RELASI
Matematika Diskrit
Definisi
• Relasi (binair) R dari himpunan X ke himpunan Y
adalah sebuah subhimpunan dari hasil kali
Cartesius X x Y.
• Notasi :
Jika (x,y) ∈ R maka :
x R y  x relasi dengan y
• Daerah asal (domain) dari R :
{x ∈ X | (x,y) ∈ R untuk beberapa y ∈ Y}
• Daerah hasil (range) dari R :
{y ∈ Y | (x,y) ∈ R untuk beberapa x ∈ X}

Matematika Diskrit

2
Contoh 1
• X = {Nani, Rianti, Dudi,
Ivan, Candra}
• Y = { Teknik Informatika,
Matematika, Manajemen
Informatika, Teknik Sipil}
• R = {(Nani, Teknik
Informatika), (Rianti,
Matematika), (Dudi,
Manajemen Informatika),
(Ivan, Manajemen
Informatika), (Candra,
Teknik Sipil)}

Matematika Diskrit

X
Nani
Rianti
Dudi
Ivan
Candra

Y
T.
Informatika
Matematika
Manaj.
Informatika
Manaj.
Informatika
T. Sipil

3
Pasangan terurut dalam relasi R

Matematika Diskrit

4
Contoh 2
• X = {2,3,4}
• Y = { 3,4,5,6,7}
• R = {(2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4)}
X

Y

2

4

2

6

3

3

3

6

4

4

Matematika Diskrit

• Domain dari R = {2,3,4}
• Range dari R = { 3,4, 6}

5
Digraf
• Cara informatif untuk menggambarkan
sebuah relasi pada sebuah himpunan
• Memiliki :
 vertex (ujung)
 directed edge
(rusuk berarah)

Matematika Diskrit

6
Sifat-sifat Relasi
•
•
•
•
•
•

Refleksif
Anti refleksif
Simetris
Antisimetris
Transitif
Non transitif
Matematika Diskrit

7
Refleksif
• Relasi R pada himpunan X disebut refleksif
jika (x,x) ∈ R untuk setiap x ∈ X
• Digraf dari refleksif mempunyai sebuah
loop pada setiap ujungnya.
• Contoh :
X = {1,2,3,4}
R = {(1,1),(1,2),(1,3),
(1,4),(2,2),(2,3),
(2,4),(3,3),(3,4),
(4,4)}

Matematika Diskrit

8
Tidak Refleksif
• Salah satu atau lebih vertex
tidak mempunyai loop
• Contoh :
X = {1,2,3,4}
R = {(1,1),(2,3),(3,2),(4,4)}

Matematika Diskrit

9
Simetris
• Relasi R pada himpunan X disebut
simetris jika untuk semua x, y ∈ X,

jika (x,y) ∈ R maka (y,x) ∈ R
• Digraf dari relasi simetris
mempunyai sifat bahwa terdapat
rusuk berarah dari v ke w, maka
juga terdapat rusuk berarah dari
w ke v
Matematika Diskrit

10
Simetris (Cont.)
• Contoh :
X = {1,2,3,4}
R = {(1,1),(2,3),(3,2),(4,4)}
(2,3) di R dan (3,2)
di R

Matematika Diskrit

11
Antisimetris (Tidak Simetris)
• Relasi R pada himpunan X disebut
antisimetris jika untuk semua x, y ∈ X,
jika (x,y) ∈ R dan x ≠ y, maka (y,x) ∉ R
• Digraf dari relasi antisimetris mempunyai
sifat bahwa diantara sembarang 2 ujung
terdapat rusuk 2 arah

Matematika Diskrit

12
Antisimetris (Cont.)
• Contoh :
X = {1,2,3,4}
R = {(1,1),(1,2),(1,3),(1,4),(2,2),(2,3),
(2,4),(3,3),(3,4),(4,4)}

(2,3) ∈ R tetapi
(3,2) ∉ R

Matematika Diskrit

13
Transitif
• Relasi R pada himpunan X disebut
transitif jika untuk semua x,y,z ∈X,

jika (x,y) dan (y,z) ∈ R, maka (x,z) ∈ R
• Digraf dari relasi transitif mempunyai
sifat bahwa apabila terdapat rusuk
berarah dari x ke y dan dari y ke z, maka
terdapat rusuk berarah dari x ke z.

