SlideShare a Scribd company logo
1 of 35
Download to read offline
KEPALA
Pendahuluan
Bisa merupakan kasus
gawat darurat 
kerusakan kulit dan
jaringan subkutan, tulang
tengkorak, jaringan otak,
saraf otak, dan pembuluh
darah.
KECELAKAAN KERJA
(baik di rumah / pada saat olah
raga)
PERKELAHIA
N
KLL
(jatuh)
Insiden
pria : wanita = 2 : 1
Mortalitas
pria : wanita = 3,4 : 1
Resiko
tertinggi :
usia 15-30
Anatomi Kepala
Scalp
Tulang tengkorak
Meningen
Otak
Calvaria
Basis cranii
Ruang subduraL
Ruang
subarachnoid
Kulit kepala  5 lapisan
(SCALP)
 Skin
 Connective
tissue
 Aponeorosi
s galea
 Loose
areolar
tissue
 Perikraniu
m
Calvaria
Os. Frontalis, Os. Parietalis, Os.
Ocipitalis, Os. temporalis
Basis Cranii
Fossa
anterior(menampung
traktus olfaktorius dan
permukaan basal dari
lobus frontalis, dan
hipofise)
Fossa media (tempat
untuk permukaan basal
dari lobus temporal,
hipotalamus, dan fossa
hipofiseal di tengah)
Fossa posterior (tempat
untuk cerebellum, pons,
Meninge
n
 Epidural (
ektradural)
 Durameter
 Bagian
endosteal
 Bagian
meningeal  a.
meningeal
 Ruang subdural
 Bridging vien
 Arachnoid
 Ruang sub
arachnoid
 CSS
Struktur Otak
Lobus frontal  fungsi emosi,
fungsi motorik, sisi dominan
mengandung area bicara
motorik.
Lobus parietal  fungsi
sensorik dan orientasi ruang.
Lobus temporal  fungsi
memori tertentu.
Lobus occipitalis 
penglihatan.
Batang otak: mesensefalon,
pons, dan medula oblongata
(MO). Mesensefalon dan pons
bagian atas berisi sistem
aktivasi retikular (untuk
kesadaran dan kewaspadaan).
MO pusat kardiorespiratorik
Serebelum  fungsi koordinasi
CSS ( cairan
serebrospinal)
Foramen Monroe
Aquadutus Sylvii
Foramen Luscha
dan Magendi
Normal produksi cairan serebrospinal adalah
0,2-0,35 mL per menit atau sekitar 500 mL
/24 jam
Fisiologi Otak
REGULASI ALIRAN DARAH OTAK :
Normal : 50 – 60 cc / 100 g jaringan otak per menit. ( 1 / 5 dari curah
jantung ).
Bila aliran darah berkurang akan terjadi iskemik (sel neuron
kehilangan fungsi)  infark (kematian sel neuron)
Faktor – faktor yang terlibat dalam penyesuaian aliran darah serebral
Faktor ekstrinksik :
1. Tekanan darah sistemik
2. Kemampuan jantung untuk mempompa darah
3. Kualitas pembuluh darah
4. Kualitas darah
Faktor inktrinsik :
1. Auto regulasi arteri serebral
2. Faktor biokimia regional
3. Sistim saraf otonom
Dalam keadaan normal naik dan turunnya tekanan darah sistemik tidak
menyebabkan berkurangnya aliran darah otak selama MABP 70 mmHg –
140 mmHg, karena adanya auto regulasi.
3 faktor metabolik aliran darah serebral: konsentrasi O2, konsentrasi CO2,
konsentrasi ion hidrogen. Tekanan CO2 << dan O2 >> terjadi vasokonstriksi
Fisiologi
otak
Volume vena Volume arteri otak CSS
Volume vena Volume arteri otak Masa/ hematoma CSS
Volume
vena
Volume
arteri
otak Masa/ hematoma
CSS
Herniasi
Kurva Volume – tekanan
Herniasi
Trias cushing : hipertensi ,bradikardi , bradipnea
Volume otak ditentukan oleh jaringan otak, darah cerebral dan cairan
serebrospinal.
Apabila volume salah satu bertambah, yang lainnya akan berkurang.
Bila kemampuan mengkompensasi perubahan volume terlewati maka tekanan
intra kranial akan meningkat.
Rongga kranium
adalah ruangan
yang tetap, tidak
berkurang
ataupun
bertambah
TIK normal saat istirahat:
10 mmHg, bila > 20 mmHg
 keadaan memburuk
Trauma Kepala
 Definisi trauma pada kepala tanpa
menyebabkan gangguan dari fungsi jaringan
otak. Sedangkan cidera otak adalah trauma
pada kepala yang disertai oleh gangguan
fungsi dari otak baik fungsi motorik, sensorik
atau autonom.
Klasifika
si
Trauma
Kepala
TRAUMA
KEPALA
Mekanisme
Tembus
Tumpul
Beratnya Sedang
Berat
Ringan
Morfologi
Lesi
intracranial
Fraktur
cranium
Perdarahan
Subdural
Perdaraha
n Epidural
Lesi
Difus
Lesi
Fokal
Perdarahan
Intraserebral
Komosio
klasik
Komosio
ringan
Cedera
akson difus
Basis
cranii
Calvaria
GCS (Glasgow Coma
Scale)
EYE
(kemampuan membuka
mata)
VERBAL
(kemampuan
komunikasi)
MOTORIK
(kemampuan
motorik)
• Secara spontan (4)
• Atas perintah (3)
• Rangsangan nyeri (2)
• Tidak bereaksi (1)
• Orientasi baik (5)
• Jawaban kacau (4)
• Kata2 tidak berarti
(3)
• Mengerang (2)
• Tidak bersuara (1)
• Kemampuan
menurut perintah (6)
• Reaksi setempat (5)
• Menghindar (4)
• Fleksi abnormal (3)
• Ekstensi (2)
• Tidak bereaksi (1)
Cedera kepala berdasarkan GCS
Cedera Kepala Ringan
(CKR)
Cedera Kepala Sedang
(CKS)
Cedera Kepala Berat
(CKB)
GCS 14-15 GCS 9-13 GCS 3-8
Tidak ada kehilangan
kesadaran, jika ada < 10
menit
Pingsan > 10 menit Gejala serupa dengan
CKS hanya lebih berat
Pusing (+) / sakit kepala
(+)
Sakit kepala, mual,
muntah, kejang, amnesia
retrogad
Penurunan kesadaran
secara progresif
Muntah, amnesia
retrogad, kelainan
neurologis (-)
Pemeriksaan neurologis:
kelumpuhan saraf dan
anggota gerak
Ada Fraktur tulang
tengkorak dan jaringan
otak yang lepas
Hematoma Epidural
 Perdarahan yang terjadi di antara tabula
interna-duramater
 Hematoma massif  akibat pecahnya a.
meningea media atau sinus venosus
 Tanda diagnostik klinis :
 Lucid interval (+)
 Kesadaran makin menurun
 Late hemipareseontralateral lesi
 Pupil anisokor
 Babinsky (+) kontralateral lesi
 Fraktur di temporal
Epidural Hematom
Diagnostik :
 CT scan otak 
gambaran
hiperdens di tulang
tengkorak dan dura,
umumnya di daerah
temporal dan
tampak bikonveks.
Hematoma Subdural
 Perdarahan terjadi di antara
duramater-arakhnoid akibat
robeknya “bridging vein”
 Jenis :
 Akut : lucid interval 0-5 hari
 Subakut : lucid interval 5-
minggu
 Kronik : lucid interval > 3
bulan
Gejala dan tanda klinis : sakit kepala kesadaran menurun + /
-
Subdural Hematoma
 Diagnostik : CT Scan otak
ditemukan gambaran hiperdens
diantara duramater dan araknoid,
umumnya karena robekan dari
bridging vein dan tampak seperti
bulan sabit.
Hematoma Subarachnoid
 Gejala dan tanda klinis :
 kaku kuduk
 nyeri kepala
