1ME-MSP
2
Buku Wajib
• Rakhmat, 2013. Dimensi Strategis Manajemen Pembangunan.
Alfabeta : Jakarta
• Wrihatnolo, Randy R. Dan Nugroho, Riant. 2006 Manajemen
Pembangunan Indonesia. Elex Media Komputindo : Jakarta
Referensi Lain
• Affifuddin. 2010. Pengantar Administrasi Pembangunan. Alfabeta:
Jakarta
• Budiman, Arief. 2000. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Gramedia
Pustaka Utama : Jakarta
• Siagian, Sondang. 1999. Administrasi Pembangunan. Bumi Aksara :
Jakarta
• Mubyarto, dkk. 1984. Nelayan dan Kemiskin : Studi ekonomi
antropologi di dua desa pantai. Rajawali Pers : Jakarta
3
Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan
dapat:
1. Pembangunan Kelembagaan
2. Pembangunan Sumberdaya Manusia
3. Pembaharuan Administrasi
4
• Dalam perkuliahan ini, anda akan membahas
tentang pembangunan kelembagaan
• Bagian akhir perkuliahan, akan mempelajari
tentang pembangunan sumberdaya manusia dan
pembaharuan administrasi
5
1. Apa arti administrasi pembangunan bagi anda ?
Jelaskan
2. Kapan pembangunan kelembagaan
dilaksanakan ?
6
Menurut Para Ahli
 Siagian, pembangunan kelembagaan adalah
perubahan-perubahan drastis yang terjadi
dalam organisasi yang menyangkut cara
organisasi berfungsi dan berinteraksi dengan
lingkungannya.
 Osborn dan Plastrik, pembangunan
kelembagaan adalah transpformasi organisasi
adalah transformasi sistem secara fundamental
guna menciptakan peningkatan yang drastis
dalam efektivitas, efisiensi dan kemempuan
mereka melakukan inovasi.
7
Ada 3 Unsur Kelembagaan yang Harus
Dibangun
 Unsur staf : pembantu pimpinan (sekretariat)
 Unsur lini : dinas daerah yaitu bagian yang
bertanggungjawab kepada gubernur via sekda
 Unsur teknis : badan dan kantor, seperti
Bawasda, bappeda.
 Bedanya dinas dengan teknis adalah dinas
lebih spesifik dalam menangani tugas,
sedangkan teknis menangani urusan selalu
ada kaitan dengan badan-badan lainnya.
 Perbedaan badan dengan kantor adalah kantor
dipimpin oleh eselon III, sedangkan kantor
dipimpin oleh eselon II.
8
Kapan Pembangunan Kelembagaan Dimulai :
 Dikontinouitas lingkungan ; ada
ketidakseimbangan antara organisasi dan
lingkungannya
 Perubahan yang bersifat revolusioner
 Adanya perubahan pendekatan organisasi.
Ada 3 Aspek Yang Harus Dibangun Dalam
Kelembagaan Publik :
 Sistem
 Struktur kelembagaan
 SDM
9
Kapan Kelembagaan Itu Mempunyai Nilai :
 Nilai budaya
 Nilai intelektual
 Nilai religius
10
Menurut Para Ahli :
 M.Papayungan, Pembangunan sumber daya
manusia adalah suatu proses
peningkatan pengetahuan, keterampilan dan
kapasitas dari semua penduduk suatu
masyarakat.
 Silalahi, pembangunan sumber daya manusia
adalah upaya berkesinambungan
meningkatkan mutu sumber daya manusia
dalam arti yang seluas-luasnya, melalui
pendidikan, latihan, dan pembinaan.
11
Tujuan Pembangunan Sumberdaya Manusia
 Untuk dapat memperbaiki efektivitas kerja
karyawan dalam mencapai sasaran kerja yang
telah ditetapkan
 Perbaikan efektivitas kerja dapat dilakukan dengan
cara memperbaiki pengetahuan karyawan,
keterampilan karyawan maupun sikap karyawan itu
sendiri terhadap tugas-tugasnya.
 Pengetahuan karyawan akan pelaksanaan tugas
sangat menentukan keberhasilan karyawan itu
sendiri.
 Karyawan yang kurang memiliki pengetahuan yang
cukup tentang bidang kerjanya akan bekerja
dengan lamban.
 Pemborosan ini akan mempertinggi biaya
pencapai tujuan organisasi.