Matematika Diskrit

14
Transitif (Cont.)
Pasangan berbentuk
(x,y)
(y,z)
(x,z)

Pasangan berbentuk
(x,y)
(y,z)
(x,z)

(1,1)

(1,1)

(1,1)

(2,2)

(2,2)

(2,2)

(1,1)

(1,2)

(1,2)

(2,2)

(2,3)

(2,3)

(1,1)

(1,3)

(1,3)

(2,2)

(2,4)

(2,4)

(1,1)

(1,4)

(1,4)

(2,3)

(3,3)

(2,3)

(1,2)

(2,2)

(1,2)

(2,3)

(3,4)

(2,4)

(1,2)

(2,3)

(1,3)

(2,4)

(4,4)

(2,4)

(1,2)

(2,4)

(1,4)

(3,3)

(3,3)

(3,3)

(1,3)

(3,3)

(1,3)

(3,3)

(3,4)

(3,4)

(1,3)

(3,4)

(1,4)

(3,4)

(4,4)

(3,4)

(1,4)

(4,4)

(1,4)

(4,4)

(4,4)

(4,4)

Matematika Diskrit

15
Transitif (Cont.)
• Penentuan sebuah relasi R transitif :
1. jika (x,y) dan (y,z) ∈ R, maka (x,z) ∈ R
2. x = y dan (x,z) = (y,z) di R
• Contoh :





R1 = {(1,1),(1,2),(2,1),(2,2),(3,4),(4,1),(4,4)}  tidak transitif
R2 = {(1,1),(1,2),(2,1)}  tidak transitif
R3 = {(1,1),(1,2),(1,4),(2,1),(2,2),(3,3),(4,1),(4,4)}  tidak transitif
R4 = {(2,1),(3,1),(3,2),(4,1),(4,2),(4,3)}  transitif

Matematika Diskrit

16
Urutan Parsial (Partial Orders)
• Relasi R pada himpunan X disebut
urutan parsial jika R
refleksif,
antisimetris dan
transitif

• Ketiga persyaratan tersebut harus
dipenuhi

Matematika Diskrit

17
Invers
• Misalkan R adalah relasi dari X ke Y maka
invers dari R adalah relasi dari Y ke X
• Notasi : R-1
• Invers didefinisikan :
R-1 = {(y,x) | (x,y) ∈ R}
• Digambarkan relasi ini sebagai “terbagi
oleh”
• Contoh :
R = {(2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4)}
R-1 = {(4,2), (6,2), (3,3), (6,3), (4,4)}

Matematika Diskrit

18
Komposisi (Composite)
• Misalkan R1 adalah relasi dari X ke Y dan R2
adalah relasi dari Y ke Z, maka komposisi dari
R1 dan R2 adalah relasi dari X ke Z
• Notasi : R2 ° R1
• Komposisi didefinisikan :
R2 ° R1 = {(x,z) | (x,y) ∈ R1 dan (y,z)∈ R2 untuk beberapa y ∈ Y}

• Contoh :
R1 = {(1,2),(1,6),(2,4),(3,4),(3,6),(3,8)}
R2 = {(2,u),(4,s),(4,t),(6,t),(8,u)}
R2 ° R1 = {(1,u),(1,t),(2,s),(2,t),(3,s),(3,t),(3,u)}
Matematika Diskrit

19
Relasi Keekuivalenan
• Teorema 1 :

 Misalkan S adalah partisi dari himpunan
X. Definisikan xRy untuk mengartikan
bahwa untuk beberapa himpunan S di S,
baik x maupun y berada di S, maka R
refleksif, simetris dan transitif

• Sebuah relasi yang refleksif, simetris
dan transitif pada himpunan X
disebut relasi keekuivalenan pada X
(equivalence relation on X)
Matematika Diskrit

20
Relasi Keekuivalenan (Cont.)
• Contoh :
S = {{1,3,5},{2,6},{4}}

X = {1,2,3,4,5,6}
R = {(1,1),(1,3),(1,5),(3,1),(3,3),(3,5),(5,1),(5,3),(5,5),(2,2),
(2,6),(6,2),(6,6),(4,4)}

• Digraf relasi dari R harus :

 Refleksif :
terdapat sebuah loop pada setiap ujungnya
 Simetris :
untuk setiap rusuk berarah dari v ke w juga
terdapat
rusuk berarah dari w ke v
 Transitif :
jika terdapat sebuah rusuk berarah dari x ke y dan
rusuk berarah dari y ke z maka terdapat rusuk
berarah
dari x ke z
Matematika Diskrit

