Adhd Info 09

3,672
-1

Published on

Published in: Education, Health & Medicine
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,672
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
135
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Adhd Info 09

    1. 1. Attention Deficit Hyperactive Disorder
    2. 2. Guru kelas 1 Brian menggambarkannya sebagai “manusia mesin pinball”. Dia tidak pernah berjalan; dia meloncat-loncat. Dia meninggalkan mejanya setiap beberapa menit untuk menajamkan pensilnya, mengambil kertas, dsb. Dia tampak tidak dapat menahan diri untuk tidak berkomentar pada setiap hal yang dia lihat. Teman-teman sekelas Brian merasa terganggu karena dia tidak bisa diam dan menginterupsi, tapi tidak ada hukuman ataupun hadiah yang menghasilkan perubahan yang menetap pada perilakunya. Dalam laporannya, guru Brian menulis: “Brian cerdas dan antusias, namun dia perlu untuk lebih tenang. Dia tertinggal di belakang hanya karena
    3. 3. Pikiran Brian yang mengembara kemana- mana dan dorongan yang tidak ada habisnya untuk terus bergerak membuat frustrasi dirinya sendiri dan keluarganya, terlebih lagi dibanding mereka adalah gurunya, namun perilaku ini berada di luar kendalinya. Dia kurang mampu untuk membuat rencana ke depan dan “menyaring” gangguan, sehingga dia tidak dapat berkonsentrasi meskipun dia sudah berusaha keras.
    4. 4. Brian juga tidak dapat mengendalikan dorongan dalam dirinya untuk menyelidiki dan berkomentar pada segala hal yang baru baginya. Pada penghujung hari dia menjadi sangat lelah karena merespon semua yang dia lihat dan dengar yang terus berputar di sekitarnya, namun tetap saja dia tidak dapat “me-non-aktifkan dirinya” hingga dia jatuh tertidur (yang merupakan tantangan tersendiri).
    5. 5. ADHD Timeline • 1902 - Dr. Still, seorang dokter Inggris, mendokumentasikan kasus-kasus yang mencakup impulsivitas. Dia menyebutnya “Kekurangan dari Kontrol Moral”. Dia meyakini, bagimanapun, bahwa ini adalah suatu diagnosis medis, daripada spiritual. • 1922 - Gejala-gejala yang berhubungan dengan ADHD didokumentasikan dan diberi suatu diagnosis "Post- Encephalitic Behavior Disorder.“ • 1937 - Dr. Charles Bradley memperkenalkan penggunaan stimulan untuk mengobati anak-anak hiperaktif. • 1956 - Ritalin pertama kali diperkenalkan sebagai suatu treatment untuk anak-anak hiperaktif
    6. 6. • 1960s - Penggunaan obat-obat stimulan menjadi lebih luas, gejala utama adalah hiperaktivitas dan ini adalah satu-satunya gejala yang biasanya diobati. Nama “Minimal Brain Dysfunction” digunakan pada awal 1960-an dan diubah pada akhir 60-an menjadi "Hyper-kinetic Disorder of Childhood.“ • 1970s - gejala-gejala tambahan seperti kurang fokus dan melamun diasosiasikan dengan impulsivitas. Impulsivitas diperluas untuk mencakup impulsivitas verbal, impulsivitas kognitif dan impulsivitas motorik. • 1980 - Nama saat ini "Attention Deficit Disorder +/-" diberikan dalam DSM III oleh American Psychiatric Association. ADHD dan ADD merupakan diagnosis yang terpisah.
    7. 7. • 1987 - The APA menamai ulang gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder dan mencatat bahwa ini adalah suatu diagnosis medis yang dapat menyebabkan masalah perilaku. Mereka mencatat masalah perilaku ini berbeda dibanding yang disebabkan oleh emotional turmoil, seperti perceraian atau pindah ke area yang baru, • 1996 - Pengobatan kedua, Adderall, disetujui oleh FDA sebagai pengobatan untuk ADHD. • 1998 - The American Medical Associated menyatakan bahwa ADHD adalah salah satu gangguan yang diteliti dengan baik. • 1999-present - Beberapa obat tambahan, seperti Concerta, Focalin dan Strattera sudah disetujui untuk pengobatan ADHD.