 bisa terdapat gangguan
kesadaran
 Diagnosis:
 CT Scan  Adanya
perdarahan di ruang
subaraknoid.
Hematoma Intraserebral
 Adalah perdarahan parenkim otak, disebabkan
karena pecahnya arteri intraserebral mono
atau multiple
Fraktur Basis Cranii
 Anterior
 Rhinorrhea
 Perdarahan bilateral periorbital ecchymosis (raccoon
eye)
 Anosmia
 Media
 Otorrhea
 Gangguan nervus VII dan VIII
 Posterior
 Bilateral mastoid ecchymosis/Battle’s sign
 Diagnostik
 Tes halo / tes betadin : memastikan cairan
serebrospinal
Lesi Intracranial
Komosio cerebri
ringan
Komosio cerebri klasik Cedera axonal difuse
• Kesadaran tidak
terganggu
• Disfungsi neurologis
sementara
• Bisa pulih kembali
tanpa gejala sisa
• Gangguan kesadaran
• Amnesia retrograd
• Defisit neurologis
• Koma pasca cedera
yang berlangsung
lama
• Setelah pulih tetap
dalam kedaan cacat
berat
• Gejala disfungsi
otonom
Penanggulangan Trauma
Kapitis
 Primary Survey
Airway Bebaskan jalan nafas dengan
memeriksa mulut, bila perlu lakukan
intubasi.
Breathing
Pastikan pernafasan adekuat, bila ada
gangguan nafas beri oksigen sesuai
dengan kebutuhan.
Circulation Pertahankan TD > 90 mmHg, beri
cairan IV
Disability
Vital sign, GCS, pupil, refleks patologis,
luka-luka, anamnesa.
 Secondary Survey
 Laboratorium :
 Darah : Hb, leukosit, trombosit, ureum, kreatinin, GDS,
AGD, elektrolit
 Urine : perdarahan +/-
 Radiologi :
 Foto polos kepala Ap/lateral/tangensial
 CT scan otak
 Foto indikasi lain : servikal
 Terapi
 Operasi bila ada indikasi
 Penanganan luka
 Pemberian obat sesuai dengan kebutuhan
Kasus Ringan
 Pemeriksaan status umum dan neurologi.
 Perawatan luka-luka.
 Pasien dipulangkan dengan pengawasan ketat oleh keluarga
selama 48 jam.
 Edukasi :
 Pasien kembali ke RS bila di rumah terjadi hal-hal berikut :
 Pasien cenderung.
 Sakit kepala yang semakin berat.
 Muntah proyektil.
 Dirawat apabila :
 Ada gangguan orientasi.
 Sakit kepala dan muntah.
 Taidak ada yang mengawasi di rumah.
 Letak rumah jauh dan sulit kembali dari RS.
Tata Laksana
Trauma Kapitis Sedang dan Berat
(GCS 3-13)
• Lanjutkan penanganan ABC
• Pantau tanda vital (TNSP), pupil, GCS, gerakan
ekstremitas, sampai pasien sadar. Pantauan
tiap 4 jam  GCS 15
• Perhatian khusus  mencegah terjadinya
hipotensi.
Hindari terjadi kondisi sebagai berikut:
 Tekanan darah sistolik < 90 mm Hg
 Suhu > 38 derajat Celcius
 Frekuensi nafas > 20 x / menit
 Cegah kemungkinan terjadinya tekanan tinggi
intrakranial
 Posisi kepala ditinggikan 30.
 Bila perlu dapat diberikan Manitol 20 %.
 Berikan analgetika, dan bila perlu dapat diberikan
sedasi jangka pendek.
 Atasi komplikasi :
 Kejang dengan pemberian profilaksis OAE selama 7
hari untuk mencegah immediate dan early seizure.
 Pada kasus risiko tinggi infeksi akibat fraktur basis
kranii / fraktur terbuka berikan profilaksis antibiotika,
sesuai dosis infeksi intrakranial selama 10-14 hari.
 Pemberian cairan dan nutrisi adekuat .
 Roboransia, neuroprotektan (citicoline), nootropik
sesuai indikasi.
Indikasi Operasi
 EDH (Epidural Hematoma)
 > 40 cc + midline shifting pada temporal /
frontal / parietal dgn fungsi batang otak masih
baik.
 > 30 cc pada fossa posterior dengan tanda-
tanda penekanan batang otak atau
hidrosefalus dengan fungsi batang otak masih
baik.
 EDH progresif.
 EDH tipis dengan penurunan kesadaran
bukan indikasi operasi.
 SDH (Subdural Hematoma)
 SDH luas (> 40 cc / > 5 mm) dengan GCS > 6,
fungsi batang otak masih baik.
 SDH tipis dengan penurunan kesadaran
bukan indikasi operasi.
 SDH dengan edema serebri / kontusio serebri
disertai midline shift dengan fungsi batang
otak masih baik.
Indikasi Operasi
 ICH (Intraserebral Hematoma) pasca
trauma
 Penurunan kesadaran progresif.
 Hipertensi dan bradikardi dan tanda-tanda
gangguan nafas (Cushing reflex).
 Perburukan defisit neurologi fokal.
 Fraktur kranii dengan laserasi serebri
 Fraktur kranii terbuka
 Edema serebri berat yang disertai tanda
peningkatan TIK, dipertimbangan operasi
dekompresi.
Indikasi Operasi
medpics.findlaw.com/imagescooked/986W.jpg
DAFTAR PUSTAKA
 Atlanta (GA): Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Injury Prevention and
Control; 2010.
 Moeller T. B. , Reif T. Pocket Atlas of Sectional Anatomy. Cranial CT. 2-42. Edition III, vol. I. NY : 2007.
 Traumatic Brain Injury. Available at : http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/traumaticbraininjury/ Accessed on
: 17th August 2013.
 Werner C, Engelhard K, Pathophysiology of Traumatic Brain Injury. British Journal of Anaesthesia 2007 :
99(I) :4-9
 Kenneth W. Lindsay and friends; Section IV localised Neurological Disease and Its management A
Intracranial “HEAD INJURY”; Neurology and Neurosurgery Illustrated, Third Edition, Churcil Livingston,
1997; page 214-233.
 Olson D. A. Head Injury. Updated : 1 April 2013. Available at : http://www.emedicine.medscape/
 Denise L Morales; Brain Contusion Imaging, Emedicinie, Updated:
http://emedicine.medscape.com/article/337782 Feb 22, 2010.
 Brain Injury. Available at : http://www.cdc.gov/traumaticbraininjury/. Accessed on: 17th August 2013.
 Syamsuhidayat, R. Wim, de Jong. Buku-Ajar Ilmu Bedah, Ed.-2. Jakarta: EGC; 2004.
 Bouillon B, Kanz KG, Lackner CK, Mutschler W, Sturm J (October 2004). "[The importance of Advanced
Trauma Life Support (ATLS) in the emergency room]".Unfallchirurg (in German) 107 (10): 844–50.
 Helmy A, Vizcaychipi M, Gupta A.K, Traumatic Brain Injury : Intensive care management, British Journal of
Anaesthesia 2007 ; 99 ; 32-42.
 Faul M, Xu L, Wald MM, Coronado VG. Traumatic brain injury in the United States: emergency department
visits, hospitalizations, and deaths.
 Williams, Norman S. Bailey and Love’s Short Practice of Surgery. Hodder Arnold. Great Britain. 2004
doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf

More Related Content

What's hot

Presus ileus obstruktif dr. gunawan siswadi, sp. b
Presus ileus obstruktif dr. gunawan siswadi, sp. bPresus ileus obstruktif dr. gunawan siswadi, sp. b
Presus ileus obstruktif dr. gunawan siswadi, sp. b
Woro Nugroho
 
SPIROMETRI -dr. Shanti Puji Lestari, Sp.Ok.ppt
SPIROMETRI -dr. Shanti Puji Lestari, Sp.Ok.pptSPIROMETRI -dr. Shanti Puji Lestari, Sp.Ok.ppt
SPIROMETRI -dr. Shanti Puji Lestari, Sp.Ok.ppt
MuhammadAldoGiansyah
 
ABSES LEHER DALAM - Bimbingan.pptx
ABSES LEHER DALAM - Bimbingan.pptxABSES LEHER DALAM - Bimbingan.pptx
ABSES LEHER DALAM - Bimbingan.pptx
HeldhiYonathan
 
Spondilitis Tuberkulosis
Spondilitis TuberkulosisSpondilitis Tuberkulosis
Spondilitis Tuberkulosis
Afiqah Jasmi
 

What's hot (20)

Presus ileus obstruktif dr. gunawan siswadi, sp. b
Presus ileus obstruktif dr. gunawan siswadi, sp. bPresus ileus obstruktif dr. gunawan siswadi, sp. b
Presus ileus obstruktif dr. gunawan siswadi, sp. b
 
Omsk
OmskOmsk
Omsk
 
Abses otak gk
Abses otak gkAbses otak gk
Abses otak gk
 
Tumor Mediastinum
Tumor MediastinumTumor Mediastinum
Tumor Mediastinum
 
Herniasi Otak
Herniasi OtakHerniasi Otak
Herniasi Otak
 
bph dan hidronefrosis
bph dan hidronefrosis bph dan hidronefrosis
bph dan hidronefrosis
 
SPIROMETRI -dr. Shanti Puji Lestari, Sp.Ok.ppt
SPIROMETRI -dr. Shanti Puji Lestari, Sp.Ok.pptSPIROMETRI -dr. Shanti Puji Lestari, Sp.Ok.ppt
SPIROMETRI -dr. Shanti Puji Lestari, Sp.Ok.ppt
 
Akalasia esofagus
Akalasia esofagusAkalasia esofagus
Akalasia esofagus
 
16606301 hipospadia
16606301 hipospadia16606301 hipospadia
16606301 hipospadia
 
Hematothorax
HematothoraxHematothorax
Hematothorax
 
Signs of Pneumoperitoneum on Plain Film
Signs of Pneumoperitoneum on Plain FilmSigns of Pneumoperitoneum on Plain Film
Signs of Pneumoperitoneum on Plain Film
 