21
Relasi Keekuivalenan (Cont.)

Matematika Diskrit

22
Teorema 2
• Misalkan R sebuah relasi keekuivalenan pada
himpunan X. Untuk setiap a ∈ X, misalkan :
{a} = {x ∈ X | xRa}
Sehingga :
S = {[a] | a ∈ X}
adalah partisi dari X
• Misalkan R adalah relasi keekuivalenan pada
himpunan X. Himpunan-himpunan [a] yang
didefinisikan pada Teorema 2 disebut kelas
keekuivalenan dari X yang diberikan oleh
relasi R
Matematika Diskrit

23
Contoh
• S = {{1,3,5},{2,6},{4}}
X = {1,2,3,4,5,6}
R = {(1,1),(1,3),(1,5),(3,1),(3,3),(3,5),(5,1),
(5,3),(5,5),(2,2),(2,6),(6,2),(6,6),(4,4)}
Kelas keekuivalenan [1] yang mengandung 1
terdiri dari semua y sehingga (1,y) ∈ R. Oleh
karena itu :
[1] = {1,3,5}
Kelas ekuivalenan yang tersisa didapatkan
dengan cara yang sama :
[3] = [5] = {1,3,5}
[2] = [6] = {2,6}
[4] = {4}
Matematika Diskrit

24
Teorema 3
• Misalkan R adalah relasi keekuivalenan
pada himpunan terhingga X. Jika setiap
kelas keeukuivalenan mempunyai r unsur,
maka terdapat |X| / r kelas keekuivalenan
X1

X2

…….

(r unsur) (r unsur)

Xk
(r unsur)

|X| = r k
|X| = |X1| + |X2| + … + |Xk|
=r+r+…+r=rk
Matematika Diskrit

25
Matriks Relasi
• Dikenal dengan adjacency matrix
• Contoh :
R = {(1,b),(1,d),(2,c),(3,c),(3,b),(4,a)}
X = {1,2,3,4}
Y = {a,b,c,d}
a b c d
1 0
2 0

3 0

4 1
Matematika Diskrit

1
0
1
0

0
1
1
0

1
0

0

0
26
Klosur Relasi
• Klosur relasi terjadi jika :

Relasi tidak refleksif menjadi refleksif
 Klosur refleksif (Reflexive Closure)
Relasi tidak simetris menjadi simetris
 Klosur simetris (Symmetric Closure)
Relasi tidak transitif menjadi transitif
Klosur transitif (Transitive Closure)

Matematika Diskrit

27
Klosur refleksif (Reflexive Closure)
•

Klosur refleksif dari R adalah :
R ∪ ∆ , dimana ∆ = {(a,a)|a ∈ A}

•

Contoh :
1. A = {1, 2, 3}
R = {(1,1), (1,3), (2,3), (3,2)}  tidak refleksif
Supaya bersifat refleksif maka ∆ = {(1,1), (2,2), (3,3)}
Sehingga klosur refleksif dari R adalah :
R ∪ ∆ = {(1,1), (1,3), (2,3), (3,2)} ∪ (1,1), (2,2), (3,3)}
= {(1,1), (1,3), (2,2), (2,3), (3,2), (3,3)}
2. R = {(a,b)|a ≠ b} pada himpunan bilangan bulat
Maka klosur refleksif dari R adalah :
R ∪ ∆ = {(a,b)|a ≠ b} ∪ {(a,a)|a ∈ Z}
= {(a,b)|a ∈ Z}

Matematika Diskrit

28
Klosur Simetris (Symmetric Closure)
• Klosur simetris dari R adalah :
R ∪ R-1 , dimana R-1 = {(a,b)| (b,a) a ∈ R}
• Contoh :
1. A = {1, 2, 3}
R = {(1,3), (1,2), (2,1), (3,2), (3,3)}
Supaya bersifat simetris maka R-1 = {(3,1), (2,1), (1,2), (2,3), (3,3)}
Sehingga klosur simetris adalah :
R ∪ R-1 = {(1,3), (1,2), (2,1), (3,2), (3,3)} ∪ {(3,1), (2,1), (1,2), (2,3), (3,3)}
= {(1,3), (3,1), (1,2), (2,1), (3,2), (2,3), (3,3)}
2. R = {(a,b)|a habis membagi b} pada himpunan bilangan bulat
Maka klosur simteris dari R adalah :
R ∪ R-1 = {(a,b)|a habis membagi b} ∪ {(b,a)|b habis membagi a}
= {(a,b)|a habis membagi b atau b habis membagi a}

