Raka Dwi Deswara
Sri Mutiah
Kimia
FMIPA
Universitas Negeri Jakarta
UJI PROTEIN
UJI XANTHOPROTEAT
▧ Larutan xantoproteat terdiri dari campuran
larutan HNO3 pekat atau campuran larutan asam
cuka pekat dengan asam sulfat pekat.
▧ Reaksi yang terjadi pada uji Xantoproteat
menghasilkan turunan nitro benzena berwarna kuning
tua.
▧ Penambahan alkali atau amonia pekat mengubah
warna zat menjadi jingga.
▧ Fungsi dari uji ini adalah untuk mendeteksi
keberadaan asam amino yang mengandung inti
benzena pada gugus sampingnya, seperti: tirosin,
triptofan, dan fenilalanin
UJI XANTHOPROTEAT
UJI MILLON
▧ Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan
merkuri nitrat dalam asam nitrat.
▧ Utuk mendeteksi protein yang mengandung
asam amino dengan rantai samping gugus fenolik
▧ Hasil positif menghasilkan endapan putih yang
dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan.
UJI MILLON
UJI BIURET
▧ Pendeteksian ada tidaknya ikatan peptida yang
membentuk suatu protein dilakukan dengan uji
biuret.
▧ Uji positif ditandai dengan munculnya warna
merah muda (jika ikatan peptida sedikit) sampai
ungu (jika ikatan peptida banyak)
▧ Prinsip dari reagen ini menggunakan prinsip
reaksi antara reagen dengan senyawa CuSO4 pada
suasana basa sehingga menghasilkan larutan
berwarna ungu
UJI BIURET
UJI NINHIDRIN
▧ Uji paling umum untuk menentukan adanya
protein dari suatu bahan.
▧ Semua asam amino dan peptida yang
mengandung gugus α-amino bebas
memberikan reaksi ninhidrin positif
▧ Menunjukkan reaksi terbentuknya warna
biru sampai ungu.
▧ albumin, gelatin, dan fenilanalina dapat
bereaksi dengan Ninhidrin membentuk
warna ungu
UJI NINHIDRIN
Uji Belerang / UJI Timbal Sulfida
▧ Terdiri dari larutan NaOH 40% dan larutan
Pb(NO3 ) 2 atau Pb-asetat.
▧ Untuk mengidentifikasikan adanya gugus
belerang seperti sistin dan metionin dalam
asam amino.
▧ Protein yang mengandung belerang jika
dipanaskan dengan larutan NaOH 40% akan
menghasilkan Na2S dan zat lain.
▧ Kemudian, ditetesi denganPb(NO3)2 atau Pb-
asetat yang akan memberikan warna cokelat
sampai hitam dari PbS terbentuk
Uji Belerang / UJI Timbal Sulfida
Uji Hopkins-Cole
▧ Peraksi yang digunakan dalam uji ini
mengandung asam glioksilat.
▧ Uji Hopkins-Cole spesifik pada protein yang
mengandung triptofan, sehingga hasil
positifnya akan terbentuk cincin ungu.
Uji Pengendapan dengan Logam
▧ Untuk mengendapkan protein dengan ion logam
diperlukan pH larutan di atas titik isoelektrik
▧ Untuk pengendapan protein dengan ion negatif
memerlukan pH larutan di bawah titik isoelektrik
▧ Ion- ion positif yang dapat mengendapkan protein : Ag+,
Ca2+, Zn2+, Hg2+,Pb2+,Cu2+,Fe2+.
▧ Ion-ion negatif yang dapat mengendapkan protein : ion
salisilat, trikloroasetat, pikrat, tanat dan sulfosalisilat.
▧ Prinsip uji pengendapan protein dengan logam adalah
pembentukan endapan akibat penambahan logam berat
akan membentuk endapan logam proteinat.
Uji Pengendapan dengan Logam
Thanks!

Uji Protein Biokimia

  • 1.
    Raka Dwi Deswara SriMutiah Kimia FMIPA Universitas Negeri Jakarta UJI PROTEIN
  • 2.
    UJI XANTHOPROTEAT ▧ Larutanxantoproteat terdiri dari campuran larutan HNO3 pekat atau campuran larutan asam cuka pekat dengan asam sulfat pekat. ▧ Reaksi yang terjadi pada uji Xantoproteat menghasilkan turunan nitro benzena berwarna kuning tua. ▧ Penambahan alkali atau amonia pekat mengubah warna zat menjadi jingga. ▧ Fungsi dari uji ini adalah untuk mendeteksi keberadaan asam amino yang mengandung inti benzena pada gugus sampingnya, seperti: tirosin, triptofan, dan fenilalanin
  • 3.
  • 6.
    UJI MILLON ▧ PereaksiMillon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. ▧ Utuk mendeteksi protein yang mengandung asam amino dengan rantai samping gugus fenolik ▧ Hasil positif menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan.
  • 7.
  • 9.
    UJI BIURET ▧ Pendeteksianada tidaknya ikatan peptida yang membentuk suatu protein dilakukan dengan uji biuret. ▧ Uji positif ditandai dengan munculnya warna merah muda (jika ikatan peptida sedikit) sampai ungu (jika ikatan peptida banyak) ▧ Prinsip dari reagen ini menggunakan prinsip reaksi antara reagen dengan senyawa CuSO4 pada suasana basa sehingga menghasilkan larutan berwarna ungu
  • 10.
  • 12.
    UJI NINHIDRIN ▧ Ujipaling umum untuk menentukan adanya protein dari suatu bahan. ▧ Semua asam amino dan peptida yang mengandung gugus α-amino bebas memberikan reaksi ninhidrin positif ▧ Menunjukkan reaksi terbentuknya warna biru sampai ungu. ▧ albumin, gelatin, dan fenilanalina dapat bereaksi dengan Ninhidrin membentuk warna ungu
  • 13.
  • 15.
    Uji Belerang /UJI Timbal Sulfida ▧ Terdiri dari larutan NaOH 40% dan larutan Pb(NO3 ) 2 atau Pb-asetat. ▧ Untuk mengidentifikasikan adanya gugus belerang seperti sistin dan metionin dalam asam amino. ▧ Protein yang mengandung belerang jika dipanaskan dengan larutan NaOH 40% akan menghasilkan Na2S dan zat lain. ▧ Kemudian, ditetesi denganPb(NO3)2 atau Pb- asetat yang akan memberikan warna cokelat sampai hitam dari PbS terbentuk
  • 16.
    Uji Belerang /UJI Timbal Sulfida
  • 19.
    Uji Hopkins-Cole ▧ Peraksiyang digunakan dalam uji ini mengandung asam glioksilat. ▧ Uji Hopkins-Cole spesifik pada protein yang mengandung triptofan, sehingga hasil positifnya akan terbentuk cincin ungu.
  • 21.
    Uji Pengendapan denganLogam ▧ Untuk mengendapkan protein dengan ion logam diperlukan pH larutan di atas titik isoelektrik ▧ Untuk pengendapan protein dengan ion negatif memerlukan pH larutan di bawah titik isoelektrik ▧ Ion- ion positif yang dapat mengendapkan protein : Ag+, Ca2+, Zn2+, Hg2+,Pb2+,Cu2+,Fe2+. ▧ Ion-ion negatif yang dapat mengendapkan protein : ion salisilat, trikloroasetat, pikrat, tanat dan sulfosalisilat. ▧ Prinsip uji pengendapan protein dengan logam adalah pembentukan endapan akibat penambahan logam berat akan membentuk endapan logam proteinat.
  • 23.
  • 24.