Kontusio paru
Kontusio paruKontusio paru
Kontusio paru
 
ABSES LEHER DALAM - Bimbingan.pptx
ABSES LEHER DALAM - Bimbingan.pptxABSES LEHER DALAM - Bimbingan.pptx
ABSES LEHER DALAM - Bimbingan.pptx
 
See pneumoperitoneum
See pneumoperitoneumSee pneumoperitoneum
See pneumoperitoneum
 
Abses peritonsilar
Abses peritonsilarAbses peritonsilar
Abses peritonsilar
 
Fimosis dan Parafimosis
Fimosis dan ParafimosisFimosis dan Parafimosis
Fimosis dan Parafimosis
 
Peritonitis generalisata
Peritonitis generalisataPeritonitis generalisata
Peritonitis generalisata
 
Spondilitis Tuberkulosis
Spondilitis TuberkulosisSpondilitis Tuberkulosis
Spondilitis Tuberkulosis
 
otitis media supuratif kronik tipe maligna
otitis media supuratif kronik tipe malignaotitis media supuratif kronik tipe maligna
otitis media supuratif kronik tipe maligna
 
Radiologi - kelainan kongenital tulang
Radiologi -  kelainan kongenital tulangRadiologi -  kelainan kongenital tulang
Radiologi - kelainan kongenital tulang
 

Similar to doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf

Laporan Kasus EDH Anggi.pptx
Laporan Kasus EDH Anggi.pptxLaporan Kasus EDH Anggi.pptx
Laporan Kasus EDH Anggi.pptx
AnggiOsvianty
 
Laporan pendahuluan stroke
Laporan pendahuluan strokeLaporan pendahuluan stroke
Laporan pendahuluan stroke
Sujana Pkm
 
PBLS5_1102021009_Afif Aziz Firdausy.pdfwww
PBLS5_1102021009_Afif Aziz Firdausy.pdfwwwPBLS5_1102021009_Afif Aziz Firdausy.pdfwww
PBLS5_1102021009_Afif Aziz Firdausy.pdfwww
AfifAziz15
 
peningkatan Tekanan IntraCranial
peningkatan Tekanan IntraCranialpeningkatan Tekanan IntraCranial
peningkatan Tekanan IntraCranial
Noorahmah Adiany
 
Kelompok 1 strok akademi keperawatan makassar
Kelompok 1 strok akademi keperawatan makassar Kelompok 1 strok akademi keperawatan makassar
Kelompok 1 strok akademi keperawatan makassar
Syarifha Ningsih Al-aidid
 

Similar to doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf (20)

Case neuro
Case neuroCase neuro
Case neuro
 
Refresh Ilmu tgl 27 Bu Y.pptx
Refresh Ilmu tgl 27 Bu Y.pptxRefresh Ilmu tgl 27 Bu Y.pptx
Refresh Ilmu tgl 27 Bu Y.pptx
 
Laporan Kasus EDH Anggi.pptx
Laporan Kasus EDH Anggi.pptxLaporan Kasus EDH Anggi.pptx
Laporan Kasus EDH Anggi.pptx
 
Asuhan Keperawatan pada pasien Stroke
Asuhan Keperawatan pada pasien StrokeAsuhan Keperawatan pada pasien Stroke
Asuhan Keperawatan pada pasien Stroke
 
Penanganan stroke rpl
Penanganan stroke rplPenanganan stroke rpl
Penanganan stroke rpl
 
Cidera kepala
Cidera kepalaCidera kepala
Cidera kepala
 
Laporan pendahuluan stroke
Laporan pendahuluan strokeLaporan pendahuluan stroke
Laporan pendahuluan stroke
 
PBLS5_1102021009_Afif Aziz Firdausy.pdfwww
PBLS5_1102021009_Afif Aziz Firdausy.pdfwwwPBLS5_1102021009_Afif Aziz Firdausy.pdfwww
PBLS5_1102021009_Afif Aziz Firdausy.pdfwww
 
4. cidera kepala
4. cidera kepala4. cidera kepala
4. cidera kepala
 
peningkatan Tekanan IntraCranial
peningkatan Tekanan IntraCranialpeningkatan Tekanan IntraCranial
peningkatan Tekanan IntraCranial
 
-Ppt-Stroke-Iskemik-A.pptx
-Ppt-Stroke-Iskemik-A.pptx-Ppt-Stroke-Iskemik-A.pptx
-Ppt-Stroke-Iskemik-A.pptx
 
ASKEP CEDERA OTAK BERAT.doc
ASKEP CEDERA OTAK BERAT.docASKEP CEDERA OTAK BERAT.doc
ASKEP CEDERA OTAK BERAT.doc
 
Diagnosa gangguan kesadaran
Diagnosa gangguan kesadaranDiagnosa gangguan kesadaran
Diagnosa gangguan kesadaran
 
Cidera Kepala
Cidera KepalaCidera Kepala
Cidera Kepala
 
Cedera kepala
Cedera kepalaCedera kepala
Cedera kepala
 
Ringkasan skenario 1
Ringkasan skenario 1Ringkasan skenario 1
Ringkasan skenario 1
 
ppt gadar kel 2.pptx
ppt gadar kel 2.pptxppt gadar kel 2.pptx
ppt gadar kel 2.pptx
 
Kelompok 1 strok akademi keperawatan makassar
Kelompok 1 strok akademi keperawatan makassar Kelompok 1 strok akademi keperawatan makassar
Kelompok 1 strok akademi keperawatan makassar
 
Askep cedera kepala
Askep cedera kepalaAskep cedera kepala
Askep cedera kepala
 
Askep cidera kepala
Askep cidera kepalaAskep cidera kepala
Askep cidera kepala
 

More from ikhsan1611

More from ikhsan1611 (9)

