FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2016
Munawarah 110 2015 0004
Ayu Pratiwi Hasari 110 2015 0011
Nisrina Nur Azizah 110 2015 0026
Muh. Iqbal Gaffar 110 2015 0058
Riska Dwiyansari 110 2015 0071
Agung Sukriadi Harli 110 2015 0095
Rindang Cahyani P.H. Abas 110 2015 0101
Nur Arafah 110 2015 0125
Fitri Lestari 110 2015 0142
Muh. Ikhlas Mutaqqin 110 2015 0159
Seorang anak usia 2 tahun dibawa oleh ibunya ke Puskesmas
karena demam tinggi. Anak rewel dan tidak bisa tidur sejak
malam sebelumnya. anak juga sering batuk disertai flu sejak
3 hari yang lalu. Kadang ia sesak bila batuk. Riwayat
imunisasi hanya mendapatkan imunisasi wajib.
•Perangsangan tubuh dengan antigen spesifik untuk menginduksi sistem imun
Imunisasi
•Kenaikan suhu tubuh diatas 37℃ sebagai akibat dari infeksi atau peradangan
Demam
•Ekspirasi eksplosif yang merupakan mekanisme protektif normal untuk melindungi
saluran pernapasan
Batuk
•Perasaan sulit bernapas yang ditandai dengan napas yang penuh dan
menggunakan otot-otot bantu pernapasan
Sesak napas
Anak 2
tahun
Demam
tinggi
Batuk
dan flu
sejak 3
hari
Batuk
disertai
sesak
Riwayat
imunisasi
wajb
JEL ASK AN ANATOMI
DAN FISIOLOGI
SISTEM PERNAPASAN !
4 peristiwa fungsional utama,yaitu sebagian berikut ;
1) ventilasi paru,yaitu pertukaran gas antara udara dii atmosfer dan alveolus paru.
2) pertukaran gas di dalam paru (difusi oksigen dan karbondioksida antara
alveolus dan darah.
3) transport oksigen dan karbondioksida dari darah dan cairan tubuh kedalam sel
dan sebaliknya,
4) regulasi respirasi.
APA YANG
MENYEBABK AN GEJAL A
PADA SKENARIO ?
DEMAM
antigen
Dimakan
makrofag
Pengeluaran
pirogen
endogen
Merangsang
sel-sel endotel
hipotalamus
Pengeluaran
asam
arakidonat
Pengeluaran
PGL-2
Peningkatan
set point
hipotalamus
demam
BATUK
Inspirasi
• Terjadi inspirasi dalam untuk meningkatkan volume gas yang
terinhalasi. Teregang otot-otot napas dan semakin meningkat
tekanan positif intratorakal.
Kompresi
• Terjadi penutupan glotis . Tujuan penutupan glotis adalah
mempertahankan volume paru pada saat tekanan intratorakal
besar.
Ekspirasi
• Glotis dibuka dan adanya tekanan intratorakal serta intra
abdomen yang tinggi maka terjadilah proses ekspirasi yang cepat
dan singkat (disebut juga ekspulsif).
Relaksasi • Terjadinya relaksasi dari otot-otot respiratorik.
SESAK
Faktor
penceus
Reaksi ag-ab
Pelepasan
mediator
Vasokonstriksi ;
bronkospasme
Peningkatan
permeabilitas
kapiler ; edema
mukosa
Peningkatan
sekresi mukus ;
produksi mukus
Obstruksi
saluran napas
Hipoventilasi
(kompensasi
hiperventilasi)
hiperkapnia
APAK AH HUBUNGAN
IMUNISASI DENGAN
GEJAL A? JEL ASK AN?!
Hep B / (HB) O
(0-7 hari)
BCG, POLIO 1
(1 bulan)
DPT, HB/Hib 1
Polio 2
(2 bulan)
DPT, HB/Hib 2
Polio 3
(3 bulan)
DPT, HB/Hib 3
Polio 4
(4 bulan)
Campak
(9 bulan)
IMUNISASI
UNTUK BAYI <1 TAHUN
Imunisasi lanjutan
DPT/HB/Hib
(18 bulan)
Campak
(24 bulan)
IMUNISASI BATITA
>1 TAHUN
Menurut domili (2013), anak usia batita lebih banyak mengalami ISPA dikarenakan
sistem imunitas anak yang masih lemah dan organ pernapasan anak batita belum
mencapai kematangan yang sempurna, sehingga apabila terpajan kuman akan lebih
beresiko terkena penyakit.