Matematika Diskrit

29
Klosur Transitif (Transitive Closure)
• Klosur transitif dari R adalah :
∞

R =  R = R ∪ R ∪ R
*

n

2

3

n

n =1

atau
M R * = M R ∨ M R[ 2 ] ∨ M R[ 3 ] ∨  ∨ M R *

Matematika Diskrit

30
Contoh
A = {1, 2, 3}
R = {(1,1), (1,3), (2,2), (3,1), (3,2)}
Matriks yang merepresentasikan relasi R adalah :
1 0 1
M R = 0 1 0 


1 1 0


Klosur transitif dari R adalah :
Karena

Maka

M R * = M R ∨ M R[ 2 ]
M R[ 2 ]

M R * = M R ∨ M R [ 2 ] ∨ M R[ 3 ]
∨ MR
[ 3]

1 1 1 
1 1 1 
= M R . M R = 0 1 0 dan M R[ 3 ] = M R[ 2 ] . M R = 0 1 0




1 1 1 
1 1 1 





Sehingga klosur transitif R* : {(1,1), (1,2), (1,3), (2,2), (3,1), (3,2), (3,3)}

Matematika Diskrit

31
Latihan
Jika diketahui X = {1,2,3,4}
Tentukan relasi berikut memiliki sifat transitif atau
tidak :
1. R1 = {(1,1),(2,1),(2,2),(2,3),(3,1),(4,2)}
2.

R2 = {(1,2),(1,3),(2,2),(2,3),(3,2),(4,4)}

3.

R3 = {(1,1),(1,3),(2,2),(2,4),(3,1),(3,2)}

4.

R4 = {(1,3),(2,1),(2,3),(3,2),(3,3)}

5.

R5 = {(1,2),(1,4),(2,2),(2,3),(3,4),(3,2),(4,1)}

Matematika Diskrit

32
Latihan
Jika A = {0, 1, 2, 3}
R = {(0,1), (1,1), (1,2),(2,0), (2,2)}
Tentukan :
6. Klosur transitif
7. Klosur simetris
Jika A = {1, 2, 3,4}
R = {(2,1), (2,3), (3,1), (3,4), (4,1), (4,3)}
Tentukan :
8. Klosur refleksif
9. Klosur simetris
10. Klosur transitif

