SlideShare a Scribd company logo
KESEHATAN REPRODUKSI USIA
SEKOLAH DAN REMAJA
 Pertumbuhan fisik remaja yang spesifik baik laki-laki maupun
perempuan
 Perbedaan pertumbuhan fisik laki-laki dan perempuan adalah
pada pertumbuhan organ reproduksi dan penampilan yang
berbeda, serta bentuk tubuh yang berbeda akibat
berkembangnya tanda seks sekunder.
 Pertumbuhan fisik anak perempuan paling pesat pada usia 10
tahun, dan paling cepat terjadi pada usia 12 tahun. Sedang
pada laki-laki, 2 tahun lebih lambat mulainya
 Pertumbuhan fisik anak perempuan dan laki-laki tidak sejalan
dengan perkembangan emosionalnya
Masa remaja dibedakan dalam:
Masa remaja awal : 10 – 13 tahun
Masa remaja tengah : 14 – 16 tahun
Masa remaja akhir : 17 – 19 tahun
Masa Remaja = Masa Pubertas Growth Spurt
PERUBAHAN FISIK MASA REMAJA
 Setengah berat badan dewasa diperoleh pada saat
pubertas
 Peningkatan tinggi badan 15-20% tinggi akhir
 Komposisi tubuh berubah
 Remaja laki-laki: penambahan masa otot sehingga
persentase masa lemak turun 12%
 Remaja perempuan mengalami peningkatan masa
lemak sehingga persentase masa lemak meningkat
 Pemantauan pertumbuhan menggunakan tinggi
badan, berat badan, indeks masa tubuh (IMT)
Pencacatan
Pemeriksaan Status
Gizi (BB, TB, IMT,
dan TB/U) pada buku
Rapor Kesehatanku
STADIUM PUBERTAS (TANNER STAGE)
REMAJA PEREMPUAN
Stadium Pubertas pada
perempuan (Pertumbuhan
Payudara)
Stadium 1 Hanya berupa penonjolan puting
dan sedikit pembengkakan jejaring
dibawahnya, stadium ini terjadi pada usia 10 –
12 tahun
Stadium 2 Payudara mulai sedikit membesar
di sekitar puting dan areola (daerah hitam di
seputar puting), disertai perluasan areola.
Stadium 3 Areola, puting susu dan jejaring
payudara semakin menonjol dan membesar,
tetapi areola dan puting masih belum tampak
terpisah dari jejaring sekitarnya
Stadium 4 Puting susu dan areola tampak
menonjol dari jejaring sekitarnya.
Stadium 5 Stadium matang, papila menonjol,
areola melebar, jejaring payudara membesar
dan menonjol membentuk payudara dewasa.
Stadium Pubertas pada
perempuan (Pertumbuhan
Prambut Pubis)
Stadium 1 Bulu halus pubis, tetapi tidak
mencapai dinding abdomen
Stadium 2 Pertumbuhan rambut tipis
panjang, halus agak kehitaman atau sedikit
keriting, tampak sepanjang labia.
Stadium 3 Rambut lebih gelap, lebih
kasar, keriting dan meluas sampai batas
pubis.
Stadium 4 Rambut sudah semakin
dewasa, tetapi tak ada pertumbuhan ke
arah permukaan medial paha
Stadium 5 Rambut pubis dewasa,
terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik,
penyebaran mencapai bagian medial
paha..
STADIUM PUBERTAS (TANNER STAGE) PADA
REMAJA LAKI LAKI
Stadium
I
Umur 10 – 11 tahun Ukuran penis testis dan skrotum masih sama dengan anak
Stadium
II
Umur 12 – 13 tahun Skrotum dan testis membesar, perubahan permukaan kulit skrotum menjadi
berwarna lebih gelap
Stadium
III
Umur 13 – 14 tahun Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar, kepala penis
menjadi lebih besar dan berwarna semakin gelap. Rambut pubis dan sekitar
penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. Kadang mulai timbul kumis
Stadium
IV
Umur 14 – 15 tahun Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Pembesaran testis terus
berlanjut. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa, tebal, kasar
dan keriting. Mulai terjadi ejakulasi pertama kali, mimpi basah. Rambut di
lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. Suara menjadi lebih dalam.
Stadium
V
Umur 16 tahun Pada saat ini tinggi badan, besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran
dewasa. Rambut mulai tumbuh dibadan dan makin lama makin banyak,
disamping juga rambut pubis dan lengan bawah. Rambut pubis terdistribusi
berbentuk segitiga terbalik. Rambut daerah muka sudah mulai berhenti
pertumbuhannya. Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah
laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara. Hal ini tidak perlu
dicemaskan, karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Anak laki-laki akan
sering mengalami ereksi tidka terkendali dan mimpi basah.
PUBERTAS
Pubertas lebih awal (< 8 tahun untuk perempuan dan < 9 tahun untuklaki-
laki) atau lebih lambat (> 13 tahun untuk perempuan dan >14 tahun untuk
laki-laki) memerlukan pemeriksaanlebih lanjut
CARA MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI
Cara Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi bagi remaja antara lain
 Mengganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari.
 Menggunakan handuk yang bersih, kering, tidak lembab/bau.
 Membersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang menggunakan air
bersih dan dikeringkan menggunakan handuk atau tissue.
 Khusus untuk perempuan, dianjurkan :
 Menggunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan tidak berbahan sintetik
 Menggunakan pembalut ketika menstruasi, dan menggantinya paling lama setiap
4 jam atau setelah buang air
 Tidak memakai panty liner dalam waktu lama.
 Tidak terlalu sering menggunakan cairan pembilas vagina
 Bagi perempuan yang sering keputihan, berbau dan berwarna harap
memeriksakan diri ke petugas kesehatan
 Bagi laki-laki dianjurkan untuk disunat
CARA MENGHINDARKAN DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL
 Banyaknya kasus-kasus kekerasan seksual saat ini mendorong tenaga kesehatan
untuk aktif mengajarkan cara menghindarkan diri dari kekerasan bagi anak usia
sekolah dan remaja
1. Tidak ada satu orang pun yang boleh melihat atau
menyentuh anggota tubuhmu yang bersifat ‘pribadi’seperti
bibir dan area yang tertutup oleh pakaian dalam seperti
payudara, alat kelamin (vagina, penis, bokong)
2. Teriak dan katakan tidak mau apabila ada seseorang yang
ingin melihat/menyentuh di area pribadimu
3. Lari dan teriak minta tolong apabila ada seseorang yang
ingin melihat/menyentuh area pribadimu
4. Laporkan pada orang tua / orang dewasa yang kamu
percayai apabila ada orang yang selalu memberimu hadiah,
memintamu menyimpan rahasia dan berusaha berduaan saja
dengan mu. Tidak boleh dirahasiakan
5. Pastikan orang tua atau orang dewasa yang kamu percayai
mengambil tindakan untuk membantumu
6. Simpan nomor telepon orang tua dan orang dewasa yang
kamu percayai untuk dihubungi apabila ada keadaan darurat
Area Pribadi :
 Bibir
 Payudara
 Alat Kelamin
 Bokong
HINDARI SEKS PRANIKAH
Dengan masuknya remaja dalam tahap pubertas dan adanya perubahan psikis pada
remaja dan mudahnya remaja mengakses media informasi/internet. Tenaga kesehatan
perlu untuk membimbing dan mengedukasi remaja agar menghindari seks pra nikah
Bimbing / anjurkan remaja untuk :
 Memperkuat iman dan takwa
 Memahami tugas utamanya : belajar,
membantu orang tua
 Manfaatkan waktu luang dengan melakukan
kegiatan/aktifitas positif seperti : olah raga,
keagamaan, seni, organisasi
 Hindari perbuatan –perbuatan yang akan
menimbulkan dorongan seksual seperti
meraba-raba tubuh temannya, membaca
majalah porno, menonton video/film porno,
berduaan di tempat sepi, dll
Seks Pra Nikah bisa
mengakibatkan:
 Kehamilan yang tidak
diinginkan (Ktd)
 Penyakit menular seksual
 Aborsi
 Putus sekolah
 Risiko akibat kehamilan dan
persalinan lainnya (anemia,
prematur, BBLR, stunting dll)
 Dampak kejiwaan lainnya
11
ANU
NG
utk
Raker
nas
UKS
2015
RISIKO KEHAMILAN USIA REMAJA DIBANDINGKAN DENGAN USIA DEWASA
RISIKO KEHAMILAN USIA REMAJA DIBANDINGKAN DENGAN USIA DEWASA
(Kurang dari 20 Tahun)
Kehamilan remaja 4,5 kali berpeluang terjadinya kehamilan risiko tinggi