PPT
PPT PPT
PPT
 
CMD PPP.pptx
CMD PPP.pptxCMD PPP.pptx
CMD PPP.pptx
 
Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptx
Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptxPlacentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptx
Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptx
 
Cara Mediagnosa HNP.pptx
Cara Mediagnosa HNP.pptxCara Mediagnosa HNP.pptx
Cara Mediagnosa HNP.pptx
 
PPT DD VVK.pptx
PPT DD VVK.pptxPPT DD VVK.pptx
PPT DD VVK.pptx
 
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptxEducation dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
 
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptxEducation dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
 
dokumen.tips_ppt-crs-meningioma.pptx
dokumen.tips_ppt-crs-meningioma.pptxdokumen.tips_ppt-crs-meningioma.pptx
dokumen.tips_ppt-crs-meningioma.pptx
 
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.ppt
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.pptMANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.ppt
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.ppt
 

Recently uploaded

Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandunganKimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
OBAT ABORSI DI KIMIA FARMA SEMARANG 087776558899
OBAT ABORSI DI KIMIA FARMA SEMARANG 087776558899OBAT ABORSI DI KIMIA FARMA SEMARANG 087776558899
OBAT ABORSI DI KIMIA FARMA SEMARANG 087776558899
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Obat Cytotec Denpasar Bali • obat penggugur kandungan Denpasar Bali 087776558899
Obat Cytotec Denpasar Bali • obat penggugur kandungan Denpasar Bali 087776558899Obat Cytotec Denpasar Bali • obat penggugur kandungan Denpasar Bali 087776558899
Obat Cytotec Denpasar Bali • obat penggugur kandungan Denpasar Bali 087776558899
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Kimia Farma Bekasi obat penggugur kandungan 087776558899
Kimia Farma Bekasi obat penggugur kandungan 087776558899Kimia Farma Bekasi obat penggugur kandungan 087776558899
Kimia Farma Bekasi obat penggugur kandungan 087776558899
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
APOTEK BATAM JUAL OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN - OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN DI BATA...
APOTEK BATAM JUAL OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN - OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN DI BATA...APOTEK BATAM JUAL OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN - OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN DI BATA...
APOTEK BATAM JUAL OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN - OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN DI BATA...
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Kimia Farma Bandar Lampung jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Bandar Lampung jual obat penggugur kandunganKimia Farma Bandar Lampung jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Bandar Lampung jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandunganKimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Nama : obat penggugur kandungan wa " 087776558899
Nama : obat penggugur kandungan wa " 087776558899Nama : obat penggugur kandungan wa " 087776558899
Nama : obat penggugur kandungan wa " 087776558899
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Cara Menggugurkan Kandungan usia 1 sampai 8 bulan - obat penggugur janin - ob...
Cara Menggugurkan Kandungan usia 1 sampai 8 bulan - obat penggugur janin - ob...Cara Menggugurkan Kandungan usia 1 sampai 8 bulan - obat penggugur janin - ob...
Cara Menggugurkan Kandungan usia 1 sampai 8 bulan - obat penggugur janin - ob...
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Kimia Farma Tanjung Selor jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Tanjung Selor jual obat penggugur kandunganKimia Farma Tanjung Selor jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Tanjung Selor jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
cari obat penggugur kandungan asli 0877~7655~8899
cari obat penggugur kandungan asli 0877~7655~8899cari obat penggugur kandungan asli 0877~7655~8899
cari obat penggugur kandungan asli 0877~7655~8899
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
materi skrining epidemiologi epidemiologi
materi skrining epidemiologi epidemiologimateri skrining epidemiologi epidemiologi
materi skrining epidemiologi epidemiologi
ZulAzhri
 
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janinKimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
Kimia Farma Samarinda jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Samarinda jual obat penggugur kandunganKimia Farma Samarinda jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Samarinda jual obat penggugur kandungan
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 
KEBIDANAN Neonatus Dengan Kelainan Bawaan.ppt
KEBIDANAN Neonatus Dengan Kelainan Bawaan.pptKEBIDANAN Neonatus Dengan Kelainan Bawaan.ppt
KEBIDANAN Neonatus Dengan Kelainan Bawaan.ppt
UmiIstiqomah4
 
PPT KELOMPOK A3 HIPERKES KESELAMATAN KERJA FIX.pptx
PPT KELOMPOK A3 HIPERKES KESELAMATAN KERJA FIX.pptxPPT KELOMPOK A3 HIPERKES KESELAMATAN KERJA FIX.pptx
PPT KELOMPOK A3 HIPERKES KESELAMATAN KERJA FIX.pptx
SalwaAplikasi
 
0838-4800-7379Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Bandung
0838-4800-7379Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Bandung0838-4800-7379Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Bandung
0838-4800-7379Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Bandung
jualobat34
 

Recently uploaded (20)

Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandunganKimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Singkawang jual obat penggugur kandungan
 
OBAT ABORSI DI KIMIA FARMA SEMARANG 087776558899
OBAT ABORSI DI KIMIA FARMA SEMARANG 087776558899OBAT ABORSI DI KIMIA FARMA SEMARANG 087776558899
OBAT ABORSI DI KIMIA FARMA SEMARANG 087776558899
 
Cara Menggugurkan Kandungan atau obat aborsi Situbondo 087776558899
Cara Menggugurkan Kandungan atau obat aborsi Situbondo 087776558899Cara Menggugurkan Kandungan atau obat aborsi Situbondo 087776558899
Cara Menggugurkan Kandungan atau obat aborsi Situbondo 087776558899
 
Materi Sosialisasi Kompetensi Kader Kesehatan di Puskesmas materi 25 kompeten...
Materi Sosialisasi Kompetensi Kader Kesehatan di Puskesmas materi 25 kompeten...Materi Sosialisasi Kompetensi Kader Kesehatan di Puskesmas materi 25 kompeten...
Materi Sosialisasi Kompetensi Kader Kesehatan di Puskesmas materi 25 kompeten...
 