12
Tujuan Pembangunan Sumberdaya Manusia
 Untuk dapat memperbaiki efektivitas kerja
karyawan dalam mencapai sasaran kerja yang
telah ditetapkan
 Perbaikan efektivitas kerja dapat dilakukan dengan
cara memperbaiki pengetahuan karyawan,
keterampilan karyawan maupun sikap karyawan itu
sendiri terhadap tugas-tugasnya.
 Pengetahuan karyawan akan pelaksanaan tugas
sangat menentukan keberhasilan karyawan itu
sendiri.
 Karyawan yang kurang memiliki pengetahuan yang
cukup tentang bidang kerjanya akan bekerja
dengan lamban.
 Pemborosan ini akan mempertinggi biaya
pencapai tujuan organisasi.
13
Pengembangan Kemampuan (Capacity Building)
 Hal yang sangat fundamental dijadikan titik tolak
berpikir pentingnya pendidikan dan pelatihan
sebagai instrumen pengembangan kemampuan
adalah karena perkembangan ilmu pengetahuan
yang demikian pesat, pengetahuan seseorang
menjadi ketinggalan zaman dalam waktu yang
relatif singkat dan oleh karena itu perlu
dimutakhirkan.
14
Pengembangan Citra Positif
 Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat sering
mempunyai persepsi negatif tentang citra birokrasi.
Tidak jarang terdengar “tuduhan” yang dilempar
kepada birokrasi seperti bekerja lamban, prosedur
berbelit-belit, orientasi kekuasaan, arogan, kaku
dalam menginterpretasikan dan menerapkan
peraturan dan perundang-undangan, sikap seolah-
olah ketentuan normatif yang berlaku bagi
masyarakat berlaku baginya, perlakuan
diskriminatif dalam memberikan pelayanan,
tertutup, tidak jujur, korup dan sebagainya.
 Uraian singkat diatas menjadi alasan yang kuat
untuk mengatakan bahwa pengembangan citra
positif harus dijadikan sebagai bagian integral dari
administrasi pembangunan.
15
Budaya Organisasi
• Secara etimologis, budaya merupakan
sekumpulan nilai kunci, keyakinan,
pemahaman, dan norma pokok yang dibagi
bersama oleh anggota suatu organisasi.
• Kata “organisasi” mempunyai dua arti, yaitu : 1)
lembaga atau kelompok fungsional, seperti
organisasi perusahaan, rumah sakit dan klub
olahraga. 2) berkenaan dengan proses
pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam
kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan
di antara para anggotanya agar tujuan
organisasi dapat tercapai dengan efisien.
16
 Budaya organisasi menunjukan bagaiman
organisasi mempelajari (mengidentifikasi,
menanam dan mengaktualisasi) suatu nilai
secara berulang-ulang dan konsisten, sehingga
masyarakat dapat mengamati atau merasakan.
 Singkatnya, budaya organisasi mengatur cara
berperilaku dalam organisasi yang
bersangkutan. Penciptaan dan pemeliharaan
budaya organisasi sangat penting karena dari
budaya organisasi itulah organisasi itu dikenali.
17
Menurut Para Ahli :
• Cushway dan Lodge, budaya organisasi
merupakan sistem nilai organisasi dan akan
mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan
cara para karyawan berperilaku.
• Robbins, budaya organisasi adalah suatu
persepsi bersama yang dianut oleh anggota-
anggota organisasi itu.
 Dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi
adalah sistem nilai organisasi yang dianut
oleh anggota organisasi, yang kemudian
mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku
dari para anggota organisasi.
