BED SIDE TEACHING
Pembimbing : Dr. Hj. Rini Sulviani, Sp. A, M. Kes
Oleh : Cendy Andestria (2018790028)
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
RSUD R. SYAMSUDIN, SH – SUKABUMI
2019
IDENTITAS PASIEN
Nama : An. MF
Usia : 8 bulan
Jenis Kelamin : Laki - laki
Tanggal Masuk RS : 16 Mei 2019
Tanggal Pemeriksaan : 17 Mei 2019
Caregiver : Ibu kandung
ANAMNESIS
Alloanamnesis terhadap ibu pasien
Kejang ± 4 jam yang lau SMRS.
 Demam 1 hari SMRS.
 Batuk dan pilek 3 hari SMRS.
KELUHAN UTAMA
KELUHAN TAMBAHAN
RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
3 hari SMRS
• Batuk
• Pilek
1 hari SMRS
• Demam
• Batuk
• Pilek
MRS
• Kejang
• Demam
• Batuk
3 hari SMRS Ibu pasien mengatakan anaknya batuk dan pilek. Batuk
tidak berdahak dan dirasakan terus menerus. Pilek dengan
cairan yang keluar berwarna bening encer. Dan sudah
diberikan obat Flutrop (membaik).
1 hari SMRS Keluhan masih sama dengan sebelumnya, namun sudah lebih
membaik dan saat ini disertai dengan demam (suhu tidak
diukur). Awalnya demam muncul mendadak di pagi hari dan
suhu tidak terlalu tinggi, namun suhu meningkat pada malam
harinya.
SMRS Batuk sudah berkurang, pilek sudah tidak ada. Namun demam
masih tinggi walaupun sudah minum obat paracetamol. Diikuti
dengan kejang berulang sebanyak 2 kali
HR ke 2 Batuk dan pilek sudah tidak ada. Demam tidak ada. Kejang
sudah tidak ada.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke IGD dengan keluhan kejang yang
terjadi ± 4 jam yang lalu SMRS dimana kejang
berulang sebanyak 2 kali. Kejang pertama kali
terjadi dengan durasi ± 5 menit, dimana saat kejang
tubuh (kedua tangan dan kaki) pasien kaku, mata
melotot dan kearah atas, bibir terlihat kebiruan,
tidak keluar busa dari mulutnya. Sebelum dan
sesudah kejang pasien sadar. Kejang kedua terjadi
pada 30 menit SMRS dengan durasi ± 5 menit,
dengan bentukan kejang yang sama dengan yang
pertama. Sebelum kejang pasien sadar namun
setelah kejang pasien terlihat mengorok.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Ibu pasien juga mengatakan anaknya batuk dan pilek
sejak 3 hari SMRS. Batuk tidak berdahak dan terjadi
terus menerus. Pilek dengan cairan yang keluar berwarna
bening encer. Kemudian diikuti demam sejak 1 hari
SMRS. Awalnya demam muncul mendadak dipagi hari dan
suhu tidak begitu tinggi, namun suhu meningkat pada
malam harinya dan demam tidak turun hingga keesokan
harinya, tidak ada periode bebas demam hingga saat
masuk rumah sakit (suhu tidak diukur).
Ibu pasien mengatakan anaknya tidak sesak
napas, napsu makan dan minum normal seperti
biasanya, mual dan muntah disangkal, BAK dan BAB
seperti biasanya (tidak ada gangguan) serta anak
sedikit rewel. Riwayat kejang sebelumnya
disangkal (kejang pertama kali), riwayat trauma
sebelumnya disangkal. Di keluarga terdapat
riwayat epilepsi yaitu pada buyutnya sedangkan
kedua orang tua pasien tidak terdapat riwayat
penyakit kejang maupun epilepsi.
Ibu pasien mengatakan pagi SMRS, pasien berobat ke
Puskesmas lalu diberikan obat paracetamol untuk
demam. Awalnya demam turun setelah pemberian obat
pertama, namun setelah pemberian obat selanjutnya
demam tidak turun dan selanjutnya diikuti dengan
kejang berulang sebanyak 2 kali.