Matematika Diskrit

33

relasi himpunan

  • 1.
  • 2.
    Definisi • Relasi (binair)R dari himpunan X ke himpunan Y adalah sebuah subhimpunan dari hasil kali Cartesius X x Y. • Notasi : Jika (x,y) ∈ R maka : x R y  x relasi dengan y • Daerah asal (domain) dari R : {x ∈ X | (x,y) ∈ R untuk beberapa y ∈ Y} • Daerah hasil (range) dari R : {y ∈ Y | (x,y) ∈ R untuk beberapa x ∈ X} Matematika Diskrit 2
  • 3.
    Contoh 1 • X= {Nani, Rianti, Dudi, Ivan, Candra} • Y = { Teknik Informatika, Matematika, Manajemen Informatika, Teknik Sipil} • R = {(Nani, Teknik Informatika), (Rianti, Matematika), (Dudi, Manajemen Informatika), (Ivan, Manajemen Informatika), (Candra, Teknik Sipil)} Matematika Diskrit X Nani Rianti Dudi Ivan Candra Y T. Informatika Matematika Manaj. Informatika Manaj. Informatika T. Sipil 3
  • 4.
    Pasangan terurut dalamrelasi R Matematika Diskrit 4
  • 5.
    Contoh 2 • X= {2,3,4} • Y = { 3,4,5,6,7} • R = {(2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4)} X Y 2 4 2 6 3 3 3 6 4 4 Matematika Diskrit • Domain dari R = {2,3,4} • Range dari R = { 3,4, 6} 5
  • 6.
    Digraf • Cara informatifuntuk menggambarkan sebuah relasi pada sebuah himpunan • Memiliki :  vertex (ujung)  directed edge (rusuk berarah) Matematika Diskrit 6
  • 7.
  • 8.
    Refleksif • Relasi Rpada himpunan X disebut refleksif jika (x,x) ∈ R untuk setiap x ∈ X • Digraf dari refleksif mempunyai sebuah loop pada setiap ujungnya. • Contoh : X = {1,2,3,4} R = {(1,1),(1,2),(1,3), (1,4),(2,2),(2,3), (2,4),(3,3),(3,4), (4,4)} Matematika Diskrit 8
  • 9.
    Tidak Refleksif • Salahsatu atau lebih vertex tidak mempunyai loop • Contoh : X = {1,2,3,4} R = {(1,1),(2,3),(3,2),(4,4)} Matematika Diskrit 9
  • 10.
    Simetris • Relasi Rpada himpunan X disebut simetris jika untuk semua x, y ∈ X, jika (x,y) ∈ R maka (y,x) ∈ R • Digraf dari relasi simetris mempunyai sifat bahwa terdapat rusuk berarah dari v ke w, maka juga terdapat rusuk berarah dari w ke v Matematika Diskrit 10
  • 11.
    Simetris (Cont.) • Contoh: X = {1,2,3,4} R = {(1,1),(2,3),(3,2),(4,4)} (2,3) di R dan (3,2) di R Matematika Diskrit 11
  • 12.
    Antisimetris (Tidak Simetris) •Relasi R pada himpunan X disebut antisimetris jika untuk semua x, y ∈ X, jika (x,y) ∈ R dan x ≠ y, maka (y,x) ∉ R • Digraf dari relasi antisimetris mempunyai sifat bahwa diantara sembarang 2 ujung terdapat rusuk 2 arah Matematika Diskrit 12
  • 13.
    Antisimetris (Cont.) • Contoh: X = {1,2,3,4} R = {(1,1),(1,2),(1,3),(1,4),(2,2),(2,3), (2,4),(3,3),(3,4),(4,4)} (2,3) ∈ R tetapi (3,2) ∉ R Matematika Diskrit 13
  • 14.
    Transitif • Relasi Rpada himpunan X disebut transitif jika untuk semua x,y,z ∈X, jika (x,y) dan (y,z) ∈ R, maka (x,z) ∈ R • Digraf dari relasi transitif mempunyai sifat bahwa apabila terdapat rusuk berarah dari x ke y dan dari y ke z, maka terdapat rusuk berarah dari x ke z. Matematika Diskrit 14
  • 15.
    Transitif (Cont.) Pasangan berbentuk (x,y) (y,z) (x,z) Pasanganberbentuk (x,y) (y,z) (x,z) (1,1) (1,1) (1,1) (2,2) (2,2) (2,2) (1,1) (1,2) (1,2) (2,2) (2,3) (2,3) (1,1) (1,3) (1,3) (2,2) (2,4) (2,4) (1,1) (1,4) (1,4) (2,3) (3,3) (2,3) (1,2) (2,2) (1,2) (2,3) (3,4) (2,4) (1,2) (2,3) (1,3) (2,4) (4,4) (2,4) (1,2) (2,4) (1,4) (3,3) (3,3) (3,3) (1,3) (3,3) (1,3) (3,3) (3,4) (3,4) (1,3) (3,4) (1,4) (3,4) (4,4) (3,4) (1,4) (4,4) (1,4) (4,4) (4,4) (4,4) Matematika Diskrit 15