18
Ada 5 Fungsi Budaya Organisasi
1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas
antara satu organisasi dan yang lain
2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi
anggota-anggota organisasi
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen
pada sesuatu yang lebih luas daripada
kepentingan diri individual seseorang
4. Budaya merupakan perekat sosial yang
membantu mempersatukan organisasi itu
dengan memberikan standar-standar yang
tepat untuk dilakukan oleh karyawan
5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna
dan kendali yang memandu dan membantu
sikap serta perilaku karyawan
19
Upaya Meningkatkan Kualitas Budaya
Organisasi
• Inovasi dan keberanian mengambil resiko, yakni
sejauhmana karyawan didorong untuk bersikap
inovatif dan berani mengambil resiko
• Perhatian terhadap hal-hal rinci, sejauhmana
karyawan diharapkan menjalankan presisi,
analisis dan memperhatikan hal-hal detail
• Orientasi hasil, sejauhmana manajemen
berfokus lebih pada hasil ketimbang teknik dan
proses yang digunakan untuk mencapai hasil
tersebut
20
• Orientasi orang, sejauhmana keputusan-
keputusan manajemen mempertimbangkan efek
dari hasil tersebut atas orang yang ada di dalam
organisasi
• Orientasi tim, sejauhmana kegiatan-kegiatan
kerja di organisasi pada tim daripada individu-
individu
• Keagresifan, sejauhmana orang bersikap
agresif dan kompetitif daripada santai
• Stabilitas, sejauhmana kegiatan-kegiatan
organisasi menekankan dipertahankannya
status quo dalam perbandingannya dengan
pertumbuhan
21
STABILITAS
INOVASI DAN MENGAMBIL RESIKO ORIENTASI HASIL MEMPERHATIKAN DETAIL
BUDAYA ORGANISASI
Gambar 14.1
Dimensi Budaya Organisasi
KEAGRESIFAN ORIENTASI ORANG ORIENTASI TEAM
22
Perubahan Budaya Organisasi
1. Proses Pembentukan Budaya Organisasi
• Pendiri organisasi
• Pemilik organisasi
• Sumber daya manusia asing
• Luar organisasi
• Stakeholders
• Masyarakat
 Pembentukan budaya tidak dapat dilakukan
dalam waktu sekejap, namun memerlukan
waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk dapat
menerima nilai-nilai baru dalam organisasi
(Sumber : Taliziduhu Ndraha)
23
2. Proses Budaya Dapat Terjadi Dengan Cara :
• Kontak budaya
• Benturan budaya
• Penggalian budaya
24
 Pembaharuan administrasi merupakan suatu
usaha untuk menerapkan ide-ide baru dan
kombinasi daripada ide-ide baru kepada suatu
sistem administrasi dengan kesadaran untuk
memperbaiki sistem tersebut dalam rangka
usaha pencapaian tujuan pembangunan
nasional secara positif.
Sasaran pembaharuan administrasi :
1. Birokrasi dapat membangun partisipasi rakyat
2. Birokrasi hendaknya cenderung berorientasi
kepada yang kuat, tetapi harus lebih kepada
yang lemah dan kurang berdaya
25
3. Peran birokrasi harus bergeser dari
mengendalikan menjadi mengarahkan, dan
memberi menjadi memberdayakan.
4. Mengembangkan keterbukaan dan
bertanggungjawab
 Pembaharuan memerlukan semangat dan
tekad untuk mengatasi birokrasi dan tantangan
yang datang dari kalangan yang dirugikan oleh
perubahan. Oleh karena itu, pembaharuan
harus dilakukan secara sistematis dan terarah
didukung oleh political will yang kuat, konsisten
dan konsekuen, serta tidak selalu harus segera
menghasilkan perubahan besar, tetapi dapat
secara bertahap namun konsisten.
26
Terima kasih, Semoga
Bermanfaat

Administrasi pembangunan

  • 1.
  • 2.
    2 Buku Wajib • Rakhmat,2013. Dimensi Strategis Manajemen Pembangunan. Alfabeta : Jakarta • Wrihatnolo, Randy R. Dan Nugroho, Riant. 2006 Manajemen Pembangunan Indonesia. Elex Media Komputindo : Jakarta Referensi Lain • Affifuddin. 2010. Pengantar Administrasi Pembangunan. Alfabeta: Jakarta • Budiman, Arief. 2000. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta • Siagian, Sondang. 1999. Administrasi Pembangunan. Bumi Aksara : Jakarta • Mubyarto, dkk. 1984. Nelayan dan Kemiskin : Studi ekonomi antropologi di dua desa pantai. Rajawali Pers : Jakarta
  • 3.
    3 Setelah mempelajari babini, anda diharapkan dapat: 1. Pembangunan Kelembagaan 2. Pembangunan Sumberdaya Manusia 3. Pembaharuan Administrasi
  • 4.
    4 • Dalam perkuliahanini, anda akan membahas tentang pembangunan kelembagaan • Bagian akhir perkuliahan, akan mempelajari tentang pembangunan sumberdaya manusia dan pembaharuan administrasi
  • 5.
