jurnal-ipd-krisis-tiroid
193742103 ppt-jurnal-ipd-krisis-tiroid193742103 ppt-jurnal-ipd-krisis-tiroid
193742103 ppt-jurnal-ipd-krisis-tiroid
 
138213524-Penyakit-Jantung-Tiroid (1).pptx
138213524-Penyakit-Jantung-Tiroid (1).pptx138213524-Penyakit-Jantung-Tiroid (1).pptx
138213524-Penyakit-Jantung-Tiroid (1).pptx
 
Askep hipertiroidisme, p budi AKPER PEMDA MUNA
Askep hipertiroidisme, p budi AKPER PEMDA MUNA Askep hipertiroidisme, p budi AKPER PEMDA MUNA
Askep hipertiroidisme, p budi AKPER PEMDA MUNA
 
Ppt hipertiroidisme
Ppt hipertiroidismePpt hipertiroidisme
Ppt hipertiroidisme
 
Asuhan keperawatan hipotiroid AKPER PEMKAB MUNA
Asuhan keperawatan hipotiroid AKPER PEMKAB MUNAAsuhan keperawatan hipotiroid AKPER PEMKAB MUNA
Asuhan keperawatan hipotiroid AKPER PEMKAB MUNA
 
MODUL BERAT BADAN MENURUN
MODUL BERAT BADAN MENURUNMODUL BERAT BADAN MENURUN
MODUL BERAT BADAN MENURUN
 
Thyroid
ThyroidThyroid
Thyroid
 

Recently uploaded

PPT SOSIALISASI PMT LOKAL .pptx
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL          .pptxPPT SOSIALISASI PMT LOKAL          .pptx
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL .pptx
azmisetiawan
 
integrasi pelayanan primer (ILP) care pathway
integrasi pelayanan primer (ILP) care pathwayintegrasi pelayanan primer (ILP) care pathway
integrasi pelayanan primer (ILP) care pathway
lopiga429
 
SOP KOMUNIKASI EFEKTIF TEAM AKREDITASSSS
SOP KOMUNIKASI EFEKTIF TEAM AKREDITASSSSSOP KOMUNIKASI EFEKTIF TEAM AKREDITASSSS
SOP KOMUNIKASI EFEKTIF TEAM AKREDITASSSS
nova927669
 
Slide tentang Skrining Hipotiroid Kongenital SHK.pptx
Slide tentang Skrining Hipotiroid Kongenital SHK.pptxSlide tentang Skrining Hipotiroid Kongenital SHK.pptx
Slide tentang Skrining Hipotiroid Kongenital SHK.pptx
DwiCahyoJuliyanto
 
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAHPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH
MarisaIsma1
 
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.pptPenyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
HamdanRakha
 
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Masyarakat.pptx
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Masyarakat.pptxSosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Masyarakat.pptx
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Masyarakat.pptx
AnindyaPutriH
 
materi Amylum Farmakognosi kelas XI.pptx
materi Amylum Farmakognosi kelas XI.pptxmateri Amylum Farmakognosi kelas XI.pptx
materi Amylum Farmakognosi kelas XI.pptx
LindaIndriani6
 
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA SEKOLAH.ppt
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA SEKOLAH.pptKESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA SEKOLAH.ppt
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA SEKOLAH.ppt
denikismiati
 
kesehQN SEKOLAH PENYULUHA KESEHATAN SEKOLAH
kesehQN SEKOLAH PENYULUHA KESEHATAN SEKOLAHkesehQN SEKOLAH PENYULUHA KESEHATAN SEKOLAH
kesehQN SEKOLAH PENYULUHA KESEHATAN SEKOLAH
YasirHuseinNasution1
 
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .pptPengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
EddyLiu8
 
PPT-9-Askep-Neonatus-dengan-Hiperbilirubin.ppt
PPT-9-Askep-Neonatus-dengan-Hiperbilirubin.pptPPT-9-Askep-Neonatus-dengan-Hiperbilirubin.ppt
PPT-9-Askep-Neonatus-dengan-Hiperbilirubin.ppt
IkeNurdiana2
 
Deteksi Dini dan Konseling Adiksi Nikotin
Deteksi Dini dan Konseling Adiksi NikotinDeteksi Dini dan Konseling Adiksi Nikotin
Deteksi Dini dan Konseling Adiksi Nikotin
RikaHarwinanto
 
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
PERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.pptPERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
novi817167
 
AKP Elemen Penilaian Akreditasi RSPKU-UM.pptx
AKP Elemen Penilaian Akreditasi RSPKU-UM.pptxAKP Elemen Penilaian Akreditasi RSPKU-UM.pptx
AKP Elemen Penilaian Akreditasi RSPKU-UM.pptx
marketingrspku
 
