SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN TEKNIK KOMPUTER INDONESIA



            SISTEM BILANGAN DAN
               PENGKODEAN (2)
       Dosen            Albaar Rubhasy, S.Si., M.T.I.
       Mata Kuliah      Rangkaian Logika (MKK3403)
       Pertemuan        2
       Tanggal          28-09-2011



                        © STMIK-Indonesia 2010




                     Pembahasan
• Komplemen
• Bilangan Biner Bertanda
• Pengkodean Biner
Komplemen
• Komplemen digunakan untuk menyederhanakan
  operasi pengurangan dan manipulasi logikal
  biayanya menjadi lebih murah karena
  menyederhanakan implementasi sirkuit.
• Ada dua tipe komplemen untuk setiap sistem berbasis
  r:
   – radix complement (kompelemen r)
   – diminished radix complement (komplemen r – 1).
• Dalam sistem biner atau basis 2, kedua komplemen
  tersebut dinamakan 2 komplemen dan 1 komplemen.
  Pada sistem desimal dinamakan 10 komplemen dan 9
  komplemen.




  Diminished Radix Complement 1
• Diberikan suatu angka N pada basis r yang
  memiliki n digit, komplemen r – 1 dari N
  didefinisikan sebagai (rn – 1) – N.
• Pada bilangan desimal, r = 10 dan r – 1 = 9,
  sehingga 9 merupakan komplemen (r – 1) dari
  (10n – 1) – N.
• Contoh:
  N = 546700 yang memiliki 6 digit (n = 6),
  komplemen 9 dari 546700 adalah
  (106 – 1) – 546700 = 999999 – 546700 = 453299.
  Jadi, komplemen 9 dari 546700 adalah 453299.
Diminished Radix Complement 2
• Untuk bilangan biner, r = 2 dan r – 1 = 1, sehingga
  1 merupakan komplemen (r – 1) dari (2n – 1) – N.
• Contoh:
  N = 1011000 yang memiliki 7 digit (n = 7),
  komplemen 1 dari 1011000 adalah
  (27 – 1) – 1011000 = (10000000 – 1) – 1011000 =
  1111111 – 1011000 = 0100111.
  Jadi, komplemen 1 dari 1011000 adalah 0100111.




  Diminished Radix Complement 3
• Jika diperhatikan, komplemen 1 dari N
  merupakan kebalikan dari setiap digitnya,
  sehingga tinggal mengubah dari 0 menjadi 1
  dan 1 menjadi 0. Hal ini disebabkan karena
  hasil pengurangan biner hanya akan
  menghasilkan 0 dan satu, misalnya pada 1 – 0
  = 1 dan 1 – 1 = 0.
• Contoh:
  Komplemen 1 dari 1010 adalah 0101
Radix Complement
• Komplemen r dari n digit dari angka N pada basis r
  didefinisian dengan rn – N. Jika dibandingkan dengan
  komplemen r – 1, pada komplemen r ada penambahan
  dengan angka 1, sehingga dapat ditulis dengan [(rn – 1)
  – N] + 1.
• Contoh 1:
  Komplemen 10 dari 546700 adalah
  453299 + 1 = 453300.
• Contoh 2:
  Kemudian komplemen 2 dari 1011000 adalah
  0100111 + 1 = 0101000.




Pengurangan Menggunakan Komplemen 1

• Proses pengurangan bilangan tak bertanda
  (unsigned) M – N dengan menggunakan
  komplemen dapat dilakukan dengan proses
  berikut:
   – Jumlahkan M dengan komplemen r dari N. Secara
     matematis dapat ditulis, M + (rn – N) = M – N + rn.
   – Jika M ≥ N akan menghasilkan bilangan yang
     positif.
   – Jika M < N akan menghasilkan bilangan yang
     negatif.
Pengurangan Menggunakan Komplemen 2

• Contoh 1: (M ≥ N)
  Gunakan komplemen 10 untuk pengurangan 72532 – 3250

                                   M    =    72532
                  Komplemen 10 dari N   = + 96750
                              Jumlah    = 169282
               Pengurangan dengan 105   = – 100000
                                Hasil   =    69282




