L/O/G/O
UJI
KARBOHIDRAT
Muhammad Ismail (3325150809)
Fitriana Dewi (3325151607)
Rizqi Aulia Tawwabin (3325136398)
Macam Analisis Uji Karbohidrat
Uji Karbohidrat
• Uji Antrone
• Uji Molish
Uji Gula
Pereduksi
• Uji Benedict
• Uji Pikrat
Uji Monosakarida
• Uji Barfoed
Uji Ketosa
• Uji Seliwanoff
Uji Aldosa
• Uji Fehling
• Uji Tollens
Uji Galaktosa
• Uji Asam Musat
Uji Amilum
• Uji Iodine
Uji Antrone
• Digunakan untuk mengetahui keberadaan
karbohidrat dalam sampel
• Sampel harus bebas protein
• Reagen antron dibuat dari 1,2 antron
dalam 100mL H2SO4
• Digunakan untuk uji kuantitatif dengan
spektrofotometer pada panjangn
gelombang 650nm
• Hasil positif: Hijau-Hijau kehitaman
Persamaan Reaksi
Hasil Positif Uji Antron
 Uji Molisch dinamai sesuai penemunya
yaitu Hans Molisch (Ahli botani Australia)
Uji ini didasari oleh reaksi dehidrasi
karbohidrat oleh asam sulfat membentuk
cincin yang berwarna ungu
Reagen Molisch yang digunakan yaitu α-
napthol yang terlarut dalam etanol.
Penambahan H2SO4 pekat bertujuan agar
reaksi tidak bercampur sehingga hanya
membentuk lapisan
Uji Molisch
Reaksi Uji Molisch
Sampel hasil Uji Molisch
Positive Molisch Test
Uji Benedict
• Uji Benedict ditemukan oleh Stanley
Rossiter Benedict dari Amerika
• Uji Benedict digunakan untuk menguji
keberadaan gula pereduksi dalam suatu
sampel
• Pereaksi benedict terdiri dari kupri sulfat,
natrium sitrat, dan natrium karbonat
• Hasil positif berwarna hijau, kuning, atau
merah kejinggan
Reaksi Uji Benedict
Uji Pikrat
• Mengetahui keberadaan gula pereduksi
• Gula pereduksi akan mereduksi asam
pikrat menjadi asam pikramat
• Pereaksi yang digunakan adalah asam
pikrat jenuh dan Na2CO3
• Hasil Positif berwarna merah kecoklatan
Reaksi Uji Pikrat
Uji Barfoed
• Merupakan uji untuk membedakan
monosakarida dan disakarida dengan
mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan.
• Prinsipnya berdasarkan reduksi menjadi
• Sampel monosakarida mempunyai waktu yang
lebih cepat membentuk warna merah bata pada
uji barfoed
• Hasil positif uji barfoed berwarna merah
kejinggaan atau merah bata
Reaksi Uji Barfoed
Uji Seliwanoff
• Mengetahui keberadaan ketosa
• Reagen yang digunakan adalah resolsinol
0,5% dan HCl pekat
• Hasil positif berupa warna merah cherry
Persamaan Reaksi Uji Seliwanoff
Hasil Positif Uji Seliwanoff
Aldo sugar Keto sugar (positive)
Uji Fehling
• Uji Fehling bertujuan untuk mengetahui adanya
gugus aldehid. Reagent yang digunakan dalam
pengujian ini adalah Fehling A (CuSO4) dan
Fehling B (NaOH dan KNa tartarat).
• Digunakan untuk menunjukkan adanya
karbohidrat pereduksi (monosakarida, laktosa,
maltosa)
• Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar
gugus aldehida pada sampel terbongkar
ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH-
membentuk asam karboksilat.
Reaksi Uji Fehling
Sampel hasil uji Fehling
Uji Tollens
• Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator /
pengoksidasi lemah yang dapat digunakan untuk
mengoksidasi gugus aldehid, -CHO menjadi asam
karboksilat, -COOH
• Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat,
AgNO3. Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa
kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang
terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga
membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2
+(aq).
2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq) → Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)
Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) → 2Ag(NH3)2NO3(aq) + 2NaOH(aq)
Bermacam cara dapat ditempuh untuk membuat pereaksi tollens; yang
penting larutan ini harus mengandung perak amoniakal. Larutan kompleks
perak beramoniak inilah yang dapat mengoksidasi gugus aldehid menjadi
asam yang disertai dengan timbulnya cermin perak. Oleh sebab itu, larutan
perak amoniakal ini sering ditulis secara sederhana sebagai larutan Ag2O
RCHO(aq) + Ag2O → RCOOH(aq) + 2Ag(s)
Persamaan reaksi redoks yang sebenarnya adalah :
Ag(NH3)2
+(aq) + e → Ag(s) + 2NH3(aq)
RCHO(aq) + 3OH-(aq) → RCOOH(aq) + 2H2O(l) + 2e
Reaksi Uji Tollens
Sampel Uji Tollens
Uji Asam Musat
• Mengetahui keberadaan galaktosa
• Galaktosa direaksikan denga HNO3 pekat
yang akan membentuk endapan asam
musat
• Hasil positif berupa endapan berwarna
putih
Persamaan Reaksi Uji Asam Musat
Uji Iodin
• Uji Iodin digunakan untuk mendeteksi adanya
pati (polisakarida) pada sampel
• Pati dalam suasana asam bila dipanaskan dapat
terhidrolisis menjadi senyawa yang lebih
sederhana
• Amilum dengan iodine dapat membentuk
kompleks biru
• Amilopektin dengan iodin akan memberi warna
merah ungu
• glikogen dan dekstrin akan membentuk warna
merah coklat
Hasil Uji Iodin
Uji Karbohidrat

Uji Karbohidrat

  • 1.