    8. 8. What is ADHD ? • Suatu gangguan neuro-biologis yang ditandai oleh derajat tidak perhatian, impulsivitas, dan hiperaktivitas yang kronis dan tidak sesuai dengan perkembangan. • Gangguan penampilan, suatu masalah untuk mampu menghasilkan atau bertindak beradasar yang diketahui seseorang • Gangguan fisiologis menyebabkan kesulitan dengan regulasi diri dan perilaku yang bertujuan
    9. 9. • Gangguan perkembangan dari kontrol diri. • Ketidakmampuan untuk inhibisi (mampu menunggu, berhenti merespon, dan tidak bersepon pada suatu kejadian). Inhibisi meliputi inhibisi motorik, menundah pemenuhan keinginan (delay gratification), mematikan atau menahan distraksi dalam lingkungan saat sedang berpikir.
    10. 10. Official Diagnostic of ADHD Baik 1 atau 2: 1. Enam atau lebih dari gejala-gejala berikut ini dari tidak perhatian sudah menetap untuk setidaknya enam bulan pada derajat yang maladaptif dan tidak konsisten dengan level perkembangan 2. Enam atau lebih dari gejala-gejala berikut ini dari hiperaktivitas-mpulsivitas sudah menetap setidaknya enam bulan pada derajat yang maladptif dan tidak konsisten dengan level perkembangan • Beberapa gejala hiperaktif, impulsif, atau tidak perhatian yang menyebabkan gangguan, muncul sebelum usia 7 tahun. • Beberapa gangguan dari gejala muncul dalam dua atau lebih tempat (seperti di sekolah atau tempat kerja dan di rumah). • Harus ada bukti yang jelas dari gangguan klinis yang signifikan dalam fungsi sosial, akademis, atau okupasi. • Gejala yang tidak muncul secara eksklusif selama munculnya pervasive developmental disorder, schizophrenia, atau gangguan psikotik lainnya dan tidak lebih baik diperhitungkan sebagai mental disorder lainnya (seperti gangguan mood, kecemasan, disasosiatif, atau kepribadian)
    11. 11. Inattention a. Seringkali gagal untuk memberikan perhatian terhadap detil atau membuat kesalahan yang ceroboh dalam tugas sekolah, pekerjaan, atau aktivitas lainnya. b. Seringkali memiliki kesulitan untuk mempertahankan perhatian dalam aktivitas belajar atau bermain. c. Seringkali tampak tidak mendengarkan saat diajak bicara langsung. d. Seringkali tidak mengikuti instruksi dan gagal untuk menyelesaikan tugas sekolah, aktivitas rutin, atau tugas di tempat kerja (bukan merupakan perilaku oposisi atay gagal untuk memahami instruksi).
    12. 12. e. Sering memiliki kesulitan untuk mengorganisir tugas dan aktivitas. f. Seringkali menghindari, tidak menyukai, atau keberatan untuk terlibat dalam tugas yang membutuhkan usaha mental yang lama (seperti pekerjaan rumah). g. Seringkali kehilangan benda-benda yang penting untuk tugas atau aktivitas (mainan, tugas sekolah, pensil, buku, atau alat-alat). h. Seringkali mudah terdistraksi oleh stimulus eksternal. i. Seringkali menjadi pelupa dalam aktivitas harian.