Obat Cytotec Denpasar Bali • obat penggugur kandungan Denpasar Bali 087776558899
Obat Cytotec Denpasar Bali • obat penggugur kandungan Denpasar Bali 087776558899Obat Cytotec Denpasar Bali • obat penggugur kandungan Denpasar Bali 087776558899
Obat Cytotec Denpasar Bali • obat penggugur kandungan Denpasar Bali 087776558899
 
Kimia Farma Bekasi obat penggugur kandungan 087776558899
Kimia Farma Bekasi obat penggugur kandungan 087776558899Kimia Farma Bekasi obat penggugur kandungan 087776558899
Kimia Farma Bekasi obat penggugur kandungan 087776558899
 
APOTEK BATAM JUAL OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN - OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN DI BATA...
APOTEK BATAM JUAL OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN - OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN DI BATA...APOTEK BATAM JUAL OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN - OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN DI BATA...
APOTEK BATAM JUAL OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN - OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN DI BATA...
 
Bahan Ajar Mata Kuliah Urinalisis Edisi Tahun 2024
Bahan Ajar Mata Kuliah Urinalisis Edisi Tahun 2024Bahan Ajar Mata Kuliah Urinalisis Edisi Tahun 2024
Bahan Ajar Mata Kuliah Urinalisis Edisi Tahun 2024
 
Kimia Farma Bandar Lampung jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Bandar Lampung jual obat penggugur kandunganKimia Farma Bandar Lampung jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Bandar Lampung jual obat penggugur kandungan
 
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandunganKimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Jambi jual obat penggugur kandungan
 
Nama : obat penggugur kandungan wa " 087776558899
Nama : obat penggugur kandungan wa " 087776558899Nama : obat penggugur kandungan wa " 087776558899
Nama : obat penggugur kandungan wa " 087776558899
 
Cara Menggugurkan Kandungan usia 1 sampai 8 bulan - obat penggugur janin - ob...
Cara Menggugurkan Kandungan usia 1 sampai 8 bulan - obat penggugur janin - ob...Cara Menggugurkan Kandungan usia 1 sampai 8 bulan - obat penggugur janin - ob...
Cara Menggugurkan Kandungan usia 1 sampai 8 bulan - obat penggugur janin - ob...
 
Kimia Farma Tanjung Selor jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Tanjung Selor jual obat penggugur kandunganKimia Farma Tanjung Selor jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Tanjung Selor jual obat penggugur kandungan
 
cari obat penggugur kandungan asli 0877~7655~8899
cari obat penggugur kandungan asli 0877~7655~8899cari obat penggugur kandungan asli 0877~7655~8899
cari obat penggugur kandungan asli 0877~7655~8899
 
materi skrining epidemiologi epidemiologi
materi skrining epidemiologi epidemiologimateri skrining epidemiologi epidemiologi
materi skrining epidemiologi epidemiologi
 
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janinKimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
Kimia Farma Surabaya jual obat penggugur kandungan/Aborsi janin
 
Kimia Farma Samarinda jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Samarinda jual obat penggugur kandunganKimia Farma Samarinda jual obat penggugur kandungan
Kimia Farma Samarinda jual obat penggugur kandungan
 
KEBIDANAN Neonatus Dengan Kelainan Bawaan.ppt
KEBIDANAN Neonatus Dengan Kelainan Bawaan.pptKEBIDANAN Neonatus Dengan Kelainan Bawaan.ppt
KEBIDANAN Neonatus Dengan Kelainan Bawaan.ppt
 
PPT KELOMPOK A3 HIPERKES KESELAMATAN KERJA FIX.pptx
PPT KELOMPOK A3 HIPERKES KESELAMATAN KERJA FIX.pptxPPT KELOMPOK A3 HIPERKES KESELAMATAN KERJA FIX.pptx
PPT KELOMPOK A3 HIPERKES KESELAMATAN KERJA FIX.pptx
 
0838-4800-7379Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Bandung
0838-4800-7379Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Bandung0838-4800-7379Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Bandung
0838-4800-7379Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Bandung
 

doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf

  • 2. Pendahuluan Bisa merupakan kasus gawat darurat  kerusakan kulit dan jaringan subkutan, tulang tengkorak, jaringan otak, saraf otak, dan pembuluh darah. KECELAKAAN KERJA (baik di rumah / pada saat olah raga) PERKELAHIA N KLL (jatuh) Insiden pria : wanita = 2 : 1 Mortalitas pria : wanita = 3,4 : 1 Resiko tertinggi : usia 15-30
  • 4. Kulit kepala  5 lapisan (SCALP)  Skin  Connective tissue  Aponeorosi s galea  Loose areolar tissue  Perikraniu m
  • 5. Calvaria Os. Frontalis, Os. Parietalis, Os. Ocipitalis, Os. temporalis
  • 6. Basis Cranii Fossa anterior(menampung traktus olfaktorius dan permukaan basal dari lobus frontalis, dan hipofise) Fossa media (tempat untuk permukaan basal dari lobus temporal, hipotalamus, dan fossa hipofiseal di tengah) Fossa posterior (tempat untuk cerebellum, pons,
  • 7. Meninge n  Epidural ( ektradural)  Durameter  Bagian endosteal  Bagian meningeal  a. meningeal  Ruang subdural  Bridging vien  Arachnoid  Ruang sub arachnoid  CSS
  • 9. Lobus frontal  fungsi emosi, fungsi motorik, sisi dominan mengandung area bicara motorik. Lobus parietal  fungsi sensorik dan orientasi ruang. Lobus temporal  fungsi memori tertentu. Lobus occipitalis  penglihatan. Batang otak: mesensefalon, pons, dan medula oblongata (MO). Mesensefalon dan pons bagian atas berisi sistem aktivasi retikular (untuk kesadaran dan kewaspadaan). MO pusat kardiorespiratorik Serebelum  fungsi koordinasi
  • 10. CSS ( cairan serebrospinal) Foramen Monroe Aquadutus Sylvii Foramen Luscha dan Magendi Normal produksi cairan serebrospinal adalah 0,2-0,35 mL per menit atau sekitar 500 mL /24 jam
  • 11. Fisiologi Otak REGULASI ALIRAN DARAH OTAK : Normal : 50 – 60 cc / 100 g jaringan otak per menit. ( 1 / 5 dari curah jantung ). Bila aliran darah berkurang akan terjadi iskemik (sel neuron kehilangan fungsi)  infark (kematian sel neuron) Faktor – faktor yang terlibat dalam penyesuaian aliran darah serebral Faktor ekstrinksik : 1. Tekanan darah sistemik 2. Kemampuan jantung untuk mempompa darah 3. Kualitas pembuluh darah 4. Kualitas darah Faktor inktrinsik : 1. Auto regulasi arteri serebral 2. Faktor biokimia regional 3. Sistim saraf otonom Dalam keadaan normal naik dan turunnya tekanan darah sistemik tidak menyebabkan berkurangnya aliran darah otak selama MABP 70 mmHg – 140 mmHg, karena adanya auto regulasi. 3 faktor metabolik aliran darah serebral: konsentrasi O2, konsentrasi CO2, konsentrasi ion hidrogen. Tekanan CO2 << dan O2 >> terjadi vasokonstriksi
  • 12. Fisiologi otak Volume vena Volume arteri otak CSS Volume vena Volume arteri otak Masa/ hematoma CSS Volume vena Volume arteri otak Masa/ hematoma CSS Herniasi Kurva Volume – tekanan Herniasi Trias cushing : hipertensi ,bradikardi , bradipnea Volume otak ditentukan oleh jaringan otak, darah cerebral dan cairan serebrospinal. Apabila volume salah satu bertambah, yang lainnya akan berkurang. Bila kemampuan mengkompensasi perubahan volume terlewati maka tekanan intra kranial akan meningkat. Rongga kranium adalah ruangan yang tetap, tidak berkurang ataupun bertambah TIK normal saat istirahat: 10 mmHg, bila > 20 mmHg  keadaan memburuk
  • 13. Trauma Kepala  Definisi trauma pada kepala tanpa menyebabkan gangguan dari fungsi jaringan otak. Sedangkan cidera otak adalah trauma pada kepala yang disertai oleh gangguan fungsi dari otak baik fungsi motorik, sensorik atau autonom.
  • 15. GCS (Glasgow Coma Scale) EYE (kemampuan membuka mata) VERBAL (kemampuan komunikasi) MOTORIK (kemampuan motorik) • Secara spontan (4) • Atas perintah (3) • Rangsangan nyeri (2) • Tidak bereaksi (1) • Orientasi baik (5) • Jawaban kacau (4) • Kata2 tidak berarti (3) • Mengerang (2) • Tidak bersuara (1) • Kemampuan menurut perintah (6) • Reaksi setempat (5) • Menghindar (4) • Fleksi abnormal (3) • Ekstensi (2) • Tidak bereaksi (1)
  • 16. Cedera kepala berdasarkan GCS Cedera Kepala Ringan (CKR) Cedera Kepala Sedang (CKS) Cedera Kepala Berat (CKB) GCS 14-15 GCS 9-13 GCS 3-8 Tidak ada kehilangan kesadaran, jika ada < 10 menit Pingsan > 10 menit Gejala serupa dengan CKS hanya lebih berat Pusing (+) / sakit kepala (+) Sakit kepala, mual, muntah, kejang, amnesia retrogad Penurunan kesadaran secara progresif Muntah, amnesia retrogad, kelainan neurologis (-) Pemeriksaan neurologis: kelumpuhan saraf dan anggota gerak Ada Fraktur tulang tengkorak dan jaringan otak yang lepas
  • 17. Hematoma Epidural  Perdarahan yang terjadi di antara tabula interna-duramater  Hematoma massif  akibat pecahnya a. meningea media atau sinus venosus  Tanda diagnostik klinis :  Lucid interval (+)  Kesadaran makin menurun  Late hemipareseontralateral lesi  Pupil anisokor  Babinsky (+) kontralateral lesi  Fraktur di temporal
  • 18. Epidural Hematom Diagnostik :  CT scan otak  gambaran hiperdens di tulang tengkorak dan dura, umumnya di daerah temporal dan tampak bikonveks.
  • 19. Hematoma Subdural  Perdarahan terjadi di antara duramater-arakhnoid akibat robeknya “bridging vein”  Jenis :  Akut : lucid interval 0-5 hari  Subakut : lucid interval 5- minggu  Kronik : lucid interval > 3 bulan Gejala dan tanda klinis : sakit kepala kesadaran menurun + / -
  • 20. Subdural Hematoma  Diagnostik : CT Scan otak ditemukan gambaran hiperdens diantara duramater dan araknoid, umumnya karena robekan dari bridging vein dan tampak seperti bulan sabit.
  • 21. Hematoma Subarachnoid  Gejala dan tanda klinis :  kaku kuduk  nyeri kepala  bisa terdapat gangguan kesadaran  Diagnosis:  CT Scan  Adanya perdarahan di ruang subaraknoid.