Preeklamsia 2-5 kali lebih berpeluang terjadi
Kerusakan otak janin dan gangguan tumbuh kembang bayi
akibat kekurangan yodium
Partus macet (“Obstucted Labor”)
Disproporsi panggul dengan kepala janin
(“Cephalo pelvic disproportion”)
Kontraksi rahim tidak optimal
Kelahiran Prematur lebih banyak terjadi pada remaja
Bayi lahir dengan berat lahir rendah (dibawah 2.500 gram)
Risiko kematian saat melahirkan 2 kali lebih besar
Pernikahan anak usia <19 tahun mempunyai risiko 2-8 x
lebih besar untuk tertular penyakit menular seksual
Malposisi Janin
Angka kelahiran pada usia 15-19 tahun ialah
48 per 1000 kelahiran (dari sekitar 4,5 juta bayi
lahir dalam setahun di Indonesia, 2,3 juta berasal
Dari pasangan yang menikah dini
Angka kematian ibu 359 per 100.000 kelahiran hidup
Angka Kematian bayi 32 per 1.000 kelahiran hidup
Sumber Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kementerian
Kesehatan
Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010
Angka perkawinan
Usia dini masih tinggi :
Kelompok umur 15-19 tahun
46,7 %
Kelompok umur 10-14 tahun
5 %
Proses reproduksi manusia yang bertanggung jawab sangat dipengaruhi oleh
kesiapan :
 Fisik
Keadaan yang paling baik bagi seseorang untuk memiliki anak, dimana
pertumbuhan tubuh dan organ reproduksi telah sempurna yaitu pada perempuan
antara usia 20-35 tahun dan pad laki-laki bila telah mencapai usia 25 tahun.
 Jiwa
Kesiapan jiwa dimana perempuan dan laki-laki merasa ingin mempunyai anak
dan merasa telah siap untuk menjadi orang tua yang bertangungjawab dalam
mengasuh dan mendidik anaknya.
 Sosial ekonomi
Secara ideal jika seorang bayi dilahirkan maka ia akan membutuhkan tidak
hanya kasih sayang orang tuanya, tetapi juga sarana yang membuatnya bisa
tumbuh dan berkembang. Bayi membutuhkan tempat tinggal yang tetap. Karena
itu pasangan dikatakan siap secara social ekonomi jika ia bisa memenuhi
kebutuhan dasar seperti pakaian, makan minum, tempat dan kebutuhan
pendidikan bagi anaknya.
Ketiga hal tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat
dan sejahtera, saling menyayangi, berpindidikan dan berkecukupan.
3) Kesehatan Reproduksi yang Bertangungjawab
ORGAN REPRODUKSI
ORGAN REPRODUKSI
PEREMPUAN
ORGAN REPRODUKSI
LAKI_LAKI
KEGIATAN PELAYANAN KESPRO REMAJA
Pelayanan kesehatan bagi remaja termasuk
pelayanan kespro dilaksanakan:
- Indoor : di poli PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli
Remaja)
- Outdoor : melalui UKS ( Usaha Kesehatan
Sekolah) dan Penjaringan anak sekolah
Situasi Kesehatan Usia Sekolah
dan Remaja
5/30/2016
17
5/30/2016
18
5/30/2016
19
Dapat diintervensi
(diperbaiki dan
CUKUPKAH PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP DI SEKOLAH?
PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT(PKHS) DI
SEKOLAH YA TIDAK
TDK
TAHU
Pernah diajarkan di kelas tentang menghindari pelecehan 63,62 22,81 13,57
Pernah diajarkan di kelas apa yang dilakukan jika
seseorang mencoba memaksa untuk melakukan
hubungan seksual pada anak SMP dan SMA 20,38 61,24 18,38
Pernah diajarkan di kelas tentang menahan rasa marah
selama tahun ajaran sekolah pada anak SMP dan SMA 65,08 23,63 11,29
Pernah diajarkan di kelas bagaimana mengatakan pada
seseorang bahwa tidak ingin melakukan hubungan intim
seperti suami istri dengannya 36,33 28,33 35,34
Pernah diajarkan di kelas mengenai infeksi HIV atau AIDS
pada anak SMP dan SMA 54,08 32,01 13,02
Pernah diajarkan di kelas cara mencegah HIV atau AIDS? 54,27 32,04 13,69
Sumber: GSHS
2015
Kebijakan Kesehatan Usia Sekolah
dan Remaja
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
INDIKATOR NASIONAL KESEHATAN
USIA SEKOLAH DAN REMAJA
DOKUMEN INDIKATOR
TARGET
2015 2016 2017 2018 2019
Perpres no 2/ 2015
RPJMN 2015-2019
Persentase Puskesmas yang melaksanakan
penjaringan kesehatan untuk peserta didik
kelas I, VII, dan X
30% 40% 50% 55% 60%
Kepmenkes No.
HK.02.02/Menkes/
52/2015 Renstra
Kemenkes 2015-
2019
Persentase Puskesmas yang melaksanakan
penjaringan kesehatan untuk peserta didik
kelas I
50% 55% 60% 65% 70%
Persentase Puskesmas yang melaksanakan
penjaringan kesehatan untuk peserta didik
kelas VII, dan X
30% 40% 50% 55% 60%
Persentase Puskesmas yang
menyelenggarakan kegiatan kesehatan
remaja
25% 30% 35% 40% 45%
Persentase remaja puteri yang mendapat
Tablet Tambah Darah (TTD)
10% 15% 20% 25% 30%
Menurunnya prevalensi merokok pada pada
usia ≤ 18 tahun
5,4%
PP No 2 Tahun
2018 tentang SPM
Peserta didik kelas 1 sampai kelas 9
mendapatkan penjaringan kesehatan dan
pemeriksaan berkala
100%
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
TUJUAN KHUSUS :
Meningkatkan komitmen dan koordinasi
Meningkatkan pemahaman permasalahan keseha
tan yg mengancam usekrem
Meningkatkan pemahaman kekuatan dan tantang
an kebijakan
Pemberian arah dan motivasi
Mempromosikan pendekatan berbasis HAM
 pengadaan data dan penelitian
TUJUAN UMUM
Sebagai pedoman untuk memberi arah bagi pema
ngku kepentingan dalam penguatan kebijakan, per
encanaan dan pelaksanaan Program Kes Usia sek
olah dan Remaja 2017 - 2019
SASARAN UTAMA :
Kementerian dan Lem
baga pemerintah/ non
pemerintah (ormas, or
ganisasi profesi, swas
ta, lembaga penelitian
dll)
SASARAN TIDAK LANGS
UNG:
Orang Tua, Wali Pendi
dik, Masyarakat, Anak
Usia Sekolah Dan Rem
aja
RAN
25
Permenko PMK
No 1 / 2018
PENINGKATAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH
DAN REMAJA
(PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA)
- Intrakurikuler : integrasi
mata pelajaran
- Ekstrakurikuler:
Dokcil/KKR/PMR/Pramuka/
SBH
- Rapor kesehatanku (
SD/SMP/SMA)
- Penjaringan kesehatan,
pemeriksaan berkala
- Bulan imunisasi anak
sekolah
- Tablet tambah darah remaja
puteri
- Rujukan ke Puskesmas/RS
Air bersih, jamban sehat,
sarana CTPS; lingkungan
sekolah bebas rokok;
kantin/warung sehat,
pemanfaatan pekarangan
sekolah dll
•KIE,
penjaringan kes,
pemeriksaan
berkala,
imunisasi, tablet
tambah darah,
kesling,
pertolongan
pertama dll
•Kader
Kesehatan /
konselor
sebaya/ dokter
kecil
Remaja di
sekolah
(UKS,
Pramuka,
SBH, PMR)
• KIE, skrining
awal/
penjaringan kes,
pemeriksaan
berkala
• Konselor sebaya
• Kader
kesehatan
Remaja di
luar sekolah
(Panti/
LKSA,
RPSA,
LPAS,
LPKA,
Pelayanan di dalam
gedung Puskesmas
Pelayanan di luar
gedung Puskesmas
26
JENIS
KEGIATAN
PKPR
KONSELING
KONSEL
OR
SEBAYA
KLINI
S
MEDI
S
PKHS
KIE
RUJUKAN /
RS
Pendidikan
Kesehatan
Pelayanan
Kesehatan
Pembinaan
Lingkungan
Sekolah Sehat
Pelayanan Kesehatan
Peduli Remaja (PKPR)
PUSKESMAS
PKPR
Puskesmas menyelenggarakan
pelayanan kesehatan remaja, dengan
memenuhi 3 kriteria berikut:
1. Memiliki Tenaga Kesehatan
Terlatih/Terorientasi PKPR
2. Memiliki pedoman PKPR
3. Melakukan pelayanan konseling
pada remaja •28
Jenis
Kegiat
an
KONSELING
Partisipasi
remaja melalui
pembinaan
konselor sebaya
Pendidikan
Ketrampilan
Hidup
Sehat
(PKHS)
Pelayanan Klinis
Medis (termasuk
pemeriksaan
penunjang dan
rujukan)
Pemberian
KIE
Rujukan Medis, Sosial dan Hukum
Paket Pelayanan
PKPR
ONE STOP SERVICE
Pelayanan
Kesehatan
Reproduksi
Remaja
(meliputi infeksi
menular
seksual/IMS,
HIV-AIDS)
termasuk
seksualitas dan
pubertas
Pelayanan Gizi
(anemia,
kekurangan
dan kelebihan
gizi) termasuk
konseling dan
edukasi
Pelayanan
kesehatan
jiwa remaja
meliputi
masalah
psikososial,
gangguan
jiwa, dan
kualitas
hidup
Tumbuh
kemban
g remaja
Pencegahan
dan
penanggulanga
n kehamilan
remaja
Deteksi dan
penanganan
kekerasan
terhadap
remaja
Pencegahan
dan
penanggulanga
n Napza
Deteksi dan
penanganan
tuberculosis
Deteksi dan
penanganan
