1
KETERKAITAN DESA KE KOTA:
Sebagai Alternatif Pembangunan Pedesaan
MATERI KULIAH
Oleh:
Mukhrizal Effendi
Administrasi Publik
Universitas Dharmawangsa
2019
Buku Wajib
 Rakhmat, 2013. Dimensi Strategis Manajemen Pembangunan.
Alfabeta: Jakarta
Referensi Lain
 Affifuddin. 2010. Pengantar Administrasi Pembangunan. Alfabeta:
Jakarta
 Budiman, Arief. 2000. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Gramedia
Pustaka Utama: Jakarta.
 Siagian, Sondang. 1999. Administrasi Pembangunan. Bumi Aksara:
Jakarta.
 Suparmini. 2007. Keterkaitan Desa-Kota: Sebagai Alternatif
Pembangunan Pedesaan. Jurnal Geomedia Vol. 5 No. 2 Oktober
2007 UNY: Yogyakarta.
2
BAHAN BACAAN
Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan dapat:
1. Masalah di pedesaan;
2. Ciri-ciri pedesaan dan perkotaan;
3. Isu kebijakan pengembangan masyarakat pedesaan;
4. Peningkatan kemampuan masyarakat pedesaan;
5. Pembangunan pedesaan dan pendekatan keterkaitan
desa ke kota; dan
6. Tantangan pelaksanaan.
3
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
1. Dalam perkuliahan ini, anda akan membahas tentang
masalah di pedesaan, ciri-ciri pedesaan dan perkotaan;
2. Bagian selanjutnya, akan mempelajari tentang isu
kebijakan pengembangan masyarakat pedesaan,
peningkatan kemampuan masyarakat pedesaan; dan
3. Bagian akhir perkuliahan, akan mempelajari tentang
pembangunan pedesaan dan pendekatan keterkaitan
desa ke kota, tantangan pelaksanaan.
4
DESKRIPSI SINGKAT
1. Apa arti pendekatan keterkaitan desa ke kota bagi anda?
Jelaskan
2. Jelaskan perbedaan desa dan kota? Berikan contohnya
3. Kemukakan dan jelaskan paling sedikit 3 tantangan
pelaksanaan pembangunan desa?
5
PERTANYAAN KUNCI
1. Rendahnya kualitas hidup;
2. Pengangguran tinggi;
3. Sistem produksi dan diversifikasi yang belum
berkembang; dan
4. Terjadi kesenjangan antara masyarakat desa dengan
masyarakat kota.
6
MASALAH DI PEDESAAN
Ciri-Ciri Pedesaan:
1. Struktur kegiatan penduduk berbasis agraris;
2. Kepadatan penduduk lebih rendah;
3. Cara hidup ataupun pola budaya yang dekat dengan pemanfaatan
SDA;
4. Tempat tinggal penduduk berkelompok dan tersebar;
5. Potensi tenaga kerja dengan pendidikan agak langka; dan
6. Sistem organisasi sederhana berbasis kegiatan subsisten atau
primer.
7
CIRI PEDESAAN DAN PERKOTAAN
Ciri Perkotaan:
1. Struktur kegiatan penduduk berbasis niaga dan jasa;
2. Kepadatan penduduk rapat;
3. Tempat tinggal penduduk berkelompok;
4. Tenaga berpendidikan relatif tinggi;
5. Sistem organisasi kerja yang kompleks berbasis kegiatan formal;
6. Pusat kekuasaan dan perubahan budaya;
7. Pusat kreativitas yang menyebabkan terjadinya pola perkembangan
hidup masyarakat dan lingkungan fisiknya sangat berbeda dengan
kawasan pedesaan (pinggiran)
8
Pengembangan Masyarakat Desa
1. Usaha yang dilakukan mencakup: (a) partisipasi masyarakat sebagai basis
menanggulangi masalah yang dihadapi; (b) mendidik dan melatih
masyarakat dalam proses demokrasi untuk mengatasi masalah secara
bersama; dan (c) mengaktifkan kelembagaan atau menyediakan fasilitas
untuk alih teknologi.
2. Pembukaan daerah baru dan mendorong migrasi penduduk serta
pengelompokan permukiman kecil.