Ibu pasien juga mengatakan anaknya sudah
mengonsumsi obat flutrop dari awal batuk dan pileknya
serta sudah membaik.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
 Keluhan serupa sebelumnya : disangkal
 Riwayat kejang : disangkal
 Riwayat trauma/jatuh : disangkal
 Riwayat rawat inap : disangkal
 Riwayat asma : disangkal
 Riwayat TB Paru : disangkal
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
 Riwayat kejang : Paman pasien (+)
(trauma kecelakaan)
 Riwayat epilepsi : Buyut pasien (+)
 Riwayat TB Paru : disangkal
 Riwayat asma : disangkal
 Riwayat alergi dan makanan : disangkal
RIWAYAT ALERGI DAN PENGOBATAN
 Riwayat alergi obat dan makanan : disangkal
 Riwayat minum obat : (+) paracetamol
dan flutrop
RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN
 ANC teratur dengan bidan desa dan tidak adanya
gangguan selama kehamilan.
 Pasien lahir dari ibu P1A0 dengan riwayat selama
kehamilan baik
 Pasien lahir spontan pervaginam
 Berat badan saat lahir 2900 gram dan panjang badan
50 cm.
RIWAYAT IMUNISASI
RIWAYAT MAKANAN
• 0 – 6 bulan : ASI
• 6 – sekarang: ASI + bubur nasi
dengan sayuran + biskuit bayi
ANTROPOMETRI
Kesimpulan: Status gizi baik menurut WHO
BB = 9 kg
PB = 69 cm
IMT =18,9 kg/m2
Plotting WHO:
WFA : (0) SD – (2) SD
LFA : (-2) SD – (0) SD
WFH : (1) SD – (2) SD
WFA =
(0) SD – (2) SD
Gizi baik
LFA =
(-2) SD – (0) SD
Normal
WFL =
(1) SD – (2) SD
Normal
BMIFA =
(0) SD – (1) SD
Normal
PEMERIKSAAN FISIK
 Keadaan umum : tampak sakit sedang
 Kesadaran : composmentis (GCS : E4M6V5)
 Tanda-tanda vital
 Detak jantung : 125 kali/menit (90 – 130 kali/menit)
 Frekuensi pernapasan : 34 kali/menit (25 – 40 kali/menit)
 Tekanan darah : tidak diukur
 Suhu : 36,60C (36,50C- 37,50C)
PEMERIKSAAN FISIK
 Pemeriksaan Generalisata
 Kepala : ubun – ubun datar
 Wajah : simetris, edema (-)
 Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), mata cekung (-/-)
 Hidung : deformitas (-/-), sekret (-/-), epistaksis(-/-)
 Telinga : deformitas (-/-), sekret (-/-)
 Mulut : mukosa oral lembab, sianosis (-), pucat (-),
 Leher : pembesaran KGB (-), retraksi suprasternal (-)
PEMERIKSAAN FISIK
Paru
 Inspeksi : gerak napas tampak simetris, retraksi intercostal (-),
retraksi substernal (-)
 Palpasi : vocal fremitus teraba simetris
 Perkusi : -
 Auskultasi: Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
 Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
 Palpasi : ictus cordis teraba berdenyut pada ICS IV linea
midclavicularis sinistra.
 Perkusi : -
 Auskultasi : bunyi jantung 1 & 2 regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
 Inspeksi : tampak datar
 Auskultasi: BU (+)
 Palpasi : nyeri tekan (-)
 Perkusi : timpani
Ekstremitas
 Akral hangat, CRT ≤ 2 detik
Kulit
 Turgor kulit baik (kembali cepat), petekie (-), jaundice (-)
PEMERIKSAAN RANGSANG
MENINGEAL
 Kaku kuduk : (-)
 Brudzinski 1 : (-)
 Brudzinksi 2 : (-)
 Kernig sign : (-)
RESUME
An. MF, Laki-laki, 8 bulan, BB 9 kg dengan keluhan kejang
± 4 jam yang lau SMRS dan berulang sebanyak 2 kali. Durasi
kejang ± 5 menit, saat kejang tubuh (kedua tangan dan kaki)
pasien terlihat kaku, mata melotot dan kearah atas, bibir
terlihat kebiruan, dan tidak keluar busa dari mulutnya.