Imunisasi dasar lengkap yang diberikan bukan untuk memberikan kekebalan tubuh
terhadap ISPA secara langsung, melainkan hanya untuk mencegah faktor yang dapat
memacu terjadinya ispa.
Menurut utami (2013) walaupun balita telah menerima imunisasi dasar lengkap balita
masih beresiko mengalami ISPA karena terdapat juga beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi kejadian ISPA yaitu paparan dari virus, bakteri dan status gizi balita.
B A G A I M A N A K A H
P E M E R I KS A A N AW A L YA N G
H A R U S D I L A K U K A N ?
Demam  Sudah berapa lama?
 Apakah ada waktu-waktu tertentu
 Terus-menerus atau ada fase dimana demam turun?
Batuk  Sejak kapan
 Produktif atau tidak
 Encer/kental
 Warna apa
 Disertai sesak atau tidak dan mana yang dominan
 batuknya berulang atau tidak
Riwayat
pengobatan
 Sudah pernah berobat atau tidak
 Sudah berapa kali
 Apa obat yang digunakan
 Dimana didapatkan
Riwayat
keluarga
 Apakah ada keluarga yang pernah menderita penyakit seperti ini
Riwayat
makanan
 Makanan yang dimakan sebelum tibul gejala
 Apakah ada alergi tertentu
Riwayat
imunisasi
 Jenis imunisasi yang sudah didapat
ANAMNESIS
• Bentuk dan ukuran toraks
• Permukaan dada
• Otot pernafasan bantu
• Iga dan ruang antar iga
• Fossa yugularis, intra dan supra klavikularis
• Tipe dan frekuensi pernafasan
INSPEKSI
PALPASI
• Posisi mediastinum : trakea dan iktus cordis
• Denyutan, getaran, benjolan, edema, dan
krepitasi
• Nyeri tekan
• Vokal
• Gesekan plera
PERKUSI
• Batas jantung
• Batas paru hepar
• Lebar mediastinum
• Daerah supra klavikula
AUSKULTASI
• Bronkial
• Bronkovesikuler
• Vesikuler
• Ronki basah kasar
• Ronki basah halus
• Wheezing
A PA K A H P E N YA K I T-
P E N YA K I T YA N G B E R K A I TA N
D E N G A N G E J A L A ?
ETIOLOGY
PNEUMONIA
• Pneumonia dapat
disebabkan oleh
berbagai macam
mikroorganisme
yaitu bakteri, virus,
jamur, dan
protozoa.
ASMA
• Hipereaktivitas
bronkus ditandai
dengan saluran
napas yang sangat
sensitif terhadap
berbagai
rangsangan alergen
atau iritan.
BRONKITIS AKUT
• Faktor lingkungan
meliputi polusi
udara, merokok dan
infeksi.
• Faktor penderita
meliputi usia, jenis
kelamin, kondisi
alergi dan riwayat
penyakit paru yang
sudah ada.
GEJALA
PNEUMONIA
• Demam, menggigil,
suhu tubuh kadang-
kadang melebihi 40oc
• Juga disertai batuk,
dengan sputum purulen,
kadang-kadang
berdarah.
• Sakit tenggorok
• Nyeri otot, dan sendi.
ASMA
• Tidak ada demam
• Batuk kronik berulang
dan dada terasa
sakit/sesak
• Rasa berat di dada dan
berdahak yang berulang
• Gejala memburuk
terutama pada
malam/dini hari
• Mengi atau batuk
setelah kegiatan fisik
• Respon positif terhadap
pemberian
bronkodilator
BRONKITIS AKUT
• Demam
• Batuk dan produksi
sputum. Dahak
berwarna yang bening,
putih atau hijau-
kekuningan.
• Sesak napas dengan
aktivitas dan mulai
batuk.
• Gejala kelelahan, sakit
tenggorokan , nyeri otot,
hidung tersumbat, dan
sakit kepala dapat
menyertai gejala utama.
BAGAIMANA
PENATAL AKSANA AN
GEJAL A TERK AIT
DENGAN SKENARIO ?
DEMAM
Pemberian cairan dalam jumlah banyak untuk mencegah dehidrasi dan
beristirahat yang cukup.
Tidak memberikan penderita pakaian panas yang berlebihan saat
menggigil.
Memberikan kompres hangat penderita.