    5 1. Apa artiadministrasi pembangunan bagi anda ? Jelaskan 2. Kapan pembangunan kelembagaan dilaksanakan ?
  • 6.
    6 Menurut Para Ahli Siagian, pembangunan kelembagaan adalah perubahan-perubahan drastis yang terjadi dalam organisasi yang menyangkut cara organisasi berfungsi dan berinteraksi dengan lingkungannya.  Osborn dan Plastrik, pembangunan kelembagaan adalah transpformasi organisasi adalah transformasi sistem secara fundamental guna menciptakan peningkatan yang drastis dalam efektivitas, efisiensi dan kemempuan mereka melakukan inovasi.
  • 7.
    7 Ada 3 UnsurKelembagaan yang Harus Dibangun  Unsur staf : pembantu pimpinan (sekretariat)  Unsur lini : dinas daerah yaitu bagian yang bertanggungjawab kepada gubernur via sekda  Unsur teknis : badan dan kantor, seperti Bawasda, bappeda.  Bedanya dinas dengan teknis adalah dinas lebih spesifik dalam menangani tugas, sedangkan teknis menangani urusan selalu ada kaitan dengan badan-badan lainnya.  Perbedaan badan dengan kantor adalah kantor dipimpin oleh eselon III, sedangkan kantor dipimpin oleh eselon II.
  • 8.
    8 Kapan Pembangunan KelembagaanDimulai :  Dikontinouitas lingkungan ; ada ketidakseimbangan antara organisasi dan lingkungannya  Perubahan yang bersifat revolusioner  Adanya perubahan pendekatan organisasi. Ada 3 Aspek Yang Harus Dibangun Dalam Kelembagaan Publik :  Sistem  Struktur kelembagaan  SDM
  • 9.
    9 Kapan Kelembagaan ItuMempunyai Nilai :  Nilai budaya  Nilai intelektual  Nilai religius
  • 10.
    10 Menurut Para Ahli:  M.Papayungan, Pembangunan sumber daya manusia adalah suatu proses peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas dari semua penduduk suatu masyarakat.  Silalahi, pembangunan sumber daya manusia adalah upaya berkesinambungan meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam arti yang seluas-luasnya, melalui pendidikan, latihan, dan pembinaan.
  • 11.
    11 Tujuan Pembangunan SumberdayaManusia  Untuk dapat memperbaiki efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja yang telah ditetapkan  Perbaikan efektivitas kerja dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pengetahuan karyawan, keterampilan karyawan maupun sikap karyawan itu sendiri terhadap tugas-tugasnya.  Pengetahuan karyawan akan pelaksanaan tugas sangat menentukan keberhasilan karyawan itu sendiri.  Karyawan yang kurang memiliki pengetahuan yang cukup tentang bidang kerjanya akan bekerja dengan lamban.  Pemborosan ini akan mempertinggi biaya pencapai tujuan organisasi.
  • 12.
    12 Tujuan Pembangunan SumberdayaManusia  Untuk dapat memperbaiki efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja yang telah ditetapkan  Perbaikan efektivitas kerja dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pengetahuan karyawan, keterampilan karyawan maupun sikap karyawan itu sendiri terhadap tugas-tugasnya.  Pengetahuan karyawan akan pelaksanaan tugas sangat menentukan keberhasilan karyawan itu sendiri.  Karyawan yang kurang memiliki pengetahuan yang cukup tentang bidang kerjanya akan bekerja dengan lamban.  Pemborosan ini akan mempertinggi biaya pencapai tujuan organisasi.
  • 13.
    13 Pengembangan Kemampuan (CapacityBuilding)  Hal yang sangat fundamental dijadikan titik tolak berpikir pentingnya pendidikan dan pelatihan sebagai instrumen pengembangan kemampuan adalah karena perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian pesat, pengetahuan seseorang menjadi ketinggalan zaman dalam waktu yang relatif singkat dan oleh karena itu perlu dimutakhirkan.
  • 14.
    14 Pengembangan Citra Positif Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat sering mempunyai persepsi negatif tentang citra birokrasi. Tidak jarang terdengar “tuduhan” yang dilempar kepada birokrasi seperti bekerja lamban, prosedur berbelit-belit, orientasi kekuasaan, arogan, kaku dalam menginterpretasikan dan menerapkan peraturan dan perundang-undangan, sikap seolah- olah ketentuan normatif yang berlaku bagi masyarakat berlaku baginya, perlakuan diskriminatif dalam memberikan pelayanan, tertutup, tidak jujur, korup dan sebagainya.  Uraian singkat diatas menjadi alasan yang kuat untuk mengatakan bahwa pengembangan citra positif harus dijadikan sebagai bagian integral dari administrasi pembangunan.
