Laki-laki berusia 21 tahun mengalami keluhan batuk kronis selama 4 bulan beserta demam berulang dan penurunan berat badan. Ia diduga menderita gangguan imun primer yang menyebabkan infeksi berulang.
ANGGOTA KELOMPOK
ANDI ANUGRAHAGUNG
AULIA AMANI
DIAH RINDAYANI HASBI
MUH. RAFSANJANI
RISNA SRIWAHYUNI. M
REZKY DARMAWAN
DONITA RIAN UTAMI
AFIYAH MAHDIYAH
RHADIATHUL ISLAMIAH
ANNISA DWI AMALIAH
RIA RESKI AMALIAH
ATIKA RAHMAH MUSTAFA
3.
SKENARIOSkenario 2
Seorang laki-laki,umur 21 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan
sering batuk dan berkurang setelah minum obat batuk hitam, tetapi tidak
sembuh. Sebelumnya penderita juga sering demam tetapi tidak tinggi.
Demam biasanya berlangsung 3 hari dan kemudian membaik kembali.
Keluhan ini sudah dialami sejak 4 bulan lalu. Beberapa kali sudah minum
obat yang dibeli diwarung tetapi keluhan muncul kembali. Riwayat merokok
tidak ada dan riwayat dalam keluarga dengan penyakit yang sama tidak ada.
Setahun yang lalu penderita pernah sakit flu yang disertai demam sampai
menggigil. Tetapi tidak batuk. Berat badan penderita mulai menurun sejak 2
bulan yang lalu, nafsu makan biasa dan penderita sering merasa cepat lelah.
4.
KLARIFIKASI KATA SULIT
Menggigil: perasaan dingin disertai dengan getaran tubuh. Menggigil
dapat berkembang setelah terpapar lingkungan yang dingin atau menyertai
demam.
Demam : panas badan (suhu badan lebih tinggi daripada biasanya,
umumnya karena sakit.)
Flu : penyakit menular pada saluran pernafasan yang disebabkan
oleh virus influenza.
Batuk : penyakit pada jalan pernapsan atau paru-paru yang kerap kali
menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan sehingga merangsang penderita
mengeluarkan bunyi yang keras seperti menyalak.
Obat batuk hitam : merupakan obat batuk pengencer dahak yang
mengandung ammoniumklrida, ammonia, minyak atsiri, dan kayu manis
yang dapat dibeli bebas di apotik.
5.
KALIMAT KUNCI
Laki-laki 21tahun
Keluhan batuk dan sering
Berkurang setelah minum obat batuk hitam
Demam 3 hari
Keluhan 4 hari
Tidak ada riwayat merokok
Tidak ada riwayat keluarga
1 tahun yang lalu flu dan mengigil, tidak batuk
Berat badan menurut sejak 2 bulan lalu
Nafsu makan normal
Cepat lelah
Terakhir kali sudah minum obat
6.
PERTANYAAN PENTING
1. Jelaskanpatomekanisme terjadinya demam!
2. Jelaskan patomekanisme terjadinya batuk!
3. Termasuk gangguan immunodefisiensi pada scenario diatas?
4. Apa yang menyebabkan keluhan sering kambuh?
5. Termasuk gangguan immunodefisiensi pada scenario diatas?
6. Jelaskan system imun innate dan adaptif yang terlibat dalam scenario!
7. Bagaimana cara mendiagnosis kelainan imunologi yang terjadi pada
scenario diatas?
8. Sebutkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gangguan
imunodefisiensi terkait scenario diatas?
9. Bagaimana penatalaksanaan kasus dalam scenario?
BATUK
1. FASE IRITASI
2.FASE INSPIRASI
3. FASE KOMPRESI
4. FASE EKSPIRASI
TEK. INTRAPLEURAL &
TEK. ALVEOLAR
MENINGKAT
ADA
IRITAN
GLOTIS
TERBUKA
RANGSANGAN M.
ABDUKTOR
KARTILAGO
ARITENOIDEA
KONTRAKSI Mm.
ABDOMINAL
DAN
INTERCOSTAL
GLOTIS
TERTUTUP
VOLUME PARU
BESAR
PENINGKATAN
ELASTISITAS
PARU
BATUK
9.
TERMASUK IMUNODEFISIENSI APAKAH
SKENARIO?
Imunodefisiensi Primer
Defisiensi imun kongenital atau primer adalah defek
genetika yang meningkatkan kerentanan terhadap
infeksi yang sering sudah bermanifestasi pada bayi dan
anak, tetapi kadang secara klinis baru ditemukan pada
usia lebih lanjut. Gejala klinis penyakit defisiensi
kongenital biasanya jarang di bawah usia 3-4 Bulan,
karena efek proteksi dari antibodi maternal. Organ
tubuh yang sering terkena adalah saluran napas yang
diserang bakteri piogenik atau jamur.
APA YANG MENYEBABKAN
KELUHANSERING KAMBUH?
Penderita dengan defisiensi sel T kongenital sangat
rentan terhadap infeksi virus, jamur, dan protozoa.
Oleh karena sel T jug berpengaruh terhadap aktivasi
dan proliferasi sel B, maka defisiensi sel T disertai pula
dengan gangguan produksi Ig. Pada kasus ini, sel B
yang teraktivasi adalah cell T independent sehingga
sel B tidak akan berdiferensiasi menjadi B memory cell.
Hal ini mengakibatkan ketika terjadinya paparan
kedua oleh antigen yang sama maka sistem imun
kembali melakukan respon imun primer dan
membutuhkan fase lag yang panjang!
PENYAKIT YANG
BERHUBUNGAN SESUAI
DENGANSKENARIO
Defisiensi imun primer sel B
X-linked hypogamaglobulinemia
Hipogamaglobulinemia sementara
Common Variable Hypogammaglobulinemia (CVH)
15.
PENATALAKSANAAN
Berdasarkan scenario diketahuibahwa pasien telah mengalami
batuk lebih dari 4 bulan dengan ini dapat dikategorikan sebagai
batuk kronis (>8 minggu)
Untuk terapinya sendiri dapat diberikan terapi simptomatik
dengan mengobati gejalanya dengan pemberian obat berdasarkan
jenis batuknya
1. Obat Antitusif
Obat ini berfungsi membantu menekan batuk kering. Adapun obat
yang biasa diberikan adalah :
Kodein
Noskapin
Dekstrometorfan
Untuk terapi imunodefisiensisendiri dapat dilakukan
dengan cara :
Difisiensi Sel-B
Terapi pengganti dengan suntikan gammaglobulin IV
(untuk penderita CVID)
Terapi antimikroba (mencegah infeksi respiratosius,
komplikasi seperti pneumonia, sinusitis/otitis media)
Metronidazol (flagyl) / Kuinakrin hidroklorida (atabrine)
selama 7 hari jika adanya infestasi intertisnal oleh glardia
lamblia
Jika adanya anemia pernisiosa, di suntikan vitamin B12
sebulan sekali
18.
Difesiensi Sel-T
Terapi topicaldengan mikronazol
Suntikan amfotensin BIV
Terapi Oral dengan klotrimazol dan ketokonazol
Diferensiasi Sel-B dan Sel-T
Transplantasi sumsum tulang belakang
Suntikan immunoglobulin IV
Factor yang berasal dari thymus
Transplantasi kelenjar thymus