Pemberian parasetamol dengan dosis 50-100 mg/kgbb/3
BATUK
Ekspektoran. Digunakan saat pasien memiliki batuk produktif. Adapun obat
golongan ini yang dapat diberikan pada anak tersebut adalah 200-400 mg/
kgbb/3
Mukolitik. Berfungsi untuk mengencerkan sekret. Adapun golongan obat yang
dapat digunakan yaitu bromheksin HCL dengan dosis 0,5 mg/kgbb/hari
SESAK
Untuk gejala sesak diberikan obat golongan ᵝ - 2 agonis seperi salbutamol yaitu
dengan dosis0,02mg/kgbb/x yang diberikan secara inhalasi.
B A G A I M A N A T E R A P I
YA N G D I B E R I K A N ?
PNEUMONIA
Pneumonia ringan
Anak di rawat jalan
Pemberian antibiotik:
kontrimoksasol (4 mg TMP/kg
BB/kali) 2 kali sehari selama 3
hari atau amoksilin (25 mg/kg
BB/kali) 2 kali sehari selama 3
hari.
Pneumonia berat
Anak dirawat di rumah sakit
Terapi antibiotik, seperti
amoksilin/ampisilin,
kloramfenikol.
Terapi oksigen seperti, pulse
oximetry, nasal prongs
ASMA
Asma ringan
Pemberian bronkodilator
cukup dengan agonis beta-
2 (seperti salbutamol,
terbutalin, prokaterol, dan
lain lain) saja karena
penambahan obat lain tidak
menimbulkan perbedaan
yang bermakna.
Asma sedang
Diberikan inhalasi agonis
beta-2
Steroid sistemik, dan
oksigen serta penggantian
cairan bila diperlukan.
Tidak diperlukan
penambahan ipratropium
bromida.
Asma berat
Kombinasi agonis beta-2
dan ipratropium bromida
Pemberian oksigen,
kortikosteroid sistemik,
aminofilin, dan suportif
seperti penggantian cairan,
koreksi asam basa dan
elektrolit
BRONKITIS AKUT
Farmakologi
• Bronkodilator yaitu : Simpatomimetika, metilsantin, dan antikolinergik. Contoh : Beta-2
agonis (Simpatomimetika), Metilxantin / Teofilin
• Antibiotik : penicilin, quinolon
Nonfarmakologi
• Pasien harus berhenti merokok
• Kalau timbul kesulitan dalam pernapasan atau dadanya bagian tengah sangat sesak,
biarlah dia menghirup uap air tiga kali sehari.
• Taruhlah kompres uap di atas dada pasien dua kali sehari, dan taruhlah kompres lembab
diatas dada sepanjang malam sambil menjaga tubuhnya jangan sampai kedinginan.
• Rehabilitasi paru-paru secara komprehensif dengan olahraga dan latihan pernapasan
sesuai yang diajarkan tenaga medis.
• Istirahat yang cukup.
A PA K A H T I N D A K A N
P R E V E N T I F YA N G H A R U S
D I L A K U K A N ?
Tidak tidur di kamar yang ber AC dan menggunakan baju hangat kalau bisa hingga
sampe leher
Hindari makanan yang merangsang batuk seperti: gorengan, minuman dingin
(es), dll.
Jangan memandikan anak terlalu pagi atau terlalu sore, dan memandikan anak
dengan air hangat
Jaga kebersihan makanan dan biasakan cuci tangan sebelum makan
Hindari merokok dan asap rokok
Hindari kontak langsung dengan pasien yang menderita penyakit saluran pernapasan
dengan menggunakan masker
Banyak minum air putih terutama yang hangat
Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seperti buah-buahan segar
terutama yang banyak mengandung vitamin c.
Cukup istirahat, hindari stres, dan melakukan olahraga secara teratur
Pemberian obat yang adekuat
Perlu diadakan konsep ventilasi ruangan yang baik,agar terjadi aliran udara
yang lancer.
Menciptakan lingkungan udara yang bebas polusi
REFERENSI
• Buku Ajar Ilmu penyakit dalam Ed. 6 Jilid II. Halaman 1585-1588
• F. Paulsen, J. Waschke. 2013. Sobotta Atlas Anatomi Manusia. Jakarta : CV EGC.
• Rengganis,Iris. Diagnosis & Tatalaksana Asma Bronkhial. Departemen Ilmu Penyakit Dalam,
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta
• Jurnal Kedokteran UNDIP: ASMA.2011
• Mulyani, N.S., & Rinawata, M. 2013. Imunisasi Untuk Anak. Penerbit Nuha Medika.
