Peningkatan Tekanan Intrakranial

20,227 views
19,994 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
20,227
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
444
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Peningkatan Tekanan Intrakranial

  1. 1. Peningkatan Tekanan Intra Kranial
  2. 2. Deskripsi <ul><li>TIK adalah tekanan yang dihasilkan dari kombinasi volume 3 komponen. </li></ul><ul><li>Rongga intrakranial yang kaku terdiri dari otak (1400 gr), cairan serebrospinal/CSS (75 ml) dan darah (75 ml). </li></ul><ul><li>TIK normal bervariasi antara 0 – 15 mmHg. </li></ul>
  3. 3. Rongga Intrakranial
  4. 4. Dinamika Tekanan Intrakranial <ul><li>Hipotesis Monro-Kellie </li></ul><ul><li>Ruang intrakranial mempunyai keterbatasan ekspansi. </li></ul><ul><li>Perubahan volume salah satu komponen menyebabkan perubahan komponen lain dgn mengubah posisi CSS, mengurangi produksi & meningkatkan absorpsi CSS atau mengurangi volume darah. </li></ul><ul><li>Jika tidak ada perubahan maka TIK naik. </li></ul>
  5. 5. Peningkatan TIK (PTIK) <ul><li>Terjadi bila nilai TIK lebih dari 15 mmHg. </li></ul><ul><li>Ditandai dengan sindroma klasik PTIK yaitu : </li></ul><ul><li>- Kenaikan tekanan nadi </li></ul><ul><li>- Penurunan nadi </li></ul><ul><li>- Perubahan pernafasan </li></ul><ul><li>- Perubahan pupil </li></ul>
  6. 6. Etiologi <ul><li>Beberapa penyebab PTIK diantaranya adalah … . </li></ul><ul><li>Head Injury </li></ul><ul><li>Hemoragi Sub Arakhnoid (SAB) </li></ul><ul><li>Tumor Intrakranial </li></ul><ul><li>Stroke </li></ul>
  7. 7. Head Injury Hemorgi Kompresi Lesi Countercoup
  8. 8. Sub Arakhnoid Bleeding
  9. 9. Tumor Intrakranial
  10. 10. Stroke Hemoragik Serebri
  11. 11. Dampak PTIK Terhadap Sirkulasi Serebral <ul><li>PTIK menurunkan aliran darah serebral & menyebabkan iskemia. </li></ul><ul><li>Bila iskemia terjadi lebih dari 3 – 5 menit maka kerusakan otak bersifat ireversibel. </li></ul><ul><li>Pusat vasomotor terstimulasi & tekanan sistemik meningkat untuk mempertahankan aliran darah ditandai dengan denyut nadi lambat, nafas tidak teratur & tekanan darah meningkat. </li></ul>
  12. 12. Komplikasi PTIK <ul><li>Herniasi Batang Otak </li></ul><ul><li>Diabetes Insipidus </li></ul><ul><li>Terjadi penurunan sekresi ADH sehingga terjadi sekresi urine berlebihan yang dapat menyebabkan dehidrasi. </li></ul><ul><li>Syndrome Inappropiate ADH (SIADH) </li></ul><ul><li>Sekresi ADH meningkat menyebabkan peningkatan volume cairan tubuh. </li></ul>
  13. 13. Herniasi <ul><li>PTIK menyebabkan pergeseran bagian jaringan otak dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah (herniasi). </li></ul><ul><li>Herniasi menggangu suplai darah & menyebabkan hipoksia. </li></ul><ul><li>Hipoksia dapat mengakibatkan kematian jaringan otak. </li></ul>
  14. 14. Jenis Herniasi <ul><li>Herniasi Transtentorial </li></ul><ul><li>Herniasi Serebelar Tonsilar </li></ul><ul><li>Herniasi Subfasial (cingulate gyrus) </li></ul><ul><li>Herniasi Diensefalik </li></ul>
  15. 15. Herniasi
  16. 16. Transtentorial Herniation <ul><li>Disebabkan karena lesi pada salah satu hemisfer serebri, pada bagian tengah lobus temporal, menyebabkan penekanan pada batang otak. </li></ul><ul><li>Nervus kranial III terganggu, dimanifestasikan dengan dilatasi pupil. </li></ul><ul><li>Cabang posterior arteri serebral juga terhambat sehingga dapat menyebabkan infark pada lobus oksipital. </li></ul><ul><li>Dapat juga terjadi perdarahan sekunder yang menyebabakan kematian. </li></ul>
  17. 17. Cerebellar Tonsilar Herniation <ul><li>Disebabkan karena adanya lesi pada fossa posterior. </li></ul><ul><li>Lesi menyebabkan herniasi pada bagian bawah serebellum (cerebellar tonsil), terodorng ke foramen magnum, menekan medulla. </li></ul><ul><li>Penekanan pada medula menyebabkan gangguan pernafasan & dapat mengakibatkan kematian. </li></ul>