  • 16.
    Transitif (Cont.) • Penentuansebuah relasi R transitif : 1. jika (x,y) dan (y,z) ∈ R, maka (x,z) ∈ R 2. x = y dan (x,z) = (y,z) di R • Contoh :     R1 = {(1,1),(1,2),(2,1),(2,2),(3,4),(4,1),(4,4)}  tidak transitif R2 = {(1,1),(1,2),(2,1)}  tidak transitif R3 = {(1,1),(1,2),(1,4),(2,1),(2,2),(3,3),(4,1),(4,4)}  tidak transitif R4 = {(2,1),(3,1),(3,2),(4,1),(4,2),(4,3)}  transitif Matematika Diskrit 16
  • 17.
    Urutan Parsial (PartialOrders) • Relasi R pada himpunan X disebut urutan parsial jika R refleksif, antisimetris dan transitif • Ketiga persyaratan tersebut harus dipenuhi Matematika Diskrit 17
  • 18.
    Invers • Misalkan Radalah relasi dari X ke Y maka invers dari R adalah relasi dari Y ke X • Notasi : R-1 • Invers didefinisikan : R-1 = {(y,x) | (x,y) ∈ R} • Digambarkan relasi ini sebagai “terbagi oleh” • Contoh : R = {(2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4)} R-1 = {(4,2), (6,2), (3,3), (6,3), (4,4)} Matematika Diskrit 18
  • 19.
    Komposisi (Composite) • MisalkanR1 adalah relasi dari X ke Y dan R2 adalah relasi dari Y ke Z, maka komposisi dari R1 dan R2 adalah relasi dari X ke Z • Notasi : R2 ° R1 • Komposisi didefinisikan : R2 ° R1 = {(x,z) | (x,y) ∈ R1 dan (y,z)∈ R2 untuk beberapa y ∈ Y} • Contoh : R1 = {(1,2),(1,6),(2,4),(3,4),(3,6),(3,8)} R2 = {(2,u),(4,s),(4,t),(6,t),(8,u)} R2 ° R1 = {(1,u),(1,t),(2,s),(2,t),(3,s),(3,t),(3,u)} Matematika Diskrit 19
  • 20.
    Relasi Keekuivalenan • Teorema1 :  Misalkan S adalah partisi dari himpunan X. Definisikan xRy untuk mengartikan bahwa untuk beberapa himpunan S di S, baik x maupun y berada di S, maka R refleksif, simetris dan transitif • Sebuah relasi yang refleksif, simetris dan transitif pada himpunan X disebut relasi keekuivalenan pada X (equivalence relation on X) Matematika Diskrit 20
  • 21.
    Relasi Keekuivalenan (Cont.) •Contoh : S = {{1,3,5},{2,6},{4}} X = {1,2,3,4,5,6} R = {(1,1),(1,3),(1,5),(3,1),(3,3),(3,5),(5,1),(5,3),(5,5),(2,2), (2,6),(6,2),(6,6),(4,4)} • Digraf relasi dari R harus :  Refleksif : terdapat sebuah loop pada setiap ujungnya  Simetris : untuk setiap rusuk berarah dari v ke w juga terdapat rusuk berarah dari w ke v  Transitif : jika terdapat sebuah rusuk berarah dari x ke y dan rusuk berarah dari y ke z maka terdapat rusuk berarah dari x ke z Matematika Diskrit 21
  • 22.
  • 23.
    Teorema 2 • MisalkanR sebuah relasi keekuivalenan pada himpunan X. Untuk setiap a ∈ X, misalkan : {a} = {x ∈ X | xRa} Sehingga : S = {[a] | a ∈ X} adalah partisi dari X • Misalkan R adalah relasi keekuivalenan pada himpunan X. Himpunan-himpunan [a] yang didefinisikan pada Teorema 2 disebut kelas keekuivalenan dari X yang diberikan oleh relasi R Matematika Diskrit 23
  • 24.
    Contoh • S ={{1,3,5},{2,6},{4}} X = {1,2,3,4,5,6} R = {(1,1),(1,3),(1,5),(3,1),(3,3),(3,5),(5,1), (5,3),(5,5),(2,2),(2,6),(6,2),(6,6),(4,4)} Kelas keekuivalenan [1] yang mengandung 1 terdiri dari semua y sehingga (1,y) ∈ R. Oleh karena itu : [1] = {1,3,5} Kelas ekuivalenan yang tersisa didapatkan dengan cara yang sama : [3] = [5] = {1,3,5} [2] = [6] = {2,6} [4] = {4} Matematika Diskrit 24
  • 25.