3. Pembangunan pertanian
4. Industri pedesaan
5. Kebutuhan dasar manusia
6. Pembangunan daerah terpadu
7. Pusat pertumbuhan dan wilayah pengembangan
8. Pendekatan agropolitan
9. Program pemekaran desa, pengelompokkan desa, pemukiman kembali
penduduk dan pembukaan isolasi.
9
ISU PENGEMBANGAN MASYARAKAT PEDESAAN
Permasalah untuk mengurangi kesenjangan pendapatan
erat kaitannya dengan rendahnya kapasitas produksi dan
produksi antara lain disebabkan oleh:
1. SDM yang masih lemah dari segi kemampuan alih
teknologi dan manajerial;
2. Akses sarana modal dan prasarana yang dapat
disalurkan terbatas; dan
3. Adopsi teknologi masyarakat masih lambat sehingga
produktivitas rendah, diversifikasi usaha tidak
berkembang, pertambaan nilai terbatas. Akibatnya
pendapatan dan surplus yang dinikmati masyarakat
pedesaan tetap kecil.
10
PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT PEDESAAN
1. Friedman (teori core-periphery) membahas adanya suatu sistem
keruangan yang lengkap yang melihat daerah pusat dan tepi, wilayah
pusat sebagai teritorial tertentu dengan subsistem masyarakat teratur
yang memiliki kapasitas tinggi memacu pembaharuan dan menyerap
perubahan inovatif. Sedangkan daerah tepi merupakan subsistem
yang jalur perkembangannya dipengaruhi oleh lembaga yang ada di
pusat, sehingga daerah ini mempunyai ketergantungan substansial.
Dengan kondisi tersebut dapat dilihat bahwa ada jalinan yang berupa
“interaksi antara wilayah pusat dan daerah tepi”.
11
PEMBANGUNAN PEDESAAN DAN PENDEKATAN KETERKAITAN
DESA KE KOTA
2. G. Myrdal (teori core-regions) membahas sebagai magnet yang
dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dengan sendirinya
casualitas kumulatif ke arah perkembangan (cumulatif upward);
seperti arus buruh dari p ke c, tenaga terampil, modal dan barang
perdagangan yang secara spontan berkembang di dalam ekonomi
pasar bebas untuk menunjang pertumbuhan di lokasi tertentu atau
wilayah tertentu.
Akibatnya terjadi polarisasi pertumbuhan (polarization of growth)
dapat menimbulkan “backwash effects” atau menghambat
pertumbuhan wilayah lain karena tenaga terampil dan barang
perdagangan di tarik kesitu istilahnya disebut “daerah periphery”.
Apabila “spread effects” dari c ke p lebih kuat, maka “backwash
effects” dapat diatasi. Oleh karena itu untuk memperbesar “spread
effects”. Myrdal mengemukakan perlu adanya intervensi dari
pemerintah, misalnya dengan pengendalian migrasi, pembangunan
“periphery”, program pembangunan pedesaan.
12
Di indonesia pembangunan pedesaan dengan pendekatan keterkaitan
desa kota telah dilaksanakan studi parul (poverty allevation through
rural urban lingkages):
1. Melakukan kajian beberapa keterkaitan desa kota di dalam kegiatan
ekonomi lokal dan kebutuhan intervensi pemerintah untuk
memperkuat pengelolaan di provinsi (sulut, sulsel dan irian jaya);
2. Membentuk konsensus dalam perencanaan dan pengelolaan
keterkaitan desa dilihat dari aspek mata rantai produksi di tingkat
kabupaten; dan
3. Mengevaluasi program yang ada untuk mendukung pelaksanaan
pengelolaan keterkaitan desa kota.
13
Tantangan pelaksanaan proses pembangunan masyarakat pedesaan
dengan keterkaitan desa kota, pertanyaan adalah:
1. Bagaimana menyiapkan masyarakat untuk terlibat memanfaatkan
bantuan dan proses pelaksanaan yang disediakan pemerintah?
14
TANTANGAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PEDESAAN
15
Terima kasih, Semoga
Bermanfaat

Pertemuan kesepuluh

  • 1.