kecacingan
Skrining
status
imunisasi
(TT) pada
remaja
5/30/2016 31
PELAYANAN
KESEHATAN
PEDULI
REMAJA
Buku pegangan untuk
meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan Kader
Kesehatan Remaja terkait
PKHS dan 8 isu kesehatan
Panduan bagi
tenaga
kesehatan
dalam
menyelenggara
kan posyandu
remaja
BUKU MTPKR
Rujukan praktis tenaga kesehatan
dalam menangani masalah
kesehatan remaja secara efektif,
Pedoman bagi remaja
dalam menghadapi
Panduan bagi
pembinaan Krida Bina
Keluarga Sehat
Panduan Standar
Nasional
Pelaksanaan PKPR
di Puskesmas
Pedoma
n di
Panti,
Lapas
•SDM kesehatan
•Fasilitas Kesehatan
•Remaja
•Jejaring
•Manajemen
Kesehatan
PUSKESMAS
PKPR
 Mengidentifikasi kekurangan dan
kelemahan dalam
menyelenggarakan PKPR.
 Melakukan upaya yang spesifik
untuk menanggulangi kekurangan
dan kelemahan dalam
penyelenggaraan PKPR.
 Meningkatkan mutu PKPR yang
diselenggarakan secara
berkesinambungan.
TUJUAN
Paripurna  nilai ≥ 80%,
Optimal  nilai 60% - 79,9 %
Minimal  nilai <60% 32
(keselamatan)
PENDEKATAN HEEADSSS
 Pendekatan
HEEADSSS
dilakukan untuk
mendeteksi
masalah remaja
yang sering tidak
diungkapkan bila
tidak digali dengan
baik.
 Pertanyaan -
pertanyaan
HEEADSSS
bertujuan
memandu tenaga
kesehatan untuk
bertanya
mengenai aspek-
aspek penting
(masalah di rumah atau anggota
keluarga/kerabat yang serumah)
(sekolah/pendidikan)/ Employment
(tempat kerja/pekerjaan)
(pola makan)
(aktivitas sehari-hari)
(penggunaan rokok, alkohol, narkoba)
(aktivitas seksual)
dorongan bunuh diri, termasuk masalah
depresi pada remaja)
KONSELING
Home
Education
Eating &exercise
Activity
Drugs
Sexuality
Suicide
Safety
Pelayanan Kesehatan Remaja di
Masyarakat
Upaya kesehatan Bersumber Daya
Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan
diselenggarakan dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat termasuk remaja dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan
guna memberdayakan masyarakat dan
memberikan kemudahan dalam memperoleh
pelayanan kesehatan bagi remaja untuk
meningkatkan derajat kesehatan dan
keterampilan hidup Sasaran :
REMAJA UMUR
10 - 18 Tahun
Meja(1)
pendaftaran
Meja (2)
pengukura
n
Meja (3)
pencatatan
Meja (4)
pelayanan
kesehatan
Meja (5) KIE seperti
penyuluhan, pemutaran
Jumlah Kader dan
anggota
Kader remaja
minimal 5 orang
Klien maksimal 50
remaja
8 materi
utama pada
meja
penyuluhan
Kesehatan
Reproduksi
Remaja
Jiwa/
NAPZA
Gizi
Aktivitas
Fisik
PKHS
Pencegahan
Kekerasan
PTM
Isu
Kesehatan
lain
Dilaksanakan 1
(SATU) kali setiap
bulan
DATA PUSKESMAS PKPR 2018
Usaha Kesehatan
Sekolah
(UKS)
• Literasi Kesehatan menggunakan
Buku Rapor Kesehatanku
• Pembiasaan Hidup Bersih (Cuci
tangan pakai sabun, sikat gigi,
menjaga kebersihan kuku)
• Sarapan Bersama Bergizi Seimbang
• Aktifitas Fisik (Peregangan, senam
bersama)
• Pendidikan Kesehatan Reproduksi
dan Pendidikan Keterampilan Hidup
Sehat (PKHS)
TRIAS UKS
PELAYANAN
KESEHATAN
PEMBINAAN
LINGKUNGAN
SEHAT
PENDIDIKAN
KESEHATAN
• Pembinaan kantin
• Kebun sekolah
• Pembinaan sanitasi sekolah
• Pemberantasan sarang
nyamuk
• Penerapan Kawasan Tanpa
Rokok dan NAPZA
Penerapan Trias
UKS
Peraturan Bersama 4
Menteri (Menkes,
Mendikbud, Menag,
Mendagri) tentang UKS
tahun 2014
 Penjarkes dan
Pemeriksaan Berkala
 Imunisasi
 Pemberain Tablet
Tambah Darah bagi
Remaja Putri
 Pemberian obat cacing
5/30/2016
38
PEDOMAN
KESEHATAN
SEKOLAH
Buku Rapor
Kesehatanku
seri Informasi
dan Catatan
Kesehatan
Pendidikan Kesehatan
Reproduksi
Buku Pegangan Guru terkait
kesehatan reproduksi
terintegrasi
kurikulum/ekstrakurikulum
Pendidikan Keterampilan
Hidup Sehat
Mengajarkan 10 keterampilan
psikososial. Terintegrasi mata
pelajaran guru BK
Pedoman
Akselerasi
Pembinaan dan
Pelaksanaan
UKS
Panduan
tenaga
kesehatan
dalam
melaksanaka
n
Penjaringan
Kesehatan
dan
Pemeriksaan
Berkala
Panduan untuk menggunakan
Buku Rapor Kesehatanku seri
informasi dan catatan kesehatan
Penerapan Model Sekolah Sehat
Model
Sekolah/Madrasah
Sehat merupakan
Penerapan kegiatan UKS
(Pendidikan Kesehatan,
Pelayanan Kesehatan,
Pembinaan Lingkungan
Sekolah Sehat) secara
kongkrit Terintegrasi dalam
Kegiatan Keseharian Sekolah
Tahapan Pembentukan Model
Sekolah/Madrasah Sehat
MODEL
SEKOLA
H SEHAT
1. ASSESMENT
AWAL
2. WORKSHOP
HASIL
ASSESMENT
3. ORIENTA
TEKNIS BA
SEKOLAH D
PUSKESM
4. SOSIALISASI
ORANG TUA/
KOMITE SEKOLAH
5.IMPLEMENTASI
6. BIMBINGAN
TEKNIS
7. ASSESMENT
AKHIR
8. EVALUASI
LINTAS
PROGRAM
LINTAS
SEKTOR
PEMDA
2017
2018
2019
PENGHARG
AAN
SEKOLAH/
MADRASAH
SEHAT
340
SD/MI
10 PILOT SMP+ PILOT
NGO
340+340 SD/MI
340 SMP/SMA
340+340
+340SD/MI
MODEL
SEKOL
AH
SEHAT
KEGIATAN
MASALAH
KESEHATA
N USIA
SEKOLAH
DAN
REMAJA
1. 5S
(senyum,salam,sapa,sopan,santu)
2. Literasi Buku Rapor Kesehatanku
3. PHBS (cuci tangan dan sikat gigi
bersama)
4. Sarapan bersama (membawa
bekal)bergizi seimbang
5. Tablet Tambah Darah (SMP &
SMA)
6. Obat Cacing (SD)
Imunisasi
7. Penjaringan Kesehatan dan
Pemeriksaan Berkala
8. Peregagan di sela jam belajar dan
Ekskul Olahraga
9. Pendidikan Kesehatan
Reproduksi dan Ketrampilan
Hidup Sehat
10.Pembinaan Kantin Sehat dan PKL
11.Pembinaan Kader Kesehatan
Remaja
1. Kesehatan
Reproduksi dan
Seksual
2. HIV-AIDS
3. GIZI
4. ZAT ADIKTIF
(rokok, alkohol,
narkoba)
5. Kekerasan dan
Kecelakaan
6. Kesehatan
Mental
7. Kebersian
41
Gizi
Aktifitas Fisik
Kesehatan
Reproduksi
Rokok,
alkohol
NAPZA
Kesehatan
Mental
MASALAH
KESEHATA
N
Penjaringan kesehatan
Jumat pagi :
- Pengawasan Kantin
dan PKL
- Kebun sekolah
Pergantian Jam Pelajaran
Setiap Hari
- Peregangan pergantian
JPL
1. Tersedianya air bersih
2. Tersedianya jamban memadai
3. Tersedianya sarana cuci tangan
memadai
4. Tersedianya kantin sehat
5. Pengelolaan sampah
5. Terlaksananya aktifitas fisik di luar
JP OR
6. Terlaksananya penjaringan &
pemeriksaan berkala,
7. Siswi mengkonsumsi Tablet
Tambah Darah
8. Terlaksananya diversifikasi
kurikulum kespro remaja
9. Diterapkannya senyum, salam,
sapa, sopan santun
10. Kawasan tanpa rokok
11. Kawasan tanpa napza
12. Tidak ada tawuran dan bullying
13. Terlaksananya sarapan bersama
di sekolah 1 kali setiap minggu
dengan pola gizi seimbang
14. Terlaksananya partisipasi kader
kesehatan sekolah
15. Menurunnya jumlah hari absen
sakit
Jam literasi minimal 1
kali/minggu :
- Baca buku rapor, life
skill
- sarapan bersama
- Pemberian TTD
Ekstra kurikuler
- ekskul
olahraga/beladiri
- Konselor sebaya/KKR
PHBS
MODEL SEKOLAH/MADRASAH
SEHAT
TINGKAT SMP-SMA
Terintegrasi Mata
Pelajaran
- Life Skill
- Kesehatan Reproduksi
Pembinaan guru
Jam istirahat
- Aktifitas fisik
- Konseling berhenti
merokok
DATA PENJARINGAN 2018
PASAL 6 : SPM BIDANG KESEHATAN
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
SPM Kab/Kota :
Pelayanan Kesehatan Usia
Pendidikan Dasar
PERNYATAAN STANDAR
• Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai standar. Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota wajib melakukan pelayanan kesehatan
sesuai standar pada anak usia pendidikan dasar di
dalam dan luar satuan pendidikan dasar di wilayah kerja
kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun ajaran
• Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar sesuai standar
meliputi :
1. Skrining kesehatan.
2. Tindaklanjut hasil skrining kesehatan.
46
PELAYANAN KESEHATAN USIA PENDIDIKAN DASAR
Dilakukan pada anak usia setingkat kelas 1 sampai dengan kelas 9
di sekolah minimal satu kali dalam satu tahun ajaran dan usia 7
sampai 15 tahun diluar sekolah.
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja

More Related Content

Similar to materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja

pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.pptpentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
ErickUntono
 
Kesehatan Reproduksi Remaja dan Dampak pernikahan dini.pptx
Kesehatan Reproduksi Remaja dan Dampak pernikahan dini.pptxKesehatan Reproduksi Remaja dan Dampak pernikahan dini.pptx
Kesehatan Reproduksi Remaja dan Dampak pernikahan dini.pptx
AyuKartikasari10
 
siklus reproduksi.pptx
siklus reproduksi.pptxsiklus reproduksi.pptx
siklus reproduksi.pptx
willyastriana
 
kespro pada remajaa.pptx
kespro pada remajaa.pptxkespro pada remajaa.pptx
kespro pada remajaa.pptx
Fifi780730
 
Asuhan reproduksi remaja & permasalahannya
Asuhan reproduksi remaja & permasalahannyaAsuhan reproduksi remaja & permasalahannya
Asuhan reproduksi remaja & permasalahannya
Norma Gadaffi Duallo
 
PPT-UEU-Dasar-dasar-Kesehatan-Reproduksi-Pertemuan-10.pdf
PPT-UEU-Dasar-dasar-Kesehatan-Reproduksi-Pertemuan-10.pdfPPT-UEU-Dasar-dasar-Kesehatan-Reproduksi-Pertemuan-10.pdf
PPT-UEU-Dasar-dasar-Kesehatan-Reproduksi-Pertemuan-10.pdf
khoirul41
 
KESEHATAN REPRODUKSI.pptx
KESEHATAN REPRODUKSI.pptxKESEHATAN REPRODUKSI.pptx
KESEHATAN REPRODUKSI.pptx
widyasari60
 
Perkembangan Peserta Didik
Perkembangan Peserta DidikPerkembangan Peserta Didik
Perkembangan Peserta Didik
Tutik SR
 
1. KESPRO REMAJA_Pertemuan Posrem Juli 22.pptx
1. KESPRO REMAJA_Pertemuan Posrem Juli 22.pptx1. KESPRO REMAJA_Pertemuan Posrem Juli 22.pptx
1. KESPRO REMAJA_Pertemuan Posrem Juli 22.pptx
WuriPaparazie
 
Makalah-Kesehatan-Reproduksi-wanita.docx
Makalah-Kesehatan-Reproduksi-wanita.docxMakalah-Kesehatan-Reproduksi-wanita.docx
Makalah-Kesehatan-Reproduksi-wanita.docx
zainulandri1
 
kespro remaja pkm brb [Autosaved] (1).pptx
kespro remaja pkm brb [Autosaved] (1).pptxkespro remaja pkm brb [Autosaved] (1).pptx
kespro remaja pkm brb [Autosaved] (1).pptx
AfnhyLalophierz
 
Kespro dr.rinny
Kespro dr.rinnyKespro dr.rinny
Kespro dr.rinny
Rinny rinnyoktafiani
 
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didikTugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Adriana Dwi Ismita
 
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi RemajaKesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Annisa Ningrum
 
PPT KESPRO REMAJA_compressed.pdf
PPT KESPRO REMAJA_compressed.pdfPPT KESPRO REMAJA_compressed.pdf
PPT KESPRO REMAJA_compressed.pdf
yuni517187
 
kespro
kesprokespro
kespro
gue123451
 
Fisiologi anak2
Fisiologi anak2Fisiologi anak2
Fisiologi anak2
TeukuAmarullah2
 
P5 pertumbuhan dan perkembangbiakkan manusia
P5 pertumbuhan dan perkembangbiakkan manusiaP5 pertumbuhan dan perkembangbiakkan manusia
P5 pertumbuhan dan perkembangbiakkan manusia
DIAH KOHLER
 
It
ItIt
It
resiy
 

Similar to materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja (20)

pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.pptpentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
 
Kesehatan Reproduksi Remaja dan Dampak pernikahan dini.pptx
Kesehatan Reproduksi Remaja dan Dampak pernikahan dini.pptxKesehatan Reproduksi Remaja dan Dampak pernikahan dini.pptx
Kesehatan Reproduksi Remaja dan Dampak pernikahan dini.pptx
 
siklus reproduksi.pptx
siklus reproduksi.pptxsiklus reproduksi.pptx
siklus reproduksi.pptx
 
kespro pada remajaa.pptx
kespro pada remajaa.pptxkespro pada remajaa.pptx
kespro pada remajaa.pptx
 
Asuhan reproduksi remaja & permasalahannya
Asuhan reproduksi remaja & permasalahannyaAsuhan reproduksi remaja & permasalahannya
Asuhan reproduksi remaja & permasalahannya
 
PPT-UEU-Dasar-dasar-Kesehatan-Reproduksi-Pertemuan-10.pdf
PPT-UEU-Dasar-dasar-Kesehatan-Reproduksi-Pertemuan-10.pdfPPT-UEU-Dasar-dasar-Kesehatan-Reproduksi-Pertemuan-10.pdf
PPT-UEU-Dasar-dasar-Kesehatan-Reproduksi-Pertemuan-10.pdf
 
KESEHATAN REPRODUKSI.pptx
KESEHATAN REPRODUKSI.pptxKESEHATAN REPRODUKSI.pptx
KESEHATAN REPRODUKSI.pptx
 
Perkembangan Peserta Didik
Perkembangan Peserta DidikPerkembangan Peserta Didik
Perkembangan Peserta Didik
 
1. KESPRO REMAJA_Pertemuan Posrem Juli 22.pptx
1. KESPRO REMAJA_Pertemuan Posrem Juli 22.pptx1. KESPRO REMAJA_Pertemuan Posrem Juli 22.pptx
1. KESPRO REMAJA_Pertemuan Posrem Juli 22.pptx
 
Makalah-Kesehatan-Reproduksi-wanita.docx
Makalah-Kesehatan-Reproduksi-wanita.docxMakalah-Kesehatan-Reproduksi-wanita.docx
Makalah-Kesehatan-Reproduksi-wanita.docx
 
kespro remaja pkm brb [Autosaved] (1).pptx
kespro remaja pkm brb [Autosaved] (1).pptxkespro remaja pkm brb [Autosaved] (1).pptx
kespro remaja pkm brb [Autosaved] (1).pptx
 
Kespro dr.rinny
Kespro dr.rinnyKespro dr.rinny
Kespro dr.rinny
 
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didikTugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didik
 
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi RemajaKesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
 
PPT KESPRO REMAJA_compressed.pdf
PPT KESPRO REMAJA_compressed.pdfPPT KESPRO REMAJA_compressed.pdf
PPT KESPRO REMAJA_compressed.pdf
 
kespro
kesprokespro
kespro
 
Fisiologi anak2
Fisiologi anak2Fisiologi anak2
Fisiologi anak2
 
P5 pertumbuhan dan perkembangbiakkan manusia
P5 pertumbuhan dan perkembangbiakkan manusiaP5 pertumbuhan dan perkembangbiakkan manusia
P5 pertumbuhan dan perkembangbiakkan manusia
 
It
ItIt
It
 
It
ItIt
It
 

Recently uploaded

MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
AdeWahyuni13
 
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptxSlide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
xyurashi05
 
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdfPPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
adrianadiyansyah36
 
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjilPerubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
indunretnowati2
 
Paparan MPLS PPKSP Jenjang SMA_SMK (Guru ke Siswa).pdf
Paparan MPLS PPKSP Jenjang SMA_SMK (Guru ke Siswa).pdfPaparan MPLS PPKSP Jenjang SMA_SMK (Guru ke Siswa).pdf
Paparan MPLS PPKSP Jenjang SMA_SMK (Guru ke Siswa).pdf
MuhammadAzka22
 