    13. 13. Hyperactivity a. Seringkali bermain-main (fidgets) dengan tangan atau kaki atau bergoyang-goyang di tempat duduk. b. Seringkali meninggalkan tempat duduk di ruang kelas atau di situasi lain dimana tetap duduk duam diperlukan. c. Seringkali berlari atau memanjat sercara berlebihan dalam situasi yang tidak sesuai (pada remaja atau orang dewasa, dapat terbatas pada perasaan subjektif akan rasa tidak bisa tenang). d. Seringkali memiliki kesulitan untuk bermain atau terlibat dalam aktivitas santai dengan tenang. e. Seringkali “siap beraktivitas/on the go” atau seringkali bertindak seolah “ digerakkan oleh mesin”. f. Seringkali bicara terus-menerus
    14. 14. Impulsivity a. Seringkali memberikan jawaban sebelum pertanyaan selesai. b. Seringkali memiliki kesulitan untuk menunggu giliran. c. Seringkali menginterupsi atau menyela orang lain (seperti tiba-tiba langsung ikut percakapan atau permainan)
    15. 15. Tipe-Tipe ADHD 1. ADHD, predominantly inattentive type. • Memenuhi kriteria inattention untuk 6 bulan terakhir 2. ADHD, predominantly hyperactive-impulsive type. • Memenuhi kriteria hyperactive-impulsive criteria untuk 6 bulan terakhir 3. ADHD, combined type. • Memenuhi kriteria untuk inattention dan hyperactive-impulsive untuk 6 bulan terakhir
    16. 16. Myth of ADHD • Mitos #1: Seorang anak tidak memiliki ADHD apabila dia dapat memberi perhatian pada TV atau aktivitas lain yang menarik minatnya • Fakta #1 : Seorang anak dengan ADHD memiliki kesulitan untuk mempertahankan perhatian saat suatu usaha diperlukan untuk melakukannya.
    17. 17. Mitos #2: Semua anak dengan ADHD aktif secara berlebihan Fakta # 2: Anak-anak tidak perlu hiperaktif untuk memenuhi diagnosis ADHD Mitos # 3: Masalah anak ADHD merefleksikan pola asuh yang buruh dan/atau suatu Keluarga yang Disfungsional . Fakta # 3: Orang tua tidak bisa disalahkan sebagai masalah utama ADHD
    18. 18. • Mitos #4: Alergi Makanan dan Diet yang buruk adalah penyebab utama dari ADHD • Fakta # 4: Hubungan antara diet dan ADHD belum tampak secara konsisten
    19. 19. Apa yang sekarang diketahui dan tidak diketahui tentang ADHD Kita tahu……. • Ada tipe-tipe ADHD yang berbeda dengan karakteristik yang bervariasi. Tidak ada satupun yang memiliki semua gejala atau menunjukan gangguan dalam cara yang sama persis. • Kurang lebih 2/3 individual (anak-anak/remaja) dengan ADHD memiliki gangguan tambahan yang juga muncul. • Banyak anak-anak/remaha dengan ADHD “slip through the cracks” tanpa teridentifikasi atau menerima treatment yang mereka perlukan. Khususnya terjadi pada anak perempuan.
    20. 20. • ADHD terdiagnosa setidaknya tiga kali lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Diyakini bahwa sebenarnya lebih banyak anak perempuan yang memiliki ADHD dan tidak terdiagnosa. • Perilaku menantang yang ditunjukkan oleh anak ADHD berakar dari gangguan fisiologis dan neuro- psikologis mereka. Jarang sekali perilaku ini direncanakan atau disengaja. Anak-anak dengan ADHD pada umumnya bahkan tidak sadar akan perilaku mereka sendiri dan bagaimana mereka mempengaruhi orang lain. • Anak-anak dengan ADHD memiliki kecenderungan yang lebih dari teman sebaya mereka untuk dihukum atau dikeluarkan dari sekolah; memiliki masalah sosial dan emosional; dan mengalami penolakan, dipermalukan, dan dihukum
    21. 21. • ADHD adalah gangguan seumur hidup. Sebagian besar anak dengan ADHD (80%) terus memiliki gejala yang substansial hingga remaja dan sebanyak 40-60% terus menunjukkan gejala hingga dewasa • Prognosis dari ADHD berbahaya apabila tidak ditangani. Tanpa intervensi, anak-anak dengan gangguan ini beresiko terhadap masalah sosial, emosional, perilaku, dan akademis yang serius. • Prognosis dari ADHD saat ditangani adalah positif dan berpengharapan. Dengan intervensi, sebagian besar anak yang didiagnosa dan diperlengkapi dengan pertolongan yang mereka perlukan akan mampu untuk mengelola gangguan ini.