  • 22. Hematoma Intraserebral  Adalah perdarahan parenkim otak, disebabkan karena pecahnya arteri intraserebral mono atau multiple
  • 23. Fraktur Basis Cranii  Anterior  Rhinorrhea  Perdarahan bilateral periorbital ecchymosis (raccoon eye)  Anosmia  Media  Otorrhea  Gangguan nervus VII dan VIII  Posterior  Bilateral mastoid ecchymosis/Battle’s sign  Diagnostik  Tes halo / tes betadin : memastikan cairan serebrospinal
  • 24. Lesi Intracranial Komosio cerebri ringan Komosio cerebri klasik Cedera axonal difuse • Kesadaran tidak terganggu • Disfungsi neurologis sementara • Bisa pulih kembali tanpa gejala sisa • Gangguan kesadaran • Amnesia retrograd • Defisit neurologis • Koma pasca cedera yang berlangsung lama • Setelah pulih tetap dalam kedaan cacat berat • Gejala disfungsi otonom
  • 25. Penanggulangan Trauma Kapitis  Primary Survey Airway Bebaskan jalan nafas dengan memeriksa mulut, bila perlu lakukan intubasi. Breathing Pastikan pernafasan adekuat, bila ada gangguan nafas beri oksigen sesuai dengan kebutuhan. Circulation Pertahankan TD > 90 mmHg, beri cairan IV Disability Vital sign, GCS, pupil, refleks patologis, luka-luka, anamnesa.
  • 26.  Secondary Survey  Laboratorium :  Darah : Hb, leukosit, trombosit, ureum, kreatinin, GDS, AGD, elektrolit  Urine : perdarahan +/-  Radiologi :  Foto polos kepala Ap/lateral/tangensial  CT scan otak  Foto indikasi lain : servikal  Terapi  Operasi bila ada indikasi  Penanganan luka  Pemberian obat sesuai dengan kebutuhan
  • 27. Kasus Ringan  Pemeriksaan status umum dan neurologi.  Perawatan luka-luka.  Pasien dipulangkan dengan pengawasan ketat oleh keluarga selama 48 jam.  Edukasi :  Pasien kembali ke RS bila di rumah terjadi hal-hal berikut :  Pasien cenderung.  Sakit kepala yang semakin berat.  Muntah proyektil.  Dirawat apabila :  Ada gangguan orientasi.  Sakit kepala dan muntah.  Taidak ada yang mengawasi di rumah.  Letak rumah jauh dan sulit kembali dari RS.
  • 28. Tata Laksana Trauma Kapitis Sedang dan Berat (GCS 3-13) • Lanjutkan penanganan ABC • Pantau tanda vital (TNSP), pupil, GCS, gerakan ekstremitas, sampai pasien sadar. Pantauan tiap 4 jam  GCS 15 • Perhatian khusus  mencegah terjadinya hipotensi. Hindari terjadi kondisi sebagai berikut:  Tekanan darah sistolik < 90 mm Hg  Suhu > 38 derajat Celcius  Frekuensi nafas > 20 x / menit
  • 29.  Cegah kemungkinan terjadinya tekanan tinggi intrakranial  Posisi kepala ditinggikan 30.  Bila perlu dapat diberikan Manitol 20 %.  Berikan analgetika, dan bila perlu dapat diberikan sedasi jangka pendek.  Atasi komplikasi :  Kejang dengan pemberian profilaksis OAE selama 7 hari untuk mencegah immediate dan early seizure.  Pada kasus risiko tinggi infeksi akibat fraktur basis kranii / fraktur terbuka berikan profilaksis antibiotika, sesuai dosis infeksi intrakranial selama 10-14 hari.  Pemberian cairan dan nutrisi adekuat .  Roboransia, neuroprotektan (citicoline), nootropik sesuai indikasi.
  • 30. Indikasi Operasi  EDH (Epidural Hematoma)  > 40 cc + midline shifting pada temporal / frontal / parietal dgn fungsi batang otak masih baik.  > 30 cc pada fossa posterior dengan tanda- tanda penekanan batang otak atau hidrosefalus dengan fungsi batang otak masih baik.  EDH progresif.  EDH tipis dengan penurunan kesadaran bukan indikasi operasi.
  • 31.  SDH (Subdural Hematoma)  SDH luas (> 40 cc / > 5 mm) dengan GCS > 6, fungsi batang otak masih baik.  SDH tipis dengan penurunan kesadaran bukan indikasi operasi.  SDH dengan edema serebri / kontusio serebri disertai midline shift dengan fungsi batang otak masih baik. Indikasi Operasi
  • 32.  ICH (Intraserebral Hematoma) pasca trauma  Penurunan kesadaran progresif.  Hipertensi dan bradikardi dan tanda-tanda gangguan nafas (Cushing reflex).  Perburukan defisit neurologi fokal.  Fraktur kranii dengan laserasi serebri  Fraktur kranii terbuka  Edema serebri berat yang disertai tanda peningkatan TIK, dipertimbangan operasi dekompresi. Indikasi Operasi
  • 34. DAFTAR PUSTAKA  Atlanta (GA): Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Injury Prevention and Control; 2010.  Moeller T. B. , Reif T. Pocket Atlas of Sectional Anatomy. Cranial CT. 2-42. Edition III, vol. I. NY : 2007.  Traumatic Brain Injury. Available at : http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/traumaticbraininjury/ Accessed on : 17th August 2013.  Werner C, Engelhard K, Pathophysiology of Traumatic Brain Injury. British Journal of Anaesthesia 2007 : 99(I) :4-9  Kenneth W. Lindsay and friends; Section IV localised Neurological Disease and Its management A Intracranial “HEAD INJURY”; Neurology and Neurosurgery Illustrated, Third Edition, Churcil Livingston, 1997; page 214-233.  Olson D. A. Head Injury. Updated : 1 April 2013. Available at : http://www.emedicine.medscape/  Denise L Morales; Brain Contusion Imaging, Emedicinie, Updated: http://emedicine.medscape.com/article/337782 Feb 22, 2010.  Brain Injury. Available at : http://www.cdc.gov/traumaticbraininjury/. Accessed on: 17th August 2013.  Syamsuhidayat, R. Wim, de Jong. Buku-Ajar Ilmu Bedah, Ed.-2. Jakarta: EGC; 2004.  Bouillon B, Kanz KG, Lackner CK, Mutschler W, Sturm J (October 2004). "[The importance of Advanced Trauma Life Support (ATLS) in the emergency room]".Unfallchirurg (in German) 107 (10): 844–50.  Helmy A, Vizcaychipi M, Gupta A.K, Traumatic Brain Injury : Intensive care management, British Journal of Anaesthesia 2007 ; 99 ; 32-42.  Faul M, Xu L, Wald MM, Coronado VG. Traumatic brain injury in the United States: emergency department visits, hospitalizations, and deaths.  Williams, Norman S. Bailey and Love’s Short Practice of Surgery. Hodder Arnold. Great Britain. 2004