    L/O/G/O UJI KARBOHIDRAT Muhammad Ismail (3325150809) FitrianaDewi (3325151607) Rizqi Aulia Tawwabin (3325136398)
  • 2.
    Macam Analisis UjiKarbohidrat Uji Karbohidrat • Uji Antrone • Uji Molish Uji Gula Pereduksi • Uji Benedict • Uji Pikrat Uji Monosakarida • Uji Barfoed Uji Ketosa • Uji Seliwanoff Uji Aldosa • Uji Fehling • Uji Tollens Uji Galaktosa • Uji Asam Musat Uji Amilum • Uji Iodine
  • 3.
    Uji Antrone • Digunakanuntuk mengetahui keberadaan karbohidrat dalam sampel • Sampel harus bebas protein • Reagen antron dibuat dari 1,2 antron dalam 100mL H2SO4 • Digunakan untuk uji kuantitatif dengan spektrofotometer pada panjangn gelombang 650nm • Hasil positif: Hijau-Hijau kehitaman
  • 4.
  • 5.
  • 6.
     Uji Molischdinamai sesuai penemunya yaitu Hans Molisch (Ahli botani Australia) Uji ini didasari oleh reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat membentuk cincin yang berwarna ungu Reagen Molisch yang digunakan yaitu α- napthol yang terlarut dalam etanol. Penambahan H2SO4 pekat bertujuan agar reaksi tidak bercampur sehingga hanya membentuk lapisan Uji Molisch
  • 7.
  • 8.
    Sampel hasil UjiMolisch Positive Molisch Test
  • 9.
    Uji Benedict • UjiBenedict ditemukan oleh Stanley Rossiter Benedict dari Amerika • Uji Benedict digunakan untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu sampel • Pereaksi benedict terdiri dari kupri sulfat, natrium sitrat, dan natrium karbonat • Hasil positif berwarna hijau, kuning, atau merah kejinggan
  • 10.
  • 12.
    Uji Pikrat • Mengetahuikeberadaan gula pereduksi • Gula pereduksi akan mereduksi asam pikrat menjadi asam pikramat • Pereaksi yang digunakan adalah asam pikrat jenuh dan Na2CO3 • Hasil Positif berwarna merah kecoklatan
  • 13.
  • 14.
    Uji Barfoed • Merupakanuji untuk membedakan monosakarida dan disakarida dengan mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan. • Prinsipnya berdasarkan reduksi menjadi • Sampel monosakarida mempunyai waktu yang lebih cepat membentuk warna merah bata pada uji barfoed • Hasil positif uji barfoed berwarna merah kejinggaan atau merah bata
  • 15.
  • 17.
    Uji Seliwanoff • Mengetahuikeberadaan ketosa • Reagen yang digunakan adalah resolsinol 0,5% dan HCl pekat • Hasil positif berupa warna merah cherry
  • 18.
  • 19.
    Hasil Positif UjiSeliwanoff Aldo sugar Keto sugar (positive)
  • 20.
    Uji Fehling • UjiFehling bertujuan untuk mengetahui adanya gugus aldehid. Reagent yang digunakan dalam pengujian ini adalah Fehling A (CuSO4) dan Fehling B (NaOH dan KNa tartarat). • Digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi (monosakarida, laktosa, maltosa) • Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
    Uji Tollens • Pereaksitollens merupakan suatu oksidator / pengoksidasi lemah yang dapat digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, -CHO menjadi asam karboksilat, -COOH • Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3. Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2 +(aq).
  • 24.
    2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq)→ Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) → 2Ag(NH3)2NO3(aq) + 2NaOH(aq) Bermacam cara dapat ditempuh untuk membuat pereaksi tollens; yang penting larutan ini harus mengandung perak amoniakal. Larutan kompleks perak beramoniak inilah yang dapat mengoksidasi gugus aldehid menjadi asam yang disertai dengan timbulnya cermin perak. Oleh sebab itu, larutan perak amoniakal ini sering ditulis secara sederhana sebagai larutan Ag2O RCHO(aq) + Ag2O → RCOOH(aq) + 2Ag(s) Persamaan reaksi redoks yang sebenarnya adalah : Ag(NH3)2 +(aq) + e → Ag(s) + 2NH3(aq) RCHO(aq) + 3OH-(aq) → RCOOH(aq) + 2H2O(l) + 2e Reaksi Uji Tollens
  • 25.
  • 26.
    Uji Asam Musat •Mengetahui keberadaan galaktosa • Galaktosa direaksikan denga HNO3 pekat yang akan membentuk endapan asam musat • Hasil positif berupa endapan berwarna putih
  • 27.
  • 28.
    Uji Iodin • UjiIodin digunakan untuk mendeteksi adanya pati (polisakarida) pada sampel • Pati dalam suasana asam bila dipanaskan dapat terhidrolisis menjadi senyawa yang lebih sederhana • Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru • Amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu • glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat
  • 29.