Pengurangan Menggunakan Komplemen 3

• Contoh 2: (M < N)
  Gunakan komplemen 10 untuk pengurangan 3250 – 72532

                                 M =        03250
                Komplemen 10 dari N = +     27468
                            Jumlah =        30718

     Hasil (–komplemen 10 dari 30718) = –   69282
Pengurangan Menggunakan Komplemen 4

    • Contoh 3:
      Diberikan bilangan biner X = 1010100 dan Y = 1000011.
      Lakukan pengurangan (a) X – Y dan (b) Y – X dengan
      menggunakan komplemen 2.
  (M ≥ N) (a)                          X   =    1010100
                      Komplemen 2 dari Y   = + 0111101
                                 Jumlah    = 10010001
                   Pengurangan dengan 28   = – 10000000
                                   Hasil   = 00010001




     Pengurangan Menggunakan Komplemen 5



(M < N) (b)                                   Y =       1000011
                             Komplemen 2 dari X = +     0101100
                                        Jumlah =        1101111

                Hasil (–komplemen 2 dari 1101111) = –   0010001
Pengurangan Menggunakan Komplemen 6

• Ulangi contoh 3, tetapi dengan menggunakan
  komplemen 1
   (a)                                X   =    1010100
                     Komplemen 2 dari Y   = + 0111100
                                Jumlah    =   10010000
                 Pengurangan dengan 108   = – 10000000
                                  Hasil   =   00010001


   (b)                                Y =       1000011
                     Komplemen 2 dari X = +     0101011
                                Jumlah =        1101110


         Hasil (komplemen 1 dari 1101110) = –   0010001




         Bilangan Biner Bertanda 1
• Bilangan bulat positif (termasuk nol) dapat
  direpresentasikan sebagai bilangan yang tak bertanda.
  Adapun, untuk merepresentasikan bilangan negatif,
  dibutuhkan suatu notasi.
• Pada aritmatika biasa, bilangan negatif ditandai dengan
  tanda negatif dan bilangan positif ditandai dengan
  tanda positif. Namun, karena keterbatasan komputer
  digital, seluruh informasi harus direpresentasikan
  dalam digit-digit biner yang terdiri dari 8 bit (1 byte).
  Pada bilangan biner, bilangan positif dan negatif dapat
  dilihat pada digit yang paling kiri.
Bilangan Biner Bertanda 2
• Secara konvensi, bit 0 digunakan untuk bilangan positif dan bit 1
  untuk bilangan negatif. Sebagai contoh, bit 01001 merupakan
  representasi angka 9 pada bilangan desimal yang tak bertanda,
  sedangkan bit 11001 merupakan representasi angka 25 pada
  bilangan desimal bertanda.Representasi ini dinamakan konvensi
  signed-magnitude.
• Ada konvensi lain yaitu dengan menggunakan komplemennya
  sebagai representasi bilangan positif dan negatif dalam bilangan
  biner yang disebut dengan konvensi signed-complement. Jika yang
  digunakan komplemen 1, representasinya disebut dengan signed-
  1’s-complement dan komplemen 2 disebut signed-2’s-complement.
  Dalam konvensi tersebut, penggunaan bit 0 dan 1 sebagai penanda
  bilangan positif dan negatif masih tetap digunakan.




Representasi Bilangan Biner Bertanda 1
• Berikut ini adalah beberapa cara untuk
  merepresentasikan angka –9:
   – Representasi signed-magnitude:      10001001
   – Representasi signed-1’s-complement: 11110110
   – Representasi signed-2’s-complement: 11110111
Representasi Bilangan Biner Bertanda 2
    Desimal      Signed-magnitude    Signed-1’s    Signed-2’s
                                    complement    complement
      +7              0111              0111          0111
      +6              0110              0110          0110
      +5              0101              0101          0101
      +4              0100              0100          0100
      +3              0011              0011          0011
      +2              0010              0010          0010
      +1              0001              0001          0001
      +0              0000              0000          0000
      –0              1000              1111
      –1              1001              1110         1111
      –2              1010              1101         1110
      –3              1011              1100         1101
      –4              1100              1011         1100
      –5              1101              1010         1011
      –6              1110              1001         1010
      –7              1111              1000         1001
      –8                                             1000




  Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bertanda 1

• Operasi penjumlahan mengikuti aturan aritmatika biasa.
  Jika kedua bilangan memiliki tanda yang berbeda, bilangan
  yang terkecil akan dikurangi dan diberi tanda yang berbeda.
  Sebagai contoh, (+25) + (–37) = –(37 – 25) = –12.
• Untuk melakukannya, dibutuhkan perbandingan antara
  kedua tanda dan nilai dari kedua bilangan. Prosedur ini juga
  berlaku pada representasi signed-magnitude pada bilangan
  biner.
• Namun, hal ini tidak berlaku untuk representasi signed-
  complement. Prosedurnya sangat sederhana karena hanya
  melibatkan penjumlahan dari dua bilangan biner, termasuk
  bit penandanya (bit yang paling kiri).
Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bertanda 2

               + 6 00000110                   – 6 11111010
               +13 00001101                   +13 00001101
               +19 00010011                   +17 00000111

               + 6 00000110                   – 6 11111010
               –13 11110011                   –13 11110011
               – 7 11111001                   –19 11101101




  Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bertanda 3

• Prosedur pada operasi pengurangan bilangan biner bertanda dapat
  dilakukan dengan cara mengubahnya ke operasi penjumlahan,
  sehingga dapat dilakukan proses yang lebih sederhana, seperti yang
  telah dijelaskan sebelumnya.
• Berikut ini adalah ilustrasi bagaimana cara mengubah operasi
  pengurangan menjadi penjumlahan:
  (±A) – (+B) = (±A) + (–B)
  (±A) – (–B) = (±A) + (+B)
• Misalkan, untuk pengurangan (–6) – (–13) = (–6) + (+13) = +7. Pada
  bilangan biner 8 bit, operasi tersebut direpresentasikan dengan,
  (11111010 – 11110011) = (11111010 + 00001101) = 00000111 atau
  (+7).
• Dengan mengubah operasi pengurangan menjadi penjumlahan,
  komputer hanya membutuhkan satu sirkuit saja untuk menangani
  kedua jenis operasi aritmatika.