    1 KETERKAITAN DESA KEKOTA: Sebagai Alternatif Pembangunan Pedesaan MATERI KULIAH Oleh: Mukhrizal Effendi Administrasi Publik Universitas Dharmawangsa 2019
  • 2.
    Buku Wajib  Rakhmat,2013. Dimensi Strategis Manajemen Pembangunan. Alfabeta: Jakarta Referensi Lain  Affifuddin. 2010. Pengantar Administrasi Pembangunan. Alfabeta: Jakarta  Budiman, Arief. 2000. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.  Siagian, Sondang. 1999. Administrasi Pembangunan. Bumi Aksara: Jakarta.  Suparmini. 2007. Keterkaitan Desa-Kota: Sebagai Alternatif Pembangunan Pedesaan. Jurnal Geomedia Vol. 5 No. 2 Oktober 2007 UNY: Yogyakarta. 2 BAHAN BACAAN
  • 3.
    Setelah mempelajari babini, anda diharapkan dapat: 1. Masalah di pedesaan; 2. Ciri-ciri pedesaan dan perkotaan; 3. Isu kebijakan pengembangan masyarakat pedesaan; 4. Peningkatan kemampuan masyarakat pedesaan; 5. Pembangunan pedesaan dan pendekatan keterkaitan desa ke kota; dan 6. Tantangan pelaksanaan. 3 TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
  • 4.
    1. Dalam perkuliahanini, anda akan membahas tentang masalah di pedesaan, ciri-ciri pedesaan dan perkotaan; 2. Bagian selanjutnya, akan mempelajari tentang isu kebijakan pengembangan masyarakat pedesaan, peningkatan kemampuan masyarakat pedesaan; dan 3. Bagian akhir perkuliahan, akan mempelajari tentang pembangunan pedesaan dan pendekatan keterkaitan desa ke kota, tantangan pelaksanaan. 4 DESKRIPSI SINGKAT
  • 5.
    1. Apa artipendekatan keterkaitan desa ke kota bagi anda? Jelaskan 2. Jelaskan perbedaan desa dan kota? Berikan contohnya 3. Kemukakan dan jelaskan paling sedikit 3 tantangan pelaksanaan pembangunan desa? 5 PERTANYAAN KUNCI
  • 6.
    1. Rendahnya kualitashidup; 2. Pengangguran tinggi; 3. Sistem produksi dan diversifikasi yang belum berkembang; dan 4. Terjadi kesenjangan antara masyarakat desa dengan masyarakat kota. 6 MASALAH DI PEDESAAN
  • 7.
    Ciri-Ciri Pedesaan: 1. Strukturkegiatan penduduk berbasis agraris; 2. Kepadatan penduduk lebih rendah; 3. Cara hidup ataupun pola budaya yang dekat dengan pemanfaatan SDA; 4. Tempat tinggal penduduk berkelompok dan tersebar; 5. Potensi tenaga kerja dengan pendidikan agak langka; dan 6. Sistem organisasi sederhana berbasis kegiatan subsisten atau primer. 7 CIRI PEDESAAN DAN PERKOTAAN
  • 8.
    Ciri Perkotaan: 1. Strukturkegiatan penduduk berbasis niaga dan jasa; 2. Kepadatan penduduk rapat; 3. Tempat tinggal penduduk berkelompok; 4. Tenaga berpendidikan relatif tinggi; 5. Sistem organisasi kerja yang kompleks berbasis kegiatan formal; 6. Pusat kekuasaan dan perubahan budaya; 7. Pusat kreativitas yang menyebabkan terjadinya pola perkembangan hidup masyarakat dan lingkungan fisiknya sangat berbeda dengan kawasan pedesaan (pinggiran) 8
  • 9.