Yogyakarta
• Repository.usu.ac.id
• Sherwood, Lauralee. 2011.Fisiologi Manusia dari sel ke Sistem Ed.8. EGC. Jakarta
See you in the next panel

PBL MODUL BATUK BLOK RESPIRASI

  • 1.
  • 2.
    Munawarah 110 20150004 Ayu Pratiwi Hasari 110 2015 0011 Nisrina Nur Azizah 110 2015 0026 Muh. Iqbal Gaffar 110 2015 0058 Riska Dwiyansari 110 2015 0071 Agung Sukriadi Harli 110 2015 0095 Rindang Cahyani P.H. Abas 110 2015 0101 Nur Arafah 110 2015 0125 Fitri Lestari 110 2015 0142 Muh. Ikhlas Mutaqqin 110 2015 0159
  • 3.
    Seorang anak usia2 tahun dibawa oleh ibunya ke Puskesmas karena demam tinggi. Anak rewel dan tidak bisa tidur sejak malam sebelumnya. anak juga sering batuk disertai flu sejak 3 hari yang lalu. Kadang ia sesak bila batuk. Riwayat imunisasi hanya mendapatkan imunisasi wajib.
  • 4.
    •Perangsangan tubuh denganantigen spesifik untuk menginduksi sistem imun Imunisasi •Kenaikan suhu tubuh diatas 37℃ sebagai akibat dari infeksi atau peradangan Demam •Ekspirasi eksplosif yang merupakan mekanisme protektif normal untuk melindungi saluran pernapasan Batuk •Perasaan sulit bernapas yang ditandai dengan napas yang penuh dan menggunakan otot-otot bantu pernapasan Sesak napas
  • 5.
    Anak 2 tahun Demam tinggi Batuk dan flu sejak3 hari Batuk disertai sesak Riwayat imunisasi wajb
  • 6.
    JEL ASK ANANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN !
  • 10.
    4 peristiwa fungsionalutama,yaitu sebagian berikut ; 1) ventilasi paru,yaitu pertukaran gas antara udara dii atmosfer dan alveolus paru. 2) pertukaran gas di dalam paru (difusi oksigen dan karbondioksida antara alveolus dan darah. 3) transport oksigen dan karbondioksida dari darah dan cairan tubuh kedalam sel dan sebaliknya, 4) regulasi respirasi.
  • 11.
    APA YANG MENYEBABK ANGEJAL A PADA SKENARIO ?
  • 12.
  • 13.
    BATUK Inspirasi • Terjadi inspirasidalam untuk meningkatkan volume gas yang terinhalasi. Teregang otot-otot napas dan semakin meningkat tekanan positif intratorakal. Kompresi • Terjadi penutupan glotis . Tujuan penutupan glotis adalah mempertahankan volume paru pada saat tekanan intratorakal besar. Ekspirasi • Glotis dibuka dan adanya tekanan intratorakal serta intra abdomen yang tinggi maka terjadilah proses ekspirasi yang cepat dan singkat (disebut juga ekspulsif). Relaksasi • Terjadinya relaksasi dari otot-otot respiratorik.
  • 14.
    SESAK Faktor penceus Reaksi ag-ab Pelepasan mediator Vasokonstriksi ; bronkospasme Peningkatan permeabilitas kapiler; edema mukosa Peningkatan sekresi mukus ; produksi mukus Obstruksi saluran napas Hipoventilasi (kompensasi hiperventilasi) hiperkapnia
  • 15.
    APAK AH HUBUNGAN IMUNISASIDENGAN GEJAL A? JEL ASK AN?!
  • 16.
    Hep B /(HB) O (0-7 hari) BCG, POLIO 1 (1 bulan) DPT, HB/Hib 1 Polio 2 (2 bulan) DPT, HB/Hib 2 Polio 3 (3 bulan) DPT, HB/Hib 3 Polio 4 (4 bulan) Campak (9 bulan) IMUNISASI UNTUK BAYI <1 TAHUN
  • 17.
  • 18.