    22. 22. • Tidak ada “pembenaran-cepat” atau “obat” untuk ADHD • Sejumlah masalah atau gangguan lain (seperti belajar, medis, sosial, emosional) dapat menyebabkan gejala yang tampak seperi ADHD, namun bukan ADHD. • Anak-anak dan remaja dengan ADHD tampil lebih baik saat mereka dapat menerima hadiah/ reinforcer yang lebih kuat dan lebih langsung. Kekurangan mereka dalam inhibisi dan sifat alami dari impulsivitas membuat mereka lebih sulit untuk bertahan dan menjaga motivasi saat bekerja untuk tujuan jangka panjang dan hadiah.
    23. 23. Kita tidak tahu…. • Bagaimana untuk mencegahADHD • Penyebab-penyebabnya • ADHD pada anak-anak usia dini (di bawah 6 tahun) adalah area yang membutuhkan lebih banyak penelitian.
    24. 24. ADHD statistics • Diperkirakan bahwa 3-5 % dari anak usia sekolah memiliki ADHD • ADHD mempengaruhi sekitar 5% dari populasi orang dewasa • 3.5 juta anak-anak memenuhi kriteria untuk ADHD, dan hanya 50% dari anak-anak ini yang terdiagnosa dan ditangani. • Hampir 35% dari anak-anak dengan ADHD berhenti sekolah sebelum menyelesaikan semuanya
    25. 25. More Statistics • Runs in the family  ~50% chance of having ADHD if parent has ADHD  30-40% chance of having ADHD if a sibling has ADHD  55-92% chance of having ADHD if identical twin has ADHD  Closer the blood relatedness, higher the risk
    26. 26. Environment / non-genetic • Exposure janin dengan alkohol, rokok/nikotin, dan elemen beracun lainnya • Exposure pada level timah yang tinggi • Komplikasi kehamilan yang beragam (kekurangan oksigen) / kelahiran prematur. • Trauma atau cedera kepala pada bagian frontal dari otak. • Kekurangan dalam cairan kimia otak (neurotransmiter) dalam bagian otak (frontal lobe) yang bertanggung jawab untuk perhatian, menahan dorongan hati dan perilaku, dan kontrol motorik.
    27. 27. Brain Differences • Berkurangnya level aktivitas dan level metabolisme yang lebih rendah dalam area tertentu dari otak (sebagian besar dari frontal region dan basal ganglia) • Frontal lobe dan basal ganglia pada penelitian individual dengan ADHD sekitar 100% berkurang dalam ukuran dan aktivitas • Metabolisme glukosa yang lebih rendah (sumber energi otak) dalam frontal region
    28. 28. Functions of Frontal Lobe • Pembuatan keputusan dan perencanaan dari situasi-situasi baru (Fungsi eksekutif) • Deteksi yang salah dan pembenaran dan mengembangkan rencana untuk mencari dan memecahkan kesulitan • Kesulitan secara teknis atau situasi-situasi baru dengan tuntutan untuk solusi-solusi baru • Menahan godaan dan respon habitual • Mengontrol dorongan hati dan berurusan dengan frustrasi
    29. 29. Functions of Basal Ganglia • Kelompok dari area otak yang saling berhubungan terletak di dalam cerebral cortex. • Memfasilitasi belajar, dengan neurotransmiter dopamin yang penting untuk proses tersebut. • Dopamine yang dilepaskan berkomunikasi dengan area-area otak yang memungkinkan orang untuk memberi perhatian pada tugas- tugas penting, mengabaikan informasi yang mengganggu, dan hanya memperbaharui informasi tugas yang relevan pada working memory selama tugas pemecahan masalah.