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdfKARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
SUZIEWATIBTMATYAAKUP
 
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
SeptiaGalaxy
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
bamboekuning
 
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptxPENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
SMANSinunukan
 
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
KartikaNurlailaRahma
 
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptxMATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
ratna693450
 
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptxMateri Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
HeryatyLumenta2
 
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptxMateri Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
SudaryonoSudaryono9
 
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.pptKENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
agusmustofa20
 
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptxpowerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
juliechunnie
 
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
WahyuajengSarastika
 
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
wilda108450
 
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
ROFIK24
 
CP DAN ATP TJKT X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
CP DAN ATP TJKT  X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docxCP DAN ATP TJKT  X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
CP DAN ATP TJKT X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
NissaAprilia2
 

Recently uploaded (20)

MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
 
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptxSlide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
Slide Pengantar Filsafat IlmuKelompok 8.pptx
 
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdfPPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
 
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjilPerubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
Perubahan Sosial kelas 9 di SMP kurikulum merdeka semester ganjil
 
Paparan MPLS PPKSP Jenjang SMA_SMK (Guru ke Siswa).pdf
Paparan MPLS PPKSP Jenjang SMA_SMK (Guru ke Siswa).pdfPaparan MPLS PPKSP Jenjang SMA_SMK (Guru ke Siswa).pdf
Paparan MPLS PPKSP Jenjang SMA_SMK (Guru ke Siswa).pdf
 
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdfKARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
 
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
 
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
 
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptxPENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
PENGENALAN OSIS DAN EKSTRAKURIKULER - Presentasi.pptx
 
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
 
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptxMATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
 
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptxMateri Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
 
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptxMateri Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
 
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.pptKENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
KENAKALAN REMAJA DAN ANTISIPASINYA 2024.ppt
 
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptxpowerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
powerpoint MPLS belajar efektif untuk smp.pptx
 
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
 
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
 
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
 
CP DAN ATP TJKT X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
CP DAN ATP TJKT  X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docxCP DAN ATP TJKT  X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
CP DAN ATP TJKT X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
 

materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja

  • 2.  Pertumbuhan fisik remaja yang spesifik baik laki-laki maupun perempuan  Perbedaan pertumbuhan fisik laki-laki dan perempuan adalah pada pertumbuhan organ reproduksi dan penampilan yang berbeda, serta bentuk tubuh yang berbeda akibat berkembangnya tanda seks sekunder.  Pertumbuhan fisik anak perempuan paling pesat pada usia 10 tahun, dan paling cepat terjadi pada usia 12 tahun. Sedang pada laki-laki, 2 tahun lebih lambat mulainya  Pertumbuhan fisik anak perempuan dan laki-laki tidak sejalan dengan perkembangan emosionalnya Masa remaja dibedakan dalam: Masa remaja awal : 10 – 13 tahun Masa remaja tengah : 14 – 16 tahun Masa remaja akhir : 17 – 19 tahun Masa Remaja = Masa Pubertas Growth Spurt
  • 3. PERUBAHAN FISIK MASA REMAJA  Setengah berat badan dewasa diperoleh pada saat pubertas  Peningkatan tinggi badan 15-20% tinggi akhir  Komposisi tubuh berubah  Remaja laki-laki: penambahan masa otot sehingga persentase masa lemak turun 12%  Remaja perempuan mengalami peningkatan masa lemak sehingga persentase masa lemak meningkat  Pemantauan pertumbuhan menggunakan tinggi badan, berat badan, indeks masa tubuh (IMT)
  • 4. Pencacatan Pemeriksaan Status Gizi (BB, TB, IMT, dan TB/U) pada buku Rapor Kesehatanku
  • 5. STADIUM PUBERTAS (TANNER STAGE) REMAJA PEREMPUAN Stadium Pubertas pada perempuan (Pertumbuhan Payudara) Stadium 1 Hanya berupa penonjolan puting dan sedikit pembengkakan jejaring dibawahnya, stadium ini terjadi pada usia 10 – 12 tahun Stadium 2 Payudara mulai sedikit membesar di sekitar puting dan areola (daerah hitam di seputar puting), disertai perluasan areola. Stadium 3 Areola, puting susu dan jejaring payudara semakin menonjol dan membesar, tetapi areola dan puting masih belum tampak terpisah dari jejaring sekitarnya Stadium 4 Puting susu dan areola tampak menonjol dari jejaring sekitarnya. Stadium 5 Stadium matang, papila menonjol, areola melebar, jejaring payudara membesar dan menonjol membentuk payudara dewasa. Stadium Pubertas pada perempuan (Pertumbuhan Prambut Pubis) Stadium 1 Bulu halus pubis, tetapi tidak mencapai dinding abdomen Stadium 2 Pertumbuhan rambut tipis panjang, halus agak kehitaman atau sedikit keriting, tampak sepanjang labia. Stadium 3 Rambut lebih gelap, lebih kasar, keriting dan meluas sampai batas pubis. Stadium 4 Rambut sudah semakin dewasa, tetapi tak ada pertumbuhan ke arah permukaan medial paha Stadium 5 Rambut pubis dewasa, terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik, penyebaran mencapai bagian medial paha..
  • 6. STADIUM PUBERTAS (TANNER STAGE) PADA REMAJA LAKI LAKI Stadium I Umur 10 – 11 tahun Ukuran penis testis dan skrotum masih sama dengan anak Stadium II Umur 12 – 13 tahun Skrotum dan testis membesar, perubahan permukaan kulit skrotum menjadi berwarna lebih gelap Stadium III Umur 13 – 14 tahun Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar, kepala penis menjadi lebih besar dan berwarna semakin gelap. Rambut pubis dan sekitar penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. Kadang mulai timbul kumis Stadium IV Umur 14 – 15 tahun Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Pembesaran testis terus berlanjut. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa, tebal, kasar dan keriting. Mulai terjadi ejakulasi pertama kali, mimpi basah. Rambut di lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. Suara menjadi lebih dalam. Stadium V Umur 16 tahun Pada saat ini tinggi badan, besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran dewasa. Rambut mulai tumbuh dibadan dan makin lama makin banyak, disamping juga rambut pubis dan lengan bawah. Rambut pubis terdistribusi berbentuk segitiga terbalik. Rambut daerah muka sudah mulai berhenti pertumbuhannya. Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara. Hal ini tidak perlu dicemaskan, karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Anak laki-laki akan sering mengalami ereksi tidka terkendali dan mimpi basah.
  • 7. PUBERTAS Pubertas lebih awal (< 8 tahun untuk perempuan dan < 9 tahun untuklaki- laki) atau lebih lambat (> 13 tahun untuk perempuan dan >14 tahun untuk laki-laki) memerlukan pemeriksaanlebih lanjut
  • 8. CARA MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI Cara Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi bagi remaja antara lain  Mengganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari.  Menggunakan handuk yang bersih, kering, tidak lembab/bau.  Membersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan handuk atau tissue.  Khusus untuk perempuan, dianjurkan :  Menggunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan tidak berbahan sintetik  Menggunakan pembalut ketika menstruasi, dan menggantinya paling lama setiap 4 jam atau setelah buang air  Tidak memakai panty liner dalam waktu lama.  Tidak terlalu sering menggunakan cairan pembilas vagina  Bagi perempuan yang sering keputihan, berbau dan berwarna harap memeriksakan diri ke petugas kesehatan  Bagi laki-laki dianjurkan untuk disunat
  • 9. CARA MENGHINDARKAN DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL  Banyaknya kasus-kasus kekerasan seksual saat ini mendorong tenaga kesehatan untuk aktif mengajarkan cara menghindarkan diri dari kekerasan bagi anak usia sekolah dan remaja 1. Tidak ada satu orang pun yang boleh melihat atau menyentuh anggota tubuhmu yang bersifat ‘pribadi’seperti bibir dan area yang tertutup oleh pakaian dalam seperti payudara, alat kelamin (vagina, penis, bokong) 2. Teriak dan katakan tidak mau apabila ada seseorang yang ingin melihat/menyentuh di area pribadimu 3. Lari dan teriak minta tolong apabila ada seseorang yang ingin melihat/menyentuh area pribadimu 4. Laporkan pada orang tua / orang dewasa yang kamu percayai apabila ada orang yang selalu memberimu hadiah, memintamu menyimpan rahasia dan berusaha berduaan saja dengan mu. Tidak boleh dirahasiakan 5. Pastikan orang tua atau orang dewasa yang kamu percayai mengambil tindakan untuk membantumu 6. Simpan nomor telepon orang tua dan orang dewasa yang kamu percayai untuk dihubungi apabila ada keadaan darurat Area Pribadi :  Bibir  Payudara  Alat Kelamin  Bokong
  • 10. HINDARI SEKS PRANIKAH Dengan masuknya remaja dalam tahap pubertas dan adanya perubahan psikis pada remaja dan mudahnya remaja mengakses media informasi/internet. Tenaga kesehatan perlu untuk membimbing dan mengedukasi remaja agar menghindari seks pra nikah Bimbing / anjurkan remaja untuk :  Memperkuat iman dan takwa  Memahami tugas utamanya : belajar, membantu orang tua  Manfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan/aktifitas positif seperti : olah raga, keagamaan, seni, organisasi  Hindari perbuatan –perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh temannya, membaca majalah porno, menonton video/film porno, berduaan di tempat sepi, dll Seks Pra Nikah bisa mengakibatkan:  Kehamilan yang tidak diinginkan (Ktd)  Penyakit menular seksual  Aborsi  Putus sekolah  Risiko akibat kehamilan dan persalinan lainnya (anemia, prematur, BBLR, stunting dll)  Dampak kejiwaan lainnya
  • 11. 11 ANU NG utk Raker nas UKS 2015 RISIKO KEHAMILAN USIA REMAJA DIBANDINGKAN DENGAN USIA DEWASA RISIKO KEHAMILAN USIA REMAJA DIBANDINGKAN DENGAN USIA DEWASA (Kurang dari 20 Tahun) Kehamilan remaja 4,5 kali berpeluang terjadinya kehamilan risiko tinggi Preeklamsia 2-5 kali lebih berpeluang terjadi Kerusakan otak janin dan gangguan tumbuh kembang bayi akibat kekurangan yodium Partus macet (“Obstucted Labor”) Disproporsi panggul dengan kepala janin (“Cephalo pelvic disproportion”) Kontraksi rahim tidak optimal Kelahiran Prematur lebih banyak terjadi pada remaja Bayi lahir dengan berat lahir rendah (dibawah 2.500 gram) Risiko kematian saat melahirkan 2 kali lebih besar Pernikahan anak usia <19 tahun mempunyai risiko 2-8 x lebih besar untuk tertular penyakit menular seksual Malposisi Janin Angka kelahiran pada usia 15-19 tahun ialah 48 per 1000 kelahiran (dari sekitar 4,5 juta bayi lahir dalam setahun di Indonesia, 2,3 juta berasal Dari pasangan yang menikah dini Angka kematian ibu 359 per 100.000 kelahiran hidup Angka Kematian bayi 32 per 1.000 kelahiran hidup Sumber Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 Angka perkawinan Usia dini masih tinggi : Kelompok umur 15-19 tahun 46,7 % Kelompok umur 10-14 tahun 5 %
  • 12. Proses reproduksi manusia yang bertanggung jawab sangat dipengaruhi oleh kesiapan :  Fisik Keadaan yang paling baik bagi seseorang untuk memiliki anak, dimana pertumbuhan tubuh dan organ reproduksi telah sempurna yaitu pada perempuan antara usia 20-35 tahun dan pad laki-laki bila telah mencapai usia 25 tahun.  Jiwa Kesiapan jiwa dimana perempuan dan laki-laki merasa ingin mempunyai anak dan merasa telah siap untuk menjadi orang tua yang bertangungjawab dalam mengasuh dan mendidik anaknya.  Sosial ekonomi Secara ideal jika seorang bayi dilahirkan maka ia akan membutuhkan tidak hanya kasih sayang orang tuanya, tetapi juga sarana yang membuatnya bisa tumbuh dan berkembang. Bayi membutuhkan tempat tinggal yang tetap. Karena itu pasangan dikatakan siap secara social ekonomi jika ia bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian, makan minum, tempat dan kebutuhan pendidikan bagi anaknya. Ketiga hal tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan sejahtera, saling menyayangi, berpindidikan dan berkecukupan. 3) Kesehatan Reproduksi yang Bertangungjawab
  • 15. KEGIATAN PELAYANAN KESPRO REMAJA Pelayanan kesehatan bagi remaja termasuk pelayanan kespro dilaksanakan: - Indoor : di poli PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) - Outdoor : melalui UKS ( Usaha Kesehatan Sekolah) dan Penjaringan anak sekolah
  • 16. Situasi Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja
  • 20. CUKUPKAH PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP DI SEKOLAH? PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT(PKHS) DI SEKOLAH YA TIDAK TDK TAHU Pernah diajarkan di kelas tentang menghindari pelecehan 63,62 22,81 13,57 Pernah diajarkan di kelas apa yang dilakukan jika seseorang mencoba memaksa untuk melakukan hubungan seksual pada anak SMP dan SMA 20,38 61,24 18,38 Pernah diajarkan di kelas tentang menahan rasa marah selama tahun ajaran sekolah pada anak SMP dan SMA 65,08 23,63 11,29 Pernah diajarkan di kelas bagaimana mengatakan pada seseorang bahwa tidak ingin melakukan hubungan intim seperti suami istri dengannya 36,33 28,33 35,34 Pernah diajarkan di kelas mengenai infeksi HIV atau AIDS pada anak SMP dan SMA 54,08 32,01 13,02 Pernah diajarkan di kelas cara mencegah HIV atau AIDS? 54,27 32,04 13,69 Sumber: GSHS 2015
  • 21. Kebijakan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja
  • 23. INDIKATOR NASIONAL KESEHATAN USIA SEKOLAH DAN REMAJA DOKUMEN INDIKATOR TARGET 2015 2016 2017 2018 2019 Perpres no 2/ 2015 RPJMN 2015-2019 Persentase Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan untuk peserta didik kelas I, VII, dan X 30% 40% 50% 55% 60% Kepmenkes No. HK.02.02/Menkes/ 52/2015 Renstra Kemenkes 2015- 2019 Persentase Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan untuk peserta didik kelas I 50% 55% 60% 65% 70% Persentase Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan untuk peserta didik kelas VII, dan X 30% 40% 50% 55% 60% Persentase Puskesmas yang menyelenggarakan kegiatan kesehatan remaja 25% 30% 35% 40% 45% Persentase remaja puteri yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) 10% 15% 20% 25% 30% Menurunnya prevalensi merokok pada pada usia ≤ 18 tahun 5,4% PP No 2 Tahun 2018 tentang SPM Peserta didik kelas 1 sampai kelas 9 mendapatkan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala 100%
  • 25. TUJUAN KHUSUS : Meningkatkan komitmen dan koordinasi Meningkatkan pemahaman permasalahan keseha tan yg mengancam usekrem Meningkatkan pemahaman kekuatan dan tantang an kebijakan Pemberian arah dan motivasi Mempromosikan pendekatan berbasis HAM  pengadaan data dan penelitian TUJUAN UMUM Sebagai pedoman untuk memberi arah bagi pema ngku kepentingan dalam penguatan kebijakan, per encanaan dan pelaksanaan Program Kes Usia sek olah dan Remaja 2017 - 2019 SASARAN UTAMA : Kementerian dan Lem baga pemerintah/ non pemerintah (ormas, or ganisasi profesi, swas ta, lembaga penelitian dll) SASARAN TIDAK LANGS UNG: Orang Tua, Wali Pendi dik, Masyarakat, Anak Usia Sekolah Dan Rem aja RAN 25 Permenko PMK No 1 / 2018
  • 26. PENINGKATAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA (PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA) - Intrakurikuler : integrasi mata pelajaran - Ekstrakurikuler: Dokcil/KKR/PMR/Pramuka/ SBH - Rapor kesehatanku ( SD/SMP/SMA) - Penjaringan kesehatan, pemeriksaan berkala - Bulan imunisasi anak sekolah - Tablet tambah darah remaja puteri - Rujukan ke Puskesmas/RS Air bersih, jamban sehat, sarana CTPS; lingkungan sekolah bebas rokok; kantin/warung sehat, pemanfaatan pekarangan sekolah dll •KIE, penjaringan kes, pemeriksaan berkala, imunisasi, tablet tambah darah, kesling, pertolongan pertama dll •Kader Kesehatan / konselor sebaya/ dokter kecil Remaja di sekolah (UKS, Pramuka, SBH, PMR) • KIE, skrining awal/ penjaringan kes, pemeriksaan berkala • Konselor sebaya • Kader kesehatan Remaja di luar sekolah (Panti/ LKSA, RPSA, LPAS, LPKA, Pelayanan di dalam gedung Puskesmas Pelayanan di luar gedung Puskesmas 26 JENIS KEGIATAN PKPR KONSELING KONSEL OR SEBAYA KLINI S MEDI S PKHS KIE RUJUKAN / RS Pendidikan Kesehatan Pelayanan Kesehatan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
  • 28. PUSKESMAS PKPR Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan remaja, dengan memenuhi 3 kriteria berikut: 1. Memiliki Tenaga Kesehatan Terlatih/Terorientasi PKPR 2. Memiliki pedoman PKPR 3. Melakukan pelayanan konseling pada remaja •28
  • 29. Jenis Kegiat an KONSELING Partisipasi remaja melalui pembinaan konselor sebaya Pendidikan Ketrampilan Hidup Sehat (PKHS) Pelayanan Klinis Medis (termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukan) Pemberian KIE Rujukan Medis, Sosial dan Hukum
  • 30. Paket Pelayanan PKPR ONE STOP SERVICE Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (meliputi infeksi menular seksual/IMS, HIV-AIDS) termasuk seksualitas dan pubertas Pelayanan Gizi (anemia, kekurangan dan kelebihan gizi) termasuk konseling dan edukasi Pelayanan kesehatan jiwa remaja meliputi masalah psikososial, gangguan jiwa, dan kualitas hidup Tumbuh kemban g remaja Pencegahan dan penanggulanga n kehamilan remaja Deteksi dan penanganan kekerasan terhadap remaja Pencegahan dan penanggulanga n Napza Deteksi dan penanganan tuberculosis Deteksi dan penanganan kecacingan Skrining status imunisasi (TT) pada remaja
  • 31. 5/30/2016 31 PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA Buku pegangan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader Kesehatan Remaja terkait PKHS dan 8 isu kesehatan Panduan bagi tenaga kesehatan dalam menyelenggara kan posyandu remaja BUKU MTPKR Rujukan praktis tenaga kesehatan dalam menangani masalah kesehatan remaja secara efektif, Pedoman bagi remaja dalam menghadapi Panduan bagi pembinaan Krida Bina Keluarga Sehat Panduan Standar Nasional Pelaksanaan PKPR di Puskesmas Pedoma n di Panti, Lapas
  • 32. •SDM kesehatan •Fasilitas Kesehatan •Remaja •Jejaring •Manajemen Kesehatan PUSKESMAS PKPR  Mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan dalam menyelenggarakan PKPR.  Melakukan upaya yang spesifik untuk menanggulangi kekurangan dan kelemahan dalam penyelenggaraan PKPR.  Meningkatkan mutu PKPR yang diselenggarakan secara berkesinambungan. TUJUAN Paripurna  nilai ≥ 80%, Optimal  nilai 60% - 79,9 % Minimal  nilai <60% 32
  • 33. (keselamatan) PENDEKATAN HEEADSSS  Pendekatan HEEADSSS dilakukan untuk mendeteksi masalah remaja yang sering tidak diungkapkan bila tidak digali dengan baik.  Pertanyaan - pertanyaan HEEADSSS bertujuan memandu tenaga kesehatan untuk bertanya mengenai aspek- aspek penting (masalah di rumah atau anggota keluarga/kerabat yang serumah) (sekolah/pendidikan)/ Employment (tempat kerja/pekerjaan) (pola makan) (aktivitas sehari-hari) (penggunaan rokok, alkohol, narkoba) (aktivitas seksual) dorongan bunuh diri, termasuk masalah depresi pada remaja) KONSELING Home Education Eating &exercise Activity Drugs Sexuality Suicide Safety
  • 34. Pelayanan Kesehatan Remaja di Masyarakat Upaya kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup Sasaran : REMAJA UMUR 10 - 18 Tahun Meja(1) pendaftaran Meja (2) pengukura n Meja (3) pencatatan Meja (4) pelayanan kesehatan Meja (5) KIE seperti penyuluhan, pemutaran Jumlah Kader dan anggota Kader remaja minimal 5 orang Klien maksimal 50 remaja 8 materi utama pada meja penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Jiwa/ NAPZA Gizi Aktivitas Fisik PKHS Pencegahan Kekerasan PTM Isu Kesehatan lain Dilaksanakan 1 (SATU) kali setiap bulan
  • 37. • Literasi Kesehatan menggunakan Buku Rapor Kesehatanku • Pembiasaan Hidup Bersih (Cuci tangan pakai sabun, sikat gigi, menjaga kebersihan kuku) • Sarapan Bersama Bergizi Seimbang • Aktifitas Fisik (Peregangan, senam bersama) • Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS) TRIAS UKS PELAYANAN KESEHATAN PEMBINAAN LINGKUNGAN SEHAT PENDIDIKAN KESEHATAN • Pembinaan kantin • Kebun sekolah • Pembinaan sanitasi sekolah • Pemberantasan sarang nyamuk • Penerapan Kawasan Tanpa Rokok dan NAPZA Penerapan Trias UKS Peraturan Bersama 4 Menteri (Menkes, Mendikbud, Menag, Mendagri) tentang UKS tahun 2014  Penjarkes dan Pemeriksaan Berkala  Imunisasi  Pemberain Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri  Pemberian obat cacing
  • 38. 5/30/2016 38 PEDOMAN KESEHATAN SEKOLAH Buku Rapor Kesehatanku seri Informasi dan Catatan Kesehatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Buku Pegangan Guru terkait kesehatan reproduksi terintegrasi kurikulum/ekstrakurikulum Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat Mengajarkan 10 keterampilan psikososial. Terintegrasi mata pelajaran guru BK Pedoman Akselerasi Pembinaan dan Pelaksanaan UKS Panduan tenaga kesehatan dalam melaksanaka n Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala Panduan untuk menggunakan Buku Rapor Kesehatanku seri informasi dan catatan kesehatan
  • 39. Penerapan Model Sekolah Sehat Model Sekolah/Madrasah Sehat merupakan Penerapan kegiatan UKS (Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat) secara kongkrit Terintegrasi dalam Kegiatan Keseharian Sekolah Tahapan Pembentukan Model Sekolah/Madrasah Sehat MODEL SEKOLA H SEHAT 1. ASSESMENT AWAL 2. WORKSHOP HASIL ASSESMENT 3. ORIENTA TEKNIS BA SEKOLAH D PUSKESM 4. SOSIALISASI ORANG TUA/ KOMITE SEKOLAH 5.IMPLEMENTASI 6. BIMBINGAN TEKNIS 7. ASSESMENT AKHIR 8. EVALUASI LINTAS PROGRAM LINTAS SEKTOR PEMDA 2017 2018 2019 PENGHARG AAN SEKOLAH/ MADRASAH SEHAT 340 SD/MI 10 PILOT SMP+ PILOT NGO 340+340 SD/MI 340 SMP/SMA 340+340 +340SD/MI
  • 40. MODEL SEKOL AH SEHAT KEGIATAN MASALAH KESEHATA N USIA SEKOLAH DAN REMAJA 1. 5S (senyum,salam,sapa,sopan,santu) 2. Literasi Buku Rapor Kesehatanku 3. PHBS (cuci tangan dan sikat gigi bersama) 4. Sarapan bersama (membawa bekal)bergizi seimbang 5. Tablet Tambah Darah (SMP & SMA) 6. Obat Cacing (SD) Imunisasi 7. Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala 8. Peregagan di sela jam belajar dan Ekskul Olahraga 9. Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Ketrampilan Hidup Sehat 10.Pembinaan Kantin Sehat dan PKL 11.Pembinaan Kader Kesehatan Remaja 1. Kesehatan Reproduksi dan Seksual 2. HIV-AIDS 3. GIZI 4. ZAT ADIKTIF (rokok, alkohol, narkoba) 5. Kekerasan dan Kecelakaan 6. Kesehatan Mental 7. Kebersian
  • 41. 41 Gizi Aktifitas Fisik Kesehatan Reproduksi Rokok, alkohol NAPZA Kesehatan Mental MASALAH KESEHATA N Penjaringan kesehatan Jumat pagi : - Pengawasan Kantin dan PKL - Kebun sekolah Pergantian Jam Pelajaran Setiap Hari - Peregangan pergantian JPL 1. Tersedianya air bersih 2. Tersedianya jamban memadai 3. Tersedianya sarana cuci tangan memadai 4. Tersedianya kantin sehat 5. Pengelolaan sampah 5. Terlaksananya aktifitas fisik di luar JP OR 6. Terlaksananya penjaringan & pemeriksaan berkala, 7. Siswi mengkonsumsi Tablet Tambah Darah 8. Terlaksananya diversifikasi kurikulum kespro remaja 9. Diterapkannya senyum, salam, sapa, sopan santun 10. Kawasan tanpa rokok 11. Kawasan tanpa napza 12. Tidak ada tawuran dan bullying 13. Terlaksananya sarapan bersama di sekolah 1 kali setiap minggu dengan pola gizi seimbang 14. Terlaksananya partisipasi kader kesehatan sekolah 15. Menurunnya jumlah hari absen sakit Jam literasi minimal 1 kali/minggu : - Baca buku rapor, life skill - sarapan bersama - Pemberian TTD Ekstra kurikuler - ekskul olahraga/beladiri - Konselor sebaya/KKR PHBS MODEL SEKOLAH/MADRASAH SEHAT TINGKAT SMP-SMA Terintegrasi Mata Pelajaran - Life Skill - Kesehatan Reproduksi Pembinaan guru Jam istirahat - Aktifitas fisik - Konseling berhenti merokok
  • 43. PASAL 6 : SPM BIDANG KESEHATAN
  • 45. SPM Kab/Kota : Pelayanan Kesehatan Usia Pendidikan Dasar
  • 46. PERNYATAAN STANDAR • Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib melakukan pelayanan kesehatan sesuai standar pada anak usia pendidikan dasar di dalam dan luar satuan pendidikan dasar di wilayah kerja kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun ajaran • Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar sesuai standar meliputi : 1. Skrining kesehatan. 2. Tindaklanjut hasil skrining kesehatan. 46 PELAYANAN KESEHATAN USIA PENDIDIKAN DASAR Dilakukan pada anak usia setingkat kelas 1 sampai dengan kelas 9 di sekolah minimal satu kali dalam satu tahun ajaran dan usia 7 sampai 15 tahun diluar sekolah.