    Teorema 3 • MisalkanR adalah relasi keekuivalenan pada himpunan terhingga X. Jika setiap kelas keeukuivalenan mempunyai r unsur, maka terdapat |X| / r kelas keekuivalenan X1 X2 ……. (r unsur) (r unsur) Xk (r unsur) |X| = r k |X| = |X1| + |X2| + … + |Xk| =r+r+…+r=rk Matematika Diskrit 25
  • 26.
    Matriks Relasi • Dikenaldengan adjacency matrix • Contoh : R = {(1,b),(1,d),(2,c),(3,c),(3,b),(4,a)} X = {1,2,3,4} Y = {a,b,c,d} a b c d 1 0 2 0  3 0  4 1 Matematika Diskrit 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0  0  0 26
  • 27.
    Klosur Relasi • Klosurrelasi terjadi jika : Relasi tidak refleksif menjadi refleksif  Klosur refleksif (Reflexive Closure) Relasi tidak simetris menjadi simetris  Klosur simetris (Symmetric Closure) Relasi tidak transitif menjadi transitif Klosur transitif (Transitive Closure) Matematika Diskrit 27
  • 28.
    Klosur refleksif (ReflexiveClosure) • Klosur refleksif dari R adalah : R ∪ ∆ , dimana ∆ = {(a,a)|a ∈ A} • Contoh : 1. A = {1, 2, 3} R = {(1,1), (1,3), (2,3), (3,2)}  tidak refleksif Supaya bersifat refleksif maka ∆ = {(1,1), (2,2), (3,3)} Sehingga klosur refleksif dari R adalah : R ∪ ∆ = {(1,1), (1,3), (2,3), (3,2)} ∪ (1,1), (2,2), (3,3)} = {(1,1), (1,3), (2,2), (2,3), (3,2), (3,3)} 2. R = {(a,b)|a ≠ b} pada himpunan bilangan bulat Maka klosur refleksif dari R adalah : R ∪ ∆ = {(a,b)|a ≠ b} ∪ {(a,a)|a ∈ Z} = {(a,b)|a ∈ Z} Matematika Diskrit 28
  • 29.
    Klosur Simetris (SymmetricClosure) • Klosur simetris dari R adalah : R ∪ R-1 , dimana R-1 = {(a,b)| (b,a) a ∈ R} • Contoh : 1. A = {1, 2, 3} R = {(1,3), (1,2), (2,1), (3,2), (3,3)} Supaya bersifat simetris maka R-1 = {(3,1), (2,1), (1,2), (2,3), (3,3)} Sehingga klosur simetris adalah : R ∪ R-1 = {(1,3), (1,2), (2,1), (3,2), (3,3)} ∪ {(3,1), (2,1), (1,2), (2,3), (3,3)} = {(1,3), (3,1), (1,2), (2,1), (3,2), (2,3), (3,3)} 2. R = {(a,b)|a habis membagi b} pada himpunan bilangan bulat Maka klosur simteris dari R adalah : R ∪ R-1 = {(a,b)|a habis membagi b} ∪ {(b,a)|b habis membagi a} = {(a,b)|a habis membagi b atau b habis membagi a} Matematika Diskrit 29
  • 30.
    Klosur Transitif (TransitiveClosure) • Klosur transitif dari R adalah : ∞ R =  R = R ∪ R ∪ R * n 2 3 n n =1 atau M R * = M R ∨ M R[ 2 ] ∨ M R[ 3 ] ∨  ∨ M R * Matematika Diskrit 30
  • 31.
    Contoh A = {1,2, 3} R = {(1,1), (1,3), (2,2), (3,1), (3,2)} Matriks yang merepresentasikan relasi R adalah : 1 0 1 M R = 0 1 0    1 1 0   Klosur transitif dari R adalah : Karena Maka M R * = M R ∨ M R[ 2 ] M R[ 2 ] M R * = M R ∨ M R [ 2 ] ∨ M R[ 3 ] ∨ MR [ 3] 1 1 1  1 1 1  = M R . M R = 0 1 0 dan M R[ 3 ] = M R[ 2 ] . M R = 0 1 0     1 1 1  1 1 1      Sehingga klosur transitif R* : {(1,1), (1,2), (1,3), (2,2), (3,1), (3,2), (3,3)} Matematika Diskrit 31
  • 32.
    Latihan Jika diketahui X= {1,2,3,4} Tentukan relasi berikut memiliki sifat transitif atau tidak : 1. R1 = {(1,1),(2,1),(2,2),(2,3),(3,1),(4,2)} 2. R2 = {(1,2),(1,3),(2,2),(2,3),(3,2),(4,4)} 3. R3 = {(1,1),(1,3),(2,2),(2,4),(3,1),(3,2)} 4. R4 = {(1,3),(2,1),(2,3),(3,2),(3,3)} 5. R5 = {(1,2),(1,4),(2,2),(2,3),(3,4),(3,2),(4,1)} Matematika Diskrit 32
  • 33.
    Latihan Jika A ={0, 1, 2, 3} R = {(0,1), (1,1), (1,2),(2,0), (2,2)} Tentukan : 6. Klosur transitif 7. Klosur simetris Jika A = {1, 2, 3,4} R = {(2,1), (2,3), (3,1), (3,4), (4,1), (4,3)} Tentukan : 8. Klosur refleksif 9. Klosur simetris 10. Klosur transitif Matematika Diskrit 33