    Menurut domili (2013),anak usia batita lebih banyak mengalami ISPA dikarenakan sistem imunitas anak yang masih lemah dan organ pernapasan anak batita belum mencapai kematangan yang sempurna, sehingga apabila terpajan kuman akan lebih beresiko terkena penyakit. Imunisasi dasar lengkap yang diberikan bukan untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap ISPA secara langsung, melainkan hanya untuk mencegah faktor yang dapat memacu terjadinya ispa. Menurut utami (2013) walaupun balita telah menerima imunisasi dasar lengkap balita masih beresiko mengalami ISPA karena terdapat juga beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA yaitu paparan dari virus, bakteri dan status gizi balita.
  • 19.
    B A GA I M A N A K A H P E M E R I KS A A N AW A L YA N G H A R U S D I L A K U K A N ?
  • 20.
    Demam  Sudahberapa lama?  Apakah ada waktu-waktu tertentu  Terus-menerus atau ada fase dimana demam turun? Batuk  Sejak kapan  Produktif atau tidak  Encer/kental  Warna apa  Disertai sesak atau tidak dan mana yang dominan  batuknya berulang atau tidak Riwayat pengobatan  Sudah pernah berobat atau tidak  Sudah berapa kali  Apa obat yang digunakan  Dimana didapatkan Riwayat keluarga  Apakah ada keluarga yang pernah menderita penyakit seperti ini Riwayat makanan  Makanan yang dimakan sebelum tibul gejala  Apakah ada alergi tertentu Riwayat imunisasi  Jenis imunisasi yang sudah didapat ANAMNESIS
  • 21.
    • Bentuk danukuran toraks • Permukaan dada • Otot pernafasan bantu • Iga dan ruang antar iga • Fossa yugularis, intra dan supra klavikularis • Tipe dan frekuensi pernafasan INSPEKSI
  • 22.
    PALPASI • Posisi mediastinum: trakea dan iktus cordis • Denyutan, getaran, benjolan, edema, dan krepitasi • Nyeri tekan • Vokal • Gesekan plera
  • 23.
    PERKUSI • Batas jantung •Batas paru hepar • Lebar mediastinum • Daerah supra klavikula
  • 24.
    AUSKULTASI • Bronkial • Bronkovesikuler •Vesikuler • Ronki basah kasar • Ronki basah halus • Wheezing
  • 25.
    A PA KA H P E N YA K I T- P E N YA K I T YA N G B E R K A I TA N D E N G A N G E J A L A ?
  • 26.
    ETIOLOGY PNEUMONIA • Pneumonia dapat disebabkanoleh berbagai macam mikroorganisme yaitu bakteri, virus, jamur, dan protozoa. ASMA • Hipereaktivitas bronkus ditandai dengan saluran napas yang sangat sensitif terhadap berbagai rangsangan alergen atau iritan. BRONKITIS AKUT • Faktor lingkungan meliputi polusi udara, merokok dan infeksi. • Faktor penderita meliputi usia, jenis kelamin, kondisi alergi dan riwayat penyakit paru yang sudah ada.
  • 27.
    GEJALA PNEUMONIA • Demam, menggigil, suhutubuh kadang- kadang melebihi 40oc • Juga disertai batuk, dengan sputum purulen, kadang-kadang berdarah. • Sakit tenggorok • Nyeri otot, dan sendi. ASMA • Tidak ada demam • Batuk kronik berulang dan dada terasa sakit/sesak • Rasa berat di dada dan berdahak yang berulang • Gejala memburuk terutama pada malam/dini hari • Mengi atau batuk setelah kegiatan fisik • Respon positif terhadap pemberian bronkodilator BRONKITIS AKUT • Demam • Batuk dan produksi sputum. Dahak berwarna yang bening, putih atau hijau- kekuningan. • Sesak napas dengan aktivitas dan mulai batuk. • Gejala kelelahan, sakit tenggorokan , nyeri otot, hidung tersumbat, dan sakit kepala dapat menyertai gejala utama.
  • 28.
    BAGAIMANA PENATAL AKSANA AN GEJALA TERK AIT DENGAN SKENARIO ?
  • 29.
    DEMAM Pemberian cairan dalamjumlah banyak untuk mencegah dehidrasi dan beristirahat yang cukup. Tidak memberikan penderita pakaian panas yang berlebihan saat menggigil. Memberikan kompres hangat penderita. Pemberian parasetamol dengan dosis 50-100 mg/kgbb/3
  • 30.