  18. 18. Cyngulate Gyrus Herniation <ul><li>Lesi pada salah satu hemisfer serebri menyebabkan cyngulate gyrus bergerak ke arah falks serebri sehingga cabang anterior arteri serebral terganggu dan menyebabkan infark pada otak. </li></ul>
  19. 19. Dienchepalic Herniation <ul><li>Disebabkan karena pembengkakan ke dua belah hemisfer serebri. </li></ul><ul><li>Terjadi penekanan pada ventrikel yang diteruskan ke thalamus & otak tengah melalui hiatus tentorial yang berpotensi menyebabkan kerusakan arteri dan dapat menimbulkan perdarahan sekunder. </li></ul>
  20. 20. Manifestasi Klinik <ul><li>Penurunan kesadaran </li></ul><ul><li>Tanda dini : letargi, berupa keterlambatan respon verbal. </li></ul><ul><li>Tiba-tiba gelisah, konfusi dan mengantuk. </li></ul><ul><li>Hanya bereaksi terhadap stimulus nyeri & suara keras. </li></ul><ul><li>Respon motorik abnormal </li></ul><ul><li>Dekortikasi, terjadi rotasi internal, fleksi telapak kaki & fleksi ekstremitas atas. </li></ul><ul><li>Deserebrasi, rotasi keluar ekstremitas atas & telapak kaki. </li></ul><ul><li>Flasiditas ekstremitas & tidak ada refleks. </li></ul><ul><li>Tanda Klasik PTIK </li></ul>
  21. 21. Penatalaksanaan <ul><li>Mengurangi udem srebral </li></ul><ul><ul><li>Pemberian manitol atau glieserol. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemasangan kateter diuretik. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemberian diuretik osmotik & kontrol osmolalitas serum (indikasi dehidrasi). </li></ul></ul><ul><li>Mengurangi volume CSS </li></ul><ul><ul><li>Drainase CSS. </li></ul></ul><ul><li>Mengurangi volume darah & mempertahankan perfusi serebral </li></ul><ul><ul><li>Hiperventilasi dgn ventilator. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemberian cairan & agen inotropik. </li></ul></ul>
  22. 22. Pengkajian <ul><li>Keluhan : sakit kepala </li></ul><ul><li>Penilaian kesadaran : gelisah </li></ul><ul><li>Tanda-tanda vital </li></ul><ul><ul><li>Frekuensi nadi & respirasi meningkat </li></ul></ul><ul><ul><li>Perubahan pola nafas : cheyne stokes & ataksia </li></ul></ul><ul><ul><li>Tekanan darah & suhu meningkat </li></ul></ul><ul><li>Perubahan pupil & okular </li></ul><ul><li>Muntah </li></ul>
  23. 23. Glasgow Coma Scale (GCS) 1 Tidak ada respon 2 Ekstensi abnormal (deserebrasi) 3 Fleksi abnormal (dekortikasi) 4 Menghindari stimulasi (nyeri) 5 Menunjuk lokasi rangsang 6 Mengikuti perintah Motorik 1 Tidak ada respon 2 Suara menggumam 3 Penggunaan kata-kata yang tidak sesuai 4 Percakapan membingungkan 5 Terorientasi Verbal 1 Tidak ada respon 2 Terhadap nyeri 3 Terhadap bicara 4 Spontan Eye
  24. 24. Masalah Keperawatan <ul><li>Gangguan perfusi serebral </li></ul><ul><li>Pola nafas tidak efektif </li></ul><ul><li>Jalan nafas tidak efektif </li></ul><ul><li>Risiko kekurangan volume cairan </li></ul><ul><li>Perubahan eliminasi urin </li></ul><ul><li>Risiko infeksi </li></ul>
  25. 25. Intervensi <ul><li>Airway </li></ul><ul><ul><li>Suction </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemasangan artifisial airway : mayo atau ETT </li></ul></ul><ul><ul><li>Terapi oksigen </li></ul></ul><ul><li>Breathing </li></ul><ul><ul><li>Pemasangan ventilator mekanik bila perlu </li></ul></ul><ul><ul><li>Terapi hiperventilasi </li></ul></ul><ul><li>Circulation </li></ul><ul><ul><li>Pemberian cairan intravena </li></ul></ul>
  26. 26. <ul><ul><li>Pemberian manitol & obat2an </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemasangan kateter </li></ul></ul><ul><ul><li>Kontrol perdarahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengaturan posisi kepala 15 o – 30 o bila tidak ada kontraindikasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pasien dimiringkan bila muntah </li></ul></ul><ul><ul><li>Monitor tanda-tanda vital & PTIK </li></ul></ul><ul><ul><li>Monitor keseimbangan cairan </li></ul></ul>
  27. 27. Terima Kasih

×