  • 15.
    15 Budaya Organisasi • Secaraetimologis, budaya merupakan sekumpulan nilai kunci, keyakinan, pemahaman, dan norma pokok yang dibagi bersama oleh anggota suatu organisasi. • Kata “organisasi” mempunyai dua arti, yaitu : 1) lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit dan klub olahraga. 2) berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
  • 16.
    16  Budaya organisasimenunjukan bagaiman organisasi mempelajari (mengidentifikasi, menanam dan mengaktualisasi) suatu nilai secara berulang-ulang dan konsisten, sehingga masyarakat dapat mengamati atau merasakan.  Singkatnya, budaya organisasi mengatur cara berperilaku dalam organisasi yang bersangkutan. Penciptaan dan pemeliharaan budaya organisasi sangat penting karena dari budaya organisasi itulah organisasi itu dikenali.
  • 17.
    17 Menurut Para Ahli: • Cushway dan Lodge, budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. • Robbins, budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota- anggota organisasi itu.  Dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.
  • 18.
    18 Ada 5 FungsiBudaya Organisasi 1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain 2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi 3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang 4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan 5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membantu sikap serta perilaku karyawan
  • 19.
    19 Upaya Meningkatkan KualitasBudaya Organisasi • Inovasi dan keberanian mengambil resiko, yakni sejauhmana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil resiko • Perhatian terhadap hal-hal rinci, sejauhmana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis dan memperhatikan hal-hal detail • Orientasi hasil, sejauhmana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut
  • 20.
    20 • Orientasi orang,sejauhmana keputusan- keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada di dalam organisasi • Orientasi tim, sejauhmana kegiatan-kegiatan kerja di organisasi pada tim daripada individu- individu • Keagresifan, sejauhmana orang bersikap agresif dan kompetitif daripada santai • Stabilitas, sejauhmana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan
  • 21.
    21 STABILITAS INOVASI DAN MENGAMBILRESIKO ORIENTASI HASIL MEMPERHATIKAN DETAIL BUDAYA ORGANISASI Gambar 14.1 Dimensi Budaya Organisasi KEAGRESIFAN ORIENTASI ORANG ORIENTASI TEAM
  • 22.
    22 Perubahan Budaya Organisasi 1.Proses Pembentukan Budaya Organisasi • Pendiri organisasi • Pemilik organisasi • Sumber daya manusia asing • Luar organisasi • Stakeholders • Masyarakat  Pembentukan budaya tidak dapat dilakukan dalam waktu sekejap, namun memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk dapat menerima nilai-nilai baru dalam organisasi (Sumber : Taliziduhu Ndraha)
  • 23.
    23 2. Proses BudayaDapat Terjadi Dengan Cara : • Kontak budaya • Benturan budaya • Penggalian budaya
  • 24.
    24  Pembaharuan administrasimerupakan suatu usaha untuk menerapkan ide-ide baru dan kombinasi daripada ide-ide baru kepada suatu sistem administrasi dengan kesadaran untuk memperbaiki sistem tersebut dalam rangka usaha pencapaian tujuan pembangunan nasional secara positif. Sasaran pembaharuan administrasi : 1. Birokrasi dapat membangun partisipasi rakyat 2. Birokrasi hendaknya cenderung berorientasi kepada yang kuat, tetapi harus lebih kepada yang lemah dan kurang berdaya
  • 25.
    25 3. Peran birokrasiharus bergeser dari mengendalikan menjadi mengarahkan, dan memberi menjadi memberdayakan. 4. Mengembangkan keterbukaan dan bertanggungjawab  Pembaharuan memerlukan semangat dan tekad untuk mengatasi birokrasi dan tantangan yang datang dari kalangan yang dirugikan oleh perubahan. Oleh karena itu, pembaharuan harus dilakukan secara sistematis dan terarah didukung oleh political will yang kuat, konsisten dan konsekuen, serta tidak selalu harus segera menghasilkan perubahan besar, tetapi dapat secara bertahap namun konsisten.
  • 26.