    30. 30. ADHD “look alikes” • Sensory Integration dysfunction • Oppositional Defiant Disorder (ODD) • Conduct Disorder (CD) • Bipolar Disorder (Manic-Depressive) • Autism • Sleep Disorder • Auditory Processing Disorder
    31. 31. Oppositional Defiant Disorder A. Suatu pola dari perilaku yang negatif, bermusuhan, dan menyimpang yang menetap setidaknya enam bulan, dimana selama itu empat (atau lebih) dari yang berikut ini muncul: • Seringkali kehilangan kendali atas amarah • Seringkali bertengkar dengan orang dewasa • Seringkali menentang atau menolak secara aktif untuk patuh kepada permintaan atau aturan orang dewasa • Seringkali dengan sengaja mengganggu orang • Seringkali menyalahkan orang lain untuk kesalahan atau perilaku menyimpangnya • Seringkali sensitif atau mudah terganggu oleh orang lain • Seringkali marah dan tersinggung • Seringkali merasa dengki atau ingin membalas dendam
    32. 32. • B. Gangguan dalam perilaku menyebabkan penurunan yang signifikan secara klinis dalam fungsi sosial, akademis, atau okupasi. • C. Perilaku tidak muncul secara eksklusif selama pemunculan dari gangguan psikotik atau mood (Psychotic or Mood Disorder) • D. Tidak memenuhi kriteria untuk Gangguan Perilaku (untuk anak-anak kurang dari 18)
    33. 33. Conduct Disorder A. Suatu pola perilaku yang lebih berulang dan bertahan dimana hak-hak dasar orang lain atau aturan-aturan mayor yang sesuai usia dilanggar, seperti yang ditunjukan oleh pemunculan dari tiga (atau lebih) dari kriteria berikut ini dalam 12 bulan terakhir, dengan setidaknya satu kriteria muncul dalam 6 bulan terakhir: • Agresi terhadap orang dan binatang • Pengrusakan properti • Penuh tipu daya atau mencuri • Pelanggaran aturan yang serius
    34. 34. Conduct Disorder B. Gangguan dalam perilaku menyebabkan penurunan yang signifikan secara klinis dalam fungsi sosial, akademis, atau okupasi.
    35. 35. ADHD vs. CAPD Rank order of ADHD Rank order of CAPD • Inattentive • Difficulty hearing in background noises • Distracted • Difficulty following direction • Hyperactive • Poor listening skills • Fidgety/restless • Academic difficulties • Hasty/impulsive • Poor auditory associated • Interrupts/ intrudes • Distracted • inattentive
    36. 36. ADHD and Associated Disorders • Oppositional Defiant Disorder (ODD)  40-65% • Learning Disabilities (LD)  20-60% • Sleep Problems  50% • Anxiety Disorder  25-40% • Depression  10-30% [children] 10 -47% [adolescents] • Bipolar (Manic-Depressive)  1-20%
    37. 37. Famous People with ADHD
    38. 38. ADHD in Young Children Tanda ADHD pada anak usia pra-sekolah: • Hiperaktivitas dan ketidakpatuhan adalah hal biasa • Respon yang impulsif, hiperaktivitas selama aktivitas yang terstrukstur, dan tidak memperhatikan serta sangat mudah terdistraksi pada tugas • Penolakan teman sebaya
    39. 39. ADHD in Adolescents Masalah umum yang dihadapi remaja dengan ADHD:  Organisasi dan manajemen waktu yang buruk dalam mengikuti semua tugas  Keterampilan belajar yang buruk (membuat catatan, melakukan tes, keterampilan mendengar)  Lebih sulit untuk didisiplin daripada murid pada umumnya  Ketegangan sosial dan tekanan teman sebaya  Stress yang berhubungan dengan kehidupan rumah dan faktor di luar sekolah
    40. 40. ADHD in Adolescents • Gejala inti dari ADHD dapat menghilang atau termanifestasi secara berbeda saat anak tambah dewasa • Impulsivitas, kurangnya kontrol diri. Dan perencanaan yang buruk pada remaja berhubungan dengan banyak faktor beresiko dan tindakan yang berakibat konflik. • Kelemahan dalam fungsi-fungsi eksekutif lebih tampak dalam tingkat yang lebih tinggi, mempengaruhi performa akademis secara negatif • Remaja dengan ADHD membutuhkan lebih banyak pengawasan orang dewasa dan dukungan langsung daripada teman sebaya mereka