Rangkuman 1 - Tabel Duh Tubuh Wanita 1-2
Rangkuman 1 - Tabel Duh Tubuh Wanita 1-2Rangkuman 1 - Tabel Duh Tubuh Wanita 1-2
Rangkuman 1 - Tabel Duh Tubuh Wanita 1-2
annisafebrieza3
 
MATERI PENYULUHAN TENTANG PERNIKAHAN DINI.pptx
MATERI PENYULUHAN TENTANG PERNIKAHAN DINI.pptxMATERI PENYULUHAN TENTANG PERNIKAHAN DINI.pptx
MATERI PENYULUHAN TENTANG PERNIKAHAN DINI.pptx
puskesmassolo01wajo
 
Panduan Penggunaan ASIK - Imunisasi Rutin.pptx
Panduan Penggunaan ASIK - Imunisasi Rutin.pptxPanduan Penggunaan ASIK - Imunisasi Rutin.pptx
Panduan Penggunaan ASIK - Imunisasi Rutin.pptx
HilmanFauzan4
 
Inversio uteri adalah suatu kejadian terbaliknya uterus bagian dalam ke arah ...
Inversio uteri adalah suatu kejadian terbaliknya uterus bagian dalam ke arah ...Inversio uteri adalah suatu kejadian terbaliknya uterus bagian dalam ke arah ...
Inversio uteri adalah suatu kejadian terbaliknya uterus bagian dalam ke arah ...
FATMAWATIMADYA
 
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEJANG DEMAM.pptx
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEJANG DEMAM.pptxASUHAN KEPERAWATAN PADA KEJANG DEMAM.pptx
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEJANG DEMAM.pptx
sellamentari
 

Recently uploaded (20)

PPT SOSIALISASI PMT LOKAL .pptx
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL          .pptxPPT SOSIALISASI PMT LOKAL          .pptx
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL .pptx
 
integrasi pelayanan primer (ILP) care pathway
integrasi pelayanan primer (ILP) care pathwayintegrasi pelayanan primer (ILP) care pathway
integrasi pelayanan primer (ILP) care pathway
 
SOP KOMUNIKASI EFEKTIF TEAM AKREDITASSSS
SOP KOMUNIKASI EFEKTIF TEAM AKREDITASSSSSOP KOMUNIKASI EFEKTIF TEAM AKREDITASSSS
SOP KOMUNIKASI EFEKTIF TEAM AKREDITASSSS
 
Slide tentang Skrining Hipotiroid Kongenital SHK.pptx
Slide tentang Skrining Hipotiroid Kongenital SHK.pptxSlide tentang Skrining Hipotiroid Kongenital SHK.pptx
Slide tentang Skrining Hipotiroid Kongenital SHK.pptx
 
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAHPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH
 
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.pptPenyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
 
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Masyarakat.pptx
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Masyarakat.pptxSosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Masyarakat.pptx
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Masyarakat.pptx
 
materi Amylum Farmakognosi kelas XI.pptx
materi Amylum Farmakognosi kelas XI.pptxmateri Amylum Farmakognosi kelas XI.pptx
materi Amylum Farmakognosi kelas XI.pptx
 
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA SEKOLAH.ppt
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA SEKOLAH.pptKESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA SEKOLAH.ppt
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA SEKOLAH.ppt
 
kesehQN SEKOLAH PENYULUHA KESEHATAN SEKOLAH
kesehQN SEKOLAH PENYULUHA KESEHATAN SEKOLAHkesehQN SEKOLAH PENYULUHA KESEHATAN SEKOLAH
kesehQN SEKOLAH PENYULUHA KESEHATAN SEKOLAH
 
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .pptPengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
 
PPT-9-Askep-Neonatus-dengan-Hiperbilirubin.ppt
PPT-9-Askep-Neonatus-dengan-Hiperbilirubin.pptPPT-9-Askep-Neonatus-dengan-Hiperbilirubin.ppt
PPT-9-Askep-Neonatus-dengan-Hiperbilirubin.ppt
 
Deteksi Dini dan Konseling Adiksi Nikotin
Deteksi Dini dan Konseling Adiksi NikotinDeteksi Dini dan Konseling Adiksi Nikotin
Deteksi Dini dan Konseling Adiksi Nikotin
 
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
PERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.pptPERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
 
AKP Elemen Penilaian Akreditasi RSPKU-UM.pptx
AKP Elemen Penilaian Akreditasi RSPKU-UM.pptxAKP Elemen Penilaian Akreditasi RSPKU-UM.pptx
AKP Elemen Penilaian Akreditasi RSPKU-UM.pptx
 
Rangkuman 1 - Tabel Duh Tubuh Wanita 1-2
Rangkuman 1 - Tabel Duh Tubuh Wanita 1-2Rangkuman 1 - Tabel Duh Tubuh Wanita 1-2
Rangkuman 1 - Tabel Duh Tubuh Wanita 1-2
 