RL_20110928

  • 1.
    SEKOLAH TINGGI MANAJEMENINFORMATIKA DAN TEKNIK KOMPUTER INDONESIA SISTEM BILANGAN DAN PENGKODEAN (2) Dosen Albaar Rubhasy, S.Si., M.T.I. Mata Kuliah Rangkaian Logika (MKK3403) Pertemuan 2 Tanggal 28-09-2011 © STMIK-Indonesia 2010 Pembahasan • Komplemen • Bilangan Biner Bertanda • Pengkodean Biner
  • 2.
    Komplemen • Komplemen digunakanuntuk menyederhanakan operasi pengurangan dan manipulasi logikal biayanya menjadi lebih murah karena menyederhanakan implementasi sirkuit. • Ada dua tipe komplemen untuk setiap sistem berbasis r: – radix complement (kompelemen r) – diminished radix complement (komplemen r – 1). • Dalam sistem biner atau basis 2, kedua komplemen tersebut dinamakan 2 komplemen dan 1 komplemen. Pada sistem desimal dinamakan 10 komplemen dan 9 komplemen. Diminished Radix Complement 1 • Diberikan suatu angka N pada basis r yang memiliki n digit, komplemen r – 1 dari N didefinisikan sebagai (rn – 1) – N. • Pada bilangan desimal, r = 10 dan r – 1 = 9, sehingga 9 merupakan komplemen (r – 1) dari (10n – 1) – N. • Contoh: N = 546700 yang memiliki 6 digit (n = 6), komplemen 9 dari 546700 adalah (106 – 1) – 546700 = 999999 – 546700 = 453299. Jadi, komplemen 9 dari 546700 adalah 453299.
  • 3.
    Diminished Radix Complement2 • Untuk bilangan biner, r = 2 dan r – 1 = 1, sehingga 1 merupakan komplemen (r – 1) dari (2n – 1) – N. • Contoh: N = 1011000 yang memiliki 7 digit (n = 7), komplemen 1 dari 1011000 adalah (27 – 1) – 1011000 = (10000000 – 1) – 1011000 = 1111111 – 1011000 = 0100111. Jadi, komplemen 1 dari 1011000 adalah 0100111. Diminished Radix Complement 3 • Jika diperhatikan, komplemen 1 dari N merupakan kebalikan dari setiap digitnya, sehingga tinggal mengubah dari 0 menjadi 1 dan 1 menjadi 0. Hal ini disebabkan karena hasil pengurangan biner hanya akan menghasilkan 0 dan satu, misalnya pada 1 – 0 = 1 dan 1 – 1 = 0. • Contoh: Komplemen 1 dari 1010 adalah 0101
  • 4.
    Radix Complement • Komplemenr dari n digit dari angka N pada basis r didefinisian dengan rn – N. Jika dibandingkan dengan komplemen r – 1, pada komplemen r ada penambahan dengan angka 1, sehingga dapat ditulis dengan [(rn – 1) – N] + 1. • Contoh 1: Komplemen 10 dari 546700 adalah 453299 + 1 = 453300. • Contoh 2: Kemudian komplemen 2 dari 1011000 adalah 0100111 + 1 = 0101000. Pengurangan Menggunakan Komplemen 1 • Proses pengurangan bilangan tak bertanda (unsigned) M – N dengan menggunakan komplemen dapat dilakukan dengan proses berikut: – Jumlahkan M dengan komplemen r dari N. Secara matematis dapat ditulis, M + (rn – N) = M – N + rn. – Jika M ≥ N akan menghasilkan bilangan yang positif. – Jika M < N akan menghasilkan bilangan yang negatif.
  • 5.
    Pengurangan Menggunakan Komplemen2 • Contoh 1: (M ≥ N) Gunakan komplemen 10 untuk pengurangan 72532 – 3250 M = 72532 Komplemen 10 dari N = + 96750 Jumlah = 169282 Pengurangan dengan 105 = – 100000 Hasil = 69282 Pengurangan Menggunakan Komplemen 3 • Contoh 2: (M < N) Gunakan komplemen 10 untuk pengurangan 3250 – 72532 M = 03250 Komplemen 10 dari N = + 27468 Jumlah = 30718 Hasil (–komplemen 10 dari 30718) = – 69282
  • 6.
    Pengurangan Menggunakan Komplemen4 • Contoh 3: Diberikan bilangan biner X = 1010100 dan Y = 1000011. Lakukan pengurangan (a) X – Y dan (b) Y – X dengan menggunakan komplemen 2. (M ≥ N) (a) X = 1010100 Komplemen 2 dari Y = + 0111101 Jumlah = 10010001 Pengurangan dengan 28 = – 10000000 Hasil = 00010001 Pengurangan Menggunakan Komplemen 5 (M < N) (b) Y = 1000011 Komplemen 2 dari X = + 0101100 Jumlah = 1101111 Hasil (–komplemen 2 dari 1101111) = – 0010001
  • 7.