    BATUK Ekspektoran. Digunakan saatpasien memiliki batuk produktif. Adapun obat golongan ini yang dapat diberikan pada anak tersebut adalah 200-400 mg/ kgbb/3 Mukolitik. Berfungsi untuk mengencerkan sekret. Adapun golongan obat yang dapat digunakan yaitu bromheksin HCL dengan dosis 0,5 mg/kgbb/hari SESAK Untuk gejala sesak diberikan obat golongan ᵝ - 2 agonis seperi salbutamol yaitu dengan dosis0,02mg/kgbb/x yang diberikan secara inhalasi.
  • 31.
    B A GA I M A N A T E R A P I YA N G D I B E R I K A N ?
  • 32.
    PNEUMONIA Pneumonia ringan Anak dirawat jalan Pemberian antibiotik: kontrimoksasol (4 mg TMP/kg BB/kali) 2 kali sehari selama 3 hari atau amoksilin (25 mg/kg BB/kali) 2 kali sehari selama 3 hari. Pneumonia berat Anak dirawat di rumah sakit Terapi antibiotik, seperti amoksilin/ampisilin, kloramfenikol. Terapi oksigen seperti, pulse oximetry, nasal prongs
  • 33.
    ASMA Asma ringan Pemberian bronkodilator cukupdengan agonis beta- 2 (seperti salbutamol, terbutalin, prokaterol, dan lain lain) saja karena penambahan obat lain tidak menimbulkan perbedaan yang bermakna. Asma sedang Diberikan inhalasi agonis beta-2 Steroid sistemik, dan oksigen serta penggantian cairan bila diperlukan. Tidak diperlukan penambahan ipratropium bromida. Asma berat Kombinasi agonis beta-2 dan ipratropium bromida Pemberian oksigen, kortikosteroid sistemik, aminofilin, dan suportif seperti penggantian cairan, koreksi asam basa dan elektrolit
  • 34.
    BRONKITIS AKUT Farmakologi • Bronkodilatoryaitu : Simpatomimetika, metilsantin, dan antikolinergik. Contoh : Beta-2 agonis (Simpatomimetika), Metilxantin / Teofilin • Antibiotik : penicilin, quinolon Nonfarmakologi • Pasien harus berhenti merokok • Kalau timbul kesulitan dalam pernapasan atau dadanya bagian tengah sangat sesak, biarlah dia menghirup uap air tiga kali sehari. • Taruhlah kompres uap di atas dada pasien dua kali sehari, dan taruhlah kompres lembab diatas dada sepanjang malam sambil menjaga tubuhnya jangan sampai kedinginan. • Rehabilitasi paru-paru secara komprehensif dengan olahraga dan latihan pernapasan sesuai yang diajarkan tenaga medis. • Istirahat yang cukup.
  • 35.
    A PA KA H T I N D A K A N P R E V E N T I F YA N G H A R U S D I L A K U K A N ?
  • 36.
    Tidak tidur dikamar yang ber AC dan menggunakan baju hangat kalau bisa hingga sampe leher Hindari makanan yang merangsang batuk seperti: gorengan, minuman dingin (es), dll. Jangan memandikan anak terlalu pagi atau terlalu sore, dan memandikan anak dengan air hangat Jaga kebersihan makanan dan biasakan cuci tangan sebelum makan Hindari merokok dan asap rokok Hindari kontak langsung dengan pasien yang menderita penyakit saluran pernapasan dengan menggunakan masker
  • 37.
    Banyak minum airputih terutama yang hangat Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seperti buah-buahan segar terutama yang banyak mengandung vitamin c. Cukup istirahat, hindari stres, dan melakukan olahraga secara teratur Pemberian obat yang adekuat Perlu diadakan konsep ventilasi ruangan yang baik,agar terjadi aliran udara yang lancer. Menciptakan lingkungan udara yang bebas polusi
  • 38.
    REFERENSI • Buku AjarIlmu penyakit dalam Ed. 6 Jilid II. Halaman 1585-1588 • F. Paulsen, J. Waschke. 2013. Sobotta Atlas Anatomi Manusia. Jakarta : CV EGC. • Rengganis,Iris. Diagnosis & Tatalaksana Asma Bronkhial. Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta • Jurnal Kedokteran UNDIP: ASMA.2011 • Mulyani, N.S., & Rinawata, M. 2013. Imunisasi Untuk Anak. Penerbit Nuha Medika. Yogyakarta • Repository.usu.ac.id • Sherwood, Lauralee. 2011.Fisiologi Manusia dari sel ke Sistem Ed.8. EGC. Jakarta
  • 39.
    See you inthe next panel