Editor's Notes

  1. Data menunjukkan sebagian dari penyumbang tingginya AKB dan AKI adalah mereka yang berasal dari kelompok usia remaja (Angka kelahiran pada usia 15-19 tahun ialah 48 per 1000 kelahiran – dari sekitar 4,5 juta bayi lahir dalam setahun di Indonesia, 2,3 juta berasal dari pasangan yang menikah dini. Angka Kematian Bayi dari ibu berusia < 20 tahun adalah 50 per 1000 kelahiran hidup).
  2. Bapak/Ibu yang Terhormat, Dasar Hukum untuk pelaksanaan UKS/M yang kita miliki sebenarnya telah cukup banyak, antara lain : UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Perpres No 2 Tahun 2015 tentang RPJMN tahun 2015 – 2019 yang diantaranya memasukkan Penjaringan Kesehatan (pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik kelas 1, 7 dan 10) yang juga merupakan salah satu kegiatan UKS sebagai indikator pembangunan nasional Inpres No 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Pada Inpres ini Presiden menginstruksikan kepada 12 K/L termasuk Gubernur dan Bupati untuk melaksanakan Kegiatan-kegiatan Germas termasuk UKS yang pada inpres merupakan kewajiban sektor kemendikbud, kemenag dan pemda Kepmenkes No HK.02.02/MENKES/52/2015 tentang Renstra Kementerian Kesehatan Tahun 2015 – 2019 yang memasukkan penjaringan kesehatan, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, dll sebagai upaya kesehatan untuk anak usia sekolah dan remaja untuk mencapai indikator pembangunan nasional Permenkes No 25 tahun 2014 tentang upaya kesehatan anak yang menyatakan pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja dilakukan paling sedikit melalui UKS dan PKPR Telah ada pula Permenko PMK tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja Tahun 2017 – 2019 yang berisi 8 isu kesehatan terkait usia sekolah dan remaja dan upaya/strategi yang perlu dilakukan K/L untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah dan remaja
  3. Saudara Sekalian, Sasaran langsung dari RAN ini adala berbagai pemangku kepentingan terkait kesehatan anak usia sekolah dan remaja, sedang kan sasaran tidak langsungnya adalah orangtua guru masyarakat dan anak usias ekolah-remaja itu sendiri Tujuan umum dibuat RAN ini adalah untuk pedoman untuk memberikan arah pada semua pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan anak usia sekolah dan remaja di tahun 2016-2020. Tujuan khusus dari RAN ini adalah Memberikan gambaran kesempatan dan tantangan dalam meningkatkan kesehatan anak usia sekolah dan remaja berdasarkan analisis situasi berbasis bukti terkini yang ada. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap keberagaman situasi serta permasalahan kesehatan yang mengancam atau sedang dihadapi oleh anak usia sekolah dan remaja termasuk keberagaman faktor pendukungnya yang mencakup kondisi demografis, sosial, budaya serta ekonomi. Meningkatkan pemahamam terhadap kekuatan dan tantangan kebijakan, program serta pelayanan kesehatan yang ada, agar dapat berkontribusi secara komprehensif dalam upaya penanggulangan beragam permasalahan kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Mempromosikan pendekatan berdasarkan HAM bagi anak usia sekolah dan remaja agar turut berperan aktif dalam memastikan anak usia sekolah dan remaja mendapatkan semua hak-haknya sebagai manusia dan warga negara Indonesia terkait dengan kesehatannya. Mendorong komitment dan peran aktif dalam pengembangan dan penguatan kebijakan termasuk landasan hukum terkait kesehatan anak usia sekolah dan remaja agar mampu menjadi landasan yang kokoh dalam memayungi kelengkapan program dan layanan termasuk dalam penanganan isu-isu kesehatan yang seringkali dianggap sensitif. Memberikan arah dan motivasi untuk melakukan pengembangan dan penguatan program-program kesehatan anak usia sekolah dan remaja yang efektif serta merekomendasikan diperlukannya perhatian khusus pada kelompok anak usia sekolah dan remaja tertentu karena kebutuhan kesehatan yang spesifik. Merekomendasikan penggunaan analisis berbasis bukti termasuk pembelajaran keberhasilan kebijakan dan program tertentu baik di Indonesia maupun dari negara lain guna memaksimalkan dampak. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pelibatan dan arahan untuk pelibatan kelompok anak usia sekolah dan remaja secara bermakna dalam setiap aspek penyusunan dan pelaksanaan kebijakan serta program kesehatan yang ditujukan bagi mereka. Menekankan pentingnya keterlibatan, koordinasi dan kerjasama antara beragam pemangku kepentingan baik itu dari pemerintah maupun non-pemerintah yang terdiri dari organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi. sektor swasta, lembaga penelitian ataupun organisasi dari dan untuk anak usia sekolah dan remaja itu sendiri. Memberikan arahan dan menekankan pentingnya pengadaan data yang komprehensif, akuntabilitas dan diperharui secara teratur terhadap beragam permasalahan kesehatan termasuk faktor-faktor pendukungnya sehingga dapat menjadi landasan kuat untuk penyusunan kebijakan dan program yang tepat guna.
  4. Upaya peningkatan kesehatan anak usia sekolah dan remaja dilakukan melalui pendekatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja atau PKPR. Pelayanan dilakukan di dalam Gedung dan di luar Gedung puskesmas. Pelayanan dalam Gedung meliputi pelayanan klinis medis, pembekalan keterampilan hidup sehat, pemberian KIE, konseling dan pelibatan konselor sebaya. Sedangkan pelayanan di luar Gedung sebagai bentuk penjangkauan terhadap sebagian besar sasaran anak usia sekolah dan remaja dilakukan di sekolah diantaranya melalui UKS, Pramuka, Saka Bakti Husada/SBH dan Palang Merah Remaja/PMR, mengingat sebagian besar kelompok usia ini berada di sekolah. Sementara untuk anak usia sekolah dan remaja di luar sekolah, pembinaan dilakukan melalui panti/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak/LKSA, lapas/Lembaga Pembinaan Khusus Anak?LPKA dan posyandu remaja.
  5. Disebut puskesmas pkpr wajib memiliki 3 hal diatas. Apabila telah memiliki pedoman pkpr dan tenaga kesehatan yang telah terorientasi namun tidak melakukan pelayanan konseling tidak bisa disebut PKPR. Tenaga kesehatan tidak harus sudah terlatih pkpr, yang terorientasi pun juga boleh
  6. Sampai tahun 2014 ini ada 2999 puskesmas PKPr yang tersebar di seluruh kabupaten kota di Indonesia. Dimana masing-masing puskesmas memiliki situasi dan kondisi yang berbeda sehingga menghasilkan mutu pelayanan kesehatan remaja yang berbeda pula. Untuk itu diperlukan sebuah standar nasional untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan remaja yang terukur dan merata. Ada 5 komponen yang akan diintervensi lewat SN PKPR ini yaitu SDMnya, fasilitas kesehatan, pelayanan KIE remaja dan kegiatan konselor sebaya, jejaringnya dan manajemen kesehatan. Tujuan khusus SN PKPR ini adlah mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan dalam penyelenggaraan PKPR, melakukan upaya perbaikan terkait kelemahan tersebut dan meningkatkan mutu PKPR secara berkesinambungan. Pengukuran mutu PKPR menggunakan instrumen, yang nantinya memiliki skor total. Skor total tersebut akan membagi puskesmas PKPR menjadi 3 strata yaitu puskesmas PKPR strata paripurna bila nilainya lebih besar dan sama dengan 80%, strata optimal bila nilainya 60-79,9% dan strata minimal bila nilainya <60%.
  7. Bapak dan Ibu yang terhormat, UKS telah dilaksanakan sejak tahun 1956 di Indonesia, telah tersedia Peraaturan Bersama 4 Menteri (Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri) sebagai dasar hukum pelaksanaan Trias UKS oleh 4 Kementerian tersebut secara berjenjang dari tingkat pusat sampai daerah 1. Pendidikan Kesehatan, dilaksanakan melalui literaasi kesehatan menggunakan buku rapor kesehatanku, pembiasaan kebersihan diri (cuci tangan pakai sabun, sikat gigi, menjaga kebersihan kuku), sarapan bersama dengan membawa bekal menu gizi seimbang, kudapan buah bersama, peningkatan aktifitas fisik melalui peregangan di sela jam belajar, senam bersama dan ekstrakurikuler olah raga, pendidikan kesehatan reproduksi dan keterampilan hidup sehat, pemberian KIE kesehatan remaja termasuk HIV AIDS, pembinaan dokter kecil/kader kesehatan remaja 2. Pelayanan Kesehatan, dilaksanakan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan peserta didik sekali setahun, imunisasi, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, pemberian obat cacing, P3K dan rujukan ke Puskesmas 3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat dilaksanakan melalui pembinaan kantin sekolah, kebun sekolah, sanitasi sekolah, pemberantasan sarang nyamuk, penerapan sekolah sebagai kawasan tanpa rokok, tanpa Napza dan tanpa kekerasan Kegiatan-kegiatan tersebut adalah yang dilakukan di Model Sekolah Sehat