Sebelum kejang pertama dan kedua pasien sadar. Setelah
kejang pertama anak menangis dan setelah kejang kedua anak
terlihat mengorok. Pasien batuk dan pilek 3 hari SMRS dan
demam 1 hari SMRS. Riwayat kejang, trauma, dan penyakit TB
paru disangkal. Riwayat penyakit keluarga yaitu buyut pasien
memiliki penyakit epilepsi sedangkan kedua orang tua tidak
memiliki riwayat penyakit kejang dan epilepsi.
Napsu makan dan minum tidak menurun
(seperti biasanya), mual muntah disangkal,
gangguan BAB dan BAK disangkal. Pada
pemeriksaan fisik, pasien terlihat sakit
sedang dengan kesadaran composmentis.
Tanda vital : laju nadi 125 kali/menit, laju
napas 34 kali/menit, suhu tubuh 36,60C.
Pemeriksaan fisik dalam keadaan normal.
Pemeriksaan rangsang meningeal (-). Status
gizi menurut WHO gizi baik.
SARAN PEMERIKSAAN
 Pemeriksaan darah rutin
DIAGNOSIS KERJA
An. MF, 8 bulan, BB 9 kg dengan :
 Kejang demam kompleks et causa ISPA
 Status gizi baik menurut WHO
 Status imunisasi lengkap menurut KEMENKES
TATALAKSANA
 Paracetamol (10 – 15 mg/kgBB/kali) 3-4 kali sehari
- Diberikan : 90 mg per oral (syr = 120 mg/5ml)
¾ cth tiap 6 jam sekali (bila demam)
 Diazepam (BB < 12 kg = 5mg dan BB > 12 kg = 10 mg) per rektal
- Diberikan : 5 mg (bila kejang) dapat diulang dengan interval 5 menit.
PROGNOSIS
 Quo ad vitam : ad bonam
 Quo ad functionam : ad bonam
 Quo ad sanationam : dubia ad bonam
kejang demam bed site teaching

kejang demam bed site teaching

  • 1.
    BED SIDE TEACHING Pembimbing: Dr. Hj. Rini Sulviani, Sp. A, M. Kes Oleh : Cendy Andestria (2018790028) KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA RSUD R. SYAMSUDIN, SH – SUKABUMI 2019
  • 2.
    IDENTITAS PASIEN Nama :An. MF Usia : 8 bulan Jenis Kelamin : Laki - laki Tanggal Masuk RS : 16 Mei 2019 Tanggal Pemeriksaan : 17 Mei 2019 Caregiver : Ibu kandung
  • 3.
    ANAMNESIS Alloanamnesis terhadap ibupasien Kejang ± 4 jam yang lau SMRS.  Demam 1 hari SMRS.  Batuk dan pilek 3 hari SMRS. KELUHAN UTAMA KELUHAN TAMBAHAN
  • 4.
    RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG 3 hariSMRS • Batuk • Pilek 1 hari SMRS • Demam • Batuk • Pilek MRS • Kejang • Demam • Batuk
  • 5.
    3 hari SMRSIbu pasien mengatakan anaknya batuk dan pilek. Batuk tidak berdahak dan dirasakan terus menerus. Pilek dengan cairan yang keluar berwarna bening encer. Dan sudah diberikan obat Flutrop (membaik). 1 hari SMRS Keluhan masih sama dengan sebelumnya, namun sudah lebih membaik dan saat ini disertai dengan demam (suhu tidak diukur). Awalnya demam muncul mendadak di pagi hari dan suhu tidak terlalu tinggi, namun suhu meningkat pada malam harinya. SMRS Batuk sudah berkurang, pilek sudah tidak ada. Namun demam masih tinggi walaupun sudah minum obat paracetamol. Diikuti dengan kejang berulang sebanyak 2 kali HR ke 2 Batuk dan pilek sudah tidak ada. Demam tidak ada. Kejang sudah tidak ada.
  • 6.
    RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Pasiendatang ke IGD dengan keluhan kejang yang terjadi ± 4 jam yang lalu SMRS dimana kejang berulang sebanyak 2 kali. Kejang pertama kali terjadi dengan durasi ± 5 menit, dimana saat kejang tubuh (kedua tangan dan kaki) pasien kaku, mata melotot dan kearah atas, bibir terlihat kebiruan, tidak keluar busa dari mulutnya. Sebelum dan sesudah kejang pasien sadar. Kejang kedua terjadi pada 30 menit SMRS dengan durasi ± 5 menit, dengan bentukan kejang yang sama dengan yang pertama. Sebelum kejang pasien sadar namun setelah kejang pasien terlihat mengorok.
  • 7.
    RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Ibupasien juga mengatakan anaknya batuk dan pilek sejak 3 hari SMRS. Batuk tidak berdahak dan terjadi terus menerus. Pilek dengan cairan yang keluar berwarna bening encer. Kemudian diikuti demam sejak 1 hari SMRS. Awalnya demam muncul mendadak dipagi hari dan suhu tidak begitu tinggi, namun suhu meningkat pada malam harinya dan demam tidak turun hingga keesokan harinya, tidak ada periode bebas demam hingga saat masuk rumah sakit (suhu tidak diukur).
  • 8.
    Ibu pasien mengatakananaknya tidak sesak napas, napsu makan dan minum normal seperti biasanya, mual dan muntah disangkal, BAK dan BAB seperti biasanya (tidak ada gangguan) serta anak sedikit rewel. Riwayat kejang sebelumnya disangkal (kejang pertama kali), riwayat trauma sebelumnya disangkal. Di keluarga terdapat riwayat epilepsi yaitu pada buyutnya sedangkan kedua orang tua pasien tidak terdapat riwayat penyakit kejang maupun epilepsi.
  • 9.
    Ibu pasien mengatakanpagi SMRS, pasien berobat ke Puskesmas lalu diberikan obat paracetamol untuk demam. Awalnya demam turun setelah pemberian obat pertama, namun setelah pemberian obat selanjutnya demam tidak turun dan selanjutnya diikuti dengan kejang berulang sebanyak 2 kali. Ibu pasien juga mengatakan anaknya sudah mengonsumsi obat flutrop dari awal batuk dan pileknya serta sudah membaik.
  • 10.
    RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Keluhan serupa sebelumnya : disangkal  Riwayat kejang : disangkal  Riwayat trauma/jatuh : disangkal  Riwayat rawat inap : disangkal  Riwayat asma : disangkal  Riwayat TB Paru : disangkal
  • 11.
    RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Riwayat kejang : Paman pasien (+) (trauma kecelakaan)  Riwayat epilepsi : Buyut pasien (+)  Riwayat TB Paru : disangkal  Riwayat asma : disangkal  Riwayat alergi dan makanan : disangkal
  • 12.
    RIWAYAT ALERGI DANPENGOBATAN  Riwayat alergi obat dan makanan : disangkal  Riwayat minum obat : (+) paracetamol dan flutrop
  • 13.
    RIWAYAT KEHAMILAN DANPERSALINAN  ANC teratur dengan bidan desa dan tidak adanya gangguan selama kehamilan.  Pasien lahir dari ibu P1A0 dengan riwayat selama kehamilan baik  Pasien lahir spontan pervaginam  Berat badan saat lahir 2900 gram dan panjang badan 50 cm.
  • 14.
  • 15.
    RIWAYAT MAKANAN • 0– 6 bulan : ASI • 6 – sekarang: ASI + bubur nasi dengan sayuran + biskuit bayi
  • 16.
    ANTROPOMETRI Kesimpulan: Status gizibaik menurut WHO BB = 9 kg PB = 69 cm IMT =18,9 kg/m2 Plotting WHO: WFA : (0) SD – (2) SD LFA : (-2) SD – (0) SD WFH : (1) SD – (2) SD
  • 17.
    WFA = (0) SD– (2) SD Gizi baik
  • 18.
    LFA = (-2) SD– (0) SD Normal
  • 19.
    WFL = (1) SD– (2) SD Normal
  • 20.
    BMIFA = (0) SD– (1) SD Normal
  • 21.