    Pengurangan Menggunakan Komplemen6 • Ulangi contoh 3, tetapi dengan menggunakan komplemen 1 (a) X = 1010100 Komplemen 2 dari Y = + 0111100 Jumlah = 10010000 Pengurangan dengan 108 = – 10000000 Hasil = 00010001 (b) Y = 1000011 Komplemen 2 dari X = + 0101011 Jumlah = 1101110 Hasil (komplemen 1 dari 1101110) = – 0010001 Bilangan Biner Bertanda 1 • Bilangan bulat positif (termasuk nol) dapat direpresentasikan sebagai bilangan yang tak bertanda. Adapun, untuk merepresentasikan bilangan negatif, dibutuhkan suatu notasi. • Pada aritmatika biasa, bilangan negatif ditandai dengan tanda negatif dan bilangan positif ditandai dengan tanda positif. Namun, karena keterbatasan komputer digital, seluruh informasi harus direpresentasikan dalam digit-digit biner yang terdiri dari 8 bit (1 byte). Pada bilangan biner, bilangan positif dan negatif dapat dilihat pada digit yang paling kiri.
  • 8.
    Bilangan Biner Bertanda2 • Secara konvensi, bit 0 digunakan untuk bilangan positif dan bit 1 untuk bilangan negatif. Sebagai contoh, bit 01001 merupakan representasi angka 9 pada bilangan desimal yang tak bertanda, sedangkan bit 11001 merupakan representasi angka 25 pada bilangan desimal bertanda.Representasi ini dinamakan konvensi signed-magnitude. • Ada konvensi lain yaitu dengan menggunakan komplemennya sebagai representasi bilangan positif dan negatif dalam bilangan biner yang disebut dengan konvensi signed-complement. Jika yang digunakan komplemen 1, representasinya disebut dengan signed- 1’s-complement dan komplemen 2 disebut signed-2’s-complement. Dalam konvensi tersebut, penggunaan bit 0 dan 1 sebagai penanda bilangan positif dan negatif masih tetap digunakan. Representasi Bilangan Biner Bertanda 1 • Berikut ini adalah beberapa cara untuk merepresentasikan angka –9: – Representasi signed-magnitude: 10001001 – Representasi signed-1’s-complement: 11110110 – Representasi signed-2’s-complement: 11110111
  • 9.
    Representasi Bilangan BinerBertanda 2 Desimal Signed-magnitude Signed-1’s Signed-2’s complement complement +7 0111 0111 0111 +6 0110 0110 0110 +5 0101 0101 0101 +4 0100 0100 0100 +3 0011 0011 0011 +2 0010 0010 0010 +1 0001 0001 0001 +0 0000 0000 0000 –0 1000 1111 –1 1001 1110 1111 –2 1010 1101 1110 –3 1011 1100 1101 –4 1100 1011 1100 –5 1101 1010 1011 –6 1110 1001 1010 –7 1111 1000 1001 –8 1000 Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bertanda 1 • Operasi penjumlahan mengikuti aturan aritmatika biasa. Jika kedua bilangan memiliki tanda yang berbeda, bilangan yang terkecil akan dikurangi dan diberi tanda yang berbeda. Sebagai contoh, (+25) + (–37) = –(37 – 25) = –12. • Untuk melakukannya, dibutuhkan perbandingan antara kedua tanda dan nilai dari kedua bilangan. Prosedur ini juga berlaku pada representasi signed-magnitude pada bilangan biner. • Namun, hal ini tidak berlaku untuk representasi signed- complement. Prosedurnya sangat sederhana karena hanya melibatkan penjumlahan dari dua bilangan biner, termasuk bit penandanya (bit yang paling kiri).
  • 10.
    Penjumlahan dan PenguranganBilangan Bertanda 2 + 6 00000110 – 6 11111010 +13 00001101 +13 00001101 +19 00010011 +17 00000111 + 6 00000110 – 6 11111010 –13 11110011 –13 11110011 – 7 11111001 –19 11101101 Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bertanda 3 • Prosedur pada operasi pengurangan bilangan biner bertanda dapat dilakukan dengan cara mengubahnya ke operasi penjumlahan, sehingga dapat dilakukan proses yang lebih sederhana, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. • Berikut ini adalah ilustrasi bagaimana cara mengubah operasi pengurangan menjadi penjumlahan: (±A) – (+B) = (±A) + (–B) (±A) – (–B) = (±A) + (+B) • Misalkan, untuk pengurangan (–6) – (–13) = (–6) + (+13) = +7. Pada bilangan biner 8 bit, operasi tersebut direpresentasikan dengan, (11111010 – 11110011) = (11111010 + 00001101) = 00000111 atau (+7). • Dengan mengubah operasi pengurangan menjadi penjumlahan, komputer hanya membutuhkan satu sirkuit saja untuk menangani kedua jenis operasi aritmatika.