    Pengembangan Masyarakat Desa 1.Usaha yang dilakukan mencakup: (a) partisipasi masyarakat sebagai basis menanggulangi masalah yang dihadapi; (b) mendidik dan melatih masyarakat dalam proses demokrasi untuk mengatasi masalah secara bersama; dan (c) mengaktifkan kelembagaan atau menyediakan fasilitas untuk alih teknologi. 2. Pembukaan daerah baru dan mendorong migrasi penduduk serta pengelompokan permukiman kecil. 3. Pembangunan pertanian 4. Industri pedesaan 5. Kebutuhan dasar manusia 6. Pembangunan daerah terpadu 7. Pusat pertumbuhan dan wilayah pengembangan 8. Pendekatan agropolitan 9. Program pemekaran desa, pengelompokkan desa, pemukiman kembali penduduk dan pembukaan isolasi. 9 ISU PENGEMBANGAN MASYARAKAT PEDESAAN
  • 10.
    Permasalah untuk mengurangikesenjangan pendapatan erat kaitannya dengan rendahnya kapasitas produksi dan produksi antara lain disebabkan oleh: 1. SDM yang masih lemah dari segi kemampuan alih teknologi dan manajerial; 2. Akses sarana modal dan prasarana yang dapat disalurkan terbatas; dan 3. Adopsi teknologi masyarakat masih lambat sehingga produktivitas rendah, diversifikasi usaha tidak berkembang, pertambaan nilai terbatas. Akibatnya pendapatan dan surplus yang dinikmati masyarakat pedesaan tetap kecil. 10 PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT PEDESAAN
  • 11.
    1. Friedman (teoricore-periphery) membahas adanya suatu sistem keruangan yang lengkap yang melihat daerah pusat dan tepi, wilayah pusat sebagai teritorial tertentu dengan subsistem masyarakat teratur yang memiliki kapasitas tinggi memacu pembaharuan dan menyerap perubahan inovatif. Sedangkan daerah tepi merupakan subsistem yang jalur perkembangannya dipengaruhi oleh lembaga yang ada di pusat, sehingga daerah ini mempunyai ketergantungan substansial. Dengan kondisi tersebut dapat dilihat bahwa ada jalinan yang berupa “interaksi antara wilayah pusat dan daerah tepi”. 11 PEMBANGUNAN PEDESAAN DAN PENDEKATAN KETERKAITAN DESA KE KOTA
  • 12.
    2. G. Myrdal(teori core-regions) membahas sebagai magnet yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dengan sendirinya casualitas kumulatif ke arah perkembangan (cumulatif upward); seperti arus buruh dari p ke c, tenaga terampil, modal dan barang perdagangan yang secara spontan berkembang di dalam ekonomi pasar bebas untuk menunjang pertumbuhan di lokasi tertentu atau wilayah tertentu. Akibatnya terjadi polarisasi pertumbuhan (polarization of growth) dapat menimbulkan “backwash effects” atau menghambat pertumbuhan wilayah lain karena tenaga terampil dan barang perdagangan di tarik kesitu istilahnya disebut “daerah periphery”. Apabila “spread effects” dari c ke p lebih kuat, maka “backwash effects” dapat diatasi. Oleh karena itu untuk memperbesar “spread effects”. Myrdal mengemukakan perlu adanya intervensi dari pemerintah, misalnya dengan pengendalian migrasi, pembangunan “periphery”, program pembangunan pedesaan. 12
  • 13.
    Di indonesia pembangunanpedesaan dengan pendekatan keterkaitan desa kota telah dilaksanakan studi parul (poverty allevation through rural urban lingkages): 1. Melakukan kajian beberapa keterkaitan desa kota di dalam kegiatan ekonomi lokal dan kebutuhan intervensi pemerintah untuk memperkuat pengelolaan di provinsi (sulut, sulsel dan irian jaya); 2. Membentuk konsensus dalam perencanaan dan pengelolaan keterkaitan desa dilihat dari aspek mata rantai produksi di tingkat kabupaten; dan 3. Mengevaluasi program yang ada untuk mendukung pelaksanaan pengelolaan keterkaitan desa kota. 13
  • 14.
    Tantangan pelaksanaan prosespembangunan masyarakat pedesaan dengan keterkaitan desa kota, pertanyaan adalah: 1. Bagaimana menyiapkan masyarakat untuk terlibat memanfaatkan bantuan dan proses pelaksanaan yang disediakan pemerintah? 14 TANTANGAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PEDESAAN
  • 15.