    41. 41. ADHD in Adults Masalah-masalah umum yang dihadapi oleh orang dewasa dengan ADHD: • Kritik & umpan balik yang negatif • Kesulitan dengan organisasi dan manajemen waktu • Kesulitan dalam sosial dan hubungan • Sering berganti pekerjaan • Kesulitan untuk berfungsi di tempat kerja • Pemunculan depresi, kecemasan, dan gangguan mood atau kepribadian lain yang lebih tinggi • Masalah pernikahan
    42. 42. ADHD in Adults • Banyak orang dewasa menduga ADHD pada mereka sendiri setelah satu dari anak mereka didiagnosa dengan ADHD • Coaching adalah suatu bentuk terapi yang populer di antara orang dewasa dengan ADHD. • Membantu menentukan tujuan • Membuat struktur & strategi untuk mengoptimalkan fungsi • Manajemen waktu, keterampilan berorganisasi, dan area kelemahan lainnya yang mempengaruhi prestasi dan produksi kerja
    43. 43. Making the Diagnosis: A comprehensive Evaluation for ADHD Psychiatrist Clinical Parents Psychologist Diagnosing ADHD Pediatrics/ Teacher Neurologist Speech Occupational Therapist Therapist
    44. 44. The Evaluation Process • Pengevaluasi harus mengumpulkan dan menginterpretasi data dari sumber yang beragam, latar belakang, dan metode • Anak memenuhi semua kriteria untuk memiliki ADHD (seperti yang didefinisikan dalam DSM- IV) • Gejala-gejala pada saat ini menyebabkan gangguan dalam kehidupan anak dan mempengaruhi kesuksesan anak untuk berfungsi pada lebih dari satu setting (rumah, sekolah, lingkungan sosial) • Anak dapat dievaluasi oleh spesialis, para ahli yang berpengalaman dalam attention deficit disorders
    45. 45. Possible Statements to use in communicating with parents “ Ini adalah perilaku yang sudah kami observasi yang menyebabkan kesulitan anak anda di sekolah/gereja dan mempengaruhi kemampuannya untuk belajar. Tanyakan kepada orang tua jika mereka juga mengobservasi jenis perilaku yang sama di rumah dan apakah mereka memiliki kekhawatiran yang mirip”
    46. 46. What should we say when meeting with parents • Hindari bahasa yang terkesan untuk mendiagnosa atau melabel anak memiliki ADHD • Komunikasikan perhatian mereka dan peduli pada anak • Tekankan kesulitan yang dimiliki murid, bukan masalah guru yang ditimbulkan anak • Jadilah sensitif terhadap perbedaan dalam nilai budaya dan latar belakang
    47. 47. Comprehensive Treatment Program Medical Counseling Psychological ADHD Occupational Educational Therapy Behavior Modification
    48. 48. MEDICAL/ Pharmalogical • Meliputi penggunaan obat-obatan untuk mengatasi gejala ADHD • Obat-obat stimulan (Ritalin, Dexedrine Cyclert) • Pilihan untuk awal dari obat stimulan adalah soal preferensi dokter dan orang tua • Obat-obatan tidak MENYEMBUHKAN, ini membantu untuk MENGURANGI simptom sepanjang hari
    49. 49. Meningkatkan simptom dari sindrom: • Rentang perhatian yang lebih lama • Lebih tidak keras kepala • Berkurangnya temper tantrums • Pengurangan dalam implusivitas • Peningkatkan dalam prestasi sekolah • Efek samping dari obat stimulan: • Sakit kepala • Mudah marah • Kehilangan selera makan • Sulit untuk tidur • Rebound effect (memburuknya simptom karena berhenti
    50. 50. EDUCATIONAL PSYCHOLOGIST • Keterampilan yang dimiliki (Attending Skills) • Keterampilan sosial • Pendidikan/pelatihan orang tua
    51. 51. BEHAVIOR MODIFICATIONS • Rewards and punishments • Applied Behavior Analysis
    52. 52. OCCUPATIONAL THERAPY • Sensory Integration • Visual Perception & Visual Motor Skills • Social Skills Training • Environmental Modification
    53. 53. COUNSELING • Konseling/pendidikan orang tua • Konseling Keluarga • Konseling individual • Belajar teknik-teknik coping • Strategi monitor diri • Strategi-strategi pemecahan-masalah • Berurusan dengan stress dan kemarahan
    54. 54. PHYSICAL OUTLET • Berenang • Hiking • Karate • Menari • Tim olah raga (bola basket, sepak bola)
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×