MATERI PENYULUHAN TENTANG PERNIKAHAN DINI.pptx
MATERI PENYULUHAN TENTANG PERNIKAHAN DINI.pptxMATERI PENYULUHAN TENTANG PERNIKAHAN DINI.pptx
MATERI PENYULUHAN TENTANG PERNIKAHAN DINI.pptx
 
Panduan Penggunaan ASIK - Imunisasi Rutin.pptx
Panduan Penggunaan ASIK - Imunisasi Rutin.pptxPanduan Penggunaan ASIK - Imunisasi Rutin.pptx
Panduan Penggunaan ASIK - Imunisasi Rutin.pptx
 
Inversio uteri adalah suatu kejadian terbaliknya uterus bagian dalam ke arah ...
Inversio uteri adalah suatu kejadian terbaliknya uterus bagian dalam ke arah ...Inversio uteri adalah suatu kejadian terbaliknya uterus bagian dalam ke arah ...
Inversio uteri adalah suatu kejadian terbaliknya uterus bagian dalam ke arah ...
 
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEJANG DEMAM.pptx
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEJANG DEMAM.pptxASUHAN KEPERAWATAN PADA KEJANG DEMAM.pptx
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEJANG DEMAM.pptx
 

graves’ disease etiology, pathofisiology

  • 1. ANATOMI DAN FISIOLOGI KELENJAR TIROID
  • 2. DEFINISI • Penyakit Graves adalah kelainan autoimun yang ditandai dengan hipertiroidisme akibat autoantibodi yang bersirkulasi. • Imunoglobulin perangsang tiroid (TSI) mengikat dan mengaktifkan reseptor hormon perangsang tiroid (TSH), menyebabkan kelenjar tiroid tumbuh dan folikel tiroid meningkatkan sintesis hormon tiroid • Penyakit Graves adalah salah satu jenis gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menjadi penyebab umum hipertiroid, yaitu sekitar 60- 80% dari seluruh kasus hipertiroid di dunia.
  • 3. EPIDEMIOLOGI • Dapat terjadi pada semua umur, sering ditemukan pada wanita dari pada pria  2 : 1 • Diantara pasien-pasien dengan hipertiroid, 60 – 80% merupakan penyakit graves • Insidensi tiap tahun pada wanita berusia diatas 20 tahun sekitar 0,7% per 1000. tertinggi pada usia 40 – 60 tahun. • Prevalensi penyakit graves sama pada orang kulit putih dan Asia, dan lebih rendah pada orang kulit hitam
  • 4. ETIOLOGI Autoimun • thyroid-stimulating antibodies (TSAb). Antibodi ini berikatan dan mengaktifkan thyrotropin receptor (TSHR) pada sel tiroid yang mensintesis dan melepaskan hormon tiroid Genetik • antibodi anti-Tg, respon TRH yang abnormal danTS-Ab
  • 8. ETIOLOGI Imunologis persistensi sel T dan sel B yang autoreaktif anti-self-antibody dan cell mediated response ↑↑ TSAb, Anti TgAb, Anti TPO-Ab, reaksi antibodi terhadap jaringan orbita dan respons CMI (Cell Mediated Immunoglobulin) Genetik • antibodi anti-Tg, respon TRH yang abnormal danTS-Ab Stress, merokok, infeksi Radiasi tiroid eksternal
  • 12. MANIFESTASI KLINIS • Peningkatan laju metabolisme basal, penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat atau serupa Umum • Kulit hangat, sebagian besar, halus; peningkatan keringat; rambut bagus; vitiligo; alopesia; miksedema pretibial Kulit • Kemosis, iritasi konjungtiva, pelebaran fisura palpebra, kelopak mata tertinggal, retraksi kelopak mata, proptosis, gangguan gerak ekstraokular, kehilangan penglihatan pada keterlibatan saraf optik yang parah, edema periorbital Kepala, mata, telinga, hidung, dan tenggorokan
  • 13. MANIFESTASI KLINIS • Setelah diperiksa dengan cermat, kelenjar tiroid umumnya membesar dan halus secara difus; lobus piramidal yang berbatas tegas dapat terlihat dengan palpasi yang cermat; bruut tiroid dan, jarang, sensasi yang menggetarkan hati; nodul tiroid mungkin teraba Leher • Ginekomastia, takipnea; takikardia; berbisik; prekordium hiperdinamik; S3, S4 bunyi jantung; detak ektopik; detak jantung dan irama tidak teratur Dada • Bising usus hiperaktif Abdomen