    PEMERIKSAAN FISIK  Keadaanumum : tampak sakit sedang  Kesadaran : composmentis (GCS : E4M6V5)  Tanda-tanda vital  Detak jantung : 125 kali/menit (90 – 130 kali/menit)  Frekuensi pernapasan : 34 kali/menit (25 – 40 kali/menit)  Tekanan darah : tidak diukur  Suhu : 36,60C (36,50C- 37,50C)
  • 22.
    PEMERIKSAAN FISIK  PemeriksaanGeneralisata  Kepala : ubun – ubun datar  Wajah : simetris, edema (-)  Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), mata cekung (-/-)  Hidung : deformitas (-/-), sekret (-/-), epistaksis(-/-)  Telinga : deformitas (-/-), sekret (-/-)  Mulut : mukosa oral lembab, sianosis (-), pucat (-),  Leher : pembesaran KGB (-), retraksi suprasternal (-)
  • 23.
    PEMERIKSAAN FISIK Paru  Inspeksi: gerak napas tampak simetris, retraksi intercostal (-), retraksi substernal (-)  Palpasi : vocal fremitus teraba simetris  Perkusi : -  Auskultasi: Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-) Jantung  Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat  Palpasi : ictus cordis teraba berdenyut pada ICS IV linea midclavicularis sinistra.  Perkusi : -  Auskultasi : bunyi jantung 1 & 2 regular, murmur (-), gallop (-)
  • 24.
    Abdomen  Inspeksi :tampak datar  Auskultasi: BU (+)  Palpasi : nyeri tekan (-)  Perkusi : timpani Ekstremitas  Akral hangat, CRT ≤ 2 detik Kulit  Turgor kulit baik (kembali cepat), petekie (-), jaundice (-)
  • 25.
    PEMERIKSAAN RANGSANG MENINGEAL  Kakukuduk : (-)  Brudzinski 1 : (-)  Brudzinksi 2 : (-)  Kernig sign : (-)
  • 26.
    RESUME An. MF, Laki-laki,8 bulan, BB 9 kg dengan keluhan kejang ± 4 jam yang lau SMRS dan berulang sebanyak 2 kali. Durasi kejang ± 5 menit, saat kejang tubuh (kedua tangan dan kaki) pasien terlihat kaku, mata melotot dan kearah atas, bibir terlihat kebiruan, dan tidak keluar busa dari mulutnya. Sebelum kejang pertama dan kedua pasien sadar. Setelah kejang pertama anak menangis dan setelah kejang kedua anak terlihat mengorok. Pasien batuk dan pilek 3 hari SMRS dan demam 1 hari SMRS. Riwayat kejang, trauma, dan penyakit TB paru disangkal. Riwayat penyakit keluarga yaitu buyut pasien memiliki penyakit epilepsi sedangkan kedua orang tua tidak memiliki riwayat penyakit kejang dan epilepsi.
  • 27.
    Napsu makan danminum tidak menurun (seperti biasanya), mual muntah disangkal, gangguan BAB dan BAK disangkal. Pada pemeriksaan fisik, pasien terlihat sakit sedang dengan kesadaran composmentis. Tanda vital : laju nadi 125 kali/menit, laju napas 34 kali/menit, suhu tubuh 36,60C. Pemeriksaan fisik dalam keadaan normal. Pemeriksaan rangsang meningeal (-). Status gizi menurut WHO gizi baik.
  • 28.
  • 29.
    DIAGNOSIS KERJA An. MF,8 bulan, BB 9 kg dengan :  Kejang demam kompleks et causa ISPA  Status gizi baik menurut WHO  Status imunisasi lengkap menurut KEMENKES
  • 30.
    TATALAKSANA  Paracetamol (10– 15 mg/kgBB/kali) 3-4 kali sehari - Diberikan : 90 mg per oral (syr = 120 mg/5ml) ¾ cth tiap 6 jam sekali (bila demam)  Diazepam (BB < 12 kg = 5mg dan BB > 12 kg = 10 mg) per rektal - Diberikan : 5 mg (bila kejang) dapat diulang dengan interval 5 menit.
  • 31.
    PROGNOSIS  Quo advitam : ad bonam  Quo ad functionam : ad bonam  Quo ad sanationam : dubia ad bonam