  • 14. MANIFESTASI KLINIS • Tremor tangan (halus dan biasanya bilateral), refleks tendon dalam yang hiperaktif Neurologis • Kifosis, lordosis, penurunan tinggi badan, kelemahan otot proksimal, kelumpuhan periodik hipokalemia pada orang dari kelompok etnis yang rentan Muskuloskeletal • Kegelisahan, kecemasan, lekas marah, susah tidur, depresi Psikiatri • Edema, akropachy, onikolisis Ekstremitas
  • 15. Manifestasi klinis Suatu kelainan dgn 3 manifestasi utama: • Hipertiroidisme • Oftalmopati -mata melotot -fissura palpebra melebar - kedipan berkurang - lid lag (keterlambatan kelopak mata dalam mengikuti gerakan mata) dan -kegagalan konvergensi • Dermopati
  • 20. DIAGNOSIS Based on 2018 European Thyroid Association Guideline for the Management of Graves’ Hyperthyroidism
  • 21. Pemeriksaan Penunjang • Pemeriksaan Laboratorium - Kadar FT4 - Kadar TSH • Pemeriksaan Radiologi - Foto Polos Leher - Radio Active Iodine Uptake(RAIU)
  • 26. TATALAKSANA • Perawatan melibatkan pengurangan gejala dan koreksi keadaan tirotoksik. Hiperfungsi adrenergik diobati dengan blokade beta-adrenergik. Memperbaiki kadar hormon tiroid yang tinggi dapat dicapai dengan obat antitiroid yang menghambat sintesis hormon tiroid atau dengan pengobatan dengan yodium radioaktif. • Faktanya, yodium radioaktif adalah terapi yang paling umum digunakan untuk penyakit Graves. Indikasi penggunaan yodium radioaktif dibandingkan obat antitiroid termasuk kelenjar tiroid yang besar, gejala tirotoksikosis multipel, kadar tiroksin yang tinggi, dan titer TSI yang tinggi. • Tiroidektomi bukanlah terapi lini pertama yang direkomendasikan untuk penyakit Graves hipertiroid di Amerika Serikat, meskipun mungkin cocok jika terdapat nodul tiroid yang menandakan karsinoma atau pada pasien berusia kurang dari 5 tahun.
  • 28. PENATALAKSANAAN 1. Obat Antitiroid : Golongan Tionamid  tiourasil (propiltiourasil (PTU) dan imidazol (metimazol dan karbimazol)  Dosis PTU dimulai dengan 100 – 200 mg/hari dan metimazol / tiamazol dimulai dengan 20 – 40 mg/hari dosis terbagi untuk 3 – 6 minggu pertama.  dosis methimazole 40 mg setiap pagi selama 1 – 2 bulan, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 5 – 20 mg perhari
  • 29. 2. Obat Golongan Beta Blocker  Di samping propranolol, terdapat obat baru golongan penyekat beta dengan durasi kerja lebih panjang, yaitu atenolol, metoprolol dan nadolol.  Dosis awal atenolol dan metoprolol 50 mg/hari dan nadolol 40 mg/hari mempunyai efek serupa dengan propranolol
  • 30. 3. Pembedahan • Tiroidektomi subtotal merupakan terapi pilihan pada penderita dengan struma yang besar. • Sebelum operasi, penderita dipersiapkan dalam keadaan eutiroid dengan pemberian OAT (biasanya selama 6 minggu) • Tiroidektomi total biasanya tidak dianjurkan, kecuali pada pasein dengan oftalmopati Graves yang progresif dan berat
  • 31. 4. Terapi Yodium Radioaktif  Radionuklida 131I akan mengablasi kelenjar tiroid melalui efek ionisasi partikel beta dengan penetrasi kurang dari 2 mm, menimbulkan iradiasi local pada sel-sel folikel tiroid tanpa efek yang berarti pada jaringan lain disekitarnya.  Respons inflamasi akan diikuti dengan nekrosis seluler, dan dalam perjalanan waktu terjadi atrofi dan fibrosis disertai respons inflamasi kronik.  Respons yang terjadi sangat tergantung pada jumlah 131I yang ditangkap dan tingkat radiosensitivitas kelenjar tiroid.  Oleh karena itu mungkin dapat terjadi hipofungsi tiroid dini (dalam waktu 2 – 6 bulan) atau lebih lama yaitu setelah 1 tahun
  • 34. KOMPLIKASI • Penyakit Graves yang tidak segera ditangani dapat berujung pada munculnya komplikasi berbahaya, seperti: • Gangguan kehamilan, seperti kelahiran prematur, disfungsi tiroid pada janin, gangguan perkembangan janin, tekanan darah tinggi pada ibu (preeklamsia), gagal jantung pada ibu, hingga keguguran • Gangguan pada jantung, seperti aritmia, perubahan pada struktur dan fungsi jantung, serta gagal jantung • Osteoporosis • Krisis tiroid (thyroid storm)